The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelas10_Usaha_Jasa_Pariwisata_Jilid_1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2022-09-26 17:40:35

Usaha Jasa Pariwisata Jilid 1 SMK

Kelas10_Usaha_Jasa_Pariwisata_Jilid_1

U.E. Wardhani, dkk.

USAHA JASA
PARIWISATA

JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah

Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

USAHA JASA
PARIWISATA

JILID 1

Untuk SMK

Penulis : U.E. Wardhani
Viverawati
Editor Mustafa
Perancang Kulit
Ukuran Buku : J. Handoyo
: TIM

: 17,5 x 25 cm

WAR WARDHANI, U.E.
u
Usaha Jasa Pariwisata Jilid 1 untuk SMK /oleh U.E.

Wardhani, Viverawati, Mustafa ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan

Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen

Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan

Nasional, 2008.

... (halaman romawi terakhir), … (halaman angka terakhir) hlm

Daftar Pustaka : Lampiran. x

Glosarium : Lampiran. x

Indeks : Lampiran. x

ISBN : 978-979-060-166-6

ISBN : 978-979-060-167-3

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK

PENGANTAR PENULIS

Pengadaan buku referensi bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), khususnya Bidang Keahlian Usaha Jasa Pariwisata, yang
diupayakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan, diharapkan
akan membantu memberikan tambahan sumber materi pemelajaran di
SMK. Mengingat bahwa buku-buku referensi khususnya untuk bidang
keahlian Usaha Jasa Pariwisata masih sangat langka.

Buku ini berisi inti materi dari Standar Kompetensi Lulusan yang
dijabarkan dari SKKNI – UJP, hal ini sejalan dengan diberlakukannya
kebijakan Pendidikan Nasional tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP), yang salah satu acuannya adalah Tuntutan Dunia
Kerja yaitu membekali peserta didik untuk memasuki dunia kerja sesuai
dengan tingkat pengembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja,
khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi.

Dari 30 kompetensi yang tertera dalam Standar Kompetensi
Lulusan terdapat tujuh (7) kompetensi yang memuat Kecakapan Hidup ,
meliputi: personal skills, social skills, academic skills, dan vocational skill
tercakup dalam Bab 1, sedangkan 27 kompetensi lain di clustering
kedalam 3 bidang kerja Ticketing, Tour Guiding dan Perencanaan
Pengoperasian Wisata ( Bab 2, 3 dan 4).

Walaupun buku ini sudah memuat masukan/informasi dari rekan-
rekan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dan dunia industri, pengguna
buku ini mutlak harus tetap mengikuti gerak dinamika teknologi yang
dalam dunia pariwisata yang begitu cepat berkembang kearah
modernisasi. Untuk itu, kami selaku penyusun buku ini, dengan segala
senang hati demi kualitas materi dan kualitas lulusan (sekaligus juga
calon-calon insan pariwisata), akan menerima masukan, dan saran untuk
pengayaan materi.

Untuk memenuhi Standar Kompetensi Lulusan, diharapkan para
pengelola pendidikan di SMK – UJP mampu menjalin kerjasama dengan
dunia industri yang berstandar/level nasional atau internasional agar
dapat memberikan peluang untuk melaksanakan prakerin bagi siswa dan
magang guru di industri terkait.

Uji Kompetensi yang akan dilakukan, dianjurkan sesuai dengan
prinsip pembelajaran berbasis kompetensi, dapat dilakukan sekaligus
dengan unit-unit kompetensi terkait dan sesuai dengan bidang pekerjaan
di dunia kerja.

ii

Terimakasih kami ucapkan kepada :
1. DR. Joko Sutrisno, selaku Direktur PSMK
2. Drs H. Suwondo, MS, MM, M.Si. selaku Kepala PPPPTK Bisnis
dan Pariwisata
3. Ibu Yekti P Suradji, Dir. PT Kencana Tour & Travel
4. Bpk. Tata Nuriata, STP Bandung
5. Dra. Endang Martani, M.Sc, Departemen Budaya dan Pariwisata
6. Ibu Dra. Ani Insani M.Sc, Departemen Budaya dan Pariwisata

dan semua rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dan bantuan
moril maupun materil, semoga Allah memberkahi kita semua. Amin.

Penulis

iii

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Depan/Cover .........................................................................
Pengantar Direktur Pembinaan SMK; .................................................. i
Pengantar Tim Penulis ......................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................ iv
Sinopsis................................................................................................. vii
Diskripsi konsep penulisan ................................................................... ix
Peta Kompetensi .................................................................................. xii

JILID 1

BAB I

KARAKTERISTIK SUMBER DAYA MANUSIA DALAM

INDUSTRI PARIWISATA ................................................................. 1

- Informasi umum...................................................................... 2

- Peta Kompetensi ................................................................... 3
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 4
- Mengenal Kepariwisataan ...................................................... 6

- Keputusan dalam Melayani Pelanggan ................................. 46
- Berkomunikasi Melalui Telepon ............................................. 52
- Mengatasi Situasi Konflik ....................................................... 65
- Bekerja dengan Mitra Kerja dan Pelanggan.......................... 81
- Bekerja dalam Lingkungan Sosial yang Berbeda .................. 91
- Mengikuti Prosedur Keamanan, Keselamatan dan

Kesehatan Kerja .................................................................... 101

iv

BAB II

RESERVASI DAN TIKET PERJALANAN .................................... 112
- Informasi umum...................................................................... 112
- Peta Kompetensi ................................................................... 113
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 114
- Airline Reservation ................................................................. 115
- Latihan Airline Reservation .................................................... 149
- Tiket Domestik........................................................................ 154
- Latihan Tiket Domestik........................................................... 178
- Tiket Internasional .................................................................. 183
- Latihan Tiket Internasional ..................................................... 250

JILID 2
BAB III

PEMANDUAN WISATA ................................................................... 269
- Informasi umum...................................................................... 270
- Peta Kompetensi ................................................................... 271
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 272
- Profesi Pramuwisata .............................................................. 280
- Persiapan Pemanduan........................................................... 293
- Tugas Bekerja sebagai Pramuwisata .................................... 318
- Layanan Transfer (Transfer in dan out) ................................. 321
- Transfer in............................................................................... 321
- Informasi pada saat transfer in............................................... 330
- Transfer out ............................................................................ 336
- Tugas Transfer in dan Transfer out ....................................... 343
- Layanan Pemanduan ............................................................. 354
- Contoh Beberapa Obyek Wisata Domestik ........................... 371

v

BAB IV

PERENCANAAN DAN OPERASIONAL PERJALANAN
WISATA............................................................................................... 413

- Informasi umum...................................................................... 413
- Peta Kompetensi ................................................................... 415
- Daftar Kompetensi Lulusan.................................................... 416
- Biro Perjalanan Wisata........................................................... 417
- Jenis-Jenis Tour dan Pengelompokan Wisatawan................ 428
- Paket Perjalanan Wisata........................................................ 432
- Menyusun Paket Wisata......................................................... 439
- Perbedaan berwisata dengan memanfaatkan paket tour

dan berwisata tanpa menggunakan jasa biro perjalanan...... 441
- Menentukan Komponen Paket Wisata................................... 444
- Menentukan Tujuan Penyusunan Paket Tour ....................... 448
- Distribution of Tie dan Fungsi Itinerary .................................. 454
- Penghitungan Harga Paket Wisata........................................ 463
- Pemasaran Produk Industri Pariwisata.................................. 483
- Peranan Promosi dalam Menjual Paket Perjalanan

Wisata..................................................................................... 492
- Negosiasi dengan Pemasok .................................................. 495
- Konversi Nilai Tukar Mata Uang ............................................ 499
- Menentukan Harga dan Memasarkan Produk ....................... 502
- Menawarkan harga dalam transaksi penjualan ..................... 510
- Memperbaharui Harga Produk Wisata................................... 518
- Tugas dan Soal ...................................................................... 530

Daftar Istilah/Glosari ............................................................................. 545
Daftar Pustaka ...................................................................................... 550
Curriculum Vitae Tim Penulis ............................................................... 556

vi

SINOPSIS

Materi buku Usaha Jasa Pariwisata ini disusun sesuai dengan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang mencakup kemampuan-
kemampuan yang dibutuhkan oleh industri untuk tingkat pelaksana. Alur
penyampaian materi dibagi menjadi empat (4 ) bab, dengan menyatukan
beberapa unit kompetensi sejenis menjadi satu bidang pekerjaan yang
juga masih tetap memiliki keterkaitan satu dengan yang lain.

Pada Bab I dengan judul Karakteristik Sumber Daya Manusia
Dalam Industri Pariwisata, membahas tentang karakteristik dasar dari
individu yang diperlukan untuk bekerja melayani pelanggan eksternal dan
internal. Industri Pariwisata adalah industri layanan dengan fokus pada
kenyamanan wisatawan yang memerlukan sikap, pengetahuan,
ketrampilan dalam pelayanan. Sebagai staf pemula, sangat dibutuhkan
kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja terutama kemampuan
dalam bersikap sopan, menerima kritik dan mengendalikan emosi serta
menyesuaikan diri dengan standar operasional prosedur yang berlaku
dalam perusahaan dimana dia bekerja.
Bahasan tentang komunikasi tidak terbatas pada komunikasi langsung
(face to face), tetapi juga etika komunikasi dalam penyampaian
informasi/pesan melalui media cetak maupun telepon. Sebagai staf
pelayanan, sangat riskan dengan risiko konflik yang dimulai dari
kesalahpahaman, untuk itu dibahas pula bagaimana mengenali gejala-
gejala terjadinya konflik sehingga dapat diatasi lebih dini dan tidak meluas
menjadi masalah.

