The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN LATSAR CPNS

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widakhaerunnisa17, 2021-05-29 00:27:01

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS (WIDA KHAERUNNIS)

TUGAS INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN LATSAR CPNS

Keywords: RANCANGAN AKTUALISASICPNS

RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR

PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
KOTA DEPOK

STRATEGI PEMBELAJAKROATNASMDAERPT OSTKUDENT GROUP DI ERA

PEMBIASAAN BARU DI KELAS 3 UPTD SDN PONDOK TERONG 3

DISUSUN OLEH
WIDA KHAERUNNISA,S.Pd.
NIP. 199105172020122021

NDH : 21
ANGKATAN 4
MENTOR : H.SYARONI,S.Pd.
COACHING : SRI UNTARI,SPt.,MP

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS
UPTD SDN PONDOK TERONG 3 DEPOK

DINAS PENDIDIKAN KOTA DEPOK

STRATEGI PEMBELAJARAN SMART STUDENT GROUP DI ERA
PEMBIASAAN BARU DI KELAS 3 UPTD SDN PONDOK TERONG 3

NAMA : WIDA KHAERUNNISA, S.Pd.
NDH : 21
NIP : 199105172020122021
JABATAN : GURU KELAS
UNIT KERJA : UPTD SDN PONDOK TERONG 3
DINAS : DINAS PENDIDIKAN KOTA DEPOK

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
ANGKATAN IV

PEMERINTAH KOTA DEOK

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

Strategi Pembelajaran Smart Student Group di Era Pembiasaan Baru
Di Kelas 3 UPTD SDN Pondok Terong 3

Nama Oleh :
NDH
Unit Kerja : Wida Khaerunnisa, S.Pd
Jabatan : 21
: UPTD SDN Pondok Terong 3
: Ahli Pertama-Guru Kelas

Depok 2021

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

WIDA KHAERUNNISA, S.Pd
NIP.199105172020122021

Menyetujui,

Coach Mentor

Sri Untari, S.Pt., MP. H.Syaroni, S.Pd
NIP. 197101301998032003
NIP. 196204021984101012

Disahkan oleh Penguji,

Dr. Suryana, S.Pd., MM
NIP. 196002091982041002

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil‘alamiin, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT
atas ridha, kasih sayang dan karuniaNya, penulisan Laporan Aktualisasi dengan judul “Strategi
Pembelajaran Smart Student Group di Era Pembiasaan Baru” ini dapat selesai pada waktunya
dengan penuh tanggung jawab.

Laporan aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk
menyelesaikan Latihan Dasar (Latsar) CPNS golongan III angkatan IV Tahun 2021 yang
diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat.
Tujuan utama dalam laporan aktualisasi ini ialah untuk menjadikan pembiasaan baru selama
pembelajaran di masa pandemic di lingkungan UPTD SDN Pondok Terong 3.

Keberhasilan pelaksanaan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha dan bantuan berbagai
pihak, sehingga aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyampaikan
terimakasih kepada:
1. Sri Untari, S.Pt. MP., sebagai Pembimbing yang telah meluangkan banyak waktu dengan

penuh kesabaran memberikan arahan dan masukan dalam menyusun rancangan aktualisasi.
2. H.Syaroni, S.Pd. , selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan, motivasi serta arahan

agar rancangan yang akan diaktualisasikan dapat berjalan dengan optimal.
3. Seluruh Widyaiswara di BPSDM Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan banyak ilmu

bagi peserta Latsar CPNS.
4. Seluruh panitia penyelenggara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia daerah

provinsi Jawa Barat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
kota Depok.
5. Seluruh civitas akademik UPTD SDN Pondok Terong 3 yang senantiasa memberi
dukungan dan doa.
6. Suami, orangtua, mertua, anak-anak, adik, kakak dan keluarga yang telah mendukung dan
senantiasa mendoakan.
7. Teman-teman Latsar CPNS Kota Depok tahun 2021 golongan III angkatan IV, yang
sama-sama sedang berjuang.

Depok, Juli2021
Wida Khaerunnisa, S.Pd

ii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN……………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................ii
DAFTAR ISI. .......................................................................................................................iii
BABI PENDAHULUAN. ................................................................................................1

1.1. Latar Belakang ......................................................................................................1
1.2. Tujuan ...................................................................................................................2
1.3 Manfaat ..................................................................................................................3
1.4 Ruang Lingkup.......................................................................................................4
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ................................................................5
2.1 Profil Sekolah.........................................................................................................5
2.2 Materi Pelatihan dalam Aktualisasi .....................................................................12
2.3 Kedudukan, Tugas dan Fungsi Guru................................................................... 17
2.4 Tugas Pokok dan Fungsi ASN .............................................................................21
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI………………………………………………22
3.1 Isu dan gagasan pemecahan Isu ……………………………………………….. 22

3.1.1. Identifikasi Isu……………………………………………………………..22
3.2 Matriks Kegiatan Aktualisasi…………………………………………………... 29
3.3 Rekap Nilai-nilai ANEKA Matriks Kegiatan……………………………… … 37
3.3 Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisai…………………………………… … 38

BAB IV PENUTUP…………………………………………………………………….. 39
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….... 40

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan sejatinya merupakan wadah untuk belajar yang tidak memiliki
batas waktu dan ruang . Dengan perkembangan pendidikan yang semakin
berkembang pemerintah, pendidik maupun peserta didik dan orangtua peserta
didik dituntut untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman sesuai
kebutuhan .

Berdasarkan undang-undang no 20 tahun 2003 Tentang sistem
pendidikan nasional bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam definisi tersebut terkandung tiga gagasan utama bahwa di dalam
pendidikan perlu adanya usaha sadar dan terencana, terwujudnya suasana belajar
dan proses pembelajaran , serta pembentukan nilai-nilai karakteristik peserta
didik. Inilah yang dapat menjadi acuan dalam pendidikan nasional untuk
mewujudkan cita- cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Perkembangan dalam pendidikan juga menjadi hal yang penting dan perlu
selalu dikembangkan di era perkembangan teknologi yang sangat pesat para
pemangku pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi. Tidak hanya
pemangku pendidikan semua elemen yang terlibat diharapakan dapat melek IT
untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Pada masa pandemi covid 19 yang terjadi saat ini telah menuntut
pemerintah, pendidik, peserta didik bahkan orangtua peserta didik untuk belajar
mandiri dengan tuntutan pembelajaran menggunakan teknologi secara online
sehingga banyak para pendidik , peserta didik dan orang tua kesulitan dalam
membiasakan melakukan pembelajaran secara online dengan adanya kebijakan
WFH ( work from home) ini membuat para pendidik ditutut melakukan pemberian
pembelajran secara online , hal ini membuat para pendidik mengalami

1

2

kebingungan dalam strategi pembelajaran yang digunakan , media
pembelajaran yang di berikan . Sehingga pendidik hanya mengandalkan
penggunaan secara pasif yang mereka lakukan walaupun tidak secara tatap maya,
tidak hanya pendidik peserta didik pun mengalami hal serupa karean peserta didik
dituntut belajar secara mandiri dengan kurang memaksimalkan pembelajaran
tatap maya , sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi
pelajaran serta mengalami penurunan dalam hal kedisplinan yang sebenarnya
nilai kedisiplinan inilah yang perlu di tingkatkan agar peserta didik menjadi lebih
bertanggung jawab dan menjadi generasi emas di masa yang akan data. Dalam
hal ini para orang tua murid banyak mengeluhkan dengan dampak pembelajaran
selama pandemi saat ini mereka sangat kerepotan dan mengalami kesulitan dalam
hal waktu bagi para orang tua yang bekerja , tidak dapat menggunakan IT , dan
ada beberapa alasan lainnya hal ini berdampak pada kurangnya pehatian orangtua
kepada pembelajaran anaknya di rumah saat ini dengan alasan alasan yang
beragam .

