pecahan RIZKY DEWANTORO
HARNANTO
Kelas 3
Tematik, tema 2020015016
2, subtema 4
Pengertian Pecahan
Pecahan merupakan bagian dari kesatuan atau keseluruhan
“Sebuah benda yang dibagi dengan setiap bagian masing-masing sama
besar dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan”
Bilangan pecahan dapat digunakan untuk menyatakan:
1. Suatu bagian dari benda utuh.
2. Suatu bagia dari sekelompok benda.
“Sebuah pizza dipotong menjadi dua bagian sama besar. Setiap
potongan pizza dapat dinyatakan dengan pecahan setengah atau seperdua.
Selanjutnya, setiap potongan tersebut dipotong lagi menjadi dua bagian
sama besar. Satu potongan pizza yang lebih kecil tersebut dapat
dinyatakan dengan pecahan seperempat”
● Pecahan dapat ditulis dalam bentuk ,a merupakan
pembilang dan b merupakan penyebut
Pembilang
penyebut
• Pecahan setengah adalah satu dari dua bagian yang sama besar,
setengah dibaca satu perdua atau seperdua atau dapat ditulis
12.
• Pecahan dua perempat adalah dua dari empat bagian yang sama
besar,dua perempat dapat ditulis 42.
• Pecahan empat perdelapan adalah empat dari delapan bagian yang
sama besar empat perdelapan dapat ditulis 48.
Membandingkan pecahan
● Untuk perbandingan pecahan, digunakan lebih
besar (>), lebih kecil (<), dan tanda sama
dengan (=). Cara membandingkan pecahan dapat
juga dengan menyamakan penyebutnya.
● Membandingkan dua pecahan berpenyebut tidak sama dilakukan
dengan menyamakan penyebutnya, kemudian membandingkan
pembilangnya.
● Contoh : dan (kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 7
dan 5 adalah 35)
● Atau dengan mengalikan silang kedua pecahan dan membandingkan
kurang dari atau lebih dari
● Contoh:
Menyederhaakan pecahan
● Dalam menyederhanakan sebarang pecahan
● Berlaku:
●di mana a Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari p dan q.
● Contoh :
● Dari proses penyederhanaan di atas, pecahan yang paling sederhana
adalah
Pecahan senilai
● pecahan senilai dapat diperoleh dengan cara
mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut
pecahan itu dengan bilangan yang sama yang bukan nol
atau ; dengan m0.
L(a) = L(b) = L(c)
“ TAHAPAN PERTAMA DALAM MENCARI ILMU ADALAH MENDENGARKAN,
KEMUDIAN DIAM DAN MENYIMAK DENGAN PENUH PERHATIAN,
LALU MENJAGANYA, LALU MENGAMALKANNYA
DAN KEMUDIAN MENYEBARKANNYA”
(sufyan bin uyainah)