The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dedec4b1, 2021-01-03 00:55:34

Mudah Belajar Bahasa Inggris

Module

6. Have a notebook
Catatlah kosakata-kosakata yang sulit itu ke sebuah buku catatan anda. Hal ini bisa
menambah perbendaharaan kosakata bahasa inggris anda.

Dengan menerapkan teknik dan tips diatas diharapkan anda bisa lancar membaca dan juga
lebih banyak memiliki kosakata bahasa inggris(English Vocabulary).
Diskusi:

a. Apa tips reading yang Anda dapatkan dari artikel di atas
b. Dapatkah Anda terapkan tips tersebut saat membaca.
c. Apa pendapat Anda tentang artikel ini.
Activity 3: Reading Assessment
Prosedur:
 Secara individual, bacalah artikel berikut ini (897 kata) dan jawablah pertanyaan-

pertanyaan dibawahnya.
 Catat kesulitan Anda dalam memahami teks berikut.

Story 1:

41

Story 2:
42

a. What does the stories try to tell you?
b. Is the texts difficult or easy to understand?
c. What are the difficulties?
d. Identify your strength and weaknesses in reading. What skills do you think you still

need to improve?

43

Reading: Mencari Bahan Bacaan Berbahasa Inggris

Mencari Tulisan Ilmiah Dengan Google Scholar
Layanan Google yang semakin bervariasi, menunjukkan bahwa Google berupaya untuk
dapat diterima di semua kalangan pengguna internet. Salah satunya adalah Google Scholar yang
bermanfaat khususnya bagi kalangan Akademisi.
Pada dasarnya, Google Scholar sama halnya dengan Search Engine Google yang biasa
kita gunakan untuk mencari sesuatu di
Internet. Bedanya Google Scholar ini
dikhususkan bagi siapa saja yang ingin
mencari tulisan ilmiah, artikel, tesis, atau
pun jurnal untuk berbagai macam
keperluan, apakah itu untuk bahan
pendukung karya tulis/skripsi/tesis, untuk
sekedar koleksi, untuk menambah
wawasan, atau untuk keperluan lainnya.
Meskipun saat ini Google Scholar
masih dalam versi Beta, tetapi databasenya
yang mencapai jumlah ribuan record sudah
lebih dari cukup untuk dapat menemukan Source: http://bookpage.files.wordpress.com/2009/11/sony-reader.jpg
berbagai informasi mengenai tulisan ilmiah, laporan penelitian, artikel, dan tulisan lainnya.
Pencarian yang dapat dilakukan menggunakan Google Scholar ini, meliputi informasi nama
penulis, judul jurnal/tulisan ilmiah, nama universitas/perguruan tinggi yang mengeluarkannya,
dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan tulisan ilmiah yang sedang Anda cari.
Tertarik untuk mencobanya? silahkan temukan jurnal yang Anda cari dengan
mengetikkan alamat http://scholar.google.com
Menggunakan Mesin Pencari Google
Google adalah mesin pencari atau search engine untuk mencari informasi di Internet.
Selain Google masih ada mesin pencari lain seperiti Yahoo! Ask, Webclust, LII dan lain-lain.
Selain mesin pencari, ada jenis alat pencari lain : pencarian meta (metasearch) atau direktori
(directory).

44

Metasearch adalah mesin pencari yang mencari informasi pada beberapa mesin pencari
sekaligus, contohnya Dogpile. Sementara direktori adalah alat pencari yang sudah menyajikan
daftar topik untuk membantu arah pencarian seperti topik pendidikan, kesehatan, belanja dan
sebagainya. Google dan Yahoo! masing-masing memiliki direktori.

Google merupakan mesin pencari yang paling populer digunakan dan memiliki fasilitas-
fasilitas pencarian yang lebih spesifik seperti:

a. Web: Indexed Web pages (termasuk URL yang tidak terindeks penuh) dan tambahan
tipe file di database seperti :PDF, .ps, .doc, .xls, .txt, .ppt, .rtf, .asp, .wpd.

b. Ads: Sponsored Links"
c. Images: database citra/gambar
d. Groups: database group (milist)
e. News: situs berita
f. Book Search: Buku Full text books dengan menampilkan halaman tertentu
g. Google Scholar: paper akademik, artikel, laporan, dan sitasi
h. Directory: direktori terbuka dengan entri yang diranking dalam Google's PageRank
i. Froogle: pencarian untuk belanja dan produk
j. Catalog Search: katalog produk
k. Maps : peta lokasi

Bantuan lain seperti Tombol Saya Lagi Beruntung/I'm Feeling Lucky akan membawa
Anda ke halaman web yang URL-nya terletak pada peringkat pertama untuk hasil kueri Anda.
Penelusuran model "Saya Lagi Beruntung" ini berarti lebih sedikit waktu yang akan dihabiskan
untuk menelusuri satu-satu halaman yang ada dan lebih banyak waktu untuk melihatnya.

Googling adalah suatu istilah yang berarti mencari informasi di Google atau
menggunakan Google. Sekalipun Googling bukanlah suatu kata, tapi istilah ini sering
digunakan. Pada dasarnya menggunakan Google sangat mudah. Kata kunci yang dimasukkan
bebas, dan akan menghasilkan hasil pencarian. Masalahnya, tanpa kata kunci yang spesifik
sesuai dengan kebutuhan informasi kita, maka hasil yang diperoleh pun berbeda.

Cara Googling yang spesifik adalah :
a. Pilihlah kata kunci yang berupa kata benda
b. Gunakan tanda kutip contoh : “Search Strategies”, artinya mencari dokumen

tentang dua kata tersebut dengan urutan seperti yang tertulis.

45

c. Gunakan tanda minus (-) untuk menyaring suatu kata. Contoh : Search Strategies -
google.

d. Gunakan operator situs untuk menetapkan domain dari situs yang kita inginkan.
Contoh : site:gov

e. Gunakan operator file type untuk tentukan hasil pencarian sesuai tipe filenya.
Contoh : file type:pdf.

Untuk memudahkan pencarian yang spesifik, gunakan Advanced Search dan tentukan
kata-kata kunci yang ingin dicari atau dihindari. Dengan menggunakan Advanced Search,
memudahkan pengguna untuk menentukan pencarian sesuai kebutuhan.

Activity 4: Finding online article
Carilah file atau softcopy dari jurnal online, eBook, atau laporan penelitian tentang salah satu
topik ini dan bawalah artikel tersebut pada pertemuan berikutnya:

1. Islamic economy
2. Business plan
3. Industrial engineering
4. Mechanical engineering
5. System information
6. Online banking
7. Accounting software

Reading
KETERAMPILAN MEMBACA

Membaca merupakan kebutuhan mahasiswa yang tidak bisa dipungkiri. Salah satu
bahan bacaan yang umum digunakan mahasiswa adalah bahan bacaaan yang berupa teks
bacaan (hardcopy). Teks bacaan hardcopy, seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bisa
berupa buku, essai dalam dalam jurnal, koran, majalah sebagainya

Sebelum membaca keterampilan yang diperlukan adalah: Previewing.

