INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun :
Nama : Dennis Bunga Segar Nurlaili
NIM : A210190071
Kelas :D
Mata Kuliah : Microteaching
Identitas Sekolah : SMK Negeri 1 Ngawi
Kompetensi keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata pelajaran : Akuntansi Dasar
Kelas/Semester : X / GENAP
Materi Pokok : Neraca Lajur
Tahun pelajaran : 2021/2022
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
B. KOMPETENSI AWAL
3.1 Menganalisis perkiraan untuk menyusun laporan keuangan
4.1 Menyusun laporan keuangan
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman
Bertakwa kepada Tuhan YME
Berakhlak Mulia
Mandiri
Bernalar Kritis
Berkebhinekaan Global
Bergotong Royong
Kreatif
D. SARANA DAN PRASARANA
Alat/bahan : LCD Proyektor.
Media Pembelajaran : Vidio Pembelajaran, Slide Powerpoint
Bahan dan Sumber Belajar : Internet, Modul, Buku Pedoman Akuntansi Dasar
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta Didik Reguler/Tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN
Model : Problem Based Learning
Pendekatan : Saintifik
Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Praktek dan Penugasan
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat :
Menjabarkan pengertian Neraca Lajur
Menjelaskan bentuk Neraca Lajur
Membuat contoh Neraca Lajur
Mengidentifikasi CP sesuai dengan Fase
Rumusan capaian pembelajaran masing-masing elemen pembelajaran adalah sebagai
berikut :
Elemen Capaian Pembelajaran
Proses bisnis di bidang Akuntansi dan Pada akhir fase E, peserta didik mampu
Keuangan Lembaga menyusun Laporan Keuangan
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Analisis Neraca Lajur dilakukan dengan melihat bagaimana bentuk Neraca Lajur dan
juga contoh Neraca Lajur. Neraca Lajur yaitu kertas kerja berkolom-kolom untuk
memudahkan dalam membuat penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan.
Neraca Lajur disusun dengan memindahkan data-data Neraca Saldo dan
JurnalPenyesuaian
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Menurutmu Apakah Keuntungan dari adanya Pembelajaran Materi Neraca Lajur ?
D. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
a. Persiapan membuat perencenaan tertulis yang berisi tujuan pembelajaran secara
operasional materi, bentuk kegiatan belajar mengajar, metode yang digunakan,
waktu, alat-alat pelajaran dan evaluasi
b. Metode belajar yang digunakan harus menggunakan cara tertentu yang tepat
dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan tercapai. Metode yang sering
digunakan adalah ceramah, diskusi dan penugasan
c. Memberi motivasi belajar
d. Pengadaan alat peraga dan perpustakaan bertujuan untuk membantu siswa agar
siswa mendapat gambaran yang konkrit, untuk menjelaskan materi pelajaran,
untuk menarik perhatian siswa, menambah kegiatan belajar.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah Pembelajaraan
Kegiatan Pendahuluan Nilai Karakter Alokasi
Religious waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap Nasionalis 15 Menit
displin Mandiri
Gotong Royong
Meminta peserta didik membaca literasi selain materi Integritas
pembelajaran
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam
mengawali kegiatan pembelajaran
Guru memberikan gambaran materi yang akan
dipelajari,menyampiakan tujuan dari pembelajaran, dan
mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan materi sebelumnya.
