The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

menggunakan model lift the flap storybook

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marifatul nisa, 2020-12-09 01:11:06

bahan ajar

menggunakan model lift the flap storybook

Keywords: bahan ajar

TIPE ORGANISASI

Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Dosen Pengampu:
Indah Aminatuz Zuhriyah,M.Pd

Di Susun Oleh:
Ma’rifatul Nisa’

17140067

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2020

A. Pengertian Organisasi

Organisasi adalah sebuah wadah untuk sekumpulan orang yang bekerja sama secara
rasional serta sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan tertentu
memanfaatkan sumber daya yang ada di dalamnya. Berikut beberapa tujuan organisasi
yang secara umum banyak dijadikan sebagai tujuan dari pembangunan organisasi
tersebut yaitu :

a. Meningkatkan kemandirian serta kemampuan dari sumber daya yang dimiliki
b. Wadah yang digunakan untuk individu yang memang ingin memiliki jabatan,

penghargaan serta pembagian kerja yang jelas
c. Wadah untuk memiliki pengawasan dan kekuasaan
d. Membantu setiap individu yang ada di dalamnya agar dapat meningkatkan

pergaulan serta memanfaatkan waktu luang secara lebih optimal serta bermanfaat
e. Wadah yang membantu mencari keuntungan bersama-sama dengan kerja sama

yang sudah terbagi dengan baik
f. Membantu untuk pengelolaan lingkungan bersama-sama
g. Mencapai tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan yang telah menjadi

tujuan awal sebuah organisasi

B. Tipe-tipe Organisasi

Pada umumnya, terdapat empat tipe organisasi:

1. Organisasi Lini / Garis

Dalam tipe organisasi lini, hubungan antara atasan dengan bawahan terjadi secara
langsung dan vertikal. Dimana sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan
karyawan dengan jabatan terendah dalam struktur organisasi ini dihubungkan dengan
garis komando atau garis wewenang. Itulah sebabnya, jenis struktur organisasi ini
juga lebih dikenal dengan struktur organisasi militer. Kelebihan menggunakan
struktur organisasi lini adalah kesatuan pimpinan terletak pada satu orang. Sedangkan
kelemahannya adalah adanya ketergantungan pada satu orang dalam struktur

hierarkinya. Jenis organisasi ini sangat tepat jika diterapkan pada organisasi kecil
seperti kedai nasi, warung tegal, bengkel, maupun rukun tetangga.

2. Organisasi Lini dan Staff

Jenis struktur organisasi ini adalah penggabungan antara beberapa kombinasi dari
struktur organisasi lini dengan asas komando, akan tetapi tugas pimpinan dibantu
oleh beberapa staff. Setiap staff pada struktur organisasi lini dan staff memiliki peran
dalam memberikan saran, masukan, bantuan pikiran, ide- ide dan gagasan baru, serta
data-data informasi yang dibutuhkan oleh pimpinannya. Struktur organisasi lini dan
staff sangat cocok diterapkan pada perusahaan berskala kecil karena memiliki
kelebihan yaitu pada tingginya disiplin moral para karyawan sesuai dengan deskripsi
tugasnya masing- masing. Akan tetapi, solidaritas para karyawannya masih kurang
karena banyak dari mereka yang tidak saling mengenal satu sama lain.

3. Organisasi Fungsional

Tipe organisasi fungsional merupakan jenis tipe organisasi ini yang paling
umum digunakan oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam struktur organisasi
fungsional, pembagian kerjanya dilakukan berdasarkan fungsi pada masing- masing
manajemen. Antara lain, seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran dan
Sumber Daya Manusia, Manajemen Produksi, dan lain- lain. Setiap karyawan yang
memiliki skill dan keterampilan yang sama, akan dike lompokkan ke dalam satu unit
kerja. Inilah yang menyebabkan jenis struktur organisasi ini sangat tepat diterapkan
pada sebuah organisasi maupun perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis
produk atau jasa layanan. Kelebihan jenis struktur organisasi ini adalah dapat
menekan biaya operasional perusahaan, dan memudahkan tim manajerial untuk
melakukan pengawasan dan evaluasi pada kinerja karyawan. Namun tipe organisasi
ini dapat berdampak pada kesulitan dalam berdiskusi dan berko munikasi antara unit
kerja yang satu dengan lainnya. Selain itu, pelatihan manajemen umum bagi
karyawan juga memiliki keterbatasan.


Click to View FlipBook Version