2. Cabang
Marfu dengan alif, wawu
Mansub dengan ya'
Majrur dengan ya
Contoh seperi di isim jama' mudzakkar salim, mutsanna mufrod dan
muannats.
51
Latihan ُُممُم ْْْسسسلللَََِِِمممتتَتََاِِِْْنيي
َصََصصااابِببُِِرِِررييْْْوََننَن
1. ( ُم ْسلِ َمتَ ْ ِيMutsanna muannats) َشا ِرب
َشَشااِرِرًِدبب
"Dua orang muslimah"
(Marfu’ dengan alif)
(Manshub dengan ya’)
(Majrur dengan ya’)
2. ( َصابِِريْ َنJama Mudzakkar Salim)
"Orang-orang sabar"
(Marfu’ dengan waw)
(Manshub dengan ya’)
(Majrur dengan ya’)
3. ( َشا ِربMufrod mudzakkar)
"Peminum"
(Marfu’ dengan dhommah)
(Manshub dengan fathah)
(Majrur dengan kasroh)
52
4. ( الار ُجَل ِنMutsanna mudzakkar) االلااررُجُجلََ ْل ِِين
الار ُجلَْ ِي
"Dua orang laki-laki" اااللل اااصصصااائئئَََِِِمممااا ُِِتتت
(Marfu’ dengan alif) االل ااضضااِِرربََِبِْني
(Manshub dengan ya’) ال اضا ِربَْي
(Majrur dengan ya’)
5. ( ال اصائَِما ِتJama’ Muannats Salim)
"Para wanita yang berpuasa"
(Marfu’ dengan dhommah)
(Manshub dengan kasroh)
(Majrur dengan kasroh)
6. ( ال اضا ِربَْيMutsanna mudzakkar)
"Dua orang laki-laki pemukul"
(Marfu’ dengan alif)
(Manshub dengan ya’)
(Majrur dengan ya’)
53
ISIM MUFROD53
Sudah dibahas sebelumnya bahwa di antara isim-isim mu’rob adalah
Isim Mufrod (Tunggal), kali ini akan dibahas beberapa isim mufrod yang
keluar dari tanda i’rob asalnya
Tanda I'rob isim mufrod :
(Marfu’ dengan dhommah)
(Manshub dengan fathah)
(Majrur dengan kasroh)
Berikut ini isim mufrod yang keluar dari tanda i’rob di atas;
1. Isim Manqush
Isim yang di akhirnya huruf ya', dan sebelumnya kasroh
Contoh :
"Pemberi petunjuk" االلَقهَاا ِدِضيي
"Sang hakim" الازاِن
ال ادا ِعي
"Laki-laki Pezina" الناا ِهي
"Pendakwah" الاراِمي
" Yang Melarang"
"Pelempar"
Tanda I'robnya :
Marfu dengan Dommah Muqoddaroh (tidak nampak)
Manshub dengan Fathah
Majrur dengan Kasroh' Muqoddaroh (tidak nampak)
53 Pertemuan ke-6, Hari Rabu, 14 Sya'ban 1441 H / 08 April 2020
54
Catatan :
Persamaan dengan isim mufrod biasa, dalam i'rob mansub saja.
Adapun i'rob marfu' dan majrurnya tidak sama, tapi ditambahi muqoddaroh.
majrurnAyala?sKana,rekneanalipdaahkoorkantgid-oakrandgiuacraapbksaunsa/htermseemnybeubnuytinyia'ro(bَّ َقmِِلِلّثa)r.fu dan
2. Isim Maqshur
Isim yang di akhirnya huruf alif tegak / laiyyina (bengkok) ى/ا, dan
sebelumnya fathah.
Contoh :
" Pemuda" الَفَّت
"Petunjuk" الهَُدى
"Tengah" الُو ْسطَى
"Nabi Musa" ُمِعْيو ََسسىى
"Nabi Isa" الم ْستَ ْشَفى
"Rumah Sakit"
Tanda I'robnya :
Marfu’ dengan Dommah Muqoddaroh (tidak nampak)
Manshub dengan Fathah Muqoddaroh (tidak nampak)
Majrur dengan Kasroh' Muqoddaroh (tidak nampak)
Catatan :
Persamaan dengan isim mufrod biasa, tidak ada.
Semua i'rob nya, mulai dari marfu’, mansub dan majrurnya ditambahi
muqoddaroh.
55
Karena Alasan, kenapa kok tidak diucapkan /tersembunyi semua i('rرoُّذbتا َعnلِلy)a?
lidah orang-orang arab udzur (tidak bisa mengucapkannya)
Contoh pengucapan :
ُمْو َسى
"Nabi Musa"
Dalam keadaan apapun, tetep bacanya MUSA, tidak bisa dibaca
MUSA’U atau MUSA’A ataupun MUSA’I.
3. Al-Asma' Al-Komsah (Isim yang Lima) أَبُْو
Ada lima : فُ ْو
ََحُْو
"Bapak" aslinya أَب أَ ُ ْو
Mulut" aslinya فَم ذُْو
"Saudara Ipar" aslinya َحم
"Saudara laki-laki" aslinya أخ
"Pemilik"
Tanda I'robnya :
Marfu’ dengan Wawu
Manshub dengan Alif
Majrur dengan Ya'
56
Contoh : َجاءَ أَبُْوَك
"Telah datang bapakmu" ِأَبَِبَِبْيَكَك َرأيْ ُت
َمَرْر ُت
"Aku telah melihat bapakmu"
"Aku telah berpapasan dengan
bapakmu"
Syarat agar bisa jadi asma'ul khomsah sehingga bisa dii'rob seperti
diatas,
1. Harus mufrod
2. Harus jadi mudhof
3. Tidak bersambung dengan ya' mutakallim
Contoh :
َجاءَ أَبُْوَك
"Telah datang bapakmu"
Lihat contoh diatas, أَبُْوi'robnya marfu’ karena sebagai pelaku (fail/
subyek), tandanya wawu karena Asmaul Khomsah, syaratnya juga sudah
terpenuhi, yaitu Mufrod, mudhof dan tidak bersambung dengan ya'
mutakallim.
Kalau contoh ini :
َجاءَ أَِب
"Telah datang bapakku".
Disini tidak sah dikatakan asmaul khomsah dengan tanda i'rob
marfu'nya wawu, karena bersambung dengan Ya' mutakallim (salah satu
syaratnya tidak terpenuhi).
57
Contoh lagi : َجاءَ أَبُْو بَ ْكدر
"Telah datang Abu Bakar"
Maka ini masuk dalam asmaul khomsah, karena terpenuhi syaratnya
diatas.
