bearing retainer atau baut-baut strap yang longgar, baut-baut atau mur
companion flange yang longgar, spring tab atau baut-baut spring tap yang
longgar atau hilang, tang pada end fitting yang rusak, snap ring yang rusak
atau lepas, dan bearing cap yang berputar.
Jika salah satu situasi ini terjadi, penggantian komponen perlu
dilakukan. Baca tujuan pembelajaran untuk prosedur pelepasan dan
pemasangan.
H. Pemeriksaan Umum Universal Joint
Gambar 7.25
Periksa apakah terdapat kelonggaran yang berlebihan pada ujung-ujung
universal bearing cup assembly dan trunnion. Pegang inboard yoke pada
driveshaft dengan kedua tangan. Coba menggerakkan yoke ke arah vertikal dan
horisontal (Gambar 7.25). Gerakan yang terjadi seharusnya kurang dari 0,006
inci (0,15mm) di dalam universal joint kit terhadap inboard yoke atau outboard
yoke. Jika kelonggaran lebih dari 0,006 inci (0,15mm), universal joint kit harus
diganti. Inspeksi secara visual semua universal joint kit di dalam driveshaft
assembly.
291
I. Jenis-jenis Universal Joint yang Dapat Dilumasi Kembali
Gambar 7.26 – Model yang dapat dilumasi kembali
Periksa apakah semua grease nipple fitting masih ada. Grease nipple
fitting seharusnya tidak hilang/lepas, longgar atau patah (Gambar 7.26). Jika
grease nipple fitting longgar, kencangkan sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan.
Jika grease nipple fitting patah, ganti grease nipple fitting dan
kencangkan sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Jika grease nipple
fitting hilang/lepas, seluruh universal joint kit perlu diganti. Baca bagian
pelepasan dan pemasangan di dalam manual ini untuk mengetahui prosedur
penggantian yang benar.
292
J. Universal Joint yang Dilumasi Secara Permanen
1). Model Plug
Gambar 7.27 – Model Plug yang Dilumasi Secara Permanen
Universal joint kit model plug yang dilumasi secara permanen tidak
dilengkapi dengan grease nipple fitting. Universal joint kit jenis ini hanya
dilengkapi dengan sebuah plug. Pastikan plug tidak hilang/lepas, longgar
atau patah (Gambar 7.27). Jika plug longgar, kencangkan sesuai dengan
spesifikasi yang disyaratkan. Jika plug hilang atau patah, seluruh universal
joint kit perlu diganti.
293
2). Model Bentuk Jaring (Net-Formed)
Gambar 7.28 – Model bentuk jaring yang dilumasi secara permanen
Net-formed universal joint tidak dilengkapi dengan grease nipple fitting atau plug
dan tidak dapat dilumasi kembali (Gambar 7.28).
K. Slip Joint Assemblly
Gambar 7.29
Periksa slip member assembly apakah mengalami kelonggaran yang
berlebihan. Gunakan sebuah dial indicator, pegang tubing di dekat slip
member dengan kedua tangan dan coba gerakkan ke arah vertikal ke atas
294
dan ke bawah terhadap permukaan tanah (Gambar 7.29). Seharusnya
terdapat kelonggaran terbatas di dalam slip member assembly.
Jika kelonggaran lebih dari 0,012 in (0,30mm) atau lebih besar
seperti ditunjukkan oleh dial indicator, penggantian slip member assembly
perlu dilakukan. Baca bagian pelepasan dan pemasangan di dalam
pedoman penyervisan untuk mengetahui prosedur penggantian yang benar.
L. Model yang Dapat Dilumasi Kembali
Gambar 7.30
Untuk rancangan inboard slip yoke assembly dan outboard slip yoke
assembly, periksa untuk memastikan bahwa slip yoke welch plug tidak
longgar, periksa untuk memastikan bahwa slip yoke welch plug tidak
longgar, hilang atau rusak (Gambar 7.30).
Jika salah satu dari situasi ini terjadi, penggantian slip yoke dan
penyeimbangan kembali (rebalancing) driveshaft perlu dilakukan.
295
Gambar 7.31
Inspeksi secara visual untuk mengetahui apakah grease nipple fitting
masih ada, jika memungkinkan, pada slip yoke, (Gambar 7.31). Grease
nipple fitting tidak boleh hilang, longgar atau patah.
Jika grease nipple fitting longgar, kencangkan sesuai dengan
spesifikasi yang disyaratkan. Jika grease nipple fitting hilang atau patah, slip
member perlu diganti.
Jika slip member assembly berada dalam batas-batas yang dapat
diterima, pasang grease nipple fitting yang baru dan kencangkan sesuai
dengan spesifikasi yang disyaratkan. Jangan lupa melumasi sepenuhnya
slip member assembly dengan bahan pelumas yang dianjurkan.
296
Gambar 7.32
Periksa slip yoke seal (Gambar 7.32). Pastikan seal dipasang
dengan benar pada slip yoke dan tidak longgar atau rusak.
Jika salah satu situasi ini terjadi, penggantian slip member assembly
perlu dilakukan.
M. Model Slip Joint yang dilumasi secara permanen
Gambar 7.33
Periksa yoke shaft boot atau seal can (Gambar 7.33). Pastikan boot
atau seal can dipasang dengan benar pada yoke shaft dan tube sleeve dan
297
tidak ada kerusakan atau kelonggaran yang terjadi. Inspeksi secara visual
boot atau seal apakah sobek dan berlubang. Inspeksi boot clamp apakah
mengalami kerusakan.
Jika salah satu situasi ini terjadi, penggantian slip member assembly perlu
dilakukan.
N. Tubing
Periksa driveshaft apakah bengkok atau pipa-pipa melengkung/bengkok.
Jika salah satu situasi ini terjadi, penggantian seluruh driveshaft assembly atau
tube perlu dilakukan. Pastikan tidak terdapat tumpukan kotoran pada driveshaft.
Jika terdapat tumpukan kotoran, maka tumpukan tersebut harus dibuang
dengan hati-hati agar tidak merusak driveshaft.
O. Center Bearing
Gambar 7.34
Inspeksi secara visual semua center bearing, end-fitting midship nut
untuk mengetahui apakah terdapat celah antara permukaan-permukaan
hubung (mating surfaces) (Gambar 7.34).
298
Gambar 7.35
Inspeksi baut-baut center bearing bracket apakah longgar (Gambar 7.35).
P. CHAIN
Chain tersedia dari jenis yang paling kecil untuk tujuan instrumen,
beberapa di antaranya terbuat dari bahan plastik, sampai dengan versi helaian
banyak (multi-strand) yang mampu mentransmisi ribuan kilowatt.