Kegiatan Inti
Sintak PBL Kegiatan Pembelajaran Kompetensi 4C Nilai Alokasi
Abad 21
Karakter Waktu
Critical Thingking
Orientasi peserta Guru menampilkan Mandiri
didik kepada tayangan tentang Comumunication
masalah Pengertian Neraca and Colaborations Gotong
Lajur Royong
Mengorganisasikan
peserta didik Siswa mengamati
dan memahami
tayangan tentang
Pengertian Neraca
Lajur, Bentuk dan
Contohnya
Guru menanyakan
maksud dari
tayangan tentang
Pengertian Neraca
Lajur
Siswa secara
berkelompok
mendiskusikan
tentang Pengertian,
bentuk dan contoh
Neraca Lajur
Membimbing Guru meminta Information, Mandiri
penyelidikan
individu maupun siswa mengali Media, and 20 Menit
kelompok
informasi tentang Technology Skill
Mengembangkan
dan menyajikan Pengertian Neraca
hasil karya
Lajur
Menganalisis dan
mengevaluasi Siswa menggali
proses pemecahan
masalah informasi tentang
tentang Pengertian,
bentuk dan contoh
Neraca Lajur
Guru memberikan Critical Thingking Mandiri
beberapa and Problem
pertanyaan yang Solving
berkenaan tentang
Pengertian Neraca
Lajur
Siswa menjawab
dan mendiskusikan
pertanyaan yang
diberikan guru
secara
berkelompok
Siswa menyajikan
dalam bentuk hasil
diskusi kelompok
tentang Pengertian
Neraca Lajur
Siswa lain Comumunication Gotong
memberikan and Colaborations Royong
tanggapan terhadap
presentasi
kelompok
mengenai
Pengertian Neraca
Lajur
Siswa menerima
tanggapan dari
siswa lain dan guru
Siswa
menyimpulkan
materi tentang
Pengertian, bentuk
dan contoh Neraca
Lajur
Kegiatan Penutup
Guru memberikan penghargaan pada tiap kelompok dan memberikan 10 Menit
tanggapan terhadap tiap kelompok yang telah melakukan presentasi
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang poin penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran
Guru membuat kesimpulan tentang mengakhiri kegiatan pembelajaran
dengan salam dan berdo’a
F. ASESMEN
PENILAIAN OBSERVASI
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari –
hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan
langsung dilakukan oleh guru. Berikut instrument penilaian sikap :
No. Nama Siswa Sikap Sikap Sosial Jumlah
Spiritual Skor
Mensyukuri Jujur Kerjasama Tanggungjawab
1-4 1-4 1-4 1-4
1.
2.
3.
4.
5.
a. Sikap Spiritual
Indikator sikap spiritual “mensyukuri” :
• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut
• Saling menghormati, toleransi
• Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas.
Rubrik pemberian skor :
4 = jika peserta didik melakukan (4) kegiatan tersebut
3 = jika peserta didik melakukan (3) kegiatan tersebut
2 = jika peserta didik melakukan (2) kegiatan tersebut
1 = jika peserta didik melakukan (1) kegiatan tersebut
b. Sikap kerja sama
Indikator sikap sosial “kerja sama”
• Peduli kepada sesama
• Saling membantu dalam hal kebaikan
• Saling menghargai/ toleran
• Ramah dengan sesama
Rubrik pemberian skor :
4 = jika peserta didik melakukan (4) kegiatan tersebut
3 = jika peserta didik melakukan (3) kegiatan tersebut
2 = jika peserta didik melakukan (2) kegiatan tersebut
1 = jika peserta didik melakukan (1) kegiatan tersebut
c. Sikap Harga diri
Indikator sikap sosial “harga diri”
• Tidak suka dengan dominasi asing
• Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek
• Cinta produk negeri sendiri
Rubrik pemberian skor
• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
PENILAIAN PENGETAHUAN
KD Kompetensi Kelas/Se Materi Level Indikator Soal Bentuk No
Kognitif Soal Soal
Dasar mester Uraian 1
3.1 Menganalisis X/ Pengertian Pemahaman Siswa dapat Uraian 2
perkiraan GENAP Neraca (C) menjelaskan
untuk Lajur Pengertian Neraca
menyusun Lajur
laporan
keuangan Siswa dapat
Bentuk Pemahaman mengerti Bentuk
Neraca (C) Neraca Lajur
Lajur
PENILAIAN KETERAMPILAN
KD Kompetensi Materi Indikator Level Teknik
Kognitif Penilaian
Dasar Siswa dapat
menjelaskan Memanipulasi Praktik
4.1 Menyusun Menyusun Pengertian Neraca (P2)
Lajur
laporan Neraca Lajur
Siswa dapat
keuangan mengerti Bentuk
Neraca Lajur
Memanipulasi
Siswa dapat (P2)
menyusun laporan
keuangan pada Memanipulasi
Neraca Lajur (P2)
