Tuhan telah mengutuk Sisyphus untuk mendorong batu karang
ke puncak gunung dengan sekuat tenaga. Untuk selama-lamanya.
Karena di ketinggian sana, batu itu akan menggelinding lagi ke
bawah. Bagi mereka, tiada hukuman yang paling mengerikan
daripada sebuahjerihpayahyang sia-sia.
Albert Camus, "lhe Myth o/Sisyhus".
"Secelah ia berjanji akan terus memperbolehkan aku tetap mem
biayai Rahma, aku bersedia kawin dengannya.
Aku bekerja setiap hari, begitu keras, kacena aku tak mau
adikku kembali pada nasibku yang hanya lulusan SMA. Karena
aku cidak mau mereka menjadi robot yang mendorong bacu ke
atas, hanya untuk menggelinding lagi ke bawah. Aku cahu, ia
bisa meneruskan perjuangan kita dengan jauh lebih berhasil.
Di buku harianku, aku selalu mencatat apa saja yang telah
ai raih: Rahma berhasil lulus dengan nilai tinggi tapi dia tidak
diterima menjadi dosen di almamacernya karena aktivicas poli
tiknya.
Rahma anak yang cemerlang. Namun, ia hanya mendapat pe
kerjaan di perusahaan yang tidak dsi ukainya.
Ton mulai ngomel.
Bagaimana dengan keluarga kica sendiri? Ton juga ingin
punya anak. Anak sendiri, bukan anak domplengan."
Beberapa minggu kemudian, sebelum ia sempat menerobos
kan seluruh tubuhnya dalam bemo, ia berkata dengan setengah
tersengal: "Rahma . . ."
*
100
Rahma . . . punya rencana lain sekarang, kacanya dengan
tersengal, beasiswa di Australia! Aku jadi punya semangat baru
karenanya. Aku bekerja lebih keras dari biasa. Rahma menulis
surat pada 21 universitas di Australia, tentu saja semua dengan
perangko tercatat, kalau tidak surat-surat bisa lenyap semua.
Dia harus menerjemahkan bermacam dokumen dan melega
lisir semuanya. lni bukan hal yang murah. Aku ikut membiayai.
Setelah itu, membuat proposal-siang clan malam. Berbulan
bulan lamanya, hanya itulah yang ada dalam hidupnya.
Dan bagiku, hidup adalah menyaksikan keberhasilan Rahma.
Tak ada satu hari pun tanpa membicarakan rencananya. la ingin
sekali tinggal di Sydney.
Rahma meminjam beberapa buku tentang Sydney setiap
ada kesempatan, clan bertanya pada teman-teman clan bekas
muridnya yang sempat ke sana, sehingga ia tahu berapa ongkos
hidup, di mana bisa tinggal clan berbelanja yang murah.
Kalau ke pasar, tunggu sampai hampir cutup. Waktu itu,
buah clan sayurnya diobral. Juga beli roti, kalau malam sekali,
bisa lebih murah, karena besok paginya roti-roti itu sudah
kadaluwarsa. Cuma perut Indonesia yang cukup tahan makan
makanan yang sudah kadaluwarsa.
Di sana ada Paddy's market yang jualan barang bekas. Baju
bekas yang bagus juga ada clan murah-murah.
Ah, kok kamu mau beli baju rombengan? Nggakgengsi?
Tapi di sana, banyak orang beli baju bekas kok. Apa nggak
takut kudsian?
Kan bisa dicuci? Takut kudisan itu kan cuma kebodohan
orang-orang berduit yang menjaga gengsi. Makanya babu nggak
101