Gusrina
BUDIDAYA IKAN
JILID 1
SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
BUDIDAYA IKAN
JILID 1
Untuk SMK : Gusrina
: Tim
Penulis
Perancang Kulit
Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm
GUS GUSRINA
b
Budidaya Ikan Jilid 1 untuk SMK /oleh Gusrina ---- Jakarta
: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xii. 202 hlm
Daftar Pustaka : A1-A8
Glosarium : B1-B12
ISBN : 978-602-8320-20-7
Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.
Jakarta, 17 Agustus 2008
Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR
Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan
yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga
pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya
ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan buku-
buku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan
secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi
kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) SMK.
Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai
bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan
punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan
sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang
wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab
ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang
nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam
berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang
pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan
penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa
usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada
bab terakhir.
Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar,
payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah
memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang
nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi,
biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang
harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi
induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen
ikan.
Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas
berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini
dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada
suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-
teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan
anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai
dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku
ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta
wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun
karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun.
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
JILID 1
KATA PENGANTAR .........................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
SINOPSIS........................................................................................................ v
PETA KOMPETENSI......................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN ................................................................ 23
2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN ....................................... 23
2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA............................................... 29
2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA.................................................. 45
BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN .................................................................. 51
3.1. SUMBER AIR ..................................................................................... 52
3.2. PARAMETER KUALITAS AIR ............................................................ 54
3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN ........................ 69
BAB IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN................................................... 75
4.1. SELEKSI INDUK................................................................................. 75
4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN.............................................................. 105
4.3 PENETASAN TELUR ........................................................................ 133
4. 4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN ............................... 141
4.5. PEMBESARAN IKAN.................................................................... 149
4.6. PEMANENAN ................................................................................. 160
JILID 2
BAB V. NUTRISI IKAN ......................................................................... 167
5.1. ENERGI ........................................................................................... 167
5.2. PROTEIN.......................................................................................... 172
5.3. KARBOHIDRAT ............................................................................ 187
5.4. LIPID ............................................................................................. 195
5.5. VITAMIN ....................................................................................... 204
5.6. MINERAL ...................................................................................... 237
BAB VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN .................................................... 249
6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU ........................................................ 252
6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN.......................................... 264
6.3 PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN ............................................. 282
6.4. UJI COBA PAKAN IKAN............................................................... 292
6.5. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN ............................................ 315
6.6 PAKAN DAN KUALITAS AIR........................................................ 324
BAB VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI ................................. 329
7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI ....................................................... 329
7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON................................................... 337
7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON ....................................................... 355
iii
7.4. BUDIDAYA BENTHOS ................................................................. 389
7.5. BIOENKAPSULASI......................................................................... 397
JILID 3
BAB VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN .................................................... 401
8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT.......................................... 401
8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN............................. 413
8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT ............................................... 418
8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN................................................ 431
BAB. IX. PEMASARAN .............................................................................. 447
9.1. PENGERTIAN PEMASARAN ....................................................... 447
9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN.............................. 448
9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN ............................ 450
9.4. ESTIMASI HARGA JUAL.............................................................. 452
9.5. SISTEM PENJUALAN .................................................................. 455
9.6. STRATEGI PROMOSI ................................................................... 456
BAB. X. ANALISA KELAYAKAN USAHA ................................................... 465
BUDIDAYA IKAN ..................................................................................... 465
10.1. PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN ............................................ 465
10.2. NET PRESENT VALUE (NPV) ..................................................... 478
10.3. NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)................................. 479
10.4. INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) .......................................... 479
10.5. ANALISIS BREAK EVENT POINT (BEP) ..................................... 480
10.6. APLIKASI ANALISA USAHA ........................................................ 481
BAB. XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN ........................................... 487
KERJA ......................................................................................................... 487
11.1. PENGERTIAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) 487
11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN
BUDIDAYA .............................................................................................. 487
LAMPIRAN A DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN B GLOSARIUM
iv
SINOPSIS
Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para
peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang
mengambil program studi Budidaya Ikan. Menurut SKKNI dalam program
studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar,
Budidaya Ikan Air Laut, Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias.
Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang
bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai
habitat budidaya. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang
dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan, media yang optimal dalam
budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan
kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang, bagaimana melakukan
proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya
dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya, kebutuhan nutrisi untuk ikan yang
akan dibudidayakan, bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan
pada ikan budidaya, bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan
yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya, hama dan
penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan.
Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini
dan masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu
jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga
jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Dengan
mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Oleh
karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan
budidaya sangat dibutuhkan. Dengan semakin bertambahnya jumlah
penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya, maka dibutuhkan
suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas
tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan mempelajari buku teks ini
diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada
berbagai media dan teknologi budidaya.
Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang
dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang
investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan
diterapkan. Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif
dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah
lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya. Selain itu dalam
membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan
benih, maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana
membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan.
v
Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami
pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Oleh
karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang
dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan
pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang
dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan.
Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati
dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan produksi pada ikan budidaya. Aplikasi teknologi molekuker
dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom,
rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Rekayasa kromosom antara
lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis, androgenesis dan poliploidisasi
yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas
ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan.
Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan
rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat
komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi
pembudidaya misalnya gen pertumbuhan, gen antibeku dan gen warna
tubuh.
Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami
pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. Dalam
buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan
suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan
bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.
vi
PETA KOMPETENSI
KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI
PBD. PL 00.001U.01 Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI
1. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan
2. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan
Memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan dan
lingkungan di tempat kerja
PBD. PL 00.002U.01 1. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan
dan keselamatan di tempat kerja
PBD. PL 00.003U.01
PBD. PL 00.004U.01 2. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan
PBD. PL 00.005U.01 kerja dalam kondisi bahaya/darurat
3. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja
Membina kerjasama
1. Melakukan interaksi di tempat kerja
2. Melakukan pertemuan, menyelami dan mengarahkan
klien dan pelanggan
3. Memelihara penampilan pribadi
Menggunakan sistem komunikasi
1. Mengumpulkan, mencatat dan mengirim data
2. Mengumpulkan, mencatat dan menyediakan
informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja
3. Menanggapi masalah
Membuat perencanaan kerja
1. Membuat jadwal kegiatan
2. Mengatur bahan, peralatan dan cara kerja
Menyiapkan peralatan
PBD. PL 00. 006U. 01 1. Mengidentifikasi jenis peralatan
2. Menentukan peralatan
3. Mengontrol cara kerja peralatan
4. Membuat laporan
vii
PBD.PL 00.007U.01 Mengidentifikasi parameter kualitas air
1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan
dalam identifikasi parameter kualitas air
2. Mengambil sampel air di lapangan
3. Mengukur parameter kualitas air
4. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas
air
KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI
PBD. PL00.008U. 01 Menentukan lokasi budidaya
1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
PBD. PL 00. 009U. 01
budidaya
PBD. PL 00. 010U. 01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui
PBD. PL 00. 011U. 01 kegiatan survey lapangan
PBD. PL00.012U. 01 3. Menentukan lokasi
4. Membuat laporan
Menyiapkan wadah
1. Mengidentifikasi wadah
2. Menentukan wadah
3. Mengontrol proses penggunaan wadah
4. Membuat laporan
Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan
1. Mengambil sampel di lapangan
2. Mengidentifikasi gejala serangan
3. Menentukan jenis parasit
4. Membuat laporan
Mengemas ikan
1. Menyiapkan teknik pengepakan
2. Menentukan jenis ikan yang dikemas
3. Melakukan pengepakan ikan
4. Membuat laporan
Memasarkan ikan
1. Mencari order pemasaran
2. Melaksanakan penjualan
3. Menyiapkan kuota/target
4. Mengontrol proses pemasaran
viii
PBD.PL 01.001I.01 Menentukan lokasi pembenihan ikan
PBD.PL 01.002I.01
PBD.PL 01.003I.01 1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
PBD.PL 01.004I.01 pembenihan
PBD.PL 01.005I.01
PBD.PL 01.006I.01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan
PBD.PL.01.007I.01 3. Memilih lokasi pembenihan ikan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pembenihan ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan media
pembenihan
2. Menyiapkan wadah pembenihan
3. Menyiapkan air untuk pembenihan
4. Membuat laporan
Mengelola induk ikan
1. Memelihara calon induk ikan
2. Menyeleksi calon induk jantan dan betina
3. Melakukan pematangan gonad induk ikan
4. Menyeleksi induk siap pijah
Memijahkan induk ikan
1. Melakukan proses pemijahan ikan
2. Menangani telur
3. Menetaskan telur
Mengkultur pakan alami
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami
2. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami
3. Menebar bibit pakan alami
Memelihara larva ikan
1. Merawat larva ikan
2. Memberi pakan larva
3. Mengamati perkembangan larva
4. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan
larva
5. Memantau kualitas dan kuantitas air pada
pemeliharaan larva
Memanen hasil pembenihan ikan
1. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil
pembenihan
2. Melakukan pemananen benih ikan
3. Mengemas benih ikan
4. Membuat laporan
ix
PBD.PL.01.008I.01 Memasarkan hasil pembenihan ikan
PBD.PL 02.009I.01 1. Mengidentifikasi calon pembeli
PBD.PL 02.010I.01 2. Membuat kesepakatan
PBD.PL 02.011I.01 3. Melakukan transaksi
PBD.PL 02.012I.01 4. Melakukan perhitungan laba rugi
5. Membuat laporan
PBD.PL 02.013I.01 Menentukan lokasi pendederan ikan
1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
pendederan ikan
2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan
3. Memilih lokasi pendederan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pendederan ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan
2. Menyiapkan wadah pendederan ikan
3. Menyiapkan air untuk pendederan ikan
4. Membuat laporan
Menebar benih ikan pada pendederan
1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan
2. Menebar benih ikan
3. Membuat laporan
Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan
1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan
benih ikan
2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan
benih ikan
3. Melakukan sortasi
4. Membuat laporan
Mengelola pakan benih ikan pada pendederan
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan
2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih
ikan
3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian
pakan
4. Membuat laporan
x
PBD.PL 02.014I.01 Mengelola kualitas dan kuantitas air pada
pendederan ikan
PBD.PL 02.015I.01 1. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan
PBD.PL 02.016I.01
PBD.PL 02.017I.01 kuantitas air
PBD.PL 03.018I.01 2. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada
PBD.PL 03.019I.01
pendederan ikan
3. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada
pendederan ikan
4. Membuat laporan
Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan
ikan
1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan
penyakit
2. Mengidentifikasi hama dan penyakit
3. Melakukan pengobatan ikan
4. Mencatat kejadian serangan penyakit
5. Membuat laporan
Memanen hasil pendederan ikan
1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil
pendederan ikan
2. Memanen benih ikan
3. Membuat laporan
Memasarkan hasil pendederan ikan
1. Mengidentifikasi calon pembeli
2. Membuat kesepakatan
3. Melakukan transaksi
4. Melakukan perhitungan laba rugi
5. Membuat laporan
Menentukan lokasi pembesaran ikan
1. Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi
2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran
ikan
3. Memilih lokasi pembesaran ikan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pembesaran ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran
ikan
2. Menyiapkan wadah pembesaran ikan
3. Menyiapkan media pembesaran ikan
4. Membuat laporan
xi
PBD.PL 03.020I.01 Menebar benih ikan pada pembesaran
PBD.PL 03.021I.01
PBD.PL 03.022I.01 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan
PBD.PL 03.023I.01 2. Menebar benih ikan
PBD.PL 03.024I.01 3. Membuat laporan
PBD.PL 03.025I.01
Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran
1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan
ikan
2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan
ikan
3. Melakukan sortasi
4. Membuat laporan
Mengelola pakan pembesaran ikan
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk
pembesaran ikan
2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan
pembesaran ikan
3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian
pakan
4. Membuat laporan
Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran
ikan
1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan
penyakit
2. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada
pembesaran ikan
3. Melakukan pengobatan ikan
4. Mencatat kejadian serangan penyakit
5. Membuat laporan
Memanen hasil pembesaran ikan
1. Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil
pembesaran
2. Melakukan pemanenan
3. Mengemas ikan hasil pembesaran
4. Membuat laporan
Memasarkan hasil pembesaran ikan
1. Mengidentifikasi calon pembeli ikan
2. Melakukan kesepakatan
3. Melakukan transaksi
4. Melakukan penghitungan laba rugi
5. Membuat laporan
xii
BAB I PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu nasional produksi perikanan
budidaya baru mencapai 1,48 juta
negara dengan luas perairan hampir ton. Oleh karena itu, untuk tahun
dua pertiga dari luas wilayahnya 2006 Departemen Kelautan dan
yaitu sekitar 70%. Wilayah perairan
di Indonesia berdasarkan kandungan Perikanan Republik Indonesia,
kadar garamnya atau salinitas dapat menurut Freddy Numberi (2006),
dikelompokkan menjadi tiga jenis akan menargetkan produksi
perairan yaitu perairan tawar, perikanan pada tahun 2006
perairan payau dan perairan laut. mencapai 7,7 juta ton atau
Dari ketiga jenis perairan tersebut meningkat sebesar 13%, yang terdiri
dapat dihasilkan suatu produksi dari produksi perikanan tangkap
perikanan yang memberikan nilai sebesar 5,1 juta ton dan produksi
tambah bagi pertumbuhan ekonomi perikanan budidaya sebesar 2,6 juta
nasional yang dapat meningkatkan ton, serta konsumsi ikan menjadi
kesejahteraan masyarakat Indonesia. 28kg/kapita/tahun.