4. Isim Ghoiru Munsorif ()اُِ ُْسمُ ُاُلر ِذُ ْيُ َُلُا ُيَُُْن َصُُِر ُف
Isim yang tidak menerima tanwin.
Sebenarnya pembahasan ini panjang, akan tetapi akan dijelaskan
secara ringkas dengan contoh saja, berikut ini isim-isim yang ghoiru
munshorif;
a. Jama' yang berwazan ُ َمَفا ِعلdan َمَفا ِعْي ُل
Contoh : َمَم َفَساا ِعِ جَُُّد َُّ َمَفا ِعْي
Artinya - -
"Masjid-Masjid" َمَفاتِْي ُح
"Kunci Kunci"
2. Nama-nama yang akhirnya Alif Nun ()ان
Contoh :
عُِعثْْمَمراا ُُنن
ُسلَْي َما ُن
58
3. Nama yang akhirnya Ta' marburoh ()ة
Contoh :
ََُحَْزة
َُعُهاَئِريََْرشةُة
4. Nama wanita yang lebih dari 3 huruf
Contoh :
ُفََا ِِدطَْميَةُة
َزيْنَ ُب
5. Nama yang tidak diambil dari bahasa arab ()أَ ْع َج ِمي
إإِِبْْدَراِريِْهْيُُسم
يَْعُقْو ُب
Catatan : Semua isim diatas tidak boleh dibaca tanwin (seperti : Usmanun,
Hamzatun), jika dibaca tanwin maka salah.
Perbedaan isim ghoiru munshorif dengan yang lain;
1. Tidak menerima tanwin
2. Jika majrur maka tanda i'robnya adalah fathah, kecuali sebagai mudhof.
Contoh :
َمَرْر ُت ِِبَ ْمَزَة
59
"Aku berpapasan dengan Hamzah"
ََمَرْر ُت بَِعائِ َشة
"Aku berpapasan dengan Aisyah"
(Tidak boleh di baca A'isyati )
َع ْن أِ ْب ُهَريَْرَة
"Dari Abu Hurairah"
(Tidak boleh di baca Huroiroti, yang benar Huroirota)
ِ ْف َم َسا ِج َد
"Di dalam masjid-masjid"
Boleh di kasroh, jika dia mudhof, seperti
ف َم َسا ِج ِد الم ِديْنَِة
"Di masjid-masjidnya kota Madinah"
dan ketika kemasukan Alif Lam ()ال, Contoh :
ِ ْف الم َسا ِج ِد
Ketika dia sebagai mudhof dan kemasukan Alif lam maka boleh
harokatnya kasroh, seperti contoh diatas.
60
Isim dibagi menjadi 2 menurut perubahan harokat akhirnya 54:
1. Isim Mu'rob - maknanya : isim yang harokat akhirnya bisa berubah - (sudah
selesai pembahasannya di halaman sebelumnya)
2. Isim Mabni, yaitu isim yang tidak berubah harokat akhirnya (dalam kondisi
marfu’, mansub ataupun majrur)
Pembagian Mabni ada 4 : الاملاَامْبلَلْبممََِْبْبِْنِِْنْْننَعَعلَلََعَعلَلَىىىىااللاالّلُسَكَفْتُاضكْسِِِّْمحَورِةِن
Selalu sukun
Selalu fathah
Selalu dommah
Selalu kasroh
Contoh isim mabni :
الا ِذ ْي
"Kata sambung (isim maushul)" : artinya " yang"
َُجاءَ الا ِذ ْي أَ ْكَرْمتُه
"Telah datang (orang) yang aku muliakan"
الا ِذ ْيSebagai Subyek harusnya Marfu’, akan tetapi karena mabni ala
sukun maka dii’rob dengan fi mahalli rof’in fail.
َُرأَيْ ُت الا ِذ ْي أَ ْكَرْمتُه
"Aku melihat (orang) yang aku muliakan"
54 Pertemuan ke-7, Hari Jum'at, 17 Sya'ban 1441 H / 10 April 2020
61
الا ِذ ْيSebagai Objek (maf’ul bihi) harusnya Manshub, akan tetapi
karena mabni ala sukun maka dii’rob dengan fi mahalli nasbin maf’ul bihi.
َُمَرْر ُت ِبلا ِذ ْي أَ ْكَرْمتُه
"Aku melewati (orang) yang aku muliakan"
الا ِذ ْيKemasukan huruf jar, harusnya majrur, akan tetapi karena mabni
ala sukun maka dii’rob dengan fi mahalli jarrin dengan huruf jar.
sama Dalam tiga keadaan diatas, harokat الا ِذ ْيtetap (sukun) tidak berubah
sekali dalam keadaan isim mabni.
apapun, karena الا ِذ ْي
Contoh lagi : َِه ِذه
"Kata tunjuk muannats (isim isyarat)" artinya "ini"
َِجاءَ َه ِذه
"Telah datang ini"
َه ِذِهSebagai Subyek harusnya Marfu’, akan tetapi karena mabni alal
kasri maka dii’rob dengan fi mahalli rof’in fail.
َِرأَيْ ُت َه ِذه
"Aku melihat ini"
َه ِذِهSebagai Objek harusnya Manshub, akan tetapi karena mabni alal
kasri maka dii’rob dengan fi mahalli nasbin maf’ul bihi.
62
َمَرْر ُت ِِبَِذِه
"Aku melewati ini"
َه ِذِهKemasukan huruf jar harusnya majrur, akan tetapi karena mabni
alal kasri maka dii’rob dengan fi mahalli jarrin.
Dalam tiga keadaan diatas, harokat َه ِذِهtetap (kasroh) tidak berubah
sama sekali dalam keadaan apapun, karena ِ َه ِذهisim mabni.
Macam-macam Isim Mabni :
1. Dhomir, artinya kata ganti, dhomir terbagi menjadi 2 bagian :
a. Dhomir Mustatir, yaitu dhomir (kata ganti) yang tidak nampak atau
tersimpan pada fi’ilnya.
Contoh :
اُْدُر ْس، يَْدُر ُس،َدَر َس
Kalau di nampakkan begini
(اُْدُر ْس (أَنْ َت، ) يَْدُر ُس( ُهَو، )َدَر َس ( ُهَو
b. Dhomir Dzohir, yaitu dhomir yang nampak bersama fi’ilnya.
