Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI TRANSFORMASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADA KURIKULUM MERDEKA PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi KURIKULUM MERDEKA Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah yang selanjutnya disebut Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberi fleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. (Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Apa yang baru di Struktur Kurikulum Merdeka SMK 1. Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 2. Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai mata pelajaran 3. Penerapan Mata Pelajaran Pilihan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Praktik Kerja Lapangan yang selanjutnya disingkat PKL adalah pembelajaran bagi Peserta Didik pada SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan melalui praktik kerja di dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. (Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 1)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi SIAPA SAJA YANG TERMASUK DUNIA KERJA? 1. dunia usaha; 2. dunia industri; 3. badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah; 4. instansi pemerintah; atau 5. lembaga lainnya. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi TUJUAN PKL 1. Menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional pada Peserta Didik; 2. Meningkatkan kompetensi Peserta Didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja; dan 3. Menyiapkan kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi MEKANISME PKL 1. PKL dilaksanakan di dunia kerja 2. Peserta Didik penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti PKL 3. Penyelenggaraan PKL dapat dilakukan oleh satu atau beberapa satuan pendidikan dengan konsentrasi keahlian yang sama 4. PKL dapat dilaksanakan di dalam dan/atau luar negeri 5. PKL dilaksanakan secara luring dan/atau daring 6. Selain untuk pembelajaran konsentrasi keahlian berbasis teknologi informasi dan komunikasi, PKL dapat dilaksanakan secara daring dalam keadaan a. bencana alam; b. bencana nonalam; atau c. kondisi geografis setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari dunia kerja. 7. Dalam hal penyelenggaraan PKL tidak dapat dilaksanakan di dunia kerja, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan bentuk pembelajaran lain berupa kegiatan kewirausahaan yang sesuai dengan program kejuruannya atau pembelajaran berbasis projek berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 4-9
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi TAHAPAN PKL Perencanaan Pelaksanaan ● pemetaan kompetensi Peserta Didik; ● penetapan lokasi PKL; ● penetapan jangka waktu PKL; ● pemetaan penempatan Peserta Didik sesuai kompetensi; ● penetapan pembimbing PKL; dan ● pembekalan Peserta Didik. ● penempatan Peserta Didik di dunia kerja sesuai kompetensi; ● praktik kerja; dan ● mentoring oleh pembimbing PKL dari dunia kerja. Penilaian ● mengukur tingkat capaian kompetensi Peserta Didik ● dilakukan oleh pembimbing PKL dari dunia kerja Monitoring ● monitoring terhadap pelaksanaan PKL ● dilakukan sekurangnya 1 (satu) kali Evaluasi Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 10
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sejarah PKL pada Pendidikan Menengah Kejuruan Sebelum 1984 Kurikulum 1984 Belum ada kegiatan serupa PKL pada struktur kurikulum. ● Sebelumnya bernama Pengalaman Kerja Lapangan (PKL) ● Dilaksanakan pada semester 5 selama 6 minggu ● Penguatan pembelajaran mata pelajaran kejuruan Kurikulum 1994 ● Menggunakan terminologi Pengalaman Kerja Lapangan (PKL) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ● PKL dilaksanakan pada caturwulan 7 (tingkat III) selama 1 caturwulan dan Prakerin dilaksanakan pada akhir tingkat II atau awal tingkat III selama minimum 6 bulan ● Penguatan pembelajaran mata pelajaran produktif Kurikulum 2006 ● Menggunakan terminologi Praktik Kerja Industri (Prakerin) ● Prakerin tergantung dari keeratan hubungan sekolah dan industri ● Prakerin diambil dari jam pelajaran kejuruan ● Penguatan pembelajaran mata pelajaran kompetensi kejuruan Kurikulum 2013 ● Menggunakan terminologi Praktik Kerja Lapangan (PKL) ● PKL dilaksanakan sekurangnya selama 120 hari kerja pada semester 4 atau 5 pada program 3 tahun dan kelas XII atau XIII pada program 4 tahun ● Pengaturan PKL disesuaikan dengan satuan pendidikan ● Penguatan pembelajaran mata pelajaran kompetensi kejuruan Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SEBAGAI MATA PELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA-1 1. Praktik Kerja Lapangan merupakan bagian Intrakurikuler. 2. Mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan wahana pembelajaran di dunia kerja untuk memberikan kesempatan kepada Peserta Didik meningkatkan penguasaan kompetensi teknis (technical skills) sesuai dengan konsentrasi keahliannya serta menginternalisasi karakter dan budaya kerja (soft skills). 3. Mata pelajaran PKL dilaksanakan paling sedikit selama 1 semester atau 16 (enam belas) minggu efektif di kelas XII pada program 3 tahun ekuivalen 736 JP dan selama 10 (sepuluh) bulan atau 26 (dua puluh enam) minggu efektif di kelas XIII ekuivalen 1.216 JP 4. Pelaksanaan mata pelajaran PKL mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh pemimpin unit utama yang membidangi pendidikan vokasi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SEBAGAI MATA PELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA-2 5. Mata pelajaran PKL dilaksanakan secara blok dengan asumsi 46 (empat puluh enam) JP per minggu. 6. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK/MAK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja. 7. Memiliki guru mata pelajaran pengampu. 8. PKL dapat diampu dan/atau dibimbing oleh semua guru.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi PKL PADA KURIKULUM MERDEKA 1. Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah mata pelajaran yang merupakan wahana pembelajaran di dunia kerja. 2. Mata pelajaran PKL dirancang dalam struktur kurikulum SMK untuk dilaksanakan pada kelas XII (Program 3 Tahun) dan kelas XIII (Program 4 Tahun) dengan pertimbangan peserta didik telah memiliki dasar-dasar kemampuan kerja yang cukup. 3. PKL dilaksanakan secara blok sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan kebutuhan penguasaan kompetensi. 4. Pelaksanaannya antara lain dapat menggunakan Sistem Pelatihan Berotasi dalam 1 dan/atau beberapa mitra dunia kerja. SK KaBSKAP Nomor 033/H/KR/2022
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi PKL PADA KURIKULUM MERDEKA 5. Mata pelajaran PKL berkontribusi pada penguatan nilai-nilai dan karakter profil pelajar Pancasila. Nilai dan karakter tersebut disesuaikan dengan konteks pembelajaran PKL dan karakteristik dunia kerja. 6. Kegiatan pada mata pelajaran PKL direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dipantau, dan dievaluasi bersama oleh sekolah dan dunia kerja. 7. Mata pelajaran PKL diampu oleh tenaga pendidik yang ditugaskan oleh sekolah dan pembimbing teknis yang ditugaskan oleh pimpinan dunia kerja. SK KaBSKAP Nomor 033/H/KR/2022
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi CAPAIAN PEMBELAJARAN PKL SK KaBSKAP Nomor 033/H/KR/2022 Elemen Deskripsi Capaian Pembelajaran Internalisasi dan penerapan soft skills Meliputi internalisasi dan penerapan etika berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas (antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab), etos kerja, bekerja secara mandiri dan/atau bekerja di dalam tim, kepedulian sosial dan lingkungan, serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku di dunia kerja. Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan etika berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas (antara lain jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab), etos kerja, bekerja secara mandiri dan/atau bekerja di dalam tim, kepedulian sosial dan lingkungan, serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku di dunia kerja. Penerapan hard skills Meliputi pelaksanaan pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja. Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan kompetensi teknis pada pekerjaan sesuai POS yang berlaku di dunia kerja. Peningkatan dan pengembangan hard skills Meliputi penguasaan kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari sesuai konsentrasi keahlian Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas dipelajari sesuai konsentrasi keahlian. Penyiapan Kemandirian Berwirausaha Meliputi penyiapan kemandirian peserta didik, untuk penguatan dan pemahaman analisis usaha. Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan analisis usaha secara mandiri.