Bab II dalam buku ini yang berjudul Reservasi dan Tiket
Perjalanan, sesuai dengan pertimbangan rekan-rekan di dunia industri,
pemelajaran difokuskan pada perjalanan dengan menggunakan
penerbangan karena prosedur pengadaan tiket perjalanan udara dan
jaringan kerja dalam industri tersebut adalah yang paling sulit bila
dibandingkan dengan perjalanan laut dan darat. Jadi dengan mempelajari
prosedur pengadaan tiket penerbangan, siswa dengan mudah
menyesuaikan diri dengan pengadaan tiket perjalanan darat dan laut.
Reservasi/booking atau pemesanan tiket perjalanan dimulai dari
pengenalan dunia penerbangan yang harus mematuhi peraturan
International Air Transport Association( IATA), yang memuat, antara lain
kode-kode wilayah penerbangan, kode negara, kode kota, kode
penerbangan, kode bandara dan kode booking, special request, validity,
Fare Calculation Box, Name of passenger, sangat diperlukan dalam
pemesanan dan pengadaan tiket penerbangan. Buku ini juga
memperlihatkan beberapa contoh tiket domestik yang dikeluarkan
maskapai penerbangan berbeda baik yang bersifat manual maupun

vii

elektronik tiket. Selain itu dengan banyaknya perusahaan penerbangan
domestik, dikenal pula sub classes akibat dari persaingan harga.

Dalam buku ini juga dibahas mengenai Millage system yang diperlukan
sebagai pedoman dalam penghitungan tarif penerbangan internasional,
yang mencakup Fare Construction Point, Netral Unit of Construction,
NUC, Rule, MPM, TPM, EMA, EMS, HIP, Check, AF dll

Pada Bab III dengan judul Pemanduan Wisata (Tour Guiding)
menginformasikan hal-hal yang mencakup profesi dan tugas-tugas dan
etika seorang tour guide, teknik bagaimana mempresentasikan informasi
wisata, teknik menggunakan microphone, layanan transfer in dan out, on
site guiding, dan contoh-contoh pemanduan teks pemanduan. Selain itu
informasi DTW (Daerah Tujuan Wisata) beberapa propinsi di Indonesia
antara lain Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara dan juga Bali.
Untuk memudahkan pemelajaran diharapkan siswa/guru mengupayakan
mengakses langsung dari Internet melalui alamat website yang ada pada
bagian sumber tiap info obyek wisata domestik dalam bab ini juga
http://www. Indonesiatourism.go.id dan http//www.budpar.go.id.

Pada Bab IV dengan judul “Perencanaan dan Pengoperasian
Perjalanan Wisata”, memberikan informasi tentang produk Industri
Pariwisata, Perusahaan Perjalanan, lingkup dan jejaring kerja antar
perusahaan pemasok produk wisata.
Dalam bab ini juga disajikan materi tentang prakiraan waktu dalam
merencanakan tour (Distribution Of Training), teknik menyusun Itinerary
(jadwal perjalanan), penghitungan harga tour dengan rumus dan tanpa
rumus, serta teknik menawarkan serta menjual paket wisata.

Secara keseluruhan, empat bab tersebut dengan pengembangannya,
akan dapat mencakup Stándar Kompetensi Lulusan dalam KTSP. Perihal
penyajian materi, perlu disampaikan bahwa materi Bab I diberikan
keseluruhannya pada kelas satu bersamaan dengan sebagian kecil dari
materi Bab II, III dan IV sebagai landasan untuk membentuk karakteristik
dan sikap peserta didik.

Pengimplementasian materi bab satu diharuskan untuk diterapkan
dalam prilaku sehari-hari dan dinilai bersama dalam praktek melayani di
counter ticketing, tour maupun pada saat melakukan layanan pemanduan
wisata. Teknik penyajian materi dapat disesuaikan dengan KTSP di
tingkat satuan pendididkan masing-masing. Namun disarankan bahwa
pengajar/guru membagi materi Bab II,III dan IV menjadi tiga bagian untuk
kelas 10 -11 dan 12 dengan memperhatikan kebutuhan kompetensi
dalam persiapan ”prakerin”.
*****

viii

DISKRIPSI KONSEP PENULISAN

industri Pariwisata lahir karena adanya perbedaan, keunikan, dari
banyaknya etnik lokal, dari segi bentang alam, flora, fauna maupun
yang berupa kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi
manusia. Tanpa adanya perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan,
tidak ada orang yang melakukan perjalanan ingin menikmati keunikan
yang tidak ada didaerah asal wisatawan (berwisata). Dengan
mempertahankan keunikan alam dan budaya, berarti menjaga kelestarian
lingkungan hidup serta meningkatkan kualitas hidup, tanpa merusak
sumber kehidupan manusia yaitu alam dan budayanya.

Tak dapat disangkal bahwa masyarakat yang sudah menyadari bahwa
peranan alam dan budaya serta adat istiadat (saling mengasihi dan
menghormati) dapat menjadikan pariwisata menjadi alat pencipta
ketenteraman dalam kehidupannya, mereka memiliki watak yang mampu
menerima perubahan tanpa meninggalkan keaslian/keunikan yang
dianutnya. Dengan falsafah itulah mereka menjadi masyarakat yang tidak
mudah digoncang untuk melakukan hal-hal yang diluar nilai-nilai yang
dianutnya.

“Dengan berlandaskan prinsip keunikan dan kelokalan, kepariwisataan
Indonesia didasari oleh falsafah hidup bangsa Indonesia sendiri, yaitu
konsep prikehidupan yang berkeseimbangan. Seimbangnya hubungan
manusia dengan Tuhan, seimbangnya hubungan manusia dengan
sesamanya, seimbangnya hubungan manusia dengan lingkungan alam.
Konsep ini mengajarkan kepada kita untuk menjunjung nilai-nilai luhur
agama serta mampu mengaktualisasikannya, menghargai nilai-nilai
kemanusiaan, toleran, kesetaraan, kebersamaan, persaudaraan,
memelihara lingkungan alam. Pelestarian budaya dan alam bukan berarti
akan menjadikan daerah tersebut sebagai museum hidup, tetapi justru
akan menjadikan masyarakat akan tetap memiliki nilai-nilai yang luhur
yang diwujudkannya dalam praktek kehidupan sehari-hari, yang akan
sangat besar sumbangannya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga
bagi umat manusia di dunia. Kesadaran untuk menyeimbangkan
kebutuhan materi dan rokhani, seimbangnya pemanfaatan sumber daya
dan pelestarian. Kita diajarkan untuk tidak menjadi rakus.” (menbudpar,
Jero Wacik)

Sebagai gambaran kegiatan kepariwisataan dalam perekonomian
nasional 2004 memberikan dampak hingga 5,43% pada produksi
nasional, 5,01% pada PDB Indonesia, dan 9,06% pada kesempatan kerja.
Sedangkan dampaknya terhadap pajak mencapai 7,81%. Dijelaskan pula,

bahwa pada Semester I 2007 ada sebanyak 2,56 juta wisman yang datang ke
Indonesia lewat 15 pintu masuk, dan hal ini menunjukkan kenaikan 12,89 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ix

Sementara untuk wisatawan nusantara, pada 2007 ini diprediksi ada 116 juta
orang Indonesia yang melakukan 219,7 juta perjalanan yang memberikan
kontribusi perputaran uang sebanyak Rp79,85 triliun. Tahun 2008 ditargetkan
tujuh juta kunjungan dan pada akhir tahun 2011 ditargetkan sebanyak 10 juta
kunjungan (Humas, bud par)

Bila ditelaah informasi-informasi diatas, besar sekali peluang kerja
dibidang Pariwisata bagi masyarakat, namun siapkah mereka dengan
bekal kompetensi yang seadanya tanpa memperkaya diri dengan
meningkatkan kompetensi yang setara dengan pelaku pariwisata dari
negara pesaing kita ?

Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Pariwisata,
sebagai acuan profil dari tenaga kerja Indonesia telah diakui ditingkat
Asia Pasifik bahkan Internasional, untuk itu pemerintah Indonesia dalam
hal ini Depdiknas, mengambil kebijakan bahwa acuan pemelajaran
mengacu pada Standar Kompetensi yang dipetakan sesuai dengan
kompetensi yang wajib dikuasai oleh siswa SMK yang kelak akan bekerja
pada tingkat pelaksana,

Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang
Kepariwisataan, bidang kelola yang akan diisi oleh pelaku pariwisata
adalah

Kepariwisataan

Usaha Jasa Pariwisata: Pengusahaan Obyek dan Usaha Sarana Pariwisata:
1) Jasa Biro Perjalanan Wisata; Daya Tarik Wisata: 1) Penyediaan Akomodasi;
2) Penyediaan Makanan
2) Jasa Agen Perjalanan 1) Pengusahaan Obyek dan
Wisata; Daya Tarik Wisata Alam; dan Minuman;

3) Jasa Pramuwisata; 2) Pengusahaan Obyek dan 3) Penyediaan Angkutan
Wisata;
4) Jasa Konvensi, Perjalanan Daya Tarik Wisata
Insentif dan Pameran; Budaya; 4) Penyediaan Sarana
3) Pengusahaan Obyek dan
5) Jasa Impresariat; Wisata Tirta;
Daya Tarik Wisata Minat 5) Penyediaan Kawasan
6) Jasa Konsultan Pariwisata; Khusus.
Pariwisata.
7) Jasa Informasi Pariwisata.