Keunggulan:
Tidak selip, oleh karena itu torsi tinggi dapat ditransmisi.
Hubungan yang sinkron antara drive shaft dan drivenshaft. Ini berarti
bahwa tidak ada slip.
Tidak ada tegangan slack-side. Oleh karena itu, tidak ada pembebanan
yang parah para bearing; tenaga yang ditransmisi tergantung dari
tegangan awal di dalam chain dan ratio yang besar driver sprocket
terhadap driven sprocket dapat dicapai di dalam ruang yang lebih kecil.
Chain berfungsi sebagai alat yang mudah untuk menggerakkan
beberapa shaft dari satu sumber tenaga, dari sisi manapun pada chain.
Chain drive dapat digunakan dalam kondisi temperatur tinggi.
Kelemahan:
Pada kecepatan yang sama, chain drive mengeluarkan bunyi bising,
kecuali bila bentuk rantai khusus yang tidak berbunyi bising digunakan.
299
Bunyi bising rantai terutama disebabkan oleh pulsasi didalam alat
penggerak (drive) yang disebabkan oleh efek poligon, yaitu akselerasi
(percepatan) dan deselerasi (pelambatan) sedikit pada rantai pada saat
melewati gigi-gigi sprocket.
Untuk kinerja yang memuaskan, pada kecepatan sedang sampai tinggi,
rantai (chain) harus ditutup dan dilumasi. Untuk aplikasi kecepatan
tinggi, ini menuntut biaya yang tinggi karena tutup (selubung) harus
kedap oli, seperti motor grader.
Chain bersifat tidak elastis dan, oleh karena itu, tidak selalu sesuai
untuk beban yang berdenyut. Kecuali bila tindakan pencegahan
kecelakaan dilakukan, backlash (selip balik) dapat menjadi Kelemahan.
Aus pada sambungan chain (rantai), yang menimbulkan efek terhadap
pemanjangan chain, jika dibawa terlalu jauh, menuntut penggantian
sprocket dan chain.
Lebih dari komentar yang sangat umum ini, dapat dikatakan bahwa
chain, selain dari kegunaan khusus chain untuk mentransmisi tenaga,
chain juga dapat digunakan dalam berbagai cara untuk mencapai
gerakan mekanis.
300
Q. Precision Roller Chain
Jenis chain yang diterima secara umum yang digunakan untuk
mentransmisi tenaga adalah precision roller chain. Precision roller chain
disebut demikian karena komponen-komponennya dibuat untuk toleransi
halus, tetapi umumnya disebut sebagai roller chain.
Gambar 7.36 – Komponen-komponen Chain
Roller chain (Gambar 7.36) pada dasarnya terdiri dari sambungan-
sambungan dalam dan luar yang dipasang secara bergantian. Sambungan
dalam (inner link) terdiri dari dua buah pelat samping yang terbuat dari baja
yang ditahan dengan kuat dengan bush baja keras.
Roller baja keras (hardened steel roller) yang dipasang pada masing-
masing bush antara pelat-pelat bebas berputar pada bush. Sambungan luar
terdiri dari dua buah pelat samping yang terbuat dari baja yang ditahan satu
sama lain dengan kuat dengan menggunakan dua buah pin baja keras.
Pada saat dirakit, pin-pin tersebut dipakukan pada satu pelat
samping dan kemudian melewati satu bush pada masing-masing sisi dua
buah inner link yang berdekatan. Pelat sisi yang lainnya ditekan pada ujung-
ujung pin dan ujung-ujung pin di-rivet (dipakukan dengan paku keling).
Roller chain digolongkan berdasarkan:
301
Pitch – jarak pusat gigi-gigi yang berdekatan. Berdasarkan ukuran
pin, pitch untuk rantai (chain) standar adalah 9,5, 12, 7, 15,9, 19 dan
25,4 mm. Chain (rantai) dengan ukuran pitch 31,8, 38,1, 44,5, 50,8,
63,5 dan 76,2 mm juga tersedia.
Gambar 7.37
Lebar – rantai-rantai (chain) dengan pitch pendek dibuat dengan satu
lebar, dua lebar dan tiga lebar (yang dikenal dengan single, duplex
dan triplex). (Gambar 7.37). Seperti diharapkan, beban yang ditahan
oleh triplex chain adalah sekitar tiga kali beban yang ditahan oleh
sebuah single chain.
a. Roda-roda (wheel) untuk chain drive
Roda-roda chain (chain wheel) sering disebut sprocket atau sprocket
wheel. Wheel yang digunakan pada precision roller chain memiliki gigi-gigi
yang dibuat dengan mesin dan kisaran gigi standarnya adalah 17, 19, 21,
23, 25, 38, 57, 76, 95 dan 114.
Namun demikian, wheel dengan jumlah gigi berapapun dapat dibuat
untuk aplikasi khusus. Wheel yang memiliki gigi sampai 29 disebut pinion,
sedangkan wheel yang memiliki 30 gigi atau lebih disebut wheel.
Perhatikan bahwa, pitch pada sebuah wheel berarti jarak kordal (chordal
distance) antara gigi-gigi, identik dengan chain pitch.
302
b. Cara Kerja
Keefektifan sebuah chain drive tergantung dari pemasangan,
pengoperasian dan pemeliharaan yang benar. Karena chain dibuat untuk
meredam banyak guncangan (ingat chain drive pada sepeda motor), faktor-
faktor yang mempengaruhi masa pakai dan kinerja chain adalah:
Pemilihan chain dan chain wheel yang benar untuk mentransmisi
tenaga dan kecepatan yang dibutuhkan.
Pemasangan yang benar dalam hal tegangan dan kesejajaran chain.
Pelumasan dan pemeliharaan jangka panjang yang benar.
Namun demikian, banyak kesalahan terjadi dalam pemasangan
chain. Kenyataan bahwa chain tampak mengikat dua buah shaft dengan
berhasil dapat menyembunyikan terjadinya kondisi terlalu kencang atau
terlalu longgar, yang menyebabkan tekanan berlebihan pada komponen,
getaran, bunyi bising dan kerusakan akibat kelelahan (fatigue).
Chain sprocket/wheel mungkin tidak dapat disejajarkan, yang juga
menyebabkan bunyi bising, aus berlebihan, atau kerusakan dini pada chain
dan juga dapat menyebabkan chain men-“steer-off” sprocket/wheel.
c. Kesejajaran Chain
Pastikan bahwa shaft ditopang dengan benar di dalam bearing.
Shaft, bearing dan pondasi harus sesuai untuk menjaga kelurusan awal dan
tidak mendefleksi secara berlebihan di bawah beban. Wheel harus disusun
dekat dengan bearing.