Jenis-jenis dhomir dzohir (munfasil - tidak bersambung dengan yang
lain - dan muttasil - bersambung dengan yang lainnya-) :
• Dhomir rofa’ munfashil, artinya dhomir yang rofa’ dan terpisah dari
fi’ilnya, contoh :
63
َْن ُن، أَََن، أَنُْات، أَنْتَُما، أَنْ ِت، أَنْتُْم، أَنْتَُما، أَنْ َت، ُه ان، ُُهَا، ِه َي، ُه ْم، ُُهَا،ُهَو
• Dhomir nashob munfashil, artinya dhomir yang nashob dan terpisah dari
fi’ilnya, contoh :
، إَِّاي ُك َما، إَِّاي ِك، إَِّاي ُك ْم، إَِّاي ُك َما، إَِّاي َك، إَِّاي ُه ان، إَِّايُُهَا، إَِّاي َها، إَِّاي ُه ْم، إَِّايُُهَا،ُإَِّايه
إَِّايََن، إَِّاي َي،إَِّاي ُك ان
• Dhomir rofa’ muttashil, yaitu dhomir rofa’ yang bersambung dengan
fi’ilnya dan dhomir tersebut sebagai pelakunya, contoh :
، َكتَْب ُت، َكتَْب ُات، َكتَْبتَُما، َكتَبْ ِت، َكتَْبتُْم، َكتَْبتَُما، َكتَْب َت، َكتَ َْْب، َكتَبَتَا، َكتَبُْوا،َكتَبَا
َكتَْبنَا
• Dhomir Nashob Muttashil, yaitu dhomir yang bersambung dengan fi’ilnya
dan dia sebagai maf’ul bih (objek), contoh :
، َكتَبَ ِك، َكتَبَ ُك ْم، َكتَبَ ُك َما، َكتَبَ َك، َكتَبَ ُه ان، َكتَبَ ُه َما، َكتَبَ َها، َكتَبَ ُه ْم، َكتَبَ ُه َما،َكتَبَه
َكتَبَنَا، َكتَبَِن، َكتَبَ ُك ان،َكتَبَ ُك َما
• Dhomir Jar Muttashil, yaitu dhomir yang bersambung khusus untuk isim,
sebagai mudhof ‘ilahi.
ِِبَبِْي َك، أََِب َك، أَبُْوَك
كِتَابُ َها،ُكِتَابُه
64
2. Isim Isyaroh, yaitu kata petunjuk, diantaranya :
a. Untuk kata tunjuk laki-laki yang dekat (Artinya : ini) :
(Mufrod) ََذلََاهِءَذيْ ِن/َه َذاَهِنَهُؤ
(Musanna)
(Jama)
b. Untuk kata tunjuk perempuan yang dekat :
َهُؤَلَِء، َهتَا ِن،َِه َذه
c. Untuk kata tunjuk laki-laki yang jauh (Artinya : itu) :
أُْولَئِ َك، ذَانِ َك،َذلِ َك
d. Untuk kata tunjuk perempuan yang jauh :
أُْولَئِ َك، ََتنِ َك،تِْل َك
e. Untuk kata tunjuk laki-laki & perempuan yang dekat :
ُهنَا
f. Untuk kata tunjuk laki-laki & perempuan yang jauh :
ُهنَا َك
Catatan : khusus untuk َهتَا ِن & َه َذا ِنkeduanya mu’rob.
Contoh :
Ini adalah kitab ذَلَِهَهَكِذَذاِهفَكَِْتشَض اََُّجَرابةّلاِل
Ini adalah pohon
Itu adalah fadhlullahi
65
3. Isim Maushul, yaitu kata sambung yang artinya adalah “yang”.
Terdiri dari :
َما، َم ْن، اللآئِ ْي، الَالِ ْت، اللاتَا ِن، الاِْت، الا ِذيْ َن، اللاَذا ِن،الا ِذ ْي
Catatan : khusus untuk اللاتَا ِن &اللا َذا ِنkeduanya mu’rob.
4. Adad Murokkab55, yaitu bilangan 11 sampai 19 kecuali 12. :
َ ثمَانِيَة، سبعةَ عشَر، ستةَ عشَر، خمسةَ عشَر، أربعةَ عشَر،ةََََعلََشةََرعشَر،عتِشَْسرَع،أَعحَشَدَر
55 Ada penjelasan lebih lanjut di Bab Tamyiz.
66
BAB 7
FI’IL DITINJAU BERDASARKAN
PERUBAHANNYA56
Fi’il yang Mu'rob dan Mabni
Fi'il ada 3 :
1. Madhi
2. Mudhori
3. Amr
Fi’il Madhi dan Amr Mabni Semuanya
Fi’il Mudhori terbagi menjadi 2 :
- Mabni, jika bersambung dengan Nun Taukid secara langsung dan Nun
Niswah
Nun Niswah yang menunjukkan jama’ wanita () ُه ان أَْو أَنْ ُات
Contoh Nun Niswah :
"Kalian para wanita sedang تَ ْضِربْ َن
memukul"
"Mereka para wanita sedang يَ ْضِربْ َن
memukul"
Ket : Fi’il Mudhori yang bersambung dengan nun niswah maka dia
Mabni ala Sukun (lihat huruf ba' diatas)
56 Pertemuan ke-8, Hari Senin, 20 Sya'ban 1441 H / 13 April 2020
67
Contoh Nun Taukid yang bersambung dengan fi’il mudhori secara
langsung :
ARTINYA BERSAMBUNG ASAL
"Saya sungguh sedang DENGAN NUN تَأَ ْكْضتُِر ُُبب
menulis"
TAUKID
“Dia (wanita) sungguh
sedang memukul” أَ ْكتَُْاب
تَ ْضِربَ ان
Ket : Huruf ba’ menjadi fathah yang sebelumnya dommah. Jadi fi’il
mudhori yang bersambung dengan Nun Taukid, Mabni Ala Fathah.
Nun Taukid yang bersambung dengan fi’il mudhori secara tidak
langsung menjadi mu'rob, tidak mabni lagi. Contoh :
لَتَ ْكتُُْاب
Asalnya :
لَتَ ْكتُبُْونَ ان
fi’il muIdnhiolarhi’.nMamakanayia'ronbunnyatamukeindeytaapnkgantidnauknl(aِنnوgْ ُنsلu اnُتg وbْ ُبeَُr)s,atmapaibduinhgapduesnlgaalnu
ditandai dengan dhommah.57.
- Mu'rob
Fi’il Mudhori’ Shohih Akhir
Fi’il yang di akhirnya bukan huruf illah َي، َو،َأ
57 Ini hanya pengetahuan saja, akan dibahas di kitab-kitab lanjutan
68
Tanda I’robnya :
Rofa’ dengan Dhommah
Manshub dengan Fathah
Jazem dengan Sukun
Contoh : يَ ْكتُ ُب
" Dia sedang menulis"
I'robnya Marfu’ dengan dhommah, karena tidak di awali amil (nashob
ataupun jazem).