46

Sementara itu, kemampuan yang perlu dimiliki seorang mahasiswa pada saat membaca
(untuk bahasa apapun) adalah sebagai berikut:

a. Skimming - untuk memahami “intisari” atau ide utama
b. Scanning- menemukan informasi khusus dari teks bacaan
c. Extensive reading - membaca untuk bersenang – senang dan untuk pemahaman

secara umum
d. Intensive reading - membaca secara akurat untuk pemahaman yang rinci
e. Speed reading – membaca bahan bacaan dalam waktu cepat dalam waktu terbatas
Berikut penjelasan masing-masing skill:
1. Previewing
Previewing adalah membaca secara sekilas untuk mendapatkan gambaran umum
tentang isi dari sebuah buku/esai.
Tujuan dari previewing adalah

a. Untuk menebak isi sebuah buku/esai.
b. Untuk menentukan bagian bukuyang relevan dengan tujuan Anda dalam

membaca.
c. Untuk merumuskan seberapa besar kesulitan dalam memahami bacaan.
d. Sebagai petunjuk atau memeberikan gambaran umum bagaimnaa materi dalam

buku tersebut disusun.
e. Untuk memahami gaya penulisan pengarang.
Bagian-bagian yang dipreviewing dalam:
Buku

a. Judul buku
b. Preface (Kata pengantar )
c. Table of content (Daftar isi)
d. Index (Indeks)
e. Glossary (Glosarium)
f. Appendix (Lampiran tambahan)
g. Graphic, Table, etc (Grafik, tabel dll)
h. Summary from each chapter (Rangkuman dari tiap bab)

47

Jurnal /Skripsi
a. Judul jurnal/skripsi
b. Absrak
c. Penemuan
d. Kesimpulan

Essai
a. Judul essai
b. Thesis statement
c. Kalimat topik di setiap paragraf
d. Kesimpulan

2. Skimming
Skimming untuk memahami “intisari” atau ide utama dari suatu dokumen.
Cara melakukan skimming:
Periksa dengan cepat teks, catat informasi yang penting. Gunakan skimming untuk
menemukan ide dari suatu teks secara cepat. Dalam melakukan skimming, tidak
penting untuk memahami arti kata satu per satu.
Skimming dapat dilakukan pada saat membaca:
a. Koran (memahami berita hari ini secara umum dengan cepat)
b. Majalah (menemukan artikel yang ingin dibaca lebih rinci dengan cepat)
c. Brosur bisnis dan travel (untuk mendapatkan informasi di dalamnya secara cepat)

3. Scanning
Scanning digunakan untuk menemukan informasi khusus dari bacaan.
Cara melakukan scanning: Periksa teks dengan langsung mencari informasi yang Anda butuhkan.
Gunakan scanning untuk melihat jadwal, rencana pertemuan dan lain lain untuk
menemukan informasi rinci yang Anda butuhkan. Jangan kuatir jika Anda tidak
memahami kata/frasa ketika melakukan scanning.
Scanning dapat dilakukan pada saat membaca:
a. “Jadwal Acara” di koran
b. Jadwal kereta/pesawat
c. Buku Pedoman Konferensi

48

4. Extensive Reading
Extensive Reading digunakan untuk mendapatkan pemahaman teks untuk bacaan yang
tujuannya untuk bersenang-senang termasuk. Gunakan keahlian reading skills untuk
meningkatkan pengetahuan umum tentang sesuatu. Jangan kuatir jika Anda tidak
memahami arti kata per kata.
Contoh dari extensive reading:
a. Book terbaru tentang Marketing
b. Novel yang Anda baca sebelum tidur
c. Artikel majalah yang membuat Anda tertarik

5. Intensive Reading
Intensive reading digunakan untuk membaca teks yang lebih pendek untuk mendapatkan
intisari dari informasi spesifik termasuk membaca secara akurat untuk mendapatkan
hal-hal rinci. Gunakan keahlian intensive reading untuk menangkap situasi khusus. Dalam
intensive reading, penting bagi Anda untuk memahami setiap kata. Contoh intensive reading:
a. Laporan pembukuan
b. Klaim asurani
c. Kontrak kerja

6. Speed Reading
Membaca secara cepat (Speed reading) adalah suatu metode untuk meningkatkan
kecepatan membaca dengan tidak menghilangkan pemahaman dari isi tulisan tersebut.
Membaca cepat atau istilahnya Speed Reading sangat diperlukan bagi orang yang ingin
memahami lebih banyak dari artikel atau buku dalam waktu singkat. Hal ini juga
diperlukan demi memenuhi tuntutan belajar di Perguruan Tinggi yang membutuhkan
tindakan efisien dalam belajar dengan waktu yang singkat.
Dalam buku panduan belajar UIB (200) ditulis tentang teknik membaca cepat (speed
reading) diantaranya sebagai berikut:
a. Skimming
Skimming atau survey selama satu atau dua menit. Skimming antara lain
meliputi memperhatikan judul, kemudian gambar bila ada, dan sub judul bila
merupakan sebuah buku. Hal ini berguna untuk memilah bahan yang penting
saja.

49

b. Menghilangkan subvokalisasi
Subvokalisasi adalah suara yang biasa “ikut membaca” dalam pikiran. Hal ini
sebenarnya menghambat kecepatan membaca. Karena otak membaca lebih
cepat daripada suara dalam pikiran

c. Jangan kembali ke belakang
Kembali kebelakang hanya akan mengurangi kecepatan membaca. Jangan
hiraukan ada yang terlewat. Intinya adalah membaca untuk mendapatkan ide.

d. Jangan membaca per kata
Kunci membaca cepat adalah meminimumkan jumlah gerakan mata berhenti
dan pada saat yang sama memaksimumkan jumlah kata yang terbaca setiap satu
putaran gerakan mata.

e. Latihan
Semakin orang banyak membaca buku, semestinya akan semakin cepat
kemampuan bacanya. Ibarat kendaraan bermotor, jika sudah masuk ke gigi dua
maka akan meningkat ke gigi tiga, empat dan seterusnya

f. Konsentrasi
Awali sebelum membaca buku dengan konsentrasi, sehingga makna dalam isi
buku tersebut bisa dipahami.

Activity 5: Reading quotations
Read the following quotations and discuss the meaning.

a. The man who does not read good books has no advantage over the man who cannot
read them. - Mark Twain

b. I cannot live without books! - Thomas Jefferson
c. Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and

wisest of counselors, and the most patient of teachers. - Charles W. Eliot
d. You know you've read a good book when you turn the last page and feel a little as if

you have lost a friend. - Paul Sweeney
e. Books can be dangerous. The best ones should be labeled “This could change your

life.” - Helen Exley

50

f. Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and
wisest of counsellors, and the most patient of teachers. - Charles W. Eliot

g. Books were my pass to personal freedom. I learned to read at age three, and soon
discovered there was a whole world to conquer that went beyond our farm in
Mississippi. - Oprah Winfrey

h. Some books are to be tasted, others to be swallowed, and some few to be chewed and
digested. - Francis Bacon, Sr.

i. The oldest books are still only just out to those who have not read them. - Samuel
Butler

j. A house without books is like a room without windows. - Heinrich Mann
k. If there's a book you really want to read but it hasn't been written yet, then you must

write it. - Toni Morrison

Activity 6: Previewing
Prosedur:
Pilihlah sebuah buku teks berbahasa Inggris dalam bidang ilmu anda dan lakukan previewing.
Berdasarkan kegiatan previewing Anda, jawablah pertanyaan berikut:

a. Tulis identitas buku tersebut: pengarang, tahun terbit, penerbit, kota, tebal, dll.
b. Apa isi buku tersebut? Tulis satu rangkuman singkat (1 halaman).