303
Gambar 7.38 – Cara mensejajarkan Chain
Kesejajaran yang tepat shaft memastikan distribusi beban yang
merata di seluruh lebar chain dan sangat membantu memaksimalkan masa
pakai chain. Gambar 7.38 mengilustrasikan metode penjajaran chain yang
disetujui.
Penggaris lurus memastikan bahwa chain wheel berada pada bidang
yang sama dan pemeriksaan spirit level untuk shaft memastikan bahwa shaft
sejajar secara horisontal. Pemeriksaan visual, setelah chain dipasang, juga
menunjukkan ketidaksejajaran jika lajur chain terpuntir.
304
Gambar 7.39 – Metode Penegangan Chain
Tegangan chain yang benar membantu mencegah agar chain tidak
melenceng (tidak lepas dari kesejajaran) dari wheel dan, untuk gerakan
balik, mengurangi backlash (selip balik). Ketika digunakan, chain aus dan
memanjang, sehingga penyetelan tegangan perlu dilakukan.
Metode yang disukai untuk Menegangkan chain adalah
memindahkan posisi salah satu shaft (Gambar 7.39).
Jika shaft tidak mungkin digerakkan, sebuah idler wheel yang dapat
disetel yang berikatan dengan sisi chain yang tidak memiliki beban
dianjurkan.
Umumnya:
Idler harus memiliki jumlah gigi yang sama dengan pinion.
305
Idler harus dipasang sedemikian rupa sehingga sekurang-kurangnya
tiga gigi berikatan dengan chain.
Ukuran dan kecepatan idler harus sesuai dengan spesifikasi pabrik
pembuat.
d. Penegangan Chain
Gambar 7.40 – Penyetelan Tegangan Chain
Chain harus disetel agar, seperti diperlihatkan pada Gambar 7.40,
satu sisi chain drive kencang dan sisi lain dapat digerakkan sejauh A,
dimana:
Gerakan Total (A)mm = Jarak Pusat (b) mm
Faktor beban
gerakan total (a)mm =jarak pusat (b) mm per faktor beban.
Faktor beban adalah 25 untuk gerakan “mulus” dan 50 untuk gerakan
yang berbeban guncangan.
Jika drive system vertikal, gerakan total A harus setengah dari chain pitch.
306
e. Penggantian Chain
Jika chain aus, chain akan bertambah panjang karena jarak bebas yang
meningkat dalam banyak permukaan. Perubahan panjang dalam chain ini
digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui apakah chain sudah harus diganti.
Petunjuk yang baik adalah dengan membandingkan panjang chain yang
aus dengan panjang yang semestinya, yaitu jumlah sambungan dikalikan
dengan pitch. Jika chain yang sudah aus telah bertambah 2%, maka chain
ini harus diganti.
Jika tidak ada alat atau cara yang tersedia untuk menyetel tegangan
chain, maka chain harus diganti bila panjangnya sudah bertambah 1%
f. Pelumasan Chain / Chain Lubrication
Gambar 7.41 – Metode Pelumasan Chain
307
Ada empat metode dasar pelumasan chain drive: manual, dripfeed, bath
lubricant dan oil stream. Metode pelumasan yang digunakan ditentukan oleh
aplikasi drive, tetapi pada dasarnya, pada saat kecepatan atau tenaga yang
ditransmisi eningkat, metode pelumasan juga harus lebih baik. Hubungan antara
tenaga dan kecepatan yang ditransmisi serta metode pelumasan diperlihatkan
ada Gambar 7.41.
R. IDENTIFIKASI MASALAH / PROBLEM DIAGNOSIS
Masalah Getaran / Vibration – Penyebab Yang Mungkin &
Tindakan Perbaikan
Getaran Umum / General Vibration
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan Yang Dapat
Dilakukan
Torsi pada cap screw yang
menahan bearing plate tidak Retensi torque bearing sesuai dengan
cukup. spesifikasi.
Universal joint aus Ganti Universal joint kit.
Sudut universal joint yang bekerja Kurangi sudut kerja terus menerus
secara terus menerus terlalu universal joint
besar
Sudut-sudut universal joint tidak Ganjal (dengan shim) komponen-
sama komponen drive train untuk
menyamakan sudut-sudut universal
joint
Keseimbangan dan kelurusan Luruskan dan seimbangkan
driveshaft.
Driveshaft tube rusak Kencangkan dan seimbangkan atau
ganti tube
Runout pada drive support shaft Periksa pedoman pabrik pembuat
dan driven support shaft mengenai transmisi atau axle. Ganti
308
shaft bearing.
Pasang two piece driveshaft dengan
shaft support bearing.
Luruskan dan seimbangkan
Kelonggaran u-joint yang Periksa kelenturan u-joint apakah
berlebihan untuk kecepatan dan longgar.
panjang pengoperasian. Retensi torque bearing sesuai dengan
spesifikasi.
Dudukan Diameter Luar longgar
pada slip spline Ganti
Driveshaft terlalu panjang untuk Pasang two piece driveshaft dengan
kecepatan – beroperasi dalam shaft support bearing.
kondisi kritis Gunakan tube yang memiliki diameter
lebih besar.
Pasang two piece driveshaft dengan
Bobot driveshaft tidak kompatibel shaft support bearing.
dengan engine- dudukan transmisi Perbaiki skema dudukan power plant
Baca pedoman pemeliharaan O.E.M.
atau tanda panah kesejajaran pada slip
Driveshaft yoke phasing yoke dan male slip shaft untuk
mengetahui yoke phasing yang benar.
Gear Rendah Bergetar / Low Gear Shudder
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Kurangi sudut-sudut kerja terus-menerus
universal joint.
Reaksi beban secondary couple Ganjal komponen-komponen drivetrain
pada shaft support bearing. untuk menyamakan sudut-sudut U-joint.
Baca pedoman pemeliharaan O.E.M. atau
tanda panah kesejajaran pada slip yoke dan
mail slip shaft untuk mengetahui yoke
309
phasing yang benar.
Jika two piece – 3JT drive shaft. Setel
panjang shaft sampai 50-50 atau 40-60 split.
Posisikan kembali shaft support bearing.
Getaran Dalam Rentang Kecepatan Pendek Dibawah Full Drive atau Full
Coast
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Eksitasi Torsional / Torsional Kurangi running angle universal joint.
Excitation
Tambahkan shim komponen-komponen
drivetrain untuk menyamakan sudut-
sudut U-joint.
Getaran / Vibration Dibawah Kondisi Beban Ringan
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Inertia Excitation Kurangi running angle universal joint.
Aus Tidak Normal – Penyebab Yang Mungkin dan Tindakan Perbaikan
Spline Galling Selip
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Kontaminasi (Abrasi) Periksa komponen. Jika masih dapat
digunakan, bersihkan dan lumasi kembali
sesuai dengan spesifikasi pelumasan. Jika
tidak dapat digunakan kembali, ganti.