No Kompetensi/Sub Komponen Indikator Indikator Skor
Skor Penialaian
Penggunaan alat dan bahan sesuai 91-
1. Persiapan kerja prosedur 100
a. Penggunaan alat dan bahan
Penggunaan alat dan bahan cukup 80-90
b. Ketersediaan alat dan bahan sesuai prosedur 70-80
2. Proses dan Hasil Kerja Penggunaan alat dan bahan kurang
a. Kemampuan mengidentifikasi sesuai prosedur
3. Sikap kerja Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91-
a. Keterampilan dalam bekerja 100
Ketersediaan alat dan bahan cukup
4. Waktu lengkap 80-90
a. Penyelesaian pekerjaan
Ketersediaan alat dan bahan kurang 70-80
lengkap
kemampuan mengidentifikasi pengetian 91-
Neraca Lajur 100
Mengidentifikasi Bentuk neraca Lajur 80-90
Memahami menyusun laporan 70-79
keuangan di Neraca Lajur
Bekerja dengan terampil 91-
100
Bekerja dengan cukup terampil 80-90
Bekerja dengan kurang terampil 70-79
Selesai sebelum waktu berakhir 91-
100
Selesai tepat waktu 80-90
Selesai setelah waktu berakhir 70-79
PENGOLAHAN NILAI
Persiapan Nilai Praktik (NP) Waktu NK
1 Proses dan Sikap Kerja 45
Hasil Kerja
23
Skor 10% 60% 20% 10%
Perolehan
Skor
Maksimal
Bobot
NK
Keterangan:
Skor perolehan merupakan skor per komponen penilaian
Skor maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan presentase setiap komponen. Besarnya presetase dari setiap
komponen diterapkan secara proporsional sesuai karakteristik kompetensi keahlian.
Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
∑
= ×
NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK
G. PENGAYAN DAN REMIDIAL Teknik Bentuk Penilaian
No Ranah Kompetensi Penilaian
1. Sikap Observasi Dilakukan pengamatan oleh
guru. Kerjasama, dan
2. Pengetahuan Tes tertulis/ tanggung jawab peserta didik
3. Keterampilan PG selama kegiatan pembelajaran
disaat kegiatan individu
Portofolio maupun saat diskusi
kelompok
Jawaban singkat atas
pertanyaan uraian atau pilihan
Ganda yang diberikan sesuai
dengan IPK
Kegiatan mencatat pengakuan
dan pengukuran piutang
dalam akuntansi
Remidial:
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka
guru bisa memberikan soal tambahan.
Sekolah CONTOH PROGRAM REMIDI
Kelas/semester :……………………………………………………………..
Mata pelajaran :……………………………………………………………..
Ulangan Harian Ke :……………………………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian :……………………………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian
Materi Ulangan Harian :…………………………………………………………......
(KD/Indikator) :……………………………………………………………..
:……………………………………………………………..
:……………………………………………………………..
No Nama Nilai Indikator Bentuk Nilai Keterangan
Peserta didik Ulangan yang tindakan setelah
belum remedial remedial
dikuasi
1.
2.
3.
dst
Pengayaan :
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan.
2. Mencari informasi secara online tentang materi
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi
4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar.
Mengetahui Ngawi, 6 Maret 2022
Kepala SMKN 1 NGAWI Guru Mata Pelajaran
NIP………………….. NIP…………………
H. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Pilihan Ganda
1. Fungsi jurnal yang benar adalah
a. Fungsi Analisis, pencatatan, dan historis
b. Fungsi Posting, pencatatan, dan historis
c. Fungsi Analisis, Polis, dan historis
d. Fungsi Analisis, pencatatan, dan etimologis
2. Laporan keuangan yang harus disusun oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan PSAK adalah......
a. Neraca, laporan laba/rugi
b. Neraca, laporan laba/rugi, laporan ekuitas, arus kas
c. Neraca, laporan laba/rugi, laporan ekuitas, arus kas, catatanpendukung
d. Neraca, laporan laba/rugi, laporan ekuitase.Arus kas, laporan ekuitas, neraca
3. Neraca adalah laporan sistematis yang mengenai .....
a. Harta perusahaan dan modal pemilik pada suatu saat tertentu
b. Modal pemilik dan pendapat bersih selama periode tertentu
c. Harta, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu
d. Penghasilan penghasilan dan beban beban yang terjadi pada saat tertentu
4. Salah satu unsur laporan keuangan yang menggambarkan posisi modal perusahaan
adalah ...