Potensi perikanan budidaya secara Berdasarkan target produksi
nasional diperkirakan sebesar 15,59 perikanan budidaya yang telah
juta hektar (Ha) yang terdiri dari ditetapkan oleh Departemen
potensi air tawar 2,23 juta ha, air Kelautan dan Perikanan maka
payau 1,22 juta ha dan budidaya laut Departemen Pendidikan Nasional
12,14 juta ha. Pemanfaatannya sebagai departemen yang akan
hingga saat ini masing-masing baru menciptakan sumber daya manusia
10,1 persen untuk budidaya ikan air yang bergelut dibidang kelautan dan
tawar, 40 persen pada budidaya air perikanan untuk membuat suatu
payau dan 0,01 persen untuk
budidaya laut, sehingga secara
1
perangkat pendidikan agar dihasilkan Buku teks yang akan dipergunakan
sumber daya manusia yang untuk kegiatan pembelajaran di SMK
kompeten sesuai dengan tuntutan bagi bidang keahlian Budidaya Air
perkembangan ilmu pengetahuan tawar, Budidaya Air Payau dan
dan teknologi yang berkembang saat Budidaya Air laut ini diberi judul
ini. Budidaya Ikan. Dalam buku
Budidaya Ikan ini akan dibahas
Perikanan budidaya baik perikanan tentang berbagai topik yang sangat
air tawar, air payau dan air laut mendukung pemahaman tentang
sangat potensial untuk bagaimana cara melakukan
dikembangkan di Indonesia. Sekolah budidaya ikan sesuai dengan kaidah-
Menengah Kejuruan merupakan kaidah dalam melakukan kegiatan
salah satu jenjang pendidikan yang produksi budidaya ikan. Topik-topik
akan menciptakan sumberdaya pembelajaran ini dikelompokkan
manusia tingkat menengah yang dalam beberapa bab yaitu wadah
trampil dan kompenten sesuai budidaya ikan, media budidaya ikan,
dengan bidang keahliannya masing- pengembangbiakan ikan, nutrisi ikan,
masing. Salah satu bidang keahlian teknologi pakan buatan, teknologi
yang ada pada SMK ini adalah produksi pakan alami, hama penyakit
Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. ikan dan genetika ikan.
Dalam bidang keahlian ini akan
dipelajari berbagai macam hal Wadah budidaya ikan
tentang budidaya ikan dari berbagai
macam perairan baik tawar, payau Dalam bab ini akan dibahas tentang
dan laut, yang dalam kegiatan berbagai macam wadah yang dapat
produksi akuakultur dikenal sebagai dipergunakan untuk melakukan
budidaya air tawar (freshwater kegiatan budidaya ikan antara lain
culture), budidaya air payau adalah kolam/tambak, bak, akuarium
(brackishwater culture) dan budidaya dan karamba jaring terapung. Selain
laut (mariculture). Salah satu alat itu juga akan dibahas tentang
bantu yang dapat membantu dalam bagaimana konstruksi dari setiap
kegiatan belajar mengajar di SMK wadah yang akan dipergunakan
adalah buku. Saat ini ketersediaan untuk melakukan kegiatan budidaya
buku teks tentang budidaya ikan di ikan yang sesuai dengan
Indonesia masih sangat terbatas. tingkat/level produksi yang
Oleh karena itu Departemen diterapkan. Dan juga akan dibahas
Pendidikan Nasional melalui tentang bagaimana menyiapkan
Direktorat Pembinaan SMK, Dirjen wadah budidaya ikan yang akan
Mandikdasmen mengadakan dipergunakan untuk kegiatan
kegiatan penulisan buku teks yang budidaya sesuai dengan kaidah-
dapat digunakan bagi semua kaidah dalam melakukan kegiatan
kalangan pendidik dan tenaga budidaya.
kependidikan yang ada di SMK.
2
Dengan memahami berbagai macam Pada masyarakat yang hidup di
wadah budidaya, konstruksi wadah daerah pantai dimana pantainya
budidaya dan persiapan wadah mempunyai perairan laut yang
budidaya ikan yang akan terlindung dari ombak dan badai
dipergunakan untuk kegiatan seperti teluk, selat dan perairan
budidaya maka akan diperoleh dangkal yang terlindung dapat
peningkatan produktivitas dalam melakukan kegiatan budidaya ikan.
budidaya ikan. Berdasarkan Berdasarkan lokasi budidaya ikan
keberadaan dan lokasi perairan tersebut dapat dilakukan pemilihan
yang ada di Indonesia maka kegiatan terhadap wadah budidaya ikan yang
budidaya ikan air tawar akan lebih sesuai dengan karakteristik setiap
banyak dilakukan pada masyarakat lokasi budidaya. Berdasarkan jenis
yang tinggal di daerah dataran wadah budidaya ikan yang dipilih
rendah atau dataran tinggi, oleh para pembudidaya ikan di
sedangkan budidaya ikan air payau Indonesia,menurut Effendi (2004),
dapat dilakukan pada masyarakat sistem budidaya ikan dan beberapa
Indonesia yang tinggal di daerah komoditas yang sudah lazim
sekitar pantai, muara sungai atau dibudidayakan di Indonesia dapat
rawa payau. dilihat pada Tabel 1.1. dan Gambar
1.1 – 1.20 Berbagai macam
komoditas ikan budidaya.
Tabel 1.1. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam
sistem budidaya di Indonesia.
Sistem Komoditas
Kolam air tenang
Ikan mas, nila, gurami, udang galah, patin, bawal,
Kolam air deras tawes, ikan hias, tambakan, sepat, kowan, mola,
Tambak sidat, pakan alami
Jaring apung Ikan mas
Udang windu, bandeng, belanak, mujair, nila,
kakap putih, kerapu, rumput laut, kepiting bakau,
udang galah
Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar,
ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin,
3
Jaring tancap bawal, sidat, ikan hias air tawar.
Keramba Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar,
Kombongan ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin,
Akuarium/tangki/bak bawal, sidat, ikan hias air tawar
Ikan mas, nila, mujair, patin, gurami, betutu
Ikan mas, ikan nila
Ikan hias, benih ikan konsumsi, plankton pakan
alami
Gambar 1.1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
4
Gambar 1.2. Ikan Nila (Oreochromis Gambar 1.4. Udang galah
niloticus) (Macrobrachium rosenbergii)
Gambar 1.3. Ikan Gurami Gambar 1.5. Ikan Patin (Pangasius
(Osphronemus Gouramy) hiphothalamus)
5
Gambar 1.6. Ikan bawal (Colosoma Gambar 1.9. Ikan sepat
brachyponum) (Trichogaster pectolaris )
Gambar 1.10. Ikan kowan
(Ctenopharyngodon idella)
Gambar 1.7. Ikan tawes ( Puntius
gonionotus)
Gambar 1.8. Ikan tambakan Gambar 1.11. Ikan lele (Clarias sp)
(Helestoma temmincki)
6
Gambar 1.15. Kerapu merah
(Plectropomus maculatus)
Gambar 1.12. Ikan sidat
(Anguilla sp.)
Gambar 1.16. Ikan kakap putih
(Lates calcariver)
Gambar 1.13. Udang Vanamei
(Penaeus vannamei)
Gambar 1.14. Ikan bandeng (Chanos Gambar 1.17. Ikan kerapu
chanos) (Chromileptes altivelis)
7
Gambar 1.18. Ikan betutu dipergunakan untuk kegiatan
(Oxyeleotris marmorata) budidaya ikan diperairan umum
antara lain adalah jaring apung,
jaring tancap, karamba dan
kombongan. Pada kegiatan budidaya
ikan air tawar, payau ataupun laut
dibutuhkan benih ikan dan induk ikan
yang dapat menggunakan jenis
wadah budidaya antara lain adalah
bak,tangki dari bahan serat fiber dan
akuarium. Oleh karena itu dalam
buku teks ini akan dibahas tentang
berbagai macam wadah budidaya
ikan antara lain adalah kolam/
tambak, bak, akuarium dan karamba
jaring terapung.