310
Lumasi U-joint sesuai dengan spesifikasi
pabrik pembuat.
Lapisan pelumas rusak Gunakan Gemuk temperatur tinggi (Hi-
Temp grease)
Periksa komponen-komponen. Jika masih
dapat digunakan, bersihkan dan lumasi
sesuai dengan spesifikasi pelumasan. Jika
tidak digunakan, ganti.
Member yang bekerja dalam Tambah panjang drive shaft assembly.
posisi sambungan/ panjangan Posisikan slip spline head ke arah U-joint.
(extended) mengalami slip.
Panjang pengikatan male spline Periksa apakah male slip member dengan
head terlalu panjang untuk spline yang lebih panjang.
aplikasi.
Rancangan tidak memadai untuk aplikasi.
Beban torsi berlebihan untuk Ganti dengan universal joint dan drive shaft
universal joint dan ukuran drive yang memiliki kapasitas lebih tinggi.
shaft.
Diameter Luar Slip Spline Aus Pada Bagian-bagiannya dan pada 180º
`Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Slip member bekerja dalam posisi Tambah panjang drive shaft assembly.
sangat dipanjangkan. Posisikan slip spline head menghadap U-
joint.
Dudukan diameter luar longgar Jika aus normal, ganti.
berlebihan.
Panjang ikatan male spline head Periksa apakah male slip member memiliki
311
terlalu pendek untuk aplikasi. spline yang lebih panjang.
Rancangan tidak sesuai untuk aplikasi.
312
Frettage (Juga: False Brinelling, Oksidasi Aus, Oksidasi friksi/gesekan,
dan Chafting Fatigue)
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Kontaminasi (Abrasi) Lumasi Universal joint sesuai dengan
spesifikasi pabrik pembuat.Periksa
komponen-komponen. Jika masih dapat
digunakan, bersihkan dan lumasi kembali
sesuai dengan spesifikasi pelumasan. Jika
tidak dapat digunakan kembali, ganti
komponen tersebut. Jika terjadi aus normal,
ganti komponen-komponen tersebut.
Lapisan pelumas rusak Lumasi Universal joint sesuai dengan
spesifikasi pabrik pembuat.Gunakan Hi-
Temp grease (Gemuk temperatur
tinggi).Ganti dengan universal joint dan drive
shaft yang memiliki kapasitas lebih
tinggi.Periksa komponen-komponen. Jika
masih dapat digunakan, bersihkan
komponen tersebut dan lumasi sesuai
dengan spesifikasi pelumasan. Jika tidak
dapat digunakan kembali, ganti komponen-
komponen tersebut.
Tidak ada sudut kerja universal Sejajarkan kembali untuk sudut kerja
joint minimum 1º.
Shaft panjang dengan u-joint Pasang two piece drive shaft dengan shaft
thrust fit longgar dan tidak support bearing.
seimbang
Luruskan dan seimbangkan.
Periksa kecenderungan lenturan universal
313
joint untuk longgar.
Retensi torque bearing sesuai dengan
spesifikasi.
Transmission Extension Belt Housing dan Clutch Housing Rusak
Penyebab Yang Mungkin Tindakan Perbaikan
Universal-Joint aus Ganti Universal-Joint kit
Sudut kerja terus menerus Kurangi sudut-sudut kerja terus menerus
universal-joint terlalu besar Universal-Joint.
Sudut-sudut universal-joint tidak Ganjal (dengan shim) komponen-komponen
sama drivetrain untuk menyamakan sudut-sudut
universal-joint.
Keseimbangan dan kesejajaran Luruskan dan seimbangkan
drive shaft
Drive shaft tube rusak Luruskan dan seimbangkan atau ganti tube.
Runout pada drive support shaft Baca pedoman pabrik pembuat untuk
dan driven support shaft. transmisi atau axle. Ganti shaft bearing.
Pasang two piece drive shaft dengan shaft
support bearing.
Kelonggaran berlebihan pada Luruskan dan seimbangkan.
universal-joint untuk kecepatan Periksa kecenderungan kelenturan
dan panjang pengoperasian. universal-joint, apakah longgar.
Kencangkan retensi bearing sesuai dengan
spesifikasi.
Dudukan diameter luar longgar Ganti
Drive shaft terlalu panjang untuk Pasang two piece drive shaft dengan shaft
kecepatan – beroperasi dalam support bearing.
keadaan kritis. Gunakan tube dengan diameter yang lebih
besar.
Berat drive shaft tidak kompatibel Pasang two piece drive shaft dengan shaft
dengan engine - transmission support bearing.
mounting (dudukan transmisi).
Perbaiki skema dudukan power plant (power
plant mounting).
314
Drive shaft yoke mengalami Baca pedoman pemeliharaan O.E.M. atau
phasing. tanda panah kesejajaran pada slip yoke dan
male slip shaft untuk mengetahui yoke
phasing yang benar.
315
N. Rangkuman
1. Driveline didalam kendaraan berat manapun terdiri dari satu atau lebih.
2. Driveshaft ini mentransmisi gerakan putar melalui sudut tetap atau sudut
variabel.
3. Cara kerja driveshaft adalah :
Mentransmisi torsi melalui suatu sudut
Berputar / rotate pada kecepatan yang diperlukan
Memberikan aliran torsi yang lancar / smooth, tidak terputus
Berubah panjang ketika beroperasi
Berubah sudut ketika beroperasi
Bekerja di luar kecepatan kritis
Bebas getaran / Free vibration
4. Driveshaft harus mentransmisi torsi dan transmisi ke driving axle melalui
perubahan sudut dan panjang yang konstan.
5. Two joint and shaft assembly terdiri dari dua buah universal joint, sebuah
slip joint dan sebuah shaft (atau tube) section. Komponen-komponen
tersebut kadang-kadang disebut sebagai two piece driveshaft dan
digunakan di dalam setiap driveline dimana terjadi fluktuasi sudut dan
panjang konstan.
6. Single two joint and shaft assembly sering digunakan pada kendaraan
penggerak tunggal dengan alas roda pendek (short wheelbase single-
drive vehicle).
7. Satu universal joint dipasang pada satu ujung shaft dan yang lain
dipasang pada slip joint yang biasanya terletak pada ujung transmisi
pada driveshaft.
316
8. Universal joint jenis bersayap seperti adalah jenis yang paling umum
digunakan dalam aplikasi pengangkutan tanah (earth moving
application).
9. Fungsi slip joint adalah untuk memungkinkan driveshaft mengubah
panjang sambil berputar dan mentransmisi beban torsi. Slip joint terdiri
dari sebuah male splined tube shaft (stub) shaft dan sebuah female
splined slip yoke (sleeve).