a. Neraca
b. Laporan laba/rug
c. Laporan perubahan modal
d. Laporan perubahan posisi keuangan
5. Neraca menurut PSAK harus disajikan dalam format …..
a. Double step
b. single step
c. T. Account
d. Multiple step
Soal Uraian
1. Jelaskan pengertian Neraca Lajur ?
2. Berikan contoh bagaimana bentuk Neraca Lajur ?
3. Tujuan mengapa harus menyusun Neraca Lajur ?
Jawaban :
1. Neraca Lajur adalah komponen yang digunakan untuk memeriksa buku besar setelah
mengalami penyesuaian. Pemeriksaan buku besar setelah penyesuaian ini juga dilakukan
guna memastikan bahwa saldonya sudah balance. Neraca saldo juga berarti kertas kerja
berkolom-kolom untuk memudahkan dalam membuat penyesuaian dan penyusunan
laporan keuangan.
2. Bentuk Neraca Lajur
3. Berikut adalah beberapa tujuan dari penyusunan neraca lajur yang harus diketahui :
Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan
Sarana Menggolongkan dan Meringkas Informasi Neraca Saldo
Meminimalisir Kesalahan
REFLEKSI GURU
1. Apa tujuan mengajar materi Neraca Lajur?
2. Apakah penyampaian materi dengan tayangan cukup efektif dilakukan untuk menarik
minat peserta didik?
3. Apakah kegiatan kerja dalam kelompok dapat mewujudkan persaudaraan antar peserta
didik?
4. Apa yang dilakukan guru untuk membantu peserta didik yang masih kesulitan
memahami materi Neraca Lajur ?
5. Apakah pembelajaran telah sesuai dengan visi dan misi sekolah sebagai pedoman
pendidikan?
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Identitas Sekolah : SMK Negeri 1 Ngawi
Kompetensi keahlian : Akuntansi dan Lembaga Keuangan
Mata pelajaran : Akuntansi Dasar
Kelas/Semester : X / GENAP
Materi Pokok : Neraca Lajur
Tahun pelajaran : 2021/2022
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
Mengidentifikasi CP sesuai dengan Fase
Rumusan capaian pembelajaran masing-masing elemen pembelajaran adalah sebagai
berikut :
Elemen Capaian Pembelajaran
Proses bisnis di bidang Akuntansi dan Pada akhir fase E, peserta didik mampu
Keuangan Lembaga menyusun Laporan Keuangan
Topik
Memaparkan pengertian Neraca Lajur, bentuk neraca lajur , contoh neraca lajur, dan
menyusun laporan keuangan
Alat dan Bahan Alat/bahan
Alat/bahan : LCD Proyektor.
Media Pembelajaran : Vidio Pembelajaran, Slide Powerpoint.
Petunjuk Kerja
1. Memahami materi yang terkait pengertian Neraca Lajur, bentuk Neraca Saldo, contoh
Neraca Saldo
2. Melakukan literasi dengan berbagai sumber baik buku dan internet terkait pengertian
Neraca Saldo, bentuk Neraca Saldo, dan contohnya Neraca Saldo
3. Melakukan pengamatan secara mendalam terkait materi pengertian Neraca Saldo,
bentuk Neraca Saldo, dan contohnya Neraca Saldo
4. Hasil pengamatan tersebut disusun dengan berdiskusi, power point, dan makalah
5. Rumuskan simpulan kelompok anda kaitkanlah dengan berbagai aspek materi
pengertian Neraca Saldo, bentuk Neraca Saldo, dan contohnya Neraca Saldo
1. Format Penilaian Aspek Penilaian Skor
No Kriteria 23
1 4
1. Penentuan langkah-langkah kerja
2. Ketelitian pencarian informasi di
internet dan media lain yang relevan
3. Teknik komunikasi dan hasil diskusi
4. Kemampuan dalam mempresentasikan
hasil kerja kelompok
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4, perhitungan skor akhir menggunakan
rumus :
Rumus = ℎ × 100 = ℎ
Tempat pengerjaan
(Kerjakan dalam bentuk word/kliping)
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………..