REFERENCES:
Bagaimana cara belajar reading dan vocabulary. (n.d.). Diakses pada 24 Agustus 2011 pkl 12:05

WIB dari www.duta4sukses.com/bagaimana-cara-belajar-reading-dan-vocabulary/
Geller, A (2008). Hurry Sickness. In O’Connell, S. (2008). Focus on IELTS. Essex, England:

Pearson Education Limited.
Jackson, T. (n.d.). Belajar reading untuk catharine [artikel]. Diakses pada 24 Agustus 2011 pkl

12:04 WIB www.theresajackson.multiply.com
Mikulecky, B.S. & L. Jeffrie. (1997). Basic reading power. New York: Addison Wesley Longman.
“Yap Thiam Hien” [Artikel]. (n.d.). Diakses pada 24 Agustus 2011 pkl 10:04 WIB dari

www.en.wikipedia.org/wiki/index.html

51

CHAPTER 6:
WRITING SKILLS

Learning objectives:
- Bagaimana cara meningkatkan keterampilan writing
- Sumber-sumber latihan writing
- Sub-keterampilan writing (mindmap, outline, & revisi)
- Membuat kalimat bahasa Inggris yang akurat dan efektif
- Jenis-jenis tulisan berbahasa Inggris
- Latihan membuat esei sederhana mengenai Ekonomi dalam bahasa Inggris

Bacalah artikel berikut ini:
BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI WRITING

Kegiatan writing (menulis) merupakan salah satu dari empat skill (kemampuan) bahasa
inggris yang perlu anda kuasai. Mengenai urutan belajar bahasa inggris yang benar, diantara
keempat skill tersebut yang mana pertama kali yang harus dipelajari maka menurut para ahli
bahasa listening menjadi priorotas utama. Jika listening Anda sudah cukup mapan maka secara
otomatis Anda akan berusaha untuk berbicara (speaking), reading (membaca), kemudian barulah
writing (menulis).

Mungkin anda berpikir bahwa urutan di atas tidak sesuai dengan proses belajar kita
selama ini, karena pada umumnya kita belajar bahasa inggris pertama kali melalui writing atau
reading. Ya, seperti yang saya alami juga. Tapi setelah sekian lama belajar bahasa inggris saya
mulai menyadari dan merasakan bahwa urutan belajar di atas memang benar juga.

Memang dengan memperbanyak kegiatan listening bahasa inggris kita akan lebih cepat
berkembang. Ya, walaupun pada awalnya kegiatan listening itu memang saya rasakan paling
sulit di antara 4 skill yang lain. Setelah saya coba dan coba ternyata kemampuan speaking saya
meningkat. Memang konsepnya sangat sederhana: banyak mendengarkan, sering menjumpai
frase, kosakata atau ekspresi-ekspresi yang sama kemudian meniru dengan menggunakannya
dalam aktifitas speaking secara langsung ataupun dalam bentuk writing.

52

Disinilah yang saya rasakan sejak pertama kali belajar bahasa inggris sampai mengenal
listening, saya lebih dominan dan percaya diri meniru dan menggunakan apa yang saya dapat
dengan kegiatan writing terlebih dahulu dari pada berbicara secara langsung (speaking). Dengan
writing anda lebih leluasa untuk mengotak-atik dan memilih kata yang tepat, penggunaan
grammar bahasa inggris sampai menemukan susunan kalimat yang pas.

Dengan terbiasa dalam writing dan menyusun kalimat secara tepat serta beberapa uji
coba yang mungkin anda lakukan semisal mempublikasikan tulisan bahasa inggris anda di
internet melalui e-zine ataupun blog maka secara otomatis andapun akan lebih percaya diri dan
lidahpun akan lebih luwes dan gamblang berspeaking. Hal ini tidak lepas dari pengaruh
kegiatan writing yang sudah biasa anda lakukan.

Writing secara tidak langsung merupakan kegiatan memorizing (menghafal) karena
dalam kegiatan writing itu sendiri kita akan banyak mengulang-ulang bentuk dan kosa kata yang
sama. Itu mengapa sering saya singgung bahwa writing menjadi dasar yang baik bagi speaking.

Activity 1: Writing
Tulislah esai pendek sepanjang 100 kata dalam bahasa Inggris. Pilih salah satu topik berikut:

1. alasan anda memilih jurusan ini/kampus ini.
2. pekerjaan impian anda di masa depan.
Kumpulkan esai anda pada dosen anda.

Activity 2: Group discussion
Berlatihlah berdiskusi menggunakan bahasa Inggris dengan mendiskusikan esai yang anda tulis.
Anda juga akan diminta untuk secara sukarela mempresentasikannya di kelas.

53

Reading: The process of writing
Bacalah artikel berikut ini dan diskusikanlah

THE PROCESS OF WRITING
The following procedure is useful when writing an extended essay or assignment.

Task Skills Needed Product

1. Read the question or brief and thinking academically Subject.

understand what you are required to do.

Think about the subject, the purpose

and the audience.

2. Think about what you know about the Brainstorming Diagrams or
subject. Write it down in some way. notes.

3. Go to the library and find relevant library/research skills Reading list.
books or articles.

4. Find the books on your reading list - if reading skills: skimming List of materials

you have one - and study them. and scanning studied.

5. Make notes on these books and articles. reading in detail Notes.

Record full details of the materials you selecting & note-taking

use. paraphrasing/summarisi

ng

6. Organise your piece of work. planning Plan.
organization

7. Type or write your first draft. writing from notes First draft.
synthesis
writing paragraphs
typing/word-processing

54

Task Skills Needed Product

8. Discuss your first draft informally with speaking skills List of
revisions/changes
friends, other members of your class listening skills .

and your lecturer if possible. discussion skills

9. Revise your first draft, bearing in mind use of dictionaries & Second draft.

any comments that were made in your reference books

discussions. writing introduction &

Go back to step 2. if necessary conclusion

Produce your second draft. quoting/writing a list of

references

10. Proofread your draft. checking for spelling Writing with
mistakes changes marked.
checking punctuation
and grammar
checking vocabulary use
checking style
checking organisation,
references etc.
checking for plagiarism

11. Produce a final typed version. typing/word-processing Final pice of
writing title/contents work.
page

12. Check everything. final check Hand in.

55

Activity 3: Writing
Buatlah sebuah tulisan berbahasa Inggris sepanjang 400-500 kata yang akan dikumpulkan pada
saat ujian akhir. Berikut ketentuan penulisan:
1. Tema: kontribusi yang anda ingin lakukan untuk Indonesia.
2. Margin kiri: 4cm, kanan: 3 cm, atas: 4cm, bawah: 3cm.
3. Melakukan konsultasi dengan dosen pengampu sebanyak 2x selama penulisan
4. Membuat peta pikiran (mindmap) dan kerangka (outline)
5. Terdiri dari 3 paragraf yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup
6. hasil karya sendiri dan bukan copy paste dari internet. Anda juga dilarang melakukan

plagiarisme.
7. benar secara gramatikal dan isi
8. Sudah dibaca dan dikoreksi oleh satu orang teman

Activity 4: Defining Plagiarism
Discuss these questions in the class.

1. Are you familiar with the term “plagiarism”?
2. Have you ever seen someone plagiarized other people’s work(s)? How did s/he do

that?
3. What can be considered as plagiarism and what are not?
4. Write your own definition and your belief about plagiarism

Activity 5: Group discussion
Type: Group discussion consisting of three-four students
Instruction:
Below is an article written by Venayaksa.
Each individual reads the article and retells it to other students reading different passage.
Discuss:

1. the plagiarism process in the article?
2. how other people detected the plagiarism?
3. what are the sanction(s) should be given?

56

STOP PLAGIARISM!

