Materi tematik :
Surat Ar Rum 21
dan dari sebagian tanda-tanda (kekuasa-
anNya).
di surat Ar Rum 21 ini, tanda-tanda keku-
asaan Alloh di tampilkan secara berurutan
dari ayat 20 s/d 25.
ِ َءايَاتِه/ ِءَايَـتِه
lafad AAYAATI tertulis tidak memakai Alif
(sebagai huruf pemisah),
bermaksud bahwa tanda-tanda kekuasaan
Alloh itu tidak terputus,
tidak terputus, alias saling bersinergi atau
saling berkaitan satu sama lain dan
berkesinambungan tanpa akhirnya.
َ أَ َنّ خَلَق/ َأَنْ َخَلق
lafad AN aslinya berbunyi ANNA yang
tulisannya dipendekkan / disingkat menja-
di AN, bermaksud ada kata yang terse-
mbunyi sebelum lafad AN.
َِاعَْلُمْوا َأ َنّ َخلَق
ketahuilah oleh kalian, bahwasannya Dia
telah menciptakan.
bahwasannya Dia telah menciptakan bagi
kalian dari jenis (makhluq manusia seper-
ti) kalian pasangan-pasangan,
َأزَْوا ًجا/ َأزَْوجًا
lafad AZWAAJAN tertulis tidak memakai
Alif (sebagai huruf pemisah),
أَزْوَا ًجا/ أَزَْو ًجا
bermaksud bahwa berpasangannya antar
jenis laki-laki dan perempuan itu tidak
terputus,
alias jika di dunia berkeluarganya seiman
sampai matinya maka berkesinambungan
/ berkelanjutan di akherat nanti tanpa
terpisahkan tiada akhirnya,
yakni dipertemukan kembali oleh Alloh
segenap keluarganya di sorga.
Ar Ro’du 23
sorga ‘adn (yang tergali / berpondasi),
mereka masuk ke dalamnya bersama
orang sholeh dari nenek moyang mereka,
dan pasangan mereka dan anak cucu
mereka, ….
supaya kalian merasa tentram kepadanya.
ِلَتنَاُلْوا َس ِكْينَةً إِلَْيهَا
tidak tertulis : supaya kalian memperoleh
ketentraman kepadanya.
تَ ْس ُكُنوْا/ سَكِْيَن ًة
sakiinatan adalah berjenis kata benda,
bermaksud kepastian tentram kalau
berumah tangga dengan pasangannya.
تَ ْس ُكُنْوا/ سَ ِكْيَن ًة
taskunuu adalah berjenis kata kerja, ber-
maksud perbuatan usaha untuk memper-
oleh rasa tentram bersama pasangannya,
َت ْس ُكُنْوا/ َسكِْينَ ًة
alias, belum pasti tentram jika tidak ada
usaha bersama pasangan untuk meraih-
nya, sedangkan usahanya berwujud
mawaddatan dan rohmatan.
َتسْ ُكُنوْا/ سَ ِكيَْن ًة
dari mana tahunya bahwa sakiinatan
adalah buah hasil dari usaha perpaduan
antara mawaddatan dan rohmatan?
dan Dia menjadikan di antara kalian rasa
kasih dan rasa sayang.
َ جَ َعل/ َخَلَق
kalau kholaqo bermaksud perbuatan
Alloh yg bermuatan sifat wajibnya Alloh
yakni kuasaNya tanpa campur tangan
manusia, alias tidak bisa ditiru oleh
manusia, karena sifat tersebut tidak Alloh
tanamkan dalam fitrah manusia.
kalau ja’ala bermaksud perbuatan Alloh yg
bermuatan sifat sunnahnya Alloh / sifat
sunnatulloh kebiasaan Alloh, yakni hukum
sebab akibat yg Alloh berlakukan di alam
semesta, sedangkan sifat tersebut sudah
Alloh tanamkan dalam fitrah manusia,
Qolbu : tempat berubah
ubahnya perasaan / dibolak-
baliknya keadaan kepada positif
& negatif. ٌإِ ْي َمان ُقُلوْ ٌب
ٌِن َفاق
Fitrah : cetakan كُ ْف ٌر
awal / naluri yg
tertanam / hati ِف ْطرٌَة
kecil.
ٌأَفْئِ َدة
sehingga jika manusianya meneladani /
mempraktekkan sifat ketuhanan maka
Alloh berikan akibat baik / buah hasil dari
amalan perbuatan manusia tersebut,
misalnya, Alloh yang mempunyai sifat Al
Waduud Maha Pengasih, lalu sifat
tersebut yakni rasa kasih, Alloh tanamkan
dalam diri fitrah manusia berwujud
mawaddatan,
maka diharapkan manusia bersedia
mengamalkan sifat mawaddatan tersebut
terhadap pasangannya.
dan misalnya, Alloh yang mempunyai sifat
Ar rohiim Maha Penyayang, lalu sifat
tersebut yakni rasa sayang, Alloh tanam-
kan dalam fitrah manusia berwujud roh-
matan, maka diharapkan manusia berse-
dia mengamalkan sifat tersebut terhadap
pasangannya.
