The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Imakulata Edisi XV, Desember 2022 - Januari 2023, "Santo Yosef, Bapak Keluarga Nazareth

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rak Buku Paroki Kalideres, 2022-12-23 20:48:05

Majalah Imakulata Edisi XV

Majalah Imakulata Edisi XV, Desember 2022 - Januari 2023, "Santo Yosef, Bapak Keluarga Nazareth

SEPUTAR PAROKI

Misa Triduum
dan Adorasi

Dalam rangka
merayakan Pesta Nama
Pelindung Paroki serta
memperingati 10 tahun
diberkatinya Gereja
Sta. Maria Imakulata
ke-10, Paroki Kalideres
mengadakan Misa
Triduum dan Adorasi
Sakramen Mahakudus
48 jam. Misa Triduum
dibuka pada 05 Desember 2022, pukul 19.00
WIB. Setelah Misa, Sakramen Maha Kudus
dipindahkan ke Kapel Bunda Maria, Penolong
Abadi untuk menandai dimulainya Adorasi
Sakramen Mahakudus 48 jam. Para anggota
Dewan Paroki Harian, Pengurus Seksi, Bagian
dan Kategorial, hingga Pengurus Lingkungan dan
Wilayah bergantian beradorasi. Setelah 48 jam
Adorasi Sakramen Mahakudus selesai, diadakan
Misa Triduum hari ke-3 pada 07 Desember 2022.
(myl)

51

SEPUTAR PAROKI

52

SEPUTAR PAROKI

Misa Pesta Nama
dan Sakramen Krisma

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung
Tanpa Noda (Santa Maria Imakulata) yang
dirayakan setiap tanggal 08 Desember diresmikan
sebagai sebuah Pesta Perayaan Umum Gereja
pada tahun 1476 oleh Paus Sikstus IV. Dikandung
Tanpa Noda adalah - menurut Dogma Gereja
Katolik Roma - kepercayaan bahwa Maria
dikandung tanpa noda dosa asal apapun.
Keberadaan pesta perayaan ini adalah sebuah
tanda kuat mengenai kepercayaan Gereja atas
Maria Dikandung Tanpa Noda.

Paroki Kalideres mengadakan Misa Pesta
Nama Pelindung Paroki ini pada hari Minggu 11
Desember 2022, pkl. 17.00, bersamaan dengan
Penerimaan Sakramen Krisma kepada 238 umat

53

SEPUTAR PAROKI

Paroki oleh Romo Samuel Pangestu, Pr, Vikareis
Jenderal Keuskupa Agung Jakarta. (myl)

54

SEKSI/KATEGORIAL

Seksi
Kerasulan Keluarga

Ada yang pernah berkata “Keluarga
bahagia adalah surga yang datang lebih
cepat”. Kata “keluarga” tentunya sudah
sangat akrab di telinga kita. Keluarga
atau “home“ adalah tempat dengan
cinta dan kasih sayang di dalamnya,
tempat kita untuk kembali setelah lelah
beraktivitas dan bertemu dengan orang-
orang yang kita cintai untuk melepas
segala rasa lelah, tempat untuk saling
berbagi cerita tanpa orang-orang yang
memberikan penilaian terhadap hidup
kita, melainkan saling menyemangati
sehingga dapat tumbuh menjadi
keluarga yang bahagia dan sejahtera.

55

SEKSI/KATEGORIAL

Namun, kita sama-sama tahu kalau
di dunia ini tidak ada yang sempurna,
dalam setiap individu ada kekurangan
dan kelebihan masing-masing. Lalu
bagaimana dengan keluarga yang di
dalamnya terdapat 2 atau lebih individu
yang tidak sempurna? Tentunya keluarga
itu menjadi tidak sempurna juga. Tidak
ada ayah yang sempurna, tidak ada ibu
yang sempurna, tidak ada juga anak
yang sempurna, sehingga konfik bisa
terjadi kapan saja. Dapat kita bayangkan
bagaimana jika dalam sebuah rumah
tidak ada cinta di dalamnya dan hanya
ada pertengkaran, tentu rumah akan
terasa panas dan menjadi tidak nyaman.

56

SEKSI/KATEGORIAL

Melihat dari ketidak-sempurnaan
setiap individu dan tidak adanya
pengajaran pasti mengenai bagaimana
cara menjadi orangtua yang benar atau
cara menjadi anak yang baik, maka
Gereja memberikan perhatian kepada
keluarga-keluarga Katolik. Konsili Vatikan
II menamakan keluarga menurut sebuah
ungkapan tua “Ecclesia Domestica”
atau “Gereja Rumah Tangga”. (Lumen
Gentium 11, bdk. Familiaris Consortio
21). Dalam pangkuan keluarga
“hendaknya orang-tua dengan
perkataan maupun teladan menjadi
pewarta iman pertama bagi anak-anak
mereka; orang-tua wajib memelihara
panggilan mereka masing-masing,
secara istimewa panggilan rohani.” (LG
11, 2) Maka di saat Gereja dibentuk,
selalu ada Seksi Kerasulan Keluarga
(SKK) ikut terbentuk dengan tujuan
membantu keluarga-keluarga Katolik

57

SEKSI/KATEGORIAL

agar lebih sejahtera, karena Gereja yang
kokoh adalah Gereja yang di dalamnya
terdapat keluarga yang bahagia dan
sejahtera mengikuti teladan Keluarga
Nazareth.

