1
Pemeran CERPEN
2
Riwayat singkat pengarang:
WINARNO
Lulus SDN Jetis th 1969
SMPN.1 Bantul 1972
SMAN.Bantul 1975
ABA Ipk Jogja bhs.Inggris 1978
PGSMTPN Klaten bhs.Inggris 1984
Masuk PNS guru bhs.Inggris 1985
D.3 UNSRI Palembang bhs.Inggris 2001
Pensiun 2016
Istri 2
Anak 2
Cucu 2
3
Bibir merah .
Episode-01
Cerita petualangan cinta segi tiga anak muda.
Para pemain :
1. Supadmi
2. Try Juni Suwasono
3. Wasito
Kehidupan didesa terasa sejuk gotong royongnya bergerak semarak tanpa
melihat status sosial seseorang, itulah suana dusun Nogosari. Supadmi yg sering
dipanggil Mamiek, adalah seorang gadis kembang desa di dusun situ, bibirnya
yg merah muda asli tanpa di lipstick kelihatan manis, ayahnya adalah buruh tani
dan ibunya tukang cuci keliling.
Setamat SMAN.Bantul dia bingung mau melanjudkan kuliyah orang tuanya tak
mampu lagi. Adiknya landes barusan masuk SMA 17 Bantul biayanya banyak,
sedangkan adiknya yg ragil masih kelas 2 SMP. Untuk mencari biaya kuliyah
dia harus istirahat 1 th bekerja cari uang dengan memraktekan hasil kursusnya
di BLKI yaitu menjahit. Mulailah dia dg membeli mesin jahit bekas buka
jahitan, pertama-tama sepi, akan tetapi lambat laun pada tahu maka dalam
tempo 7 bulan dia menjadi terkenal.
Setiap hari bekerja sebagai penjahit lecil-kecilan dirumahnya tanpa dibantu
siapapun. Penghasilanya ditabung dikit-dikit untuk biaya masuk kuliyah, bahkan
bisa membantu orang tuanya membiayai sekolah kedua adiknya yg masih
dibangku SMP dan SMA. Parasnya yg cantik dg bibir merah asli dan jahitanya
yg bagus, menjadi daya pikat orang-orang pada datang menjahitkan dirumahnya.
4
"Mbak Mamiek kain ini dibuat baju lengan panjang cukup ngak.?" Tanya.Try
Juni Suwasono kepada Supadmi, setelah kainnya diukur ternyata cukup
"Cukup mas, pas nihan ini." Jawab Mamiek. sehabis mengukur badan. Selesai
diukur Try Juni S tidak segera pulang namun masih betah bincang-bincang dg
Mamiek.
"Wah kainya menumpuk banyak sekali jahitanya mbak Mamiek."
"Alhamdulilah mas, maaf saya sambi njahit ya,,!!"
"Iya-iya mbak silahkan wong saya hari ini ya libur kok jadi cuma main rilax aja
nih." Bilang Try Juni S. seorang jejaka prajurit bintara yg baru saja selesai
pendidikan.
"Mbak Mamiek ini cantik lo... kok gak segera nikah to." Kata Try Juni S. yg
nampaknya kepincut dg tukang jahit cantik itu.
"Lah siapa yg mau dg saya mas, anaknya orang tak punya seperti saya ini."
"Ah gak mungkin secantik mbak Mamiek gak laku,...ya karena pilih² jodoh to."
Kata Try Juni S.sajak menggoda.
"Kalau mas Try Juni iya enak udah jadi TNI anaknya orang kaya, gadis mana
sih yg gak klepek2 bila mas Juni dekatinya." Kata Supadmi sambil menjahit baju
sragam murid² SPG Negeri Bantul yg menumpuk belum jadi.
"La ini gadis penjahit yg manis aku dekati kok gak klepek-klepek hayo.!!!." Kata
Try Juni sambil mandeng Supadmi.
"La mendekati cuma iseng wae ya gak ada artinya." Jawab Mamiek sambil
mesem pada Try Juni S.
Setelah selesai bincang² selama 1 jam Try Juni S. pamitan pulang dg motornya
Suzuki Ninja warna hijau muda.
Mamiekpun seharian menjahit dapat dua setel.
Naas pada hari kemis kliwon ibunya kandung Supadmi sakit malarianya kumat,
panasnya mencapai 39 drajad celcius terpaksa harus dibawa kerumah sakit.
5
Kebetulan pak guru Drs.Wasito seorang duda yg blm punya anak, sore itu
sedang main dirumah Mamiek dg mobil Rushnya, maka diantarlah ibu Leginah
ke rumah sakit. Bu Leginah diapit suaminya pak Ratijo sedangkan Supadmi
duduk didepan jejer dg pak guru Wasito.
"Ibu udah dibuatkan kartu bpjs belum bapak.? Tanya p.guru Wasito kpd pak
Ratijo.
"Udah pak tp ya bpjs non mandiri jadinya ya kelas 3." Kata pak Ratijo dg
memelas.
"Nanti kalau opname jangan dikelas 3 mbak Mamiek masukan aja dikelas 1
besuk saya yg nanggung semua biayanya." Begitu kata p.Wasito yg akrab
dipanggil pak Sito menawarkan jasanya karena ada udang dibalik rempekyek..
"Setelah dipriksa diruang poli, ternyata sakitnya parah maka bu Leginah harus
rawat inap. Silih berganti yg nungguhi di rumah sakit, malam hari Supadmi,
kalau siang p.Ratijo.
Jam 5.30 sore habis menjahit Mamiek berangkat ke rumah sakit naik sepeda
jengki lawas menggantikan bapaknya, kebetulan ditengah jalan ketemu dg Try
Juni Suwasono.