Gambar 1.19. Lobster Air tawar Media Budidaya Ikan
(Cherax Quadricarinatus)
Gambar 1.20. Ikan Beronang Lada Ikan sebagai salah satu jenis
(Siganus gutatus) organisme yang hidup pada suatu
perairan, jika manusia melakukan
Berdasarkan sistem budidaya ikan kegiatan budidaya yaitu
tersebut maka dapat dipilih beberapa memproduksi organisme tersebut
wadah budidaya ikan yang akan dalam suatu lingkungan perairan
dipergunakan untuk melakukan yang terbatas dan terkontrol dengan
kegiatan budidaya yaitu kolam yang baik maka manusia harus
dapat dikelompokkan menjadi kolam memahami tentang lingkungan
air deras dan kolam air tenang perairan dimana ikan tersebut dapat
berdasarkan sumber air yang tumbuh dan berkembangbiak seperti
dipergunakan dalam kegiatan di habitat aslinya. Lingkungan
budidaya. Sedangkan beberapa jenis perairan tempat ikan yang
wadah budidaya ikan yang dapat dibudidayakan tumbuh dan
berkembang biasa disebut dengan
8 media. Media yang dapat
dipergunakan untuk melakukan
kegiatan budidaya ikan ada
beberapa persyaratan-persyaratan
agar ikan dapat tumbuh dan
berkembangbiak pada wadah yang
terbatas tersebut. Dalam buku teks
ini akan dibahas tentang berbagai
macam sumber air yang dapat Pada topik tentang parameter
dipergunakan untuk kegiatan kualitas air akan dibahas tentang
budidaya ikan, berbagai macam beberapa parameter kualitas air dari
parameter kualitas air yang akan berbagai aspek antara lain adalah
mendukung kegiatan budidaya ikan aspek fisik, aspek kimia dan aspek
dan bagaimana kita melakukan biologi. Dari aspek fisik akan dibahas
pengukuran terhadap beberapa secara detail tentang beberapa
parameter kualitas air yang sangat parameter fisik dari suatu perairan
diperlukan untuk kelangsungan hidup yang sangat berpengaruh dalam
oragnisme air yang akan melakukan kegiatan budidaya ikan
dibudidayakan. antara lain adalah kepadatan/berat
jenis air, kekentalan/viscosity,
Dalam bahasan sumber air berisi tegangan permukaan, suhu air,
tentang sumber air yang dapat kecerahan dan kekeruhan air serta
digunakan untuk kegiatan budidaya salinitas. Pada aspek secara kimia
ikan ada beberapa macam. akan dibahas secara detail tentang
Berdasarkan asalnya sumber air beberapa parameter kimia yang
yang dapat digunakan untuk sangat berpengaruh pada media
kegiatan budidaya ikan dapat budidaya ikan antara lain adalah
dikelompokkan menjadi dua yaitu air oksigen, karbondioksida, pH, bahan
permukaan dan air tanah. Air organik dan garam mineral, nitrogen,
permukaan yaitu air hujan yang alkalinitas dan kesadahan.
mengalami limpasan/berakumulasi Sedangkan pada aspek secara
sementara ditempat-tempat rendah biologi akan dibahas tentang
misalnya : air sungai, waduk, danau kepadatan dan kelimpahan plankton
dan rawa. Selain itu air permukaan pada suatu wadah budidaya ikan
dapat juga didefenisikan sebagai air yang sesuai untuk media budidaya
yang berada disungai, danau, waduk, ikan.
rawa dan badan air lainnya yang Pada topik pengukuran parameter
tidak mengalami infiltrasi kedalam. kualitas air akan dibahas beberapa
Sumber air permukaan tersebut parameter kualitas air dari aspek fisik,
sudah banyak dipergunakan untuk kimia dan biologi dengan
kegiatan budidaya ikan. Sedangkan menggunakan beberapa peralatan
air tanah yaitu air hujan yang pengukuran kualitas air yang sangat
mengendap atau air yang berada mudah pengoperasionalan alatnya
dibawah permukaan tanah. Air tanah dan tersedia dibeberapa tempat
yang saat ini digunakan untuk budidaya. Dengan mengetahui nilai
kegiatan budidaya dapat diperoleh parameter kualitas air pada suatu
melalui cara pengeboran air tanah media budidaya maka akan dapat
dengan kedalaman tertentu sampai dicegah suatu kejadian yang dapat
diperoleh titik sumber air yang akan merugikan bagi organisme air yang
keluar dan dapat dipergunakan untuk dibudidayakan sehingga tidak
kegiatan budidaya. merugikan manusia. Seperti
diketahui bahwa organisme air yang
dipelihara dalam suatu wadah
budidaya mempunyai kemampuan
9
untuk beradaptasi dengan media program pengembangbiakan ikan
dimana ikan itu hidup, sehingga jika budidaya.
terjadi fluktuasi terhadap beberapa
parameter kualitas air pada suatu Ikan yang akan dibudidayakan
lingkungan budidaya segera
dilakukan penanganan dengan adalah ikan yang telah mengalami
memberikan perlakuan khusus pada
media budidaya. domestikasi dalam lingkungan
budidaya. Domestikasi adalah
pemindahan suatu organisme dari
habitat lama ke habitat baru dalam
hal ini manusia biasa memperoleh
Pengembangbiakan ikan ikan dengan cara mengambil dari
alam kemudian dipelihara dalam
Ikan sebagai salah satu jenis suatu lingkungan yang terbatas yaitu
organisme perairan yang sudah kolam pemeliharaan. Suatu jenis
dapat dibudidayakan oleh manusia. ikan dalam sistem budidaya ikan
Dengan melakukan kegiatan dapat dikelompokkan berdasarkan
budidaya maka kebutuhan manusia tingkat domestikasinya menjadi
akan ikan akan selalu tersedia empat tingkat yaitu :
sesuai dengan permintaan. Dalam 1. Domestikasi sempurna, yaitu
melakukan kegiatan budidaya ikan apabila seluruh siklus hidup ikan
untuk memperoleh hasil produksi sudah dapat dipelihara di dalam
yang maksimal dilakukan suatu sistem budidaya. Contoh
program pengembangbiakan beberapa jenis ikan asli
terhadap ikan yang akan Indonesia yang sudah
dibudidayakan. Ilmu yang mendasari terdomestikasi sempurna antara
dalam program pengembangbiakan lain adalah ikan gurame, ikan
ikan adalah tentang biologi ikan, baung dan bandeng.
fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, 2. Domestikasi dikatakan hampir
reproduksi ikan dan berbagai ilmu sempurna apabila seluruh siklus
tentang rekayasa siklus reproduksi hidupnya sudah dapat dipelihara
ikan. Ikan yang akan dibudidayakan di dalam sistem budidaya, tetapi
harus dikelola dengan baik tentang keberhasilannya masih rendah.
persediaan induk ikan yang akan Ikan asli Indonesia yang
dibudidayakan. Pengembangbiakan terdomestikasi hampir sempurna
ikan peliharaan akan berhasil jika antara lain adalah ikan betutu,
tersedia induk yang baik. balashark dan arwana.
Ketersediaan induk ikan budidaya 3. Domestikasi belum sempurna
harus dikelola dengan baik untuk apabila baru sebagian siklus
memperoleh benih ikan yang tepat hidupnya yang dapat dipelihara
waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, di dalam sistem budidaya.
tepat jenis dan tepat harga. Oleh Contohnya antara lain adalah
karena itu dalam buku ini akan ikan Napoleon, ikan hias laut,
dibahas tentang beberapa hal yang ikan tuna.
berperan penting dalam melakukan 4. Belum terdomestikasi apabila
seluruh siklus hidupnya belum
10
dapat dipelihara di dalam sistem Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu,
budidaya. ikan Kakap, ikan Gurame, ikan
Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan
Jenis-jenis ikan yang sudah dapat secara semi intensif adalah
dibudidayakan di Indonesia sangat pemijahan ikan yang terjadi dengan
banyak jumlahnya ada yang berasal memberikan rangsangan hormon
dari perairan Indonesia asli atau untuk mempercepat kematangan
diintroduksi dari negara lain.Jenis gonad, tetapi proses ovulasinya
ikan introduksi yang sudah terjadi secara alamiah di kolam.
terdomestikasi secara sempurna di Jenis ikan yang sudah dapat
Indonesia adalah ikan Mas dan ikan dilakukan pemijahan secara semi
Nila. Dengan banyaknya jenis ikan buatan antara lain adalah ikan Bawal,
yang sudah terdomestikasi secara ikan Lele, ikan Kakap, ikan Kerapu.
sempurna akan memudahkan Pemijahan ikan secara buatan
manusia untuk melakukan kegiatan adalah pemijahan ikan yang terjadi
pengembangbiakan. dengan memberikan rangsangan
Pengembangbiakan ikan budidaya hormon untuk mempercepat
dapat dilakukan dengan cara kematangan gonad serta proses
tradisional, semi intensif ataupun ovulasinya dilakukan secara buatan
intensif. Dengan melakukan dengan teknik stripping/pengurutan.
pengembangbiakan ikan maka Jenis ikan yang sudah dapat
ketersediaan benih ikan secara dilakukan pemijahan secara buatan
kualitas dan kuantitas akan memadai. antara lain adalah ikan Patin, ikan
Penyediaan benih ikan budidaya Mas, ikan Lele.
saat ini dapat dilakukan oleh
masyarakat dengan cara menangkap Dalam buku ini akan dibahas tentang
benih ikan dari alam (sungai, danau,
laut dan sebagainya) atau dengan bagaimana cara melakukan kegiatan
cara melakukan proses pemijahan
ikan di dalam wadah budidaya. produksi budidaya ikan mulai dari
Pemijahan ikan budidaya di dalam
wadah budidaya dapat dilakukan kegiatan pembenihan ikan, kegiatan
dengan tiga metode yaitu pemijahan
ikan secara alami, pemijahan ikan pendederan ikan, kegiatan
secara semi buatan dan pemijahan
ikan secara buatan. pembesaran ikan dan kegiatan
pemanenan ikan. Kegiatan
pembenihan ikan merupakan suatu
kegiatan budidaya yang
menghasilkan benih ikan. Benih ikan
dalam budidaya ikan diperoleh dari
induk ikan, oleh karena itu sebelum
Pemijahan ikan secara alami adalah melakukan kegiatan pembenihan
pemijahan ikan tanpa campur ikan harus dipahami terlebih dahulu
tangan manusia, terjadi secara tentang teknik seleksi induk ikan,
alamiah (tanpa pemberian karena benih ikan yang unggul
rangsangan hormon) di dalam wadah diperoleh dari induk yang unggul.