"Aku tidak akan menulis" لَ ْن أَ ْكتُ َب
I'robnya Manshub dengan fathah, karena dimasukin huruf لَ ْنyang
bertugas menashobkan fi’il
"Dia belum menulis" ََلْ يَ ْكتُ ْب
I'robnya Majzum dengan sukun, karena dimasukin huruf ْ َلyang
bertugas menjazemkan fi’il
Catatan : لَ ْن
"Tidak akan" ََْل
"Belum"
Dalam fi’il tidak ada i'rob majrur.
69
Af’alul Khomsah, adalah fi’il-fi’il yang lima :
Contohnya Af’alul Khomsah
يَ ْكتُبُْوَن يَ ْف َعلُْو َن
تَيتََ ْْْكككتُتتُُبُببََااْوِِننَن يتتَََتَْْْْففففََععَعَعلُلََِْْللوََِِيننن
تَ ْكتُبِْ َي
Penjelasannya sebagai berikut :
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan wawu jama’ (dhomir ُ)ه ْم.
Contoh :
يَ ْكتُبُْوَن
Tanda I’robnya : يَ ْكتُبُْوَن
أَ ْن يَ ْكتُبُْوا
a. Tanda rofa’nya : ditetapkan nun ََلْ يَ ْكتُبُْوا
b. Tanda nashobnya: membuang
nun
c. Tanda jazemnya : membuang nun
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan wawu jama’( dhomir (أَنْت ُْم.
Contoh :
تَ ْكتُبُْوَن
70
Tanda I’robnya : تَ ْكتُبُْوَن
أَ ْن تَ ْكتُبُْوا
a. Tanda rofa’nya : ditetapkan nun ََلْ تَ ْكتُبُْوا
b. Tanda nashobnya: membuang
nun
c. Tanda jazemnya : membuang nun
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan alif mutsanna.
Contoh :
يَ ْكتُبَا ِن
Tanda I’robnya : يَ ْكتُبَا ِن
أَ ْن يَ ْكتُبَا
a. Tanda rofa’nya : ditetapkan nun ََلْ يَ ْكتُبَا
b. Tanda nashobnya: membuang
nun
c. Tanda jazemnya : membuang nun
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan alif mutsanna.
Contoh :
تَ ْكتُبَا ِن
Tanda I’robnya : تَ ْكتُبَا ِن
أَ ْن تَ ْكتُبَا
a. Tanda rofa’nya : ditetapkan nun ََلْ تَ ْكتُبَا
b. Tanda nashobnya: membuang
nun
c. Tanda jazemnya : membuang nun
71
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan ya’ mukhotobah.
Contoh :
تَ ْكتُبِْ َي
Tanda I’robnya : تَ ْكتُبِْ َي
أَ ْن تَ ْكتُِ ْب
a. Tanda rofa’nya : ditetapkan nun ََلْ تَ ْكتُِ ْب
b. Tanda nashobnya: membuang
nun
c. Tanda jazemnya : membuang nun
Fi’il Mudhori’ Mu'tal Akhir يَيَْهْدِدعُْوي
يَْر َضى
Fi’il yang di akhirnya, adalah huruf Illah َي، َو،َأ
Contoh :
"Menyeru"
"Menunjukkan"
"Meridhoi"
Fi’il Mudhori’ yang diakhiri dengan wawu .
Contoh :
يَ ْدعُ ْو
72
Tanda I’robnya : يَ ْدعُ ْو
لَ ْن يَْدعَُو
a. Tanda rofa’nya : dhommah ََُلْ يَْدع
muqoddaroh لَ َْنيََلْْهيَيَِْدهْهِدِدي َي
يَْر َضى
b. Tanda nashobnya: fathah أَ ْن يَْر َضى
ََلْ يَْر َض
c. Tanda jazemnya : membuang
wawu
Fi’il Mudhori’ yang diakhiri dengan ya’.
Contoh :
يَ ْه ِدي
Tanda I’robnya :
a. Tanda rofa’nya : dhommah
muqoddaroh
b. Tanda nashobnya: fathah
c. Tanda jazemnya : membuang ya’
Fi’il Mudhori’ yang diakhiri dengan alif.
Contoh :
يَْر َضى
Tanda I’robnya :
a. Tanda rofa’nya : dhommah
muqoddaroh
b. Tanda nashobnya: fathah
muqoddaroh
c. Tanda jazemnya : membuang alif
73
Sebab-sebab perubahan I’rob Fi’il Mudhori’ :
1. Rofa’, Jika fi’il mudhori’ jika tidak dimasuki alat nashob atau alat jazem.
2. Nashob, jika fi’il mudhori’ dimasuki alat nashob.
Seperti :
َِّ َلُم التا ْعلِْي، إِذَ ْن، َحّات، َك ْي، أَ ْن،لَ ْن
3. Jazem, fi’il mudhori’ yang dimasuki alat jazem
Seperti :
َم ْن َشْرِطياة، إِ ْن، َل الناا ِهيَة، َلُم ْلأَْمِر، لَاما،ََْل
74
BAB 8
PEMBAHASAN AMIL (HURUF YANG
MENYEBABKAN FI’IL MUDHORI)
NASHOB DAN JAZEM58
Telah kita ketahui bahwa Fi’il Mudhori adalah Mu'rob, jika tidak
bersambung dengan Nun Niswah dan Nun Taukid.
Tanda I'rob Fiil :
1. Marfu’
2. Manshub
3. Majzum
Ket : Hukum asal I'rob fi’il mudhori adalah marfu, jika tidak ada amil yang
membuat Nashob dan Jazem.
Dii’rob Manshub, jika di dahului sebab-sebab (Amil) yang menashobkan.
Dii’rob Majzum, Jika di dahului sebab-sebab (Amil) yang menjazemkan.
Adapun sebab-sebab yang menashobkan, sebagai berikut :
(ُ)الأََدَوا ُت النَا ِصبَة
1. Lan ( )لَ ْنartinya “Tidak akan”
Contoh :
58 Pertemuan ke-9, Hari Kamis, 23 Sya'ban 1441 H / 16 April 2020
75
"Tidak akan berhasil" لَ ْن يَْن َج َح
اُْدُر ْس َك ْي تَْن َج َح
2. Kay ( ) َك ْيartinya “Agar”
Contoh :
"Belajarlah, agar kamu berhasil"
3. Idzan ( )إِذَ ْنartinya “Kalau begitu”
Contoh : إِذَ ْن تَْن َج َح،أَْدُر ُس
"Aku mau belajar, kalau begitu kamu akan berhasil"
4. Lam Ta'lil ( )َلامُالتر ْعِلْيلartinya “Agar”
Contoh : اُْدُر ْس لِتَْن َج َح
"Belajarlah, agar kamu berhasil"
5. Lam Juhud ()َلامُالجحْود
Bedanya dengan Lam Ta'lil, bahwa lam juhud di dahului َما َكا َن أَو ََلْ يَ ُك ْن
artinya : "Tidak akan" untuk pengingkaran
Contoh dalam Al-Quran banyak,
76
َما َكا َن اللهُ لِيُ َع ِِّذبَ ُه ْم َو أَنْ َت فِْيِه ْم
"Allah tidak akan mengadzab mereka, sedangkan kamu (Muhammad) berada
ditengah tengah mereka"
6. Fa' Sababiyah ()فاء, yang menunjukkan terjadinya fi’il (akibat),
karena ada sebab sebelumnya.