Dari beberapa isu yang penulis temukan , maka berdasarkan isu- isu yang
sedang marak di bicarakan oleh khalayak ramai kususnya di dunia pendidikan,
maka penulis menarik gagasan mengenai isu penulis akan mengakat "Strategi
Pembelajaran Smart Student Group di Era Pembiasaan Baru" Khususnya di Kelas
3 UPTD SDN Pondok Terong 3.

1.2 Tujuan Aktualisasi

Dengan mengikuti kegiatan aktualisasi ini diharapakan Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) dapat mencapai tujuan umum dan tujuan khusus yaitu:

a. Tujuan Umum

Penyusunan rancangan aktualisasi ini bertujuan untuk dapat memberikan
pedoman secara utuh dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN
Agenda II yaitu nilai – nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik,
Komitmen mutu dan Anti korupsi (ANEKA) serta menerapkan, UPTD
SDN Pondok Terong 3. Hal tesebut dilakukan guna menjadi ASN yang
profesional dalam menjalankan fungsi ASN sebagai Pelaksana
Kebijakan, Pelayan Publik serta Perekat dan Pemersatu Bangsa.

3

b. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari aktualisasi ini yaitu untuk :

1. Menerapkan pembiasaan baru dalam pembelajaran menggunakan tatap
maya secara online .

2. Menjadi strategi pembelajaran yang mampu memotivasi semangat
belajar selama pandemic di UPTD SDN Pondok Terong 3 khusunya
siswa kelas 3c dan harapan nantinya juga dapat di aplikasikan pada
kelas yang lainnya.

1.3 Manfaat Aktualisasi
Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut di atas, diharapkan dapat

memberikan manfaat bagi unit kerja, guru, peserta didik dan masyarakat
pada umumnya serta manfaat bagi penulis khususnya Manfaat-manfaat
tersebut antara lain :

a) Sekolah
Bagi organisasi diharapan dengan keberhasilan strategi pembelajaran
ini , dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, mencapai visi,
misi dan nilai-nilai budaya di UPTD SDN Pondok Terong 3.

b) Guru
Bagi guru dapat memberikan masukan untuk menggunakan strategi
pembelajaran tatap maya secara online adapun tujuan dari aktualisasi
ini sebagai strategi pembelajaran di era pembiasaan baru.

c) Peserta Didik
Bagi peserta didik diharapkan mampu memotivasi dan menjadi
pembiasaan baru untuk terus semangat dan termotivasi dalam proses
pembelajaran selama masa pandemi covid 19 dengan kurikulum
belajar dari rumah.

d) Masyarakat
Manfaat bagi masyarakat pada umumnya yaitu adanya pandangan
luas tentang perkembangan sekolah sebagai bagian dari

4

kepemilikan umum masyarakat setempat. Serta bagi para orang tua
peserta didik diharapkan dapat memahami kondisi pembelaaran
saat ini dan mampu membimbing anak-anak mereka selama belajar
di rumah .
e) Penulis
Aktualisasi ini dapat dijadikan suatu bahan referensi agar hasilnya
dapat ditindaklanjuti demi meningkatkan mutu Pendidikan di
UPTD SDN Pondok Terong 3 dan menjadikan pembiasaan baru
yang dapat meningkatkan ke efektifkan pembelajaran selama masa
pandemic. Sehingga memudahkan penulis melaksanakan Tupoksi
dengan selalu menerapkan nilai – nilai ANEKA di kesehariannya.
1.4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada pembahasan kali ini adalah rancangan aktualisasi
nilai dasar ASN mengenai “Strategi Pembelajaran SMART STUDENT
GROUP di Era Pembiasaan Baru di kelas 3 UPTD SDN Pondok Terong 3”.

5

BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN MATERI PELATIHAN

2.1 Profil Sekolah UPTD SDN Pondok Terong 3

A. Identitas : SDN Pondok Terong 3
1. Nama Sekolah : 101710/101026610013
2. NIS/NSS : Negeri
3. Status Sekolah : 1982
4. Tahun Pendirian :
5. SK Pendirian :
6. Nama Yayasan(untuk swasta) : Jl. Bojong Pondok Terong Rt. 04/13
7. Alamat Sekolah : Bojong Pondok Terong
8. Kelurahan : Cipayung
9. Kecamatan : Depok, Jawa Barat
10. Kota/Kab,Prop.

B. Sejarah Singkat Tentang Kondisi Sekolah
Didirikan pada tahun 1982, luas tanah +/_ 1750 meter persegi dengan jumlah

lokal sebanyak 3 buah, seiring dengan perkembangannya di tahun 2014 SDN Pondok
Terong 3 sudah memiliki 7 lokal kelas, 1 ruang kepala sekolah ,1 ruang guru, 4 ruang
MCK dan memiliki 20 tenaga guru dan 4 karyawan dengan jumlah siswa 629 siswa.

C. Visi Sekolah
Terwujudnya Peserta Didik yang Religius dan Berprestasi

D. Misi Sekolah
1. Menciptakan kehidupan insan yang berbudaya religius dan bermartabat
2. Mengembangkan keyakinan warga sekolah bahwa sekolah dalam berprestasi

dan kompetitif. Menanamkan akhlak melalui pengamalan ajaran agama
3. Memenuhi standar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013 yang

sesuai dengan kebutuhan kompetensi siswa.
4. Meningkatkan kompetensi peserta didik melalui bimbingan dan pembelajaran.
5. Membimbing peserta didik aktif ,kreatif, dan inovatif
6. Memenuhi standar sarana dan prasarana secara bertahap dan terukur.
7. Menjadikan sekolah sebagai mitra terpercaya di masayarakat

