REVOLUSI HIDUP SEHAT ALA RASULULLAH
Menyingkap Kebiasaan-Kebiasaan & Gaya Hidup Rasulullah yang Sehat
Mohammad Takdir Ilahi
Editor: Nurhid
Proofreader: Aziz Safa
Desain Cover: Anto
Desain Isi: Joko P.
Diterbitkan Oleh:
KATAHATI
Jl. Anggrek 126 Sambilegi, Maguwoharjo,
Depok, Sleman, Yogyakarta 55282
Telp./Fax.: (0274) 488132
E-mail: [email protected]
ISBN: 978-602-1579-26-8
Cetakan I, 2015
Didistribusikan oleh:
AR-RUZZ MEDIA
Telp./Fax.: (0274) 4332044
E-mail: [email protected]
Perwakilan:
Jakarta: Telp./Fax.: (021) 7816218
Malang: Telp./Fax.: (0341) 560988
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Mohammad Takdir Ilahi
Revolusi Hidup Sehat ala Rasulullah: Menyingkap Kebiasaan-
Kebiasaan & Gaya Hidup Rasulullah yang Sehat/Mohammad Takdir
Ilahi-Yogyakarta: Katahati, 2015
292 hlm, 14 X 21 cm
ISBN: 978-602-1579-26-8
1. Kesehatan
I. Judul II. Mohammad Takdir Ilahi
PENGANTAR PENERBIT
Setiap orang tentu berharap mempunyai kesehatan yang
baik. Sementara bagi seorang Muslim, mempunyai kondisi
kesehatan yang baik tak hanya menunjang aktivitas sehari-
hari, namun lebih dari itu. Dengan kondisi kesehatan yang
baik akan menunjang dalam melaksanakan ibadah kepada
Allah. Dengan kata lain, jika tubuh kita sehat, kita akan dapat
melaksanakan ibadah-ibadah kepada Allah dengan maksimal.
Sebaliknya, jika tubuh kita dalam keadaan kurang sehat,
tentu ibadah-ibadah kita menjadi tidak maksimal. Tentu saja,
kesehatan di sini tidak hanya meliputi kesehatan jasmani, tetapi
juga kesehatan ruhani.
Jika masing-masing individu memerhatikan kesehatannya
dengan baik, terbentuklah masyarakat yang mempunyai kondisi
kesehatan yang baik pula. Jika kondisi ini dapat tercapai,
cita-cita menjadi negeri dengan rakyat yang sehat akan dapat
terwujud. Lalu, sebagai seorang Muslim, kepada siapakah kita
5
berguru? Tak lain dan tak bukan, kita dapat berguru kepada
Nabiyullah, Muhammad Saw.
Sosok Nabi Muhammad Saw. yang kita kenal melalui
sirahnya adalah seorang manusia yang dianugerahi nikmat
sehat yang sangat luar biasa. Sebab, di dalam riwayat, beliau
hanya sakit dua kali. Padahal, aktivitas beliau sebagai pemimpin
umat, tidaklah ringan. Salah satu contoh tip beliau yang
sangat terkenal adalah agar kita mengingat bahwa perut harus
diisi dengan tiga hal dengan seimbang. Ketiga hal tersebut
adalah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan
sepertiga sisanya untuk udara. Contoh tersebut adalah salah
satu pesan beliau dan tentu masih banyak pesan-pesan beliau.
Lalu, apa sajakah pesan-pesan beliau yang lainnya? Buku ini
mengupasnya untuk Anda. Masing-masing aspek dijelaskan
dengan rinci sehingga membantu Anda memahaminya. Selamat
membaca, semoga bermanfaat.
Redaksi
6
PENGANTAR PENULIS
Setiap orang bisa dipastikan mendambakan kesehatan secara
optimal dalam menjalani kehidupan ini. Orang yang
mendamba hidup dalam kondisi sehat, baik fisik maupun
mental, adalah orang-orang yang berupaya mensyukuri nikmat
Allah ini dengan penuh totalitas tanpa mengabaikan anjuran
Nabi Muhammad Saw. yang dikenal sebagai manusia paling
sehat di dunia ini.
Nikmat sehat adalah anugerah Allah yang sangat besar
bagi manusia di dunia. Sebab, ia menentukan terhadap semua
aktivitas baik yang berkaitan dengan masalah ubudiyah maupun
muamalah. Nikmat kesehatan menurut Rasulullah adalah satu
di antara nikmat yang sering terlupakan, bahkan diabaikan oleh
umat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhari, yaitu “Dua nikmat yang sering kali manusia
tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang" (HR
Bukhari No. 6412).
7
Nikmat sehat dalam kehidupan ini menempati posisi
penting, karena Allah sangat mencintai hamba-Nya yang
sehat atau selalu tampil prima dalam beribadah kepada Allah.
Bahkan, nikmat kesehatan merupakan nikmat yang kali
pertama akan ditanyakan langsung kepada hamba-Nya di hari
kiamat kelak. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan adalah
bagian dari ajaran agama yang mesti dipelihara dengan penuh
kesungguhan dan tanggung jawab. Di sini ajaran tentang
kesehatan telah tertanam dalam diri Nabi Muhammad Saw.
yang juga membawa misi untuk mencipta peradaban yang
sehat di dunia ini.
Maka, sangat wajar apabila manusia di dunia ini
meneladani apa yang pernah dipraktikkan Nabi Muhammad
Saw. ketika masa hidupnya. Dalam diri Nabi Muhammad Saw.
tertanam sebuah terapi yang bisa dijalankan oleh setiap umat
untuk menjaga pola hidup sehat secara optimal. Apalagi Nabi
Muhammad Saw. merupakan sosok manusia yang dianugerahi
nikmat sehat yang sangat luar biasa karena sepanjang hidupnya,
beliau hanya sakit dua kali. Tidak heran bila beliau dikenal
sebagai manusia paling sehat di muka bumi.
Apabila ada pernyataan bahwa Rasulullah adalah manusia
paling sehat di muka bumi, hal itu bisa diterima tanpa harus ada
pertentangan. Ini karena kesehatan bukan masalah siapa yang
paling kuat atau memiliki daya tahan luar biasa dalam menjalani
kehidupan ini, melainkan bagaimana Anda mengikuti saja apa
yang pernah dicontohkan dan dipraktikkan Rasulullah selama
hidupnya sehingga sangat jarang terkena penyakit atau sampai
8
sakit sekalipun. Sikap Anda terhadap fakta Rasulullah yang
jarang sakit bisa menjadi cermin untuk mengubah paradigma
atau pola hidup Anda yang sangat tergantung pada pengobatan,
karena beliau sendiri sangat menekankan bahwa pencegahan
lebih baik dari pengobatan.
Sebagai umat yang taat pada anjuran Rasulullah, kita
semua perlu memerhatikan pola hidup sehat agar bisa
menunjang terhadap aktivitas ibadah yang dijalankan selama
menjalani kehidupan di dunia ini. Apalagi pada zaman
globalisasi yang semakin canggih, perhatian terhadap nikmat
sehat sangat penting seiring dengan semakin bertambahnya
aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kekuatan fisik untuk
menopangnya. Tentu saja apabila Anda hidup dengan pola yang
sehat, secara otomatis bisa menunjang terhadap tercapainya
peningkatan kreativitas dalam menjalankan tugas kekhalifahan
di muka bumi ini.
Penulis sangat bersukur kepada Allah Swt. karena
berkat taufik dan hidayah-Nya, proses penyusunan buku
ini bisa rampung. Proses penyusunan buku ini bukan tidak
ada hambatan, melainkan penuh dengan liku-liku yang
membuat penulis harus bekerja keras untuk menyeleksi data-
data yang sesuai dengan tema kesehatan. Sebagai bagian dari
revolusi hidup sehat, penyelesaian buku ini sedikit banyak
membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan juga
biaya, baik dari pihak penulis sendiri maupun dari pihak yang
telah membantu kelancaran petualangan intelektual ini.
9
Proses penyelesaian buku ini tentu saja memperoleh
dukungan dari berbagai pihak, berupa masukan, bimbingan,
dan semangat yang berlipat ganda. Ungkapan takzim dan
terima kasih yang tak terhingga kepada ayah dan ibu penulis,
yang setiap malam tidak pernah lepas memanjatkan doa demi
kesuksesan pendidikan penulis pribadi. Tidak ada balasan apa
pun yang bisa penulis persembahkan untuk keringat, air mata,
dan perjuangan mereka berdua, selain doa kepada Allah Swt.
mudah-mudahan mendapatkan balasan yang setimpal.