"Lo ini udah mendekati mahrib kok malah bepergian, mau kemana mbak
Mamiek.?" Tanya Try Juni S.sambil nyetop dia.
"Mau kerumah sakit, nungguhi mamaku opname. "Astafirulloh la sakit apa
mbak.?"
"Malaria mas udah 2 hari ini opname."
"Udah gini aja mbak Mamiek kalau malam situ dirumah, biar aku yg nungguin,
mbak Mamiek kan capek siang seharian menjahit malamnya jaga ibu dirumah
sakit."
"Ya monggo mas, kalau kerso silahkan, besuk malam mulai jaga lo mas."
"Ok siap mbak beres jangan kuatir pokoknya kuanggap nungguhi ibuku
kandung."
6
"Makasih mas atas bantuanya, saya terus dulu ya nanti bapak ndak nunggu²."
"Ok mbak slamat jalan hati-hati ya!!."
"Ya mas makasih asalamualaikum." Mamiek terus jalan dg ngayuh sepedanya
sambil merenungkan cintanya... "wah gimana ini keduanya pns kelihatanya
jatuh cinta semua cuma baru lisan belum ada yg nembung sama bapak..pilih
mana ya ini... p.Wasito duda udah mandiri ditinggal sedo istrinya, mas Tri Juni S
bujangan lebih ganteng lebih muda tp masih ikut orang tuanya....lah terserahlah
besuk siapa jodohku, aku tunggu wae sambil lalu meniti hari-hari,
walauhualam." Begitu kata batin Supadmi.
Sekian tunggu episode 2 besuk Nuwun.
7
Bibir merah
Episode-02
Kondisi ibu Leginah semakin membaik, bahkan hari ke 7 dia diperbolehkan
pulang. Sore itu Try Juni datang untuk menggantikan p.Ratijo, namun karena bu
Leginah mau pulang, dia sebagai suaminya tetap menunggu isttinya sampai
pulang, walaupun Try Juni yg menggatikan menungguhi sudah datang.
Direncanakan ibu Leginah akan pulang jam 6.45. petang waktu setempat.
"Nak Tri tolong ibu dijaga ya... saya mau ngurusin adminustrasinya!!." Begitu
pesan pak Ratijo sambil membawa berkas² fotokopy.
"Iya bapak monggo diselesaiksn semuanya, saya tungguin ibu sampai malampun
gak apa-apa." Kata Try Juni. Tak lama berselang pak guru Wasito datang
bersama Supadmi, mereka jalan jejer berdampingan kelihatan mesra sambil
bincang², Dari kejahuan di lorong selasar pada rumah sakit itu Try Juni sedang
duduk dibangku depan kamar opname ibu Leginah. Begitu melihat Supadmi
berjalan bareng dg pria lain Try Juni kaget.
Setiba didepan kamar opname dia berdiri menyapa dan menyalami Supadmi.
"Halo mbak Mamiek apa kabar.?" Tegur Try Juni sambil menyalami dia, begitu
melihat bujangan ganteng menyalami Supadmi, hati pak guru Wasito merasa
cemburu.
"Ooh... iya kenalkan pak Wasito, ini teman aku seorang jejaka prajurit baru lulus
pendidikan, namanya mas Try Juni Suwasono yg nungguin mamak aku
sekarang,"
"Oh seorang serdadu ya,... bagus, kenalkan namaku Wasito dari Bakulan, saya
teman akrab mbak Mamiek." Kata Wasito, kemudian mereka keduanya saling
berjabat tangan, namun mereka saling diam tak mengucap sepatah katapun,
Dalam situasi pada diam semuanya saat itulah Supadmi memecahkan suana
riang dg ucapanya.
8
"Ayo kita bertiga segera masuk kamar Mamaku menemui beliau." Kemudia
mereka bertiga jalan memanjang depan belakang, Supadmi ada ditengah sambil
melamun
"Waduh... kok bisa tabrakan bertemu bareng ya... mereka, laju jadi gak enak
hatiku" begitu kata batin Supadmi.
"Assalamualaikum." Salam pak Wasito sambil buka pintu kamar opname ibu
Leginah."
"Bagaimana ibu sudah sembuh to.?" Kata pak Wasito sambil mijid-mijid tangan
kanan yg tida ada infusnya.
"Alhamdulilah sudah nak, ini siapa Mamiek?." Kata bu Leginah sambil
memandangi pak Wasito.
"Ini juga temen saya Mak, namanya bapak Wasito seorang guru SMP. rumahnya
Bakulan." Kata Supadmi.
Mendengar penjelasan begitu, Try Juni mbatin. "Wao... seorang guru
to...pantesan pakaianya rapi."
"Ayo silahkan duduk nak." Kata ibu Leginah.
"Iya ibu makasih." Jawab pak Wasito. Sewaktu bertiga pada bincang-bincang,
tiba-tiba pak Ratijo masuk ruangan.
"Lo..lo..ini pak guru Wasito, udah lama bapak.?" Sapa pak Ratijo sambil
nyalami Wasito.
"Belum pak baru sepuluhan menit, eee..... kata mbak Mamiek petang ini ibu
boleh pulang ya pak.?" Begitu tanya Wasito yang duduk dikursi sofa berdua dg
Try Juni, sementara Supadmi sibuk mengemasi dan menata barang-barangnya yg
akan segera dibawa pulang.
"Iya betul pak, petang ini boleh pulang, malah administrasinya sudah aku urus
habis 3,2 juta karena pindah kelas dari kelas 3 ke kelas 1, makanya ada
tambahan biaya, bagaimana ini Mamiek duitnya kurang dua juta tuh.!!!"
