The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul 1.2 Mulai dari diri diagram trapesium usia dan refleksi di

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Satoto Prihlaksono, 2024-04-05 02:34:01

Modul 1.2 Mulai dari diri diagram trapesium usia dan refleksi di

Modul 1.2 Mulai dari diri diagram trapesium usia dan refleksi di

Satoto Prihlaksono CGP Angkatan 10 NILAI & Peran Guru Penggerak Diagram Trapesium Usia dan Refleksi 1.2.e. Mulai dari diri - Modul 1.2


Diagram Trapesium Usia dan Refleksi diri “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present.” ― Bill Keane


PERISTIWA POSITIF DAN NEGATIF DALAM HIDUP SAYA


Tidak ada yang spesial dari pribadi saya selama masa sekolah. Saya hanya berperan sebagai pelajar yang secara kemampuan intelektual pas pasan, Kemampuan interaksi pertemanan yang kurang dan hubungan dengan guru yang terasa ada penghalang status yang tebal. Saya melihat sosok guru sebagai pribadi yang berstatus “istimewa” dengan kemampuan intelektual yang dimiliki. Guru adalah satu satunya sumber informasi yang saya miliki, dan pribadi yang saya ikuti. Mencatat adalah kegiatan sehari hari dan ulangan tertulis sebagai sumber utama penilaian di dalam raport yang saya miliki. Kembali ke lini masa sekolah dalam ingatan, saya layaknya siswa yang tumbuh dan berkembang di daerah pedesaan yang jauh dari keriuhan kota menjalani keseharian sebagai pelajar yang tekun. Saya menjadi salah satu siswa yang tidak terlalu banyak bergaul dan mengenal pribadi lain. Saya menjalani kebiasaan rutinitas berangkat sekolah belajar disekolah dan pulang ke rumah. SAYA DALAM MASA SEKOLAH Saya adalah siswa yang menemukan keramaian dalam kesendirian, dan menemukan ketidaknyamanan ketika berada dalam keramaian. Saya akan lebih nyaman ketika bekerja sendiri dalam tugas tugas yang saya miliki sehingga kesempatan dalam memperoleh hasil yang lebih dari baik menjadi hal yang sulit untuk dimiliki.


Tersadar akan kondisi tersebut, saya merasa terpukul dan kecewa sekaligus merasa bersalah. Ada satu kesadaran yang muncul setelahnya. Bahwa apa yang saya anggap terbaik buat saya adalah kurang tepat. Saya melakukan perenungan dan pencapaian satu koma menjadi titik balik dalam masa perkuliahan saya. Kenyataan yang ada pada masa sekolah berlanjut pada masa masa awal perkuliahan. Saya masih berkutat dengan idealisme saya yaitu bahwa saya bisa melalui semua hal sendiri. Saya merasa bahwa saya mampu meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam mata kuliah atas dasar kemampuan yang saya miliki. Namun kenyataan berkata lain. Saya mendapatkan kenyataan bahwa pada awal semester pertama saya mendapatkan IPK dibawah 2 yaitu dengan istilah NASAKOM - Nasib IPK satu Koma). SAYA DALAM MASA KULIAH Saya membuka pola pikir dan cara pandang saya. Saya memulai membuka diri dan sharing dengan teman. Saya mencoba berinteraksi dengan banyak orang untuk melakukan perbaikan diri hingga ahirnya kemampuan saya dalam perkuliahan membaik dan bahkan berkembang dengan pesat. Saya mulai mengasah diri dengan bergabung dengan lembaga bahasa sebagai part-timer teacher yang mengajar Bahasa Indonesia bagi penutur Asing. Puncaknya adalah ketika saya diterima di sebuah perusahaan Tambang batubara terkenal di Kalimantan Timur pada ahir perkuliahan saya.


Banyak hal yang saya temukan dan pelajari dalam dunia pendidikan. Pola pikir dan cara pandang saya akan arti kebahagiaan mulai tumbuh dan berkembang. Saya mendapatkan kenyataan bahwa berinteraksi baik itu dengan rekan guru sejawat, para pemegang kepentingan, siswa dan orang tua membuat perasaan perasaan nyaman dan bahagia. Saya mendapati bahwa menjadi guru akan terus membuat saya berkembang dan terus menempa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Keinginan untuk terus belajar dan melakukan yang terbaik dalam dunia keprofesian saya sebagai seorang guru terus muncul dan bertumbuh dengan subur. Gaji yang tinggi dan kesejahteraan yang mencukupi di Perusahaan tambang Batu bara, ternyata tidaklah membawa saya pada kebahagiaan. Saya merasa bahwa pekerjaan ini bukanlah dunia saya. Pada awal tahun 2004 saya memutuskan untuk kembali ke Jawa dan memulai profesi saya sebagai guru Bahasa Inggris di sekolah swasta di Jakarta Barat. SAYA DALAM AWAL DUNIA KERJA Pencapaian demi pencapaian saya peroleh dan keinginan untuk terus belajar dalam menyajikan pelayanan terbaik buat anak didik, satuan pendidikan dan keluarga semakin menempa saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Dalam rentang waktu berkecimpung dalam dunia pendidikan, terdapat peristiwa yang saya pikir mampu menempa saya menjadi seorang guru pembelajar dan secara tidak langsung menginspirasi dalam perjalanan hidup saya. Tercatat dalam ingatan saya dan terekam di media sosial yang saya miliki, pada tahun 2010 saya memenangkan sebuah kompetisi Monolog antar guru sekolah Katolik se Jabodetabek. Pada saat itu, saya melibatkan banyak unsur. saya melibatkan rekan sejawat- guru seni musik, dan siswa. Saya membawakan monolog di Teater Besar Taman Ismail Mardzuki dengan judul “Legenda Wong Asu” Karya Seno Gumira Ajidarma. PENCAPAIAN TERBAIK DALAM DIRI Pencapaian kedua adalah ketika saya bisa menyelesaikan pendidikan S2 saya dengan tepat waktu dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan yaitu dengan predikat “Cum Laude” pad tahun 2019. Namun, bukan predikat itu yang membuat saya bangga, pembelajaran yang saya alami selama mendapatkannya. Saya mendapatkan pembelajaran bagaimana mengelola potensi yang ada baik dari keluarga, sekolah dan rekan sejawat, waktu dan pikiran. Ditengah keterbatasan waktu, energi, kemampuan dan umur, semua rintangan terlampaui.