Oleh Firman Venayaksa

07 Maret 2010

Analisis sederhana terkait dugaan plagiasi: membandingkan artikel prof. Dr. Sholeh hidayat, M.Pd.
“UNTIRTA Menuju Kelas Dunia” di Fajar Banten, 29-30 Januari 2010 dan artikel La Ode M. Aslan
“Impian Mendorong Unhalu Tahun 2025 Sebagai World Class University” di Kendari Post 24 Februari

2009

Plagiasi bukan merupakan hal baru dalam ranah akademis kita. Namun, dengan kian
mudahnya kita mengakses internet, kian lupa pula kita bahwa setiap tulisan yang diambil dari
dunia maya dan kita publikasikan, akan dengan mudah dilacak. Dalam posisi ini, internet adalah
media yang memudahkan kita mendapatkan informasi sekaligus media pembongkar plagiasi.
Dengan memunculkan satu kalimat saja, dalam hitungan detik, kita akan dibawa pada blog dan
laman yang memunculkan kalimat yang kita ketik di google misalnya. Pada tahap ini, kita harus
terus memunculkan kesadaran bahwa dunia sekarang adalah dunia yang berjejaring. Boleh saja
kita berada di kampung namun bukan berarti kita tidak bisa mengakses belahan dunia.

Pada tulisan ini, saya ingin mencoba untuk menganalisis persoalan yang berlarut-larut
mengenai dugaan plagiasi yang dilakukan oleh Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd. Hal ini
menjadi sangat penting, setidaknya untuk saya, dan umumnya untuk civitas akademika Untirta
yang mulai terasa memanas, risau penuh swasangka, saling tuding, bahkan mengarah pada
praktik-praktik teror. Seyogyanya, jika bermula dari teks, alangkah baiknya jika kita kembali
pada teks. Betapa rumitnya cara berpikir kita ketika persoalan teks (baca: artikel plagiasi)
merembet pada Undang-Undang ITE bahkan isu politisasi Pemilihan Rektor 2011.

Ketika seorang wartawan bertanya kepada saya mengenai kasus ini, dengan terang
benderang saya katakan bahwa ini murni plagiat (Barayapost, 15 Februari 2010). Saya berani
mengatakan hal semacam itu tentu bukan tanpa sebab. Lagi pula betapa lugunya saya jika
mengatakan ini sebagai plagiat tanpa mempertimbangkan pelbagai hal. Sebelumnya saya sudah
mendapatkan PDF ini dari Boyke Pribadi selaku Humas yang mendapatkan informasi dari
salah seorang wartawan. Ia merujuk saya untuk menanyakan persoalan plagiasi, karena saya

57

salah satu dosen yang juga suka menulis di media. Setelah membaca dengan seksama dan
melacak keaslian dari sumber pembanding, dengan objektif saya katakan apa adanya.

Ternyata apa yang saya katakan kepada wartawan membuahkan hasil yang
kontraproduktif. Beberapa rekan dosen bertanya kepada saya mengapa dengan begitu
beraninya mengatakan di media bahwa hal tersebut plagiat? Apa kamu tak malu, jika kasus ini
mencuat maka kampus kita juga yang kena getahnya? Saya tetap pada pendirian saya. Saya
bukan orang baru dalam dunia kepenulisan. Membaca sekilas saja, orang awam pun akan tahu
mana yang mencontek mana yang tidak. Bagi saya, ini bukan persoalan nama baik, ini persoalan
jati diri akademik yang harus ditegakan.

Lantas, pemberitaan di koran lokal pun makin deras. Setidaknya ada sekitar tujuh berita
yang terus melansir kasus ini. Saya tidak mengkliping berita-berita tersebut dengan baik. Hal
yang paling mudah, tentu saja saya melihat laman online. Di Banten, lama online tidak banyak.
www.radarbanten.com adalah salah satunya. Kutipan-kutipan ini pun saya ambil dari laman
tersebut.

Pada tanggal 16 Februari 2010 di Radar Banten, Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd.,
mengatakan, “Definisi plagiat itu seperti apa, lihat dulu konteksnya secara hukum. Kalau
mengambil beberapa bagian dari artikel lain, sebagai bentuk kejujuran saya tampilkan dalam
daftar pustaka. Saya pikir di media tidak biasa mencantumkan daftar pustaka itu,” kata Sholeh
kepada Radar Banten, Senin (15/2). Kemudian ia menambahkan, “Apabila menulis buku atau
jurnal, saya selalu menuliskan sumber tulisan. Dalam tulisan opini di media memang tidak
lazim memuat daftar pustaka, tapi mengenai tulisan saya yang diduga plagiat, saya punya
catatan daftar pustakanya,” ujarnya.

Setelah membaca perkembangan berita-berita perihal kasus ini, Prof. Dr. Sholeh
Hidayat, M. Pd., selalu menjelasakan kepada media bahwa ia mempunyai/ mencantumkan
catatan daftar pustaka. Kemudian ia pun dengan sadar mengatakan bahwa di dalam opini/
artikel di media massa tidak lazim memuat daftar pustaka. Pertanyaan pun kemudian
berkembang, lantas mengapa hal itu dilakukan? Tentu akan sia-sia jika mencantumkan daftar
pustaka karena memang tak mungkin dimuat! Hingga saat ini saya belum pernah melihat satu
media massapun yang mencantumkan daftar pustaka, kalaupun ada, maka itulah sebodoh-

58

bodohnya media massa (media cetak harian). Namun, untuk memunculkan kejujuran bagi
setiap penulis, ada hal lain yang bisa dilakukan yaitu memakai kutipan perut (baik kutipan
langsung maupun tidak). Nah, persoalannya, apakah Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., tidak
mengerti, tidak tahu ataukah pura-pura tidak tahu bahwa media massa memberikan alternatif
semacam itu? Saya sangat yakin bahwa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., sangat
mengetahuinya. Ia bukan orang yang pertama kali menulis di media massa. Sebagai seorang
dosen, saya tahu persis bahwa ia salah seorang dosen yang sangat produktif menulis di media
massa lokal di Banten.

Untuk memperkuat asusmi tersebut, saya akan mengutip artikel Prof. Dr. Sholeh
Hidayat, M. Pd., yang dimuat di Radar Banten pada tanggal 24 Oktober 2007 dengan judul
“Homeschooling, Alternatif Pendidikan Sekolah”

“.....(6) orang tua memiliki keyakinan bahwa sistem yang ada tidak mendukung nilai-nilai
keluarga yang dipegangnya, (7) orang tua merasa `terpanggil untuk mendidik sendiri anak-anaknya”
(Sumardiono: 2007)

Untuk lebih memantapkan bahwa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., mengerti
bagaimana mengutip dengan baik, saya sertakan tulisan pada tanggal 2 Mei 2007 berjudul
“Menuju Sekolah Mandiri”

“Yang dimaksud dengan sekolah kategori mandiri (SKM) adalah sekolah yang mampu
mengoptimasikan pencapaian tujuan pendidikan, potensi dan sumber daya yang dmiliki untuk
melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi peserta didik sehingga
menghasilkan lulusan yang berkualitas” (Dit. Pembinaan SMA:2007).

Dua artikel tersebut adalah tulisan dari Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., yang saya
telusuri dari laman www.radarbanten.com Hal ini penting untuk dimunculkan sebagai upaya
penegasan bahwa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., sangat mahfum bagaimana caranya
memunculkan kutipan dan untuk mematahkan pernyataannya di media massa baru-baru ini.

59

Dengan demikian, pernyataannya yang dilansir Radar Banten pada tanggal 25 Februari 2010
sebagai berikut tentu bukan kekeliruan yang beralasan. “Bukti rujukan tersebut ada di media yang
menampilkan tulisan saya. Jika metode tulisan saya salah, saya minta maaf dan akan memperbaikinya. Tapi
sangat menyedihkan, jika ada yang menjustifikasi saya melakukan plagiat,” ujarnya.