6

E. Tanah dan Gedung Sekolah

1. Luas Tanah : 1750 M2

2. Status Kepemilikan : Milik Negara

3. Bukti Kepemilikan : Akta Jual Beli

4. Gedung terdiri

a. Ruang Belajar : 7 Ruang, Luas lantai : 56 M2
: 21 M2
b. Ruang Guru dan BP : 1 Ruang, Luas lantai : 21 M2
: - M2
c. Ruang Kepala Sekolah : 1 Ruang, Luas lantai : 32 M2

d. Ruang Tata Usaha : - Ruang, Luas lantai : 6 M2
: 6 M2
e. Ruang Laboratorium/ : 1 Ruang, Luas lantai : - M2
: - M2
Komputer : - M2
: 6 M2
f. Ruang Perpustakaan : 1 Ruang, Luas lantai : 6 M2
: 6 M2
g. Ruang UKS : 1 Ruang, Luas lantai : 6 M2
: - M2
h. Ruang Gudang : - Ruang, Luas lantai

i. Ruang Serbaguna/Aula : - Ruang, Luas lantai

j. Ruang Satpam/Keamanan : - Ruang, Luas lantai

k. WC. Murid Pa : 1 Ruang, Luas lantai

l. WC. Murid Pi : 1 Ruang, Luas lantai

m. WC. Guru Pa : 1 Ruang, Luas lantai

n. WC. Guru Pi : 1 Ruang, Luas lantai

o. RDS/RDG/RDP : - Ruang, Luas lantai

F. Sarana Penunjang

1. Gedung Olah Raga/ Hall : - M2
: 70 M2
2. Halaman Upacara/Bermain 200 M2
- M2 M2
3. Kebun Sekolah : : 100 M
: 2
4. Halaman Parkir :

5. Pagar Sekolah

6. Tempat Pembuangan sampah sementara

7

G. Mobiller

1. Bangku murid : 175 Unit asal kepemilikan Milik Negara

2. Kursi murid : - Unit, asal kepemilikan -

3. Meja murid : 175 Unit asal kepemiliknan Milik Negara

4. Bangku Guru : 15 Unit asal kepemiliknan Milik Negara

5. Meja Guru : 15 Unit asal kepemiliknan Milik Negara

6. Lemari kelas : 7 Unit asal kepemiliknan Milik Negara

7. Papan tulis : 7 Unit asal kepemiliknan Milik Negara

8. Meja perpustakaan : - Unit, asal kepemilikan -

9. Rak.Bk. Perpustakaan : - Unit asal kepemiliknan -

10. Rak Kartu Katalog : - Unit, asal kepemilikan -

11. Kursi tamu : 1 Unit, asal kepemilikan Milik Negara

H. Keadaan Siswa

Kls Tahun Pelajaran

2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019 2019/2020 2020/2021

L P Jlh L P Jlh L P Jlh L P Jlh L P Jlh L P Jlh

I 77 61 13 10 47 56 10 11 50 46 96 51 45 96
47 56 60 54
83 34

13 13 10 11
II 59 37 96 77 61 77 61 46 57 58 52 50 45 95
830
8

III 73 65 13 57 37 94 57 37 94 77 62 13 10 59 51 110
50 57
8 97

12 13 13 13 51 57 108
IV 68 61 72 64 72 64 53 37 90 76 59
96 65

13 12 12 13
V 72 58 65 64 65 64 69 64 53 34 87 77 58 135
09 93

11 12 12 12 13
VI 49 68 70 54 70 54 64 63 71 59 51 34 85
74 470

8

Jlh 39 35 74 38 33 72 33 72 36 33 70 35 30 66 33 29

semu 808864 388 6497687590 629

a

Jlh

Romb 17 17 17 17 17 17

.

I. Sarana Pembelajaran

Jumlah Buku Yang dimiliki

No Kelas Buku Paket Bacaan Penunjang Lain-lain Keter.
Wajib
1 548 Perpustakaan
2 408
3 404 100 6
4 384
5 424 6
6 372
Jumlah 2540 6

6

6

6

100 36

No Nama Lengkap L Gol Tempat Jabatan TMT Pend. Mengajar
Terakhir di kelas
/ Tgl.Lahir Di Sekolah
S1 -
P ini
S1 VI A
1 H. Syaroni, S.Pd L IV/B Bogor Kepala 02/09/2013
S1 II C
196204021984101012 02-04- Sekolah

1962

2 Sarnubih, S.Pd L IV/A Bogor Guru 02/09/2013

196609141994051002 14-09- Kelas

1966

3 Sobariyah, S.Pd P III/D Bogor, Guru 27/07/2015

196911021991032009 Kelas

9

02-11-

1969

4 Fifi Alawiyah, S.Pd P III/C Bogor, Guru 01/11/2016 S1 IV C
01/11/2016 S1 IB
196906122008012017 12-06- Kelas 27/07/2015 S1 VC
01/06/2011 S1 VA
1969 01/07/2019 S1 VI B
01/07/2019 S1 II A
5 Tihamah, S.Pd P III/C Bogor, Guru 01/07/2010 S1 III C
01-01-2021 S1 IV B
197701122011012002 12-01- Kelas III A
1977 IV A

6 Surono Margono, L III/A Sukoharjo, Guru
S.Pd
21-10- Kelas

196510212005011001 1965

7 Erna Muliyawati, S.Pd P III/B Bogor Guru

198412282011012007 28-12- Kelas

1984

8 Vivi Alfiah, S.Pd P III/B Bogor Guru

197808282009022004 28-08- Kelas

1978

9 Fitriyah, S.Pd.SD P III/A Bogor Guru

197412122014122001 12-12- Kelas

1974

10 Wida Khaerunnisa, P III/A Bogor Guru

S.Pd 21-03- Kelas

199105172020122021 1991

11 Vina Fauziah,S.Pd p III/A Bogor, 19- Guru

199007192020122017 07-1990 Kelas

12 Yuniarti, S.Pd P III/A Jakarta Guru 02/09/2013 S1
Kelas 01/07/1999 S1
196906212005012009 21-06-
Guru
1969 Kelas

13 Fitriyani, S.Pd P Medan,

13-09-

1978

10

14 Omih Maryanih, S.Pd P Garut, Guru 01/07/2003 S1 IA
S1 II B
22-07- S1 VB
S1 IV-VI
1964 Kelas S1 IV-VI
S1 IC
15 Najmi Pratami N., P Garut Guru 01/07/2010 S1
S.Pd SD
03-03- Kelas

1992

16 Astri Malinda, S.Pd.I P Bogor Guru 01/07/2012

05-09- Kelas

1993

17 Sumyati, S.Pd.I P Bogor, Guru 01/07/2014

12-01- PAI

1980

18 Nina Herlina, S.Pd P Sukabumi, Guru B. 01/07/2014

19-10- Sunda

1984

19 Irma Suriani, S.Pd P Bogor, Guru 01/07/2015

30-06- Kelas

1986

20 Hendri Eka Putra, L Bogor, Operator 01/07/2009
S.Pd
02/12/198

6

21 Amirudin L Bogor, Penjaga 01/07/2015

23/07/197

2

22
23

J. Keadaan Tenaga/Personal

Alat Peraga/Alat Perlengkapan

No Jenis Alat Peraga Jumlah Unit/Set Asal Kepemilikan Keterangan
Disdik Rusak
KIT IPA 2 set Disdik Rusak
Disdik Rusak
Matematika 2 set

