The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TBM BRILICOM, 2021-07-11 08:56:21

PANDUAN TEKNIS 1 PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN

PAMONG

5. Pengkondisian
Sebelum peserta memasuki ruangan UP dilakukan
sterilisasi oleh pengawas, kemudian dilanjutkan dengan
melakukan pemeriksaan dan memberitahukan tata tertib
pelaksanaan ujian, sebagai berikut:
a. Memeriksa suhu dan pemakaian masker
b. Peserta diminta menjaga jarak sesuai dengan protokol
Kesehatan
c. mengatur penempatan peserta pada masing-masing
sesi, sesuai dengan tempat duduk yang telah
ditetapkan;
d. username dan password peserta terdapat dalam kartu
ujian;
e. panitia/petugas administrasi menyiapkan dokumen
yang diperlukan untuk kelancaran dan keabsahan
proses ujian, yang terdiri atas: daftar hadir penyelia,
daftar hadir panitia, dan daftar hadir peserta;
f. PNUKMPPG menyiapkan soal dalam bentuk soal
objektif pilihan ganda secara daring;
g. UP dilaksanakan serentak secara daring;
h. pelaksanaan UP dikoordinasikan oleh Ditjen GTK
melalui sistem informasi manajemen yang didukung
oleh TUK dalam penyediaan komputer, tenaga
pengawas, dan teknisinya; dan
i. durasi/waktu pelaksanaan UP 180 menit.

6. Tata Tertib UP
a. Sebelum Memasuki Ruang Ujian
1) Peserta hadir paling lambat 60 menit sebelum
ujian.
2) Peserta harus membawa kartu ujian dan kartu
identitas yang memuat foto (KTP, SIM) sesuai

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 51

dengan yang digunakan saat mendaftar
UKMPPG.
3) Peserta berpakaian sopan dan rapi dengan
memakai kaos kaki dan sepatu yang menutup
tumit (funshoes) dan DILARANG menggunakan
pakaian berbahan DENIM, berpakaian ketat,
baju dan/atau celana bahan kaos dan/atau jean, T-
shirt, dan/atau sandal.
4) Peserta DILARANG membawa peralatan berikut
ini ke dalam ruang UP:
a) Segala bentuk alat elektronik dan komunikasi,

termasuk di dalamnya: Personal Digital
Assistants (PDA)/ laptop/ tablet, kalkulator,
jam tangan, telepon selular, alat
perekam/kamera, radio, dan sebagainya
b) Buku referensi, catatan atau kertas
c) Tas/koper, jaket, atau topi
d) Dompet maupun barang berharga lainnya
e) Rokok dan korek/pematik api
f) Makanan dan minuman, kecuali air bening
dalam botol transparan yang harus ditaruh di
tempat yang ditentukan. Handsanitizer dalam
botol transparan boleh dibawa.
5) Seluruh peralatan elektronik yang tercantum
dalam poin di atas disimpan di tempat yang
ditentukan oleh panitia dalam keadaan mati (off)
sejak memasuki ruang ujian dan diawasi oleh
petugas. Segala risiko yang ditimbulkan karena
kehilangan ataupun kerusakan barang pribadi,
menjadi tanggung jawab setiap peserta.

52 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

6) Peserta diizinkan membawa obat-obatan pribadi,
seperti inhaler di ruang ujian dan dititipkan
kepada panitia.

7) Peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan
meliputi: pengukuran suhu tubuh sebelum masuk
kelas (sama atau lebih kecil dari 37,3oC). Peserta
tidak menunjukkan gejala batuk, pilek, sakit
tenggorokan, dan/atau sesak nafas.

8) Peserta melakukan CTPS (cuci tangan pakai
sabun) sebelum memasuki gerbang satuan
pendidikan dan ruang kelas.

9) Peserta menggunakan masker dan menerapkan
jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter.

10) Peserta antri dengan tertib dengan tetap menjaga
jarak sebelum masuk kelas (dipanggil satu per
satu oleh petugas).

b. Saat Memasuki Ruang
1) Peserta memasuki ruang setelah dipanggil satu
per satu dengan tetap menjaga jarak dan
menunjukkan identitas.
2) Panitia wajib mencocokkan identitas, mengisi
daftar hadir, menyimpan tas/barang di ruang
yang disediakan, dan MELAKSANAKAN
PROTOKOL KESEHATAN.
3) Panitia wajib memeriksa kecocokan data peserta
dan surat rapid test dengan hasil nonreaktif yang
masih berlaku (Peserta membawa kartu ujian dan
kartu identitas yang memuat foto (KTP/SIM)
sesuai dengan yang digunakan saat mendaftar
UKMPPG)

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 53

4) Pengawas memeriksa peserta UP untuk me-
mastikan peserta tidak membawa barang atau
peralatan yang dilarang.