Untuk Tingkat pelaksana, lulusan SMK-UJP dapat mengisi kebutuhan
tenaga kerja pada industri pariwisata yang masih berkaitan antara lain:

a. Menerima dan memproses reservasi sesuai permintaan pelanggan
b. Menghitung harga tiket penerbangan domestik dan internasional

sesuai ketentuan IATA

x

c. Menerbitkan tiket penerbangan domestik dan internasional secara
manual maupun komputerisasi sesuai ketentuan IATA

d. Mengurus dokumen perjalanan lain, seperti : visa, pasport, pta dan
lain-lain

e. Melaksanakan tugas sebagai pemandu wisata pada perjalanan wisata
f. Melaksanakan tugas sebagai Tour Guide/pemandu wisata (pemula) di

obyek/atraksi wisata maupun dalam mem andu tour dalam kota (City
Tour).
g. Melaksanakan layanan transfer
h. Menghitung harga paket perjalanan wisata
i. Menyelenggarakan kegiatan perjalanan wisata
j. Menjual produk pariwisata
k. Melaksanakan tugas sebagai petugas tata operasi darat (ground
handling)
l. Melaksanakan tugas sebagai pengelola informasi wisata
Dengan menyesuaikan kebutuhan dunia kerja di daerah, SMK dapat
menambahkan kompetensi MICE, Cargo, dan Front Office Hotel. Bahkan
dengan pesatnya perusahaan transportasi udara, lulusan UJP mendapat
peluang kerja sebagai pramugara dan pramugari dengan dengan sedikit
menambahkan kompetensi dan persyaratan phisik.

xi

PETA KOMPETENSI

xii

Kompetensi Lulusan SMK - UJP

Kode Unit Kompetensi

PARUJPPKU01C Bekerja Dengan Kolega dan Pelanggan
PARUJPPKU02C Bekerja di Lingkungan Sosial Yang Berbeda
PARUJPPKU03C Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan
Keamanan di Tempat Kerja
PARUJPPKU04C Menangani Situasi Konflik
PARUJPPKU05C Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisa t a
PARUJPUKK03C Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja
PARUJPUAU01C Berkomunikasi Melalui Telepon
PARUJPFTG01C Bekerja Sebagai Pemandu Wisata
PARUJPFTG02C Memberikan Bantuan Layanan Transfer
Keberangkatan/Kedatangan
PARUJPFTG03C Mengembangkan dan Memelihara Pengetahuan Umum
yang diperlukan oleh pramuwisata
PARUJPFTG04C Mengkoordinasikan dan Mengendalikan Perjalanan Wisata

PARUJPFTG05C Memimpin Rombongan Perjalanan Wisata

PARUJPFTG06C Menyiapkan dan Mempresentasikan Komentar
Pemanduan Pada Perjalanan Wisata
PARUJPFTG09C
Mengelola Perpanjangan Perjalanan Wisata (Extended
PARUJPFOT01C Tour)

PARUJPFOT02C Mengalokasikan Sumber Daya Perjalanan Wisata

PARUJPFPG04C Melakukan Pengecekan Pra Keberangkatan Tour

PARUJPFPG06C Menerima dan Memproses Reservasi

PARUJPFPG08C Mengoperasikan Sistem Reservasi Komputer

PARUJPFPG09C Menghitung Harga dan menerbitkan Tiket Penerbangan
Domestik
PARUJPFPG07C Menghitung Harga dan Menerbitkan Tiket Penerbangan
PARUJPPPP03C Normal Internasional
PARUJPFPG05C
Memproses Dokumen Perjalanan Selain Tiket Penerbangan
PARUJPLJP09C Mencari dan Mengemas Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG03C Memesan dan Mengkoordinasikan Layanan Penyedia Jasa
PARUJPFPG01C dan Produk Pariwisata
Menyiapkan dan Menawarkan Harga Produk
PARUJPFPG02C Menjual Produk dan Jasa Pariwisata
PARUJPFPG13C Mencari dan Menyediakan Informasi Tentang Tujuan Wisata
PARUJPFPG14C dan Memberikan Saran
PARUJPUAU03C Mengakses dan Menginterprestasi Informasi Produk Wisata
Memelihara Inventaris Informasi Produk Wisata
Mengembangkan dan memperbarui pengetahuan lokal
Mengumpulkan dan Mempresentasikan Informasi

xiii

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

BAB 1

Usaha Jasa Pariwisata - 1

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari topik ini, peserta didik diharapkan mampu
memahami dan menerapkan kemampuan dasar yang harus dimiliki
oleh karyawan yang bekerja dalam industri hospitality/ pariwisata,
sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi yang berlaku.

B. Lingkup Materi
1. Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri
Pariwisata
2. Ketulusan Dalam Melayani Pelanggan
3. Berkomunikasi Melalui telepon
4. Mengatasi Situasi Konflik
5. Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan
6. Bekerja Dalam Lingkungan Sosial yang Berbeda
7. Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja

C. Persyaratan
Untuk mempelajari bab ini, tidak ada persyaratan khusus, karena
topik ini disusun sebagai pengetahuan dasar bagi praktisi dalam
bidang Kepariwisataan.

D. Alur Pembelajaran

Usaha Jasa Pariwisata - 2

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Peta Kompetensi Lulusan SMK – UJP

Usaha Jasa Pariwisata - 3

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Kompetensi Lulusan SMK - UJP

Kode Unit Kompetensi

PARUJPPKU01C Bekerja Dengan Kolega dan Pelanggan

PARUJPPKU02C Bekerja di Lingkungan Sosial Yang Berbeda

PARUJPPKU03C Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di

Tempat Kerja

PARUJPPKU04C Menangani Situasi Konflik

PARUJPPKU05C Mengembangkan dan Memperbarui Pengetahuan Industri

Pariwisata

PARUJPUKK03C Mengikuti Prosedur Hygienis di Tempat Kerja

PARUJPUAU01C Berkomunikasi Melalui Telepon

PARUJPFTG01C Bekerja Sebagai Pemandu Wisata

PARUJPFTG02C Memberikan Bantuan Layanan Transfer

Keberangkatan/Kedatangan

PARUJPFTG03C Mengembangkan dan Memelihara Pengetahuan Umum yang

diperlukan oleh pramuwisata

PARUJPFTG04C Mengkoordinasikan dan Mengendalikan Perjalanan Wisata

PARUJPFTG05C Memimpin Rombongan Perjalanan Wisata
PARUJPFTG06C Menyiapkan dan Mempresentasikan Komentar Pemanduan
Pada Perjalanan Wisata

PARUJPFTG09C Mengelola Perpanjangan Perjalanan Wisata (Extended Tour)
PARUJPFOT01C Mengalokasikan Sumber Daya Perjalanan Wisata
PARUJPFOT02C Melakukan Pengecekan Pra Keberangkatan Tour

PARUJPFPG04C Menerima dan Memproses Reservasi
PARUJPFPG06C Mengoperasikan Sistem Reservasi Komputer

PARUJPFPG08C Menghitung Harga dan menerbitkan Tiket Penerbangan
Domestik

PARUJPFPG09C Menghitung Harga dan Menerbitkan Tiket Penerbangan Normal
Internasional

PARUJPFPG07C Memproses Dokumen Perjalanan Selain Tiket Penerbangan

Usaha Jasa Pariwisata - 4

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Kode Unit Kompetensi

PARUJPPPP03C Mencari dan Mengemas Produk dan Jasa Pariwisata

PARUJPFPG05C Memesan dan Mengkoordinasikan Layanan Penyedia Jasa dan

Produk Pariwisata

PARUJPLJP09C Menyiapkan dan Menawarkan Harga Produk

PARUJPFPG03C Menjual Produk dan Jasa Pariwisata

PARUJPFPG01C Mencari dan Menyediakan Informasi Tentang Tujuan Wisata

dan Memberikan Saran

PARUJPFPG02C Mengakses dan Menginterprestasi Informasi Produk Wisata

PARUJPFPG13C Memelihara Inventaris Informasi Produk Wisata

PARUJPFPG14C Mengembangkan dan memperbarui pengetahuan lokal

PARUJPUAU03C Mengumpulkan dan Mempresentasikan Informasi

Usaha Jasa Pariwisata - 5

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

1. Mengembangkan dan Memperbarui
Pengetahuan Industri Pariwisata

A. Tujuan Khusus
Setelah mempelajari unit ini, siswa diharapkan mampu memahami
peranan pariwisata dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian
Negara.

B. Materi Pembelajaran

1) Pengertian Pariwisata

Pariwisata merupakan seluruh kegiatan, fasilitas dan pelayanan yang
diakibatkan oleh adanya perpindahan perjalanan sementara dari
seseorang ke luar dari tempat tinggalnya ,serta tinggal dalam waktu
singkat di tempat tujuan dari perjalanan ,untuk tujuan bersenang-senang
dan berlibur.
Pariwisata sering didefinisikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang
lebih banyak berkaitan dengan kegiatan-kegiatan santai dan untuk
bersenang-senang .
Pendapat lain juga mengatakan bahwa pariwisata adalah suatu
perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga
persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.
Banyak lagi definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang
pariwisata, yang masing-masing mempunyai penekanan khusus pada
batasan-batasan yang dikemukakan. Beberapa ahli memberikan definisi
dan batasan yang “berbeda” tentang istilah pariwisata, yang
penekanannya dilatarbelakangi oleh bidang keahliannya masing-
masing, yaitu penekanan pada aspek-aspek ekonomi, sosiologi,
psikologi, seni-budaya, maupun aspek geografis kepariwisataan.

Definisi lain tentang pariwisata (tourism), adalah industri jasa, yang
menangani (kesatuan) jasa layanan mulai dari transportasi, jasa
keramahan (hospitality), tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa
bersangkutan lainnya seperti: bank, asuransi, keamanan, dll.
(:wilkimedia)

Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan,
menyatakan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan
menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan
obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain
yang terkait di bidang tersebut.

Usaha Jasa Pariwisata - 6

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

The World Tourism Organisation memberikan definisi Tentang
Wisatawan ( tourist), sebagai :
“ Any person residing within a country, irrespective of nationality,
travelling to a place within this country other than his usual place of
residence for a period of not less than 24 hours or one night for a
purpose other than the exercise of a remunerated activity in the place
visited. The motives for such travel may be : (1) leisure ( recreation,
holidays, health, studies, religion, sports) ; (2) business, family, mission,
or meeting.”
Dapat diartikan bahwa wisatawan adalah seorang yang tinggal di suatu
negara, tanpa memandang kebangsaannya, melakukan perjalanan ke
tempat didalam negara yang bukan merupakan tempat tinggalnya yang
biasa, sedikitnya selama 24 jam atau satu malam, untuk suatu tujuan
selain mendapatkan penghasilan di tempat yang dikunjunginya.
Tujuan perjalanannya dapat digolongkan ke dalam klasifikasi berikut ini :
- Pesiar (leisure), seperti untuk keperluan rekreasi, liburan,

kesehatan, studi, keagamaan, olah raga.
- Perdagangan (business), keluarga, missi, atau konperensi.
Definisi tersebut diatas belum memasukkan unsur utama dari industri
pariwisata, yaitu pasar untuk the day-trip (perjalanan sehari).
The 1987 Australian Government Committee Inquiry to Tourism
mengangkat definisi tentang pariwisata (tourism), sudah memasukkan
unsur pasar “the day-trip”, sebagai berikut :
“A tourist” is:
a) a person who undertakes travel, for any reason, involving a stay

away from his or her usual place of residence for at least one night :
or
b) a person who undertakes a pleasure trip involving a stay away from
home for at least four hours during daylight, and involving a round
distance of at least 50 km”.
Dari beberapa batasan yang diberikan oleh para ahli maupun organisasi
pariwisata tersebut diatas, terdapat pengertian bahwa pariwisata
mempunyai ciri:
- Perjalanan yang dilakukan itu bersifat sementara waktu.
- Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya, dan
pasti akan kembali ke tempat asalnya.
- Perjalanan yang dilakukan itu harus selalu dikaitkan dengan
pertamasyaan atau rekreasi.
- Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak dengan tujuan
untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya.