2.2
2. Evaluasi Pembelajaran
Coba kalian mencari jawaban atas pertanyaan atau permasalahan-permasalahan
berikut:
1. Jelaskan pengertian neraca lajur menurut pendapatmu sendiri!
2. Sebutkan perbedaan neraca lajur dan neraca saldo!
3. Tujuan dalam neraca lajur!
4. Fungsi dalam neraca lajur!
5. Analisislah transaksi pada neraca lajur!
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
PESERTA DIDIK
NERACA LAJUR
A. Pengertian Neraca Lajur
Neraca Lajur adalah komponen yang digunakan untuk memeriksa buku besar
setelah mengalami penyesuaian. Pemeriksaan buku besar setelah penyesuaian ini juga
dilakukan guna memastikan bahwa saldonya sudah balance. Neraca saldo juga berarti
kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam membuat penyesuaian dan
penyusunan laporan keuangan.
B. Tujuan Pembuatan Neraca Lajur
Neraca lajur merupakan komponen yang dibutuhkan oleh manajerial perusahaan dan
pihak eksternal lainnya, termasuk oleh pihak investor. Komponen ini akan memudahkan
perusahaan untuk membuat perkiraan mengenai hal yang mungkin terjadi kedepannya terhadap
perusahaan. Penyusunan neraca lajur juga memudahkan perusahaan dalam mengontrol
keuangannya, karena setiap laporan sudah terpapar dengan jelas.
Selain itu, tentu masih ada beberapa tujuan pembuatan neraca lajur ini secara terperinci.
Berikut adalah beberapa tujuan dari penyusunan neraca lajur yang harus diketahui.
1. Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan
Tujuan pertama dari pembuatan neraca lajur adalah memudahkan untuk menyusun laporan
keuangan. Pembuatan neraca lajur akan dilakukan terlebih dahulu sebelum menyusun laporan
keuangan agar data yang akan digunakan sudah tersusun secara sistematis. Neraca akan lajur
membantu menggolongkan data yang berasal dari buku besar, sehingga tampilannya ringkas.
Pembuatan laporan keuangan bisa langsung melihat neraca lajur tanpa harus mengumpulkan
kembali data pembukuan perusahaan dari awal.
Banyak informasi yang akan dimuat dalam neraca lajur, termasuk data dari penyesuaian.
Penyusunan laporan keuangan bisa dilakukan secara lebih cepat apabila neraca lajur sudah
dibuat. Neraca lajur perusahaan juga akan membantu memudahkan proses auditing. Laporan
keuangan merupakan hal penting bagi sebuah perusahaan dimana dapat menjadi tolak ukur
dalam mengelola perusahaan yang ada dan mencapai sasaran perusahaan yang telah diukur.
Pelajari cara membuatnya melalui buku Seri Kuliah Ringkas: Analisis Laporan Keuangan.
2. Sarana Menggolongkan dan Meringkas Informasi Neraca Saldo
Informasi neraca saldo merupakan dasar utama yang digunakan untuk menyusun laporan
keuangan. Perusahaan memperoleh informasi neraca saldo ini dari posting buku besar yang
dilakukan setelah pencatatan transaksi. Pembuatan neraca lajur dalam hal ini akan membantu
perusahaan untuk meringkas informasi neraca saldo agar lebih sederhana. Di samping itu,
komponen ini juga membantu menggolongkan akun-akun di dalam neraca saldo sesuai dengan
kelompoknya, sehingga penyusunannya akan berurutan.
Ringkasan informasi neraca saldo ini akan memudahkan perusahaan saat melakukan pengecekan
buku besar, guna memastikan bahwa hasilnya sudah balance. Selanjutnya, ringkasan informasi
tersebut akan diolah kembali dalam neraca lajur dengan memasukkan komponen penyesuaian.