Gereja Santa Maria Imakulata juga
memiliki SKK yang di dalamnya terdapat
pasutri-pasutri yang sudah dilatih dan
siap melayani di berbagai kegiatan. SKK
sendiri dibagi menjadi 7 Sub-Seksi dan
3 Kegiatan yang mungkin sudah sering
kita dengar:

Sub-Seksi Discovery. Tentu sudah
tidak asing lagi di telinga kita terutama
di lingkungan OMK yang sudah memiliki
pasangan. Saat kita berpacaran untuk
mengenal satu sama lain tentunya ada
pertanyaan-pertanyaan yang muncul
di kepala kita seperti “apakah benar
dia adalah pasangan yang cocok
denganku?”, “apakah dia adalah jodoh

58

SEKSI/KATEGORIAL

yang diberikan Tuhan?”, atau “apakah
pacaran kami adalah pacaran yang
sehat?”, “seperti apa pacaran yang
sehat secara Katolik?”. Maka, dalam
Discovery ini para pasutri yang sudah
lebih dulu menjalani pacaran akan
berbagi kepada para pasangan yang
sedang berpacaran bagaimana pacaran
ala Katolik, dan terbuka juga bagi
mereka yang memiliki pacar dari agama
yang berbeda.

Sub-seksi Membangun Rumah
Tangga (MRT). MRT ini bersifat wajib
bagi mereka yang akan memantapkan
hubungan ke pernikahan, karena
merupakan salah satu syarat untuk
dapat menerima Sakramen Perkawinan.
Seperti yang kita tahu, tidaklah mudah
dalam membangun rumah tangga,
karena kita tidak memiliki pengalaman
seperti apa caranya atau bagaimana kita

59

SEKSI/KATEGORIAL

dapat membangun rumah tangga yang
harmonis. Maka kita perlu mendapatkan
gambaran dan pengajaran mengenai
bagaimana cara membangun rumah
tangga yang harmonis. Di Paroki
Kalideres ini biasanya dalam 1 tahun
akan diadakan 3x pertemuan MRT.

Sub-seksi Perkawinan. Sub-
seksi ini akan membantu para calon
pasutri yang akan menikah dalam
mempersiapkan pemberkatan
pernikahan di gereja agar dapat berjalan
dengan baik dan lancar.

Sub-seksi Konseling. Seperti
yang kita ketahui, setelah menikah
meskipun sudah mendapat pengajaran/
pembekalan melalui MRT, masalah pasti
selalu ada. Dalam sebuah rumah belum
tentu hanya ada ayah, ibu, dan anak-
anak, terkadang ada juga yang tinggal
bersama baik itu mertua, atau ada

60

SEKSI/KATEGORIAL

saudara dari salah satu pihak yang ikut
tinggal di dalam rumah. Maka Sub-Seksi
ini adalah pemerhati keluarga yang akan
menjadi teman cerita bagi setiap orang
baik itu anak-anak, remaja, orang tua,
mertua, pasutri baru dan urusan keluaga
lainnya.

Sub-Seksi Umat Berkebutuhan
Khusus (UBK). Dalam setiap keluarga
tidak menutup kemungkinan untuk
adanya anak yang memiliki kemampuan
khusus yang berbeda dari pada yang
lain, maka dari itu diadakanlah Sub-
Seksi ini. Misa UBK adalah salah satu
kegiatan Sub-Seksi ini, diselenggarakan
setiap 2 bulan sekali. Misa ini khusus
untuk para UBK dengan petugas yang
juga adalah UBK yang sudah dilatih.
Saat ini Sub-Seksi ini masih bergabung
dengan Paroki Trinitas.

Sub-Seksi Lanjut Usia/Lansia

61

SEKSI/KATEGORIAL

yang melayani para umat yang lanjut
usia. Banyak kegiatan yang diadakan
untuk para lansia diantaranya adalah
PDKK Lansia yang diadakan sebulan
sekali pada hari Jumat, kemudian latihan
angklung, line dance, Misa Lansia,
dan ada juga laboratorium darah yang
diadakan dengan bekerja bersama
Pelayanan Kesehatan Paroki Kalideres.
Aktivitas ini diadakan dengan tujuan agar
lansia tetap merasa energik, bahagia,
punya kegiatan, bisa tetap menjadi
berkat untuk orang lain.