Tak lupa pula kepada kakak-kakak penulis, yaitu
Innasiyah, Kholis, Hamdi, Zainuddin, Fairuzah dan kepada
keponakan, Lutfiyatul Laily dan Ahmad Ainur Ridho Ilahi.
Rasa hormat juga penulis sampaikan kepada mertua yang juga
banyak memberikan dukungan, baik moril maupun materiil.
Dan juga tidak lupa untuk adik ipar penulis, yaitu Desy Umami
dan Irzam Syahputra.
Selain itu, teman-teman seperjuangan ketika masih
belajar di Perbandingan Agama, yang turut serta memberikan
kenangan yang tak terlupakan. Penulis sangat bangga dengan
kesetiakawanan mereka sehingga menjadi motivator yang tak
terduga dalam pengembangan kreativitas penulis. Di luar teman
kelas, penulis juga menghaturkan terima kasih kepada sahabat-
sahabat Korp Gajah Mada 07 atas segala kesetiaan menjadi
mitra dalam banyak aktivitas. Penulis yakin bahwa kebersamaan
kalian di dunia pergerakan PMII takkan pernah terlupakan
dan menjadi sejarah dalam karier penulis selanjutnya. Tak
lupa kepada teman-teman di Program Pascasarjana UIN
10
Sunan Kalijaga (SARK) yang telah memberikan sumbangsih
pemikiran dalam perjalanan intelektual penulis. Demikian
juga kepada teman-teman Ikatan Alumni Annuqayah (IAA)
Yogya yang dengan ketulusan dan kesetiaan menemani hari-
hari penulis dalam mengarungi pahit getirnya kehidupan di
kota pendidikan ini.
Spesial kepada istri penulis tercinta, yaitu Siska Sulistia
Ulfa sebagai sosok perempuan tegar dan sabar yang menjadi
motivator ulung dalam membangkitkan semangat penulis
dalam menyelesaikan karya ini. Kesetiaan dan ketulusan
mendampingi penulis adalah cerminan prestasi gemilang dalam
merajut mahligai rumah tangga yang diberkati Tuhan.
Terakhir, karya ini juga dipersembahkan kepada buah
hati penulis, yaitu Haidar Al-Mairie Tsaqib yang baru belajar
merangkak ketika buku ini ditulis. Penulis sangat bahagia
menyambut buah hati pertama yang memberi semangat baru
untuk selalu belajar bagaimana menyayangi anugerah Tuhan
yang sangat luar biasa ini. Kehadiranmu sungguh membawa
suasana hati baru yang membahagiakan meskipun penulis
sendiri tidak selalu berada di sampingnya setiap saat karena
harus bolak-balik antara Jogja dan Madura.
Pada akhirnya, penulis menyadari bahwa materi dalam
buku ini belum bisa dikatakan sempurna dan sesuai dengan
keinginan pembaca. Penulis sangat mengharapkan masukan
dan kritik yang bersifat konstruktif bagi perbaikan buku
ini berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan saran dari
pembaca. Akhirnya, penulis mengharapkan doa dari siapa saja,
11
untuk langkah “belajar” selanjutnya, semoga banyak yang bisa
disumbangkan untuk agama, bangsa dan negeri ini; Indonesia
tercinta.
Penulis,
Mohammad Takdir Ilahi
12
DAFTAR ISI
PENGANTAR PENERBIT .................................................. 5
PENGANTAR PENULIS ..................................................... 7
DAFTAR ISI ................................................................... 13
BAB I REVOLUSI HIDUP SEHAT .................. 17
BAB II KONSEP HIDUP SEHAT...................... 25
A. Konseptualisasi Sehat ........................... 25
B. Aspek-Aspek Apa Saja dalam Kesehatan? 29
29
1. Kesehatan Fisik .............................. 36
2. Kesehatan Mental........................... 65
3. Kesehatan Masyarakat .................... 72
4. Kesehatan Sosial............................. 74
5. Kesehatan Keluarga........................ 91
6. Kesehatan Ekonomi .......................
13
7. Kesehatan Spiritual/Kematangan 92
Beragama .......................................
95
C. Apa Faktor yang Memengaruhi 97
Kesehatan? ........................................... 102
1. Faktor Lingkungan......................... 106
2. Faktor Perilaku............................... 114
3. Faktor Pelayanan Kesehatan ........... 119
4. Pentingnya Tenaga Kesehatan ........
5. Faktor Genetik/Keturunan.............
BAB III PENTINGNYA KESEHATAN
DALAM ISLAM ..................................... 121
A. Term Kesehatan dalam Islam ............... 121
1. Term al-Quwwah ........................... 124
2. Al-Maradh .................................... 126
3. As-Syifa’ ......................................... 127
B. Mengapa Kesehatan Urgen dalam Islam? 128
1. Rahmat dan Nikmat Allah ............. 129
2. Mempermudah dalam
Menjalankan Ibadah ...................... 132
3. Pengetahuan dan Perhatian Muslim
tentang Ilmu Kesehatan Minim ..... 133
4. Perintah Agama.............................. 136
C. Ajaran Islam tentang Kesehatan ........... 138
1. Mengonsumsi Makanan Halal dan
Bergizi............................................ 141
2. Urgensi Olahrga bagi Kesehatan
Tubuh ............................................ 147
14
BAB IV HUBUNGAN ANTARA IBADAH
DAN KESEHATAN ................................ 165
A. Shalat dan Kesehatan ........................... 171
I. Pengertian Shalat............................ 172
II. Psikologi Shalat .............................. 176
III. Filosofi Gerakan-Gerakan dalam
Shalat ............................................. 179
IV. Aspek Meditasi dalam Shalat.......... 192
V. Aspek Relaksasi Otot...................... 194
B. Puasa dan Kesehatan ............................ 195
1. Terapi Puasa bagi Kesehatan Jasmani 196
2. Terapi Puasa bagi Kesehatan Ruhani 202
3. Terapi Puasa bagi Kesehatan Sosial. 212
C. Zakat dan Kesehatan............................ 215
D. Haji dan Kesehatan.............................. 217
1. Terapi Haji bagi Kesehatan Jasmani 225
2. Terapi Haji bagi Kesehatan Ruhani 229
3. Terapi Haji bagi Kesehatan Sosial... 233
BAB V RAHASIA HIDUP SEHAT
RASULULLAH.......................................
A. Tidur secara Teratur ............................. 243
247
1. Memelihara Fungsi Saluran
Pernapasan ..................................... 251
252
2. Menjaga Keseimbangan Jantung .... 253
3. Menjaga Kesehatan Paru-Paru........ 253
B. Selalu Bangun Pagi Sebelum Subuh .....
15
C. Menjaga Pola Makan ........................... 258
1. Tidak Berlebih-Lebihan ................. 258
2. Cuci Tangan Sebelum dan
Sesudah Makan .............................. 263
3. Tenang dan Tidak Terburu-Buru.... 264
4. Duduk Lurus atau Tegak Ketika
Makan............................................ 264
266
D. Aktif Menjaga Kebersihan....................
E. Gemar Berjalan Kaki atau Lari-Lari 271
274
Kecil .................................................... 277
F. Selalu Bersikap Optimistis ...................
G. Tidak Pernah Marah ...........................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................... 283
BIOGRAFI PENULIS ........................................................ 289
16
BAB I
REVOLUSI HIDUP SEHAT
Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan
teknologi modern yang super canggih, kehidupan
manusia semakin sejahtera dan bahagia menikmati
kemewahan dunia yang tidak terbatas. Di balik kemajuan itu,
manusia modern sekarang seolah terbuai dengan kenikmatan
duniawi yang menawarkan beragam fasilitas dan sarana hidup
yang serbacanggih. Namun, terkadang kenikmatan yang
dirasakan sering kali tidak sesuai dengan harapan, karena
berbagai macam penyakit yang menjangkiti tubuh. Alhasil,
kemewahan duniawi yang dirasakan tidak memberikan jaminan
akan terlepas beragam penyakit yang setiap saat akan selalu
menghantui.
Buktinya, banyak sekali orang-orang yang hidup sejahtera
dan berkecukupan terserang penyakit yang sangat ganas
sehingga memberikan tekanan psikologis bagi perjalanan
17
hidupnya. Anda semua pasti tahu bahwa kemewahan dunia
tidak lantas memberikan jaminan bahwa Anda akan terlepas
dari penyakit dan kesehatan tubuh Anda akan selalu tampil
prima. Kenyataan di lapangan, penyakit banyak menjangkiti
orang-orang yang hidup dalam gemerlapnya harta dan
kehidupan yang serbamewah karena bisa menikmati semua
aneka makanan yang dikendaki.