10. Ada dua jenis dasar rancangan driveline yang mentransmisi torsi ke
roda- roda; yaitu Jenis parallel joint (sambungan paralel), dan Jenis
Non-parallel atau broken back.
11. Universal joint dihubungkan ke yoke dengan berbagai cara. Ada empat metode
yang paling umum untuk menghubungkan U-joint dengan round bearing cup.
12. Yoke yang ujungnya berbentuk setengah lingkaran (half round end yoke)
dihubungkan ke U-joint dengan bearing strap atau U-bolt. Yoke yang
ujungnya berbentuk lingkaran penuh (full round end yoke) menggunakan
snap ring atau bearing plate untuk memasang joint di dalam lubang yoke.
13. Universal joint kit model plug yang dilumasi secara permanen tidak
dilengkapi dengan grease nipple fitting. Universal joint kit jenis ini hanya
dilengkapi dengan sebuah plug. Pastikan plug tidak hilang/lepas, longgar
atau patah. Jika plug longgar, kencangkan sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan. Jika plug hilang atau patah, seluruh universal joint kit perlu
diganti.
14. Net-formed universal joint tidak dilengkapi dengan grease nipple fitting atau
plug dan tidak dapat dilumasi kembali.
15. Untuk rancangan inboard slip yoke assembly dan outboard slip yoke
assembly, periksa untuk memastikan bahwa slip yoke welch plug tidak
longgar, periksa untuk memastikan bahwa slip yoke welch plug tidak
longgar, hilang atau rusak.
16. Center support bearing digunakan bila jarak antara transmisi (atau transmisi
tambahan) dan rear axle terlalu jauh untuk dijangkau dengan sebuah single
driveshaft. Center Support bearing dihubungkan ke frame dan
317
mensejajarkan kedua driveshaft penghubung. Bearing ini juga menyerap
guncangan getaran yang ditimbulkan di dalam frame atau driveline.
17. Universal joint memiliki sudut maksimum dimana joint ini mampu
mentransmisi torsi dengan lancar; sudut ini tergantung dari sebagian dari
ukuran dan rancangan joint. Melampaui sudut kerja maksimum yang
dianjurkan akan sangat mengurangi masa pakai universal joint.
18. Dengan sudut-sudut kerja yang sama, driving shaft (shaft penggerak) dan
driven shaft (shaft yang digerakkan) akan berputar pada kecepatan yang
konstan dan sama.
19. Jika sudut-sudut kerja dua universal joint yang berhadapan berubah-ubah
lebih dari satu derajat, driveshaft tersebut tidak akan berputar dengan lancar,
dan akan terjadi getaran yang berlebihan.
20. Heavy-duty universal joint memiliki karakteristik yang unik. Karena heavy-
duty universal joint selalu bekerja pada suatu sudut, mereka tidak
mentransmisi torsi yang konstan atau berputar pada kecepatan yang
seragam selama putaran 360 derajatnya.
318
O. Evaluasi
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan drive line?
2. Terangkan fungsi driveshaft pada alat berat?
3. Jelaskan apa yang dimaksud Two Joint and shaft Asssembly
(Driveshaft)?
4. Terangkan apa yang dimaksud dengan permanent joint and
shaft assembly ?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Short coupled universal
joint?
6. Terangkan Prinsip kerja universal joint?
7. Sebutkan komponen-komponen utama universal joint?
8. Jelaskan sistem pelumasan pada universal joint?
9. Terangkan apa kegunaan dan fungsi slip joint ?
10. Jelaskan kegunaan Center support bearing?
11. Jelaskan rancangan driveshaft !
12. Terangkan sudut-sudut kerja driveshaft dan universal joint !
13. Jelaskan apa yang apa dimaksud driveshaft phasing?
14. Terangkan prosedur yang dilakukan pada saat melaksanakan
inpeksi Driveshaft
15. Terangkan sambungan-sambungan pada ujung universal joint !
16. Jelaskan prosedur pemeriksaan universal joint !
17. Sebutkan jenis-jenis universal joint yang bisa dilumasi kembali
dan yang dilumasi permanen ?
18. Sebutkan komponen-komponen slip joint assembly ?
19. Terangkan model Slip joint yang bisa dilumasi kembali !
20. Jelaskan model Slip joint yang dilumasi permanent !
319
BAB 6
Cara Kerja Torque Converter
A. Deskripsi
Pembelajaran memahami cara kerja torque converter adalah
salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa
dalam mata pelajaran Power Train dan Hidrolik Alat Berat.
Dalam bab ini akan dipelajari tentang Torque Converter yang
didalamnya akan dibahas mengenai :
A. Fungsi torque converter
B. Komponen-komponen torque converter
C. Cara kerja torque converter
D. Pengembangan torque converter
B. Tujuan Pembelajaran
Memahami cara kerja torque converter
320
C. Uraian Materi
1. FUNGSI TORQUE CONVERTER
Fungsi dari torque converter adalah :
Meningkatkan torque bila outputnya mendapat beban
Meredam kejutan (memindahkan tenaga secara halus)
Mencegah engine stall (slug) atau mati/macet.
Sebagai media penghubung antar engine dengan transmission secara
hydraulic
Catatan :
Torque converter tidak dapat meningkatkan horsepower
Gambar 8.1 Torque Converter
2. KOMPONEN-KOMPONEN
TORQUE CONVERTER
Komponen utama pada torque converter adalah :
321
Impeller (1), dihubungkan dengan flywheel
melalui rotating housing atau sebagai komponen
penggerak (driving member).
Turbine (2), dihubungkan dengan output shaft ke
transmission atau sebagai komponen yang
digerakkan (driven member).
Stator (3), komponen ini statis yang tugasnya
mengarahkan oli dari turbine ke impeller untuk
melipatgandakan torque.
Gambar 8.2 Komponen Utama
Torque Converter
Torque converter menghubungkan engine dengan transmission secara hydraulic.
Jadi tidak ada hubungan mekanikal langsung antara engine dengan transmission.
Oli yang masuk ke torque converter berasal dari transmission control valve (ratio
valve) digabungkan dengan oli dari torque converter charging pump menuju inlet
passage. Karena impeller dihubungkan langsung dengan engine maka impeller
selalu berputar sama dan searah dengan putaran engine. Hal ini membuat oli yang
masuk inlet passage dilempar oleh sudu–sudu yang ada di impeller ke turbine.
Gambar 8.3 Torque Converter
322
Turbine dihubungkan dengan
output shaft menuju
transmission. Pada saat
transmission neutral (tidak ada 3
2
beban bagi turbine) maka turbine 1
yang mendapat lemparan oli dari
impeller langsung berputar.