Sub-Seksi Hari Ulangtahun
Perkawinan (HUP). Wajib diingat
bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik
adalah salah satu dari tujuh Sakramen
Gereja. Jadi kita harus tetap menyadari
bahwa perkawinan itu adalah sebuah
rahmat dan anugerah dari Allah, maka
Sub-Seksi HUP mengingatkan umat

62

SEKSI/KATEGORIAL

akan hal ini melalui pembaharuan janji
nikah yang diadakan setiap bulan sekali
pada akhir bulan dalam Misa Sabtu
Sore. Para pasutri dapat mendaftarkan
diri untuk mengikuti Misa HUP ke Sub-
Seksi ini sesuai dengan bulan ulang
tahun pernikahannya.

Ada 3 kegiatan lain yang diadakan

oleh SKK yaitu yang pertama adalah

Menjadi Orangtua Katolik atau
yang lebih dikenal dengan Moka. Yang

selanjutnya ada Remaja Katolik
Bermartabat atau Rekab, dan terakhir
adalah 10 TP yang baru akan berjalan
Januari 2023 mendatang untuk para

pasutri dengan tahun perkawinan dari 0

sampai dengan 3 tahun.

Saat ini SKK sedang bekerjasama
dengan para Ketua Lingkungan dari
Paroki Kalideres untuk membentuk
SKKL atau Seksi Kerasulan Keluarga

63

SEKSI/KATEGORIAL

Lingkungan dengan harapan agar
setiap umat di Lingkungan selalu
mendapat informasi terbaru mengenai
kegiatan yang akan diadakan dan juga
menyalurkan informasi kepada umat
yang mungkin sedang membutuhkan
teman untuk bercerita sehingga keluarga
yang bahagia dan sejahtera dapat
tercipta.

“Keluarga adalah harta yang
paling berharga, jadi jangan sampai
di dalam sebuah keluarga tidak ada
kesejahteraan. Sejahtera bukan hanya
secara materi saja, tetapi secara
kebutuhan yang lain juga terpenuhi,
baik itu kebutuhan rohani atau relasi,
karena kebutuhan-kebutuhan demikian
itu adalah hal yang terpenting juga,”
demikian ujar Ibu Yuyu Martio selaku
Ketua SKK Paroki Kalideres. (flc)

64

SEKSI/KATEGORIAL

Doa Keluarga

Ya Bapa, terima kasih Engkau
memberi kami keluarga, tempat kami
bertumbuh dan merasakan kasih dan
perlindunganMu. Jadikanlah keluarga
kami seperti Keluarga Kudus Nazaret
sehingga Tuhan Yesus selalu ada di
tengah-tengah kami. Semoga kehadiran
Tuhan Yesus menyatukan kami dalam
kasih, menumbuhkan kepercayaan kami
kepadaMu. Kami memperoleh keluatan

dari kehadiran Tuhan Yesus yang
menghibur, melindungi dan memimpin

jalan kami dalam perjuangan hidup
ini. Semoga Bunda Maria menjaga
dan melindungi kami dengan doa dan
cintanya. Dan Santo Yosef menjadi
kekuatan dan teladan bagi keluarga
kami untuk selalu taat dan setia mencari
KerajaanMu. Lindungilah kami dengan
kuasa dan kasihMu. Demi Kristus,

Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

65

SEKSI/KATEGORIAL

Bagi umat Paroki Kalideres yang ingin bertanya
seputar SKK baik ingin membantu atau
membutuhkan bantuan dapat menghubungi
langsung SKK:

Discovery
Rikky : 0816880206
Pauline : 085888322590
Link : bit.ly/Discovery_SMI

MRT (Membangun Rumah Tangga)
Frans : 081288881410
Julia : 089680000623
Link : bit.ly/MRTSMI

Perkawinan
Muliadi : 08158807618
Lenny : 08164831239

Konseling Keluarga
Sugeng : 081281821000
Lisa : 0818892893
Link : bit.ly/KonselingSMI

UBK – Umat Berkebutuhan Khusus
Feisal : 0811991912

Lansia (Lanjut Usia)
Muchtar : 0818160518

66

SEKSI/KATEGORIAL

Ratna : 087742058999
HUP (Hari Ulangtahun Perkawinan)
Irfan : 0811155311
Henny : 08161135202
Moka (Menjadi Orangtua Katolik)
Lie Ling : 0878 77759693
Rekab (Remaja Katolik Bermartabat)
Yogie : 0878 68850400
Ivone : 0878 75172377
TP
Binyo : 0822 11658403
Titien : 0815 8839237
SKK
Martio : 081905043934
Yuyu : 081319381966

67

POJOK OMK

Festival Film Ardas KAJ 2022

Pada bulan Oktober 2022, Komsos
Paroki Kalideres mengikuti Lomba
Festival Film Ardas (FFA) yang diadakan
oleh Keuskupan Agung Jakarta dengan
mengangkat tema “Penghormatan
Martabat Manusia”.