3. Meminimalisir Kesalahan
Tujuan dari pembuatan neraca lajur yang berikutnya adalah untuk meminimalisir adanya
kesalahan laporan ke depannya. Format neraca lajur yang ringkas memudahkan para
penggunanya untuk memahami data di dalamnya. Di samping itu, susunan neraca lajur yang
sederhana juga akan membantu perusahaan menemukan data dengan cepat. Kesalahan
pembukuan perusahaan pada umumnya terjadi pada saat proses penyusunan laporan keuangan
akibat banyaknya komponen yang harus diperhitungkan. Potensi kesalahan ini akan terjadi ketika
pihak yang bersangkutan tidak teliti dalam menganalisa data pembukuan.
Perusahaan bisa meminimalisir kesalahan tersebut dengan cara membuat laporan keuangan
terlebih dahulu. Laporan keuangan bisa disusun dengan mengacu pada neraca lajur karena tidak
membingungkan untuk dipahami dan tampilannya ringkas, sehingga meminimalisir adanya
kesalahan input.
4. Memperkirakan Hal yang Mungkin Akan Terjadi
Keberlangsungan usaha merupakan salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan.
Perusahaan bisa memperkirakan hal yang mungkin terjadi dalam keberlangsungan usahanya
melalui neraca lajur. Salah satu perkiraan yang bisa dilihat di dalam neraca lajur adalah saldo kas
dan hutang. Pihak perusahaan bisa memperkirakan bagaimana harus menyalurkan saldo kas
tersebut serta melunasi kewajibannya.
Perusahaan juga bisa melihat saldo modal terbaru dalam neraca lajur untuk digunakan sebagai
perputaran operasional. Nilai saldo yang ada neraca lajur cukup relevan untuk digunakan untuk
memperkirakan hal yang akan terjadi, meskipun laporan keuangan yang lengkap dan lebih rinci
belum selesai dipersiapkan.
C. Fungsi Neraca Lajur
Pembuatan neraca lajur mempunyai beberapa fungsi yang cukup penting dalam pelaporan
keuangan selama satu periode. Berikut adalah beberapa fungsi dari pembuatan neraca lajur yang
perlu untuk diketahui.
1. Digunakan untuk Meringkas Data
Fungsi pertama dari pembuatan neraca lajur adalah untuk meringkas data keuangan perusahaan.
Data tersebut bisa dilihat mulai dari jurnal hingga posting buku besar. Neraca lajur dapat
meringkas saldo yang sudah diposting melalui buku besar tersebut. Data yang ada di dalam buku
besar terdiri dari banyak kolom, sehingga cukup menyulitkan untuk dijadikan sebagai patokan
pembuatan laporan keuangan. Ditambah lagi karena disana ada terlalu banyak lembaran. Hal ini
bisa diatasi dengan keberadaan neraca lajur yang akan meringkas data dari buku besar tersebut.
Ringkasan data yang ada di dalam neraca lajur sudah cukup mewakili bagaimana kondisi
keuangan perusahaan dalam satu periode. Dokumen pembukuan yang lainnya tetap bisa
disimpan untuk melakukan auditing lebih lanjut.
2. Mengevaluasi Transaksi yang Ada
Evaluasi transaksi yang pernah terjadi perusahaan selama satu periode juga bisa dilihat di dalam
neraca lajur. Cara mengevaluasi transaksi melalui neraca lajur adalah dengan melihat perubahan
saldo yang ada pada setiap akunnya. Menggunakan neraca saldo sebagai acuan untuk melakukan
evaluasi transaksi akan membuat pemeriksaan semakin efisien. Perusahaan juga bisa langsung
menemukan perubahan saldo pada akun tertentu dengan cepat.
Fungsi dari melakukan evaluasi melalui neraca lajur adalah agar perusahaan bisa mengetahui
perkembangan kegiatan operasional selama satu periode akuntansi. Hasil evaluasi transaksi yang
ada di neraca lajur bisa digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan.
3. Sarana Menyusun Laporan
Fungsi utama dari pembuatan neraca lajur adalah dijadikan sebagai dasar untuk menyusun
laporan keuangan. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan sangat banyak,
sehingga dibutuhkan neraca lajur agar proses penyusunan ini bisa lebih efisien. Neraca lajur juga
akan membantu membantu menampilkan data laba rugi dan neraca terkini yang bisa dijadikan
sebagai dasar penyusunan laporan perusahaan. Selanjutnya, perusahaan bisa mulai menyusun
laporan perubahan ekuitas dari laba rugi yang disediakan melalui neraca lajur.
