The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENGUMUMAN HASIL LOMBA MENULIS FEATURE SEMA STFK LEDALERO TAHUN 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lorensius235, 2022-02-08 20:27:17

PENGUMUMAN HASIL LOMBA MENULIS FEATURE SEMA STFK LEDALERO TAHUN 2021

PENGUMUMAN HASIL LOMBA MENULIS FEATURE SEMA STFK LEDALERO TAHUN 2021

Pertanggungjawaban Juri dan Pengumuman Hasil Penilaian
Lomba Menulis Feature STFK Ledalero 2021

Pengantar
Lomba penulisan feature yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa STFK Ledalero

pada periode November-Desember 2021 bertajuk “Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19”.
Kegiatan ini terbuka untuk semua mahasiswa/i di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.
Sampai dengan Rabu, 1 Desember 2021 terdapat 14 naskah feature yang tiba di meja panitia.
Semua naskah tersebut diserahkan kepada juri untuk dinilai.

Proses penilaian ini dilakukan berdasarkan berbagai pedoman yang ditetapkan panitia
dengan sistem blind review. Nama para peserta telah dihapus dan diganti dengan nomor kode
tertentu untuk menjaga netralitas penilaian.

Terdapat empat kriteria utama yang dipakai untuk menilai artikel para peserta lomba.
Pertama, kesesuaian dengan tema. Di sini dinilai kecocokan antara topik yang ditulis dengan
tema yang diberikan oleh panitia. Kedua, orisinalitas karya, yang merujuk pada 1) kesesuaian
antara gagasan yang ditulis dengan realitas di lapangan, 2) kreativitas dalam menulis, dan 3)
kemampuan menghindari opini pribadi. Ketiga, argumentasi dalam tulisan. Di sini dinilai 1)
sistematika penulisan yang runtut, tertib dan jelas, 2) relevansi data dan informasi yang diambil
dengan uraian tulisan, dan 3) kemampuan membuat sintesis dan merumuskan nilai dan makna
yang ingin disampaikan dalam tulisan. Keempat, tata penulisan, yang berhubungan dengan 1)
kerapian ketik dan tata letak, 2) penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Evaluasi
Sesudah membaca dan menilai semua naskah, berikut ini beberapa evaluasi sebagai

tanggapan dan input bagi para peserta lomba.
Pertama, semua naskah feature yang ada umumnya setia pada tema yang ditawarkan oleh

panitia. Namun, pada beberapa artikel, elaborasi terhadap tema yang ditawarkan masih sangat
terbatas. Contohnya artikel nomor 12. Judul “Membaca Luka dari Kuota Pemerintah”
mengarahkan perhatian pembaca pada tema yang ditawarkan, tetapi ternyata sebagian besar isi
artikel ini mengulas hal yang lain. Kasus yang mirip terjadi pada artikel nomor 14 berjudul
“Wajah Baru Dunia Pendidikan: Sebuah Bentuk Solidaritas dan Tanggung Jawab Kolektif”.

1

Artikel ini dimulai dengan paragraf pembuka yang baik, tetapi uraian selanjutnya hanya
merupakan bentuk naratif dari wawancara penulis dengan satu tokoh saja.

Kedua, sebuah feature berbeda dari cerpen atau cuplikan novel. Eleman dasar yang
membedakan feature dari cerpen ialah pada makna referensialnya. Artinya, walaupun ditulis
dengan gaya sastrawi, sebuah feature tetap merujuk pada fakta atau kejadian konkret. Feature
pada dasarnya adalah laporan jurnalistik yang ditulis secara mendalam dengan gaya bahasa yang
indah agar meninggalkan kesan yang kuat pada pembaca. Dengan demikian, walaupun
menekankan dimensi artistik berbahasa, sebuah feature tidak mengabaikan referensinya pada
fakta di lapangan. Fakta yang dikisahkan dalam sebuah feature harus bisa dicek kembali ketika
sesewaktu diperlukan.