Namun, tidak berarti pula bahwa orang-orang yang
hidup dalam kondisi miskin akan terlepas dari penyakit yang
dapat mengganggu kesehatan. Semuanya tergantung pada
kecerdasan Anda dalam mengatur pola hidup sehat yang
setiap hari pasti akan menghadapi beragam tantangan. Ini
karena penyakit yang datang kepada Anda bukan karena faktor
miskin atau kaya, melainkan tergantung pada kecerdasan Anda
dalam memelihara tubuh dengan penuh tanggung jawab dan
kesadaran. Di tengah beragam penyakit yang selalu menyertai
lingkungan, kesadaran dalam mengatur pola hidup sehat
menjadi sangat penting.
Di sinilah pentingnya Anda mengubah mindset atau pola
pikir tentang cara hidup sehat yang sesuai dengan anjuran medis
maupun keteladanan terhadap cara hidup Nabi dalam menjaga
pola makan. Sudah saatnya Anda menyadari bahwa hidup sehat
bukan saja menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan segala
aktivitas, melainkan juga telah menjadi bagian penting dari
ajaran agama yang sangat memerhatikan kesehatan. Revolusi
hidup sehat seolah menjadi keniscayaan di tengah apatisme atau
sikap masa bodoh akan pentingnya menjaga stamina agar tetap
18
tampil prima dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung
jawab sebagai khalifah di muka bumi.
Revolusi hidup sehat merupakan sekumpulan perilaku
yang Anda praktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok
atau masyarakat mampu mendorong dirinya sendiri untuk
mencapai derajat kesehatan yang Anda harapkan. Peningkatan
diri Anda untuk mencapai derajat kesehatan tidak saja menjadi
realitas hidup yang harus Anda jalani, tetapi sudah mengarah
pada tanggung jawab Anda terhadap anugerah Allah yang
sangat besar dalam memberikan kenikmatan hidup di dunia.
Sudah saatnya Anda berpikir maju untuk menjadikan
aspek kesehatan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi dalam
berbagai sektor kehidupan. Ini karena, perubahan pola pikir
tentang mahalnya harga sebuah kesehatan masih menjadi
pekerjaan rumah bagi Anda untuk memperkuat daya ledak
dalam mengampanyekan “hidup sehat”. Dalam merevolusi
gaya hidup sehat untuk menjadi lebih prima, sebenarnya
tidak sulit sebagaimana yang dibayangkan, yang penting Anda
tahu bagaimana cara dan langkah apa yang harus dilakukan.
Jika Anda menyadari betul bahwa pola hidup Anda harus
diubah, mulai dari pola makan, tidur teratur, sampai pada
rajin berolahraga, dari sekarang Anda perlu meninggalkan
kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghambat perkembangan
jasmani dan ruhani Anda.
Lalu, mengapa Anda harus melakukan revolusi terhadap
pola hidup Anda? Revolusi pola hidup bukan sekadar terletak
19
pada keharusan mengatur pola makan yang tidak teratur,
melainkan juga berkaitan dengan masalah gaya hidup Anda
dalam menjalani berbagai aktivitas yang membutuhkan tenaga
dan pikiran yang prima. Jika Anda mampu mengubah gaya
hidup Anda menjadi lebih baik maka Anda bisa menikmati
kesehatan sebagai sebuah anugerah Allah yang sangat luar
biasa. Revolusi gaya hidup adalah membuat gaya hidup yang
dijalani ini menjadi lebih baik dan meninggalkan kebiasaan-
kebiasaan buruk.
Kebiasaan-kebiasaan yang sehat tentu saja akan membawa
kebaikan bagi kesehatan tubuh Anda, baik jasmani maupun
ruhani. Bagi Anda yang ingin menjalani hidup sehat, Anda
perlu memulai sejak dini untuk selalu bersikap peduli terhadap
apa yang ada dalam diri Anda. Dalam kehidupan sehari-hari,
Anda mungkin masih ingat tentang idiom yang cukup terkenal,
yaitua sound mind in a sound body (di dalam tubuh yang sehat
terdapat jiwa yang sehat). Ungkapan ini mencerminkan sebuah
penghayatan tentang pentingnya menjaga gaya hidup agar jiwa
Anda juga mengalami stabilitas tanpa munculnya sindrom chaos
dalam setiap pikiran dan batin Anda.
Perlu Anda ketahui bahwa untuk mendapatkan jiwa
yang sehat, harus dimulai dengan tubuh yang prima terlebih
dahulu sehingga menghasilkan keseimbangan tubuh yang
optimal. Artinya, dalam rangka merevolusi mental atau jiwa
yang ada dalam diri Anda, harus dimulai dengan merevolusi
gaya hidup Anda untuk menjadi lebih sehat terlebih dahulu.
Hal ini menjadi syarat utama yang perlu Anda lakukan demi
20
sebuah impian untuk bisa hidup sehat baik jasmani maupun
ruhani.
Mulai sejak dini Anda perlu menanamkan keyakinan
bahwa Anda akan senantiasa mengubah pola dan gaya hidup
Anda yang tidak baik dan berusaha untuk belajar menjalani
hidup dengan penuh kedisiplinan dan keteraturan. Bagi Anda
yang sudah terbiasa menjalani hidup dengan disiplin dan
teratur, Anda pasti merasakan sebuah kenikmatan hidup yang
tidak pernah dirasakan sebelumnya. Anda juga jangan pernah
merasa bahwa untuk merevolusi gaya hidup itu sulit, karena
malah sebaliknya bahwa menjalani gaya hidup yang sehat itu
sangat mudah dan sangat menyenangkan. Apalagi jika Anda
menjalaninya dengan penuh kelapangan sehingga semakin
mempermudah jalan dan impian Anda untuk selalu sehat
setiap hari.
Yakinlah bahwa memelihara kesehatan tubuh bukan
hanya penting untuk mencapai tingkat keseimbangan dalam
hidup, tetapi juga sebagai bagian dari kewajiban Anda dalam
memelihara lima komponen penting dalam ajaran agama,
yakni memelihara agama, keturunan, jiwa, akal, dan harta.
Kewajiban dalam memelihara tubuh Anda merupakan bagian
dari suatu keseimbangan yang harus dijalani agar dapat
menjalankan segala aktivitas. Semua sistem yang ada di dalam
tubuh, mulai dari sistem pencernaan, sistem pernapasan,
sistem metabolisme, dan lainnya menjalani fungsi mereka
yang saling terkait satu dengan yang lain dalam simfoni indah
karya sang pencipta.
21
Kini bagaimana caranya Anda menjaga keseimbangan
agar tubuh Anda senantiasa menjadi sehat. Sering kali Anda
memandang remeh arti penting kesehatan yang dalam agama
Islam sangat ditekankan untuk menjaga pola hidup agar
terhindar dari segala macam penyakit. Sikap tak acuh terhadap
arti penting kesehatan membuat Anda melupakan cara-cara
hidup yang sesuai dengan anjuran medis atau pola hidup yang
pernah dijalani Nabi Muhammad sebagai inspirasi teladan
dalam menjaga kesehatan.
Sebagai hamba Allah, setiap diri Anda membutuhkan
pola hidup sehat agar bisa menunjang segala aktivitas yang
akan Anda lakukan, termasuk dalam menjalankan ibadah atau
mencari nafkah bagi keluarga. Apalagi manusia diciptakan
di dunia ini untuk menjadi khalifah dan beribadah kepada
Allah sehingga membutuhkan stamina yang prima dalam
menjalankan perintah-Nya. Maka, kedua fungsi tersebut tidak
akan bisa terlaksana dengan baik, tanpa adanya kesehatan yang
dimiliki oleh setiap manusia. Dengan begitu, setiap insan yang
menjalankan proses kekhalifahan, dituntut untuk selalu dalam
kondisi sehat dengan menjaga pola hidup dan makanan yang
dikonsumsi.
Melihat pentingnya kesehatan tersebut, Islam memiliki
pandangan tersendiri tentang kewajiban umatnya untuk tidak
mengabaikan hak-hak tubuh yang membutuhkan pola hidup
sehat. Al-Quran dan hadis yang merupakan pedoman hidup
(way of life) bagi orang-orang yang beriman ternyata banyak
menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, baik
22
itu berupa perintah, anjuran, ataupun larangan. Banyaknya
penjelasan yang terdapat dalam kedua pedoman hidup ini
seolah-olah menunjukkan bahwa betapa pentingnya sebuah
arti kesehatan bagi seorang manusia sehingga memperoleh
perhatian yang sama seperti halnya dalam menjalankan ibadah
kepada Allah.