budidaya. Jenis ikan yang sudah Jika dalam melakukan kegiatan
dapat dilakukan pemijahan secara pembenihan ikan tidak
alami didalam wadah budidaya memperhatikan tentang seleksi induk
antara lain adalah ikan Mas, ikan yang baik maka akan memperoleh
11
benih ikan yang tidak bermutu. Benih tumbuh dan berkembang meliputi
ikan yang diperoleh dari hasil tentang kandungan protein,
pembenihan ikan akan dilakukan karbohidrat, lemak, vitamin dan
tahapan pemeliharaan yang disebut mineral. Zat gizi tersebut pada setiap
dengan kegiatan pendederan. jenis ikan mempunyai kebutuhan
Pendederan adalah kegiatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu
pemeliharaan ikan untuk sangat diperlukan pengetahuan
menghasilkan benih yang siap tentang kebutuhan zat gizi tersebut
ditebarkan pada kegiatan bagi setiap jenis ikan yang akan
pembesaran ikan. Pada beberapa dibudidayakan. Dalam kegiatan
jenis ikan air tawar ada beberapa budidaya ikan biasanya para petani
tahapan kegiatan pendederan ikan ikan sangat membutuhkan pakan
untuk mempercepat siklus yang akan diberikan pada ikan yang
perputaran produksi, seperti pada dibudidayakan pada wadah budidaya.
budidaya ikan mas ada beberapa Pakan yang diberikan ada dua jenis
tahapan pendederan, misalnya yaitu pakan alami dan pakan buatan.
pendederan pertama menghasilkan Pakan alami adalah jasad hidup
benih ikan berukuran 2 – 3 cm, yang diberikan sebagai pakan pada
pendederan kedua menghasilkan organisme air. Sedangkan pakan
benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru buatan adalah pakan yang dibuat
kemudian berlanjut pada kegiatan dari berbagai macam bahan baku
produksi selanjutnya yaitu hewani dan nabati dengan
pembesaran ikan. Kegiatan memperhatikan kandungan gizi, sifat
pembesaran ikan merupakan dan ukuran ikan yang akan
kegiatan budidaya yang memelihara mengkonsumsi pakan tersebut
benih ikan sampai berukuran dengan cara dibuat oleh manusia
konsumsi. Dengan melakukan dengan bantuan peralatan pakan.
seluruh kegiatan budidaya ikan mulai Pada pakan alami dan pakan buatan
dari pembenihan sampai harus diperhatikan tentang
pembesaran ikan maka kegiatan kandungan zat gizinya agar ikan
pengembangbiakan ikan budidaya yang diberi pakan tersebut dapat
telah dilakukan untuk memenuhi tumbuh dan berkembang.
kebutuhan manusia akan sumber
pangan dan non pangan yang relatif Dengan memahami kebutuhan
nutrisi setiap ikan yang
murah. dibudidayakan maka kebutuhan zat
gizi ikan akan terpenuhi. Seperti
Nutrisi ikan diketahui pakan atau makanan yang
dikonsumsi oleh ikan melupakan
Kajian tentang nutrisi ikan sangat sumber energi utama dalam tubuh
diperlukan untuk memahami ikan. Makanan yang masuk kedalam
kebutuhan ikan akan zat gizi yang tubuh ikan akan diubah menjadi
dibutuhkan ikan agar tumbuh dan energi kimia dan disimpan oleh tubuh
berkembang. Zat gizi yang dalam bentuk ATP (Adenosin
dibutuhkan oleh ikan agar dapat triphosphat). Energi yang diperoleh
dari makanan itu yang akan
12
digunakan oleh ikan untuk jaringan yang rusak. Protein sangat
kegiatannya. Dalam buku ini akan dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber
dibahas tentang penggunaan energi utama energi dan pada ikan
yang berasal dari pakan oleh ikan kebutuhan protein ini bervariasi
dan bagaimana penyebarannya bergantung pada jenis ikan yang
dalam proses metabolisme ikan. dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan
Energi yang diperoleh dari makanan protein ini berkisar antara 20 – 60%
akan dapat memberikan dan kebutuhan protein ini sudah
pertumbuhan dan perkembangan sampai pada kebutuhan asam amino
ikan budidaya jika makanan yang setiap jenis ikan dimana setiap jenis
diberikan mempunyai kandungan ikan kebutuhannnya akan asam
nutrisi yang cukup untuk setiap jenis amino sangat spesifik. Protein yang
ikan. Oleh karena itu sangat penting diberikan pada ikan budidaya tidak
mengetahui kebutuhan energi untuk boleh berlebih ataupun kekurangan
setiap jenis ikan. Seperti diketahui harus tepat karena kalau berlebih
bahwa pakan buatan harus ataupun kekurangan akan
mengandung energi lebih dari 3000 memberikan pertumbuhan yang
kilokalori agar dapat memberikan negatif. Kelebihan protein dalam
pertumbuhan yang baik bagi ikan pakan akan mengakibatkan ikan
budidaya. memerlukan energi ekstra untuk
melakukan proses deaminasi dan
Setelah memahami tentang energi mengeluarkan amoniak sebagai
yang dibutuhkan oleh setiap jenis senyawa yang bersifat racun
ikan maka pengetahuan tentang sehingga energi yang digunakan
sumber nutrien utama sebagai untuk pertumbuhan akan berkurang.
sumber energi yaitu protein, lemak Kekurangan protein dalam pakan
dan karbohidrat serta vitamin dan jelas akan mengakibatkan
mineral harus dipelajari agar pertumbuhan yang negatif karena
kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi. protein yang disimpan didalam
Protein adalah suatu molekul jaringan otot akan dirombak menjadi
komplek yang besar (makromolekul), sumber energi sehingga
yang terbentuk dari molekul asam pertumbuhan menjadi terhambat.
amino (20 macam), dimana asam
amino satu sama lain berhubungan Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya
adalah karbohidrat, karbohidrat
dengan ikatan peptida. Protein adalah senyawa organik yang terdiri
dari unsur karbon, hidrogen dan
merupakan nutrisi utama yang oksigen dalam perbandingan yang
berbeda-beda. Karbohidrat adalah
mengandung nitrogen dan sumber energi yang murah dan
dapat menggantikan protein yang
merupakan unsur utama dari mahal sebagai sumber energi.
Karbohidrat pada manusia dan
jaringan dan organ tubuh hewan dan hewan darat merupakan sumber
energi utama sedangkan pada ikan
juga senyawa nitrogen lainnya karbohidrat merupakan sumber
seperti asam nukleat, enzim, hormon,
vitamin dan lain-lain. Protein
dibutuhkan sebagai sumber energi
utama karena protein ini terus
menerus diperlukan dalam makanan
untuk pertumbuhan dan perbaikan
13
energi yang disebut dengan Protein diserap didalam sel pada ikan
herbivora dan omnivora lebih besar
Sparring Effect yaitu karbohidrat dibandingkan dengan ikan karnivora.
Pengetahuan tentang kebutuhan
dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat pada komposisi nutrisi
pakan setiap jenis ikan perlu
energi pengganti bagi protein , dipelajari agar dapat menyusun
kebutuhan nutrisi ikan yang tepat
karbohidrat sebagai mitra protein jika dan murah.
tubuh kekurangan protein maka
karbohidrat akan dipecah sebagai
pengganti energi yang berasal dari
protein. Dengan menggunakan
karbohidrat dan lemak sebagai
sumber bahan baku maka hal ini Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya
adalah lemak. Lemak sebenarnya
dapat mengurangi harga pakan. adalah bagian dari lipid. Lipid adalah
senyawa organik yang tidak larut
Pemanfaatan karbohidrat sebagai dalam air tapi dapat diekstraksi
dengan pelarut nonpolar seperti
sumber energi dalam tubuh dapat kloroform, eter dan benzena. Lipid itu
terdiri dari lemak, minyak, malam
juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan senyawa-senyawa lain yang ada
hubungannya. Perbedaan lemak dan
dan hormon. Enzim dan hormon ini minyak adalah pada titik cairnya
dimana lemak cenderung lebih tinggi
penting untuk proses metabolisme titik cairnya karena molekulnya lebih
berat dan rantai molekulnya lebih
karbohidrat dalam tubuh seperti panjang. Kebutuhan ikan akan lemak
juga bervariasi antara 4 – 18% dan
glikolisis, siklus asam trikarboksilat, setiap jenis ikan mempunyai
kebutuhan yang spesifik.
jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis
dan glikogenesis. Selain itu dalam
aplikasi pembuatan pakan
karbohidrat seperti zat tepung, agar-
agar, alga, dan getah dapat juga
digunakan sebagai pengikat
makanan (binder) untuk
meningkatkan kestabilan pakan
dalam air pada pakan ikan dan
udang.
Nutrien yang digunakan oleh ikan
Kemampuan setiap jenis ikan dalam sebagai katalisator (pemacu)
memanfaatkan karbohidrat berbeda-
beda, kebutuhan karbohidrat bagi terjadinya proses metabolisme di
ikan budidaya berkisar antara 20 –
40%. Hal ini dikarenakan enzim yang dalam tubuh ikan adalah vitamin.
mencerna karbohidrat yaitu amilase
pada ikan omnivora dan herbivora Vitamin merupakan salah satu
aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan
dengan ikan karnivora, oleh karena nutrien yang bukan merupakan
itu pada pencernaan karbohidrat
pada ikan karnivora lebih rendah sumber tenaga tetapi sangat
dibandingkan dengan ikan herbivora
dan omnivora. Selain itu kemampuan dibutuhkan untuk kelangsungan
sel memanfaatkan glukosa sebagai
bentuk sederhana dari karbohidrat semua proses di dalam tubuh.
dan sumber energi yang paling cepat
Vitamin merupakan senyawa organik
dan biasa disebut dietary essensial
yaitu harus diberikan dari luar tubuh
karena tubuh tidak dapat mensintesis
sendiri, kecuali beberapa vitamin
misalnya vitamin C pada ayam dan
vitamin B pada ruminansia. Menurut
Steffens (1989) vitamin adalah
14
senyawa organik dengan berat vitamin yang larut dalam lemak.
Kelompok vitamin yang larut dalam
molekul rendah dengan komposisi lemak mempunyai sifat dapat
disimpan dalam hati dan jaringan-
dan fungsi yang beragam dimana jaringan lemak, tidak larut dalam air
maka vitamin ini tidak dapat
sangat penting untuk kehidupan dikeluarkan atau dieksresikan
akibatnya vitamin ini dapat ditimbun
tetapi tidak dapat disintesis (atau dalam tubuh jika dikonsumsi dalam
jumlah banyak. Kelompok vitamin ini
hanya disintesis dalam kuantitas terdiri dari vitamin A, vitamin D,
vitamin E dan vitamin K.
yang tidak cukup/terbatas) oleh
Kebutuhan ikan akan vitamin sangat
hewan tingkat tinggi dan oleh sebab ditentukan oleh ukuran atau umur
ikan, kandungan nutrien pakan, laju
itu harus disuplai dari makanan. pertumbuhan dan lingkungan dimana
ikan itu hidup. Vitamin merupakan
Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam koenzim yang sangat diperlukan
dalam metabolisme tubuh. Bila
jumlah yang tidak banyak tetapi kekurangan vitamin maka ikan akan
memberikan gejala-gejala yang
kekurangan vitamin dalam komposisi spesifik untuk setiap jenis vitamin.