9
Mendengar begitu pak Wasito yg dari rumah sudah menyiapkan 4 juta dan dia
ingin menepati janjinya dulu akan menanggung semua biaya opname bu
Leginah, maka dia bilang.
"Maaf bapak gak usah mengeluarin duit, saya bayari semuanya, bawa pulang
saja uang bapak," Seketika Wasito mengeluarkan dompet dan menghitung
uangnya sejumlah 3,2 juta.
"Ini bapak uangnya udah cukup bayarkan saja bapak, nanti saya suruh
perawatnya untuk melepaskan infus ibu. kemudian kita pulang bersama."
"Oh iya trimakasih sekali lo pak Wasito yg telah membantu kami begitu
banyak." Kata pak Rasijo sambil jalan keluar akan menuju ke kasir dan
membayarnya sambil mengambil obat di apotik yg ada didalam rumah sskit situ.
Melihat Wasito membantu bayaran total opname, Try Juni jadi kaget dan
membatin. " Ah...ini orang pasti akan jadi cowok mbak Mamiek ....ayolah aku
juga akan berusaha merebut dia, pokoknya kalau cintaku ditolak mbah dukun
akan bertindak." Kata batin Try Juni.
"Asslamualaikum."
Suara Wasito menilpon perawat dibangsal dg tilpon yg ada di atas ranjang bu
Leginah.
"Wangalaikumsalam, ya ini dari bangsal mana, kamar no berapa yah." Jawab
perawat yg tugas dipetang itu.
"Ini bangsal Flamboyan kamar no 8 kelas 1 mbak, mau check out sekarang,
tolong dilepasin mbak infusnya." Begitu pinta Wssito, selang 2 menit seorang
perawat gendut datang melepasi infusnya,
Sesaat kemudian pak Rasijo masuk kamar sambil membawa obat dan lembaran
fotocopy untuk kontrol minggu depan. Ibu Leginah berjalan masih sempoyogan
maka dia digandeng Supadmi sedangkan Wasito dan Try Juni membawa barang²
bawaannya dalam 2 buah tas. Sesampainya di teras depan rumah sakit, mereka
pada duduk dibangku panjang berwarna putih.
10
"Maaf bapak ibu tunggu sebentar disini ya, aku akan ambil mobilnya dulu."
"Iya nak." Jawab ibu Leginah sambil duduk berdampingan dg anaknya si
Supadmi.
"Bapak ibu dan mbak Mamiek berhubung tinggal nunggu mobil untuk pulang,
maka saya mohon izin permisi tak pulang duluan ya." Kata Try Juni sambil
menyalami mereka bertiga, sengaja dia tidak menunggu datangnya Wasito,
sebab Try Juni sudah merasa cemburu tersaingi dg Wasito.
"Iya mas ati-ati ya." Jawab Supadmi.
Setiba di penitipan motor dia ambil motornya kemudian tancap gas pulang dg
membawa rasa cemburu.
Selang tiga menit mobil Toyota Rush warna silver milik pak guru Wasito datang
dan mereka bertiga masuk kedalam mobilnya siap mengantar pulang.
Sampai dirumah Try Juni sholat isak, kemudian makan malam baru masuk
kamar mau tidur, pikiranya jadi ambyar. Ditlateninya setiap malam minggu Try
Juni mengapeli dirumah Supadmi tp bapaknya slalu bilang dia sedang pergi.
Terbesit dihatinya niat cari dukun dimatangkan, sehabis tugas disore hari dia
datang ke rumah mbah dukun kyai Sabdo Lelono seorang kyai juga dukun pus-
pus yg kondang disekitar Bantul.
"Assalamualaikum mbah." Salam Try Juni didepan rumah mbah dukun yg
kebetulan dia pas ada dikamar tamu.
"Wangalaikumsalam." Jawab mbah dukun Sabdo.
"Monggo2 mas masuk duduk dulu ya, aku ambil baju." Kata mbah dukun yg
memang masih mbligung, tempo 4 menit dia sudah dandan rapi dan keluar lagi
menemui tamunya.
"Bagaimana mas ada keperluan apa." Tanya mbah dukun.
11
"Trimakasih mbah kenalkan nama saya Try Juni, pertama-tama sy datang kesini
silaturahmi dg simbah, yg kedua kalinya sy minta tolong dg simbah bagaimana
caranya supaya gadis pujaanku yg bernama Supadmi bisa manut dan mau sy
jadikan istriku. Gitu mbah." Jawab Try Juni dg mantab.
"Wo ya tapi kita sama2 usaha ya mas, kita ini hanya memohon pada Alloh SAW
entah berasil atau tidak, ya Alloh lah yg menentukan, pertama sy minta mas Try
harus puasa senin kemis selama 4 kali, kira2 sebulan lah, yg kedua sy minta
fotonya gadis gendhuk Sumpadmi yg akan sy dekatkan dg mas Try Juni,"
,"Foto yg ada di hp bisa tidak mbah.?" Tanya Trijuni sambil menatap wajah
mbah dukun Sabdo.
"Ya bisa trs ditambah lagi dua lembar daun sirih merah dg injet. dan sehelai
rambut sampean...nanti kalau sudah lengkap sy dongani kemudian besuk tolong
buntelan kain putih yg isinya daun suruh injed dan rambut sampean itu di pedem
di halaman rumah gadis yg kamu cintai, insya Alloh kalau dia melangkahi itu
akan kemanthil-manthil dg sampean." Begitu wejanganya mbah dukun Sabdo..