Dalam buku ini, Anda akan disuguhi pandangan tentang
arti penting kesehatan dalam Islam sebagai bagian dari anjuran
Nabi yang tidak pernah mengabaikan pola hidup sehat sejak
kecil sampai beliau dipanggil menghadap Allah. Maka, buku
ini berupaya mengurai cara hidup sehat ala Nabi yang menjadi
teladan setiap umat manusia untuk selalu menjaga stamina
dan kebugaran tubuh ketika melaksanakan perintah Allah
atau sedang menjalankan muamalah yang juga menjadi bagian
dari perintah agama. Dengan mengetahui pola hidup Nabi
yang selalu memerhatikan kesehatan, Anda senantiasa diberi
kekuatan lahir dan batin untuk memulai hidup secara sehat
tanpa ada tekanan dari siapa pun.
23
BAB II
KONSEP HIDUP SEHAT
A. Konseptualisasi Sehat
Tibalah saatnya Anda akan disuguhkan suatu penjelasan tentang
konsep sehat yang menjadi salah satu karunia Allah yang sangat
menentukan bagi kehidupan umat manusia. Sehat merupakan
sebuah anugerah Allah yang paling berharga dalam sejarah
kehidupan manusia, karena ia menentukan terhadap semua
aktivitas baik yang bernilai ibadah atau masalah kemanusiaan.
Kendati merupakan anugerah yang paling berharga, sehat
termasuk di antara dua hal penting yang sering terlupakan oleh
manusia. Nikmat sehat baru bisa dirasakan apabila seseorang
mengalami sakit. Ketika Anda sedang sakit, Anda akan
merasakan betapa nikmatnya kesehatan yang sangat berharga
bagi kelancaran ibadah yang Anda kerjakan.
Secara sederhana, konsep sehat adalah berbicara tentang
suatu keadaan di mana tubuh manusia dapat menjalankan
25
fungsinya dengan optimal tanpa ada perasaan sakit atau
keluhan yang dapat memengaruhi gerakan tubuh dan organ
penting lainnya. Sehat biasanya diartikan sebagai suatu
keadaan yang baik atau selaras bagi seluruh anggota tubuh
dan dapat menjalankan fungsinya pula dengan penuh totalitas.
Sehat adalah terbebasnya manusia dari segala macam penyakit
atau terlepas dari hilangnya perbuatan tercela, baik dari aspek
jiwa, ekonomi, budaya, dan politik sekalipun.
Sementara penyakit (disease) bisa diartikan sebagai
gangguan fungsi fisiologis suatu organisme karena infeksi
atau tekanan dari lingkungan yang bersifat objektif. Adapun
sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman
menderita suatu penyakit dan bersifat subjektif. Gejala subjektif
ditandai dengan perasaan yang tidak enak atau merasakan
sesuatu yang mengganggu salah satu organ tubuh manusia.
Antara sehat dan sakit adalah dua sisi yang saling berkaitan satu
sama lain. Jika Anda hidup sehat, berarti Anda terbebas dari
penyakit dan terhindar dari rasa sakit yang bisa menghambat
aktivitas Anda dalam beribadah atau mencari nafkah.
Konsep sehat memang sangat terkait dengan terbebasnya
manusia dari segala macam penyakit, baik sehat secara fisik
maupun mental. Kesehatan merupakan kebutuhan setiap
individu, baik orang yang sakit maupun yang sehat atau
kebutuhan setiap manusia apa pun status dan kedudukannya.
Ketika sehat menjadi kebutuhan, setiap diri Anda akan
melakukan segala usaha untuk tetap tampil prima dalam segala
aktivitas kehidupan. Namun, ketika kesehatan terganggu,
26
orang sakit membutuhkan penyembuhan (kuratif ) dan orang
sehat membutuhkan upaya promotif (peningkatan), preventif
(pencegahan), rehabilitatif (perbaikan), serta konservatif
(pemeliharaan). Dari sini, seluruh aktivitas kehidupan sangat
berhubungan dengan kesehatan yang menjadi karunia Tuhan
paling berharga.
Meskipun makna kesehatan cakupannya sangat luas,
ia tetap merupakan persoalan universal dan kebutuhan
mendasar bagi kehidupan umat manusia. Sebagai sebuah
persoalan universal, kesehatan menjadi bagian penting dari
tercapainya hajat hidup orang banyak yang membutuhkan
tenaga prima dan memiliki daya tahan untuk menjalankan
tugas-tugas kemanusiaan. Tidak heran bila kesehatan menjadi
hak asasi manusia dan merupakan salah satu unsur utama
kesejahteraan, sebagaimana ungkapan bahwa kesehatan
bukanlah segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya
tidak berarti apa-apa. Maka, perlu ada keseimbangan antara
kesehatan dan kemampuan melaksanakan perintah dari agama
dan kemanusiaan.
Anda bisa memahami bahwa makna kesehatan begitu
sangat penting bagi kehidupan sehingga ia menempati posisi
strategis dalam mendayagunakan segala tenaga dan pikiran
untuk mencapai tingkat kesehatan yang sempurna sebagaimana
yang Anda impikan. Jika Anda mengacu pada pandangan
WHO, kesehatan memiliki makna dan dimensi yang luas sesuai
juga dengan Undang-Undang Kesehatan, yaitu keadaan sehat
yang meliputi aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial serta
27
dapat produktif secara sosial maupun ekonomis. Cakupan
makna kesehatan ini secara transparan dapat memengaruhi
segala aktivitas yang hendak Anda lakukan dalam kehidupan
yang penuh dengan tantangan ini.
Pemaknaan kesehatan yang Anda pahami tidak hanya
mencakup masalah kebugaran tubuh melalui makanan bergizi
atau rajin berolahraga setiap hari. Hal ini mencerminkan
bahwa derajat kesehatan seseorang tidak sekadar dinilai dari
fisik dan mental semata, namun juga dinilai berdasarkan
produktivitas sosial atau ekonomi. Kesehatan mental (jiwa)
mencakup komponen pikiran, emosional, dan spiritual atau
segala sesuatu yang ada dalam jiwa Anda. Sementara secara
spiritual, sehat tecermin dari praktik keagamaan, kepercayaan,
dan perbuatan yang baik sesuai norma dalam masyarakat. Jika
Anda tidak melanggar norma atau menghindari penyimpangan
dalam setiap praktik keagamaan, Anda bisa dikatakan sehat
secara spiritual.
Di sini penting bagi Anda untuk mengetahui secara
langsung aspek kesehatan yang berkaitan langsung dengan
kesehatan jasmani dan kesehatan ruhani. Dari berbagai
pengertian tentang kesehatan sebagaimana yang dijelaskan
sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan
kesehatan jasmani adalah baiknya keadaan seluruh anggota
dalam menjalankan fungsinya. Sementara itu, yang dimaksud
dengan kesehatan ruhani atau kesehatan mental, yaitu keadaan
seseorang yang terhindar dari gangguan-gangguan jiwa
(neurose) dan dari gejala-gejala jiwa (psychose). Pengertian sehat
28
sesuai dengan UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan,
yakni keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial,
budaya, dan ekonomis.
B. Aspek-Aspek Apa Saja dalam Kesehatan?
Setelah Anda mencermati secara saksama terkait dengan
konsep hidup sehat, pada pembahasan kali ini Anda akan
disuguhkan suatu pemaparan penting tentang aspek-aspek
yang terkait dengan dimensi kesehatan secara umum
(Soekidjo Notoatmodjo, 2003). Dengan mengetahui aspek-
aspek kesehatan, Anda akan memperoleh suatu pemahaman
tentang ruang lingkup kajian yang berkaitan langsung dengan
permasalahan hidup yang menimpa setiap umat manusia.
Di sini Anda tidak akan terjebak dengan pernyataan bahwa
kesehatan terkesan hanya berkaitan dengan permasalahan fisik,
namun memiliki cakupan yang sangat luas, termasuk masalah
kesehatan mental atau jiwa.
1. Kesehatan Fisik
Apa kesehatan fisik itu? Pertanyaan ini sering Anda temukan
dalam berbagai kesempatan ketika Anda memeriksakan diri
ke rumah sakit atau puskesmas di lingkungan sekitar Anda.
Kesehatan fisik atau jasmani adalah tercapainya kebugaran dari
seluruh organ tubuh tanpa ada perasaan sakit atau keluhan yang
membuat Anda tidak bisa berjalan atau melakukan aktivitas
di luar rumah Anda. Kesehatan fisik atau jasmani terwujud
apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak
29
adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak
sakit. Artinya, semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak
mengalami gangguan apa pun, karena memiliki kekuatan dan
daya tahan yang prima dalam melakukan aktivitas tertentu.