Penggunaan vitamin dalam pakan
pakan akan membawa dampak ikan biasanya memakai vitamin yang
sintetik karena ikan tidak dapat
negatif bagi ikan budidaya. Pada menggunakan bahan makanan yang
segar, kecuali pada beberapa jenis
buku teks ini akan dibahas tentang ikan herbivora yang dapat
memanfaatkan vitamin dari daun.
berbagai macam vitamin, fungsi dan Pada proses pembuatan pakan ikan,
kehilangan vitamin tidak dapat
peranannya, kebutuhan berbagai dihindarkan karena sifat vitamin
tersebut. Oleh karena itu perlu
jenis ikan akan vitamin dan dampak diperhitungkan kandungan vitamin
yang tepat pada waktu menyusun
yang diakibatkan jika dalam formulasi pakan.
komposisi pakan kekurangan Nutrien selanjutnya yang bukan
merupakan sumber energi tetapi
vitamin. Vitamin berdasarkan berperan sebagai kofaktor dalam
setiap proses metabolisme adalah
klasifikasinya dikelompokkan mineral. Mineral merupakan unsur
anorganik yang dibutuhkan oleh
menjadi dua yaitu vitamin yang larut organisme perairan (ikan) untuk
proses hidupnya secara normal. Ikan
dalam air dan vitamin yang larut
15
dalam lemak. Vitamin yang larut
dalam air mempunyai sifat bergerak
bebas didalam badan, darah dan
limpa, mudah rusak dalam
pengolahan, mudah hilang karena
tercuci atau terlarut oleh air keluar
dari bahan, tidak stabil dalam
penyimpanan, kecuali vitamin B12
dapat disimpan dalam hati selama
beberapa tahun, berfungsi sebagai
koenzim atau kofaktor dalam reaksi
enzimatik, kecuali vitamin C dan
kelebihan vitamin ini di dalam tubuh
akan dieksresikan ke dalam urin.
Jenis vitamin yang larut dalam air
adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin
B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin),
vitamin B5 (Asam pantotenat),
vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12
(Kobalamin), biotin, asam folat,
inositol, kolin dan vitamin C.
Kelompok yang kedua adalah
sebagai organisme air mempunyai Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni)
kemampuan untuk menyerap dan lain-lain.
beberapa unsur anorganik ini tidak
hanya dari makanannya saja tetapi Teknologi pakan buatan
juga dari lingkungannya. Jumlah
mineral yang dibutuhkan oleh ikan Dalam buku teks ini akan diuraikan
dalam jumlah yang sedikit tetapi secara jelas tentang berbagai kajian
mempunyai fungsi yang sangat yang mendukung dalam membuat
penting. Dalam penyusunan pakan suatu rekayasa dalam membuat
buatan mineral mix biasanya pakan ikan. Beberapa subtopik akan
ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % dibahas antara lain adalah jenis-jenis
dari total jumlah bahan dan bahan baku, bagaimana cara
bergantung pada jenis ikan yang menyusun formulasi pakan ikan dari
akan mengkonsumsinya. Walaupun yang sangat sederhana sampai
sangat sedikit yang dibutuhkan oleh teknologi komputer, bagaimana
ikan mineral mempunyai fungsi yang prosedur pembuatan pakan dari
sangat utama dalam tubuh ikan. skala rumah tangga sampai pabrikasi,
Dalam buku teks ini akan dijelaskan dan bagaimana melakukan
secara detail tentang kebutuhan pengelolaan terhadap pakan yang
mineral pada ikan yang sangat membutuhkan keahlian
dibudidayakan serta dampak yang tersendiri agar dalam melakukan
diakibatkan jika ikan kekurangan suatu usaha budidaya ikan
mineral dalam komposisi pakannya. menguntungkan. Dimana kita tahu
bahwa pakan buatan merupakan
Mineral berdasarkan konsentrasinya biaya operasional tertinggi kurang
di dalam tubuh hewan dikelompok- lebih 60% dari total biaya produksi,
kan menjadi dua kelompok, jika kita dapat mengelola dengan
kelompok pertama adalah mineral baik penggunaan pakan buatan
makro yaitu mineral yang dalam suatu uasaha budidaya ikan
konsentrasinya dalam tubuh maka biaya pakan akan dapat
organisme dibutuhkan dalam jumlah dikurangi dan pertumbuhan ikan
besar (lebih dari 100 mg/kg pakan terjadi secara optimal sehingga
kering) terdiri dari Calsium (Ca), keuntungan produksi meningkat.
Magnesium (Mg), Sodium (Na), Selain itu dalam proses pemberian
Potassium (K), Phosphorus (P), pakan pada ikan sebagai organisme
Clorine (Cl) dan Sulphur (S). air yang hidup dalam media air maka
harus diketahui juga tentang kaitan
Kelompok yang kedua adalah antara pakan ikan dan kualitas air,
mineral mikro yaitu mineral yang sehingga pakan yang diberikan
konsentrasinya dalam tubuh setiap selama proses budidaya ikan
organisme dibutuhkan dalam jumlah berlangsung tidak memberikan
sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan dampak negatif terhadap media
kering) terdiri dari Besi (Fe), budidaya.
Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng
(Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo),
Cromium (Cr), Selenium (Se),
16
Jenis-jenis bahan baku yang dapat dilakukan dengan cara mencoba
digunakan untuk membuat pakan
ikan dapat dikelompokkan kedalam berbagai bahan dengan komposisi
bahan baku hewani yaitu jenis-jenis
bahan baku yang berasal dari hewan, disesuaikan dengan kandungan gizi
bahan baku nabati yaitu jenis-jenis
bahan baku yang berasal dari setiap bahan baku dan merupakan
tumbuh-tumbuhan dan bahan baku
limbah industri yaitu bahan baku kelanjutan dari metode segiempat.
yang berasal dari hasil pengolahan
industri pertanian, perikanan yang Metode selanjutnya adalah metode
sudah tidak digunakan tetapi masih
dapat diolah untuk sumber bahan aljabar merupakan suatu metode
baku pakan.
penyusunan formulasi pakan ikan
dengan menggunakan persamaan
matematika yaitu persamaan aljabar
dan keempat juga menggunakan
persamaan matematika yaitu
persamaan linier. Penyusunan
formulasi pakan dengan
menggunakan persamaan
Penyusunan formulasi pakan matematika dapat menggunakan alat
merupakan suatu kompetensi yang bantu komputer apabila anda bisa
harus dimiliki oleh para pembudidaya membuat program matematika
ikan yang akan membuat pakan ikan tersebut dalam komputer. Selain itu
sendiri karena pakan ikan yang ada juga yang menyusun formulasi
dibuat sendiri mempunyai pakan ikan dengan metode
keuntungan yang lebih baik worksheet yang prinsipnya hampir
dibandingkan dengan membeli sama dengan persamaan
dipasar. Pakan ikan yang dibuat sebelumnya, perbedaannya hanya
sendiri mempunyai formulasi sesuai menggunakan lembar kerja setiap
dengan kebutuhan ikan yang akan langkah untuk memudahkan dalam
mengkonsumsi pakan tersebut. penyusunan formulasi.
Karena setiap jenis ikan mempunyai
kebutuhan kandungan nutrien/zat Pakan ikan dibuat oleh para
gizi yang spesifik. Oleh karena itu produsen untuk memenuhi
dalam menyusun formulasi pakan kebutuhan produksi budidaya ikan.
harus dibuat perencanaan yang tepat Jika para pembudidaya ikan dapat
tentang peruntukkannya jenis dan membuat pakan ikan sendiri akan
umur ikan yang akan sangat menguntungkan apabila
mengkonsumsinya. Dalam dipahami prosedur pembuatan pakan
menyusun formulasi pakan ada ikan yang benar. Pakan ikan dapat
beberapa metode yang dapat dibuat secara skala rumahtangga
digunakan antara lain adalah metode maupun secara pabrikasi. Prinsip
segiempat/square methods dalam pembuatan pakan ikan yang
merupakan metode penyusunan harus dipahami adalah bagaimana
formulasi pakan yang paling lama prosedur yang benar dalam
sebagai dasar utama dalam membuat pakan ikan. Pakan ikan
menyusun formulasi pakan, berbeda dengan pakan ternak,
selanjutnya adalah metode coba- pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi
coba/trial and error yaitu metode oleh ikan yang hidup diair,
penyusunan formulasi pakan yang mempunyai ukuran lambung yang
17
pendek, dan tidak langsung dapat pengemasan dan pengangkutan
dikonsumsi ikan tetapi berhubungan pakan kepada para konsumen.
dengan media air dimana ikan hidup.
Oleh karena itu dalam prosedur Pakan dibutuhkan dalam suatu
pembuatan pakan harus diperhatikan
dengan benar tentang komposisi usaha budidaya ikan dapat berasal
bahan baku yang akan digunakan
dalam membuat pakan ikan, bentuk dari pakan alami dan pakan buatan.
bahan baku yang akan digunakan
harus dalam bentuk tepung. Oleh Pada usaha budidaya ikan yang
karena itu tahapan pertama dalam
prosedur pembuatan pakan adalah intensif pakan yang digunakan dalam
membuat tepung semua bahan baku
yang disebut dengan milling. usaha tersebut adalah pakan buatan.
Peralatan yang dapat digunakan
untuk melakukan penepungan bahan Oleh karena itu harus dibuat suatu
baku ada berbagai macam
bergantung pada kapasitas bahan manejemen pakan yang baik agar
baku yang akan ditepung mulai dari
disc mill, hammer mill dan lain-lain. pakan yang digunakan benar efisien
Prosedur selanjutnya setelah bahan
baku ditepung adalah melakukan dan efektif. Penggunaan pakan yang
penimbangan bahan baku jika
proses pembuatan pakan dilakukan benar dalam proses budidaya akan
secara skala rumah tangga, tetapi
jika pembuatan pakan dilakukan sangat menguntungkan para
secara pabrikasi maka langkah
selanjutnya adalah pencampuran pembudidaya.
atau mixing. Setelah dilakukan
pencampuran langkah selanjutnya Selain itu ikan sebagai organisme air
adalah pembuatan adonan sampai
benar-benar tercampur secara maka habitatnya selalu berada
sempurna, kemudian pencetakan
pakan buatan atau pelleting. Pakan didalam air. Oleh karena itu
yang telah terbentuk sesuai dengan
keinginan pembuat jika dilakukan bagaimana para pembudidaya ikan
secara skala rumah tangga maka
pakan tersebut harus dilakukan harus memahami keterkaitan antara
pengeringan atau drying, tetapi jika
dilakukan secara pabrikasi dimana pakan ikan dan kualitas air yang
peralatan pembuatan pakannya telah
dilengkapi dengan peralatan steam sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat
untuk mengeringkan pakan sehingga
tidak dibutuhkan proses pengeringan ini telah ditemukan tentang
pakan. Langkah terakhir dalam
proses pembuatan pakan adalah formulasi pakan ikan yang ramah
18 lingkungan yang memperhatikan
kandungan gizi pakan dengan
dampaknya terhadap kualitas air
sebagai media budidaya ikan.