Tiy Juni pun manggut2 mengerti terasa senang, dan marem..
"Maaf mbah injed dan daun sirihnya tolong diusahan simbah disini bisa ya
mbah.?"
"Ya bisa kebetulan mbah putri masih melestarikan nginang sampai sekarang."
"Ok makasih mbah...kok lama nunggunya sampai 1 bln bagaimana kalau
dicepatkan seminggu saja, sy tak pasa selama seminggu penuh bisa ngak
mbah.?"
"Bisa sih bisa tapi besuk jadi jodhoh sampean ya tidak awet sepasar bubar
karena lakunya tidak nurut ketentuan mantra." Jawab mbah dukun.
"Oh gitu ya, baiklah saya manut saja mbah, ini fotonya Supadmi dan rambut
aku mbah." Setelah penyerahan sarat itu mbah dukun mengambil daun suruh dan
injednya dibelakang, kemuduan semedi duduk di pojok rumah sambil komat-
kamit mulutnya membacakan mantra2.
12
"Ini mas uborampenya udah aku bacakan doa, jangan lupa tengah malem
buntelan kain putih ini di kubur didepan rumah dia. Mudah2an Supadmi luluh
sayang dg sampean."
Begitu wejangan mbah dukun yg panjang lebar, Try Juni semakin mantab.
Hampir 2 jam mertamu dirumah mbah dukun setelah ngasih amplop dia pamitan
pulang siap meguburnya sarat² srono itu di tengah malam yg gelap.
Tunggu seri 3 besuk trim...
13
Bibir merah
Episoe-03
Jam 2 malam Try Juni mengubur buntelan kain putih kecil yg berisi sirih, injet
dan rambutnya di halaman rumah Supadmi, setelah ditunggu sampai 4 minggu
ternyata tidak ada reaksi apa-apa,
"Trondolo.... trembrlane mbah dukun bohong...sudah sebulan gak ada reaksi
apa², sialan duit melayang cinta tetap hilang." Begitu kata batin Try Juni
menyesali dg mbah dukun Sabdo yg tidak mempan.
Akan tetapi dia tidak patah semangat tanpa dukun²an dia tetap mencintainya.
Sabtu sore dia datang kerumahnya bertepatan jadwal kontrol bu Leginah ngiras
ngirus ngantar dia kerumah sakit, tp Supadmi malah sembunyi tidak mau nemui
dia, namun Try Juni tetap semangat mengantar ibu Leginah kerumah sakit
walaupun tanpa Supadmi..
Jam 4 sore mereka bertiga berangkat ke rumah sakit dg didampingi suaminya.
Try Juni menggunakan mobil sedan toyota Altis punya ayahnya, dia nyopir dg
pelan2 mengingat ngantar orang sakit. Sesampainya dirumah sakit bu Leginah
dibawa ke klinik dalam ditensi dan diukur suhunya oleh perawat Siti Daryatun
dari Barongan, selesai menensi, Siti kaget sebab yg ngantar ternyata temanya
sekolah dulu.
Lo ini sepertinya mas Try Juni dr SMPN.1 Bantul ya.?" Sapa Daryatun
"Ya betul... apa mbak ini yg namanya mbak Siti Daryatun dulu ya.?" Tanya Try
Juni agak ragu-ragu.
"Iya benar mas." Oh jadi kita sealumni ya, tolong mbak aq minta nomer hp
nya."
"Baiklah, tp maaf ya mas Try kita bincang2 lewat hp nanti malam saja, karena
ini aku banyak pekerjaan itu pasienya sudah pada ngantri nunggu panggilan."
14
"Okey lah," jawab Try Juni dg singkat.
Setelah ditensi diukur suhunya, ibu Leginah diantar ke ruang dokter, kemudian
dipriksa oleh dr.Wicaksono seorang dokter spesialis penyakit dalam.
"Alhamdulilah sakit ibu sudah hampir sembuh ginjalnya membaik, kontrol
sekali lagi mudah2an udah sembuh total ibu."
"Trimakasih pak dokter," kata bu Leginah, setelah dibuatkan resep obat p.Rasijo
menuju ke kamar obat sedangkan ibu Leginah dituntun Try Juni menuju ke
mobilnya. Selang 9 menit pak Rasijo datang dg membawa obat. Akhirnya
mereka bertiga pada pulang. Sesampainya dirumah pak Rasijo dan ibu Leginah
terus langsung masuk kerumahnya.
Ketika Try Juni akan pamitan pulang tiba2 Supadmi menemui Try Juni meminta
dia untuk duduk dikamar tamu depan. Dia mulai merasa senang mengira
Supadmi pasti jatuh cinta denganya berkat jampi2 yg dipasang 40 hari yg lalu.
"Maafkan mas Try aku tadi tidak bisa ikut nganter Mamak."
"La kena apa mbak,?"
"Karena aku sedang kekota belanja dg pak Wasito."
"Ya udahlah gak apa-apa mbak Mamiek aku permisi pulang ya." Kata Try Juni
dg rasa kecewa, sebab cintanya Supadmi kelihatanya lebih condong ke pak guru
Wasito.Tiba dirumah Try Juni merenung.
"Ternyata jampi-jampi mbah dukun tidak mempan. Begitu gumam Try Juni
dalam batinya.
