DAPUR
sosial.8 media viral. Justru kedalaman tulisan masih kami junjung – dan kami yakini
Dalam usahanya melakukan dan reportase a la BALKON tetap – sampai hari ini. Sebab hidup bukan
dipertahankan. Ini yang kami ambil hanya tentang materi. Melainkan
adaptasi terhadap perkembangan dari kasus The New York Times. tentang upaya menghidupi kehidupan
zaman – dalam hal ini internet, Membaca peluang media sosial dan itu sendiri.14
BALAIRUNG telah melakukannya sengkarut arus informasi di internet
dengan cukup baik. Bahkan tiga tahun untuk terus meningkatkan kualitas Masih banyak taktik dan
setelah penyedia layanan internet tulisan. strategi yang harus dirumuskan.
komersil pertama di Indonesia secara Apakah di kemudian hari BALKON
resmi berdiri,9 BALAIRUNG Alasannya sederhana, reguler akan kembali terbit, siapa
diketahui telah mengelola laman BALAIRUNG masih mendaku pula yang tahu. Yang jelas, sampai
www.thepentagon.com/balairung. sebagai pers mahasiswa, dengan semangat muda kami terbakar habis,
Setahun kemudian, pindah ke konsekuensi untuk mampu BALAIRUNG tak akan berhenti
member.tripod.com/~balairung. Pada menjalankan fungsi persnya secara menjadi penjaga nafas intelektualitas
masthead Majalah BALAIRUNG independen dan dituntut menjadi mahasiswa. Apapun mediumnya, Ia
no.32/Th.XV/2000 dicantumkan pelopor perubahan dan pemecah akan – dan harus – menjadi garda
laman www.balairungnews.com dan kebekuan.12 Ini bukan soal gagah- depan idealisme mahasiswa hari
www.detik.com/kampus. Pada awal gagahan, senada dengan Tarli ini. Yang semakin hari, semakin
kemunculannya, ia ditujukan untuk Nugroho, sebuah media kini tak boleh terdistraksi dengan kebijakan dan
menyatukan seluruh produk media hanya sekedar mewartakan. Ia harus birokrasi kampus, juga dengan
dan jurnalistik awak BALAIRUNG.10 bisa meninggalkan jejak panjang, lewat tumpukan informasi yang banal lagi
Sayangnya, keputusan ini seolah hanya tulisan-tulisan dan pemikiran yang dangkal di linimasa. [FAISAL NUR]
memindahkan semua produk cetak mendalam.13
BALAIRUNG ke ranah maya, portal
berita dalam jaringan ini masih belum Jagad maya sesungguhnya
memiliki logika produk yang jelas. tidak mudah ditaklukkan. Seperti yang
dijelaskan di atas, saingan kami adalah
Sementara laman www. media viral, berita-berita populer yang
balairung.org pertama kali dirujuk seringkali bergentayangan di linimasa.
pada masthead Jurnal BALAIRUNG Dengan fakta bahwa internet dan
edisi perdana di tahun 2001. Empat media sosial telah menjadi bagian yang
tahun setelahnya, diperkenalkan laman menyatu dalam kehidupan sehari-hari
www.balairung.web.id. Sedangkan anak muda di Indonesia, artinya ini
www.balairungpress.com (Balpress), bisa jadi pasar potensial kami. Tapi ini
portal berita dalam jaringan sekaligus bukan semata-mata soal keuntungan
produk digital BALAIRUNG, baru material. Kami punya cara lain untuk
secara resmi dicatat dalam AD/ART menghidupi dunia, ada idealisme yang
BALAIRUNG pada tahun 2008.11
Catatan Akhir
Periode inilah yang boleh
dikatakan sebagai titik mula peralihan 1. 1Terinspirasi dari salah satu iklan www.balairungpress.com di BALKON Edisi 130, 29 Maret 2011.
produk cetak BALAIRUNG ke 2. M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. BALAIRUNG dan Sejarah yang Tercacah, dalam Jurnal BALAIRUNG Edisi
dunia maya. Perlahan, bersama 44/XXIII/2011.
dengan BALKON, Balpress mewujud 3. HS. Bachtiar. Berkerja Dengan Detail: Mengapa Jurnal BALAIRUNG?, dalam Jurnal BALAIRUNG Edisi 34/
sebagai manfestasi pers komunitas TH.XVI/2001.
di UGM dan Yogyakarta. Bertahun- 4. Ibid.
tahun kemudian, dalam prosesnya 5. Bre Redana. Inikah Senjakala Kami... dalam kolom Catatan Minggu, Koran KOMPAS. 28 Desember 2015.
dua produk ini semakin tumpang 6. Wisnu Prasetya. Jangan Bersedih Pak Bre Redana... dalam Mojok.co - http://mojok.co/2015/12/jangan-berse-
tindih ruang lingkupnya. Balpress, dih-pak-bre-redana/ diakses pada 28 Juni 2016.
dengan kecepatan dan kemudahan 7. Nindias Nur Khalika. Menjaga Napas Intelektualitas Mahasiswa. Dalam BALKON Spesial Mahasiswa Baru 2014.
aksesnya tak jarang dianggap terlalu 8. Baca Belajar dari Inovasi The New York Times. Remotivi.
banal. Sedangkan BALKON dengan 9. Baca The Struggle in Indonesia Computer Network Beginning in the 90’s. Oleh Onno W. Purbo. STKIP Surya
rubrikasi dan proses penggarapan yang 10. Dapur. Dalam Majalah BALAIRUNG edisi 33/TH.XVI/2001.
sudah sedemikian mapan, terkadang 11. M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. Dan Achmad Choirudin. dalam BALKON Edisi Spesial 2010.
dianggap kurang efisien. Lebih- 12. Luqman Hakim Arifin. Cerita Panjang dari Lombok. Dalam Majalah BALAIRUNG Edisi 32/TH.XV/2000
lebih pada proses percetakan. Ia jelas 13. Tarli Nugroho. Karikatur Majalah Kecil. Dalam Jurnal BALAIRUNG Edisi 36/Th.XVII/2003
memakan banyak sumber daya awak – 14. Auviar Rizky Wicaksanti. Metamorfosis. Dalam BALKON Spesial Mahasiswa Baru 2015.
juga dana lembaga.
51
Jalan tengah yang bisa diambil,
adalah memindahkan medium. Sebab
sebuah karya jurnalisme yang baik
tidaklah terikat pada satu jenis produk
saja – entah cetak ataupun digital.
Tidak latah dan ikutan beranjak jadi
balkon
Edisi Spesial 2016
Si IyikIlustrasi: Chandra/Balairung Sudut:
52 (+) Beberapa dekade ini, penulis-
penulis muda bermunculan, namun
penerbitan mayor cenderung
mengambil penulis yang telah tenar
sebelumnya.
(-) Barangkali, penerbit mayor
mengambil penulis yang telah tenar
untuk meraih perhatian lebih banyak
dari masyarakat.
(+) Sebagai penerbitan, seharusnya
mampu mengenalkan penulis baru
yang mempunyai bobot tulisan, tak
hanya ketenaran kepada pembaca.
(-) Itu idealnya, kalau penerbit tidak
mau mengenalkan penulis-penulis
baru yang berbobot kepada pembaca,
siapa lagi yang mengakomodasi?
Ilustrasi: Lipca/Balairung