Sholeh meminta agar semua pihak tidak mempolitisasi kasusnya menuju pemilihan
Rektor Untirta 2011. “Saya pernah tanya mahasiswa, kenapa saya disudutkan, dicari kesalahan, dan
menuduh saya melakukan plagiat. Kata mereka, saya ini dianggap calon rektor terkuat, padahal belum tentu
saya mau jadi rektor. Tak perlu menuding dan membunuh karakter orang,” tegasnya. (run)

Dengan fakta-fakta tersebut, Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., melakukan kesalahan-
kesalahan fatal: 1) ia telah melakukan kesalahan dengan tidak mencantumkan kutipan di media
massa. 2) ia telah membohongi publik karena ia tahu ilmu mengutip namun yang dimunculkan
di dalam pemberitaan adalah ia menyertakan daftar pustaka yang jelas-jelas tak mungkin
dimunculkan di media massa. sehingga seolah-olah ia menyalahkan media massa karena tak
memunculkan daftar pustakanya 3) berdasarkan temuan tersebut, ia tidak memiliki kepercayaan
diri untuk meminta maaf kepada publik. Malah ia melakukan intimidasi kepada orang-orang
tertentu akan menggugat dengan UU ITE dan membelokan perkara menjadi Pemilihan Rektor
2011.

Bedah Teks

Jika Anda telah membaca PDF yang disebar di media internet atas nama Agus H, saya
yakin tak seorangpun akan menyangkal bahwa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., adalah
seorang plagiat. Di dalam PDF tersebut, dengan lengkap dibandingkan antara tulisan Prof. Dr.
Sholeh Hidayat, M. Pd., dan tulisan yang diplagiatnya. Bahkan Agus H juga menstabilo tulisan-
tulisan mana saja yang diambil oleh Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd. Namun karena tak semua
mendapatkan PDF tersebut, sekiranya apa yang saya lakukan akan memperjelas gambaran ini.

Saya akan mulai membandingkan tulisan yang diduga plagiat ini dengan sumber
pertama yang ditulis oleh La Ode M. Aslan yang diterbitkan di Kendari Pos pada tanggal 24
Februari 2009 dengan judul “Impian Mendorong Unhalu Tahun 2025 Sebagai World Class
University”. Tulisan La Ode M. Aslan memuat 17 paragraf, sedangkan tulisan Prof. Dr. Sholeh

60

Hidayat, M. Pd., memuat 29 paragraf di artikel bagian ke-1 pada hari Jumat, 29 Januari 2010
dan 18 paragraf di artikel bagian ke-2 yang dimuat pada hari Sabtu, 30 Januari 2010. Dari 17
Paragraf milik Aslan, 15 paragraf diambil oleh SH. Berikut adalah perbandingan dari kedua
tulisan tersebut.

1. Pada paragraf pertama, Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., membuka tulisan dengan
menjelaskan mengenai Untirta yang menyelenggarakan seminar.

Di penghujung tahun 2009, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyelenggarakan
seminar bertajuk “Menatap realita, menatap masa depan menuju world class
university...”

Sementara, tulisan Aslan memulai tulisan dengan membincangkan Rapat Kerja Daerah di
Unhalu.

Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang merupakan hajatan tahunan semua unit dalam
lingkup Universitas Haluoleo (UNHALU) baru saja usai minggu lalu...
Dari segi bahasa maupun tulisan, tidak ada persamaan yang membuat tulisan ini plagiasi.
Tulisan Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., dimulai dengan seminar, sementara Aslan
dimulai dari Rakedra. Kendati dua tulisan tersebut berbeda, namun dua-duanya sama-sama
membincangkan perihal “diskusi wacana” mengenai World Class University. Adakah yang
salah? Tentu saja tidak. Kalimat selanjutnyalah yang membuat semua orang terhenyak.
3. Pada bagian inilah dua tulisan yang berbeda penulis mulai memperlihatkan kesamaannya.
Simaklah kalimat di paragraf ke-2 (p. 2) dari tulisan Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd.
Mungkinkah 20 atau 30 tahun kedepan nati akan terwujud? Barangkali, ini memang
mimpi di siang bolong! Sama dengan mimpi besarnya PSSI merencanakan menggelar
Piala Dunia 2022 di Indonesia. Wah, tentu ini mimpi besar. Tetapi apakah Untirta yang
sudah berumur 28 tahun dan baru 8 tahun sebagai PTN perlu bermimpi ke mana arah
ke depan.
Bandingkan dengan paragraf ke-1 (p. 1) dari tulisan Aslan.
Mungkinkah di tahun 2025 nanti? Barangkali, ini memang mimpi di siang bolong! Sama
dengan mimpi besarnya PSSI merencanakan menggelar Piala Dunia 2022 di Indonesia.

61

Wah, tentu ini mimpi besar. Tetapi bukankah UNHALU sudah berumur 28 tahun dan
perlu ber “mimpi” ke mana arah UNHALU akan dibawa ke depan.
Tulisan Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., dengan Aslan memiliki kemiripan, termasuk
tanda seru dan idiom penulis seperti “wah.” Dengan tidak dimunculkan kutipan di dalam
tulisan Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd , tentu ini adalah plagiasi. Jika memang Prof. Dr.
Sholeh Hidayat, M. Pd mengutip hal ini, pertanyaan saya, apa menariknya mengutip
kalimat yang sama sekali tak ada makna yang kuat? Lagi pula kita mengutip sesuatu karena
ada hal “mewah” yang orang lain penting untuk tahu.
Perbedaannya, pada kalimat awal, tulisan SH memberikan rentang waktu 20-30 tahun,
sedangkan tulisan Aslan menulis tahun 2025. Kemudian Unhalu diganti Untirta.
4. Pada p.3 dan p.4 di dalam tulisan SH dan p.2 di dalam tulisan Aslan, kita berjumpa lagi
dengan paragraf yang identik. Perhatikan p. 3 SH:
Hal yang wajar jika semua warga Untirta memiliki mimpi besar, mulai dari para
pemimpinnya dan seluruh sivitas akademikanya. Walaupun mimpi Untirta sebagai
World Class University kemungkinan besar akan jadi nostalgia bagi para sivitas
akademika, tetapi akan menjadi catatan dan prasasti sejarah besar untuk para pemimpin
yang sekarang. Pasalnya, mereka mulai merintis walaupun tidak ikut menikmati
langsung.
p. 4 SH:
Terinspirasi dengan istilah yang dipopulerkan oleh seorang aktivis pergerakan di Amerika
Serikat, Martin Luther King, yang sangat terkenal yaitu “I have a dream”. p.2 Aslan:
Wajar rasanya semua warga UNHALU rindu akan mimpi besar nan indah dari para
pemimpinnya dan seluruh civitas akademikanya. Walaupun mimpi UNHALU sebagai
World Class University kemungkinan besar akan jadi nostalgia bagi para civitas
akademika UNHALU tetapi akan menjadi catatan dan prasasti sejarah besar buat para
pemimpin UNHALU yang ada sekarang dan telah mulai merintisnya walaupun bakal
hanya akan dinikmati oleh para cucu kita semua nantinya. Saya memang selalu teringat
dengan istilah yang dipopulerkan oleh seorang aktivis pergerakan di Amerika Serikat,
Martin Luther King, yang sangat terkenal “ I have a dream”.
Seperti pada paragraf sebelumnya, akronim “Unhalu” diganti menjadi “Untirta.” “Wajar
rasanya” diubah menjadi “hal yang wajar”. Beberapa kata dihilangkan namun esensinya tak