Hari rabu pon pak Rasijo terasa sesak nafas, diminumi obat tidak sembuh,
digosok minyak kayu putih juga gak mempan, nafasnya ter engah-engah dan
semakin sulit bernafas, maka Supadmi nilpon p.Wasito, dalam tempo 15 menit
dia datang kemudian dg cepat p.Rasijo dibawa kedalam mobil menuju kerumah
sakit, namun naas baru setengah perjalanan pak Rasijo meninggal dunia,
diperkirakan kena serangan jantung coroner, sore harinya langsung dimakamkan,
tamu takziah laki-laki kebanyakan datang menyolatkan jenazah terus pada
duduk ditikar yg digelar di bawah pohon.
15
Jam 4 sore upacara pangruti laya selesai, maka diberangkatkanlah jenazah
almarhum bp Rasijo menuju makam sasana laya Nogosari.
Saat itu ibu Leginah, Supadmi, dan 2 adiknya yg masih kecil2 yaitu Dewi
Amrina dan Amran Halim yg masih duduk dibangku smp dan sma pada nangis
semua.
Ibu Leginah lebih sedih membayangkan bagaimana nasib masa depan anaknya
yg masih kecil2, seandainya Supadmi sudah menikah tidak ada yg mrncarikan
nafkah, sebab bu Leginah sudah lama sakit2an.
Habis slamatan setahun almarhum bapaknya, Supadmi bilang sama Mamaknya.
"Mamak bagaimana ini untuk hubungan saya dg pak Wasito dan mas Try Juni,
aku bingung milih siapa ya Mak.?"
"Kalau aku ya milih yg bujang Miek, masak kamu gadis mau milih dudha." Kata
ibunya sambil duduk dikursi.
"Yah aku nurut Mamak ajalah kalau gitu." Kata Supadmi dg mantab, seketika
dia menghubungi Try Juni yg sedang tugas di Korem Klaten.
Tut....tut...tut bunyi hp Supadmi, tak lama dapat balasan.
"Haloo...assalamulaikum ada apa mbak.?" Tanya Try Juni.
"Wangalaikum salam, ini lo mas Try cuma pingin ngobrol aja kok, kita udah
lama gak ketemu, gini mas hubungan kita akhir² ini kok pasif kelihatan putus ya
!!."
"Lo mbak Mamiek kan udah dilamar dg pak Wasito, aku trimo ngalah sajalah."
"Ah ..belum mas...belum ada lamaran dari siapapun, setelah bapaku meninggal
saya gak pernah ketemu lagi dg dia juga dg sampean."
"Aku mohon dg sangat... tolong mbak Mamiek cintanya jangan mendua, pililah
salah satu aja, saya apa p.Wasito?." Begitu pinta Try Juni yg nilponya
menyendiri di bawah pohon halaman kantornya.
"Bagus mas usulan sampean, terus terang aku pilih mas Try Juni."
16
"La gitu dong jadi aku tidak ragu lagi, kalau gitu tak lama lagi aku akan
melamar U biar tidak jadi kerok terus, setuju !!!..."
"Iya mas monggo, maaf kita off dulu ya ini ada orang datang mau ambil jahitan
bajunya, Asalamualaikum."
"Okey, wangalaikum salam." Marem sudah perasaan Try Juni dan dia batalkan
niatnya untuk mendekati perawat Siti Daryantun dari Barongan.
Uang tabungan hasil menjahit sudah ngumpul cukup untuk kuliyah, maka
Supadmi mendaftarkan kuliyah di Akademi Perawat. Kuliyah nyambi menjahit
memang lelah namun demi biaya kuliyahnya Supadmi tetap semangat pantang
menyerah menjahit terus. Oderan semakin rame sehingga dia mencari pembantu
tukang jahit tetangganya seorang gadis juga.
Tiba-tiba selang dua minggu Try Juni ngasih kabar bahwa dia mau melamarnya
8 hari lagi. Maka Supadmi bersiap-siap berbelanja untuk menjamu tamu
lamaranya. Tepat hari Kemis pon lamaran dari Try Juni berlangsung hanya 3
orang yg datang yaitu,pak dukuh, Try Juni sendiri dan pakliknya yg bernama pak
Suratin, pihak Supadmi juga disambut oleh 3 orang.
Setelah bincang-bincang aneka topic selama 15 menit, maka kata-kata
lamaranpun dimulai alhamdulah pihak Supadmipun menerima lamaranya,
bahkan tgl dan hari ijabpan juga sudah ditentukan yaitu selang 2 bulan dr
lamaran.
Dalam masa tenggang menikah mereka berdua jarang santai pacaran mesra-
mesraan layaknya anak muda, dikarenan mereka berdua sama² sibuk bekerja.
Dirancang kedua belah pihak, bahwa dalam ijab khobul besuk tanpa ropyan-
ropyan hanya mengundang keluarga dan sahabat dekat.
Hari H pernikahan tinggal 5 hari lagi, namun dikedua tempat kelihatan sepi tidak
pasang tenda deglik ya memang acaranya hanya genduri dg tetangga dan prosesi
ijab khobul saja.
Hari H sudah tiba upacara prosesi ijab khobul dimulai, MC nya psk Bambang
Cahyadi dari Bambang Lipuro sudah membacakan urutan acaranya. dihadiri
tamu undangan sekitar 70 orang.
17
Mantan pacarnya si Wasito juga datang, dia nampak kecewa sebab yg digadang-
gadang ternyata ikar janji. Pak Rahmad Basuki dan istrinya, orang tua
kandungnya Try Juni pada duduk mendapingi anaknya.
Setelah pembukaan acara berikutnya pembacaan kitab suci Al Qur'an kemudian
sambutan² dr kedua belah pihak. Dianjudkan wejangan dari pak khotib bab
menjalani kehidupan rumah tangga harapan moga-moga besuknya jadi pasanga
hidup yg sakinah mawadah, warohmah. Wejangan selama 26 menit berakhir.