Persiapan untuk mengikuti Lomba ini
dilakukan mulai dari akhir bulan Agustus
2022. Dalam kurun waktu 1,5 bulan, Tim
Komsos SMI melakukan pemilihan ide
cerita yang akhirnya ditetapkan untuk
mengangkat cerita tentang "autisme"
dengan judul “Imperfect Hero”. Film
“Imperfect Hero” ini bercerita tentang
Edwin, seorang anak pengidap sindrom
autisme yang berusaha untuk membela
dirinya di tengah lingkungan yang tidak
mendukung keberadaannya. Sang ayah

68

POJOK OMK

yang bernama Simon yang memiliki
latar belakang mantan anggota militer
berusaha untuk terus mendukung Edwin
dengan memberikan kehidupan layaknya
orang-orang normal lainnya. Setiap
harinya Edwin dididik untuk disiplin dalam
segala hal, berolahraga, dan berlatih bela
diri.

Pada tanggal 1 September, naskah
final film “Imperfect Hero” telah selesai
dibuat dan di tanggal 3 September
beberapa kru yang terlibat dalam film
ini melakukan pencarian lokasi syuting
ke sekolah Mahabodhi untuk adegan-
adegan yang melibatkan unsur sekolah.

Pada tanggal 10-11 September
beberapa kru film “Imperfect Hero” juga
melakukan survei lokasi ke Cibodas untuk
syuting adegan yang melibatkan aktivitas
fisik seperti olahraga dan bela diri.

Selanjutnya kru film “Imperfect Hero”
membuka kasting pemeran-pemerannya

69

POJOK OMK

70

POJOK OMK

mulai dari awal September untuk mencari
pemeran Edwin, Simon, dan Ibu Kepala
Sekolah. Kasting terbuka untuk umum,
dengan kriteria-kriteria yang telah
ditentukan. Ternyata cukup banyak yang
antusias mengikuti kasting ini. Selesai
kasting para kru langsung menentukan
siapa yang akan terpilih menjadi pemeran
film “Imperfect Hero” ini.

Setelah diskusi bersama para kru
dengan mempertimbangkan banyak hal,
maka terpilihlah Jesky Owen yang akan
memerankan Edwin, Nuno Satrida yang
akan memerankan Simon atau Ayah
Edwin dan Caroline Arrisanty sebagai Ibu
Kepala Sekolah. Sebelum syuting dimulai,
dilakukan proses membaca naskah

71

POJOK OMK

72

POJOK OMK

secara online untuk lebih memantapkan
karakter masing-masing peran.

Pada Jumat, 23 September malam
hari, para kru beserta pemeran Edwin dan
Simon berangkat ke Villa Puncak Bogor
untuk melakukan syuting hari pertama
besoknya. Dalam proses syuting film
“Imperfect Hero” ini juga terdapat hal
menarik yang dilakukan oleh para kru,
khususnya Tim Art yang harus mencari
dan menyediakan properti penunjang
syuting, juga harus merias Jesky yang
berperan sebagai Edwin, karena ada
perbedaan warna kulit yang cukup
kontras antara Nuno sebagai Ayah Edwin
dengan Jesky sebagai Edwin. Bukan
hanya Jesky yang dirias, namun Tim Art
juga harus menutupi tato yang dimiliki
oleh Bapak Nuno, mengingat bahwa
kriteria pemeran Ayah Edwin adalah
mantan anggota militer, sedangkan kita
tahu dalam kemiliteran tidak boleh ada
anggotanya yang memiliki tato.

73

POJOK OMK

Syuting hari ke-2 dilanjutkan tanggal
1 Oktober 2022, berlokasi di Sekolah
Mahabodhi. Syuting hari itu melibatkan
banyak orang karena yang akan diambil
adalah adegan aktivitas sekolah Edwin.
Selain itu, syuting kali ini menjadi yang
paling padat. Dari pagi hari kru sudah
harus datang untuk mulai merias
beberapa anak sekolah laki-laki untuk
adegan perkelahian di sekolah yang
memerlukan efek-efek seperti luka lebam
sehabis berkelahi. Proses syuting ini
berlangsung hingga sore hari. Setelah
itu, syuting masih berlanjut hingga malam
hari, khusus untuk adegan Edwin di dalam
kamar dengan meminjam kamar kosong
di Pastoran SMI.

Syuting hari ke-3 dilakukan pada
tanggal 2 Oktober 2022 di kantor Ketua
Komsos SMI. Adegan yang diambil di hari
ke-3 ini merupakan interaksi antara Simon
dengan Ibu Kepala Sekolah mengenai
kasus yang menimpa Edwin. Karena

74

POJOK OMK

75

POJOK OMK

memerlukan ruangan Kepala Sekolah,
maka kru menata ruang kantor menjadi
tampak seperti ruang kepala sekolah.
Banyak properti yang harus dipersiapkan
oleh Tim Art seperti buku-buku pelajaran,
buku-buku yang terkait atau berhubungan
dengan kepala sekolah, ordner, piala-
piala, piagam, plakat, printer, lampu
belajar, dan masih banyak lagi. Adegan
bersama dengan kepala sekolah ini
merupakan syuting hari terakhir yang
dilakukan oleh para kru.