IPS 1

11

Bahasa Indonesia 1 Swadaya Rusak
Bahasa Inggris 1 Swadaya Rusak
Anatomi Mata/Indra 2 Disdik Rusak
Torso Tubuh Manusia 2 Disdik Rusak
Torso Tubuh Hewan 1 Swadaya Rusak
TV Media DVD/VCD Rusak
Peta Globe Dunia 2 Disdik Rusak
Peta Dinding 6 Swadaya Rusak
Alat Olahraga Atletik Rusak
Bola Volly Swadaya Rusak
Bola Tendang 2 Swadaya Rusak
Raket 3 Swadaya Baik
Bad Tenis Meja 1 Swadaya Baik
Meja Tenis Meja 2 Swadaya Rusak
1 Swadaya
Jumlah

K. Data Kelulusan Siswa Kelas 6

No Jumlah.Peserta Lulus Tidak Lulus Melanjutkan Tidak

Melanjutkan

L P Jlh L P Jlh L P Jlh L P Jlh L P Jlh

71 59 130 71 59 130 - - - 71 59 130 - - -

Total

L. Prestasi Sekolah

No Jenis Waktu Tingkat Kejuaraan Penghargaan Keterangan
Prestasi Pelaksanaan

12

M. Nama Kepala SD yang pernah di SD ini

No Nama Lengkap L/P Tugas di SD ini Akhir tugas di SD ini Keterangan
1 Hj. Imas P 1982 1989
2 Mad Sani L 1989 1998
3 Nani Rochaeni P 1998 2009
4 Anan S.ZA.,S.Pd. L 2009 2012
5 Wardi, S.Pd L 2012 2016
6 H. Syaroni, S.Pd L 2016
Sekarang

N. Kondisi Orang Tua Siswa

N Pekerjaan Pendidikan Sosial/Ekonomi Ket.

o

PNS TNI/ Karya Buruh Lain- SD/ SLTP/ SLTA/ PT T K M S

Polri wan 2 Sedera Sedera Seder MM M

jat jat ajat

2 % 0,5 % 25 % 70 % 2,5 20 % 30 % 48 % 2 % 70 20 10

% % %%

2.2. Materi Pelatihan Dalam Aktualisasi
2.2.1 Nilai-nilai ASN dalam Aktualisasi
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, maka diperlukan ASN yang
profesional, kompeten dan berintegritas yang memiliki karakter ANEKA. Karakter
ANEKA yaitu mempunyai nilai-nilai dasar yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Hal ini tertuang dalam Undang-undang No.
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai: 1)
Pelaksana kebijakan publik; 2) Pelayan publik; dan 3) Perekat dan pemersatu bangsa.
Fungsi-fungsi ASN ini harus dilakukan dengan penuh amanah kepada publik. Adapun
inti penjelasan terkait nilai-nilai ANEKA adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan bentuk pertanggung jawbanan bagi seorang PNS untuk

13

melaksanakan kinerja yang baik dalam tiap kegiatan atau tupoksi dilingkungan kerja
maupun masyrakat dengan menjalankan fungsi PNS sebagai pelayanan public, pelaksana
kebijakan serta pemersatu bangsa .

1. Nilai -nilai dasar pada akuntabilitas .
Kepemimpinan merupakan Pimpinan memegang peran penting dalam
menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel. Pimpinan bisa memberikan contoh
kepada orang lain bagaimana harus bersikap dan bekerja, sehingga memberikan
efek positif bagi pihak lain.

2. Transparansi artinya keterbukaan dalam melakukan segala kegiatan organisasi.
Baik itu keterbukaan informasi, komunikasi, bahkan dalam hal budgeting.
Transparansi dapat mendorong komunikasi yang lebih besar dan meningkatkan
kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan secara keseluruhan.

3. Integritas bisa diartikan sebagai konsistensi dalam tindakantindakan, nilai-nilai
atau prinsip-prinsip yang melekat pada diri sendiri dan dijadikan sebagai nilai-nilai
moral. Orang yang berintegras berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki
karakter kuat.

4. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga
dapat berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

5. Keadilan adalah keadaan yang sesuai dan proposional dengan kebutuhan dan
menjadi landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan dapat meningkatkan
kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan kinerja akan menjadi
optimal.

6. Kepercayaan memegang peran penting dalam suatu hubungan organisasi.
Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.

7. Keseimbangan harapan dan kapasitas. Setiap Individu yang ada di lingkungan kerja
harus dapat menyeimbangkan kewenangannya sesuai kebutuhan untuk
meningkatkan kinerja.

8. Kejelasan dapat menciptakan dan mempertahankan akuntabilitas. Untuk
melaksanakan wewenang dan tanggung jawab harus memiliki gambaran yang jelas
tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.

9. Konsistensi Penerapan yang konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber
daya akan memiliki konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan kerja yang

14

akuntabel dan dapat memperkuat komitmen dan kredibilitas anggota organisasi.

2. Nasionalisme
Nasionalisme bagi ASN merupakan Pandangan atau paham kecintaan warga negara
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Pancasila yang mengandung isi dan makna yang harus di terapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Pancasila dapat dimaknai sebagai rumusan dan pedoman dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. PNS yang memiliki jiwa
nasionalisme harus dapat mengamalkan butir-butir Pancasila dalam menjalankan
kehidupannya baik di masyarakat, di lingkungan keluarga, maupun di lingkungan tempat
ditugaskan.

3. Etika publik

ASN yang profesional membutuhkan tidak hanya kompetensi teknis dan
leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu dipahami etika dan
kode etik pelayan publik. Tanpa memiliki kompetensi etika, pejabat cenderung
menjadi tidak peka dan tidak peduli. Etika publik merupakan refleksi kritis yang
mengarahkan bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan
lain-lain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap
kesejahteraan masyarakat.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan janji/ikrar dari seorang ASN untuk memberikan
pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah
ditentukan sebagai alat pembeda atau pembanding. Adapun nilai-nilai dasar komitmen
mutu yaitu efektivitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi pada mutu.
5. Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti perbuatan
yang tidak baik, buruk, dapat disuap dan tidak bermoral. Sedangkan tidak pidana korupsi
berarti tindakan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja
oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat dipertanggungjawabkan oleh
peraturan perundang-undangan. Menurut UU No. 20 Tahun 2001, terdapat 7 kelompok
tindak pidana korupsi antara lain: (1) Kerugian Keuangan Negara, (2) suap-menyuap, (3)

15

pemerasan, (4) perbuatan curang, (5) penggelapan dalam jabatan,benturan kepentingan
dalam pengadaan, dan (7) gratifikasi.

Penerapan-penerapan nilai-nilai dasar ASN yang berbasis “ANEKA” di
tempat kerja diantaranya adalah:
1. Akuntabilitas:

a. Melaksanakan tugas dengan jujur, penuh tanggung jawab, memiliki
integritas yang tinggi dalam menjadi seorang guru di tempat kerja.

b. Menggunanakan dan memelihara fasilitas negara secara benar dan
bertanggung jawab sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dari
kepala sekolah.

c. Mampu menyikapi pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan yang terjadi.

d. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan ASN dalam politik praktis.

e. Memperlakukan teman sejawat, siswa dan orang tua secara sama adil
dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik.

f. Meningkatkan inovasi dalam membuat metode pembelajaran kepada
peserta didik di sekolah.

g. Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintah dan pelayanan publik.