Setelah itu acara inti yaitu ikrar ijab khobul dilaksanakan, ternyata bisa berjalan
dg lancar tidak ada halangan apapun dalam mengucapkan kalimat2 ijab khobul,
karena Try Juni memang sudah menghafalkan sejak seminggu yg lalu.
Acara berikutnya istirahat, makan bersama ala prancisan, setelah makan² acara
terakir penutup doa yg dibacakan oleh pak Haji Abdul Rohman dari Pepe.
Selesailah sudah ijab khobul, mereka berdua sudah jadi pasangan suami istri yg
sah. Supadmi nampak anggun dan cantik bahkan manglingi dalam dadanan
manten itu. Temanten sarimbit menebarkan senyum manis dan menyalami
tamu² yg datang.
Kebetulan malam pertama adalah malam jum'at sehingga mereka berdua bisa
lebih nikmat dalam lelumban asmaranya.
Kehidupan biduk rumah yg barupun dimulai, hari demi hari dilewati hingga
Supadmi tamat kuliyah di Akper maka diwisudalah dia dan mendapat gelar Ahli
Madya Kesehatan(A.Md Kes ) Tambah senang lagi dia dinyatakan positif hamil
mereka tinggalnya gonta ganti kadang tinggal dirumanya keluarga Try Juni
kadang kala dirumah ibu Leginah, usaha njahitnyapun dikurangi karena dia
sedang hamil.
Berita mengejudkan datang dari komandan Try Juni bahwa sebulan lagi
Indonesia akan mengirim pasukan perdamaian yaitu kontingen team pasukan
Garuda menuju timur tengah yg kisruh tepatnya di negara Libanon. Dalam daftar
pasukan Gatuda itu, TryJuni termasuk ada dalam daftar maka dia 1 bulan lagi
siap berangkat ke Libanon bersama- teman2nya.
Alhamdulilah menjelang keberangkatan tugas ke luar negri Supadmi melahirkan
seorang bayi laki-laki yg kemudian diberi nama Eka Bima Prakosa.
18
Selang 8 hari Try Juni dan kawan2 berangkat menuju Libanon dg menaiki
pesawat Indonesia Jumbo Airforce. Isak tangis para pengantar tentara mewarnai
bandara Adi Sucipto, dalam setengah jam pesawat itu tinggal landas menuju
Libanon.
Sekian sampai jumpa di episode 4 besuk.trim
19
Bibir merah
Episode 04
Pasukan Garuda dalam tugas misi perdamaian di Libanon selama setahun
ternyata menelan korban 2 orang prajurid TNI mereka wafat terkena peluru
nyasar. Kedua prajurid itu adalah Sersan Mayor Try Juni Swasono. dan Sersan
Satu Daniel Irfan, keduanya dimakamkan ditaman makam pahlawan nasional
Libanon. Ketika habis masa tugas diluar negri, pasukan Garuda pulang dg naik
pesawat Jumbo Herkules milik TNI AU
Pesawat itu tiba di Indonesia sabtu sore menjelang sholat asar, dan mendarat di
lanud Adi Sucipto. Suasana rame mengharukan isak tangis para istri tentara
mewarnai situasi di lanud situ. Namun dihari itu Supadmi tidak kebandara sebab
sejak dua bulan yg lalu dia sudah mendapat kabar via tilpon hp dari komandanya
Try Juni, yg mengabarkan bahwa suaminya meninggal terkena peluru nyasar
dari pasukan pemberontak pemerintah Libanon.
Begitu mendengar kabar suaminya meninggal, Supadmi terus langsung
mengurus pensiunya di PT Asabri, dalam tempo 3 bulan gaji pensiunya sudah
cair sebesar 1,2 juta per bulan, ya maklum almarhum suaminya masa kerjanya
belum lama baru 4 th 9 bulan maka gaji pensiunya sangat sedikit. Kasihan
Supadmi menjadi single parent, kerja sebagai tukang jahit kecil-kecilan sudah
tidak seramai seperti waktu dia masih gadis dulu, Mamaknya yg udah tua sakit-
sakitan tak berdaya lagi, dia juga harus ngurusi dua adiknya yg masih duduk
dibangku SMP dan SMA.
Menjelang slametan 100 hari meninggalnya suaminya Supadmi datang ke bapak
Rahmad Basuki ya orang tua kandung almarhum Try Juni.
Ketika uluksalam Supadmi dipersilahkan masuk dia langsung menuju kamar
santai tengah, ditemui oleh kedua mertuanya. Bapak dan ibu Rahmad Basuki,
seketika ibu mertuanya langsung nyahut menggedong cucunya si Bima, dasar
anak soleh maka diajak siapapun dia mau dan tidak nangis.
20
"Ada apa nduk kok pagi2 begini datang." Kata pak Rahmad sambil memandangi
cucunya yg sedang digendong istrinya.
"Sebelumnya saya minta maaf bapak dan ibu, slalu meropi terus."
"Iya gak apa² nduk," kata bu Rahmad
"Ini kurang dua minggu lagi slametan mengeti 100 harinya mas Try Juni, dg
kerendahan hati saya minta setiap mengeti slametan almarhum mas Try Juni
sampai nyewunya besuk dilaksanakan disini saja bapak, soalnya tempat mamak
sempit dan kami tak punya biaya untuk melaksanakan slametan almarhum."
"Oh cuma soal itu to... ya gampang nduk aku tahu keadaanmu, penghasilamu
kecil untuk hidup berlima.... yah gak apa-apa akan kami pengeti disini sampai
nyewunya kelak." Begitu jawaban pak Rahmad Basuki.
