PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN, PRASARANA, PERALATAN MEDIS DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DALAM PEMENUHAN K3 RS: SESUAI PERMENKES 40 TAHUN 2022 Wahjuda Rachim Saputra 3/3/2024 WRS 1
Outline 3/3/2024 WRS 2 • UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan kerja • UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan • Permenkes 66 tahun 2016 tentang K3RS • Kepmenkes No. : HK.01.07/MENKES/1128/2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit • Permenkes No 40 tahun 2022 tentang Persayaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit • Instrumen Survei Akreditasi KARS sesuai Standar Akreditasi Rumah Sakit Republik Indonesia tahun 2022 Regulasi
UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Pasal 2. (1) Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. (2) Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana : a. dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan; 3
UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Pasal 3. (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a. mencegah dan mengurangi kecelakaan; b. mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran; c. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan; d. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya; h. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan; o. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan; 4
Introduction Kemampuan pelayanan rumah sakit harus didukung dengan ketersediaan bangunan, prasarana, peralatan kesehatan, yang memenuhi persyaratan teknis untuk pemberian pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna pada: -rawat inap, -rawat jalan, dan -gawat darurat -sesuai dengan klasifikasi rumah sakit 3/3/2024 WRS 5
Introduction 3/3/2024 WRS 6 Berdasarkan PeMenKes No 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, Menteri Kesehatan memiliki kewenangan untuk menetapkan persyaratan teknis bangunan, prasarana, dan peralatan kesehatan rumah sakit;
Introduction 3/3/2024 WRS 7 Melaksanakan ketentuan Pasal 10 ayat (3) dan Pasal 11 ayat (6) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit
UNDANG-UNDANG NO 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT 3/3/2024 WRS 8 Pasal 10 ayat (3) • Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri. Pasal 11 ayat (6), • Ketentuan lebih lanjut mengenai prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri.
UU NO. 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN WRS • Rumah Sakit adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan perseorangan secara paripurna melalui Pelayanan Kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/ atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan Gawat Darurat. 3/3/2024 9
UU NO. 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN WRS Pasal 189 (1) Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban: i. menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak, antara lain sarana ibadah, tempat parkir, ruang tunggu, sarana untuk penyandang disabilitas, wanita menyusui, anak-anak, dan lanjut usia; 3/3/2024 10
UU NO. 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN Pasal 189 (1) Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban: o. memiliki system pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana; Penjelasan Pasal 189 Huruf o • Rumah Sakit dibangun serta dilengkapi dengan sarana, prasarana, dan peralatan yang dapat difungsikan serta dipelihara sedemikian rupa untuk mendapatkan keamanan, mencegah kebakaran atau bencana dengan terjaminnya keamanan, keselamatan dan Kesehatan Pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan Rumah Sakit. WRS 11
Permenkes 66 tahun 2016 tentang K3RS 15. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1197); 3/3/2024 WRS 12
Kepmenkes No. : HK.01.07/MENKES/1128/2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit WRS 3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Fokus pada standar Manajemen Fasilitas dan Keamanan meliputi: a. Kepemimpinan dan perencanaan; b. Keselamatan; c. Keamanan; d. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3; e. Proteksi kebakaran; f. Peralatan medis; g. Sistim utilitas; h. Penanganan kedaruratan dan bencana; i. Konstruksi dan renovasi; dan j. Pelatihan. 3/3/2024 13
3/3/2024 WRS 14
WRS 3/3/2024 15
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN, PRASARANA DAN PERALATAN KESEHATAN RUMAH SAKIT BAB I STANDAR BANGUNAN RUMAH SAKIT BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT BAB III STANDAR PERALATAN KESEHATAN 3/3/2024 WRS 16
3/3/2024 WRS 17
WRS 3/3/2024 18
BAB I STANDAR BANGUNAN RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 19 A. LAHAN AKSES BANGUNAN B. TATA BANGUNAN C. KEBUTUHAN TOTAL LUAS LAHAN BANGUNAN D. FASILITAS AKSESIBEL E. RUANG-RUANG F. POLA HUBUNGAN ANTAR RUANG G. DESAIN KOMPONEN BANGUNAN H. SARANA EVAKUASI BANGUNAN I. PERSYARATAN STRUKTUR BANGUNAN RS
C. KEBUTUHAN TOTAL LUAS LAHAN BANGUNAN 3/3/2024 WRS 20
D. FASILITAS AKSESIBEL 3/3/2024 WRS 21
BAB I STANDAR BANGUNAN RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 22 H.SARANA EVAKUASI BANGUNAN