62

berubah. Sementara itu perubahan lain yang muncul, SH menambah satu paragraf lagi
pada bagian akhir kalimat dalam p.2 milik Aslan. Padahal, jika membaca p.4 SH dan
menilik norma pembuatan paragraf, tentu p.4 SH bukanlah paragraf yang baik karena
hanya memunculkan satu kalimat dan satu kalimat itu pun tidak juga merepresentasikan
kalimat yang utuh karena tak jelas subjek dan predikatnya.
5. Pada p. 5 dalam tulisan SH dan p.3 dalam tulisan Aslan, makin teranglah persamaan-
persamaannya. Simaklah p.5 SH:

Tantangan ke depan dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan Untirta
menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia. Dalam
rangka mencapai tujuan tersebut maka segenap system nilai yang menjadi kunci untuk
mencapai tingkatan Untirta sebagai universitas bertaraf internasional (world class
university) harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh, baik instrumen legal sampai
terbangunnya budaya berkualitas global dari setiap elemen yang ada.
p.3 Aslan:
Tantangan ke depan dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan
UNHALU menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka segenap sistem nilai yang menjadi kunci
untuk mencapai tingkatan UNHALU sebagai universitas bertaraf internasional (world
class university) harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh, baik instrumen legal
sampai terbentuknya budaya berkualitas global dari setiap komponen yang ada.
Kedua paragraf ini jelas-jelas menunjukkan kesamaan. Seperti biasa, yang diubah adalah
akronim ”Unhalu” menjadi ”Untirta”. Hal yang lebih menggelikan adalah mengubah kata
”komponen” menjadi ”elemen”.
6. Pada p.4 Aslan dan p.6 SH tidak menunjukkan perbedaan. Hanya ”Unhalu” yang berubah
menjadi ”Untirta” kata ”segalanya” ditambah menjadi ”segala-galanya”
p.6 SH:
Memang, world class university, tentu bukan segala-galanya dalam kriteria pendidikan
tinggi di Negara berkembang, karena tuntutan peran dalam pengembangan
kesejahteraan rakyat menjadi sangat mendesak. Tetapi, persaingan global memerlukan
kemampuan segenap unsur sivitas akademika di Untirta sudah saatnya menggerakkan
seluruh kemampuan dan upayanya untuk mencapai beberapa langkah secara sinergis.

63

p.4 Aslan:
Memang, world class university, tentu bukan segalanya dalam kriteria pendidikan tinggi
di negara berkembang karena tuntutan peran dalam pengembangan kesejahteraan
rakyat menjadi sangat mendesak. Tetapi, persaingan global memerlukan kemampuan
segenap unsur civitas akademika di UNHALU sudah saatnya menggerakkan seluruh
kemampuan dan upayanya untuk mencapai beberapa langkah secara sinergis.

7. Pada analisis paragraf selanjutnya, ada temuan yang cukup menarik. Silahkan membaca
tulisan p. 7 SH berikut ini.
Kiranya perlu menjadi catatan khusus pernyataan Profesor Kai-Ming Cheng, seorang
dosen University of Hongkong yang menyatakan World Class University Are Not
Build Overnight. But If We don’t Start Today, They Would Never Come by”.
Terjemahan bebasnya kira-kirai “bahwa dalam mewujudkan suatu universitas berkelas
dunia tidak dapat dilakukan dengan sekejap. Namun kalau kita tidak merencanakan
sejak sekarang maka universitas kita tidak akan dapat menggapai level sebagai
universitas kelas dunia”.
P.5 Aslan:
Pernyataan Professor Kai-Ming Cheng, seorang dosen di University of Hongkong
perlu menjadi catatan khusus yang berbunyi“World Class University Are Not Build
Overnight. But If We don’t Start Today, They Would Never Come by ” yang kalau
saya terjemahkan kira kira berarti “ bahwa dalam mewujudkan suatu universitas
berkelas dunia tidak dapat dilakukan dengan sekejap, namun kalau kita tidak
merencanakan sejak sekarang maka universitas kita tidak akan dapat menggapai level
sebagai universitas kelas dunia.
Perubahannya terdapat pada kalimat awal yang dibolak-balik. Kemudian ”berbunyi”
diganti menjadi ”pernyataan”. Kalimat ”yang kalau saya terjemahkan kira kira berarti”
diubah menjadi ”terjemahan bebasnya kira-kira” .

Dari tulisan La Ode M. Aslan yang berjumlah 17 paragraf ini hanya ada 2 paragraf saja
yang tak diambil yaitu paragraf ke-1 dan ke-14. Artinya, ada 15 paragraf, diambil oleh SH dan
dimunculkan di dalam tulisannya. Temuan ini mengindikasikan bahwa dengan syah, SH telah

64

melakukan praktik plagiasi yang sangat haram dilakukan oleh seorang dosen, apa lagi yang
memiliki gelar profesor.

Analisis sederhana ini saya buat bukan berdasarkan landasan yang aneh-aneh, apa lagi
merusak citra Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd. Sebagai dosen yang juga satu fakultas dengan
Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd, tentu saya pun bergembira jika ada yang menjadi rektor dari
Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan kelak. Saya membuat analisis sederhana ini karena
keterpanggilan saya melihat situasi di Untirta yang tak jelas arahnya. Kemudian, apa yang
dilakukan mahasiswa dengan tuntutannya beberapa waktu yang lalu harusnya ditanggapi secara
positif, bukan bertanya kepada mereka ”Siapa yang menunggangi kalian?” Jika mahasiswa saja
sampai dicurigai, apa lagi dengan dosen?

Terus terang, selama bergulirnya persoalan ini di media massa, saya mendapatkan
perlakuan yang ajaib, bahkan dari teman sejawat sendiri. SMS sindiran yang dialamatkan seperti
”Selamat kepada 2 mahasiswa yang berani mengungkap kebenaran dan menjunjung tinggi
kejujuran. Tapi sayang, mereka hanya dapat sanjungan dari orang-orang pengecut!” membuat
saya teramat takjub membacanya. Apa salahnya mereka mengeluarkan pendapatnya tentang
dugaan plagiasi dosen Untirta di TV One pada tanggal 15 Februari 2010? Menjelekkan citra
Untirta? Citra mana yang dijelekkan?

Kepada Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., saya sama sekali tak bermaksud menggurui,
namun penting kiranya kita mengingat kembali bahwa kepentingan daftar rujukan/ daftar
pustaka dimunculkan pada akhir tulisan adalah untuk menjelaskan kutipan-kutipan yang
dimunculkan di dalam isi tulisan. Jadi, sekiranya Prof. Dr. Sholeh, M. Pd., mencantumkan
daftar pustaka, seperti yang diakuinya di pemberitaan media massa, yang terjadi bukanlah untuk
menjernihkan persoalan, tetapi menambah masalah baru karena kepentingan daftar pustaka
menjadi bias dan kacau. Lagi pula, saya kira Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., sangat mahfum
bahwa sia-sia mengatakan kepada publik bahwa ada yang namanya daftar pustaka tetapi artikel
Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M. Pd., telah muncul di Fajar Banten beberapa waktu lamanya. Saya
kira, daripada berbelit-belit dan menumbuhkan swasangka, lebih baik Prof. Dr. Sholeh Hidayat
meminta maaf kepada civitas akademika Untirta dan masyarakat Banten pada umumnya karena

65

telah melakukan plagiasi. Itu lebih bermartabat daripada berlindung dibalik datra pustaka,
Undang-Undang ITE dan politisasi pemilihan rektor yang masih satu tahun itu.

