The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by melsyjupri03, 2021-04-01 05:08:11

MELSY JUPRI_MODUL

MELSY JUPRI_MODUL

MODUL
NILAI DAN NORMA
Disusun Oleh Melsy Jupri

STANDAR KOMPETENSI
Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam lingkungan
masyarakat

KOMPETENSI DASAR
Memahami nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat

TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa diharapkan dapat:

1. Menjelaskan pengertian nilai dan norma sosial (C2)
2. Mendeskripsikan jenis-jenis nilai dan norma sosial (C5)
3. Menjelaskan peran dan fungsi nilai dan norma sosial (C2)

PETA KONSEP

Nilai dan Norma
Sosial

Pengertian Jenis-Jenis Peran dan
Fungsi

Nilai dan Norma Sosial

1. Pengertian Nilai Sosial
Nilai (value) mengacu pertimbangan terhadap suatu tindakan, benda, cara, untuk

mengambil keputusan apakah sesuatu yang bernilai itu benar (mempunyai nilai
kebenaran), indah (nilai keindahan/estetik), dan religius (nilai ketuhanan). Menurut
Koentjaraningrat, nilai sosial merupakan konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam
pikiran sebagian besar dari warga masyarakat mengenai hal-hal yang mereka
anggap bernilai dalam hidup. Misalnya: menolong orang lain dianggap mempunyai nilai
positif dan dianggap baik dilingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, suatu nilai berfungsi sebagai pedoman perilaku dalam
masyarakat. Seperti kerja sama, persaudaraan, rasa kekeluargaan, ketaatan,
kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, dan lain-lain. Begitu pentingnya nilai bagi
masyarakat, maka nilai diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang
dilengkapi dengan sanksi-sanksi bagi pelanggarnya.
Pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli:
a. Charles F. Andrian

Mengartikan nilai sosial sebagai konsep-konsep yang sangat umum mengenai sesuatu
yang ingin dicapai serta memberikan arah tindakan-tindakan yang harus diambil.
b. Green
Menurutnya, nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan
disertai emosi terhadap objek, ide, dan orang perorangan.
c. Woods
Nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

d. George Spindler
Nilai sosial adalah pola-pola sikap dan tindakan yang menjadi acuan bagi individu
dan masyarakat.

e. Koentjaraningrat
Nilai sosial adalah konsepsi yang hidup di dalam alam pikiran sebagian besar warga
masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap penting dalam hidup.

f. Soerjono Soekanto
Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik
dan apa yang dianggap buruk.

2. Jenis-Jenis Nilai Sosial
Perkembangan nilai sosial dalam masyarakat semakin banyak. Banyaknya nilai-nilai
sosial yang digunakan sebagai pedoman dalam bertingkah laku, mendorong
Prof. Notonegoro mengklasifikasikan nilai-nilai tersebut. Menurut beliau, nilai social
dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:
a. Nilai material, merupakan nilai yang meliputi berbagai konsepsi tentang segala
sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
Contohnya: pakaian, makanan, payung, dll
b. Nilai vital, yaitu meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu
yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas.
Contoh: guru memerlukan papan tulis dan spidol untuk mengajar
c. Nilai kerohanian, yaitu nilai yang meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan
segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia. Nilai tersebut
meliputi:
a) Nilai kebenaran atau kenyataan-kenyataan yang bersumber pada akal
manusia.
b) Nilai keindahan yang bersumber pada rasa manusia.
c) Nilai kebaikan atau moral yang bersumber pada kehendak atau kemauan
manusia.
d) Nilai religius yang merupakan nilai Ketuhanan, nilai kerohanian yang
tertinggi dan mutlak.

3. Fungsi dan Peran Nilai Sosial
Nilai sosial dalam Idianto M. (2004: 111) memiliki peran sebagai berikut
a) Alat untuk menentukan harga sosial, kelas sosial seseorang dalam struktur
stratifikasi sosial, misalnya kelompok ekonomi kaya (upper class),
kelompok masyarakat menengah (middle class) dan kelompok masyarakat
kelas rendah (lower class).
b) Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat (berperilaku pantas).
c) Memotivasi dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan
dirinya dalam perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh peran-perannya
dalam mencapai tujuan.
d) Alat solidaritas atau mendorong masyarakat untuk saling bekerja
sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri.
e) Pengawas, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat
baik.
f) Sebagai pendoronh cita-cita atau harapan bagi kehidupan sosial
g) Sebagai petunjuk arah dan sebagai alat perekat solidaritas sosial didalam
kehidupan kelompok
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam masyarakat yang terus
berkembang nilai senantiasa akan ikut berubah. Pergeseran nilai dalam banyak hal
akan mempengaruhi perubahan tatanan sosial yang ada.