Gambar 8.4 Gerakan/putaran komponen utama
Torque Converter
Oli dari turbine diarahkan oleh stator untuk menambah kekuatan menuju impeller.
Karena adanya komponen stator maka torque converter dapat melipatgandakan
torque. Pelipatgandaan torque terjadi saat turbine mendapat beban atau dengan
kata lain apabila putaran dari turbine lebih rendah dibanding putaran impeller.
Semakin besar perbedaan putarannya, semakin besar juga torque yang
dilipatgandakan. Pelipatgandaan torque yang paling tinggi terjadi pada saat drive
shaft berhenti (stall position) dimana turbine sama sekali diam sedangkan impeller
berusaha untuk memutar turbine. Hal ini dapat mengakibatkan temperatur dari oli
naik dengan cepat.
3. CARA KERJA STANDARD TORQUE CONVERTER
Impeller mendorong oli ke turbine. Impeller merupakan driving member (penggerak)
pada torque converter yang dihubungkan dengan flywheel dan berputar saat engine
hidup. Pada impeller terdapat blade (sudu-sudu) untuk mendorong oli menuju sudu-
sudu turbine. Saat berputar, oli terlempar keluar dari sudu-sudu impeller menendang
sudu-sudu turbine.Turbine merupakan driven member (yang digerakkan) oleh adanya
aliran oli dari impeller. Putaran turbine menyebabkan output shaft juga berputar karena
turbine di-spline dengan output shaft. Oli dari turbine mengalir berlawanan arah dengan
putaran engine flywheel.
Aliran Oli pada Standard Torque Converter
323
Gambar di samping menunjukkan
gambar potongan dari torque converter.
Rotating housing dan impeller
ditunjukkan dengan warna merah,
sedangkan turbine dan output shaft
berwarna biru dan stator berwarna hijau
tua. Tanda panah hijau menunjukkan
aliran oli pada torque converter. Saluran
oil inlet terdapat dibagian atas output
shaft dan saluran outlet terdapat pada
dudukan converter dibawah output shaft.
Gambar 8.5 Aliran oli pada torque converter
Oli dari pompa mengalir melalui torque converter inlet relief valve (akan dijelaskan
terpisah). Relief valve ini berfungsi mengatur tekanan maksimum oli yang akan
memasuki torque converter.
Oli mengalir melalui hub menuju impeller dan melumasi bearing pada hub dan
kemudian mengalir melalui torque converter seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Keluar dari torque converter, oli mengalir melalui outlet relief valve yang berfungsi
membatasi tekanan oli pada torque converter. Oli bertekanan dipertahankan pada
torque converter untuk mengurangi atau meminimalkan kavitasi yang akan mengurangi
effisiensi torque converter.
4. PENGEMBANGAN TORQUE CONVERTER
ONE-WAY CLUTCH (FREEWHEEL CLUTCH)
324
Spline menghubungkan antara stator dengan cam dan cam tidak dapat berputar.
Penghubung antara cam dengan carrier adalah roller. Sisi kiri dari opening cam
lebih kecil dibandingkan dengan sisi kanannya (openings in cam tirus). Sehingga
posisi normal adalah pada sisi kiri (bagian yang lebih kecil). Ketika kecepatan dari
impeller dan turbine rendah maka stator akan tetap diam. Roller akan tetap pada
sisi kiri oleh tekanan dari spring. Pada saat kondisi ini terjadi hubungan mekanikal
antara cam dengan
stator. Sehingga stator
dapat mengarahkan oli
dari turbine ke impeller
untuk melipatgandakan
torque.
Gambar 8.6
Komponen One-Way Clutch
Ketika kecepatan turbine dan impeller naik (direct drive) maka stator mulai untuk
berputar ke arah yang sama dengan putaran impeller dan turbine. Pada saat stator
berputar cam juga ikut berputar. Sehingga gerakan dari cam dapat menyebabkan
roller bergerak ke arah kanan (sisi yang lebih lebar) dan hubungan antara stator dan
carrier terputus. Stator berputar bebas sehingga tidak dapat mengarahkan aliran oli
dari turbine ke impeller. Karena stator hanya dapat berputar ke satu arah maka
komponen ini dinamakan one way clutch (freewheel).
Keuntungan torque Converter yang menggunakan One Way Clutch :
Melipatgandakan torque pada beban yang tinggi
Mengurangi kemungkinan terjadinya over heating
Mengurangi penggunaan torque converter
TORQUE CONVERTER OUTLET RELIEF VALVE
325
Torque converter outlet relief valve adalah jenis spool. Oli dari torque converter
mengisi lubang yang ada di spool relief valve dan menggerakkan poppet valve ke
arah kanan. Hal tersebut membuat naiknya tekanan oli di spring chamber sehingga
menggerakkan spool ke arah kiri, kemudian oli dialirkan ke power train cooler untuk
didinginkan. Dari cooler, oli dikirim lagi ke transmission untuk lubrikasi (pelumasan)
komponen dari transmisi.
Torque converter outlet relief valve
berfungsi untuk menjaga tekanan oli di
dalam torque converter dan mencegah
terjadinya kavitasi (cavitation). Valve ini
tekanannya dapat di-set sesuai dengan
spesifikasi pada service manual.
Gambar 8.7 Torque Converter Outlet Relief
Valve
Tekanan outlet relief valve yang terlalu rendah dapat menyebabkan turunnya
kapasitas dari torque converter (torque converter low power).
Tekanan outlet relief valve yang terlalu tinggi dapat menyebabkan oli torque
converter over heating (terlalu panas).
TORQUE CONVERTER RATIO VALVE
Gambar 8.8 berikut menunjukkan torque converter ratio valve yang terletak di dalam
transmission control valve. Pada sebagian machine, torque converter inlet relief
valve terpisah dari transmission control valve yaitu dipasang pada torque converter
itu sendiri. Valve ini tidak dapat mengontrol tekanan yang ada di dalam torque
converter. Fungsi valve ini membatasi tekanan oli maksimum yang mau masuk ke
dalam torque converter. Hal ini bisa terjadi pada saat awal engine start dan oli
masih dingin.
326
Gambar 8.8 Torque Converter Ratio Valve
Torque converter inlet relief valve menggunakan oli P1 (speed clutch oil pressure)
yang dikontrol oleh tekanan spring di dalamnya. Tekanannya bekerja pada efektif
area yang dikontrol oleh slug pada sisi kanan ratio valve. Valve ini tidak dapat di-
adjust. Untuk machine yang memakai torque converter inlet relief valve yang
dipasang di torque converter, penyetelan tekanan olinya hanya bisa dilakukan di
test bench (sebelum torque converter dipasang di machine).