Sebab sebelumnya ada Nafyu atau At-Talab
- Nafyu
- At-Talab : Istifham (Pertanyaan) , Amr (perintah) , nahyu (larangan)
َل تَ ْشَر ْب ال ُّد َا َن فَتَ ْمَر َض
"Janganlah kamu merokok, nanti akibatnya sakit"
7. Hatta ( ) َحّاتartinya hingga َحّات نَْعلََم المَا ِه ِديْ َن
"Hingga kami mengetahui orang-orang yang bersungguh-sungguh"
Ket : Ada أَ ْنyang disembunyikan setelah َحّات, itulah menjadi sebab
jika َحّاتmasuk ke fi’il, maka menjadikan fi’il tersebut nashob. Padahal
asalnya, َحّاتadalah huruf jar.
8. An Masdariyah ()أَ ْن َم ْصدَر ّيَة
Masdar artinya Sumber kata
Contoh : َضَر َب
Memukul, maka masdarnya
77
َضْرًِب
"Pemukulan"
Contoh An-Masdariyah
َوأَ ْن تَ ُصْوُمْوا َْير لَ ُك ْم
"Kalian berpuasa adalah lebih baik bagi kalian".
تَ ُصْوُمْوا
I’robnya Mansub, dengan membuang nun karena Af'alul Khomsah
(sudah pernah dibahas sebelumnya)
Asalnya :
ِصيَاُم ُك ْم َْير لَ ُك ْم
" Puasa kalian adalah lebih baik bagi kalian".
Adapun sebab-sebab yang menjazemkan, ada 2 secara umum59 :
1. Menjazemkan satu fi’il
Contoh :
ََلْ يَ ْكتُ ْب
"Dia belum nulis"
2. Menjazemkan dua f'i’il
Contoh :
َم ْن يَْدُر ْس يَْن َج ْح
"Barangsiapa yang belajar, akan berhasil"
59 Akan diperinci di halaman berikutnya
78
Latihan
Terjemahkan ke Bahasa Arab !
يَْدُر ُس
1. Agar dia belajar َك ْي يَْدُر َس
I’robnya Manshub : Tandanya Fathah
2. Agar kalian berhasil
َك ْي يَْن َج ُحْوا
I’robnya Manshub : Tandanya membuang nun karena af'alul khomsah.
3. Perginya mereka
ِذ َهابُُه ْم
Dibuat dengan An Masdariyah, menjadi
أ ْن يَْذ َهبُْوا
79
Pembahasan Amil (huruf yang
menyebabkan fi’il mudhori) Jazem60
ُالأََدَوا ُت الجَا ِزَمة
Terbagi Menjadi 2
1. Menjazemkan satu fi’ il
Ada empat macam :
a. ْ َلLam
Huruf nafi dan qolb (merubah fi’il mudhori menjadi madhi secara makna)
Contoh :
ََلْ يَْدُر ْس
"Dia tidak belajar"
I'robnya jazem tandanya sukun, karena shahih akhir
ََلْ يَْقتُلُْوا
"Mereka tidak membunuh"
I'robnya jazem tandanya membuang nun, karena af'al khomsah
b. لَ َّماLamma
artinya : "Belum"
Contoh :
لَاما يَْدُر ْس
60 Pertemuan ke-10, Hari Jum'at, 24 Sya'ban 1441 H / 17 April 2020
80
"Dia belum belajar (sampai saat ini)" لِيَ ْضِر ْب
I'robnya jazem tandanya sukun, karena shahih akhir َل تَ ْغ َض ْب
َل تَ ْغ َض ُب
c. ُ َلامُالأَٰم ِرLam Amr
Artinya : "Hendaknya"
Fungsinya seperti fi’il amr
Contoh :
"Hendaknya dia memukul"
I'robnya jazem tandanya sukun, karena shahih akhir
d. ََل ال َناهيَةLa Nahiyah
"Larangan/janganlah"
Contoh :
"Janganlah kamu marah"
I'robnya jazem tandanya sukun, karena shahih akhir
Perbedaan dengan َل الناافِيَة
"Meniadakan perbuatan"
Contoh :
"Kamu tidak marah"
La Nafiyah, tidak memansubkan dan tidak mejazemkan.
81
2. Menjazemkan dua fi’il تَْن َج ْح إِإِْنْن تَََْتدُْرُك َّْْس
Fi’il syarat dan jawab syarat. تَ ْشبَ ْع
a. " إِ ْنJika"
"Jika kamu belajar, maka lulus"
"Jika kamu makan, maka kenyang"
b. " َم ْنBarangsiapa" َُو َم ْن يَْع َم َّْ ِمثْ َقاَل ذَاردة َْيًرا يََره
Contoh :
"Barangsiapa siapa beramal sekecil
apapun berupa kebaikan, maka
kamu akan melihat (balasannya)."