Dalam rangka untuk pengembangan dan pembinaan kepariwisataan di
Indonesia, pemerintah telah merumuskan batasan tentang wisatawan,
bahwa “Wisatawan (tourist) adalah setiap orang yang bepergian dari
tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati
perjalanan dan kunjungannya itu”

Usaha Jasa Pariwisata - 7

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan untuk bersenang-
senang mengunjungi obyek / atraksi wisata, menyaksikan secara
langsung adat budaya setempat, dan tujuan lainnya (tidak untuk
mendapatkan penghasilan), dengan durasi waktu lebih dari 24 jam,
sehingga memerlukan kebutuhan utama selain objek-objek wisata yang
akan dikunjungi, yaitu: transportasi, akomodasi dan konsumsi .
Kebutuhan lain seperti : souvenir, bank, entertain, jasa komunikasi,
pusat belanja, dan lain-lain, merupakan unsur penunjang, sehingga
dikatakan bahwa pariwisata merupakan kegiatan “multi bisnis”.

Kepariwisataan, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan
pariwisata, seringkali disebut juga Industri Hospitality dan Industri
Pariwisata.

”Kepariwisataan tumbuh karena perbedaan, keunikan, kelokalan baik itu
yang berupa bentang alam, flora, fauna maupun yang berupa
kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi manusia. Tanpa
perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan, tidak ada orang yang
melakukan perjalanan atau berwisata. Oleh karena itu, melestarikan alam
dan budaya serta menjunjung kebhinekaan adalah fungsi utama
kepariwisataan. Alam dan budaya dengan segala keunikan dan
perbedaannya adalah aset kepariwisataan yang harus dijaga
kelestariannya. Hilangnya keunikan alam dan budaya, berarti hilang
pulalah kepariwisataan itu” (ardike, budpar).

2) Asal mula terjadinya perjalanan

j Untuk memenuhi kebutuhannya, secara naluri orang
jaman dulu melakukan perjalanan dikarenakan
adanya kebutuhan makan dan minum, kebutuhan rasa
aman/tempat tinggal, perasaan ingin tahu, ambisi
kehormatan dan kekuasaan sehingga dengan

dorongan tersebut, mereka melakukan perjalanan

yang mungkin kembali ketempat asal maupun tinggal

menetap di tempat baru.

Sejak jaman purba, dimana manusia masih mengandalkan kehidupannya

dengan memanfaatkan apa yang ada disekelilingnya untuk

mempertahankan kehidupannya (secara naluri), hanya memakan apa

yang ada disekitarnya, melindungi diri dari panas, hujan dan dingin

mereka menutupi badannya dengan dedaunan/kulit pohon ataupun kulit

binatang, istirahat tidur dengan mencari tempat aman diatas pohon

rindang, atau dalam goa.

Secara naluri, bila merasakan kurang nyaman lagi ditempat semula

(dimana buah-buahan, umbi-umbian liar, binatang buruan sudah habis

Usaha Jasa Pariwisata - 8

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

dan tempat tinggalnya sudah diketahui oleh binatang buas atau
musuhnya) mereka berusaha untuk bergerak mencari tempat baru yang
lebih nyaman dan aman. Demikian seterusnya sampai akhirnya mereka
menemukan teman dan berkumpul saling membantu menghadapi
serangan binatang buas maupun musuh-musuh saingannya dalam
mempertahankan hidup.
Mereka berkomunitas membentuk group/kelompok, semakin kuat dan
menetap disatu tempat untuk bersama-sama bahu membahu
mempertahankan kelompoknya untuk terus hidup.
Dalam perkembangannya, terjadilah suatu komunitas yang semakin
banyak anggotanya, kemudian terbentuklah sebuah masyarakat dengan
pemimpinnya.

Kondisi alam menuntut untuk tetap melakukan perjalanan, walaupun tidak
langsung serempak, mereka mengutus dulu satu atau dua orang yang
pemberani untuk ”mencari” daerah baru/hutan yang masih banyak
makanan (karena mereka belum mengenal bercocok tanam), bila telah
menemukan, barulah dengan berbondong-bondong (merasa lebih aman
dan kuat) kelompok tersebut ”berpindah” ke tempat baru tersebut.
Untuk mempertahankan kepentingannya, mereka saling menaklukkan
antar kelompok, kemudian akan menjadikan kelompok yang menang

Usaha Jasa Pariwisata - 9

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

menjadi kelompok besar, sampai akhirnya menjadi suku dalam lokasi
yang menetap/desa dan menjadi lebih besar lagi menjadi negeri.
Perjalanan tetap dilakukan dalam dinamika kehidupan, seakan-akan
mereka sudah mengenal bahwa setiap langkah akan menjadikan
seseorang/kelompok ”lebih besar” (lebih pandai, lebih banyak informasi
karena lebih banyak yang dilihat).

Hornby cs, dalam bukunya yang berjudul “The Advance Learn’s
Dictionary Of Current English”, menyatakan :
“Travel is go from place to place, make a journey, up a long one, in
search of pleasure, adventure or as commercial traveller”
Travel diartikan sebagai pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain,
melakukan perjalanan atau ke tempat yang jauh dengan maksud untuk
mencari kesenangan, berpetualang atau untuk perjalanan mencari
keuntungan/laba/berdagang)

Tanda-tanda yang membuktikan terjadinya perjalanan pada masa itu :
- Tahun 221 - 122 SM, masa pemerintahan dinasti Chou di Tiongkok

telah dibangun jalan raya untuk kepentingan lalu lintas
bangsanya.terutama untuk perjalanan berdagang.
- Tahun 560-330 SM, masa kerajaan Persia Di Timur Tengah
dibangun jalan raya yang menghubungkan antara kaki gunung
Zagrep ke laut Algean.
- Kerajaan ROMAWI membangun jalan raya dengan nama THE
APPIAN WAY sepanjang kurang lebih 350 mil.
- Tahun 334 SM di Ephesus (Turki) dikembangkan oleh Alexander The
Great (Iskandar Zulkarnaen) mengadakan pertunjukkan akrobatik
adu binatang buas, sihir dan sulap yang banyak dikunjungi orang.
- Perjalanan Ziarah ketempat-tempat yang dihormati merupakan
perjalanan yang didorong oleh motivasi agama dan ritual
penghormatan leluhur.
- Bangsa Phunisia Dan Polanesia merupakan bangsa yang pertama
kali melakukan perjalanan untuk muhibah wisata dengan tujuan
perdagangan. Dan Ratu Elisabeth I kaum ningrat Inggris juga
mengadakan perjalanan ke Eropa, dengan berbagai tujuan antara
lain kunjungan perkenalan, mencari ide-ide baru, mempelajari seni
budaya, sistem pemerintahan dan pendapat bangsa lain.
- Bangsa Austronesia melakukan imigrasi ke kepulauan Indonesia
melalui Malaya ke Jawa dan juga Formosa, Filipina ke sebagian
Kalimantan dan Jawa, bangsa Austronesia ini yang akan menjadi
nenek moyang langsung bangsa Indonesia. Mereka menghidupi diri
dengan dengan berladang dan berburu binatang menggunakan
anak panah dan busur dan tombak. Alat yang digunaka anak panah
dan tombak. Mereka hidup di goa-goa berpindah dari satu tempat
awal ketempat lain yang dianggap lebih nyaman.

Usaha Jasa Pariwisata - 10

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- 500 SM - Terjadi perpindahan gelombang kedua. Perpindahan yang
dilakukan sudah dengan membawa kebudayaan Dongson melalui
jalan barat lewat Malaysia barat. Kebudayaan Dongson yaitu
kebudayaan yang telah memakai logam sebagai alat bantu
kehidupan dikenal dengan sebutan zaman perunggu. Mereka sudah
mulai tinggal menetap.

- Abad ke-7 hingga abad ke-14 Jawa dan Sumatra. kedatangan pelaut-
pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho/Zheng He
perang dan berdagang), serta para pedagang-pedagang Arab dari
Gujarat, India, yang membawa agama Islam.

- Awal abad ke-16, orang-orang Eropa datang, mereka menemukan
beberapa negara-negara kecil dan menguasainya melalui
perdagangan rempah.

- Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara
negara-negara Eropa lainnya dan sedikit demi sedikit mulai menjajah
Indonesia

Perjalanan yang mereka lakukan berdampak pula pada pesatnya arus
dan kebutuhan perjalanan, baik untuk sekedar kunjungan persahabatan,
mencari pengetahuan maupun expansi perdagangan, Dari perjalanan
tersebut kita mengenal beberapa tokoh sebagai traveller antara lain:
- Marcopolo (1254-1324) yang telah mengadakan perjalanan dari

Eropa hingga Tiongkok
- Ibnu Battutah (1325) yang terkenal sebagai “The First Traveller Of

Moslem” telah melakukan perjalanan dari Tanger (Afrika) ke Mekkah
- Christopher Colombus (1451-1506) melakukan pelayaran dari

Spanyol ke Barat dan menemukan Cuba dan Haiti (Amerika).
- Vasco Da Gama (1498) yang menjelajahi 5 benua
- Captain James Cook (1728 -1779) menjelajahi Selandia Baru dan

Australia Timur

Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat
ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan
dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali
mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman
dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi
perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa
lebih nyaman.