Teknologi pakan alami
Pada bab sebelumnya telah dibahas
tentang pakan buatan, pada bab ini
akan dibahas tentang jenis-jenis
pakan alami yang dapat digunakan
dalam budidaya ikan, bagaimana
melakukan budidaya berbagai jenis
pakan alami yang dapat dikonsumsi
oleh ikan terdiri dari phytoplankton,
zooplankton dan bentos. Plankton
adalah organisme renik yang hidup
melayang-layang mengikuti
pergerakan air. Plankton didalam
perairan dapat dikelompokkan Hama dan penyakit ikan
menjadi dua yaitu phytoplankton dan Pada setiap kegiatan budidaya ikan
pasti akan terdapat kendala yang
zooplankton. Phytoplankton adalah dapat menyebabkan berkurangnya
produktivitas dalam suatu usaha.
organisme renik yang hidup Penyebab utama terjadinya
kegagalan produksi ikan budidaya
melayang-layang mengikuti biasanya disebabkan oleh karena
adanya hama dan penyakit yang
pergerakan air yang berasal dari menyerang dalam wadah budidaya
ikan. Karena ikan yang sakit tidak
jasad nabati sedangkan zooplankton akan mengalami pertumbuhan berat
badan yang optimal dan hal ini
adalah organisme renik yang hidup sangat merugikan bagi para
pembudidaya. Agar tidak terjadi
melayang-layang mengikuti serangan hama dan penyakit ikan
dalam wadah budidaya maka
pergerakan air yang berasal dari sebelum dilakukan kegiatan
budidaya harus dilakukan treatment
jasad hewani. Sedangkan bentos pada wadah yang akan digunakan
seperti membersihkan wadah
adalah organisme air yang hidup budidaya, penggunaan air yang baik
secara kualitas dan kuantitas,
didasar perairan . peralatan yang akan digunakan
untuk kegiatan budidaya telah
Jenis-jenis phytoplankton dan disucihamakan, jangan memelihara
ikan yang sakit dengan ikan yang
zooplankton yang dapat sehat secara bersamaan, membuang
segera ikan yang sakit. Jika ikan
dibudidayakan dapat dikelompokkan telah terserang hama dan penyakit
ikan maka langkah yang harus
berdasarkan habitatnya adalah dilakukan adalah melakukan
pengobatan terhadap ikan yang sakit.
plankton air tawar dan plankton air
Dalam buku teks ini akan dibahas
laut. Plankton air tawar digunakan tentang jenis-jenis hama dan
penyakit yang biasa menyerang ikan
untuk ikan-ikan air tawar dan budidaya, beberapa kegiatan
pengendalian terhadap serangan
plankton air laut digunakan untuk hama dan penyakit ikan serta cara
melakukan pengobatan jika ikan
ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan yang dibudidayakan telah terserang
hama dan penyakit ikan. Hama
benthos disesuaikan dengan adalah makhluk hidup yang
habitatnya tetapi benthos yang
sudah dapat dibudidayakan pada
umumnya adalah yang berasal dari
air tawar.
Untuk meningkatkan mutu dari pakan
alami saat ini sudah dapat dilakukan
tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses
peningkatan mutu dari zooplankton
yang telah dibudidayakan untuk
meningkatkan kelangsungan hidup
larva yang mengkonsumsi pakan
alami tersebut. Ada berbagai macam
bahan yang dapat digunakan untuk
meningkatkan mutu dari zooplankton
tersebut. Dalam buku teks ini akan
dibahas berbagai cara dan bahan
yang dapat digunakan untuk
meningkatkan mutu dari pakan alami.
19
menyerang atau memangsa ikan masyarakat akan produk hasil
yang dipelihara sehingga ikan budidaya ikan. Budidaya ikan
tersebut mati. Jenis hama ada sebagai salah satu usaha yang
beberapa macam ada hama yang menghasilkan ikan untuk dijual yang
menyerang larva ikan, benih ikan berarti akan mendapatkan suatu
atau ikan ukuran besar. Penyakit nilah tambah bagi para
ikan adalah suatu akibat dari pembudidayanya. Dalam bab ini
interaksi tiga komponen yaitu akan dibahas tentang persyaratan
lingkungan, ikan itu sendiri dan agen yang harus dipenuhi agar suatu
penyakit yang menyebabkan ikan usaha budidaya ikan
yang dibudidayakan menjadi sakit menguntungkan dikaji dari aspek
dan dapat menyebabkan kematian. ekonomi. Oleh karena itu akan
Penyakit ikan ini dapat disebabkan dibahas tentang pengertian studi
oleh berbagai hal diantaranya adalah kelayakan, Net Present Value (NPV),
penyakit ikan yang disebabkan oleh Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio),
virus, bakteri, jamur, parasit dan Internal Rate of return, Analisis break
makanan. Pada bagian selanjutnya Event Point (BEP), dan aplikasi
akan dibahas secara detail jenis- analisa usaha. Dalam melakukan
jenis penyakit dan cara usaha budidaya ikan diharapkan
penanggulangannya serta produk yang dihasilkan akan terjual
pengobatannya. semua dan mempunyai harga yang
sesuai dengan keinginan penjual
sehingga akan diperoleh keuntungan.
Pemasaran Jika dalam melakukan suatu usaha
Pada bab ini akan dibahas tentang tidak mendapatkan keuntungan
pengertian pemasaran, ciri-ciri
pemasaran hasil perikanan, sebagai upah dari mengelola usaha
perencanaan dan target penjualan,
estimasi harga jual, sistem penjualan budidaya ikan maka para
dan strategi promosi. Dengan
mempelajari materi pemasaran ini pembudidaya ikan tidak akan tertarik
diharapkan pembaca dapat
memahami tentang pemasaran hasil untuk membudidayakan komoditas
produksi budidaya ikan dengan
berbagai karakteristik produk perikanan. Seperti kita ketahui
perikanan yang laku jual
dimasyarakat. budidaya ikan pada kondisi lahan
yang semakin lama semakin terbatas
karena bertambahnya populasi
manusia di bumi harus selalau
dibudidayakan dan memberikan nilai
tambah bagi para pembudidaya.
Kesehatan dan keselamatan kerja
Analisa Usaha Budidaya Ikan Pelaksanaan kesehatan dan
keselamatan kerja pada suatu usaha
Dalam suatu kegiatan budidaya budidaya ikan harus dapat
tujuan dilakukannya produksi adalah diaplikasikan. Dengan melaksanakan
untuk memenuhi kebutuhan Kesehatan dan keselamatan kerja
merupakan suatu upaya untuk
20 menciptakan tempat kerja yang
aman, sehat, bebas dari pencemaran sumber-sumber bahaya. Dengan
lingkungaan, sehingga dapat melakukan budidaya ikan secara
mengurangi dan atau bebas dari intensif untuk memperoleh target
kecelakaan kerja yang pada akhirnya produksi yang telah ditetapkan maka
dapat meningkatkan efisiensi dan kesehatan dan keselamatan kerja
produktivitas kerja. harus selalu diperhatikan agar tidak
terjadi kecelakaan kerja yang
Peraturan tentang kesehatan dan diakibatkan oleh kecerobohan atau
kelalaian manusia.
keselamatan kerja pada dunia usaha
dan dunia industri telah diatur oleh
negara yang tertuang dalam
Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1970 tentang keselamatan kerja.
Usaha budidaya ikan merupakan
suatu kegiatan yang dapat dilakukan
ditempat tertutup atau terbuka
seperti kolam, tambak, jaring
terapung. Oleh karena itu harus
diperhatikan tentang kesehatan dan
keselamatan kerja selama
melakukan kegiatan budidaya
diberbagai tempat kerja. Tempat
kerja merupakan suatu ruangan atau
lapangan, tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap dimana tenaga
kerja bekerja atausering dimasuki
tempat kerja untuk keperluan usaha
dimana terdapat sumber atau
21
22
BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN
2.1. Jenis-Jenis Wadah dapat menampung air dengan bahan
Budidaya Ikan
baku yang digunakan untuk
Dalam budidaya ikan air tawar dan
laut, ada beberapa jenis wadah yang membuat bak tersebut disesuaikan
dapat digunakan antara lain adalah
kolam, bak, akuarium, jaring dengan kebutuhan manusia.
terapung/ karamba jaring apung.
Kolam dapat digunakan sebagai Jenis-jenis kolam dapat dibedakan
wadah untuk budidaya ikan air tawar
sedangkan bak, akuarium, jaring berdasarkan sistem budidaya yang
terapung dapat digunakan untuk
melakukan budidaya ikan air tawar akan diterapkan dan sumber air yang
dan laut. Kolam dan bak
berdasarkan defenisinya dibedakan digunakan. Sedangkan jenis-jenis
karena kolam dalam bahasa
Inggrisnya pond adalah suatu wadah bak atau tanki ini biasanya
yang dapat menampung air dalam
luasan yang terbatas, sengaja dibuat dikelompokkan berdasarkan bahan
oleh manusia dengan cara
melakukan penggalian tanah pada baku pembuatannya yaitu yang
lahan tertentu dengan kedalaman
rata-rata berkisar antara 1,5 – 2,0 m terbuat dari beton disebut bak beton,
dan sumber air bermacam-macam.
Sedangkan bak atau tanki adalah yang terbuat dari kayu dilapisi
suatu wadah budidaya ikan yang
sengaja dibuat oleh manusia yang dengan plastik disebut bak plastik,
berada diatas permukaan tanah yang
yang terbuat dari serat fiber disebut
bak fiber. Akuarium merupakan salah
satu wadah yang digunakan untuk
budidaya ikan yang terbuat dari kaca
dan mempunyai ukuran tertentu.
Jaring terapung merupakan suatu
wadah budidaya ikan air tawar dan
laut yang sengaja dibuat oleh
manusia untuk membatasi air yang
berada dalam suatu perairan umum
(danau, laut, waduk, sungai) agar
dapat digunakan untuk
membudidayakan ikan.
23
2.1.1. Kolam
Jenis-jenis kolam yang akan
digunakan sangat tergantung kepada
sistem budidaya yang akan
diterapkan. Ada tiga sistem budidaya
ikan air yang biasa dilakukan yaitu :
1. Tradisional/ekstensif, kolam yang
digunakan adalah kolam tanah
yaitu kolam yang keseluruhan
bagian kolamnya terbuat dari Gambar 2.1. Kolam tanah
tanah (Gambar 2.1). Gambar 2.2. Kolam semiintensif
2. Semi intensif, kolam yang Gambar 2.3. Kolam Intensif
Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan
digunakan adalah kolam yang untuk membudidayakan ikan
berdasarkan proses budidaya dan
bagian kolamnya(dinding fungsinya dapat dikelompokkan
menjadi beberapa kolam antara lain
pematang) terbuat dari tembok adalah kolam pemijahan, kolam
sedangkan dasar kolamnya
terbuat dari tanah (Gambar 2.2).