Yang Majzum adalah
I'robnya jazm tandanya sukun, karena shahih akhir, dan َّْ يَْع َم
يََر
"Jazem dengan membuang huruf ilah karena Mu'tal akhir"
Ket : َم ْنUntuk yang berakal
c. َُم ْه َما/ُ" َماApapun" َم ْه َما تَْقَراْ تَ ْستَِف ْد
Contoh :
"Apapaun yang kamu baca, maka
kamu akan dapat faidah"
Ket : َُم ْه َما/ُ َماUntuk yang tidak berakal
82
d. ُُأََّري َن/ُ" َمََتKapanpun"
Contoh :
َمَّت ََي ِت ال َصْي ُف يَْن َض ْج ُرطَب
"Kapanpun datang musim panas, maka kurma akan matang"
e. " َكْي َف َماBagaimanapun"
Contoh :
َكْي َف َما تَُعاِم َّْ الناا َس يَُعاِملُْوَك
"Bagaimanapun kamu bermuamalah dengan manusia, maka begitu juga
mereka bermuamalah denganmu"
Yang Majzum adalah
َّْ تُ َعاِم
I'robnya jazm tandanya sukun, karena shahih akhir
يُ َعاِملُ ْو
"Jazem dengan membuang huruf nun, karena af'al khomsah"
f. ُ َحْيث َما/ُُأَّرن/ُُأَيْنَ َما/ُ" أَيْ َنDimanapun"
Contoh :
أَيْنَ َما تَ ُكْونُْوا يُْد ِرْك ُك ُم المَْو ُت
"Dimanapun kamu berada, kamu pasti akan menjumpai kematian"
83
g. ُ " أَيApapun/Siapapun"
َأ ُّي اِْمَرأَدة تُ ِط ْع َزْو َجَها تَْد ُ َّْ الجَناة
"Siapapun wanita yang taat pada suaminya maka masuk surga"
ُأَ ايكِتَا دب تَْقَرأْهُ تَ ْستَِف ْد ِمْنه
"Apapun kitab yang kamu baca, kamu akan dapat faidah darinya"
Catatan :
Semua yang menjazemkan dua fi’il disebut isim syarat, kecuali إِ ْن
disebut huruf syarat.
84
BAB 9
ISIM-ISIM MARFU’61
Pembahasan kali ini adalah tentang Isim-isim yang Marfu’, akan kami
sebutkan secara global terlebih dahulu, dan akan diperinci satu-persatu di
halaman berikutnya.
Berikut ini Isim-isim yang Marfu’, ada 7 :
1. Mubtada' (yang dikabarkan)
2. Khobar (kabarnya)
Contoh :
الطاالِبَا ِن قَائَِما ِن
"Dua mahasiswa itu berdiri"
"Mubtada" القَاطئاِاَلمِبَااِنِن
"Khobar"
Keduanya sama-sama marfu dengan alif karena mutsanna.
Contoh mubtada’ khobar lainnya : قَائِم الاملُمُُْمَسفَْسلِاامُلَُِممََِطُدمااامَْموِنةدَُُتن
Muhammad berdiri ققََققََاااائئِِئئََِِممَُمماةاْوِنَنت
Fatimah berdiri
2 Muhammad berdiri
Orang-orang Muslim berdiri
Para wanita muslimah berdiri
61 Pertemuan ke-11, Hari Senin, 27 Sya'ban 1441 H / 20 April 2020
85
Semua ini adalah mubtada’ dan khobar.
3. Isim Kana ( )كانdan saudaranya
Contoh :
َكا َن الطاالِبَا ِن قَائَِمْ ِي
" Dulu dua siswa itu berdiri"
الطاالِبَا ِنmerupakan isim kana , asalnya adalah mubtada’. Ketika
dimasukin َكا َنmaka namanya jadi isim kana. I'robnya marfu tandanya alif
karena mutsanna.
قَائَِمْ ِيadalah khobar kana, I'robnya mansub dengan ya’ karena
mutsanna. (in syaa Allah ada penjelasannya di halaman berikutnya).
Contoh isim kana dan khobar kana : َكانََكَكاَكاْاَنَتنكََناااللْممُنتُُُمَْْسسُفُاَمللِِمَاَدَُامممِاطاْوِدَمنَنةُُتقَقَاقاَقَئِقئاَِاائًئِمَِمئِاَِمْمَمْةًِايَي دت
Dahulu Muhammad berdiri
Dahulu Fatimah berdiri
Dahulu 2 Muhammad berdiri
Dahulu orang-orang muslim berdiri
Dahulu para wanita muslimah
berdiri
4. Khobar Inna ( )إِ انdan saudaranya
Kebalikan dari Kana() َكا َن
86
Contoh :
إِ ان ُُمَ ام ًدا قَائِم
"Sesungguhnya Muhammad itu berdiri "
Contoh lainnya :
Sesungguhnya Fatimah berdiri khobar innتaِنَنaةْاوdََممَُمماaِِئئِِئئlااااaَققََقَقhِِةنََيتmطدِاميَْْمaَِلَِمrْلِساامfَْمَسفuُُما'نلُُم.إِإِاإِنانإِاانلا
Sesungguhnya 2 Muhammad
berdiri
Sesungguhnya orang-orang muslim
berdiri
Sesungguhnya para wanita
muslimah berdiri
Isim Inna adalah mansub, sedangkan
5. Fail
Artinya pelaku, yang datang setelah fi’il yang aktif (ma'lum), Pelaku
diketahui.
Contoh :
َضَر َب ُُمَ امد َزيًْدا
"Muhammad telah memukul Zaid"
Muhammad sebagai fail (subyek) yang memukul, Zaid sebagai objek (maf’ul
bihi) yang dipukul
6. Naibul Fail
Artinya pengganti fail, yang datang setelah fi’il yang pasif (majhul).
Contoh :
ُضِر َب َزيْد
87
"Zaid telah dipukul"
Yang memukul tidak diketahui. Maka Zaid yang awalnya objek, jadi
pengganti sebagai fa’il subyek, akan tetapi tidak dinamakan fail melainkan
naibul fail.
Membuat fi’il madhi majhul dengan didhommah awalnya, dan di
kasroh sebelum akhir.
Contoh :
ُضِر َبmenjadi َضَر َب
"Memukul menjadi dipukul"
Adapun membuat fi’il mudhori majhul dengan dhommah awalnya, dan
difathah sebelum akhir
يُ ْضَر ُبmenjadi يَ ْضِر ُب
7. Tawabi’ (Pengikut).
Ada 4 macam, yaitu Naat, taukid, athof dan badal
Contoh : َُجاءَ الطاالِ ُب الَعاَِل Naat (sifat)
َُجاءَ الطَالِ ُب نَْف ُسه Taukid (penguat)
"Telah datang siswa َجاءَ الطَالِ ُب َو َزيْد Athof (kata gandeng)
yang alim (berilmu) " قَاَل الِإَماُم َمالِك Badal (pengganti)
"Telah datang siswa
dirinya sendiri"
"Telah datang seorang
siswa dan Zaid"
"Imam Malik telah
berkata "
Inilah gambaran secara garis besar tentang Isim-isim yang marfu’,
adapun pembahasan secara rinci sebagai berikut;
88
1. Mubtada’62
1. Mubtada
Mubtada' (yang dikabarkan) dan Khobar (kabarnya)
ُ الخَبَُر = الجُْملَةُ اَِل ِْسياة+ ُالمْبتَ َدأ
Aturan Mubtada'
- Mubtada’, biasanya isim ma'rifat yang ada di awal kalimat.