3) Jenis-jenis perjalanan

Jenis perjalanan dapat dibedakan berdasarkan:
a. Jarak dan waktu tempuh
Jarak selalu berhubungan dengan waktu tempuh, sedangkan
waktu tempuh dipengaruhi oleh :

Usaha Jasa Pariwisata - 11

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- Kondisi jalan (halus, berlubang-lubang besar, traffic jam ’macet’)
- Kecepatan kendaraan yang digunakan ( kuda, manusia, mesin)
- Durasi istirahat (mendinginkan mesin, istirahat makan)

b. Tempat asal / keberangkatan dan tempat yang dituju.
Asal keberangkatan juga mempengaruhi perjalanan, untuk
keperluan:
- Memerlukan lapor diri di imigrasi pada perbatasan negara
(bila antar negara)
- Dari daerah “terlarang” seperti dalam pengawasan karena
dalam kondisi darurat perang atau daerah khusus lain,
sehinggan memerlukan izin khusus dan pemeriksaan
dokumen.

c. Tujuan perjalanan juga menentukan klasifikasi jenis perjalanan:
- Berdagang
- Penjelajahan alam
- Penelitian
- Berobat
- Belajar
- Bersenang-senang

d. Lama tinggal di tempat tujuan
Bila sampai ditempat tujuan, pelaku perjalanan tentunya akan
melakukan maksud kedatangannya (lihat no.3), yang tentunya
memerlukan biaya yang lebih banyak untuk memenuhi
keperluannya selama tinggal di tempat tersebut.

4) Dampak positif yang ditimbulkan oleh perjalanan

- Terjadinya pertukaran informasi dan komunikasi antara
pendatang dengan yang didatangi.

- Pemenuhan kebutuhan pendatang memicu perbaikan sarana
prasarana yang akhirnya diikuti / dinikmati juga oleh penduduk
setempat.

- Pembauran budaya dan teknologi modern
- Terciptanya peluang kerja karena kreativitas dari pendatang
- Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi
- Perputaran ekonomi masyarakat dan Peningkatan devisa negara

5) Dampak negatif yang perlu di antisipasi

- Luntur/musnahnya kebudayaan asli daerah yang tergeser oleh
modernisasi

- Kecemburuan sosial dari penduduk asli terhadap pendatang
- Tersingkirnya penduduk asli yang fanatik pada nilai-nilai hidup

yang dianutnya

Usaha Jasa Pariwisata - 12

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- Berubahnya bangunan tradisional/budaya digantikan dengan
gedung modern

- Masuknya kebiasaan hidup yang berbahaya (a-moral, narkoba,
dll) dari negara lain bagi generasi muda

- Keinginan untuk menguasai dan memenuhi ambisi kekuasaan
dari pendatang

6) Akibat dari dilakukannya perjalanan
%
Dengan terjadinya perjalanan, terjadi pula arus informasi
timbal balik pengetahuan antar tempat yang dikunjungi,

sehingga timbul kebutuhan yang kian meningkat untuk
mempercepat pemenuhan kebutuhan di semua bidang

termasuk produksi kebutuhan hidup, seperti: makanan,

minuman, akomodasi, alat komunikasi dan transportasi.

Maka timbulah “Revolusi Industri” yang terjadi pada abad ke 18 (1760-

1830) di Eropa , yang telah mengakibatkan perkembangan yang pesat
terhadap perkembangan ekonomi. Revolusi industri ditandai dengan
ditemukannya mesin uap , yang akhirnya banyak digunakan dalam
macam -macam pabrik, termasuk otomotif (kereta api, kapal laut,
mobil,dll).
Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui adalah tokoh yang
memperkenalkan istilah “Revolusi Industri” pada pertengahan abad ke-19
setelah mengamati perkembangan pesat dengan adanya penemuan
sumber tenaga penggerak yang menggunakan uap.dan air/listrik.

Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, mengakibatkan
perubahan sosial ekonomi dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal
abad ke-19 ,yang pada mulanya perputaran roda ekonomi berdasarkan
tenaga manusia berubah menjadi industri yang dijalankan oleh tenaga
mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan ditemukannya mesin uap
(bahan dasar batu bara sebagai bahan bakar) sebagai penggerak mesin-
mesin industri terutama produksi tekstil, traktor, kapal tenaga uap,
lokomotif uap, dan berkembang sampai penemuan tenaga listrik (1850).
Dampak terjadinya perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi
budaya, sosial dan gaya hidup masyarakat yang akhirnya menyebar ke
Eropa, Amerika, kemudian seluruh dunia.

Perubahan tersebut diantaranya mencakup:
- Teknologi sarana angkutan dan komunikasi, percepatan produksi
- Struktur kehidupan masyarakat sosial dan budaya serta gaya hidup.

Kedua perubahan dalam kehidupan masyarakat tersebut mengakibatkan:
- Munculnya usaha penginapan
- Munculnya pengurusan perjalanan
- Munculnya keragaman jenis makanan/minuman/Boga dan Restoran
- Munculnya jenis-jenis hiburan dan obyek kunjungan

Usaha Jasa Pariwisata - 13

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di dunia:

9 Penggerak peralatan 9 Penggerak peralatan
masih dengan tenaga
sudah menggunakan
manusia /hewan/alam,
seperti:alat pintal mesin dengan tenaga
benang, alat tenun,
uap/motor/listrik,
kereta kuda, perahu
dayung/angin, Revolusi seperti: mesin
gerobak, kincir angin, Industri
pemintal/penenun
sepeda, kereta kayuh
(becak). pada pabrik tekstil,
9 Komunikasi informasi
sepeda motor, mobil,
masih menggunakan
tenaga manusia/kurir, pesawat terbang,
hewan, seperti:
kapal laut
burung merpati. 9 Komunikasi informasi

sudah menggunakan:

radio, telepon, TV

Dengan adanya revolusi industri, proses produksi menjadi semakin cepat
dan penggunaan tenaga manusia menjadi semakin efisien, yang sangat
berpengaruh pemanfaatan waktu libur dan relaks, didukung dengan
adanya peningkatan pendapatan sebagai dampak dari meningkatnya
produktifitas akibat revolusi industri.
Pertukaran dan sirkulasi informasi antar negara dan benua menjadi
semakin cepat dengan adanya perkembangan transportasi darat laut
maupun udara, demikian juga dengan perkembangan teknologi media
komunikasi

7) Perkembangan Transportasi

Roda Dua

Roda tiga :

Usaha Jasa Pariwisata - 14

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Roda empat

Pesawat Terbang

Kapal Laut
Kereta Api

Usaha Jasa Pariwisata - 15

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

8) Pengelompokan Perjalanan

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka semakin
meningkat pula pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain
dalam melakukan kegiatan dan juga upaya memenuhi ambisi untuk dapat
hidup lebih baik. Volume perjalanan semakin meningkat ,sehingga
menurut keperluannya, “perjalanan” dapat dikelompokkan menjadi:

a. Perjalanan Umum/Biasa, perjalanan ini memberi kesan serius dan
mendapatkan hasil yang “nyata”, seperti :
- Keperluan bisnis, mencari nafkah
- Tujuan berobat /kesehatan
- Tujuan sosial/kepentingan keluarga
- Seminar dan konferensi
- Naik Haji
- Belajar / Sekolah
- Penelitian kekayaan alam dan budaya

(Contoh hasil perjalanan penelitian kehidupan alam di Pulau Biawak)

Bintang Laut yang terdapat di Laut sekitar Pulau Biawak dan kelompok Biawak yang hidup bebas di
semak mangrove. (Sumber: Team UJP-P4TK dan Pemda Cirebon)

Dalam menangani layanan perjalanan ini, perusahaan perjalanan hanya
memberikan layanan pengadaan tiket dan dokumen perjalanan lainnya
(visa, passport). Pelaku perjalanan ini biasa disebut traveller.

Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan Umum adalah :
- Suatu kegiatan pergerakan pergi dan pulang atau return.
- Mengambil jalan singkat / cepat dan kembali lagi ketempat asalnya
- Perjalanan dilaksanakan sesuai target pekerjaan/kepentingan
- Mempunyai tujuan untuk mendapatkan hasil/keuntungan/uang
- Route perjalanan disusun sesuai dengan alur kerja
- Perjalanan tidak hanya untuk mengunjungi objek/daya tarik wisata
- Perjalanan dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan sendiri sesuai

pekerjaan.

Usaha Jasa Pariwisata - 16

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

9) Perjalanan Wisata (Tour)

Perjalanan yang memberi kesan “santai” :
- Membangkitkan sifat petualangan namun tetap untuk bersenang-

senang
- Bersifat romantis, menuruti emosi keindahan
- Penuh kemisterian, mencari hal-hal yang unik/menarik untuk

pemenuhan keinginan pribadi dan menyenangkan
- Berziarah keagamaan (wisata Pilgrim), santai, khusuk dan

menyenangkan
- Mengunjungi tempat-tempat yang unik dan dapat menimbulkan

kesan indah dan menyenangkan hati.