2. Nasionalisme:
a. Berpegang teguh kepada nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila dan
mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Berusaha menjalankan kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya
sesuai dengan ajarannya masing-masing.
c. Menunjukkan rasa memiliki dan cinta tanah air serta rela berkorban
terhadap negara tercinta.
d. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang kekeluargaan dan
mengembangkan sikap gotong royong.
e. Menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika sebagai ikrar
pemersatu bangsa dengan cara tidak membeda-bedakan satu orang dengan
latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan antar golongan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut rahasia negara.

16

3. Etika Publik:
a. Memberikan layanan sebaik-baiknya kepada masyarakat luas dengan sikap
hormat dan tanpa tekanan.
b. Bersikap sopan terhadap atasan dan teman sejawat.
c. Selalu memberi contoh yang baik kepada peserta didik dalam mematuhi
peraturan di sekolah.
d. Menciptakan suasana yang harmonis di sekolah dan menjaga hubungan baik
dengan orang tua murid bagi kepentingan peserta didik.
e. Menjalin hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun
masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
f. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak kepada siapapun.
g. Melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah
dalam bidang pendidikan.

4. Komitmen Mutu:
a. Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-
undangan dan etika pemerintah.
b. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal
yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau pemerintah
terutama di bidang keamanan dan materil.
c. Masuk kerja tepat pada waktunya dan selalu mentaati jam kerja.
d. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan.
e. Memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat mewujudkan kepuasan
masyarakat terhadap kinjerja yang ditunjukan di tempat kerja.
f. Mengabdi dengan sepenuh hati untuk memberikan inspirasi terhadap
sesama.
g. Mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat berwenang.
h. Memegang teguh nilai-nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi ASN
dan integritas ASN di tempat kerja.

5. Anti Korupsi:
a. Selalu datang tepat waktu dan pulang setelah waktunya tiba.
b. Menggunakan jam kerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang
diamanatkan.

17

c. Tidak menerima gratifikasi atau pemberian hadiah dari orang tua atau
masyarakat luas dengan maksud dan tujuan tertentu.

d. Menghilangkan tindakan suap-menyuap terkait jumlah kuota siswa dalam
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

e. Senantiasa berbuat jujur dan senantiasa takut kepada Allah dengan
menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

f. Menolak segala Ajakan dan perbuatan yang mengarah kepada perbuatan
korupsi.

Tidak menggunakan fasilitas negara yang diberikan untuk kepentingan
pribadi

2.3. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Untuk rnewujudkan birokrasi yang professional dalarn menghadapi tantangan

tantangan global, pernerintah rnelalui UU Nornor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara telah bertekad untuk rnengelola aparatur sipil Negara menjadi semakin
professional. Undang-undang ini merupakan dasar dalam manajemen aparatur sipil
Negara yang bertujuan untuk membangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki
integritas, professional dan netral serta bebas dari intervensi politik, juga bebas dari
praktek KKN, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi
masyarakat.
a. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN
yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu
tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:

1) Kepastian hukum;

2) Profesionalitas;

3) Proporsionalitas;

4) Keterpaduan;

18

5) Delegasi
6) Netralitas;
7) Akuntabilitas;
8) Efektif dan efisien;
9) Keterbukaan;
10) Non diskriminatif;
11) Persatuan;
12) Kesetaraan;
13) Keadilan;

b. Pelayanan Publik
Pelayanan publik menurut Lembaga Administrasi Negara adalah segala bentuk

pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di pusat dan daerah
dan dilingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan
prima adalah:
(1) Partisipatif

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat
pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencakan, melaksanakan dan
mengevaluasi hasilnya.
(2) Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara
pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga Negara untuk
mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan tersebut.

19

(3) Responsive

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan
memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya terkait dengan bentuk daan
jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan
layanan, jam pelayanan, prosedur dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
(4) Tidak Diskriminatif

Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan
antara satu warga Negara dengan warga Negara yang lain atas dasar perbedaan
identitas warga Negara.
(5) Mudah dan Murah

Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi
berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang
mereka butuhkan hams diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu
ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah tidak
dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat
konstitusi
(6) Efektif dan Efisien

Penyelenggaraan pelayan publik hams mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang
hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan
prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
(7) Aksesibel

Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau
oleh warga Negara yang membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau
dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang hams
dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
(8) Akuntabel

Semua bentuk

penyelenggaraan pelayanan publik hams dapat dipertanggung jawabkan secara
terbuka kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara
formal kepada atasan akan tetapi yang lebih penting harus
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media

20

publik.
(9) Berkeadilan

Penyelenggaraan pelayanan publik hams dapat dijadikan sebagai alat
melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi
kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.
b. Whole of Government
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori
hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
(1) Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
a. Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan

dampak;
b. Dialog atau pertukaran informasi;

c. Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama sementara
(2) Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:

a. Joint working atau kolaborasi sementara;
b. Joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada

pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;
c. Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk sebagai

mekanisme integrative.
(3) Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:

a. Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada isu
besar yang rnenjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;

b. Union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-masing masih
Nampak;

c. Merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru.

21

2.4. Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas guru ini dijelaskan dalam BAB XI Pasal 39 Ayat (2) UndangUndang No.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-Undang No.
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No.74
tahun 2008 tenantang Guru, yakni:

1. Merencanakan pembelajaran
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
4. Membimbing dan melatih para peserta didik
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang

sesuai
Fungsi guru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 adalah sebagai
berikut:
1. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa;

2. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru,
serta nilai-nilai agama dan etika;

3. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis dan dialogis;

4. Memelihara komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan;
dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadany

22

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Isu dan Gagasan Pemecah Isu

3.1.1. Identifikasi Isu

Agar mampu melaksanakan manajemen ASN yang baik serta memberikan

pelayanan public kepada masyarakat secara professional , serta menerapkan nilai-nilai

ANEKA maka CPNS diwajibkan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi

dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya pada satuan kerja masing-masing. Dalam

melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut terkadang ditemukan isu-isu yang

memerlukan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil identifikasi Isu di UPTD SD Negeri

Pondok Terong 3 maka ditemukan beberapa isu yang dalam pelaksanaannya masih dapat

dilakukan perbaikan.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis selama bekerja di UPTD SD

Negeri Pondok Terong 3, penulis mengidentifikasi isu-isu yang ada di UPTD SD Negeri

Pondok Terong 3 diantaranya ialah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Identifikasi Isu

No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang
Diharapkan

1. Kurangnya Manajemen Masih ada 25% Semua guru di siap

kesiapan guru ASN pendidik yang dalam melaksanakan

dalam terkendala kebijakan WFH dengan

menghadapi presensi , system baik

kebijakan mengajar daring

dalam dan penggunaan

pelaksanaan IT yang belum

WFH maksimal.