3. Intensif, kolam yang digunakan
adalah kolam yang keseluruhan
bagian kolam terdiri dari tembok
(Gambar 2.3).
Jenis-jenis kolam berdasarkan
sumber air yang digunakan adalah
kolam air mengalir/running water
dengan sumber air berasal dari
sungai atau saluran irigasi dimana
pada kolam tersebut selalu terjadi
aliran air yang debitnya cukup besar
(50 l/detik) dan kolam air tenang/
stagnant water dengan sumber air
yang digunakan untuk kegiatan
budidaya adalah sungai, saluran
irigasi, mata air, hujan dan lain-lain
tetapi aliran air yang masuk ke dalam
kolam sangat sedikit debit airnya (0,5
– 5 l/detik) dan hanya berfungsi
menggantikan air yang meresap dan
menguap.
24
penetasan, kolam pemeliharaan/ telur ikan , sebaiknya dasar kolam
pembesaran, kolam pemberokan
induk. penetasan terbuat dari semen atau
Kolam pemijahan adalah kolam yang tanah yang keras agar tidak ada
sengaja dibuat sebagai tempat
perkawinan induk-induk ikan lumpur yang dapat mengotori telur
budidaya. Ukuran kolam pemijahan
ikan bergantung kepada ukuran ikan sehingga telur menjadi buruk
besar usaha, yaitu jumlah induk ikan
yang akan dipijahkan dalam setiap atau rusak. Ukuran kolam
kali pemijahan. Bentuk kolam
pemijahan biasanya empat persegi penetasan disesuaikan juga dengan
panjang dan lebar kolam pemijahan
misalnya untuk kolam pemijahan skala usaha. Biasanya untuk
ikan mas sebaiknya tidak terlalu
berbeda dengan panjang kakaban. memudahkan perawatan dan
Sebagai patokan untuk 1 kg induk
ikan mas membutuhkan ukuran pemeliharaan larva, ukurannya
kolam pemijahan 3 x 1,5 m dengan
kedalaman air 0,75 – 1,00 m. adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar
Kolam pemijahan sebaiknya dibuat 2.5).
dengan sistem pengairan yang baik
yaitu mudah dikeringkan dan pada Gambar 2.5. Kolam Penetasan
lokasi yang mempunyai air yang
mengalir serta bersih. Selain itu Kolam pemeliharaan benih adalah
kolam pemijahan harus tidak bocor
dan bersih dari kotoran atau rumput- kolam yang digunakan untuk
rumput liar (Gambar 2.4).
memelihara benih ikan sampai
ukuran siap jual (dapat berupa benih
atau ukuran konsumsi). Kolam
pemeliharaan biasanya dapat
dibedakan menjadi kolam
pendederan dan kolam pembesaran
ikan. Pada kolam semi intensif atau
tradisional sebaiknya tanah dasar
kolam adalah tanah yang subur jika
dipupuk dapat tumbuh pakan alami
yang sangat dibutuhkan oleh benih
ikan (Gambar 2.6).
Gambar 2.4. Kolam Pemijahan
Kolam penetasan adalah kolam yang
khusus dibuat untuk menetaskan
25
Bak yang digunakan untuk
melakukan pemijahan ikan biasanya
adalah bak yang terbuat dari beton
(Gambar 2.8) atau fiber (Gambar
2.9) sedangkan bak plastik (Gambar
2.10) biasanya digunakan untuk
melakukan pemeliharaan larva ikan.
Gambar 2.6. Kolam Pemeliharaan
Kolam pemberokan adalah kolam
yang digunakan untuk menyimpan
induk-induk ikan yang akan
dipijahkan atau ikan yang akan
dijual/angkut ke tempat jauh
(Gambar 2.7)
Gambar 2.8. Bak Beton
Gambar 2.7. Kolam Pemberokan Gambar 2.9. Bak fiber
2.1.2. Bak Gambar 2.10. Bak Plastik
2.1.3. Akuarium
Wadah budidaya ikan selanjutnya
adalah bak atau tanki yang dapat
digunakan untuk melakukan
budidaya ikan. Berdasarkan proses
budidaya ikan, jenis bak yang akan
digunakan disesuaikan dengan skala
produksi budidaya dan hampir sama
dengan kolam dimana dapat
dikelompokkan menjadi bak
pemijahan, bak penetasan, bak
pemeliharaan dan bak pemberokan.
26
Akuarium merupakan salah satu d. Tanaman disusun dengan
wadah pemeliharaan ikan yang relatif estetika
sangat mudah dalam perawatannya.
Akuarium dapat digunakan untuk e. Jenis ikan yang dipelihara harus
budidaya ikan tawar dan air laut harmonis
biasanya pada proses kegiatan
pembenihan ikan atau untuk Jenis akuarium ini biasanya
pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini digunakan sebagai hiasan bagi
terbuat dari bahan kaca dimana berbagai jenis ikan yang dapat
penamaan akuarium ini berasal dari dinikmati keindahan warna tubuh
bahasa latin yaitu aqua yang berarti ikan baik ikan air tawar maupun ikan
air dan area yang berarti ruang. Jadi air laut dari jenis ikan hias maupun
akuarium ini adalah ruangan yang ikan konsumsi.
terbatas untuk tempat air yang
berpenghuni, yang dapat diawasi 2.1.3.2. Akuarium Kelompok
dan dinikmati.
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam
Akuarium yang digunakan untuk akuarium kelompok harus ikan
sejenis/sekeluarga serta ditanami
budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri oleh tanaman air yang tanaman air
yang diperlukan oleh kelompok ikan
atau membeli langsung dari toko. yang dipelihara.
Fungsi akuarium sebagai wadah
untuk budidaya ikan juga dapat Syarat akuarium kelompok :
berfungsi sebagai penghias ruangan a. Jenis ikan yang dipelihara harus
dimana akuarium tersebut dapat masih sekarabat
dinikmati keindahannya oleh b. Susunan tanaman air
penggemarnya. Berdasarkan disesuaikan dengan ikan yang
fungsinya, akuarium dapat dipelihara.
dibedakan antara lain adalah :
2.1.3.1. Akuarium Umum Jenis akuarium ini biasanya
digunakan untuk memelihara ikan
Akuarium ini diisi dengan berbagai dalam satu kelompok baik ikan hias
jenis ikan dan tanaman air yang maupun ikan konsumsi dari ikan air
bertujuan untuk penghias ruangan. tawar dan laut (Gambar 2.11).
Syarat akuarium umum :
a. Akuarium akan diletakkan sesuai
dan serasi dengan ruangan.
b. Alat perlengkapan akuarium
meliputi aerator, kabel listrik, pipa
pvc, dan lain-lain yang diletakkan
tersembunyi supaya nampak
alami.
c. Usahakan dasar akuarium
tampak alami
27
Gambar 2.11. Akuarium Kelompok 2.1.4. Keramba Jaring Apung
(KJA)
2.1.3.3. Akuarium Sejenis
Dalam akuarium ini, estetika dan Wadah budidaya ikan selanjutnya
dekorasi dikesampingkan, karena yang dapat digunakan oleh
tujuan dari akuarium sejenis untuk masyarakat yang tidak memiliki
mengembang-biakan ikan. Jenis lahan darat dalam bentuk kolam,
akuarium ini yang biasa digunakan masyarakat dapat melakukan
untuk membudidayakan ikan air budidaya ikan di perairan umum.
tawar dan laut (Gambar 2.12). Budidaya ikan dengan menggunakan
karamba merupakan alternatif wadah
Gambar 2.12. Akuarium sejenis budidaya ikan yang sangat potensial
untuk dikembangkan karena seperti
2.1.3.4. Akuarium Tanaman diketahui wilayah Indonesia ini terdiri
Dalam akuarium ini yang memegang dari 70% perairan baik air tawar
peranan adalah tanaman air. Ikan maupun air laut. Dengan
dimasukan kedalam akuarium untuk menggunakan wadah budidaya
penghias dan pemelihara tanaman. karamba dapat diterapkan beberapa
sistem budidaya ikan yaitu secara
ekstensif, semi intensif maupun
intensif disesuaikan dengan
kemampuan para pembudidaya ikan.
Jenis-jenis wadah yang dapat
digunakan dalam membudidayakan
ikan dengan karamba ada beberapa
antara lain adalah karamba jaring
terapung, karamba bambu tradisional
dengan berbagai bentuk bergantung
pada kebiasaan masyarakat sekitar.
Teknologi yang digunakan dalam
membudidayakan ikan dengan
karamba ini relatif tidak mahal dan
sederhana, tidak memerlukan lahan
daratan menjadi badan air yang baru
serta dapat meningkatkan produksi
perikanan budidaya. Jenis karamba
jaring apung yang digunakan untuk
membudidayakan ikan dapat dilihat
pada Gambar 2.14 dan 2.15.
Gambar 2.12. Akuarium Tanaman
28
Konstruksi kolam yang akan
digunakan untuk budidaya ikan
sangat dipengaruhi oleh pemilihan
lokasi yang tepat. Untuk membuat
kolam maka tanah yang akan
dijadikan kolam harus mampu
menyimpan air atau kedap air
sehingga kolam yang akan di buat
tidak bocor. Bentuk kolam yang akan
Gambar 2.14. Kolam jaring terapung digunakan untuk membudidayakan
tampak atas
ikan ada beberapa macam antara
Gambar 2.15. Kolam jaring terapung
tampak depan lain adalah kolam berbentuk segi
2.2. Konstruksi Wadah empat/empat persegipanjang,
Budidaya
berbentuk bujur sangkar, berbentuk
Dari beberapa jenis wadah budidaya
ikan yang telah dijelaskan lingkaran atau berbentuk segitiga.
sebelumnya dapat digunakan untuk
menentukan jenis wadah yang akan Dari berbagai bentuk kolam ini yang
digunakan untuk membudidayakan
ikan. Langkah selanjutnya adalah harus diperhatikan adalah tentang
memahami konstruksi wadah
budidaya agar wadah budidaya yang persyaratan teknis konstruksi kolam.
akan dibuat sesuai dengan kaidah
budidaya. Persyaratan teknis konstruksi suatu
2.2.1. Konstruksi kolam kolam yang akan digunakan untuk
membudidayakan ikan sebaiknya
mempunyai :
2.2.1.1. Pematang kolam.
Pematang kolam dibuat untuk
menahan massa air didalam kolam
agar tidak keluar dari dalam kolam.
Oleh karena itu jenis tanah yang
akan digunakan untuk membuat
pematang kolam harus kompak dan
kedap air serta tidak mudah bocor.