Kepada rektor dan senat Untirta, saya berharap tulisan sederhana ini bisa menjadi
masukan. Kendati tidak ilmiah, seyogyanya apa yang saya kemukakan membuat persoalan ini
menjadi terang benderang. Sebagai konsekuensi logis dari munculnya tulisan ini, saya dengan
senang hati mempertanggungjawabkan hasil analisis ini. Bila berkenan, saya meminta agar
dibuat semacam seminar atau diskusi terbuka bersama Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M.Pd. Akan
lebih menarik, jika mendatangkan guru besar lain yang memiliki kompetensi di bidang
linguistik/ karya tulis atau redaktur media massa sehingga kita bisa mendapatkan cakrawala
akademik yang lebih objektif.

Atas nama Allah SWT dan dalam rangka menjunjung nilai-nilai akademisi, maka saya
buat tulisan ini tanpa ada tendensi merusak citra apapun dan siapapun.

Salam,

Firman Venayaksa/Firman Hadiansyah

Activity 6: Plagiarism in musics
You will watch some videos of plagiarism in music. Afterwards, discuss in your groups:

1. What are the similarities between corruption and plagiarism?
2. Find other examples of plagiarism.

Activity 7: Share Your View
Type: Small Group Discussion
Instruction:
In your group, discuss below questions:

1. Why can’t someone plagiarize other people’s works?
2. Do you think the punishment and sanction for plagiarism in the above case are fair?
3. What is the most fair sanction for a plagiarized work?
4. What is your personal opinion about plagiarism.
5. Write and share your personal view in your class.

66

REFERENCES:
Hendrik. (n.d.). “Belajar bahasa Inggis melalui writing”. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2011

puku l12:24 WIB dari www.belajarbahasainggrissendiri.blogspot.com
Venayaksa, F.(2010). Stop plagiarism!. Retrieved August 11 2011, from

http://rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=1753&page=12

67

CHAPTER 7:
TRANSLATING AND INTERPRETING SKILLS

Learning Objectives:
- Bagaimana cara menerjemahkan sebuah teks berbahasa Inggris
- Menggunakan mesin penerjemah
- Berlatih menerjemahkan paragraf teks bahasa Inggris

Activity 1: Translating a text from Indonesian to English using dictionary
Terjemahkan teks berikut kedalam bahasa Inggris menggunakan kamus.

10 RESEP PANJANG UMUR ALA JEPANG
Selama 25 tahun terakhir wanita Jepang telah memegang rekor dunia memiliki harapan
hidup terpanjang dengan rata-rata usia 86,4 tahun. Bukan hanya wanita, pria Jepang juga
memiliki harapan hidup terpanjang di antara semua pria di 192 negara di dunia. Banyak
penelitian mengungkap, perbedaan ini disebabkan pola makan yang sehat. Berikut 10 kebiasaan
baik masyarakat Jepang:
1. Mengonsumsi makanan lengkap bervariasi
2. Orang Jepang menikmati makanan rumahan yang dimasak sendiri setiap hari
3. Orang Jepang hanya memasak makanan yang segar
4. Orang Jepang makan dengan porsi kecil
5. Teknik memasak di Jepang cukup ringan dan lembut
6. Orang Jepang makan nasi bukan roti setiap makan
7. Di Jepang, sarapan adalah makan yang paling dianggap penting dan terbesar
8. Masyarakat Jepang hanya mengonsumsi sedikit Dessert manis
9. Orang Jepang memiliki mind-set yang berbeda tentang makanan.
10. Olahraga merupakan bagian dari ritual harian Jepang.

68

Reading
Bacalah artikel berikut ini:

Menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris - English to Indonesia -
Penerjemah Online dan Gratis

Tips cara menerjemahkan Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau bahasa Inggris ke
Bahasa Indonesia secara online dan gratis
Tidak hanya Bahasa Indonesia dan English, akan tetapi anda juga bisa menterjemahkan hampir semua
bahasa populer di dunia

Google Translate adalah situs translator favorit saya dan menurut saya merupakan
situs penerjemah yang paling canggih dibandingkan situs penerjemah online lainnya saat ini
(2011)
Kelebihan :

1. Cepat dan mudah
2. Mampu menterjemahkan berbagai bahasa (lebih dari 50 bahasa)
3. Mampu menterjemahkan kata, kalimat hingga satu artikel
4. mampu menterjemahkan 1 halaman situs
5. Bisa diakses via handphone/ponsel
Kekurangan :
1. Kekurangan dari google translate sebenarnya adalah kekurangan yang umum dan hampir ada pada

setiap situs/aplikasi penerjemah
2. Struktur atau susunan kata tiap-tiap bahasa berbeda, sehingga bila kata/kalimat yang

anda terjemahkan tidak baku, maka kalimat yang diterjemahkan mungkin tidak sesuai
dengan maksud sebenarnya
3. Dibutuhkan sedikit pengetahuan tentang grammar atau susunan kata untuk
mengantisipasi perubahan makna kalimat
Cara menerjemahkan:
1. Buka situs translate.google.com atau klik di sini
2. Ubah bahasa, sebelah kiri bahasa dokumen yg akan diterjemahkan, sebelah kanan
adalah bahasa terjemahan
3. Ketik atau Copy Paste : Kata - Kalimat - Artikel yang akan diterjemahkan di kolom
sebelah kiri

69

4. Umumnya terjemahan akan keluar secara otomatis, bila tidak ... klik Terjemahkan
(translate)

Menterjemahkan 1 dokumen
1. Pada halaman awal situs translate.google.com, klik link terjemahkan dokumen
2. Pilih berkas / dokumen
3. klik terjemahkan

Menterjemahkan 1 halaman situs
1. Pada halaman awal situs translate.google.com, ketik alamat situs yang akan
diterjemahkan, misal: www.games-id.com
2. klik terjemahkan

Mengedit terjemahan
1. Selalu ingat bahwa anda perlu memeriksa dan mengedit ulang terjemahan dari google
translate.

Activity 2: Translating and editing a text using google translator
1. Terjemahkan teks singkat berikut ini dengan menggunakan google translate.
2. Edit hasil terjemahan tersebut.
3. Bandingkan hasil editan anda dengan mahasiswa lainnya.
4. Diskusikan di kelas.
ECONOMY OF INDONESIA
From Wikipedia, the free encyclopedia
Indonesia is the largest economy in Southeast Asia and is one of the emerging market

economies of the world. The country is also a member of G-20 major economies. It has a
market economy in which the government plays a significant role through ownership of state-
owned enterprises (the central government owns more than 160 enterprises) and the
administration of prices of a range of basic goods including fuel, rice, and electricity. In the
aftermath of thefinancial and economic crisis that began in mid-1997 the government took
custody of a significant portion of private sector assets through acquisition of nonperforming
bank loans and corporate assets through the debt restructuring process. Since 2004 the
economy has recovered and growth has accelerated to over 6% in recent years.

70

Indonesia regained its investment grade rating from Fitch Rating in late 2011, and from
Moody's Rating in early 2012, after losing its investment grade rating in December 1997 at the
onset of the Asian financial crisis which Indonesia spent more than Rp450 trillion ($50 billion)
to bail out lenders from banks. Fitch raised Indonesia's long-term and local currency debt
rating to BBB- from BB+ with both ratings is stable. Fitch also predicted that economy will
grow at least 6.0% on average per year through 2013, despite a less conducive global economic
climate. Moody’s raised Indonesia's foreign and local currency bond ratings to Baa3 from Ba1
with a stable outlook.
REFERENCES
Ewidiyanto. “Menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris - English to Indonesia -

Penerjemah Online dan Gratis”. www.articles-at.blogspot.com. Diakses pada tanggal
24/08/2011 pkl. 12:27
“Economy of Indonesia”. www.en.wikipedia.org. Diakses pada 27 Februari 2013.
10 resep panjang umur ala Jepang. (n.d.). Retrieved January 30, 2012 from
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article...