5) Peralatan peserta yang diizinkan dibawa masuk,
seperti obat khusus dan air bening dalam botol
transparan (termasuk hand sanitizer dalam botol
transparan) harus diletakkan di tempat yang
disediakan di luar workstation atau dititipkan
kepada panitia.

6) Peserta memasuki ruangan ujian dengan tertib
dan menempati kursi sesuai workstation yang
ditentukan.

7) Peserta menggunakan alat tulis dan alat minum
pribadi.

8) Peserta dilarang pinjam-meminjam peralatan.
9) Peserta melakukan uji coba masuk ke jaringan,

membaca tata tertib di layar komputer (dipandu
oleh pengawas) dan menunggu aba-aba tanda
ujian dimulai.
10) Peserta melakukan uji coba masuk ke jaringan,
membaca tata tertib di layar komputer (dipandu
oleh pengawas) dan menunggu aba-aba tanda
ujian dimulai.
11) Peserta mulai mengerjakan soal setelah tanda
waktu tes dimulai.
12) Peserta tidak boleh meninggalkan ruangan sebe-
lum waktu ujian berakhir.
13) Siapapun dilarang keras menyebarluaskan soal
ujian.
14) Peserta yang terbukti melanggar tata tertib akan
dikeluarkan dari ruang dan dinyatakan gugur.

54 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

15) Peserta dinyatakan TERLAMBAT apabila
datang PADA SAAT LOG IN UJIAN SUDAH
BERLANGSUNG, dan peserta tersebut tidak
diperkenankan mengikuti ujian.

PNUKMPPG memantau pelaksanaan UP dan siap
membantu jika terjadi masalah.

7. Pelaksanaan UP
a. Ketentuan Pelaksanaan UP
UP dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut.
1) UP dilaksanakan berbasis komputer (Computer-
Based Test atau CBT) yang berlangsung serentak
secara daring.
2) Pelaksanaan UP dikoordinasikan oleh Ditjen
GTK di bawah tanggung jawab PNUKMPPG
dan didukung oleh LPTK penyelenggara yang
telah ditetapkan dengan Keputusan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3) Soal UP bersifat komprehensif menyangkut
seluruh materi pada bidang kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi profesional (materi
esensial dan pengembangannya) yang dijabarkan
dalam tujuh CPL.
4) UP dilaksanakan sesuai durasi waktu yang telah
ditetapkan yaitu 180 menit.

b. Pembacaan Tata Tertib UP oleh Pengawas
1) Setelah peserta UP duduk dengan tertib,
pengawas dengan dibantu tim IT memberikan

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 55

penjelasan tentang tata cara masuk ke jaringan.
Jika sudah masuk ke jaringan, pada salah satu
tampilan ada tata tertib. Pengawas membacakan
tata tertib tersebut dan peserta menyimak dengan
membaca tata tertib tersebut di komputer
masing-masing.
2) Penyelia mengoperasikan komputer khusus
untuk memantau semua peserta. Pengawas
memberi aba-aba mulai ujian.
3) Penyelia mengecek dalam komputer untuk
memastikan apakah semua peserta sudah login.
4) Apabila terdapat kegagalan login, peserta
melapor kepada pengawas.
5) Penyelia/pengawas memberi aba-aba kepada
peserta untuk memberikan persetujuan tata tertib
ujian dengan mengklik ikon tombol “setuju” atau
“tidak setuju”. Jika tidak menyetujui maka
peserta tidak dapat mengerjakan soal dan
dinyatakan tidak lulus.
6) Peserta mengikuti latihan/uji coba menggunakan
aplikasi UP: pencocokan data peserta ujian dan
cara menjawab soal (sesuai program yang telah
dibuat).
7) Durasi waktu 180 menit pengerjaan UP menit
dialokasikan untuk tujuh CP.
8) UP dilaksanakan dua sesi dalam sehari, dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) Sesi I: pukul 08.30 s.d. 11.30 WIB
b) Sesi II: pukul 13.00 s.d. 16.00 WIB
9) Pengerjaan soal dilakukan setelah tanda waktu
ujian dimulai.
10) Peserta tidak diizinkan ke luar ruang ujian,