Planetary Gear Set
Pada unit alat berat, planetary gear set digunakan pada berbagai sistem,
contohnya torque divider, planetary transmission, final drive dan lain–lain.
Dinamakan planetary gear set karena operasinya menyerupai sistem tata surya.
Berikut adalah gambar komponen-komponen planetary gear set.
Komponen pada planetary gear set
adalah:
327
1. Planet gear disebut juga planetary gear, pinion atau idler gear.
2. Carrier
3. Ring gear
4. Sun gear (centered gear)
Gambar 8.9 Planetary Gear Set
Agar planetary gear dapat bekerja syaratnya yaitu:
Diberi input putaran
Salah satu komponen harus ditahan (ring gear, carrier atau sun gear).
Sebagai contoh, jika sun gear digerakkan dan ring gear ditahan maka gear-gear
pada carrier akan dipaksa untuk bergerak sepanjang ring gear dengan arah yang
sama seperti sun gear dan carrier akan berotasi dengan kecepatan yang lebih
rendah.
Keuntungan planetary gear set dibanding dengan external tooth gear :
Lebih praktis karena tidak memerlukan ruang yang besar
Lebih halus dalam memindahkan power.
Beban dari masing-masing gears seimbang
Pemilihan rasio gears yang sangat besar.
Sebagai contoh, planetary gear digunakan pada torque devider, planetary
transmission dan planetary final drive.
TORQUE DIVIDER
Torque divider menghubungkan engine dengan power shift transmission.
Hubungan tersebut secara hydraulic dan secara mekanikal. Hubungan secara
hydraulic melalui torque converter dan hubungan secara mekanikal melalui
planetary gear set. Torque converter dan transmission menggunakan oli yang sama,
dan diatur melalui transmission control valve. Pada machine yang besar oli dari
transmission control valve dikombinasi dengan oli dari torque converter charging
pump. Ketika machine bekerja dengan beban ringan, torque yang dilipatgandakan
sedikit. Sedangkan ketika machine bekerja dengan beban yang berat, torque yang
328
dilipatgandakan juga besar. Torque yang besar tersebut dikirim ke transmission.
Planetary gear set juga melipatgandakan torque dari engine.
Torque Divider = Torque Converter + Planetary Gear Set
Keuntungan Torque Divider :
Memindahkan tenaga secara terus-menerus
Menaikkan torque out put
Meredam kejutan
Mengijinkan operasi secara Direct Drive
Komponen pada Torque Divider : Stator
Impeller Sun Gear
Turbine Ring Gear
Planet Gear dan Carrier
Pada Gambar 8.10, sisi sebelah kiri adalah planetary gear set dan sisi sebelah
kanan adalah torque converter.Impeller, rotating housing dan sun gear dihubungkan
secara mekanikal dengan engine. Turbine dihubungkan dengan ring gear
sedangkan planet carrier dihubungkan dengan output shaft menuju transmisi.
Karena sun gear dan impeller dihubungkan dengan flywheel komponen tersebut
berputar sama dan searah dengan putaran engine. Oli masuk ke torque divider
melalui inlet passage kemudian dilempar oleh impeller menuju kisi-kisi turbine yang
mengakibatkan turbine berputar searah dengan impeller selama tidak ada beban.
329
Gambar 8.10 Torque Divider
Ketika machine mendapat beban putaran dari output shaft mulai turun sehingga
putaran dari planet carrierpun ikut turun. Turunnya putaran planet carrier
mengakibatkan relative motion pada komponen sun gear dan planet carrier
sehingga planet gear berputar. Hal ini menurunkan putaran dari ring gear dan
turbine. Pada kondisi ini torque converter melipatgandakan torque sedangkan
planetary gear set membagi torque.Pada kondisi stall (torque converter output shaft
berhenti karena beban) membuat ring gear dan turbine berputar berlawanan dengan
putaran dari engine. Pelipatgandaan torque secara maksimum pada torque divider
ketika ring gear dan turbine mulai berputar berlawanan atau ketika machine
mendapat beban.
Pada torque divider pembagian penyaluran power 70% torque converter dan 30%
planetary gear set. Penyaluran tenaga pada torque divider adalah sebagai berikut :
A. Engine – flywheel
B. Sun gear – planet gear (carrier) – output shaft.
C. Rotating housing – impeller – turbine – ring gear – planet gear (carrier) –
output shaft.
330
TORQUE CONVERTER DENGAN LOCK-UP
Converter Drive
Gambar 8.10 Converter Drive
Gambar 8.10 di atas menunjukkan torque converter drive dimana lockup clutch tidak
engage. Selama beroperasi, rotating housing dan impeller dapat berputar lebih
cepat dibandingkan dengan turbine. Stator tetap diam dan dapat melipatgandakan
torque antara impeller dan turbine. Output shaft berputar lebih lambat dibandingkan
dengan putaran engine tetapi dapat meningkatkan torque. Pada kondisi seperti ini
machine lebih mengutamakan torque dibandingkan dengan kecepatan (speed). Dan
digunakan selama startup, pada gigi rendah dan saat perpindahan gigi (shifting).
Converter Drive :
Output shaft berputar lebih lambat dibanding putaran engine
Torque berlipat ganda
Direct Drive
331
Gambar 8.11 Torque Converter Direct Drive
Gambar 8.11 di atas menunjukkan torque converter pada posisi direct drive, dimana
lockup clutch di-engaged-kan oleh tekanan oli dan menyatukan turbine dan impeller.
Housing, impeller, turbine dan output shaft pada torque converter berputar dengan
kecepatan yang sama dengan engine. Stator yang dihubungkan dengan freewheel
(one way clutch) digerakkan dengan tekanan oli di dalam housing sehingga
komponen tersebut berputar dengan rpm hampir sama dengan engine. Kondisi
seperti ini (direct drive) lebih mengutamakan speed dibandingkan dengan torque.
Digunakan pada gigi tinggi dan tenaga yang dipindahkan sangat efisien.
Direct Drive :
Lockup clutch engaged oleh tekanan oli dari lock up control valve
Output shaft berputar sama dengan putaran engine
Stator pada posisi freewheel
KOMPONEN TORQUE CONVERTER DENGAN LOCK UP
332
Gambar 8.12 Komponen Torque Converter dengan Lock Up
Nama–nama komponen pada torque converter, dengan lock up clutch adalah :
Rotating housing Impeller
Turbine Stator
One way clutch (freewheel) Hub
Lock up clutch (piston, disc dan plate) Carrier
Output Shaft
VARIABLE CAPACITY TORQUE CONVERTER (VCTC)
333
Gambar 8.13 Variable Capacity Torque Converter (VCTC)
Power dari diesel engine dikirim dari flywheel menuju torque converter atau impeller
clutch (VCTC). Torque converter mempunyai dua impeller dan satu clutch yang
digerakkan secara hydraulic, yang mana dapat mereduksi kapasitas torque
converter (membatasi jumlah kenaikan torque). Kapasitas torque converter dikontrol
secara manual dengan VCTC control lever atau switch electric. Lokasi dari lever
dan switch tersebut terletak pada operator station.