Perjalanan wisata memiliki ciri-ciri khusus yang memperlihatkan kegiatan-
kegiatan wisatanya. Pelaku perjalanan wisata ini biasa disebut
Wisatawan (tourist)

Tempat wisata pilgrim di Kediri kaki Tempat wisata pilgrim
gunung Wilis (Nasrani) Patilasan tempat Prabu Siliwa ngi- bertapa

Sumber gambar: The Wilds of East Java, Kuningan/Cirebon
Indonesia Government Tourism Service, 1993 Sumber: UJP-P4TKBP

Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan wisata (tour) adalah :
- Perjalanan merupakan perjalanan keliling, kembali lagi ketempat asal
- Perjalanan dilaksanakan dalam keadaan santai
- Bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan
- Perjalanan dirangkai dari berbagai komponen kebutuhan yang

diperlukan dalam pencapaian tujuan
- Perjalanan dilengkapi dengan mengunjungi objek/daya tarik wisata
- Perjalanan tidak bertujuan mencari nafkah bagi peserta perjalanan
- Membelanjakan uang yang dibawanya di tempat tujuan wisata
- Pelaku perjalanan tinggal untuk sementara di tempat tujuan

perjalanan dan berpindah dari satu objek ke objek yang lain
- Perjalanan dilaksanakan dalam kurun waktu yang ditentukan dan

terjadwal sesuai rencana kunjungan wisata.
- Perjalanan wisata secara individu maupun group

Usaha Jasa Pariwisata - 17

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

10) Perbedaan perjalanan umum dengan perjalanan
wisata

Route Perjalanan Umum Perjalanan Wisata
Traveler Tourist

Mengutamakan Mengutamakan nyaman,
cepat, berangkat berkeliling/round,
dan pulang dengan berangkat dan pulang
route sama diupayakan tidak
menempuh route yang
tidak sama

Tujuan Berdagang, berobat, Bersenang-senang,
perjalanan belajar, meneliti, santai, menambah
bekerja wawasan keindahan
alam/budaya/adat

Finansial Mendapatkan upah Membelanjakan uangnya
Tiket dari perjalanan yang selama perjalanan
dilakukan
Selalu return (pergi dan
One way atau return pulang ke tempat asal)

Perusahaan Hanya menjual tiket Menyediakan paket wisata
perjalanan (tiket, akomodasi, meal,
objek dll.)

Selain kedua jenis perjalanan tersebut, seringkali terjadi sebuah
perjalanan dengan kombinasi dari kedua jenis, yaitu perjalanan yang
memiliki dua kepentingan, misalnya, dalam perjalanan untuk keperluan
berdagang mereka menyempatkan (untuk melepas lelah) melihat dan
menikmati keindahan alam/budaya dan menikmati pertunjukan/show.

Gambar dari wilkimedia dan budpar

Dalam penghitungan jumlah kedatangan wisatawan (statistik pariwisata),
yang dimasukkan hanyalah pelaku perjalanan wisata.

Usaha Jasa Pariwisata - 18

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

11) Kelompok pelaku perjalanan

1. Kelompok yang masuk dalam statistik pariwisata

a. Pengunjung Tamu (Visitor), terdiri dari :
- Pelancong (Excursionist): Penumpang Cruise, pengunjung satu

hari, anak buah kapal/pesawat yang sedang tidak dalam tugas
- Wisatawan mancanegara yang datang dengan passport tourist
- Wisatawan domestik
b. Anak buah kapal/pesawat yang tidak sedang melakukan

pekerjaannya, dan dalam masa senggangnya datang
mengunjungi suatu objek wisata di kota persinggahannya

2. Kelompok tidak dimasukkan dalam penghitungan statistik adalah
pelaku perjalanan seperti:
- Imigran permanen
- Imigran sementara
- Diplomat /utusan kenegaraan
- Perwakilan konsulat
- Anggota tentara asing yang ditempatkan disuatu lokasi
- Pengungsi dari luar negeri
- Penumpang transit
- Pekerja pelintas batas.
- Pekerja volunteer/ expatriate dari luar negeri

Wisatawan yang resmi masuk ke Indonesia (dengan ijin tourist) tercatat di
kantor imigrasi sebagai wisatawan mancanegara, namun seringkali orang
asing/pengunjung dari luar negeri dengan paspor biasa dan ijin
kerja/dagang pada saat datang ke objek wisata seringkali juga di data
sebagai wisatawan mancanegara.

12) Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan

Holiday (Hari libur) berasal dari kata Holy Day yaitu hari suci yang
banyak kaitannya dengan keagamaan dan adat istiadat.

- Pada hari-hari suci tersebut, mereka tidak
mengerjakan hal-hal/pekerjaan mencari nafkah
secara rutin; mereka pergi ketempat suci dan
dilanjutkan dengan rekreasi, menikmati hiburan
dengan kesenian dan lomba ketangkasan.

Tahun 1552, (sebelum revolusi industri) masa pemerintahan Raja Edward
VI, umat Nasrani di Eropa dapat menikmati hari libur dengan
dikeluarkanya peraturan holiday dan fasting days, yang diikuti oleh

Usaha Jasa Pariwisata - 19

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

kantor-kantor swasta, pabrik dan kantor semi pemerintah di Inggris ,
meliburkan karyawannya.
Sejalan dengan kesepakatan peraturan perburuhan internasional, dibuat
pula peraturan kerja 7-8 jam sehari dan libur pada hari Minggu serta hak
cuti bagi karyawan karena secara psikologis semua pekerja
membutuhkan suasana relax dan bersenang-senang untuk melupakan
segala kesibukan kerja sejenak, sehingga setelah libur diharapkan
mereka memiliki semangat dan ide-ide baru dalam menyelesaikan
pekerjaannya.

Dengan berlakunya hari-hari libur dan cuti serta kebutuhan individual
untuk memenuhi tingkat kehidupan yang lebih sehat, serta meningkatnya
pendapatan maka pertumbuhan usaha pengadaan acara dan tempat
berlibur menjadi sangat pesat.

Hal ini tidak hanya berakibat banyaknya pengusaha yang bergerak
dibidang transportasi, akomodasi, penyediaan makanan minuman, dunia
hiburan serta pengenalan kekayaan alam/adat istiadat,budaya pada
daerah yang dikunjungi, tetapi juga banyak usaha bisnis yang
berkembang mengikuti tututan kebutuhan para pengunjung seperti :
bank, warung telkom, souvenir dll.

Wisatawan memerlukan

Transportasi Akomodasi Makan/ minuman Daerah Wisata

Usaha Jasa Pariwisata - 20

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Musim liburan merupakan musim impian “ramai pengunjung” bagi
perusahaan industri pariwisata, biasanya disebut high season /peak
season sedangkan musim “sepi pengunjung” biasa disebut low season.
Pada saat high season, tarif transportasi dan akomodasi/hotel tidak
berlaku discount, semua harga normal atau harga khusus (diatas harga
normal), namun pada saat low season tariff penerbangan dan hotel
biasanya berlaku harga khusus/discount.

13) Alasan melakukan wisata, jenis dan tujuan wisata

Alasan/motivasi orang melaksanakan perjalanan wisata adalah :
- pengakuan sosial dan kebanggaan
- relaks dan bersenang-senang
- menikmati fasilitas yang belum ada di kota/negara tempat tinggalnya
- menikmati makanan yang khas / tradisional
- berbelanja sesuatu yang khas dan tidak untuk dijual
- menyatukan diri dan menikmati keindahan alam
- melakukan ziarah keagamaan
- mengagumi hasil dan teknik pertanian
- menyaksikan pertunjukan budaya tradisional
- melihat langsung dan merasakan kehidupan masyarakat dan adat

istiadatnya
- menyaksikan peninggalan sejarah dan benda-benda kuno

Sedangkan Pacific Association Of Travel Agent ( PATA) menyatakan
alasan orang melakukan perjalanan antara lain :
- Keramahtamahan penduduk (Warm and Friendly People)
- Penginapan yang menyenangkan (Comfortable Accomodation)
- Keindahan alam (Beautiful Natural Scenery)
- Harga yang memuaskan (Reasonable Prices)
- Adat istiadat dan pandangan hidup yang menarik (An Attractive

Customer and Way Of Live)
- Cuaca yang baik (Good Climate)
- Keindahan kreasi manusia (Beautiful Creation Of Man)
- Makanan yang menarik (Outstanding Food)
- Pembelanjaan yang menarik (Good Shopping)
- Lingkungan yang istimewa (Exotic Environment)
- Ikatan sejarah atau keluarga (Historical Of Family Ties)
- Aktivitas rekreasi yang luar biasa (Exeptional Recreational Activities)

Dengan bermacam -macamnya alasan melakukan perjalanan wisata
tersebut, maka para pelaku bisnis layanan wisata, berkreasi untuk
membuat dan menyusun paket-paket wisata berdasarkan kebutuhan
wisatawan, antara lain:
- Wisata Alam /Ekowisata/Ecotourism
- Wisata Budaya / Culture

Usaha Jasa Pariwisata - 21

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- Wisata Sejarah / Historical
- Wisata Ziarah / Pilgrim
- Wisata Boga / Kuliner/Culinary
- Wisata Belanja /Shopping
- Wisata Pertanian /Agriculture
- Wisata Kelana / Petualangan/Adventure

Wisatawan akan datang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, bila di
daerah tersebut terdapat daya tarik (tourism resources) bagi wisatawan
tersebut untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, antara lain :

a. Objek Wisata Alam
Objek wisata alam (nature) adalah yang terbentuk dari gejala-gejala
alam dan dipelihara dengan memperhatikan keasliannya, walaupun di
tambahkan dengan fasilitas umum. Wisatawan yang datang biasanya
para pencinta alam.

Obyek Wisata Telaga Remis – Cirebon ( Sumber: UJP-P4TK BP)

b. Objek Wisata Buatan (man-made)

Masjid Agung di Medan Pura Taman Ayun di Bali

Usaha Jasa Pariwisata - 22

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Obyek wisata buatan manusia, seperti museum, monumen, situs
bersejarah dan purbakala, gedung bersejarah, galeri seni dan budaya,
pusat kegiatan seni dan budaya, taman dan hutan kota, cagar budaya,
budidaya agro, flora dan fauna, tempat ibadah, bangunan arsitektural,
bandara, pelabuhan dan stasiun, pasar tradisional,pusat perbelanjaan dll.

c. Atraksi wisata

Tari Barong Bali Jalan-jalan naik Gajah Pasar Terapung di Banjarmasin
di Thailand

Atraksi wisata selalu dikaitkan dengan :

- kekayaan budaya bangsa; peningkatan kepatuhan pada peraturan
perundangan yang berlaku, norma dan nilai kehidupan masyarakat

- jaminan keselamatan, keamanan dan kenyamanan, bagi pengelola,
pengguna jasa/wisatawan dan masyarakat

- ketertiban dan harmonisasi lingkungan
- nilai tambah dan manfaat yang luas bagi komunikasi lokal
- publikasi kegiatan pariwisata.