Sebagai dari aspek kesehatan, fisik atau jasmani memang
sangat cepat diamati ketika Anda ingin memeriksakan diri ke
rumah sakit terkait dengan keluhan atau rasa sakit dalam tubuh
Anda. Ketika Anda mengalami sakit, perasaan yang muncul
adalah ketidakmampuan mengoperasionalisasikan anggota
tubuh secara sempurna dan memberikan daya tahan yang luar
biasa dalam mengerjakan sesuatu. Tidak heran bila kesehatan
fisik merupakan komponen penting yang harus dijaga oleh
setiap orang karena menyangkut permasalahan kebugaran
atau daya tahan tubuh. Kesehatan fisik hampir sama dengan
pengertian tercapainya kebugaran jasmani, yakni kesanggupan
tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan
yang berlebihan.
Jika Anda merasa kesehatan fisik Anda prima dan tidak ada
keluhan apa pun, tubuh Anda boleh dibilang mencapai tingkat
kebugaran yang luar biasa meskipun melakukan aktivitas
yang membutuhkan daya dan kekuatan yang besar. Ketika
Anda mencapai tingkat kebugaran, Anda juga akan mampu
melakukan tugas sehari-hari dengan baik dan efisien tanpa
mengalami kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki
cadangan tenaga baik untuk mengatasi cadangan mendadak
maupun yang darurat. Di sinilah kesehatan jasmani menjadi
aspek yang sangat penting dalam mencapai kebugaran yang
30
menyeluruh (total fitness) dan memberi kesanggupan kepada
seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif serta dapat
menyesuaikan diri pada tiap pembebanan fisik (physical stress)
yang layak dan tidak terlalu memberatkan.
Sebagai komponen penting dari kesehatan fisik, kebugaran
tubuh Anda merupakan langkah awal dalam menjaga
keseimbangan dan daya tahan dari segala macam penyakit.
Komponen penting yang perlu Anda ketahui dari kebugaran
fisik atau jasmani adalah berkaitan dengan kemampuan otot,
tulang, dan bagian lemak. Di situ terdapat fungsi organ
yang berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh
darah, dan pernapasan. Kemampuan otot atau tulang Anda
bisa menjadi cerminan bahwa daya tahan tubuh Anda akan
mampu menopang segala kelenturan, kekuatan, kecepatan, dan
kelemahan yang terdapat dalam bagian tubuh Anda sehingga
ketika Anda mengalami gejala keletihan yang cukup akut,
kekebalan atau daya tahan tubuh Anda perlu dipertanyakan
(Raje Airey, 2005).
Bila Anda mencermati kekuatan fisik teman Anda, di
situ terdapat perbedaan yang cukup menonjol berkaitan
dengan kebugaran atau masalah stamina yang masing-masing
orang memiliki daya tahan yang tidak sama. Berdasarkan
konsep kebugaran jasmani tersebut, kebugaran jasmani yang
dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung dari
sifat tantangan fisik yang dihadapinya. Contohnya, seorang
kuli yang setiap hari bekerja memanggul barang-barang berat,
ia harus memiliki kekuatan otot, anaerobic power, daya tahan,
31
dan sebagainya yang lebih baik daripada seorang pekerja
kantor. Pekerja kantor tidak banyak menguras tenaga, ia hanya
membutuhkan buku-buku dari meja ke rak buku atau menekan
tombol keyboard komputer.
Dari sini Anda memperoleh suatu penjelasan bahwa
tingkat kebugaran setiap orang sangat tergantung pada
kedisiplinan dan keteraturan dalam menjalankan pola hidup
sehat. Dengan demikian, tingkat kebugaran jasmani sangat
ditentukan oleh sejauh mana Anda mengoptimalkan tubuh
agar selalu bergerak, misalnya dengan jalan-jalan santai atau
senam. Kerja fisik ataupun latihan dalam jangka pendek
misalnya kurang dari 5 menit, belum mutlak memerlukan
pembakaran dengan terus berlangsung melalui pembakaran
dengan oksigen. Artinya, segala hal yang menyangkut kekuatan
fisik pasti membutuhkan daya tahan yang lebih besar sehingga
tidak mengganggu terhadap organ tubuh Anda.
Ketika Anda melakukan latihan fisik terkait dengan daya
tahan tubuh Anda, Anda perlu memerhatikan stamina Anda,
apakah memiliki kemampuan menyerap kalori dengan baik
atau tidak. Pada saat bersamaan, Anda juga perlu melatih
jantung, peredaran darah, dan paru-paru (alat pernapasan)
agar giat bekerja untuk menyalurkan oksigen ke bagian-bagian
tubuh yang aktif. Jadi, gerak kerja ataupun latihan yang cukup
lama sebenarnya mendorong kerja jantung, peredaran darah,
dan paru-paru sehingga dapat menghasilkan perubahan ke
arah yang lebih baik dari keadaan daya tahan tubuh, terutama
jantung. Perubahan-perubahan tersebut dinamakan “efek
32
latihan” yang dapat memompa daya tahan tubuh Anda menjadi
lebih baik dari sebelumnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan fisik selalu
memberikan dampak pada kelancaran aktivitas Anda. Jika
Anda mengalami masalah pada kebugaran jasmani, Anda
dituntut untuk mengikuti pola, aturan, dan hal-hal yang
harus dilaksanakan seseorang dalam rangka mencapai derajat
kesehatan. Untuk dapat hidup sehat secara jasmani, hal pertama
yang harus Anda perhatikan adalah menilik secara fisik bagian
dari tubuh Anda yang berkontribusi menyumbang masalah
penyakit. Tahukah Anda bahwa perut merupakan sumber dari
berbagai penyakit? Sebagai sumber penyakit, Anda tidak boleh
mengabaikan kesehatan perut atau mulut agar selalu dijaga
kebersihannya.
Setiap diri Anda mungkin setuju bahwa perut sebagai
sumber penyakit, karena di situlah tempat Anda mencerna
dan mengoptimalkan pencernaan dengan baik. Perut berawal
dari mulut, dan mulut akan terpulang pada pola makan dan
kebiasaan Anda memakan makanan. Pola untuk meraih
kesehatan jasmani yang pertama adalah dengan mengatur pola
makan Anda. Atur dan kontrollah makanan-makanan yang
masuk ke dalam mulut Anda. Jangan sembarangan dan jangan
berlebihan. Jika Anda masih sembarangan, niscaya daya tahan
tubuh Anda akan semakin berkurang. Apa pun makanan yang
Anda konsumsi, meski tadinya adalah makanan sehat dan
bergizi, jika Anda makan dalam jumlah yang berlebihan niscaya
akan menimbulkan dampak dan pengaruh buruk bagi tubuh.
33
Masalah kesehatan fisik memang terkait dengan penyakit
yang nantinya akan menimpa kepada seseorang. Jika Anda
tidak memiliki kebugaran jasmani, penyakit apa pun, baik
ringan maupun berat akan menghinggapi Anda. Dalam dunia
kedokteran, penyakit mematikan atau kronis merupakan
persoalan yang sangat serius untuk segera ditangani, apalagi
penyakit itu menyangkut nyawa hidup seseorang. Kendati
penyakit itu ada resep dan obatnya, kalau dibiarkan begitu
saja tanpa ada penangangan secara khusus, dampaknya akan
semakin menjalar ke mana-mana.
Begitu pula dengan penyakit yang dianggap tidak ada
obatnya, langkah pencegahan terhadap penularan kepada yang
lain merupakan obat yang paling ampuh untuk mengatasi setiap
penyakit yang datang kepada Anda. Dengan kata lain, kronis
atau tidaknya suatu penyakit tergantung pada kesiagapan dan
kecepatan Anda dalam menanganinya. Bila Anda merasakan
suatu gejala penyakit tertentu yang dianggap kronis, Anda pun
perlu melakukan tindakan cepat agar bisa dicegah sebelum
penyakit itu benar-benar mengancam nyawa Anda sendiri.
Bila Anda cermati secara saksama, ternyata munculnya
penyakit dalam diri manusia itu tergantung pada kebersihan
tubuh dan kewaspadaan Anda dalam menjaga kebersihan
lingkungan. Dengan kata lain, Anda membutuhkan kesadaran
merawat tubuh Anda sendiri tanpa harus menunggu nasihat
dari orang lain. Jika Anda telah merasakan sesuatu yang aneh
dalam tubuh Anda, Anda harus segera melakukan tindakan
pencegahan sebelum pengobatan kepada dokter ahli yang
34
dianggap mampu memprediksi gejala-gejala penyakit yang akan
Anda derita. Dengan cara itu, Anda akan memiliki kesiapan
untuk melakukan langkah antisipatif sekaligus progresif agar
Anda bisa merawat tubuh Anda dengan penuh ketelatenan
dan kewaspadaan.