23

2. Kurang Pelayanan Pembelajaran Siswa kelas III mampu

optimalnya Publik darng hanya melaksanakan dan

pembelajaran dilaksanakan semngat dalam

tatap maya melalui whatsapp pembelajaran tatap

dengan media group. maya melalui media

online online dengan baik.

3. Menurunnya Pelayanan Terdapat beberapa Siswa dapat

kedisplinan publik siswa yang sering lebih displin

siswa dalam terlambat dan tidak dalam hal tugas

penyelesaian selesai dalam maupun

tugas dan pengerjan tugas dan presensi selama

ketepatan melakukan prsesnsi pembelajaran

presensi tidak tepat waktu. mandiri secara

daring

4. Kurangnya WOG Selama system Guru dapat saling

Koordinasi penilaian berkoordinasi

antar guru berlangsung terhadap

kelas dalam pengolahan nilai pengeloalaan nilai

pengelolaan hanya di ketahui siswa/I kelas 1-6

nilai dari kelas dan fokuskan pada untuk mempermudah

1-6 guru kelas masing- guru dalam

masing mengamati hasil

belajar siswa selama

belajar di sekolah

tersebut.

25

Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan perlu dilakukan
proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas yang dapat
dicarikan solusinya. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas
isu yakni berupa USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Analisis USG (Urgency, Seriousness dan Growth) mempertimbangkan
tingkat kepentingan, keseriusan dan perkembangan setiap variabel dengan rentang 1-5.
1. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak masalah

tersebut diselesaikan.
2. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap

produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak
dan sebagainya.
3. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut berkembang
sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.

Penentuan isu dengan menggunakan metode USG pada rancangan aktualisasi ini
dapat dilihat pada table berikut:

Tabel. 3.2. Analisis Isu dengan USG

Kriteria B Peringkat

No Identifikasi US G∑ 3
ISU 1
2
1 Kurangnya kesiapan guru dalam menghadapi 4 3 2 9 4

kebijakan dalam pelaksanaan WFH

2 Kurang optimalnya pembelajaran tatap maya 5 4 5 14

dengan media online

3 Menurunnya kedisplinan siswa dalam 5 3 2 10

penyelesaian tugas dan ketepatan presensi

4 Kurangnya Koordinasi antar guru kelas 3 3 28

dalam pengelolaan nilai dari kelas 1-6

26

Tabel.3.3. Deskripsi Parameter USG

No Urgency/Mendesak Seriusness/Kegawatan Growth/Pertumbuhan

1 Isu tidak mendesak Isu tidak begitu serius untuk Isu lamban berkembang

untuk segera di bahas karena tidak

diselesaikan berdampak ke hal yang lain

2 Isu kurang Isu kurang serius untuk di Isu kurang cepat

mendesak untuk bahas karena tidak berkembang

segera diselesaikan berdampak ke hal yang lain

3 Isu cukup Isu cukup serius untuk di Isu cukup cepat

mendesak untuk bahas karena tidak berkembang

segera diselesaikan berdampak ke hal yang lain

4 Isu mendesak Isu serius untuk di bahas Isu cepat berkembang untuk

untuk segera karena tidak berdampak ke segera di cari solusi

diselesaikan hal yang lain pemecahan

5 Isu Sangat Isu Sangat serius untuk di Isu Sangat cepat

mendesak untuk bahas karena tidak berkembang untuk segera di

segera diselesaikan berdampak ke hal yang lain cari solusi pemecahan

27

Analisis penyebab ISU (Fishbone)

28

Dari diagram fishbone diatas, dapat disimpulkan factor-faktor yang menyebabkan
terjadinya isu antara lain:

Table 3.4 Uraian Pemecahan Isu

No Faktor yang Penjelasan

Mempengaruhi

1 Man Rendahnya kemampuan orangtua siswa dalam

menyediakan alat komunikasi yang memadai

Rendahnya pemahaman siswa dalam memahami materi

secara offline

2 Materials Buku sumber belajar yang digunakan hanya buku waijb

dari pemerintah

Perpustakaan belum terkelola dengan baik

3 Method Kurangnya pembelajaran Tatap maya

Metode Pembelajaran belum bervariatif dan pasif

4 Machine Media online terutama pada tatap maya belum di biasakan

sebagai perantara belajar

Media pembelajaran masih monoton atau belum

dikembangkan

Berdasarkan analisis penyebab isu yang di uraikan dari analisis pemecahan isu diatas
dengan menggunakan metode fishbone , maka gagasan pemecahan isu yang diangkat yaitu
“Strategi Pembelajaran SMART STUDENT GROUP di Era Pembiasaan Baru di Kelas III
UPTD SDN Pondok Terong 3.

SMART STUDENT GROUP merupakan strategi pembelajaran melalui tatap maya yang
di bentuk kedalam kelompok kecil dalam satu ruang media online yaitu Zoom Meeting untuk
memudahkan siswa dan guru dalam berkomunikasi sehingga siswa dapat melakukan
pembiasaan baru pada saat melakukan pembelajaran.

29

3.2. MATRIK KEGIATAN AKTUALISASI

Nama : Wida Khaerunnisa, S.Pd

Unit Kerja : UPTD SD Negeri Pondok Terong 3

Identifikasi Isu :

1. Kurangnya kesiapan guru dalam menghadapi
kebijakan dalam pelaksanaan WFH

2. Kurang optimalnya pembelajaran tatap maya
dengan media online

3. Menurunnya kedisplinan siswa dalam
penyelesaian tugas dan ketepatan presensi

4. Kurangnya Koordinasi antar guru kelas dalam
pengelolaan nilai dari kelas 1-6

Isu Yang Diangkat : Kurang optimalnya pembelajaran tatap maya dengan
media online
: Strategi Pembelajaran Smart Student
Gagasan Pemecah Isu Group di Era Pembiasaan Baru di
Kelas 3 UPTD SD Negeri Pondok
Kegiatan Terong 3.

: 1. Persiapan Pelaksanaan Aktualisasi.

2. Membuat jadwal berdasarkan komitmen
orangtua siswa sebagai pendamping
siswa selama belajar dari rumah.

3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) disesuaikan dengan pembelajaran yang
berlangsung.

4. Menyiapkan media pembelajaran yaitu video
pembelajaran audio visual.

5. Melaksanakan pembelajaran secara tatap
maya ( Virtual ) melalui media online (
zoom meeting , google meet, whatsaap

30

video
6. Membuat dokumentasi pembelajaran.
7. Mengevaluasi dan menganalisis

pembelajaran setelah diterapkannya
pembelajaran tatap maya .