Contoh :
الطَالِ ُب
Artinya : Siswa itu
Ma'rifat artinya sudah jelas penunjukkannya (sudah dikenal,
kebanyakan di awali dengan الatau ma'rifat dengan sendirinya seperti nama
orang, dzomir dan lain sebagainya )63 . Kebalikan dari ma’firat adalah nakiroh,
Nakiroh (belum dikenal), contoh :
طَالِب
“Seorang siswa”
- Mubtada’ dan Khobar harus serasi, harus sama-sama dalam :
Mufrod Mutsanna
Mudzakkar Muannats
Jika Mubtada' mufrod, khobarnya juga harus mufrod, jika mutsanna ya
mutsanna, jika jama’ ya jama’. Dan jika mubtada’ mudzakkar maka khobarnya
harus mudzakkar, jika muannats ya muannats.
62 Pertemua ke-15, Hari Jum'at, 01 Ramadhan 1441 H / 24 April 2020
63 Sudah dijelaskan di pembahasan sebelumnya
89
Kecuali jika mubtada’ jama' yang tidak berakal, maka khobar boleh
jama’ dan mufrod.
Khobar Artinya ديْداتCِ َجontُتohال اسيااَرا
Jama muannats = jama Mobil-mobil baru ال اسيااَرا ُت َج ِديْدة
muannats Mobil-mobil baru
Jama muannats =
mufrod muannats
Contoh : Mubtada Artinya َما ِنCَِائoقnِنtoبَاhِالطاال
Mutsanna "Dua siswa itu
Khobar
Mutsanna berdiri"
Mufrod Mufrod “Muhammad قَائِم ُفَاُمَِطامَمةد
Mudzakkar Mudzakkar berdiri” قَائَِمة
Mufrod Mufrod “Fatimah
Muannats Muannats berdiri’
Jama Jama “Orang-orang الاملُمُْسْسلِلَِمُماْوَُنت ققََاائئَُِِمماْوَنت
Mudzakkar Mudzakkar muslim berdiri’ الأاُلْسأُتَاْستَذَااِذُن ََححاا ِِضضَررا ِن
Jama muannats
Jama “Para wanita
muannats muslimat
berdiri’
Mufrod Mufrod
mudzakkar mudzakkar “Ustadz hadir”
Mutsanna Mutsanna
“Dua ustadz
hadir”
Semua ini adalah mubtada’ dan khobar sesuai aturan yang telah
dijelaskan di atas.
90
2. Khobar
2. Khobar
Macam-macam Khobar, bahwa khobar bisa dibuat dengan tiga cara :
a. Bukan Jumlah
Contoh : الأُ ْستَاذُ َحا ِضَرا ِن
Kalimat َحا ِضَرا ِنadalah khobar yang bukan jumlah.
b. Jumlah
Jumlah (susunan kalimat), ada dua :
- Jumlah ismiyah
Disusun dari mubtada’ khobar
( اَلسم+ )اَلسم
Contoh :
ُُمَ امد أَبُْوهُ َمِريْض
" Siswa itu bapaknya sakit"
Mubtada’nya ُمَ امد
Khobarnya أَبُْوهُ َم ِريْض, jumlah ismiyah yang tersusun dari mubtada dan
khobar. Berikut penjelasannya :
ُأَبُْوه
Abu mubatada’ marfu dengan waw karena asmaul khomsah, dan dia
sebagai mudhof, ha' dzomir muttasil sebagai mudhof ilaihi.
91
َم ِريْض
Maridhun adalah khobar dari ُأَبُْوه, Sedangkan khobar dari ُُمَ امد,
jumlah ismiyah أَبُْوهُ َمِريْض
- Jumlah fi'liyah
Disusun dari Fi'il dan Fail
( اَلسم+ َّ )الفع
Contoh :
الطاالِ ُب َْْيتَِه ُد
"Siswa itu bersungguh-sungguh"
Mubtadanya الطاالِ ُب
Khobarnya adalah jumlah fi'liyah dari َْْيتَِه ُد
I'rob َْْيتَ ِه ُدadalah fi’il mudhori marfu dengan dommah, dan fi’il harus
ada fail (pelaku). Failnya adalah dhomir m ُبuِلsطااtaلtاir (kata ganti yang
tersembunyi) yaitu ُهَو, kata ganti itu kembali ke
Jadi jumlah fi’il dan fail َْْيتَِه ُد, khobar dari الطاالِ ُب
Contoh lain :
الطاالِبَةُ ذَ َهبَ ْت
" Siswi itu telah pergi"
Mubtadanya ُالطاالِبَة
92
Adapun Khobarnya َذ َهبَ ْت, jumlah fi'liyyah antara fi’il dan fail.
Adapun penjelasannya sebagai berikut;
َذ َهبَ ْت
ta' ta'niFs iy’ailnmg amdehniumnajubknki afnathwaahn,istaetيiَaِهp fi’il harus ada fail, dan failnya adalah
c. Syibhul Jumlah (Mirip jumlah, disebut syibhul jumlah karena tidak
sempurna meskipun memiliki makna)
Disusun dari :
- Jar dan Majrur
Contoh
ُُمَ امد ِ ْف البَْي ِت
Mubtada’nya ُمَ امد
Khobarnya ِ ْف البَْي ِت, syibhul jumlah fi mahal rof’in khobar.
- Dzorof dan Madzruf
Menunjukkan tempat dan waktu
Contoh :
Di depan أََما َم
Di belakang َْل َف
بَْع َد
Setelah ََّ قَْب
Sebelum
93
Contoh :
ُُمَ امد َْل َف البَْي ِت
Mubtadanya ُمَ امد
Khobarnya َ ْل َف البَْي ِت, syibhul jumlah fi mahalli rof’in khobar. َ ْل َف
sebagai mudhof, dan البَْي ِتsebagai mudhof ilaihi.
Catatan :
Setiap jumlah/mabni dii'rob fi mahalli (menggantikan tempat) rof’in
jika marfu, nasbin jika mansub, jarrin jika majrur.
Adapun yang bukan jumlah/mu'rob maka dii'rob : marfu, mansub,
majrur.
94
3. Fail64
3. Fail
Artinya pelaku (subyek), yang datang setelah fi’il yang aktif (ma'lum),
bermakna pelaku diketahui.
Contoh :
قَاَم َزيْد
"Telah berdiri Zaid"
Zaid sebagai Fail (pelaku)
Untuk cara mengetahui bahwa itu fail, bisa dengan pertanyaan.
Contoh:
Siapa telah berdiri?
Maka jawabannya : Zaid
Fail bisa dibuat dari 3 sumber :
a. Isim Mu'rob
Isim mu'rob sudah pernah kita pelajari di halaman sebelumnya,
misalnya isim mufrod, mutsanna, jama taksir, isim manqush, isim maqsur dan
yang lainnya.