Penulis menyadari tubuh yang sehat merupakan dampak
dari kesiagapan Anda dalam mencermati gejala-gejala penyakit
yang datang. Yang penting Anda tidak pernah menganggap
remeh penyakit sekecil apa pun yang menyerang Anda, semisal
batuk, pilek, diabetes, demam, dan lain sebagainya (Idrus H.
Alkaff, 1987). Jika Anda tetap waspada dan memerhatikan
kesehatan tubuh anda, Anda akan merasakan ketenangan hidup
dan terhindar dari penyakit kronis. Walaupun Anda sadari bahwa
tidak ada manusia pun di dunia yang tidak pernah lepas dari
penyakit, seorang utusan Tuhan pun pernah terkena penyakit
dan mengalami sakit yang parah. Penulis tidak bermaksud untuk
membuat apologi bahwa orang yang terkena penyakit pasti akan
jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia. Pendek kata, orang
harus tetap waspada dan siap untuk menghadapi cobaan penyakit
yang akan menyerang tubuh Anda.
Tubuh yang sehat tetap menjadi idaman setiap orang,
akan tetapi kalau kesehatan itu hanya ada dalam wacana, sia-
sialah idaman Anda untuk mendapatkan ketenangan hidup.
“Kesehatan begitu mahal harganya”, itulah ungkapan yang
layak dikedepankan sebagai bagian dari kewaspadaan Anda
dalam mencegah segala macam penyakit yang hadir secara
tiba-tiba. Kesehatan tubuh adalah potensi utama seseorang
35
untuk melakukan aktivitas hidup dan jika kesehatan Anda
terganggu karena penyakit yang Anda derita, segala target dan
impian yang Anda canangkan akan musnah dan sia-sia. Penulis
ingin mengatakan bahwa kehidupan harus diwarnai dengan
kematangan fisik dan batin sehingga terjalin kesinambungan
dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, kesehatan adalah harga
mati yang harus tetap dijaga dan diupayakan bisa terus-menerus
ditingkatkan ke arah yang lebih dinamis. Itulah sebabnya,
dalam dunia kedokteran kita mengenal istilah “penyakit bisa
diatasi dengan kebersihan Anda dalam merawat tubuh”.
Mengacu pada landasan ilmu kedokteran, Anda memang
dituntut untuk menjaga tubuh Anda dari segala macam
penyakit, apalagi kalau penyakit itu dikenal mematikan atau
kronis. Jika Anda rutin dan tekun mengecek kadar lemak
dalam tubuh Anda, kemungkinan kecil penyakit itu tidak
akan menyerang Anda. Sebaliknya, apabila Anda malas untuk
berkonsultasi dengan dokter ahli, kemungkinan besar penyakit
itu terbuka lebar meruntuhkan tubuh Anda sendiri. Itulah
sebabnya, bagi Anda yang merasakan sakit di sekitar tubuh
Anda, segeralah melakukan tindakan medis agar penyakit yang
menyerang Anda bisa dikendalikan dengan baik.
2. Kesehatan Mental
Aspek lain yang tidak kalah pentingnya dari kesehatan
adalah persoalan mental yang dapat memengaruhi psikologi
Anda dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Kesehatan mental
memang sering menjadi salah satu penyebab menurunnya daya
36
tahan tubuh seseorang, karena mental berkaitan dengan masalah
pikiran, emosi, dan spiritual. Untuk yang pertama, penulis akan
menjelaskan kesehatan yang berpengaruh pada pikiran atau
otak manusia sebagai bagian penting dari penerapan kesehatan
mental yang memiliki cakupan sangat luas sekali.
Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa kesehatan
merupakan salah satu perhatian utama umat manusia, karena
ia menjadi faktor penentu masa depan di dunia dan akhirat.
Tentu saja, Anda tidak hanya berharap sehat secara fisik, namun
juga sehat secara mental. Keduanya merupakan komponen
penting yang bisa mendorong terbentuknya pribadi-pribadi
yang sejahtera dan bahagia dalam segala hal. Banyak orang
yang secara jasmani memiliki tubuh yang sehat dan baik,
namun kondisi ruhani mereka sangat memprihatinkan.
Orang-orang sukses dan kaya yang mempunyai jasmani sehat,
belum tentu kondisi ruhani mereka sehat. Artinya, kesehatan
jasmani mempunyai hubungan intim dengan kesehatan mental
yang merupakan dimensi paling penting dalam menjalankan
aktivitas tertentu.
Sebagian besar dari Anda barangkali sering mempertanyakan
tentang bagaimana menjaga agar kondisi jasmani dan ruhani
Anda senantiasa sehat? Konsep hidup sehat sesungguhnya
meniscayakan aturan dan pola tertentu untuk menjalankan
hidup ini dengan cara seimbang dan terkontrol. Pola tersebutlah
yang akan membuat orang menjadi sehat, karena memerhatikan
aturan makan. Jika hidup Anda tanpa aturan, akan muncul gaya
hidup yang tidak karuan tanpa arah dan tujuan. Akibatnya,
37
bukan hanya kesehatan fisik yang akan terganggu, namun lebih
berbahaya lagi jika menyangkut kesehatan jiwa atau mental.
Hal ini menjadi penting untuk Anda pahami bahwa kesehatan
mental merupakan aspek yang sangat penting bagi tercapainya
kehidupan yang nyaman, tenang, bahagia, dan selalu bersikap
optimistis terhadap masa depan.
Kesehatan mental didefinisikan sebagai kondisi yang
memungkinkan setiap orang untuk mengatasi persoalan dalam
kehidupan, berkarya secara produktif, dan mampu berbagi
dan berinteraksi dengan baik bersama komunitas atau orang
lain. Menurut Tadjudin (2008), “mental health is defined as a
state of well-being in which every individual realizes his or her
own potential, can cope with the normal stress of life, can work
productively and fruithfully, and is able to make a contribution
to her or his community”. Sementara menurut Zakiah Darajat
(1986), kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala-
gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit
jiwa. Intinya adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan diri
sendiri, dengan orang lain, dan masyarakat serta lingkungan
di mana ia hidup.
Kesehatan ruhani memiliki kedudukan yang sangat
penting. Sehatnya ruhani akan memberikan pengaruh pada
kesehatan jasmani. Misalnya, seseorang yang mengalami
kegelisahan, akan dapat berpengaruh pada menurunnya
nafsu makan. Ketika nafsu makan berkurang berakibat pada
fisik menjadi kurus, lemah sehingga akan mudah terjangkiti
penyakit-penyakit jasmani lainnya. Kasus bunuh diri di tengah
38
masyarakat yang makin meningkat bisa saja terjadi karena
krisis mental/ruhani. Salah satu penyebab terjadinya penyakit
jasmani adalah gangguan pikiran/kejiwaan (psikosomatik).
Gangguan pikiran merupakan salah satu indikasi orang yang
mengalami gangguan kesehatan ruhani. Pentingnya kesehatan
jasmani dan ruhani disebabkan kesehatan merupakan nikmat
Allah yang tidak bisa tergantikan oleh apa pun. Maka sudah
sepatutnya, setiap manusia yang beriman mensyukuri nikmat
Allah ini dengan cara menjaga pola hidup agar terhindar dari
segala macam penyakit, termasuk penyakit ruhani atau mental
(Mukti Bisri, 2007).
Jika Anda mengalami gangguan pada kesehatan Anda,
hal itu bisa menjadi media penyadaran bahwa Anda bukanlah
makhluk sempurna sehingga Anda harus mencari cara
pencegahan (preventif-promotif), penyembuhan (curatif), dan
rehabilitasi sebagai strategi penting dalam mengatasi keluhan-
keluhan yang terdapat dalam tubuh Anda. Pada awalnya Anda
mungkin hanya mengalami keluhan secara fisik, namun sejalan
dengan perkembangan hidup Anda, ternyata ditemukan pula
penyakit-penyakit yang berhubungan dengan aspek kejiwaan,
semisal depresi, hilang ingatan, yang berujung pada tindakan
bunuh diri.
Dalam beberapa kesempatan, Anda barangkali pernah
mencermati orang-orang yang mengalami gangguan jiwa,
karena tekanan hidup dan tidak mampu menerima kenyataan
atau kehilangan keluarga yang dicintai sehingga terjebak
dengan pola pragmatisme dalam menjatuhkan “opsi” ketika
39
menghadapi persoalan yang membelitnya, yaitu opsi bunuh
diri. Opsi ini ditampilkan sebagai jalan keluar atau terapi
terakhir (ultimum remedium) untuk keluar dari masalah yang
menjadi tirani dalam hidupnya. Dalam perspektif psikologi,
bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang lebih banyak
disebabkan oleh depresi yang luar biasa dan tekanan batin yang
sulit dikendalikan.