4. Pengertian Norma Sosial (Social Norms)
Norma adalah penjabaran nilai-nilai secara terperinci kedalam bentuk tata aturan,

tata kelakuan yang secara makro adalah konstitusi, Undang-undang, Peratuan
Pemerintah, Konvensi dan aturan tak tertulis lainnya. Norma adalah patokan perilaku
dalam kelompok masyarakat tertentu, yang disebut juga peaturan sosial yang menyangkut
perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Norma
adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan
kesepakatan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia dalam
masyarakat guna mencapai kedamaian.

Norma adalah petunjuk tingkah laku yang harus dilakukan dan tidak boleh
dilakukan dalam hidup sehari-hari, berdasarkan suatu alasan (motivasi) tertentu dengan
disertai sanksi. Sanksi adalah ancaman/akibat yang akan diterima apabila norma tidak
dilakukan (Widjaja, 1985: 168). Norma tidak akan lepas dari sanksi. Sanksi
diberikan terutama bagi yang melanggar norma tersebut. Ada juga sanksi yang
positif, tetapi tidak disebutkan sebagai sanksi tetapi sebagai hadiah atau reward.
Sanksi yang negatif disebut juga punishment. Seorang manajer yang sukses harus mampu
melakukan reward dan punishment secara adil dan benar. Sanksi diberikan untuk
mengubah tingkah laku para penganut norma tersebut.

5. Jenis-Jenis Norma
Dalam kehidupan umat manusia terdapat bermacam-macam norma, yaitu norma agama,
norma kesusilaan, norma kesopanan, norma hukum dan lain-lain. Norma agama, norma
kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum digolongkan sebagai norma umum.
a) Norma Agama
Norma agama adalah aturan-aturan hidup yang berupa perintah-perintah dan
larangan-larangan, yang oleh pemeluknya diyakini bersumber dari Tuhan Yang
Maha Esa. Aturan-aturan itu tidak saja mengatur hubungan vertikal, antara
manusia dengan Tuhan (ibadah), tapi juga hubungan horisontal, antara manusia
dengan sesama manusia.
b). Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah aturan-aturan hidup tentang tingkah laku yang baik dan
buruk, yang berupa “bisikan-bisikan” atau suara batin yang berasal dari hati
nurani manusia. Berdasar kodrat kemanusiaannya, hati nurani setiap manusia
“menyimpan” potensi nilai-nilai kesusilaan.
c). Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah aturan hidup bermasyarakat tentang tingkah laku yang
baik dan tidak baik baik, patut dan tidak patut dilakukan, yang berlaku dalam
suatu lingkungan masyarakat atau komunitas tertentu. Norma ini biasanya

bersumber dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat. Ini sejalan
dengan pendapat Widjaja tentang moral dihubungkan dengan eika, yang
membicarakan tentang tata susila dan tata sopan santun. Tata sopan santun
mendorong berbuat baik, sekedar lahiriah saja, tidak bersumber dari hati nurani,
tapi sekedar menghargai menghargai orang lain dalam pergaulan (Widjaja, 1985:
154). Dengan demikian norma kesopanan itu bersifat kultural, kontekstual,
nasional atau bahkan lokal.
d). Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan-aturan yang dibuat oleh lembaga negara yang
berwenang, yang mengikat dan bersifat memaksa, demi terwujudnya ketertiban
masyarakat. Sifat “memaksa” dengan sanksinya yang tegas dan nyata inilah yang
merupakan kelebihan norma hukum dibanding dengan ketiga norma yang lain.
Negara berkuasa untuk memaksakan aturan-aturan hukum guna dipatuhi dan
terhadap orang-orang yang bertindak melawan hukum diancam hukuman.
Ancaman hukuman itu dapat berupa hukuman bandan atau hukuman benda.
Hukuman bandan dapat berupa hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup,
atau hukuman penjara sementara. Di samping itu masih dimungkinkan pula
dijatuhkannya hukuman tambahan, yakni pencabutan hak-hak tertentu,
perampasan barang-barang tertentu, dan pengumuman keputusan pengadilan.
Berdasarkan tingkat daya ikatnya, dibedakan menjadi:
Cara (Usage)
Adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-
individu dalam suatu masyarakat. Norma ini berdaya ikat sangat lemah,
sehingga pelanggaran terhadap norma ini tidak mendapat sanksi yang berat.
Contoh: bersendawa setelah makan bagi sekelompok masyarakat dianggap tidak
sopan didalam masyarakat Minangkabau
Kebiasaan (Folkways)
kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang
sama serta dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas yang
dianggap baik dan benar oleh masyarakat. Contoh: sebelum pergi sekolah anak
menyalami orang tuanya.