14) Daya tarik suatu daerah tujuan wisata

“Daya Tarik Wisata adalah sifat yang dimiliki oleh suatu obyek berupa
keunikan, keaslian, kelangkaan, lain dari pada yang lain memiliki sifat
yang menumbuhkan semangat dan nilai bagi wisatawan” (budpar).

Upacara adat Tari Perang Acara Bakar Batu
Sumber gambar : Budpar Sumber gambar: Budpar

Usaha Jasa Pariwisata - 23

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Suatu daerah dikatakan memiliki daya tarik wisata bila memiliki sifat:
- Keunikan, contoh: bakar batu (di Papua) sebuah cara masak

tradisional mulai dari upacara memotong hewan (babi) sampai
membakar daging, sayuran dan umbi/talas yang disekam dalam
lubang, ditutup batu lalu dibakar, serta keunikan cara memakan
masakan tersebut.
- Keaslian, alam dan adat yang dilakukan sehari-hari, dalam
berpakaian dan kehidupan keluarga dimana seorang perempuan
lebih mengutamakan menggendong babi yang dianggapnya sangat
berharga dari pada menggendong anak sendiri.
- Kelangkaan, sulit ditemui di daerah/negara lain
- Menumbuhkan semangat dan memberikan nilai bagi wisatawan

Sebuah daerah dikatakan layak dikunjungi wisatawan, bila ada tiga
kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tersebut, yaitu :
- Sesuatu yang dapat dilihat (Something to see), seperti keindahan

/keunikan alam, bangunan bersejarah, kesenian/budaya setempat.
- Sesuatu yang dapat dilakukan (Something to do), naik sampan,

mencoba makanan tradisional, menari dengan penari lokal, naik
kuda/gajah, dll
- Sesuatu yang dapat dibeli (Something to buy), untuk memenuhi
kebutuhan wisatawan untuk berbelanja, seperti souvenir dan
kerajinan rakyat yang dianggap para wisatawan sebagai barang
yang menarik sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal
masing-masing

15) Schema 5A

Swimming Cultural Man Made Resort
Diving Natural Hotel Losmen
Sky

Attraction Accommodation

Climbing Activities Hostel
Home stay
Bank TOURISM
Money Accessibility
Changer Amenities

Meal / cafe Post Souvenir Communications Transportation
Office Usaha Jasa Pariwisata - 24

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

“5 A” seringkali dijadikan pertimbangan oleh perusahaan perjalanan
wisata dalam menentukan suatu daerah tujuan wisata yaitu:

1. Kemudahan untuk dikunjungi dan memiliki jalan yang dapat dilalui
oleh kendaraan (Accessibility)

Lokasi wisata yang layak, aman, nyaman dan dapat
dijangkau / ditempuh oleh wisatawan secara individu
maupun rombongan dan adanya sarana penunjang
transportasi, seperti kelayakan dan kenyamanan serta
keamanan jalan menuju lokasi. Kecuali bagi wisatawan
adventure, yang mampu menelusuri lokasi wisata
dengan berjalan kaki, namun pada jarak tertentu.
Transportasi:Pesawat Udara/Kapal Laut/Kereta
Api/Bus,minibus, sedan, motor, sepeda, becak.

2. Kemudahan mendapatkan/ada tempat penginapan yang layak bersih
dan ramah/menyenangkan (Accommodations)

Terdapat tempat untuk bermalam dan beristirahat
yang layak, aman dan memenuhi persyaratan
kesehatan / sanitasi yang sehat. Diantaranya: Hotel,
resort, hostel, losmen, guest house, caravan, sewa
tenda, ataupun rumah penduduk (sebagian fasilitas
nya) yang memang diperuntukkan bagi wisatawan.

3. Kemudahan melihat atraksi yang khas dilokasi wisata (Attraction)

Adanya atraksi atau objek wisata yang dikelola oleh
pemerintah/masyarakat setempat yang layak serta
aman untuk dikunjungi wisatawan.
Natural : Pantai, laut, hutan alam, telaga, gunung.
Man Made : Museum, candi, taman, monumen.
Culture : seni, adat, tempat bersejarah, situs.

4. Kemudahan dan adanya sarana fasilitas untuk melakukan kegiatan
yang menyenangkan dan aman didaerah tersebut (Activities)

Adanya aktifitas yang layak dilakukan wisatawan
dengan aman,dan dapat dipantau keselamatannya.
Diantaranya: mendaki gunung, menyelam, Ski,
berenang, berjalan santai, menonton pertunjukan,
santai menikmati pemandangan dan kesejukan
alam.

Usaha Jasa Pariwisata - 25

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

5. Fasilitas lain yang menunjang perjalanan wisata, seperti telepon,
penukaran uang, toko souvenir dll (Amenities).

Tersedianya fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh
wisatawan seperti : Bank, Money changer, ATM, toko,
rumah makan, toilet yang memadai, kantor pos,
cinderamata, pasar, jaringan internet, HP, telegram.

16) Kepariwisataan di Indonesia

1. Kebijakan Pemerintah tentang Pariwisata

Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa
pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik
wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang
tersebut.

Sesuai dengan Undang-undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang
Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam:

a. Usaha Jasa Pariwisata terdiri dari:
1) Jasa Biro Perjalanan Wisata;
2) Jasa Agen Perjalanan Wisata;
3) Jasa Pramuwisata;
4) Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran;
5) Jasa Impresariat;
6) Jasa Konsultan Pariwisata;
7) Jasa Informasi Pariwisata.

b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata dikelompokkan dalam:
1) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam;
2) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya;
3) Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.

c. Usaha Sarana Pariwisata yang dikelompokkan dalam:
1) Penyediaan Akomodasi;
2) Penyediaan Makanan dan Minuman;
3) Penyediaan Angkutan Wisata;
4) Penyediaan Sarana Wisata Tirta;
5) Penyediaan Kawasan Pariwisata.

Usaha Jasa Pariwisata - 26

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Kepariwisataan

Usaha Jasa Pengusahaan Obyek Usaha Sarana
dan Daya Tarik Pariwisata:
Pariwisata: Wisata: 1) Penyediaan
1) Pengusahaan
1) Jasa Biro Akomodasi;
Perjalanan Wisata; Obyek dan Daya 2) Penyediaan Makanan
Tarik Wisata Alam;
2) Jasa Agen 2) Pengusahaan dan Minuman;
Perjalanan Wisata; Obyek dan Daya 3) Penyediaan
Tarik Wisata
3) Jasa Pramuwisata; Budaya; Angkutan Wisata;
4) Jasa Konvensi, 3) Pengusahaan 4) Penyediaan Sarana
Obyek dan Daya
Perjalanan Insentif Tarik Wisata Minat Wisata Tirta;
dan Pameran; Khusus. 5) Penyediaan Kawasan
5) Jasa Impresariat;
6) Jasa Konsultan Pariwisata.
Pariwisata;
7) Jasa Informasi
Pariwisata.

Sesuai ketentuan, batasan, pengertian dari masing-masing bidang usaha:

a. Usaha Jasa Pariwisata:
1) Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat
komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan
pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk
melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata;
2) Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang
menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai
perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk
melakukan perjalanan;
3) Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial
yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga
pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau
kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata;
4) Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah
usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi
suatu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan,
usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang
berkaitan dengan kepentingan bersama;
5) Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan
hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun

Usaha Jasa Pariwisata - 27

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis
hiburan;
6) Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat
yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul
mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan
disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui
serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh
tenaga ahli profesional;
7) Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi,
penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.

b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata:

1) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha
pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah
ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan
sasaran wisata;

2) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan
usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek
dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata;

3) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus
merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan atau
potensi seni budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisatawan
yang mempunyai minat khusus.

c. Usaha Sarana Pariwisata:

1) Penyediaan akomodasi adalah usaha penyediaan kamar dan
fasilitas lain serta pelayanan yang diperlukan;

2) Penyediaan makanan dan minuman adalah usaha pengolahan,
penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat
dilakukan sebagai bagian dari penyediaan akomodasi ataupun
sebagai usaha yang berdiri sendiri;

3) Penyediaan angkutan wisata adalah usaha khusus atau sebagian
dari usaha dalam rangka penyediaan angkutan pada umumnya
yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang
menyediakan angkutan wisata;

4) Penyediaan sarana wisata tirta adalah usaha penyediaan dan
pengelolaan prasarana dan sarana serta jasa yang berkaitan
dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan di laut, sungai,
danau, rawa, dan waduk), dermaga serta fasilitas olahraga air
untuk keperluan olahraga selancar air, selancar angin, berlayar,
menyelam dan memancing;

5) Penyediaan kawasan pariwisata adalah usaha yang kegiatannya
membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk
memenuhi kebutuhan pariwisata.

Usaha Jasa Pariwisata - 28

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

d. Kepariwisataan Indonesia mencakup pada tiga hal yakni:
1) memihak pertumbuhan (pro-growth)
2) penciptaan lapangan kerja (pro-job)
3) berpihak pada masyarakat (pro-social life)

sehingga pembangunan pariwisata akan mampu mensejahterakan
masyarakat. Pembangunan pariwisata di daerah-daerah harus berpihak
pada tiga hal ini, sehingga masyarakat akan merasakan manfaat dari
kegiatan pariwisata (Jero Wacik, budpar)
The World Travel and Tourism Council (1991) mengungkapkan bahwa
pariwisata adalah industri penting dan terbesar didunia; negara negara-
pun sibuk mereposisi industrinya.