Building evacuation 3/3/2024 WRS 23 3. Sarana evakuasi terdiri atas 3 (tiga) bagian utama meliputi: akses eksit (exit access), eksit (exit), eksit pelepasan (exit discharge). 4. Sarana evakuasi perlu dilengkapi dengan sarana pendukung lalnnya seperti: a, Rencann evakuasl. b. sistem peringatan bahaya. c. Pencahayaan ekstra dan tanda arah, d. Area tempat berlindung (refugee area). e. Titik berkumpul. f. Lift kebakaran. H.SARANA EVAKUASI BANGUNAN
H.SARANA EVAKUASI BANGUNAN WRS 5. Persyaratan teknis mengenai sarana evakuasi mengacu kepada peraturan perundang-undangan. 3/3/2024 24
BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT 3/3/2024 WRS 25
BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 26 A. INSTALASI AIR BERSIH B. INSTALASI AIR LIMBAH C. SISTEM DRAINASE AIR HUJAN DAN LINGKUNGAN D. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF E. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF F. SISTEM TRANSPORTASI DALAM GEDUNG G. SISTEM INSTALASI GAS MEDIK H. SISTEM TATA UDARA I. SISTEM KELISTRIKAN J. SARANA ELEKTRONIKA BANGUNAN DAN ICT RUMAH SAKIT
BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 27 A. INSTALASI AIR BERSIH
A. INSTALASI AIR BERSIH 3/3/2024 WRS 28 Perencanaan penyediaan dan distribusi air bersih di RS Kapasitas air bersih Sumber air bersih Distribusi Outlet Air riverse osmosis (RO)
A. INSTALASI AIR BERSIH WRS I. Perencanaan Penyediaan dan Distribusi Air Bersih di Rumah Sakit Meliputi: a. Kebutuhan air untuk fungsi-fungsi ruang-ruang bangunan. b. Kebutuhan air berslh untuk rungsi alat, c. Kebutuhan air untuk sistem pemadam kebakaran. d. Kebutuhan air untuk penyiraman tanaman dan kebersihan. e. Kebutuhan air khusus (Reverse Osmosis) untuk pelayanan hemodialisa, mesin sterilisasi (CSSD), scrub up di ruang operasi, pelayanan laboratorium, dan lain-lain. 3/3/2024 29
A. INSTALASI AIR BERSIH 3/3/2024 WRS 30 6. Air reverse osmosis Kebutuhan air khusus (reverse osmosis) di rumah sakit adalah untuk memenuhi pelayanan dialisis, mesin sterilisasi (CSSD), scrub up di ruang operasi, pelayanan laboratorium, dan lain-lain.
BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 31 B.INSTALASI AIR LIMBAH
B.INSTALASI AIR LIMBAH WRS 3/3/2024 32
BAB II STANDAR PRASARANA RUMAH SAKIT WRS 3/3/2024 33 D. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF
D. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF WRS 1. Perencanaan Sistem proteksl kebakaran aktif, adalah salah satu faktor keandalan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran. Sistem proteksi kebakaran aktif wajib diadakan untuk bangunan rumah sakit dimana sebaglan besar penghuninya adalah pasien dalam kondlsl lemah sehingga tidak dapat menyelamatkan dirinya dari bahaya kebakaran, 2. Sistem Alarm dan Deteksi Kebakaran a. Lokasi penempatan lnstalasi sistem deteksi dan alarm kebakaran di rumah sakit, ditentukan seperti ditunjukkan pada label dl bawah ini: 3/3/2024 34
3/3/2024 WRS 35
b. Lokasl penempatan detektor kebakaran pada ruangan di dalam rumah sakit ditunjukkan pada tabel di bawah ini: WRS 3/3/2024 36
b. Lokasi penempatan detektor kebakaran pada ruangan di dalam rumah sakit ditunjukkan pada tabel di bawah ini: WRS 3/3/2024 37
b. Lokasi penempatan detektor kebakaran pada ruangan di dalam rumah sakit ditunjukkan pada tabel di bawah ini: WRS 3/3/2024 38
b. Lokasi penempatan detektor kebakaran pada ruangan di dalam rumah sakit ditunjukkan pada tabel di bawah ini: WRS 3/3/2024 39
b. Lokasi penempatan detektor kebakaran pada ruangan di dalam rumah sakit ditunjukkan pada tabel di bawah ini: WRS 3/3/2024 40
3. Alat Pemadam Api Ringan, Ketentuan penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 3/3/2024 WRS 41
3. Alat Pemadam Api Ringan, Ketentuan penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). WRS a. Jarak tempuh penempatan alat pemadamn api ringan dari setiap tempat atau titik dalam bangunan rumah sakit harus tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) meter, b. Setiap ruangan tertutup ruangan dalam bangunan rumah sakit dengan luas tidak lebih dari 250 m2 , harus dilengkapi dengan sekurang-kurangnya sebuah alat pemadam api ringan berukuran minimal 2 kg sesuat klasifikasi ruangan. c. Setiap luas tempat parkir yang luasnya tldak melebihi 270 m2 harus dltempatkan minimal dua buah alat pemadam apl rlngan kimia berukuran minimal 2 kg, yang ditempatkan tempatkan antara tempat parktr kendaraan dan gedung, pada tempat ynng mudah dllihat dan dicapai, d. Jenis APAR untuk ruangan di rumah sakit adalah sebagai berlkut: 3/3/2024 42
d. Jenis APAR untuk ruangan di rumah sakit adalah sebagai berikut: 3/3/2024 WRS 43
d. Jenis APAR untuk ruangan di rumah sakit adalah sebagai berlkut: 3/3/2024 WRS 44
4. Hidran halaman 3/3/2024 WRS 45
5. Sistem Sprinkler Kebakaran Otomatik • Sistem sprinkler dlpasang sesual klasifikasi hunian bahaya kebakarannya (bahaya kebakaran ringan,sedang dan berat) 3/3/2024 WRS 46
5. Sistem Sprinkler Kebakaran Otomatlk • Sistem sprinkler dlpasang sesual klasifikasl hunian bahaya kebakarannya (bahaya kebakaran ringan,sedang dan berat) 3/3/2024 WRS 47
Kriteria Glass Bulb Setiap Jenis Fire Sprinkler 3/3/2024 WRS 48
6. SISTEM POMPA KEBAKARAN TETAP 3/3/2024 WRS 49
3/3/2024 WRS 50