56 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

kecuali atas izin dari pengawas.
11) Peserta UP mendapat kesempatan untuk ke

kamar kecil selama ujian berlangsung dengan
didampingi oleh pengawas, tidak ada
penambahan waktu untuk peserta tersebut.
12) Peserta dilarang meninggalkan ruang sebelum
waktu ujian berakhir.
13) Peserta dilarang keras menyebarluaskan soal UP
karena merupakan dokumen negara yang bersifat
rahasia.
14) Peserta yang mengalami gangguan fisik
(misalnya gangguan penglihatan) dapat dibantu
oleh panitia UP atau yang ditunjuk oleh panitia
UP untuk membacakan soal ujiannya di ruang
(ujian) tersendiri agar tidak mengganggu para
peserta lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut,
panitia membuatkan berita acaranya.
15) Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran
tata tertib akan dikeluarkan dari ruang ujian dan
dinyatakan tidak lulus UKMPPG. (Lihat buku
Pedoman Teknis II, Bagian VI. Pelanggaran
Peserta UP untuk jenis-jenis pelanggaran dan
sanksinya)
16) Panitia memberikan pengumuman di seluruh
area satuan pendidikan secara berulang dan
intensif terkait penggunaaan masker, CTPS
dengan air mengalir, dan jaga jarak;
17) Pengawas melakukan pengamatan visual
kesehatan mahasiswa yang ikut ujian. Jika ada
yang memiliki gejala gangguan kesehatan, maka
harus mengikuti protokol kesehatan satuan
pendidikan.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 57

18) Pengawas mengingatkan peserta untuk mengisi
kuesioner setelah menyelesaikan ujian.

Peserta yang tidak hadir UP karena hasil tes Covid-19
positif atau rawat inap karena sakit (ada surat keterangan
dari rumah sakit) dapat mengikuti UP tahap berikutnya.
Jika pada tahap akhir UKMPPG hasil tes Covid-19
positif atau rawat inap karena sakit, peserta dapat
mengikuti UP daring yang jadwalnya ditentukan oleh
PNUKMPPG. Adapun ketentuan mengenai UP daring
adalah sebagai berikut.
1. UP daring berlangsung selama tiga jam tanpa henti
2. Untuk mengikuti ujian tersebut diperlukan

persyaratan sebagai berikut.
a. Peserta wajib mengikuti briefing yang akan

dilaksanakan pada hari yang ditentukan;
b. Peserta harus menyediakan ruang (kamar) yang

hanya digunakan oleh satu orang (peserta) yang
sedang ujian
c. Peserta wajib menyiapkan peralatan:
1) Laptop dan HP yang siap dioperasikan dan siap

pakai
2) Ada kamera untuk zoom yang harus

menunjukkan posisi peserta dari samping saat
ujian (posisi dari ujung kepala sampai ujung
kaki)
3) Koneksi internet harus lancar dan cukup
(memiliki kuota, paket data minimal 8 GB)
untuk melaksanakan ujian sampai selesai
4) Mengerjakan ujian di tempat atau ruangan
yang kondusif, tidak ada gangguan dari orang
lain, keramaian/keributan, atau hal-hal lain
yang berpotensi mengganggu jalannya ujian.

58 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

5) Selama ujian tidak diperkenankan membuka
aplikasi lainnya di dalam laptop

Selain di PT, UP juga dilaksanakan di LPMP. Dalam hal
ini ploting dilakukan oleh GTK dengan
mempertimbangkan jangkauan tempat dan ketersediaan
fasilitas pendukung.

c. Hasil dan Tindak Lanjut
a. Pengolahan jawaban UP dilakukan melalui sistem
oleh tim pemeriksa dari PNUKMPPG;
b. Pengumuman hasil UP disampaikan dalam kurun
waktu paling lambat dua minggu setelah ujian (UP
dan/atau UKin) dilaksanakan, atau disesuaikan
dengan situasi dan kondisi.
c. PNUKMPPG mengumumkan hasil UP secara
daring dan serentak melalui website UKMPPG
http://ukmppg.kemdikbud.go.id

B. Pelaksanaan Uji Kinerja (UKin)
1. Maklumat dan Publikasi
Pemberitahuan mengenai UKMPPG disampaikan secara
daring melalui laman http://ukmppg. kemdikbud.go.id
Untuk memudahkan komunikasi, dibuat beberapa grup
dalam media sosial.

