The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Helly Khoirunnisa Handayani, 2023-01-31 20:11:09

Persatuan dan Kesatuan Bangsa dari Masa ke Masa

Karya XII IPS 3

PERSATU KESATUAN DARI MASA P E N D I K E W A R G A N XII IP SMAN 42


UAN DAN N BANGSA A KE MASA D I K A N N E G A R A A N PS 3 JAKARTA


Anisya Agustina Benaya Bezalee Debora Renata Kelompok 3 : Inez B Raeni Yosef Zahw


Masa Demo krasi Liber al Putri el Malau N Berliana Siregar issa R. Diah Putri fina Elisabeth Be`es wa Rizki Ayudita


ada masa Demokrasi Liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Dimana sistem pemerintahan menggunakan kabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri. Pada saat itu Indonesia menggunakan Undang Undang Dasar Sementara Republ Indonesia Tahun 1950. UUDS Tahun 1950 in berlaku mulai 17 Agustus 1950. Namun, praktik sistem parlementer ini ga dijalankan. Hal ini tercermin dari jatuh bangunnya tujuh kabinet dalam kurun wak 1950--1959. Kabinet pertama yang berdiri adalah Kab Natsir pada tanggal 16 September 1950. Pa masa kabinet ini, bentuk negara Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Tidak h itu, sebuah sistem ekonomi yang bernama Gerakan Benteng. Jadi, Program Gerakan Benteng merupaka kebijakan ekonomi yang diresmikan pada A 1950 dan resmi dihentikan pada tahun 1957 Program ini bertujuan untuk membina pembentukan suatu kelas pengusaha Indo "pribumi" (dalam arti "non-Tionghoa"). Ka ini runtuh pada saat munculnya mosi tidak percaya dari Hadikusumo yang berasal da P Kelompok 3


n ik ni agal ktu binet ada a anya an April 7. nesia binet ri PNI.


ete mand peng sukim pada kabin usaha kecil. adala Mutua luar n duta Kab Sukim Wilop pada kabin lahan bank Wilop (konf Mora S Kab Sastr Juli 19 Kebe Sasto Meny Meny Afrika karen keme


elah kabinet Natsir mengembalikan datnya ke Presiden, dibuatlah kabinet gantinya yaitu kabinet Sukiman. Kabinet man berdiri pada 27 April 1951 dan bubar a 3 April 1952. Salah satu keberhasilan net sukiman adalah memperhatikan a rakyat dan memajukan perusahaan Penyebab kejatuhan kabinet sukiman ah karena adanya pertukaran nota al Security Acl (MSA) antara Menteri negeri Indonesia Ahmad Subarjo dengan besar Amerika Serikat, Merle Cochan binet ketiga yang menggantikan kabinet man adalah kabinet Wilopo, kabinet po berdiri pada 3 April 1952 dan jatuh a 3 Juni 1953. Salah satu keberhasilan net Wilopo adalah menasionalisasi lahann dan perusahaan Belanda & lahirnya Indonesia. Penyebab kejatuhan kabinet po adalah adanya peristiwa 17/10/1952 lik TNI AD dan Parlemen) dan Tanjung wa. binet keempat adalah kabinet Ali oamidjojo, kabinet ini berdiri pada 31 953 dan jatuh pada 12 Agustus 1955. rhasilan yang dicapai oleh kabinet Ali oamidjojo I ini diantaranya adalah; yelesaikan persiapan pemilu 1955, yelenggarakan KAA (Konferensi Asiaa). Alasan kejatuhan kabinet ini adalah na adanya konflik antara PNI-NU, dan elut kepemimpinan di tubuh AD. Kelompok 3


elanjutnya terdapat Kabinet Burhanuddin Harahap yang berdiri pada tanggal 12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956. Salah satu keberhasilan kabinet ini adalah mengembalikan kepercayaan rakyat dan AD kepada pemerintah juga kabinet ini memperjuangkan pengembalian Irian Barat ke Indonesia. Penyebab jatuhnya kabinet ini ialah hilangnya dukungan dari NU dan PSI. Setelah itu terdapat Kabinet Ali Sastroamidjoyo II yang berdiri pada tanggal 20 April 1956 - 14 April 1957. Salah satu keberhasilan kabinet ini adalah membatalkan konferensi meja bundar (KMB) pada 3 Mei 1956 dan melaksanakan keputusan konferensi Asia-Afrika (KAA). S J 9 k m I m s j k d 1


Setelah itu terdapat Kabinet Juanda/Karya yang berdiri pada tanggal 9 April 1957 - 10 Juli 1959. Salah satu keberhasilan kabinet ini adalah mengatur kembali batas perairan Indonesia (Deklarasi Djuanda) dan memberlakukan konsepsi Nusantara sebagai negara kepulauan. Penyebab jatuhnya kabinet ini ialah dewan konstituante gagal membuat UUD baru dan terbitnya dekrit presiden pada 5 Juli 1959. Penyebab jatuhnya kabinet ini ialah munculnya gerakan separatisme dan juga munculnya gerakan anti Cina. Kelompok 3


Adalah gerakan Politik yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia berikut beberapa pemberontakan DI/TII, DI/TIl Jawa Tengah terjadi pada tahun 1949 sampai dengan 1950 yang dipimpin oleh Amir Fatan. DI/TII Kalimantan Selatan terjadi pada tahun 1950 sampai 1965 yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar. DI/TII Jawa Barat dipimpin oleh Kartosuwiryo karena tidak Puas dengan Perjanjian Renville, Alasan Jawa Tengah juga serupa. DI/TII Sulawesi Selatan terjadi pada tahun 1950 sampai 1965 yang dipimpin Tahar Muzetar karena kekecewaannya dengan reorganisasi APRIS/TNI. Alasan Kalimantan Selatan juga serupa. DI/TIl Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh Soekarno mengingkari janjinya tentang menjadikan Aceh sebagai daerah istimewa. DI/TII


Terjadi setelah Belanda mengakui kedaulatan NKRI pada tahun 1957. Karena kekecewaan angkatan militer terhadap pusat khususnya di wilayah Sumatra dan Sulawesi. Tujuannya untuk menuntut pembubaran kabinet Djuanda, membentuk pemerintah sementara dengan Moh. Hatta dan Sultan Hamengkubuwono no.IX hingga pemilu selanjutnya, menuntut Soekarno untuk kembali ke posisi konstitusional nya. Akhirnya perundingan berakhir gagal dengan para militer (APRI). Konfliknya selesai pada 22 April 1961 dengan Ahmad Husein menyerahkan diri kepada pemerintah. PRRI/Permesta Kelompok 3


Click to View FlipBook Version