Dengan demikian, bunuh diri dianggap sebagai bentuk
kekecewaan yang sudah mencapai titik nadir yang dilayakkan
sebagai dalil yang tepat untuk “memanusiakan dirinya”,
karena dalam anggapan anak itu, dunia yang dihadapinya,
dan pergaulan yang digelutinya adalah mesin kekuatan yang
bisa memperbudaknya. Dalam pandangan Fanny Tanuwijaya
(2006), kekecewaan yang berujung pada opsi bunuh diri
merupakan bentuk perlawanan, suatu pola kritik radikal atau
aksi ekstremis psikologis akibat pressure dari komunitas orang-
orang dewasa yang disikapinya sebagai “kaum barbar modern”.
Berangkat dari kekecewaan yang melahirkan tekanan batin
pada diri anak, bunuh diri seolah-olah menjadi problem solving
yang dapat menghilangkan segala hasrat batin yang bergejolak
dan terguncang. Padahal, gejolak batin yang tertekan hanya
bisa dikendalikan dan dikontrol dengan kejernihan hati yang
mendalam sehingga bisa memberikan pencerahan dan pancaran
sinar suci yang meleburkan hati nurani anak.
Sosiolog Hurton dan Hunt (1989) dalam Violence
and Sacred, mengatakan bahwa akar dari semua gerakan itu
sesungguhnya berasal dari ketidakpuasan. Ketidakpuasan yang
40
timbul pada diri anak dapat dengan mudah mencetuskan
kekerasaan dan tindakan ilegal yang sulit dikendalikan. Di
samping itu, labilitas psikologis, minimnya pemahaman
keagamaan, putusnya komunikasi dengan keluarga, dan
pendidikan bergaya represif adalah bagian dari motif kriminogen
dan patalogi kejiwaan yang sangat rentan dan potensial memicu
opsi bunuh diri sebagai bentuk perlawanan, protek ekstremis,
dan puncak kekecewaan.
Persoalan kesehatan mental telah membuka kesadaran
setiap orang tentang bahayanya krisis ini dalam kehidupan
berbangsa dan negara. Berbagai persoalan yang menyangkut
gangguan kejiwaan, semisal depresi, disorientasi, sampai pada
gangguan mental berat seperti bunuh diri karena frustrasi.
Data WHO menunjukkan bahwa pada 2012 saja diketahui
tidak kurang dari 154 juta penduduk yang depresi, 25 juta
schizophrenia, 91 juta mengalami gangguan mental akibat
alkohol, 15 juta gangguan mental karena penyalahgunaan obat,
dan 50 juta menderita epilepsi. Hal yang lebih mencengangkan
adalah bahwa terdapat rata-rata 877.000 orang bunuh diri
setiap tahun (Tadjudin, 2008).
Masalah kesehatan jiwa bagi anak usia dini harus
mendapatkan perhatian khusus dari kedokteran dan
para psikolog. Masalah kesehatan jiwa, pada dasarnya
berkaitan dengan kematangan dan pertumbuhan jasmani
dan ruhani seseorang. Namun, sering kali anak usia dini
tidak memerhatikan kesehatannya sendiri, karena memang
kurang mendapatkan perhatian dan pelayanan terbaik dari
41
orang tua. Di saat itulah, gangguan kejiwaan (mental) menjadi
salah satu bentuk penyakit yang membawa kesengsaraan dan
penderitaan, baik secara individual maupun sosial. Tidak
heran bila kebutuhan untuk pelayanan kesehatan terhadap
pertumbuhan anak menjadi perhatian serius di seluruh dunia,
misalnya dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang dapat
menekan gejolak kejiwaan seseorang. Masalah kesehatan
mencakup tiga hal penting, yakni kesehatan fisik, mental, dan
sosial sebagai komponen penting yang perlu Anda cermati
(Quraish Shihab, 2002).
Semua permasalahan yang menyangkut kesehatan mental
sesungguhnya tidak lepas dari pembawaan sejak anak lahir ke
dunia ini. Pertumbuhan optimal seorang anak yang berkaitan
dengan pembawaan sejak lahir tentu saja tergantung pada proses
pematangan yang diberikan orangtua dalam mengembangkan
segala potensi yang terpendam. Para ahli jiwa berasumsi bahwa
sejak bayi baru lahir, masih belum menunjukkan tanda-tanda
yang tampak berupa kegigihan memperoleh sesuatu atau
kecenderungan berkelompok karena ia mempunyai kekuatan
naluri yang terpendam tentang konsep kematangan yang
terdapat dalam tahapan perkembangannya (Gordon W. Allport,
1948).
Menurut Allport, individu-individu yang sehat dikatakan
mempunyai fungsi yang baik pada tingkat rasional dan sadar.
Menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing
mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.
Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma
42
dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Pandangan orang sehat
adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer
dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur
kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi
pandangan yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan
dalam memilih dan bertindak.
Orang yang memiliki mental sehat juga akan terus-
menerus membutuhkan motif-motif kekuatan dan daya
hidup yang cukup untuk menghabiskan energi-energinya.
Pada tahap perkembangan mana pun, setiap individu harus
menemukan minat-minat dan impian-impian baru. Energi
tersebut harus diarahkan pada setiap tahap agar mencapai
suatu kepribadian yang sehat. Contohnya seorang remaja
membutuhkan penyaluran-penyaluran atas energinya agar
terhindar dari kepribadian yang tidak sehat. Energi itu harus
menemukan jalan keluar, dan apabila energi tidak diungkapkan
secara konstruktif maka mungkin energi akan dilepaskan secara
destruktif.
Sejak dini anak Anda perlu mendapatkan pendidikan
kesehatan mental, karena semakin banyak orang yang
mengalami depresi akibat pertumbuhan jasmaninya yang tidak
optimal ketika masih kecil. Sering kali lingkungan keluarga
kurang peduli terhadap tanda-tanda awal dari gangguan
mental itu sehingga terkesan lambat dalam mencari solusinya.
Akibatnya, banyak yang terlanjur parah dengan melakukan
opsi bunuh diri. Yang memperihatinkan gangguan mental
itu telah menjalar di kalangan remaja. Budayawan Mochtar
43
Lubis (1997) pernah mengkritisi mental manusia Indonesia
yang tidak tergolong nasionalistik dan pluralistik. Di antara
mental buruk yang melekat dalam diri manusia Indonesia
yang beragama adalah mental hiprokrit, yang digambarkan
sebagai manusia palsu, munafik, bermuka dua, ambivalen, dan
berkepribadian ganda (split of personality).
Di sinilah kesehatan mental menjadi sangat penting
bagi kehidupan individu, karena ia termasuk komponen yang
mensyaratkan kriteria sehat. Apabila setiap individu hidup
sehat, keluarga dan masyarakat sebagai komunitas suatu bangsa
juga akan ikut sehat. Karena itu, dalam UU No. 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan pasal 24 ayat 1–3 disebutkan (1) kesehatan
jiwa diselenggarakan untuk mewujudkan jiwa yang sehat secara
optimal, baik intelektual maupun emosional; (2) kesehatan jiwa
meliputi pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan
dan penanggulangan masalah psikososial, dan gangguan jiwa;
(3) kesehatan jiwa dilakukan oleh perorangan, lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan pekerjaan, lingkungan
masyarakat, dan didukung oleh pelayanan kesehatan jiwa serta
sarana pendukung lainnya.
Terlepas dari pentingnya kesehatan mental dalam
lingkungan sosial-kemasyarakatan, Anda perlu mengetahu ciri-
ciri sehat secara mental yang merupakan cerminan dari pribadi
yang tangguh, beriman, dan berjiwa sosial bagi kepentingan
masyarakat. Anda mungkin mudah mengenali orang yang sehat
secara fisik dan sosial, namun Anda akan mengalami kesulitan
untuk mengenali orang yang sehat secara mental. Akan tetapi
44
ketiganya tidak bisa dipisahkan karena jika salah satunya
terganggu, yang lain ikut mengalami degradasi yang signifikan.