31

Tabel 3.4 Matriks Kegiatan Aktualisasi

Kegiatan Tahapan Kegiatan Output & Keterkait Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai

Hasil an Nilai- Visi Misi Organisasi Organisasi

nilai

Dasar

ANEKA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Persiapan 1. Menyusun materi Tersusunn Akuntabil Dengan terlaksananya Integritas,

pelaksanaan konsultasi dengan ya materi itas konsultasi, koordinasi, Inisiatif,

aktualisasi kompeten dan konsultasi (kompeten dan persetujuan dalam Pembelajar,

jelas. dan jelas) rencana kegiatan Terlibat aktif

Meminta waktu Tersediany Etika aktualisasi ini

kepada mentor a waktu Publik mencerminkan visi

untuk konsultasi untuk (sopan dan sekolah yaitu

dan koordinasi konsultasi santun) terwujudnya peserta

dengan sopan dan WoG didik yang religious dan

santun (koordinas berprestasi.

i)

Melakukan Tersampai Akuntabil Hal ini juga

konsultasi dengan kannya itas berkontribusi dalam

mentor secara maksud (tanggung mensukseskan misi

bertanggung dan tujuan jawab, sekolah ke-4 yaitu

jawab terhadap aktualisasi integritas, Meningkatkan

informasi yang dan jelas) kompetensi peserta

disampaikan, Adanya Nasionalis didik melalui

dilakukan dengan arahan dan me bimbingan dan

berintegritas dan saran serta (Bahasa pembelajaran. Serta

jelas. persetujua Indonesia misi ke-5 yaitu

Berkomunikasi n dari yang baik Membimbing peserta

dengan Bahasa kepala dan benar, didik aktif ,kreatif, dan

Indonesia yang sekolah tidak inovatif

baik dan benar terkait memaksak

serta tidak kegiatan an

memaksakan aktualisasi kehendak)

kehendak, yang akan Etika

Bersikap hormat, dilaksanak Publik

sopan, dan santun an (hormat,

saat berbicara sopan

dengan mentor. santun)

2 Membuat Mensosialisasikan Tersampai Akuntabil Dengan Integritas

Komitmen kepada orang tua kannya itas Tersampaikannya Kompeten

Pembelajaran mengenai strategi maksud (tanggung maksud dan tujuan Pembelajaran aktif,

Tatap Maya pembelajaran smsrt dan tujuan jawab, serta terssusunnya kreatif inovatif, dan mitr

Secara Online student group . kepada integritas, komitmen yang dibuat terpecaya di masyarakat

orang tua dan jelas) dengan ini straregi

32

Membuat tentang Nasionalis pembelajaran smart
Pernyataan strategi me student group dapat di
Ketersediaan pembelajar (Bahasa laksanakan sebagai
Melalui google an tatap Indonesia Langkah awal strategi
From maya yang baik pembelajaran di era
Melakukan secara dan benar, pembiasaan baru di
simulasi awal online. tidak masa pandemic ini ,
pemeblajaran memaksak khusunya kelas 3c di
melalui zoom Tersusunn an UPTD SDN Pondok
meeting ya kehendak) Terong 3
Membuat Schedule pernyataan Etika
Smart Student komitmen Publik
group melalui (hormat,
google sopan
from santun)

Terlaksana Etika
nya Publik
simulasi (partisipati
awal f, dan
pembelajar responsive
an melalui WoG
zoom (koordinas
meeting. i)

Tersusunn Akuntabil
ya itas
Schedule (Tanggung
smart jawab ,
student integritas,
group jelas dan
konsisten)
Manajem
en ASN
(profesion
alisme)

Akuntabil
itas
(
Kompeten
dan Jelas )

3 Membuat Menyiapkan Tersusunn Akuntabil Pembuatan RPP telah Integritas
ya silabus itas mendukung Kreatif & Inovatif,
RPP silabus dan dengan (kompeten terwujudnya misi pembelajaran terlibat
kompetens dan jelas) sekolah ke-3 yaitu aktif
penggunaan Kompetensi dasar i dasar Komitmen memenuhi standar
yang akan Mutu kurikulum KTSP 2013
media yang akan dicapai dicapai yang sesuai dengan

pembelajaran dengan jelas dan

dengan video kompeten

33

Menetapakn Tersusunn (efektif , kebutuhan kompetensi
indikator ya berorienta siswa, serta dapat
pembelajaran dan indikator si pada menjalankan misi
tujuan pembelajar mutu) sekolah yang ke 4
pembelajaran an dan Akuntabil meningkatkan
dengan tujuan itas kompetensi peserta
transparansi dan pembelajar (transpara didik melalui
jelas an nsi dan bimbingan
jelas) pembelajaran

Menyusun RPPJJ Tersusuny Komitme
praktikum a RPP PJJ n Mutu
menggunakan dengan (efisien,
media video media efektif,
tutorial dengan video berorienta
kreatif, efisien, si mutu)
efektif, dan
berorientasi mutu

4 Menyiapkan Menuliskan konsep Tersusunn Akuntabil Pembuatan media Kreatif & Inovatif
Pembelajar
media video dengan ya konsep itas pembelajaran video Terlibat Aktif

pembelajaran mandiri, inovatif, video (jelas) telah mendukung Integritas
Kreatif & Inovatif
yaitu video dan jelas Komitme terwujudnya misi

n Mutu sekolah ke-5 yaitu

(inovatif) mewujudkan yaitu

Anti Membimbing peserta

Korupsi didik aktif ,kreatif, dan

(Jujur,, inovatif

mandiri)

Membuat video Tersediany Komit
pembelajaran a media men
berbasis audio video yang Mutu
visual sesuai materi akan (inovati
yang akan di digunakan f,efekti
sampaikan. sebagai f,
media efisien)
pembelajar

an. Manejem
en ASN

(

Profesi

onalis

me)

5 Melaksanakan Mempersiapkan Tersusunn Komit Pelaksanaan
pembelajaran ruang kelas virtual ya jadwal men pembelajaran dengan

34

dengan zoom dengan efektif dan kelas Mutu video tutorial telah Inisiatif
meeting dan efisien virtual mendukung Pembelajar
media video (efektif, terwujudnya visi Terlibat Aktif
Terlaksana sekolah terwujudnya
Membuka proses nya proses efisien) peserta didik yang
pembelajaran pendahulu religiues dan
(berdoa, mencatat an Anti berprestasi. Serta misi
kehadiran siswa, pembelajar Korupsi sekolah pertama yaitu
menyampaikan an (disiplin) menciptakan kehidupan
tujuan Nasionalis insan yang berbudaya
pembelajaran dan Terlaksana me religious dan
motivasi) dengan nya proses (religius) bermartabat dan misi
disiplin, religius, pembelajar Akuntabil ke-3 yaitu memenuhi
jelas dan taat an dengan itas standar KTSP K13
aturan media (jelas) yang sesuai dengan
video Etika kompetensi siswa , misi
Melaksanakan tutorial Publik ke-4 meningkatkan
pembelajaran (taat kompetensi peserta
dengan media aturan) didik dalam bimbingan
video tutorial Anti belajar misi ke-5 yaitu
dangan disiplin, Korupsi membimbing peserta
tanggung jawab, (disiplin) didik, aktif kreatif dan
keseimbangan, Akuntabil inovatif.
tidak itas
diskriminatif, (tanggung
efektif, dan jawab,
profesional keseimban
gan)
Nasionalis
me
(tidak
diskrimina
tif)
Komitme
n Mutu
(efektif)
Manajem
en ASN
(profesion
al)