"Ngomong-omong nduk aku tanya, apa kamu masih kepingin nikah lagi atau
tidak ? Kalau ingin aku ada jago teman bapak sendiri yaitu pak Herlan Subekti,
dia seorang pengusaha krupuk orangnya kalem dan kaya lo."
"Maaf bapak saya tidak akan omah2 lagi sebelum nylameti tiga tahunya mas
Try Juni. kalau nikah lagi besuk bukan pns atau pensiunan pns sy gak mau
bapak, sebab kalau bercerai gaji pensiun mas Try hilang, la uang dari mana
untuk hidup kami sekeluarga kalau prnsiunya hilang."
"Ya nikah siri nduk kan tidak hilang to gaji pensiunmu."
"Maaf bapak sy gak mau nikah siri." Jawab Supadmi, dan pak Rahmad terus
diam.
"Ya betul nduk jangan nikah lagi, sudahlah momong cucuku ini aja dan
adik2mu, biar hidupmu selamat adem ayem tentrem, kecuali nduk..... kalau yg
melamar kamu seorang pns yg baik hatinya, ya monggo." Begitu kata ibu
mertunya sambil nyuapin Bima.
"Aamiin....makasih ibu atas nasehat dan doanya." Jawab Supadmi.
Jam 12 45 siang Supadmi pamitan pulang dg rasa senang permintaanya
dikabulkan oleh mertuanya.
21
Hari demi hari dilalui tak terasa Tau-tau Bima th depan sudah waktunya masuk
sekolah TK nol kecil.
Ditengah malam hari yg sepi terdengar lolongan anjing nun jauh disana yg
menyebabkan Supadmi terbangun, dlm keadaan sunyi sepi sementara semuanya
pada tidur, Supadmi merajud lamunan yg nespapa.
"Aduh bagaimana ya kehidupanku ini besuk, nungguin oder jahitan sudah
jarang, karena aku lebih mengutamakan ngasuh anaku, jadinya lengganan
jahitanku pada pindah, gaji pensiun tiap bln cuma 1,2 juta sangat mepet untuk
makan keluargu berlima.
Ya Alloh berilah hambamu yg lemah ini dg kesehatan dan kekuatan dalam
mengarungi kerasnya samodra kehidupan ini."
Begitulah jeritan batin Supadmi, namun walaupun sehari-harinya dia serba
kekurangan Supadmi tetap tabah, dg khusuk melaksanakan sholad 5 waktu, dan
tidak pernah lupa tiap malam selalu sholat tahajud memohon pada Alloh SWT
agar diberi kesehatan dan ketabahan dalam hidupnya.
Malam minggu kisaran pukul 11 malam, Supadmi kaget ketika cendelanya
diketuk orang laki2, dia suaranya hafal yaitu suara Sarwono seorang dudha
beranak 2 yg rumahnya hanya selang 2 rumah dari rumah mamaknya
Tok...tok...tok...tok suara ketukaan tangan Sarwono becak, karena dia kerjanya
mbecak.
"Miek...Miek...Mamiek tolong bukakan pintu depan Miek...ayo mumpung
malam ini sepi. Begitu ajakan Sarwono.
"Prekkk." Jawaban Supadmi singkat dan keras, Sarwono jadi galau dan diam
sambil jongkok dibawah cendela dikegelapan malam, dia terus kerukupan sarung
hitam, menunggu selama 13 menit tidak dibukakan pintu, akhirnya dia pulang dg
grundelan,
"Damput tenan Supadmi tuwas duit jatah go tuku mbako tak go tuku sate ben
kuat njengate....ee jebul mung disauri prekk, wis kapok aku." Begitu gumam
Sarwono.
22
Minggu pagi yg cerah langit biru burung-burung pada berkicau sahut-sahutan,
tak disangka-sangka pak guru Drs. Haji Wasito MM, datang kerumah Supadmi
dg menggendarai mobilnya toyota Rush warna silver, dia membawakan sekaleng
roti Kong Guan dan sekeranjang paketan aneka buah2an, setelah dipersilahkan
masuk dan duduk dikamar tamu yg sederhana, mereka berdua saling asik
bincang- bincang, kebetulan anaknya Supadmi sedang sekolah TK yg gedungnya
dekat dengan rumah mamaknya.
Tunggu seri 5 besuk Makasih.
23
Bibir merah
Episode-05
Setiap bincang2 lewat HP Wasito dg Supadmi dlm pembicaraanya sangat
mesra, apalagi pada saat kunjungan Wasito ke rumahnya yg pertama kali
beberapa bulan setelah dia menjandha, tersirat cintanya yg sudah terpendam
selama 4 th lebih, kelihatan akan bersemi kembali.
Hari senin sore Wasito datang lagi ke rumah Supadmi, seperti biasanya dia
menyambut sang Harjunanya dg penuh kasih sayang. Sore itu Wasito
mengendarai mobilnya toyota Rush tiba dirumah kekasihnya. Setelah
mengucapkan salam Wasito dipersilahkan masuk, diapun kemudian langsung
menuju ke kamar tamunya. Saat bincang-bincang selama 8 menit Supadmi
berkata:
"Maaf ya mas Ito saya kedapur sebentar aja."
Kata Supadmi sambil kedua telapak tanganya menyatu ditempelkan pada
hidungnya, sebagai tanda penghormatan.
"Monggo jeng." Jawab pak guru Wasito, sambil mbatin.
"Wah...wah... cantiknya kau Mamiek .. bibirmu memerah tanpa gencu." Gumam
Wasito.