Jenis tanah yang baik untuk
pematang kolam adalah tanah liat
atau liat berpasir. Kedua jenis tanah
ini dapat diidentifikasi dengan
memperhatikan tanah yang ciri-
cirinya antara lain memiliki sifat
lengket, tidak poros, tidak mudah
pecah dan mampu menahan air.
Ukuran pematang disesuaikan
dengan ukuran kolam. Tinggi
pematang ditentukan oleh
kedalaman air kolam, sebaiknya
dasar pematang kolam ini ditanam
29
sedalam r 20 cm dari permukaan sama kaki dan bentuk trapesium
dasar kolam. tidak sama kaki. Bentuk pematang
trapesium sama kaki artinya
Bentuk pematang yang biasa dibuat perbandingan antara kemiringan
dalam kolam budidaya ikan ada dua pematang 1 : 1 (Gambar 2.16),
bentuk yaitu berbentuk trapesium
Gambar 2.16. Bentuk pematang trapesium sama kaki
sedangkan bentuk pematang pematang pada bagian bawahnya
trapesium tidak sama kaki artinya adalah 3 m untuk pematang bentuk
perbandingan antara kemiringan trapesium sama kaki pada
pematang 1 : 1,5 (Gambar 2.17). kedalaman kolam 1m, jika kolam
tersebut dibuat dengan pematang
trapesium tidak sama kaki maka
lebar pematang pada bagian atas
adalah 1 m maka lebar pematang
pada bagian bawahnya adalah 4 m
pada kedalaman kolam 1 m.
Gambar 2.17. Bentuk pematang 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran
trapesium tidak sama
kaki Dasar kolam untuk budidaya ikan ini
dibuat miring ke arah pembuangan
Sebagai acuan dalam membuat air, kemiringan dasar kolam berkisar
pematang kolam untuk kolam yang antara 1-2% yang artinya dalam
berukuran 200 m2 lebar pematang setiap seratus meter panjang dasar
dibagian atas adalah 1 m maka lebar
30
kolam ada perbedaan tinggi Gambar 2.19. Saluran tengah atau
sepanjang 1-2 meter (Gambar 2.18). kemalir
Gambar 2.18. Kemiringan dasar 2.2.1.3. Pintu air
kolam
Kolam yang baik harus memiliki pintu
Cara pengukuran yang mudah untuk pemasukan air dan pintu
mengetahui kemiringan dasar kolam pengeluaran air secara terpisah.
adalah dengan menggunakan selang Letak pintu pemasukkan dan
air yang kecil. Pada masing-masing pengeluaran air sebaiknya berada di
ujung pintu pemasukan dan pintu tengah-tengah sisi kolam terpendek
pengeluaran air ditempatkan agar air dalam kolam dapat berganti
sebatang kayu atau bambu yang seluruhnya (Gambar 2.20).
sudah diberi ukuran, yang paling
bagus meteran, kemudian selang Gambar 2.20. Pintu pemasukkan
kecil yang telah berisi air air dan pengeluaran
direntangkan dan ditempatkan pada air ditengah
bambu, kayu atau meteran.
Perbedaan tinggi air pada ujung- Ada juga letak pintu pengeluaran dan
ujung selang itu menunjukkan
perbedaan tinggi tanah/ kemiringan pemasukan air berada disudut
dasar kolam.
secara diagonal (Gambar 2.21).
Saluran didalam kolam budidaya ada
dua macam yaitu saluran keliling Letak pintu air tersebut ada
atau caren dan saluran tengah atau
kemalir. Saluran didalam kolam ini kelemahannya yaitu air dikedua
dibuat miring ke arah pintu
pengeluaran air. Hal ini untuk
memudahkan di dalam pengeringan
kolam dan pemanenan ikan (Gambar
2.19).
sudut yang lain tidak berganti dan
memperpanjang saluran
pengeringan sehingga penangkapan
ikan relatif berlangsung agak lama.
31
Pada kolam beton pintu pemasukan
dan pengeluaran air menggunakan
sistem monik. Pada pintu air sistem
monik ini ada celah penyekatnya dan
dapat dibuat lebih dari satu. Celah
penyekat ini berfungsi untuk
menempatkan papan-papan kayu
yang disusun bertumpuk. Papan-
papan kayu ini dapat dibuka dan
diatur yang pengaturannya
disesuaikan dengan kebutuhan.
Gambar 2.21. Pintu pengeluaran Pada pintu air ini papan penyekatnya
dan pemasukan
air berada disudut dapat diganti dengan saringan
Pada kolam tanah pintu (Gambar 2.23).
pemasukan dan pengeluaran air
dibuat dari bambu atau pipa Gambar 2.23. Pintu pemasukan
paralon. Bentuk pintu pemasukan dan pengeluaran
diletakkan sejajar dengan air menggunakan
permukaan tanggul sedangkan sistem monik
pintu pengeluaran dapat dibuat
dua model yaitu pertama sama
dengan pintu pemasukkan
dengan ketinggian sesuai
dengan tinggi air kolam dan
kedua dibuat dengan model huruf
L (Gambar 2.22).
Gambar 2.22. Pintu pemasukan Persyaratan konstruksi teknik dalam
dan pengeluaran membuat bak yang akan digunakan
air bentuk L untuk budidaya ikan secara prinsip
hampir sama dengan kolam dimana
32 harus mempunyai pintu pemasukan
dan pengeluaran air tetapi dasar bak
pada umumnya adalah rata.
Konstruksi pintu dan pemasukan air
pada bak dapat dibuat dengan model
pembuatan instalasi air untuk
pemasukan air dan pengeluaran
airnya menggunakan pipa paralon
(PVC) dengan bentuk huruf L
(Gambar 2.24).
Gambar 2.24 Pemasukan dan sebagai wadah budidaya ikan antara
pengeluaran air pipa lain adalah akuarium segiempat,
paralon (PVC) akuarium trapesium, akuarium
segidelapan, akuarium segienam,
2.2.2. Konstruksi Akuarium akuarium botol dan akuarium ellips.
Setelah merencanakan bentuk
Konstruksi wadah akuarium sangat akuarium kaca yang akan dibuat,
bergantung pada desain yang akan langkah selanjutnya menentukan
dikerjakan berdasarkan bentuk ukuran kaca yang akan
akuarium yang diinginkan. Bentuk dipergunakan untuk membuat
akuarium yang biasa digunakan akuarium. Ukuran kaca yang akan
digunakan biasanya berkisar antara
3 mm – 16 mm. Sebagai acuan
dalam membuat akuarium, ukuran
kaca yang akan digunakan dapat
dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca
yang akan digunakan sebagai dasar
akuarium sebaiknya ketebalannya
ditambah 1 – 2 mm.
Tabel 2.1. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca
Tebal kaca (mm) Panjang Lebar Tinggi
akuarium (cm) akuarium akuarium
3
3 30 (cm) (cm)
3 40 20 20
5 50 20 30
5 70 30 30
6 80 35 35
6 90 40 40
10 120 45 45
10 150 50 50
10 150 45 50
12 180 45 60
16 190 45 60
200 50 60
70 65
Setelah menentukan bentuk dan adalah memotong kaca. Kaca yang
ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat
dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk
akuarium maka langkah selanjutnya lembaran kaca. Ada beberapa
33
langkah yang harus diperhatikan
dalam memotong kaca antara lain
adalah :
1. Letakkan lembaran kaca pada
meja kerja, meja kerja harus
dalam keadaan datar dan bersih.
Hal ini untuk menghindari
terjadinya keretakan kaca yang
akan dipergunakan.
Gambar 2.26. Mengukur kaca
3. Untuk memotong kaca gunakan
alat pemotong kaca yang banyak
dijual di toko besi.
Gambar 2.25. Meletakan lembaran Gambar 2.27. Memotong kaca
kaca
4. Setelah kaca terpotong, bagian
2. Ukuran kaca yang akan dipotong pinggir dari potongan-potongan
ini disesuaikan dengan bentuk kaca harus dihaluskan dengan
akuarium yang akan dibuat. gerinda atau batu asahan
karborondum.
Dalam membuat potongan-
potongan kaca, lembaran kaca
dibuat polanya terlebih dahulu
dengan menggunakan spidol dan
penggaris besi. Pola yang sudah
dibentuk dapat langsung
dipotong.
34
Gambar 2.28. Menghaluskan bagian agar akuarium yang dibuat tidak
pinggir kaca bocor dan tahan lama, yaitu
merancang/mendesain akuarium,
Setelah kaca yang dibutuhkan untuk memotong kaca, merakit akuarium
membuat akuarium tersebut dan melakukan uji coba terhadap
disiapkan langkah selanjutnya akuarium tersebut.Akuarium yang
adalah melakukan perakitan akan dirakit sendiri, langkah awal
akuarium. Dalam merakit akuarium yang harus dilakukan adalah
dibutuhkan ketelitian dan ketepatan menyiapkan kaca sebagai dasar
dalam merangkainya. Kaca sebagai utama pembuatan akuarium. Kaca
bahan utama dalam pembuatan yang akan dirakit menjadi akuarium
akuarium dapat diperoleh dengan ini sudah dalam bentuk potongan-
cara membeli lembaran kaca atau potongan kaca yang ukurannya
membeli potongan kaca sesuai disesuaikan dengan ukuran
dengan ukuran yang tepat. akuarium yang akan dibuat. Sebelum
Akuarium sebagai salah satu wadah dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya
yang dapat digunakan untuk dilakukan penggosokan dengan
membudidayakan ikan baik ikan hias menggunakan batu asahan
maupun ikan konsumsi yang berasal karborundum atau gerinda. Hal ini
dari perairan tawar dan laut dapat bertujuan agar akuarium yang dibuat
diperoleh dengan cara membeli tidak berbahaya bagi pemakainya.
langsung ditoko atau membuatnya
sendiri. Dengan membuat akuarium Kaca-kaca yang telah dihaluskan
sendiri akan diperoleh keuntungan seluruh bagian pinggirnya dengan
antara lain adalah harganya relatif gerinda ini telah siap untuk dirakit.
lebih murah, ukuran sesuai dengan Langkah selanjutnya adalah
kebutuhan dan kaca yang digunakan menyiapkan alat dan bahan lainnya
mempunyai ketebalan sesuai dengan yaitu lem kaca silikon, alat tembak
luasan akuarium yang dibuat. lem, lakban besar dan cutter.
Lem kaca yang digunakan adalah
lem silikon yaitu lem khusus untuk
merekatkan kaca agar melekat
dengan baik dan tidak bocor. Alat
tembak lem silikon ini berfungsi
untuk memudahkan si pembuat
akuarium dalam merakit akuarium,
bentuk alat tembak ini seperti pistol
sehingga disebut alat tembak.
Dalam membuat akuarium, ada
beberapa hal yang harus dikuasai
35