Tata Kelakuan (Mores)
Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sikap-sikap
hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan
mengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Contoh:
melarang perbuatan kriminal serta memberikan sanksi kepada pelanggar atau
pelaku kriminal.

6. Fungsi dan Peran Norma Sosial
Secara umum, adanya nilai dan norma membentuk keadaan masyarakat yang

teratur serta harmonis.Secara garis besar, nilai dan norma sosial memiliki peranan yang
berarti bagi individu anggota suatu masyarakat maupun masyarakat secara
keseluruhan. Peran-peran tersebut antara lain:
a. Sebagai Petunjuk Arah (Orientasi) Bersikap dan Bertindak

Nilai dan norma sosial berfungsi sebagai petunjuk arah dalam bersikap dan bertindak.
Ini berarti nilai dan norma telah melekat pada diri individu atau masyarakat sebagai
suatu petunjuk perilaku yang diyakini kebenarannya.
b. Sebagai Petunjuk dan Pengontrol bagi Sikap dan Tindakan Manusia
Nilai dan norma sosial juga berfungsi sebagai petunjuk dan pengontrol sikap
dan tindakan manusia. Melalui nilai dan norma inilah, setiap individu dapat
mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dengan acuan ini pula sikap
dan tindakan manusia dapat dikontrol, apakah sudah sesuai atau telah menyimpang
dari nilai.
c. Sebagai Pendorong Sikap dan Tindakan Manusia
Nilai dan norma sosial dapat pula berfungsi sebagai alat pendorong (motivator)
seseorang untuk bertingkah laku sesuai dengan nilai. Selain itu, mampu pula
menuntun orang untuk bersikap baik. Hal ini disebabkan nilai sosial yang baik
memunculkan harapan dalam diri seseorang.
d. Sebagai Benteng Perlindungan bagi Keberadaan Masyarakat
Adanya nilai dan norma dalam suatu tatanan pergaulan merupakan pelindung
terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Terutama bagi pihak-pihak yang
lemah. Tanpa adanya nilai dan norma dalam masyarakat, terkadang kepentingan-

kepentingan pihak lemah akan dirampas secara paksa oleh pihak-pihak yang kuat.
Oleh karena itu, nilai dan norma berfungsi sebagai benteng perlindungan.
e. Sebagai Alat Pemersatu Anggota Masyarakat
Dengan adanya kesepakatan akan nilai dan norma yang sama dalam suatu
masyarakat, maka antara satu anggota dengan anggota yang lain mempunyai
hubungan yang erat. Hal ini berarti, semakin kuat pemahaman dan penghayatan
nilai sosial oleh para anggotanya, semakin kuat pula ikatan dalam suatu kelompok.

SOAL

Latihan!

Pilihan Ganda

Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D terhadap jawaban yang benar!

1. Norma sosial adalah ...
a. Pola perilaku manusia
b. Tingkah laku manusia
c. Peraturan hidup dalam masyarakat
d. Bagian dari nilai sosial

2. Berikut ini yang tidak termasuk kedalam jenis-jenis norma adalah ...
a. Norma agama
b. Norma kesusilaan
c. Norma sosial
d. Norma kesopanan

3. Kaidah hidup yang berupa perintah, larangan dan anjuran yang bersumber dari Tuhan dan
bersifat mutlak adalah ...
a. Norma hukum
b. Norma kesusilaan
c. Norma agama
d. Norma hidup

4. Nilai yang bersumber dari estetika disebut...
a. Nilai keindahan
b. Nilai moral
c. Nilai religius
d. Universal

5. Makan dan minum yang mengeluarkan bunyi akan mendapat cemoohan merupakan
contoh pelanggaran terhadap ...
a. Custom

b. Folkways
c. Mores
d. Estetika

DAFTAR PUSTAKA
Andreas, MS, Drs.(2008). Sosiologi SMA kelas X, Jakarta, Quadra Kun Maryati & Juju
Suryawati.(2007). Sosiologi SMA kelas X. Jakarta: Esis
Elisant.,Rostini, Tintin. 2009. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X. Jakarta:Pusat Perbukuan.
Harmanto, Gatot. 2011. Sosiologi untuk SMA/MA. Bandung:YramaWidya.


Click to View FlipBook Version