Dalam feature bukti yang menegaskan rekaman fakta di lapangan bisa diperkuat dengan
kutipan wawancara. Banyaknya responden dan kualitas narasumber menentukan kualitas data
yang ditampilkan. Dalam hubungan dengan ini, penulisan feature sebenarnya mirip dengan
prinsip pengumpulan data lewat metode wawancara dalam riset. Beberapa artikel (Nomor 5, 11,
dan 13) tampak kurang memperhatikan elemen ini. Akibatnya, kisah yang dikembangkan
terkesan sebagai hasil imajinasi penulis tanpa referensi pada kejadian faktual di lapangan.

Ketiga, kurangnya elaborasi terhadap tema dengan menampilkan analisis dan data
pembanding. Sebuah feature yang baik biasanya mengulas sebuah masalah atau topik tertentu
sambil mengaitkannya dengan topik atau tema yang lain atau membandingkan masalah yang
sedang diulas dengan isu serupa yang pernah terjadi di tempat lain atau di masa silam. Hal ini
menuntut kemampuan penulis untuk menghubungkan sebuah isu lokal dengan jejaring persoalan
global yang lebih kompleks.

Sebagai contoh, artikel nomor 08 berjudul “Kita perlu belajar dari Sr. Maria Prisetya,
SSpS” mengangkat isu sulitnya pendidikan bagi anak-anak PAUD di masa pandemi. Artikel ini
menjadi lebih menarik kalau fakta tentang tantangan mengajar anak-anak PAUD
dikonfrontasikan dengan data tentang tingginya angka orangtua petani atau orangtua putus
sekolah di NTT. Data tersebut akan menunjukkan tantangan konkret pendampingan anak selama
pandemi covid-19 oleh para orangtua yang notabene berpendidikan rendah. Dengan demikian,
pembicaraan tentang dedikasi Sr. Prisetya menjadi lebih luas dari sekadar karya karitatif seorang
biarawati.

Sebuah feature bisa berupa elaborasi pengalaman pribadi (Bdk. artikel nomor 04) atau
profil sosok tertentu (Artikel nomor 07, 08, 10, dan 14), tetapi pembahasan tentang pengalaman

2

dan sosok tersebut mesti bisa mengantar pembaca kepada wawasan baru yang lebih luas dan
mendalam.

Keempat, kemampuan merumuskan judul yang menarik. Sebuah feature yang baik kiranya
terekspresi pula dalam judul yang menarik. Judul dan paragraf pertama (lead) sebuah berita atau
feature ibarat sampul buku yang dapat menarik minat pembaca. Judul adalah kesan pertama
yang dapat memancing pembaca untuk bertahan dengan artikel yang kita tulis. Judul bisa
disarikan dari inti sari tulisan, ungkapan, peribahasa atau kutipan yang muncul dari hasil
wawancara dengan tokoh tertentu. Artikel nomor 09 dan 14 adalah contoh judul yang terlalu
panjang dan melelahkan. Umumnya judul berita atau feature yang ideal hanya 6 sampai dengan
7 kata!

Berdasarkan pembacaan juri, terdapat dua artikel yang judulnya masih bisa digubah agar
lebih menarik. Pertama, artikel nomor 10 yang berjudul “Bernard Raho: Guru dan Youtuber”
bisa diubah dengan judul lain mislanya “Bernard Raho: YouTube Ruang Kelas Kedua”. Pada
judul pertama, penekanannya pada sosok Bernard Raho sebagai guru dan youtuber, sedangkan
pada judul kedua penekanannya pada eksistensi YouTube sebagai ruang kelas alternatif di tengah
pandemi covid-19. Kedua, artikel nomor 06 berjudul “Belajar dari Rumah Itu Susah”. Judul
yang menarik biasanya mengundang rasa ingin tahu. Kata “Susah” dalam judul di atas secara
psikologis menyebarkan pesimisme dan membendung niat orang untuk terus membaca. Sebagai
gantinya penulis dapat merumuskan judul dari pernyataan para narasumber atau sari pati dari
artikel. Pernyataan Ibu Selvi dalam artikel tersebut, “... Seperti saat kiat buat rumah, dasarnya
harus kuat...” dapat diambil untuk dijadikan judul yang menarik. Dari kutipan tersebut dapat
dibuat judul berikut: “Pendidikan seperti Rumah: Dasar Hancur Bangunan Hancur”.