Power dari output shaft torque converter dikirim pada drive shaft menuju input
transfer gear. Output gear dari transfer gear memutar input shaft dari transmission.
Transmission output shaft memberikan power kepada idler gear pada transfer gear
menuju output gear pada transfer gear. Output transfer gear mengirim power pada
drive shaft menuju rear drive pinion. Output gear juga mengirim power ke front final
drive dan ke rear final drive.
Keuntungan pemakaian VCTC :
Mengurangi slip pada roda.
Mengurangi keausan pada ban.
Menaikkan engine power yang ada untuk hydraulic system.
334
TORQUE CONVERTER DENGAN VARIABLE CAPACITY TORQUE CONVERTER
(VCTC) DAN LOCK UP
VCTC bertujuan untuk memungkinkan operator untuk dapat menentukan kapasitas
besar-kecilnya torque dari torque converter. Hal ini akan menurunkan slip dari roda
dan mengurangi keausan dari roda. Sehingga secara optimal engine power
disalurkan untuk sistem implement.
Jumlah penurunan kapasitas torque converter tergantung pada lever VCTC pada
kabin. Lever dihubungkan dengan load piston pada sequence dan pressure control
valve dengan kabel. Lever ini mengijinkan VCTC beroperasi pada posisi antar
kapasitas minimum dan maksimum.
Switch pada lift control lever juga
mengontrol kapasitas torque converter.
Ketika switch pada posisis ON maka
VCTC beroperasi pada kapasitas
maksimum tanpa terpengaruh dari
gerakan wheel torque lever. Ketika switch
pada posisi OFF kapasitas torque
converter kembali pada setting lever.
Gambar 8.14 Variable Capacity Torque
Converter (VCTC)
Torque converter ini punya dua impeller dan clutch yang diaktifkan secara hydraulic.
Oli, dari ratio valve untuk torque converter inlet mengalir melalui torque converter
inlet passage. Oli dikirim ke inner impeller ketika torque converter minimum
capasity. Oli dikirim ke inner impeller dan outer impeller ketika torque converter
maksimum capacity.
335
Aliran oli di dalam torque converter dari salah satu atau kedua impeller mengalir ke
turbine, kemudian ke stator. Dari stator aliran oli mengalir kembali ke impeller
kemudian ke carrier.
Torque converter beroperasi dengan tekanan untuk mencegah kavitasi. Tekanan oli
yang masuk ke torque converter dikontrol oleh converter inlet ratio valve. Tekanan
oli di dalam torque converter dikontrol oleh torque converter outlet relief valve
dengan hambatan sesudahnya.Tekanan oli yang dikontrol oleh sequence dan
pressure control valve meng-engage-kan outer dan inner impeller sehingga berputar
bersama.
Pada tekanan oli maksimum, clutch benar–benar engage sehingga tidak ada slip
pada clutch. Torque converter beroperasi pada maksimum capacity. Penurunan
tekanan oli menyebabkan clutch slip. Semakin banyak clutch slip semakin banyak
juga penurunan kapasitas dari torque converter. Pada minimum tekanan, outer
impeller tidak berhubungan dengan inner impeller sehingga torque converter
minimum capacity.
Gambar 8.15 Skema Aliran sistem hidrolik pada VCTC
336
P. Rangkuman
11. Torque converter tidak dapat meningkatkan horsepower.
12. Komponen utama pada torque converter adalah: 1) impeller; 2) turbine; 3)
stator.
13. Outlet relief valve berfungsi membatasi tekanan oli pada torque converter dan
mencegah terjadinya kavitasi (cavitation).
14. Torque converter ratio valve ini membatasi tekanan oli maksimum yang mau
masuk ke dalam torque converter. Hal ini bisa terjadi pada saat awal engine
start dan oli masih dingin.
15. Komponen pada planetary gear set adalah: 1) planet gear; 2) carrier; 3) ring
gear; 4) sun gear.
16. Pengembangan torque converter adalah:
a. Torque devider
b. Torque converter dengan lock-up
c. Variable capacity torque converter (VCTC)
337
Q. Evaluasi
A. EVALUASI DIRI
Penilaian Diri
Evaluasi diri ini diisi oleh siswa, dengan memberikan tanda ceklis pada pilihan
penilaian diri sesuai kemampuan siswa bersangkutan.
Penilaian diri
No. Aspek Evaluasi Sangat Baik Kurang Tidak
A Sikap Baik (3) (2) Mampu
(4)
(1)
1 Disiplin
2 Kerjasama dalam kelompok
3 Kreatifitas
4 Demokratis
B Pengetahuan
Saya memahami cara kerja
1
torque converter
C Keterampilan
Saya mampu mengidentifikasi
1 komponen-komponen torque
converter
338
B. REVIEW
11. Sebutkan fungsi-fungsi dari torque converter !
12. Jelaskan komponen-komponen standar dari torque converter ?
13. Jelaskan aliran oli pada standard torque converter !
14. Apa yang terjadi pada torque converter jika tekanan outlet relief valve
terlalu rendah atau terlalu tinggi ?
15. Sebutkan keuntungan dari torque converter yang menggunakan One Way
Clutch !
16. Sebutkan keuntungan dari planetary gear set dibanding dengan external
tooth gear !
17. Sebutkan keuntungan apabila menggunakan torque devider !
18. Sebutkan keuntungan pemakaian variable capacity torque converter !
C. PENERAPAN
1. Identifikasi dan sebutkan nama-nama komponen torque
converter beserta fungsinya dengan menunjukkan langsung
komponennya !
2. Jelaskan cara kerja dari macam-macam torque converter
dengan menggambarkan aliran tenaganya pada gambar torque
converter !
3. Jika di workshoop anda memiliki macam-macam torque
converter, maka jelaskan cara kerjanya dengan menunjukkan
langsung pada komponen-komponennya !
339
BAB 7
Cara Kerja Differential
A. Deskripsi
Pembelajaran memahami cara kerja differential adalah salah
satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa dalam
mata pelajaran Power Train dan Hidrolik Alat Berat.
Dalam bab ini akan dipelajari tentang differential yang
didalamnya akan dibahas mengenai :
A. Standard differential
B. Bevel gear dan pinion gearing
C. Pengoperasian standard differential
340