Contoh :
َذ َه َب َزيْد
"Zaid telah pergi"
Zaid isim mufrod mudzakkar, mu'rob.
b. Isim Mabni
64 Pertemuan ke-12. Hari Selasa, 28 Sya'ban 1441 H / 21 April 2020
95
Ini juga pernah kita pelajari di halaman sebelumnya, contohnya
dhomir, isim maushul, isim isyaroh dan yang lainnya.
Contoh :
َذ َهْب ُت
"Aku telah pergi"
Tu ( ) ُتadalah dhomir muttasil mabni ala dhommah yang bermakna
أَََن, sebagai fail i’robnya fi mahhali rof’in.
Contoh lain :
ذَ َه َب َه َذا
"Ini telah pergi"
Ini ( ) َه َذاadalah isim isyaroh. Mabni ala sukun, sebagai fail i’robnya fi
mahhali rof’in.
c. Masdar Muawwal
Tersusun dari
ُ الِفْع َُّ الم َضا ِرع+ أَ ْن
أَ ُْنmasdariyyah
Disebut demikian karena mentakwil fi’il menjadi masdar. Dan
fungsinya menashobakan fi’il mudhori.
Asal katanya Artinya Contoh
"Puasa kamu"
َصْوُم َك أَ ْن تَ ُصْوَم
96
Contoh lain,
أَ ْن تَْذ َهبُْوا
I'robnya تَ ْذ َهبُ ْواadalah mansub karena kemasukkan أَ ْن, tandanya
dengan membuang nun, karena af'alul khomsah.
Asal katanya adalah ِذ َهابُ ُك ْمartinya "Kepergian kalian"
Contoh lain :
يُ ْسعِ ُدِ ْن أَ ْن تَ ُصْوَم
"Telah membahagiakanku puasamu"
أَ ْن تَ ُصْوَمSebagai fail fi mahalli rof'in, asal katanya َصْوُم َكartinya
"Puasamu"
ATURAN FAIL :
1. Harus Marfu
2. Datang setelah fiil ma'lum (aktif)
3. Tidak harus bersambung dengan fiil
(Artinya : tidak harus datang langsung setelah fiil), terkadang dipisahkan
dengan yang lain. Seperti contoh
يُ ْسعِ ُدِ ْن أَ ْن تَ ُصْوَم
Fail datang setelah maful bih (objek) berupa dhomir ya' mutakallim
yang menempel pada fiil ()ِ ْن.
Contoh lain :
َضَر َب َزيًْدا ُُمَ امد
97
"Muhammad telah memukul Zaid", di sini fail datang setelah maful
bih (objek).
4. Jika fail muannats, maka fiilnya ditambah ta' ta'nis.( ) ْت- menunjukkan
wanita-
Contoh ta' ta'nis di fi’il madhi :
َُذ َهبَ ْت فَا ِط َمة
"Telah pergi Fathimah"
Contoh ta' ta'nis di fi’il mudhori :
ُتَْذ َه ُب فَا ِط َمة
"Sedang pergi Fathimah".
Catatan :
Ta' ta'nis di fi’il madhi letaknya di akhir kata, sedangkan di fi’il
mudhori letaknya di awal kata, seperti contoh diatas.
5. Jika Failnya mutsanna atau jama', maka fiilnya tetap muford.
Contoh :
Susunannya Artinya سلُِمCْ oالمntَبohَذ َه
Fi’il mufrod + fail Seorang muslim itu َذ َه َب الم ْسلِ َما ِن
َذ َه َب الم ْسلِ ُمْوَن
mufrod telah pergi
Fi’il mufrod + fail "2 Muslim itu telah
mutsanna pergi"
Fiil mufrod + fail jama' "Orang-orang muslim
mudzakkar salim. itu telah pergi"
98
Latihan
Terjemahkan kalimat berbahasa arab berikut ini !
َسافََر ْت أُُّم َك إَِل َجا َكْرََت
“Ibumu bersafar ke Jakarta”
َذ َه َب التاا ِجرا ِن إَل ال ُسْوِق
“Dua pedagang telah pergi ke Pasar” َرَجَع ِت البِْنتَا ِن ِم َن المَْدَر َسِة
“Dua cewek telah kembali dari Madrasah” تَْرقُُد البَنَا ُت َعلَى ال اسِريِْر
“Dua cewek sedang berbaring diatas kasur”
َيَْرَك ُب الم َسافُِرْوَن ال اسيااَرة
“Para musafir sedang mengendarai mobil”
تَْذ َه ُب أُ ْتُ َك إَِل الم ْستَ ْشَفى
“Saudarimu sedang pergi ke rumah sakit”
يَ ْشََِت ْي أَ ُ ْوَك ال ِكتَا َب الجَ ِديَْد
“Saudaramu sedang membeli buku baru”
يُ َصّلِِي أَبُْوَك ِ ْف الم ْس ِج ِد
“Bapakmu sedang sholat di masjid”
99
4. Naibul Fail65
4. Naibul Fail
Artinya pengganti fail, yang datang setelah fi’il pasif (majhul),
menunjukkan sebagai objek.
Asal Susunan Naibul Fail
Fi’il Mabni َمْفعُْول بِِه+ َّ فَا ِع+ (ِمSلُْوuْعbَمyلeلkبِ)ن+َْالمMَُّa ْعf'ِفuالl bihi (Objek)
Ma'lum (aktif) + Fail
Fi’il Mabni Majhuَlِّ (ِعPَفاaلsاif )ُب+َِنئNَ +aMibلeuِnوlْjُهFaْجadiمiَl ل(لpeِنnَْبgلمg اaَُّn ْعtiلِفfاail) asalnya objek.
Contoh : Fi’il Mabni Artinya Fi’il Mabni
majhul
Artinya "Ali telah يmَِعلa’بlَuرmََض
ُضِر َب ال َكْل ُب memukul َك َساَلارلَِكْإتْلََناءلََببِْن ُت
"Anjing telah ُُك ِسَر ْت الِإََنء anjing", يَْرَك ُب الَولَُد
dipukul" َال اسيااَرة
ُتُْرَك ُب ال اسيااَرة "Anak cewek َالهِارة َضَر َب ُُمَ امد
"Telah ُُضِربَ ْت الهِارة telah
dipecahkan
bejana itu" memecahkan
bejana (panci) "
"Mobil itu "Seorang anak
sedang
sedang
dikendarai" mengendarai
"Kucing itu mobil"
telah dipukul" "Muhammad
telah memukul
kucing"
65 Pertemuan ke-13. Hari Rabu, 29 Sya'ban 1441 H / 22 April 2020
100