Semua proses syuting film “Imperfect
Hero” akhirnya selesai dilakukan. Syuting
yang dilakukan selama 3 hari itu sangat
memberi banyak pengalaman baru serta
menambah momen kebersamaan antar
para kru yang terlibat, mengingat sudah
lama setiap kegiatan Gereja dilakukan
secara online, dan kali ini merupakan
pertama kalinya Komsos SMI kembali
melakukan syuting film pendek untuk
ikut Lomba FFA KAJ. Setelah proses

76

POJOK OMK

pengeditan film selesai, hasil edit
diunggah ke Youtube masing-masing
Paroki yang telah ditentukan oleh KAJ dari
tanggal 24 Oktober - 31 Oktober 2022.

Untuk menentukan pemenang dari
tiap kategori, ada 2 tahap penjurian yang
dilakukan. Penjurian tahap 1 dilakukan
pada tanggal 1 - 13 November 2022
oleh para profesional yaitu Frederica,
Dion Wiyoko, Olga Lidya, & Bene Dion.
Penjurian tahap 2 dilakukan pada tanggal
14 - 20 November 2022 oleh para Kuria
KAJ yaitu Kardinal Ignatius Suharyo
dan para Romo Kuria. Ada 6 kategori
penilaian dalam FFA KAJ ini, yaitu Film
Terbaik, Naskah Terbaik, Sutradara
Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Viewers
Terbanyak, dan Like Terbanyak.

Di tanggal 28 Oktober 2022, Komsos
SMI mengadakan acara nobar film
“Imperfect Hero” bersama seluruh kru,
Dewan Paroki Harian, para pemeran
utama dan pemeran pembantu yang

77

POJOK OMK

78

POJOK OMK

terlibat dalam pembuatan film ini.

Jesky Owen yang berperan sebagai
Edwin dalam film “Imperfect Hero”
menilai pembuatan film ini dilakukan
secara profesional dan merupakan
pengalaman baru baginya dapat terlibat
dalam syuting film dengan kru yang
seumuran dengan dirinya bahkan lebih
muda. Jesky sendiri juga melakukan riset
tentang ciri-ciri anak dengan sindrom
autisme pada umumnya, bahkan ia
menonton film yang mengangkat isu
mengenai disabilitas juga. Kebetulan
sekali waktu itu sedang booming film
“Miracle in Cell No. 7” yang menjadi
panutan bagi Jesky, karena ia melihat
Vino G. Bastian yang memerankan
Bapak Dodo dengan sangat mendalami,
sehingga ia pun belajar dari film tersebut.
Selain melakukan riset, Jesky juga banyak
berbincang-bincang dengan Nando
selaku Sutradara film “Imperfect Hero” ini
untuk lebih mengetahui sebenarnya film

79

POJOK OMK

“Imperfect Hero” ini ingin direalisasikam
seperti apa. Bagi Jesky, film “Imperfect
Hero” ini sangat menarik untuk ditonton
masyarakat luas, karena mengangkat
isu ketidak adilan yang dirasakan oleh
Edwin yang dibedakan dan tidak diterima
oleh lingkungan sekitarnya hanya
karena kekurangan yang ia miliki. Jesky
mengatakan banyak sekali makna yang
dapat diambil dari film ini. Memerankan
Edwin merupakan suatu tantangan bagi
dirinya. Dengan pengalaman akting
yang masih baru, Jesky sendiri merasa
memiliki tekanan yang besar dalam
memerankan Edwin, karena ia takut tidak
dapat memberikan kesan autisme secara
profesional. Jesky mengaku berusaha
keras agar dapat memberikan yang
terbaik dalam pembuatan film ini.

Di tanggal 22 November 2022,
diadakan wawancara peserta Lomba
FFA KAJ bersama Romo Aldo. Interview
secara online ini membahas tentang

80

POJOK OMK

semua proses syuting film yang dilakukan
tiap Paroki dan mengapa setiap
Paroki mengambil ide cerita yang telah
ditentukan.

Sampailah di hari yang ditunggu-
tunggu, yaitu tanggal 26 November 2022,
yang merupakan puncak acara Festival
Film Ardas KAJ, yang diselenggarakan di
Paroki Jalan Malang. Acara dipandu oleh
2 MC yang asyik, dengan Komika Priska
Baru Segu, C4 Choir, dan Singer Nadine
yang menghibur dan turut memeriahkan
Festival Film Ardas KAJ ini. Selain itu
hadir juga para Dewan Juri baik para
profesional maupun kuria KAJ, juga
seluruh peserta lomba dari Paroki-Paroki
KAJ. Para kru dari SMI yang hadir sangat
bersyukur dan bergembira mendapat
banyak ilmu baru dari sharing-sharing
yang diberikan langsung oleh Olga Lydia -
seorang sutradara film pendek dan aktris
film layar lebar, Frederica yang merupakan
produser Falcon Pictures, dan Bene

81

POJOK OMK

Dion yang merupakan sutradara, penulis
skenario, aktor, dan komika.