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ASESMEN PKL Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 13 (1) Penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf c dilakukan untuk mengukur tingkat capaian kompetensi Peserta Didik yang meliputi aspek: a. sikap; b. pengetahuan; dan c. keterampilan. (2) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pembimbing PKL dari dunia kerja. ● Asesmen PKL dilaksanakan berdasarkan Tujuan Pembelajaran (TP) PKL yang telah disepakati pada saat perencanaan PKL. ● Asesmen dapat berupa asesmen kinerja terkait tujuan pembelajaran, laporan PKL, atau presentasi. ● Untuk kegiatan pengganti PKL, asesmen dapat dilakukan oleh: (1) Praktisi kewirausahaan, (2) Guru proyek kreatif kewirausahaan dan guru pengampu mapel PKL.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi SERTIFIKAT PKL Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 Pasal 15 (1) Peserta Didik yang telah menyelesaikan PKL diberikan sertifikat keikutsertaan PKL. (2) Sertifikat keikutsertaan PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh pimpinan dunia kerja. (3) Selain sertifikat keikutsertaan PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Peserta Didik dapat diberikan sertifikat kompetensi oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Simulasi Praktik Kerja Lapangan dengan Sistem Blok pada SMK Program 3 Tahun Kelas 12 (3 tahun)-semester non PKL-16 minggu Kelas 12 (3 tahun)-semester PKL-16 minggu Mata Pelajaran Alokasi per tahun (minggu) Alokasi Projek per tahun Total JP Per Tahun Alokasi per tahun (minggu) Alokasi Projek per tahun Total JP Per Tahun A. Kelompok Mata Pelajaran Umum: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti* 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Pendidikan Pancasila 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Bahasa Indonesia 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Muatan Lokal** 32 (2) 16 (1) 48 (3) - - - Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Umum (A): 96 (6) 32 (2) 128 (8) - - - B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan: - - - Matematika 48 (3) - 48 (3) - - - Bahasa Inggris 64 (4) - 64 (4) - - - Mata Pelajaran [Konsentrasi Keahlian]*** 352 (22) - 352 (22) - - - Projek Kreatif dan Kewirausahaan 80 (5) - 80 (5) - - - Praktik Kerja Lapangan**** - - - 736 (46) - 736 (46) Mata Pelajaran Pilihan***** 64 (4) - 64 (4) - - - Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B): 608 (38) - 608 (38) 736 (46) - 736 (46) Total****** 704 (46) 32 (2) 736 (46) 736 (46) - 736 (46)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Simulasi Praktik Kerja Lapangan dengan Sistem Blok pada SMK Program 4 Tahun Kelas 13 (4 tahun)-semester non PKL-6 minggu Kelas 13 (4 tahun)-semester non PKL-10 minggu Kelas 13 (4 tahun)-semester PKL-16 minggu Mata Pelajaran Alokasi per tahun (minggu) Alokasi Projek per tahun Total JP Per Tahun Alokasi per tahun (minggu) Alokasi Projek per tahun Total JP Per Tahun Alokasi per tahun (minggu) Alokasi Projek per tahun Total JP Per Tahun A. Kelompok Mata Pelajaran Umum: Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Umum (A): - - - - - - - - - B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan: - - - Matematika 64 (10) - 64 (10) - - - - - - Bahasa Inggris 192 (32) - 192 (32) - - - - - - Praktik Kerja Lapangan**** - - - 480 (48) - 480 (48) 736 (46) - 736 (46) Jumlah Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B): 256 (42) - 256 (42) 480 (48) - 480 (48) 736 (46) - 736 (46) Total****** 256 (42) - 256 (42) 480 (48) - 480 (48) 736 (46) - 736 (46)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Simulasi perhitungan pembagian tugas guru PKL secara proporsional program 3 tahun* Guru JP Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 36) Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 20) Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 10) A (Agama) 3 2 1 1 B (Pend Pancasila) 2 2 1 1 C (Bhs Indonesia) 3 2 1 1 D (Matematika) 3 2 1 1 E (Bhs Inggris) 4 3 1 1 F (Kons Keahlian) 11 9 4 1 G (Kons Keahlian) 11 9 4 2 H (PKK) 5 4 2 1 I (mapel pilihan 1) 4 3 1 1 Total 46 36 20 10 Semester PKL *jika guru PKL sama dengan guru mapel saat kegiatan non PKL
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Simulasi perhitungan pembagian tugas guru PKL secara proporsional program 4 tahun* Guru JP Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 36) Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 20) Perhitungan pendampingan siswa per rombel (siswa = 10) A (Matematika) 10 9 6 3 B (Bhs Inggris) 32 27 14 7 Total 42 36 20 10 Semester PKL *jika guru PKL sama dengan guru mapel saat kegiatan non PKL
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi "Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.“ Ki Hajar Dewantara
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Terima Kasih