Di bawah ini akan dijelaskan tentang cerminan dari pribadi
yang sehat secara mental sebagai sebuah gambaran bagi Anda
untuk menjaga gaya hidup agar selalu tampil ceria tanpa ada
perasaan cemas atau tegang ketika menghadapi suatu masalah
yang sedang dihadapi.
a. Memiliki Iman yang menjadi landasan semua sikap dan
tingkah laku
Keimanan yang tertanam dalam setiap sanubari Anda
sebisa mungkin menjadi landasan utama dalam bersikap dan
bertingkah laku setiap harinya. Sebab, iman dapat berfungsi
sebagai pengendali dan penopang dalam mencapai derajat
kemanusiaan yang berabad dan mulia di hadapan Allah. Tanpa
landasan iman, harkat, dan martabat manusia akan meluncur
ke tingkatan paling bawah. Ayat yang berkaitan dengan ini
adalah surah Al-Tîn (95): 4–6.
ﱠﺼﺎ﴾َِﳊُﺎﰒﱠ َِرتَدَْدﻓـﻧَﻠَﺎُُﻩﻬ ْأَﻢْأَﺳَْﻔﺟٌَﻞﺮ٤اﻹ﴾ﻧْإَِﺴﻻﺎ اَنﻟﱠِﺬِﻳﰲَﻦأَ ْآﺣَﻣﻨَُﺴﻮاِﻦَوَﺗـَﻋْﻘِﻤِﻮﻠُﱘٍﻮا ا﴿ﻟ٥ﻟَََﻘﺳﺎْﺪﻓِﻠَِﺧَﲔﻠَْﻘﻨَ﴿ﺎ
﴾٦﴿َﻏْﻴـُﺮ َﳑْﻨُﻮٍن
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam
bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan
dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
45
Jika Anda mencoba mengkaji studi Islam secara mendalam,
Anda akan menemukan sebuah pernyataan bahwa iman
melandasi semua amal saleh sehingga memberikan motivasi
untuk melakukan kebaikan yang sesuai dengan fitrah
kemanusiaan dan ketuhanan. Jadi, keimanan akan mengontrol
segala tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam
dan yang menjadi perintah Nabi Muhammad Saw. Sebagai
umat Islam, Anda bisa membuktikan perbedaan orang yang
memiliki iman dan tidak, misalnya ketika menghadapi suatu
krisis berat dalam hidupnya. Di situ akan kelihatan nilai
keimanan seseorang yang mampu menghadapi segala cobaan
dan ujian dengan penuh ketabahan meskipun memperoleh
suatu kenyataan hidup yang tidak bisa diterima. Tidak heran
bila keputusasaan tidak ada dalam kamus orang yang beriman
karena keputusasaan dalam hidup bisa menjadi trigger dari
munculnya gangguan kejiwaan atau mental. Dalam surah
Yûsuf (12): 87, Anda bisa menemukan informasi bahwa sikap
putus asa hanya merupakan cerminan dari ketiadaan iman yang
membuat Anda lepas diri dari ketentuan Allah.
ﻳَﺎ ﺑَِﱠﲏ ا ْذ َﻫﺒُﻮا َﻓـﺘَ َﺤ ﱠﺴ ُﺴﻮا ِﻣ ْﻦ ﻳُﻮ ُﺳ َﻒ َوأَ ِﺧﻴِﻪ َوﻻ َﺗـﻴْﺄَ ُﺳﻮا
ِﻣ ْﻦ َرْوِح اﻟﻠﱠِﻪ إِﻧﱠُﻪ ﻻ َﻳـﻴْﺌَ ُﺲ ِﻣ ْﻦ َرْوِح اﻟﻠﱠِﻪ إِﻻ اﻟَْﻘ ْﻮُم
﴾٨٧﴿ اﻟْ َﻜﺎﻓُِﺮوَن
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang
Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa
46
dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari
rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”
Cermin keimanan seseorang pada gilirannya dapat
memengaruhi segala perilaku dan tingkah laku dalam kehidupan
sehari-hari. Keimanan yang selalu identik dengan amalan ibadah
meniscayakan sebuah tindakan nyata dalam menghadapi segala
kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Keimanan bukan
sekadar nikmat Allah yang diberikan kepada umatnya yang
percaya, melainkan juga menjadi bagian dari cobaan yang harus
dikontrol dan dikendalikan dalam menghadapi kontestasi iman
yang pasang surut. Keimanan seseorang dapat diketahui, ketika
orang tersebut dapat membuktikannya dengan perbuatan nyata
dan dapat mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri serta
orang lain sehingga masalah iman tidak dapat dilihat dengan
sudut pandang akal semata. Peranan akal dalam permasalahan
ini hanyalah untuk mengetahui kebenaran Rasul dalam
menceritakan sesuatu yang diterimanya. Dengan demikian,
iman dapat dikatakan dengan pembenaran kepada Tuhan dan
Rasulnya tanpa keraguan.
Bagi seseorang yang memiliki iman kuat, segala hal yang
menyangkut tantangan hidupnya akan dihadapi dengan
penuh ketabahan dan kesabaran. Iman merupakan kondisi
hati dan jiwa yang timbul dari pengetahuan tentang sesuatu
dan kecondongan kepadanya. Iman itu bisa bertambah, bisa
berkurang, tergantung pada lemah atau kuatnya kedua faktor
tersebut, yaitu pengetahuan dan kecondongan. Seseorang
47
yang tidak mengetahui atau menduga adanya sesuatu, ia tidak
akan beriman kepadanya. Kendati demikian, pengetahuan
tidaklah cukup untuk membangun keimanan di dalam diri
seseorang. Sebab, sangat mungkin apa yang diketahuinya
atau konsekuensi-konsekuensinya bertentangan dengan
keinginannya, yaitu tatkala ia condong kepada apa yang
bertentangan dengan pengetahuannya.
b. Mampu membebaskan diri dari penyakit hati
Ciri selanjutnya yang dapat Anda temukan dari kesehatan
mental seseorang adalah ketika ia mampu membebaskan diri
dari segala penyakit hati yang membawa malapetaka dan beban
hidup. Penyakit-penyakit hati yang sering menghinggapi
manusia merupakan sumber-sumber dari gangguan mental dan
dapat berkibat fatal terhadap tekanan hidup yang membawa
malapetaka bagi kehidupannya sendiri. Terdapat banyak
penyakit hati dalam literatur Islam, mislanya dengki (al-hasad),
dendam (al-hiqd), buruk sangka (su’uzzann), pamer (riya’),
(sombong), dan tamak.
Tahukah Anda bahwa pribadi yang sehat secara mental
adalah pribadi yang tidak pernah memunculkan prasangka-
prasangka buruk tentang ketentuan Allah yang telah diberikan
kepada setiap manusia. Ia selalu menerima semua ketentuan
dengan prasangka-prasangka baik dan tetap optimis dengan
apa yang menjadi keputusan Allah. Tanda-tanda orang yang
ikhlas di sini adalah ia selalu senantiasa berpikir positif dengan
semua hal yang menimpa dirinya, apakah itu kebaikan atau
48
keburukuan sekalipun. Jika yang diterimanya adalah suatu
kebaikan, ia selalu bersyukur tiada henti. Sebaliknya, jika yang
diterimanya adalah suatu keburukan, ia selalu bersabar dan
tawakal dengan semua ketentuan Allah.
Oleh karena itu, seburuk apa pun ketentuan Allah, hadapilah
dengan penuh kesabaran karena Allah hanya akan bersama
hamba-Nya yang siap secara lahir dan batin untuk hidup dengan
keikhlasan. Di tengah-tengah ketentuan Allah yang sangat
buruk sekalipun, Anda harus senantiasa menerimanya tanpa
menyalahkan Allah sebagai biang keladinya. Marilah berupaya
dengan sungguh-sungguh agar senantiasa ridha dan ikhlas serta
lapang dada atas segala ketentuan Allah kepada Anda sehingga
Anda terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap
Allah. Prasangka-prasangka demikian tentu merupakan sebuah
perbuatan dosa yang akan mengotori jiwa atau batin Anda.
Pada akhirnya, pribadi yang sehat secara mental adalah
pribadi yang siap menghadapi semua kemungkinan terburuk
yang akan terjadi. Apa pun yang terjadi, Anda harus bisa
mengontrol diri agar tidak terjebak dengan kesombongan atau
keangkuhan yang melekat dalam diri Anda. Anda tentu saja
dapat berdoa semoga senantiasa diberikan kemudahan oleh
Allah untuk ridha dan ikhlas menerima ketentuan-Nya karena
sesungguhnya Allah lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-
Nya. Hamba Allah yang bermental sehat akan selalu bersikap
optimis dan berprasangka baik atas semua ketentuan Allah.
Pribadi yang bermental sehat adalah pribadi yang tahan
akan segala hinaan yang datang dari luar. Bahkan, hinaan itu
49