Di penghujung acara, dibacakan
nominasi dan pemenang dari setiap
kategori Lomba FFA KAJ ini. Dari 24
film peserta oleh 30 paroki di KAJ, Film
“Imperfect Hero” produksi Komsos
SMI masuk nominasi di semua kategori
yaitu nominasi Like Terbanyak, Viewers
Terbanyak, Naskah Terbaik, Penata Artistik
Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film
Terbaik. Puji Syukur atas berkat-Nya yang
luar biasa dan juga untuk setiap dukungan
dari Romo Paroki, Dewan Paroki, dan
semua umat SMI. Film “Imperfect Hero”
akhirnya meraih penghargaan:

- Juara 2 Like Terbanyak
- Juara 2 Naskah Terbaik
- Juara 2 Sutradara Terbaik
- Top 3 Best Film

Pada tanggal 4 Desember para
kru film “Imperfect Hero” merayakan
Misa bersama sebagai ujud syukur

82

POJOK OMK

83

POJOK OMK

atas penghargaan yang telah
diterima, sekaligus menyerahkan piala
penghargaan kepada Romo Antonius
Rajabana, OMI sebagai Pastor Paroki SMI
di penghujung Misa.

Film Pendek “Imperfect Hero” telah
menjadi pengalaman berharga bagi para
kru maupun pemain film, dan menjadi
anugerah yang begitu indah bagi Paroki
Kalideres karena boleh meraih beberapa
penghargaan dalam Lomba FFA KAJ
ini. Semoga melalui film ini umat dapat
lebih sadar akan para penyandang
disabilitas dan menghormati martabat
manusia sesuai dengan Ardas KAJ saat
ini. Kiranya ke depannya Paroki Kalideres
dapat terus berkarya secara lebih lagi dan
memberi dampak positif bagi Gereja dan
masyarakat luas. (ms/mga)

84

POJOK OMK

Mari Bangkit Bergegaslah

Pada Sabtu, 26 November 2022
diadakan peringatan HOMS - Hari
Orang Muda Sedunia yang ke-37
dengan mengambil tema “Mari Bangkit,
Bergegaslah”. Bertempat di Seminari
Menengah Wacana Bhakti, Jakarta, acara
ini dihadiri oleh 600 OMK (Orang Muda
Katolik) dan Panitia HOMS dari berbagai
Dekenat dan seluruh Paroki yang ada di
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Acara dimulai dengan Misa
Konselebrasi bersama Romo Edi
Mulyono, SJ (Vikep KAJ), Romo Andreas
Subekti, Pr (Ketua Komisi Kepemudaan
KAJ), Romo Salto Deodatus, Pr (Wakil
Ketua Komisi Panggilan KAJ), Romo

85

POJOK OMK

Frans Kristi Adi, Pr (Sekretaris Komisi
Kepemudaan KWI) dan para Romo
Moderator Dekenat KAJ. Romo Andreas
Subekti, Pr dalam Homilinya mengatakan
bahwa “Kita harus peduli kepada semua
orang dan menjadi pewarta Kabar
Sukacita.”

86

POJOK OMK

Hari Orang Muda Sedunia adalah
saat orang-orang muda boleh merayakan
sukacita sebagai orang-orang yang
terpanggil. Saat Gereja berjalan bersama
orang muda dan mengajari orang
muda sebagai bagian dalam kehidupan
menggereja dan bermasyarakat. HOMS
dirayakan pada setiap Hari Raya Kristus
Raja Semesta Alam. Romo Frans Kristi
Adi, Pr berpesan: “OMK bangkit dan
bergegas. Bangkit untuk tidak sibuk
dengan perubahan, tidak menjadi acuh
dengan diri sendiri, tidak peduli dengan
orang lain. Bangkit dan bergegas untuk
membantu sesama, mewartakan sukacita
dan mewartakan kasih bagi banyak
orang.”

Setelah Misa selesai, acara dilanjutkan
dengan makan malam dan penampilan
khusus dari YCCR, OMK Dekenat
Selatan, Seminaris Wacana Bhakti, OMK

87

POJOK OMK

Paroki Kosambi Baru dan OMK Paroki
Bintaro Jaya dengan Guest Star yang
Joshua Eka Pramudya , serta MC Gilang
Gombloh dan Sherine.

Romo Salto Deodatus, Pr juga
berpesan: “Seperti Bunda Mariayang
bangkit dan bergegas. Kalau Tuhan
minta sesuatu kepadamu, lakukanlah itu.
Kembangkan bakatmu, kembangkan
talentamu. Tuhan menganugerahkan
banyak karunia kepadamu. Jadilah orang
yang percaya diri, berfokuslah pada
kekuatanmu!” (ss)

88

WARITA STASI KITA

Gereja Stasi
St. Vincentius Pallotti

Tahun ini, umat Gereja Stasi St.
Vincentius Pallotti, Dadap merayakan
15 tahun pemberkatan dan peresmian
bangunan gereja stasinya. Pada Minggu,
26 Agustus 2007, sukacita umat Dadap
berbaur dengan sujud syukur dan bahagia

89

WARITA STASI KITA

saat Romo Yohanes Subagyo, Pr – Vikaris
Jenderal KAJ kala itu – hadir memimpin
Misa Kudus dan memberkati Gereja Stasi
St. Vincentius Pallotti.