Beberapa saat kemudian Supadmi keluar dg membawa nampan yg berisi dua
gelas teh manis dan sepiring munthul rebus.
"Ayo mas kita minum bersama." Kata dia dg senyum manis sambil melirik
Wasito. Merekapun minum bersama diawali tos gelasnya yg bertangkai.
Agak lama mereka tidak ketemu memanggilnyapun berubah dulu pak sekarang
mas namun malah lebih akrab dan mesra.
"Aku kira mas Wasito sudah bosan lo tandang kesini, ee ternyata tidak ya."
Begitu ucap Mamiek yg nampak ceria sekali.
24
"Iya yang... sy tidak akan nikah sampai tua kalau tidak dengan U sayang,"
Kata Wasito dg rayuan mautnya sambil memandang Supadmi tanpa henti-henti,
Dipandhagi terus dia jadi tersipu malu dan slalu menundukan kepalanya.
"Bagaimana Yang kalau pepatah ini kita jalani." Kata Wasito dg serius.
"Pepatah apa mas." Sahut Supadmi
"Pepatah ini lo....ikan sepat ikan gabus semakin cepat semakin bagus."
" Lo..lo..lo apa-apaan itu mas ito."
"Ya biasa to jeng...kan aku dudha ketemu jandha, akhirnya sang dudha jatuh
kepangkuan jandha." ha...ha...ha tawa mereka berdua.
"Tp maaf lo mas Ito, aku ragu untuk menikah lagi." Kata Supadmi lirih tp
sejatinya ya pingin segera nikah lagi.
"Lo kenapa jeng kok ragu.?" Desak Wasito
"Aku khawatir kalau biduk rumah tangga kita besuk putus ditengah jalan, aku
kehilangan kamu dan kehilangan gaji pensiunku, trs aku sekeluarga mau makan
apa.?
"Oh gitu....aku berjanji jeng aku gak bakalan ninggalkan kamu kecuali aku mati
duluhan."
"Sungguh mas tak ugemi janjimu dlm genggaman hatiku." Sahut Supadmi.
"Suwer Jeng bumi dan langit jadi saksi bisu janjiku hari ini."
"Okey lah kalau begitu tulus cintamu, aku mau melaksanakan pepatah mas
Wasito tadi."
Sedang asik2nya mereka memadu kasih tiba-tiba Bima pulang dr sekolah TK nol
kecil.
"Mama-mama kok tadi gak njemput aku sepelti biacanya ngapain Ma.?"
" Ssst...mama baru ada tamu sayang ini tamunya om masih ada, ayo salim dulu
sama Om sayang.!!!"
25
"Iya mama." Seketika Bima menyalami pak guru Wasito dan menciumi
tanganya.
"Aduh anak ganteng pintar nihan thole Bima ini." Kata Wasito sambil
memegangi pundaknya Bima.
"Mama-mama ciapakah om ini."
"Ini Om Wasito calon papa Bima sayang."
"Jadi mama mau beli papa lagi ya.?"
"Iya sayang biar Bima besuk punya papa seperti kawan-kawan Bima."
"Holeee...Bima becuk punya papa." Teriak Bima sambil lari masuk keruang
tengah yg sudah ditunggu eyang putrinya untuk ganti baju bermain terus makan
sama eyang putri.
Sementara itu ibunya tetap melanjudkan memadu kasih.
"Jadi begini jeng, pepatahku tadi akan segera kuwujudkan, maka 6 hari lagi aku
akan melamarmu dan sebulan kemudian kita nikah di KUA, tidak usah rame2
cukup slametan genduri dg tetangga saja sebagai tanda pemberitahuan bahwa
kita udah nikah." Begitu ujar Wasito dg serius.
"Okey mas aku siap mengikuti rencana mas Ito tadi." Sambil ngobrol mereka
berdua pada minum dan makan munthul rebus, selang 12 menit kemudian
Wasito pamitan pulang. Walaupun cinta mereka tertunda 4 th lebih namun
akhirnya mereka berdua disatukan kembali oleh Alloh SWT dalam tempo waktu
yg cukup lama.
Tat kala ada pengumuman prndaftaran cpns Supadmi ikut adu nasib
mendaftarkan diri dg modal tekad yg kuat dan slalu berdoa, dia lulus seleksi
administrasi, nunggu 2 minggu lagi dilanjudkan test tertulis juga dinyatakan
lulus dan nunggu 1 minggu test wawancara, alhamdulilah dia bisa lulus semua
dan dinyatakan sebagai cpns di departemen kesehatan.
26
Setelah menunggu 3 bulan SK terbit ternyata dia ditugaskan di Puskesmas yg
tidak jauh dari Nogosari yaitu Puskesmas Sewon. Saat menerima SK dia
memutuskan untuk tidak akan menjahit lagi karena mengemban tugas negara
harus disiplin.
Singkat cerita setelah lamaran, dg pak guru Drs.Wasito MM, Supadmi
menunggu dalam kurun waktu 1 bln untuk menikah lagi.
Ijab khobul dilaksanakan dg sangat sederhana. Akhirnya Supadmi si bibir merah
resmi sah menjadi istri pak guru Wasito dan bisa hidup dg damai guyup rukun
adem ayem hingga jadi kakek nenek, dalam membina kehidupan rumah
tangganya.
Mereka dikaruniai 5 anak laki-laki semua yg sholeh² sebagai pendawa lima.
Kacu sutro diuntel-untel
Critone sampun cunthel.
nuwun..
Trimakasih saya ucapkan kepada :
mbak Supadmi, mas Wasito, mas Tri Juni S.
yang telah rela menjadi pemain....Wassalam.
27