71

CHAPTER 8:
ENGLISH LEARNING REVIEW

Learning objectives:
- Peninjauan ulang tentang:

o Strategi belajar bahasa Inggris
o kemampuan menggunakan kamus dan thesaurus
o mendengarkan dan merespon dialog bahasa Inggris sederhana
o membaca dan memahami teks bahasa Inggris sederhana
o membuat kalimat bahasa Inggris dengan struktur dan kosa kata yang tepat

Aktifitas 1: Lengkapi pernyataan-pernyataan di bawah ini sesuai kondisi Anda
1. Menurut saya, kemampuan bahasa Inggris saya secara umum

_____________________________________________________________________
2. Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya, secara umum saya akan melakukan

langkah-langkah sebagai berikut:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
Kemampuan Listening
3. Menurut saya, kemampuan listening saya saat ini
_____________________________________________________________________
4. Untuk meningkatkan kemampuan listening saya memiliki strategi berikut ini:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

73

5. Sumber belajar listening saya adalah:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
Kemampuan Reading

6. Menurut saya, kemampuan reading saya saat ini
_____________________________________________________________________

7. Untuk meningkatkan kemampuan reading saya memiliki strategi berikut ini:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

8. Sumber belajar reading saya adalah:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
Kemampuan Speaking

9. Menurut saya, kemampuan speaking saya saat ini
_____________________________________________________________________

10. Untuk meningkatkan kemampuan speaking saya memiliki strategi berikut ini:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

11. Sumber belajar speaking saya adalah:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

74

Kemampuan Speaking
12. Menurut saya, kemampuan writing saya saat ini

_____________________________________________________________________
13. Untuk meningkatkan kemampuan writing saya memiliki strategi berikut ini:

_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
14. Sumber belajar writing saya adalah:
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Kemampuan Menggunakan Kamus dan Thesaurus

1. Saat ini saya □ sudah □ belum □ akan memiliki kamus bahasa Inggris

2. Kamus bahasa Inggris yang saya miliki adalah

3. _____________________________________________________________________

4. Kamus tersebut berbentuk □ buku □ gadget/perangkat □ software komputer

5. Dengan menggunakan kamus saya dapat belajar tentang:

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

Mendengarkan dan Merespon Dialog Bahasa Inggris Sederhana

1. Saya mendengarkan bahasa Inggris dari:

□ musik □ film □ televisi

□ dosen/guru □ kursus □ orang asing/native speaker

2. Saat mendengarkan orang berbicara dalam bahasa Inggris, saya merasa:

□ Sama sekali tidak memahami

□ sedikit-sedikit memahami

□ cukup paham namun tidak bisa merespon/menjelaskannya dalam bahasa Inggris

□ paham dan bisa menjelaskan/merespon kembali dalam bahasa Inggris

75

Membaca dan Memahami Teks Bahasa Inggris Sederhana

1. Biasanya teks bahasa Inggris yang saya baca berbentuk :

□ guidebook bahasa Inggris □ lirik lagu □ subtitle film

□ artikel internet □ koran berbahasa Inggris □ majalah Inggris

□ e-book/buku elektronik □ buku berbahasa Inggris

□ novel berbahasa Inggris □ jurnal berbahasa Inggris □ lainnya

2. Saat membaca teks bahasa Inggris, saya merasa:

□ Sama sekali tidak memahami

□ sedikit-sedikit memahami

□ cukup paham namun tidak bisa menjelaskan kembali dalam bahasa Inggris

□ paham dan bisa menjelaskan kembali dalam bahasa Inggris

3. Kendala saya saat membaca teks bahasa Inggris adalah:

□ keterbatasan kosa kata □ sulit menemukan ide pokok

□ sulit mencari informasi yang diperlukan □ lambat dan tidak efektif

□ susah berkonsentrasi

Membuat Kalimat Bahasa Inggris Dengan Struktur dan Kosa Kata yang Tepat

1. Saat ini saya □ tidak pernah □ jarang □ kadang-kadang □ sering □ rutin □ selalu menulis

dengan menggunakan bahasa Inggris.

2. Saya menulis di bahasa Inggris dalam bentuk:

□ status di facebook/twitter □ sms/bbm □ email

□ diary/catatan harian □ esai □ slide presentasi

□agenda kegiatan sehari-hari □ puisi □ novel □ cerpen

□ blog makalah/tugas kuliah □ buku □ artikel

□ jurnal □ skripsi/thesis

76

Kesimpulan mengenai kemampuan bahasa Inggris saya saat ini adalah:
_____________________________________________________________________

15. Rencana saya kedepan untuk memperbaiki bahasa Inggris saya adalah:
□ mengikuti kursus bahasa Inggris/mengambil kelas privat bahasa Inggris
□ membentuk atau mengikuti English Club
□ rutin mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara menggunakan bahasa Inggris
□ membuat blog berbahasa Inggris
□ mencari teman orang asing dan orang yang pintar berbahasa Inggris
□ menggunakan internet dan jejaring sosial untuk mengembangkan kemampuan bahasa
Inggris saya
□ mencari beasiswa ke luar negeri
□ mengikuti program pertukaran mahasiswa keluar negeri di ASEAN, Australia, Eropa,
Amerika, dan lain-lain.
□ mengumpulkan software berbahasa Inggris dan menggunakannya dengan efektif
□ membeli dan membaca buku-buku berbahasa Inggris/mendownload dari internet
□____________________________________________________________________

77

SELF-EVALUATION

_______________________________________’s Current Skills and Qualities

Put a tick (v) for yes, cross (X) for no, and question mark (?) for uncertain.

People:  managing change and transition
 ability to get on (work well) with  setting priorities
people from different background  working out (physical training)
 ability to see and understand other
people’s point of view agendas
 dealing with general public  organizing work to meet deadlines
 teamwork  staying calm in crisis
 managing other people  facilitating meetings
 teaching or training others  reading complex texts
 negotiating  word processing (typing text using
 helping others to arrive at decisions
 being sensitive to others’ feeling computer)
 caring for others  computer literacy
 ability to read other people’s body  working with numbers
language  selling
 dealing with others by phone or  problem-solving
online  practical things
 ability to cope with (handle) ‘difficult’  seeing how things work
people  writing reports or official letters
 speaking clearly and to the point  other: _______________________
 being able to take (follow) direction Personal qualities:
from others  ability to recognize my own needs and
 courage to speak out against injustice
 other: _______________________ ask for help
 ability to learn from mistakes
Activities:  stress management willingness to take
 creativity, design, and layout
 ability to see the ‘whole picture’ (see risks and experiment
things completely)  assertiveness (decisiveness)
 classifying and organizing information  determination and perseverance
(e.g. filing)
 being good at argument and debate (persistence)
 making decisions  ability to set my own goals
 maintaining a high level of motivation
REFERENCES:  ability to take responsibility for my

own actions
 trust in my own abilities

Cottrell, S. (2008).The study skills handbook (3rd Ed.) New York: Palgrave Macmillan Ltd.

Marshall, L. (1997). A learning companion (2nd Ed.). Perth: Murdoch University

78


Click to View FlipBook Version