Pada awal abad ini, seorang ahli ekonomi mikro, Joseph Pine II dan

James H. Gilmore, menyebutkan negara-negara industri telah mereposisi

ekonominya dari brand-based economy (ekonomi manufaktur

berbasiskan produk-produk bermerek) menjadi experience economy

(ekonomi berbasiskan experience atau kesan) (Rhenald Kasali). Dan

menyatakan bahwa:

a. Lingkungan dan pariwisata, saling berkaitan dan memberikan manfaat

satu dengan lainnya. Pariwisata membutuhkan kondisi ekosistem yang

sehat untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih

bagi wisatawan. Lingkungan secara umum, dapat diartikan lingkungan

sumber daya manusia dan lingkungan alam.

b. Masyarakat pada daerah tujuan wisata harus mampu melayani dengan

sopan, ramah, serta menyenangkan para pengunjung. Sementara

lingkungan alam membutuhkan perawatan yang seharusnya

merupakan kewajiban pengelola, yang disisikan dari keuntungan

c. Penyelenggaraan kepariwisataan di Indonesia bertujuan :

- Melestarikan, mendayagunakan, mewujudkan dan

memperkenalkan segenap anugerah kekayaan destinasi sebagai

keunikan dan daya tarik wisata yang memiliki keunggulan daya

saing.

-

Pantai Bangka Belitung (indonext.com)

Usaha Jasa Pariwisata - 29

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- Mendorong pengelolaan dan pengembangan sumberdaya
destinasi yang berbasis komunitas secara berkelanjutan.

- Memberikan arah dan fokus terhadap keterpaduan pelaksanaan
pembangunan destinasi.

- Menggali dan mengembangkan potensi ekonomi, kewirausahaan,
sosial dan teknologi komunikasi melalui kegiatan kepariwisataan.

- Memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan
lapangan kerja.

- Mengoptimalkan pendayagunaan produksi lokal dan lapangan
kerja.

- Meningkatkan pendapatan asli daerah dalam rangka mendukung
peningkatan kemampuan dan kemandirian perekonomian daerah;

- Memupuk rasa cinta serta kebanggaan terhadap tanah air guna
meningkatkan persahabatan antar daerah dan bangsa.

d. Penyelenggaraan kepariwisataan didasarkan pada Kode Etika

Pariwisata Global dan dapat memberikan kontribusi untuk saling

memahami dan saling menghormati antara manusia dan masyarakat,

sebagai:

- penggerak bagi kepuasan bersama dan individu;

- faktor pembangunan yang berkelanjutan;

- warisan budaya dan kontributor terhadap peningkatan;

- aktivitas yang menguntungkan negara, daerah dan masyarakat

lokal;

- pariwisata mendorong kewajiban seluruh sektor pembangunan

dalam pengembangan pariwisata;

- pariwisata mendorong kebebasan hak-hak kepariwisataan;

- pariwisata menjamin kebebasan pergerakan wisatawan;

- pariwisata wajib mengembangkan hak-hak tenaga kerja dan

wirausahawan dalam industri pariwisata.

e. Sumber daya pariwisata dalam kepariwisataan terdiri atas :
- sumber daya alam ciptaan Tuhan Yang maha Esa, berupa letak
geografi, kepulauan, laut, flora dan fauna, sungai, danau, hutan,
bentang alam, iklim;
- sumber daya hasil karya manusia, berupa hasil rekayasa daya
alam, kebudayaan, nilai sosial, warisan sejarah dan teknologi;
- sumber daya manusia berupa kesiapan, kompetensi dan peran
serta masyarakat.

f. Pemanfaatan sumber daya pariwisata:
- nilai-nilai agama, adat istiadat, kelestarian budaya serta nilai-nilai
yang berkembang dengan memperhatikan;
- potensi ekonomi dan kewirausahaan;
- kelestarian dan mutu lingkungan hidup yang berkelanjutan;

Usaha Jasa Pariwisata - 30

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

- keamanan, keselamatan, ketertiban dan kenyamanan wisatawan
dan masyarakat;

- kesejahteraan komunitas;
- kelangsungan pengelolaan sumber daya pariwisata itu sendiri.

Jumlah Wisatawan yang datang ke Indonesia
- Jumlah wisman (wisatawan mancanegara )
dari 15 pintu masuk selama Januari-Juli
2007, mencapai 2,57 juta orang atau
meningkat 12,89 persen dibanding jumlah
wisman pada periode yang sama tahun
2006 sebanyak 2,27 juta orang.

- Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah
Tujuan Wisata pada Juni 2007 mencapai rata-rata 52,87 persen,
mengalami kenaikan 4,27 poin dibanding TPK Mei 2007 sebesar
48,60 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 57,70 persen
pada Mei 2007 menjadi 58,50 persen pada Juni 2007.

Alam Pedesaan sebagai daya tarik untuk kesejahteraan m asyarakatnya

17) Sumber pendapatan Negara dari Pariwisata

“Dibidang jasa (services ) dalam Neraca Pembayaran Indonesia
(Indonesia Balance of Payments) hingga sekarang hanya industri
pariwisata (travel) yang masih selalu surplus.
Devisa pariwisata yang dengan susah payah kita peroleh, tentunya harus
kita jaga agar RUPIAH tidak mudah keluar dibelanjakan keluar negeri.
Justru kebalikannya, kita harus mengupayakan bagaimana para
pendatang/wisatawan MAU membelanjakan uangnya dinegara kita.
Kalau wisatawan domestik lebih menyukai berwisata ke luar negeri
membelanjakan uangnya, tentunya neraca pembayaran untuk jasa
pariwisata bisa minus," (Jero Wacik, budpar)

Usaha Jasa Pariwisata - 31

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Wisatawan Wisatawan

Imigrasi & Bea Imigrasi & Bea
Cukai Cukai

Shooping Lokal
Center Transport

Bank & Biro
money perjalanan
changer wisata

Sarana Hotel
Komunikasi /akomoda

Souvenir i

Schema by : dh Makanan
minuman
Tour Guide
Seni&Budaya

Dunia Hiburan Wisata alam

Sebagai gambaran dari kegiatan kepariwisataan dalam perekonomian
nasional 2004 memberikan dampak hingga 5,43% pada produksi
nasional, 5,01% pada PDB Indonesia, dan 9,06% pada kesempatan
kerja. Sedangkan dampaknya terhadap pajak mencapai 7,81%.
Perhatikan bagaimana dampak ekonomi nasional dengan kedatangan
wisatawan (yang membelanjakan uang yang dibawa dari tempat asalnya)
dapat mempengaruhi laju perputaran uang dan perkembangan ekonomi
masyarakat.
Peristiwa pahit bagi yang dirasakan oleh bangsa Indonesia saat peristiwa
“Bom Bali” yang membawa dampak perekonomian dan penghasilan
penduduk Bali pada khususnya dan sebagian masyarakat Indonesia yang
terkait dengan bisnis pariwisata. Kejadian tersebut membuktikan betapa
besar dampak keberadaan pariwisata terhadap devisa negara dan
kesejahteraan masyarakat.
Pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke
Indonesia tahun 2006 mengalami kenaikkan cukup signifikan. Tercatat
rata-rata pengeluaran (average of expenditure) mereka per kunjungan
mencapai US$ 913.09 atau naik 1,01% dibanding tahun 2005 sebesar
US$ 904.00 per kunjungan.

Usaha Jasa Pariwisata - 32

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

Kenyamanann dan keamanan Bandara juga menjadi daya tarik para wisatawan

Pengeluaran wisman per hari mencapai US$ 100,48 mengalami kenaikan
0,62% dibanding tahun sebelumnya US$ 99,86. Kelompok wisman yang
mempunyai maksud kunjungan berolahraga tercatat mempunyai
pengeluaran yang paling tinggi yakni mencapai US$ 1.273,87/orang per
kunjungan.

Sebelumnya pengeluaran wisman terbesar itu diraih kelompok wisman
yang bermaksud untuk pemeliharan kesehatan dan kecantikan yang kini
menduduki posisi kedua. Kelompok wisman yang berlibur rata-rata
mempunyai pengeluaran sebesar US$ 1.024,30/orang per kunjungan
atau mengalami kenaikan sebesar 2,55% dibanding tahun 2005.

Survey tersebut juga menemukan bahwa pengeluaran wisman terbesar
masih digunakan untuk akomodasi (hotel) yakni 34,48%. Sedangkan
makan minum dan cinderamata mencapai 19,33% dan 7,83%.
- Pariwisata sebagai Multi Bisnis

Skema dibawah ini menggambarkan bahwa pariwisata memiliki
ruang lingkup luas dan saling terkait. Penghasilan yang didapat oleh
pekerja yang terkait langsung ”direct involvement sector” (hotel, tour
operation, restoran. transportasi, obyek wisata) dan yang tidak terkait
langsung (laundry, airline, café, souvenir, bakery, fashion, artis,
pemusik, penari budaya, penjual bensin, percetakan, wartel, money
changer, dll)
- Dampak Perkembangan Pariwisata
Pengembangan industri pariwisata berdampak langsung kepada
masyarakat selaku tuan rumah (host). Dampak positif sangat
diharapkan, tetapi pemerintah dan masyarakat harus mampu
mengantisipasi dampak negatif yang dapat merugikan masyarakat.

Berbeda dengan penambahan devisa melalui penambangan ataupun
pabrik-pabrik, pengembangan industri pariwisata tidak akan pernah

Usaha Jasa Pariwisata - 33

Karakteristik Sumber Daya Manusia Dalam Industri Pariwisata

surut ”bahan baku” bahkan dapat diperkaya dengan krativitas para
generasi muda selaku host dengan memperhatikan dan
mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.

Dampak negatif harus diantisipasi, kalau tidak, akan rusak dan
hancurlah aset industri pariwisata Indonesia dengan musnahnya
budaya, hilangnya bangunan bersejarah, rusaknya lingkungan alam.

Electriciant

Bakers Laundry

Entertains

Direct Involvement Sector Artists

Plumbers Hotel Airline
Worker

Butchers Restaurant Airline Marketing
Company
Crafts Retail The Hire car
Persons stores Tourist s company Petrol
Retailer
Dollar

Market Ship /Ferry Bus /Coach Cafes
Gardeners Operator Operator
Govt.Fees
Dock Tourism
Workers Object Tour
Guide
Souvenir Tour Operator

Direct Involvement Sector

Graphic Artist Printers Newspapers

Sumber: Tourism Introduction` Ian Jackson

Usaha Jasa Pariwisata - 34


Click to View FlipBook Version