4. Prosedur Perusahaan yang Kreditebel
Neraca lajur termasuk dalam prosedur penyusunan akuntansi yang kredibel bagi
perusahaan. Pencatatan keuangan perusahaan dianggap lengkap dan mumpuni apabila
mencantumkan neraca saldo di dalamnya. Di samping itu, kualitas pembukuan juga tidak bisa
diragukan lagi dengan adanya komponen ini.
Prosedur penyusunan ini sebenarnya harus bisa dipenuhi oleh perusahaan untuk berjaga-jaga
apabila sewaktu-waktu ada auditing dari pihak eksternal. Pembuatan neraca lajur ini nantinya
akan memudahkan perusahan dalam menjelaskan perkembangan keuangan dalam satu periode.
5. Melihat Kegiatan Harian Perusahaan
Hubungan neraca lajur dengan evaluasi transaksi adalah untuk melihat kegiatan harian
perusahaan. Pada umumnya, perusahaan yang berjalan dengan baik memiliki catatan transaksi di
setiap harinya. Transaksi ini akan lebih ringkas jika sudah digolongkan melalui neraca
lajur.Kegiatan harian perusahaan pada mulanya akan disertai dengan dokumen pendukung untuk
dicatat ke dalam jurnal. Selanjutnya, perubahan saldo setiap akun akibat adanya transaksi di
dalam perusahaan akan dipotong ke dalam buku besar.
Saldo yang ada di dalam buku besar inilah sumber untuk melihat kegiatan harian perusahaan dan
perubahan saldo akun. Evaluasi kegiatan harian tersebut bisa digunakan untuk memutuskan
transaksi apalagi yang akan dilakukan perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional.
D. Contoh Neraca Lajur dan Cara Membuat Neraca Lajur
1. Membuat Format Neraca : Neraca lajur mempunyai format tersendiri dalam
pembuatannya agar terlihat lebih ringkas. Pada umumnya, format yang digunakan untuk
menyusun neraca lajur adalah menggunakan 10 kolom. Format ini terdiri dari nomor,
nama akun, dan debit kredit.
Kolom debit kredit ini tentu saja dibuat berpasangan untuk setiap komponen laporan keuangan.
Ada 4 komponen yang ada dalam neraca lajur, yaitu neraca saldo, penyesuaian, neraca setelah
penyesuaian, dan laba rugi. Setiap komponen ini saling berhubungan diarena perhitungannya
didasarkan pada neraca saldo dan penyesuaian. Komponen laba rugi dan neraca lajur akan
mengalami penggolongan berdasarkan tipe akun yang harus ada di dalamnya.
2. Mengisi Nomor Akun dan Nama Akun : Tahapan berikutnya yang harus dilakukan setelah
mempersiapkan format neraca lajur adalah mulai mengisi nomor dan nama akun. Pengisian ini
harus dilakukan mulai dari nomor akun terkecil agar terlihat lebih rapi.
Nomor yang harus diisikan ke dalam neraca saldo melambangkan penggolongan dari tipe akun.
Urutan untuk mengisi nomor dan nama akun ini dimulai dari aset, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, dan beban. Pengisian nomor dan nama akun yang berurutan memudahkan untuk
input transaksi berikutnya.
Pengisian pada neraca lajur ini bisa didasarkan pada daftar akun yang sudah dibuat pada awal
periode. Perusahaan juga bisa mengisi akun tambahan yang mungkin dibutuhkan di dalam
periode bersangkutan agar tidak ada melewatkan transaksi.
3. Mengisi Kolom Jurnal Penyesuaian
Langkah selanjutnya untuk membuat neraca lajur adalah mengisi bagian kolom jurnal
penyesuaian. Komponen jurnal penyesuaian ini terdiri dari dua kolom, yaitu debet dan kredit.
Letak dari kolom jurnal penyesuaian adalah di samping neraca saldo. Data yang diisikan di
dalam kolom penyesuaian berasal dari transaksi penyesuaian yang terjadi dalam akhir periode.
Transaksi penyesuaian ini terjadi akibat adanya perubahan saldo dalam akun tertentu yang
membutuhkan pencatatan.
