Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (QS. Al-
Hajj: 70)
b. Tulisan, yakni kita beriman bahwa Allah w telah menulis semua
takdir di Lauh Mahfuzh, berdasarkan firman-Nya:
ﮋﮯﮰﮱﯓﯔﯕﯖﯗﯘﯙﯚﯛﯜ
ﯝﯞﯟﯠﯡﯢﯣﯤﯥ ﯦﮊ
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula)
pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul
Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al-Hadid: 22)
c. Kehendak, yakni kita beriman bahwa tidak ada sesuatupun
yang terjadi kecuali dengan kehendak Allah w, berdasarkan
firman-Nya:
ﮋﯮﯯﯰﯱﯲﯳﯴﯵﯶﮊ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali
apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At-Takwir:
29)
d. Ciptaan, yakni kita beriman bahwa segala sesuatu di langit dan
bumi ini diciptakan oleh Allah w, tiada pencipta selain-Nya,
berdasarkan firman-Nya:
ﮋ ﯬﯭﯮ ﯯﯰﯱﮊ
Dan Dia menciptakan segala sesuatu dengan serapi-rapinya. (QS.
Al-Furqon: 2)
94
BAB
AQIDAH AHLI SUNNAH
TENTANG IMAN
M engenal tentang masalah iman sangatlah penting sekali
bagi seorang hamba, sebab iman adalah kunci kebaha-
gian seorang hamba di dunia dan akhirat. Maka hendaknya bagi
setiap hamba yang ingin meraih kebahagiaan untuk serius me
ngetahui dan masalah iman dan berusaha selalu menjaga iman-
nya. Bagaimana aqidah yang benar dalam masalah iman?!
Imam Syafi’i v mengatakan:
ال ِإ ْي َما ُن قَ ْو ٌل َو َع َم ٌل يَ ِزيْ ُد َو َينْ ُق ُص
“Iman mencakup ucapan dan perbuatan, bertambah dan ber
kurang”. 194
194 Manaqib Syafi’i 1/385.
95