Selanjutnya, dalam rentang waktu 2019 sampai saat ini banyak peristiwa yang menempa diri saya menjadi pribadi pembelajar dan menumbuhkan rasa percaya pada kekuatan keterbukaan dan kerjasama. pada tahap ini, saya diberikan kesempatan untuk berbagi dan sekaligus belajar untuk sharing pengetahuan. Diawal Pandemi covid 19 sampai saat ini saya diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mengelola LMS Google Suites- terutama Google Classroom. Saya diberikan kesempatan untuk menularkan pengetahuan yang saya miliki dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan tehnologi pembelajaran seperti Quizizz, Nearpod, pemanfaatan G drive dan YouTube sebagai sarana pembelajaran. PENCAPAIAN TERBAIK DALAM DIRI


PEMBELAJARAN YANG DALAM SETIAP PERISTIWA DI HIDUPKUSEBAGAI SEORANG GURU


Nilai dan peran yang pertama adalah bahwa guru bukan hanya sebagai pentransfer ilmu, namun dia juga berperan sebagai pendorong kolaborasi. Dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang ada dengan sungguh sungguh maka hasil yang memuaskan yang akan dihasilkan. Dengan berkolaborasi baik dengan anak, teman sejawat, pimpinan dan pemegang kepentingan maka keberpihakan guru kepada anak akan muncul. terkait peran saya sebagai guru, rangkaian peristiwa yang terjadi dalam hidup saya memberikan pembelajaran yang berarti. Terdapat tiga fase pembelajaran yang secara tidak langsung merubah cara pandang saya tentang Nilai dan Peran seorang guru. PELAJARAN DALAM PERISTIWA DALAM PERSPEKTIF SEORANG GURU Kedua, Seorang guru hendaknya menggali seluruh potensi diri dengan merefleksikan setiap tindakan pembelajaran dan pengajaran yang dia lakukan. Dengan merenungkan dan menilai benar salahnya, lebih kurangnya dan efektif tidaknya setiap kegiatan pembelajaran yang kita lakukan maka setiap kebermaknaan sebuah pengajaran akan diperoleh. Anak akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna untuk mendasari tumbuh kembang mereka sesuai dengan karakter mereka.


Pada ahirnya, dengan berbekal keinginan untuk menjadi guru pembelajar, saya memahami bahwa berbagi kebaikan dan hal yang positif adalah hal berikutnya yang harus dilakukan. Dengan berbagi, seorang guru akan menjadi bagian dalam perubahan dan penggerak perubahan. Dengan berbagi, seorang guru juga akan mendapatkan umpan balik juga kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan dalam memberikan yang terbaik buat anak. PELAJARAN DALAM PERISTIWA DALAM PERSPEKTIF SEORANG GURU Selanjutnya, pengalaman dan peristiwa yang telah terjadi membawa kesadaran bahwa sebagai seorang guru, saya harus meningkatkan kwalitas diri dengan terus mengasah dan meningkatkan ketrampilan diri. Kemampuan dalam mengelola waktu, mengelola emosi dan mengelola sekitar menjadi hal yang penting dari seorang guru. dalam arti lain, bahwa seorang guru tidak boleh diam dan terpaku pada apa yang telah diketahui, namun dia harus selalu berkembang dan menjadi seorang pembelajar.


NILAI DAN PERAN DALAM DIRI SEORANG GURU


Niai dan peran penting pertama yang saya miliki adalah bahwa saya harus mampu berkolaborasi baik dengan pimpinan, teman sejawat, anak didik dan para pemegang kepentingan. Saya percaya bahwa dengan kemampuan untuk berkolaborasi maka pengajaran yang berpihak pada anak dan pemimpin pembelajaran yang bermakna akan tercapai. Saya berperan bukan hanya saja sebagai sebagai pendidik namun juga sebagai Coach/pamong buat mereka. NILAI DAN PERAN DALAM DIRI SEBAGAI GURU setelah melalui berbagai refleksi peristiwa dalam aktifitas pembelajaran, saya pikir ada dua nilai dan peran penting dalam diri yang harus saya miliki sebagai seorang guru. Selanjutnya, saya percaya bahwa dengan pembelajaran yang mengedepankan kesadaran akan kodrat anak dan jaman, saya harus menjadi seorang pembelajar. Seorang guru pembelajar akan selalu berusaha memberikan dan berbagi yang terbaik baik buat anak maupun rekan sejawat. Dalam arti lain, bahwa kemampuan saya sebagai seorang pembelajar akan berdampak pada peran saya sebagai seorang pemimpin pembelajaran dan pendorong kolaborasi.


salam tergerak, bergerak dan menggerakan “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” - Ki Hajar Dewantara.


Click to View FlipBook Version