Pengisian komponen ini bisa dilakukan berdasarkan jurnal penyesuaian untuk letak debit dan
kreditnya. Pengisian penyesuaian ini harus dilakukan dengan teliti karena komponen ini penting
untuk melihat saldo terbaru untuk akun tertentu, salah satunya adalah perubahan akumulasi
penyusutan.
4. Menambahkan Nominal Pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Komponen berikutnya yang ada di dalam neraca lajur adalah nominal pada neraca saldo setelah
penyesuaian. Perhitungannya dilakukan dengan mengakumulasikan neraca dan jurnal
penyesuaian untuk mengetahui saldo terbaru secara keseluruhan.
Pada saat menambahkan nominal neraca saldo setelah penyesuaian ini tidak semua akun
mengalami perubahan. Saldo akun yang mengalami perubahan hanya berkaitan pada transaksi
dalam jurnal penyesuaian saja. Neraca saldo setelah penyesuaian berguna untuk mengetahui
nominal terbaru dari setiap akun secara keseluruhan. Pastikan bahwa nominal yang dimasukkan
sudah benar agar pada akhir perhitungan saldonya akan tetap seimbang.
5. Mengisi Kolom Neraca dan Laba Rugi
Kolom selanjutnya yang harus diisikan di dalam neraca lajur adalah komponen laba rugi. Jenis
akun yang harus dimasukkan ke dalam laporan laba rugi adalah akun riil. Saldo dari akun
tersebut diperoleh dari nominal secara yang sudah disesuaikan. Jenis akun lain yang dimasukkan
di dalam kolom laba rugi adalah pendapatan dan beban perusahaan. Pendapatan ini diperoleh
dari transaksi yang berhubungan dengan pemasukan perusahaan dari kegiatan operasional,
termasuk penjualan.
Akun beban merupakan pengeluaran kegiatan operasional perusahaan yang terjadi selama satu
periode. Beban-beban perusahaan ini bisa terjadi akibat adanya kegiatan operasional maupun
pengeluaran lainnya yang menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan. Komponen
berikutnya yang harus diisikan adalah kolom neraca sesuai dengan saldo terbaru. Kolom neraca
ini diisikan dengan akun nominal yang terdiri aset, kewajiban, dan ekuitas. Saldo yang akan
diisikan ke dalam komponen ini berasal dari neraca saldo yang sudah disesuaikan.
Kolom debit pada bagian neraca diisikan dengan dengan akun debit, kecuali yang bersaksi
kontra, seperti akumulasi penyusutan dan cadangan kerugian piutang. Sementara kolom kredit
digunakan untuk mengisi saldo akun kewajiban dan ekuitas perusahaan.
Hasil akhir antara debit dan kredit pada neraca dan laporan laba rugi pada umumnya akan
mengalami selisih. Jumlah selisih dari saldo akhir neraca dan laba rugi ini harus sama agar bisa
menemukan profit atau kerugian usaha perusahaan selama satu periode
GLOSARIUM
Neraca Lajur : komponen yang digunakan untuk memeriksa buku besar setelah
mengalami penyesuaian. Pemeriksaan buku besar setelah penyesuaian ini juga
dilakukan guna memastikan bahwa saldonya sudah balance.
Tujuan Neraca Lajur : memudahkan perusahaan untuk membuat perkiraan
mengenai hal yang mungkin terjadi kedepannya terhadap perusahaan.
Fungsi Neraca Lajur : Digunakan untuk Meringkas Data, Mengevaluasi Transaksi
yang Ada, Sarana Menyusun Laporan
Komponen yang ada dalam neraca lajur : Neraca saldo, penyesuaian, neraca
setelah penyesuaian, dan laba rugi.
Fungsi utama dari pembuatan neraca lajur : Dijadikan sebagai dasar untuk
menyusun laporan keuangan
DAFTAR PUSTAKA
Nandy. (2021, Agustus). Contoh Neraca Lajur, Soal Neraca Lajur, Pengertian Neraca Lajur. Retrieved
from Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/literasi/contoh-neraca-lajur/
Muchtar, F. (2020). Modul Akuntansi Dasar untuk SMK Kelas X AKL. Yogyakarta: Academia edu.