Kiranya empat poin catatan di atas berguna bagi pengembangan bakat dan upaya
mengasah kemampuan para mahasiswa dalam menulis feature.

3

Hasil Penilaian

Berikut ini ditampilkan rekap hasil penilaian juri terhadap ke-14 artikel feature yang tiba
di meja panitia. Arsip yang berisi rincian penilaian ada pada panitia lomba (lampiran terpisah).

No. Nama Peserta Lomba Judul Nilai
Naskah dan Asal Perguruan Tinggi Akhir
Pak Longginus Pengajar Kreatif di 69,15
01 Adrianus Tap (STFK Tengah Pandemi 67,7
Ledalero) Pembelajaran Daring: Ketika Listrik 62,7
Padam 62,7
02 Andreas A. Lowa Azi (STFK Pembelajaran Online di Tengah Covid- 64,375
Ledalero) 19 86,225
Sesungguhnya Pendidikan Indonesia 74,15
03 Apolinaris Suwardi (STFK Belum Merdeka 76,65
Ledalero) Di Masa Pandemi: Kita Semua Adalah
Guru! 62,275
04 Fonsianus Orlando (STFK Belajar dari Rumah Itu Susah 85,825
Ledalero) 65,6
Merawat Semangat Pendidikan di 73,1
05 Maria Rosa Misticha Reng Tengah Pandemi Covid-19 69,975
(STFK Ledalero) Kita Perlu Belajar dari Sr. Maria
Prisetya, SSpS
06 Paskalis Sina Bao Ritan Dinamika Proses Pendidikan Selama
(STFK Ledalero) Masa Pandemi Covid-19 dan
Kecemasan Pendidikan Masa Depan
07 Petrus Marianus Gega Sogen Bernadus Raho: Guru dan YouTuber
(STFK Ledalero)
Kino, “Si Virus Sialan”, dan Ketiga
08 Viktorius Kristi Anggur Metode
(STFK Ledalero) Membaca Luka dari Kuota Pemerintah
Yohanes Fakundo Roja Sola
Perjuangan Theresia Si Gadis Desa
09 (STFK Ledalero)

10 Aloysius Adiman (STFK
Ledalero)

11 Martinus Chrystiko Kebu
(STFK Ledalero)

12 Yohanes Tasoi Mataubana
(STFK Ledalero)

13 Maria Noviyanti Meti (STFK
Ledalero)

4

Kanisius Bauk (STFK Wajah Baru Dunia Pendidikan: Sebuah
14 Ledalero) Bentuk Solidaritas dan Tanggung Jawab 64,375
Kolektif

Berdasarkan rekapitulasi nilai akhir di atas, maka “tiga besar” juara Lomba Menulis
Feature STFK Ledalero 2021 ialah sebagai berikut:

Juara I : Naskah nomor 06 berjudul Belajar dari Rumah Itu Susah dengan rata-rata
nilai akhir 86,225. Diraih oleh Paskalis Sina Bao Ritan (STFK Ledalero)

Juara II: Naskah nomor 10 berjudul Bernadus Raho: Guru dan YouTuber dengan rata-
rata nilai akhir 85,825. Diraih oleh Aloysius Adiman (STFK Ledalero)

Juara III : Naskah nomor 08 berjudul Kita Perlu Belajar dari Sr. Maria Prisetya,
SSpS dengan rata-rata nilai akhir 76,65. Diraih oleh Viktorius Kristi
Anggur (STFK Ledalero).

Keputusan ini dibuat oleh juri berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Keputusan ini
bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih untuk partisipasi dari semua peserta lomba. Semoga penyelenggaraan lomba
ini dapat membantu pengembangan bakat menulis dari semua peserta lomba. Para peserta lomba
yang menjuarai perlombaan ini akan diberikan penghargaan berupa uang tunai (dipotong pajak
5%) dan sertifikat kejuaraan. Terkait hal ini, panitia meminta kesediaan para pemenang untuk
menunggu informasi lanjutan dari panitia.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian para peserta lomba, kami ucapkan
terima kasih. Salam literasi!

Kamis, 9 Desember 2021
Juri

Servinus H. Nahak, S.Fil, M. Th., Lic.

5


Click to View FlipBook Version