Jerih lelah usaha umat Dadap untuk
dapat mendirikan rumah ibadah yang
layak akhirnya terkabulkan. Perjuangan
panjang umat Dadap berawal dari
kerinduan mereka untuk dapat menghadiri
Misa Kudus lebih sering lagi. Kendala
yang dihadapi adalah jauhnya lokasi
Gereja Trinitas – Paroki Cengkareng
yang sekitar 15 km dari tempat tinggal
mereka. Hal ini membuat mereka yang
kebanyakan berekonomi menengah
ke bawah harus berpikir dua kali untuk
pergi ke Gereja Trinitas karena harus
mengeluarkan biaya transportasi sekitar
Rp 20.000,- per orangnya. Diperkirakan,
dari seluruh jumlah umat Dadap kala itu,
hanya sekitar 20% yang mampu pergi

90

WARITA STASI KITA

ke gereja terdekat
setiap hari Minggu.
Selebihnya, 80%, hanya
menyimpan rindu untuk
bertemu dengan Tuhan-
nya dalam Misa Kudus.

Sejak tahun 1995, Dewan Paroki
Cengkareng memutuskan untuk mulai
mengadakan Misa sebulan sekali bagi
umat Dadap. Misa yang diselenggarakan
dengan menggunakan 2 ruang kelas
beserta bangku taman kanak-kanak
Sekolah Gapura Kasih ini berlangsung
hingga tahun 1998, saat sarana ibadah ini
dirasa tidak memadai lagi karena jumlah
umat yang kian membengkak. Syukur ada
Mami Martha Tan Lian Nio, seorang warga
Dadap yang baru saja dibaptis, yang
menyetujui dipakainya sebuah gudang
berukuran sekitar 300 m2 yang terletak
di halaman rumahnya untuk menjadi

91

WARITA STASI KITA

tempat ibadah menggantikan ruang
kelas tadi. Maka sejak akhir tahun 1998
hingga penghujung tahun 2006, gudang
ini disulap menjadi tempat beribadah yang
dikenal dengan sebutan “Kapel Dadap”
atau “Kapel Taman Bandara”. Perayaan
Misa pun sejak tahun 1999 diadakan
2 kali sebulan dengan ditambah Misa
Natal dan Paskah. Setiap kalinya, umat
yang mengikuti Misa ada sekitar 275-350
orang, sedang untuk Natal dan Paskah
dapat mencapai 700 orang.

Gudang yang dipakai sebetulnya
kurang layak untuk dijadikan tempat
beribadah karena lokasinya yang di dalam
sebuah gang sarat rumah penduduk
dan kurangnya tempat parkir. Tetapi
umat Dadap menganggap lokasi ini
lebih baik dibandingkan 2 ruang kelas
sebelumnya karena lebih luas dan
lebih dekat dari rumah mereka. Misa

92

WARITA STASI KITA

yang diselenggarakan 2 minggu sekali
membuat kerja ekstra bagi umat. Setiap
Misa akan dilangsungkan, umat dengan
bergotong-royong membersihkan Kapel
mereka. Disapu, dipel, bahkan terkadang
harus disikat dan disiram air karena
Kapel akan penuh dengan sampah daun
kering yang berjatuhan dari pohon-pohon
yang ada di sekitarnya, juga kotorang
burung yang berterbangan di udara, dan
kotoran anjing yang bebas berkeliaran di
sekitar Kapel. Dalam segala keterbatasan
yang mereka hadapi, hati mereka tetap
bergembira manakala saatnya tiba bagi
mereka untuk menyambut Tuhan yang
akan datang mengunjungi mereka.
Mereka tetap berusaha sekuat tenaga
untuk memberian yang terbaik untuk
Tuhan, tanpa mengeluh tetapi bersukacita
mempersiapkan segalanya.

Kerinduan untuk memiliki bangunan

93

WARITA STASI KITA

tempat beribadah membuat umat Dadap
membentuk “Tim Kapel Bandara” yang
kemudian mengajukan proposal ke
Dewan Paroki Gereja Trinitas, Paroki
Cengkareng. Proposal itu disetujui Dewan
Paroki Gereja Trinitas yang kemudian
menindak-lanjuti dengan mengirim
Surat Permohonan Izin Pembelian
Tanah kepada Bapa Uskup Agung
Jakarta di tahun 2000. Sebidang tanah
yang berlokasi di Villa Taman Bandara
seluas 3.468 m2 dibeli dari kas Paroki
Cengkareng pada tahun 2002. Tim Kapel
Bandara kemudian meleburkan diri ke
dalam Panitia Pembangunan Gereja (PPG)
yang diangkat secara resmi oleh Dewan
Paroki Cengkareng pada tahun 2003.