َر ْحمَ ًة+ َمَو َدّ ًة....جَ َع َل
karena Alloh memakai lafad ja’ala maka
rasa kasih dan rasa sayang diadakannya
secara horisontal yakni harus dikondisikan
sendiri oleh manusia, alias dipraktekkan
manusia terhadap pasangannya,
maka hasilnya adalah Alloh mengadakan
rasa tentram secara vertikal
سَكِْينَ ًة
.... = ً َرحَْمة+ َموَ َدّ ًة
maka hasilnya adalah Alloh mengadakan
rasa tentram secara vertikal yakni Alloh
menurunkan ketentraman kepada manu-
sia, sebagai pemberian akibat baik dari
perbuatan kasih dan sayang terhadap
sesama pasangan manusia.
سَكِْينَ ًة
.... = َر ْحَم ًة+ ًَمَو َّدة
rasa tentram adalah suatu rasa yang
diciptakan oleh Alloh, yang masih disim-
pan dalam khazanah perbendaharaan
ghaib di langit, yang akan diturunkan ke
bumi apabila ada asbabun nuzul….
ًَس ِكْينَة
.... = َرحْمَ ًة+ ًَمَو َدّة
alias peristiwa amalan rasa kasih dan rasa
sayang dalam sebuah rumah tangga
adalah menjadi penyebab turunnya rasa
ketentraman dari langit yang Alloh
berikan kepada keluarga tersebut.
َموَ َّدةً َو رَ ْحمَ ًة,ًسَكِيَْنة
maka berdasarkan pengertian bahasa,
ucapan kita berbunyi : semoga menjadi
keluarga yang sakinah mawaddah wa
rahmah adalah kurang tepat.
sebab memposisikan SAKIINATAN itu
derajatnya sama datar horisontal dengan
MAWADDATAN dan ROHMATAN.
ً َرحْمَة+ ًَسكِيْنَةً = َموَ َّدة
padahal SAKIINATAN itu derajatnya tinggi
vertikal yakni diturunkan oleh Alloh dari
langit, ibarat pesawat, turunnya SAKIINA-
TAN itu butuh adanya landasan, maka
landasannya berwujud MAWADDATAN
dan ROHMATAN di antara kedua mempe-
lai.
mungkin kita bertanya-tanya, dari
mana tahunya bahwa rasa tentram
itu bersifat vertical ?,
jawabannya ada di surat At Taubah
26, 40, dan Al Fath 4, 18, 26, kese-
muanya memakai lafad ANZALA
) (َأنْزَ َلartinya menurunkan.
yakni rasa tentram adalah suatu rasa
yg diciptakan oleh Alloh, yg masih
disimpan dalam khazanah perbenda-
haraan ghaib di langit,
yg akan diturunkan ke bumi apabila
ada asbabun nuzul
diturunkan ke bumi apabila ada
asbabun nuzul
alias peristiwa amalan rasa kasih
dan rasa sayang dalam sebuah
rumah tangga adalah
menjadi penyebab turunnya rasa
ketentraman dari langit yg Alloh
berikan kepada keluarga tersebut.
kesimpulan dari surat ar rum 21 ini adalah :
1. ayat ini sebenarnya tidak bertemakan
pernikahan, tapi bertemakan salah satu tanda
kekuasaan Alloh dalam menciptakan rasa
tentram alias mengadakannya dari tidak ada
menjadi ada, serta kekuasaan Alloh dalam
menjadikan rasa kasih sayang alias dari tidak
bisa menjadi bisa.
2. tanda kekuasaan Alloh di ayat ini merupakan
bukti sunnatulloh yakni hukum sebab akibat yg
Alloh berlakukan dalam hal berpasangannya
manusia,
sebagaimana Alloh berlakukan dalam hal sebab
kemenangan bangsa romawi dan akibat
kekalahan bangsa Romawi.
3. ketika tahun 614 masehi, bangsa Romawi yg
beragama kitab suci injil (penyembah Alloh, yg
ajarannya bermuatan MAWADDATAN wa
ROHMATAN) dikalahkan oleh bangsa Pesia
(penyembah api, yg tidak mengenal ajaran kasih
sayang),
maka berita kekalahan bangsa Romawi tersebut
tidak menentramkan perasaan kaum muslimin di
Makkah.
4. ketika tahun 622 masehi bangsa Persia
dikalahkan oleh bangsa Romawi, maka berita
kemenangan bangsa Romawi
(alias secara filosofi kemenangan ajaran
MAWADDATAN wa ROHMATAN) tersebut
menentramkan perasaan kaum muslimin di
Makkah.
5. makna filosofi :
Persia (api) mengalahkan Romawi (mawaddah wa
rohmah) maka tidak ada sakinah bagi Muslimin di
Makkah.
jika api (nafsu) mengalahkan fitrah (rasa kasih
sayang) maka tidak akan lahir sakinah (rasa
ketentraman).
Romawi (mawaddah wa rohmah) mengalahkan
Persia (api) maka ada sakinah bagi kaum
Muslimin di Makkah.
jika fitrah (rasa kasih sayang) mengalahkan api
(nafsu) maka akan lahir sakinah (rasa
ketentraman).