35

6 Akuntabil Pembelajaran zoom Integritas

Membuat a.Merancang a. itas meeting menajdi sebuah Kreatif & Inovatif
dokumentasi persiapan tersediany (profesion pembiasaan baru yang Inisiatif
dokumentasi a telah mendukung Pembelajar
pembelajaran dokumenta al, terwujudnya misi Terlibat Aktif
si tanggung sekolah misi ke-4
pembelajar meningkatkan
an baik jawab, kompetensi peserta
berupa integritas) didik dalam bimbingan
foto belajar misi ke-5 yaitu
maupun - membimbing peserta
video Nasionalis didik, aktif kreatif dan
inovatif.
me
(percaya
diri, rela
berkorban)

-Etika

Publik

(kesopana

n, taat

aturan)

-

Komitmen

Mutu

(efektif,

efisien,

berorienta

si pada

mutu)

-Anti

Korupsi

(jujur,

sederhana)

Nasionalis

me

(percaya

diri, rela

berkorban)

b. Melaksanakan b. -

dokumentasi terwujudn Akuntabil

pembelajaran ya itas

dokumenta (profesion

si al,

pembelajar tanggung

an baik jawab,

berupa integritas)

foto -

maupun Nasionalis

video me

(percaya

diri,

7 Menilai dan Menilai dan Terkumpul Anti Penilaian dan evaluasi Integritas

mengevaluasi mengevaluasi hasil nya data Korupsi strategi pemeblelajaran Pembelajar

36

pembelajaran pemeblajaran nilai dan (jujur, smart student group Terlibat Aktif
setelah selamaa evaluasi peduli) telah mendukung
pembelajaran selama Akuntabil terwujudnya visi
diterapkannya dengan jujur, pembelajar itas sekolah yaitu
Strategi peduli, adil, an (adil) terwujudnya peserta
proporsional, dan Manajem didik berbudaya religus
pemeblajaran tidak Terdokum en ASN dan berprestasi , serta
smart student diskriminatif entasinya (proporsio terwujdunya misi ke 4
group sebagai Peserta didik hasil nal) meningkatkan
mengumpulkan pemeblajar Nasionalis kompetensi peserta
era tugas atau an melalui me didik dalam bimbingan
pembiasaan mengirimkan tatap maya (tidak belajar misi ke-5 yaitu
dalam bentuk foto diskrimina membimbing peserta
baru tif) didik, aktif kreatif dan
inovatif. Sehingga
Melakukan Komit menjadikan
dokumentasi hasil men pemeblajaran tatap
praktikum dengan Mutu maya sebagai
kreatif dan (kreatif pembiasaan baru yang
inovatif , telah di terapkan selama
inovatif pembelajaran di masa
) pandemic covid-19.

Membuat Angket Terlaksana Komit
Pendapat (kesan nya men
dan pesan) pada pameran Mutu
siswa selama virtual (kreatif
melaksanakan ,
pembelajaran inovatif
secara tatap maya )
Akuntabil
itas
(transpara
nsi)

Menganalisa data Tersediany Akuntabil
hasil aktualisasi a data itas
dengan teliti dan yang (teliti)
berorientasi pada sudah Komitme
mutu dianalisa n Mutu
(berorienta
Menyusun laporan Terselesai si pada
aktualisasi kannya mutu)
berdasarkan data laporan Nasionalis
yang sudah di aktualisasi me
(kerja
keras)

37

analisa dengan Manajem
kerja keras, en ASN
profesional, dan (profesion
berorientasi pada al)
mutu Komitme
n Mutu
(berorienta
si pada
mutu)

38

3.4. REKAP NILAI-NILAI DASAR ANEKA PADA MATRIKS KEGIATAN

NILAI- NILAI Akuntabilitas Nasionalisme Etika Komitmen Anti
DASAR
ANEKA Publik Mutu Korupsi

RENCANA √ √√
KEGIATAN √ √ √√

Persiapan √ √√
pelaksanaan √ √√
aktualisasi √ √ √√ √

Membuat √ √√ √
Komitmen 7 √ √√
Pembelajaran
Tatap Maya 5 46 5
Secara Online
Membuat RPP
penggunaan media
pembelajaran
dengan video
Menyiapkan media
pembelajaran yaitu

video

Melaksanakan
pembelajaran
dengan zoom
meeting dan media

video
Membuat
dokumentasi
Menilai dan
mengevaluasi
pembelajaran

setelah
diterapkannya

Strategi
pemeblajaran
smart student
group sebagai era
pembiasaan baru
Total Nilai- nilai

Aneka

3.1.3. Rencana Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi 38
45
Tabel 3.5.
Jadwal implementasi aktualisasi

No Kegiatan JUNI
1 Persiapan pelaksanaan aktualisasi
12 3

2 Membuat jadwal berdasarkan

komitmen orangtua siswa sebagai

pendamping siswa selama belajar dari

rumah.

3 Membuat Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) disesuaikan

dengan pembelajaran yang

berlangsung.

4 Menyiapkan media pembelajaran yaitu

video

5 Melaksanakan pembelajaran dengan

zoom meeting dan media video

6 Melakukan dokumentasi pembelajaran

7 Menilai dan mengevaluasi

pembelajaran setelah diterapkannya

Strategi pemeblajaran smart student

group sebagai era pembiasaan baru

BAB IV
PENUTUP

Seorang ASN dituntut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara
professional dan mampu mengaktualisasikan nilai- nilai dasar profesi dalam menjalankan
tugas pokok dan fungsinya pada satuan kerja masing-masing. Dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsi tersebut terkadang ditemukan isu-isu yang memerlukan pemecahan
masalah. Berdasarkan hasil observasi dan praktik kerja yang dilakukan di UPTD SDN
Pondok Terong 3 maka ditemukan beberapa isu yang dalam pelaksanaannya masih dapat
dilakukan perbaikan. Setalah dianalisis menggunakan tools analysis USG dan Fishbone
dapat diambil satu isu yang aktual dan urgent untuk diselesaikan yaitu Kurang
maksimalnya pembelajaran tatap maya dengan media online di kelas 3 UPTD SDN
Pondok Terong 3. Untuk mengatasi isu tersebut penulis memiliki gagasan yaitu “Strategi
Pembelajaran Smart Student Group di Era Pembiasaan Baru di kelas 3 UPTD SDN
Pondok Terong 3”

Dengan rencana kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis
untuk bekerja secara kompeten dan menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Antikorupsi (ANEKA)
dan asas-asas Pelayanan Publik, Manajemen ASN serta Whole of Government (WoG)
dalam lingkungan kerja serta memberikan hasil kerja yang optimal sesuai tugas pokok
dan fungsi sebagai guru kelas.

39

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Akuntabilitas.

Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Nasionalisme.

Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Etika Publik.

Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS

Komitmen Mut. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Anti Korupsi.

Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan
Publik.Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Manajemen
Aparatur Sipil Negara. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Komitmen Mutu.
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of
Goverment. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi.

Lembaga Administrasi Negara, Jakarta

40

41


Click to View FlipBook Version