Dalam waktu yang relative singkat,
IMB pembangunan kapel bernomor
645.8/876-DBP/2005 dari Dinas
Bangunan dan Pemukiman, Pemerintah

94

WARITA STASI KITA

Kabupaten Tangerang, keluar di bulan
Juni 2005. Kegirangan umat Dadap
diwujudkan dengan cara bahu-membahu
dan tak kenal lelah terus mencari dana
pembangunan kapel, bahkan mereka
secara swadaya berhasil membuat
pagar sekeliling lahan kapel. Inilah wujud
semangat dan kebahagiaan umat, karena
bukan saja Tuhan berkenan mengabulkan
doa mereka, tetapi juga karena mereka
melihat karya-karya agung Tuhan di
tengah-tengah mereka.

95

WARITA STASI KITA

Minggu, 22 Januari 2006 diadakan
Misa Syukur di lahan bakal kapel yang
dipimpin oleh Romo F.X. Sudirman, OMI
sebagai tanda dimulainya pembangunan
kapel. Pada hari itu juga diumumkan
nama bakal kapel tersebut: Gereja
Stasi St. Vincentius Pallotti. Di akhir
tahun 2006, bangunan fisik gereja stasi
telah selesai. Maka sejak awal tahun
2007, umat Dadap telah menggunakan
bangunan gereja stasi tersebut untuk
beribadah. Meski belum rampung
sempurna, walau masih banyak debu
dan abu paska pembangunan gedung,
tetapi umat Dadap tidak menganggapnya
sebagai suatu kekurangan. Mereka
begitu bersukacita dan bersyukur kepada
Tuhan Yang Maha Mendengarkan, karena
impian mereka kini telah menjadi nyata di
depan mata mereka. (tis)

96

RINGAN BERMAKNA

Sejarah Adanya
Lagu-Lagu Natal

Kemeriahan Natal mulai terasa sejak
memasuki bulan Desember. Ornamen-
ornamen khas Natal mulai terpasang di
hampir tiap suduh rumah umat Kristiani.
Ada pohon Natal yang menjulang tinggi
dengan pernak-pernik berwarna-warni,
lingkaran krans yang dipasang di depan

97

RINGAN BERMAKNA

pintu, membeli atau memakai pakaian
serta gaun dengan warna merah atau
hijau, maupun mendendangkan lagu-
lagu Natal yang diputar saat berkendara
bersama keluarga.

Berbicara mengenai lagu Natal, apakah
Anda tahu siapa yang mempopulerkan
lagu Natal pertama kalinya? Lagu Natal
apa yang paling sering dinyanyikan?

Mari kita simak Fakta Unik berikut:

1. Menurut situs www.oldest.org lagu
Natal pertama kali berasal dari sekitar
abad ke-4, ketika beberapa hymne
Kristiani Latin pertama ditulis tentang
Yesus Kristus. Awalnya hymne-hymne
ini dinyanyikan selama perayaan Natal
Gereja, namun akhirnya berkembang
menjadi lagu-lagu Natal yang kita kenal
sekarang.

98

RINGAN BERMAKNA

2. Alkisah, menjelang perayaan Natal
di Salzburg, Austria pada sekitar tahun
1818, seorang pastor bernama Joseph
Mohr telah menuliskan syair lagu “Silent
Night” (Malam Kudus) untuk pertama
kalinya. Mohr kemudian membawa
syait tersebut untuk ditunjukkan kepada
seorang organis, Fransiskus Xaverius
Gruber. Karena saat itu organ gereja
sedang rusak, maka Gruber mengambil
gitar dan mulai memainkan melodi dan
mengisi beberapa nada hingga akhirnya
terjadilah lagu Malam Kudus dalam versi
yang kita dengar sekarang.

3. Lagu “White Christmas” merupakan
salah satu lagu yang paling popular
dinyanyikan dan diaransemen ulang
oleh berbagai kalangan artis, sebut
saja Boyband asal Inggris, Human
Nature (https://www.youtube.com/
watch?v=Cne3GAB4W5I).

99

RINGAN BERMAKNA

Bahkan Guiness World Records
mencatat lagu White Christmas
versi Bing Crosby menjadi single
terlaris dengan penjualan 50 juta
kopi (https://www.youtube.com/
watch?v=A9ibhWgMlso)

Seorang komponis Amerika bernama
Irving Berlin menciptakan lagu ini
dan memainkannya pada tanggal
25 Desember 1941. Berlin bukanlah
seorang Kristiani, melainkan seorang
Yahudi. Setiap Natal dilewati Berlin
dengan mengunjungi makam putranya
yang meninggal di usia tiga minggu,
tepat di hari Natal pada tahun 1928.

4. “Last Christmas” yang dinyanyikan
oleh duo George Michael & Andrew
Ridgeley yang tergabung dalam
kelompok vokal “WHAM”, adalah salah
satu lagu yang bukan termasuk dalam
lagu khusus perayaan Natal, namun

100


Click to View FlipBook Version