2. Pelaksanaan UKin masa pandemi
Pelaksanaan UKin selama masa pandemi Covid-19
terdiri dari dua jenis yaitu portofolio dan praktik
pembelajaran yang direkam.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 59

a. Portofolio
Selain praktik pembelajaran, dalam UKin, mahasiswa
juga mengisi dan mengunggah berkas portofolio
bukti pengembangan profesi berkelanjutan sebagai
guru profesional melalui penelitian, refleksi diri,
pencarian informasi baru, dan inovasi. Portofolio ini
berupa isian deskripsi diri disertai bukti-bukti selama
masa studi PPG (untuk peserta prajabatan) atau dua
tahun sebelum dan selama mengikuti PPG (untuk
peserta dalam jabatan). Portofolio diisikan dan
diunggah dalam sistem bersamaan dengan RPP dan
menjadi bagian dari penilaian UKin. Penilaian UKin
portofolio diisikan dalam sistem (nilai maksimal 10).

b. Praktik Pembelajaran yang direkam
Terdapat tiga alternatif praktik pembelajaran yang
direkam. Penerapan alternatif disesuaikan dengan
kondisi daerah.

No Kondisi daerah Alternatif Model UKin

1 Sekolah yang 1. Real teaching di kelas

menyelenggaraka (dengan tetap mengikuti

n pembelajaran di protokol kesehatan Covid

kelas 19)

2. Pembelajaran direkam
lengkap (dua JP) dari
kegiatan pendahuluan, inti,
dan penutup.

3. Hasil rekaman diedit
sehingga durasi waktu 30-40
menit dengan minimal
memuat (pendahuluan, inti,

60 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

No Kondisi daerah Alternatif Model UKin

penutup), diunggah ke media
penyimpanan daring dan
tautannya diisikan ke form
pendaftaran UKin
UKMPPG.

2 Sekolah yang 1. Real teaching daring

menyelenggaraka 2. Pembelajaran direkam
n pembelajaran lengkap (dua JP) dari
daring kegiatan pendahuluan, inti,

dan penutup.

3. Hasil rekaman diedit
sehingga durasi waktu 30-40
menit dengan minimal
memuat (pendahuluan, inti,
penutup), diunggah ke media
penyimpanan daring dan
tautannya diisikan ke form
pendaftaran UKin
UKMPPG.

3 Sekolah yang 1.Melaksanakan pembelajaran

tidak menyeleng- dengan siswa imajiner.

garakan 2. Pembelajaran direkam
pembelajaran lengkap (dua JP) dari
daring (karena kegiatan pendahuluan, inti,
tidak terjangkau dan penutup.
oleh fasilitas

internet) 3. Hasil rekaman diedit

sehingga durasi waktu 30-40

menit dengan minimal

memuat (pendahuluan, inti,

penutup), diunggah ke media

penyimpanan daring dan

tautannya diisikan ke form

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 61

No Kondisi daerah Alternatif Model UKin

pendaftaran UKin
UKMPPG.

3. Persiapan Pelaksanaan UKin
Persiapan sebelum UKin praktik pembelajaran
dilaksanakan sebagai berikut.
a) Peserta UKin harus membuat/menyiapkan perangkat
pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan
UKin.
b) Perangkat pembelajaran yang harus dibuat sekurang-
kurangnya mencakup:
➢ Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
➢ Bahan ajar
➢ Media pembelajaran
➢ Instrumen penilaian/evaluasi
a) RPP dan perangkat pembelajaran harus diunggah
sesuai dengan jadwal yang berlaku (http: …)

4. Saat Pelaksanaan UKin
UKin pembelajaran dilaksanakan dengan langkah-
langkah berikut.
a) Peserta mempraktikkan pembelajaan (daring atau
luring) dalam durasi dua JP (PAUD atau BK
menyesuaikan), sesuai jadwal UKin yang sudah
ditentukan oleh PNUKMPPG.
b) Peserta merekam praktik pembelajaran dan
mengeditnya menjadi file berdurasi 30--40 menit,
minimal memuat kegiatan pendahuluan, inti, dan
penutup.

62 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

c) Peserta membuat tautan (link) video pembelajaran
dan memastikan bahwa tautan dapat diakses. Tautan
diisikan ke form pendaftaran UKin UKMPPG.

d) Peserta mengunggah pakta integritas bermeterai
(portofolio, RPP, dan video pembelajaran) dengan
form yang disediakan oleh PNUKMPPG ke dalam
sistem UKin.

e) RPP, video pembelajaran, dan pakta integritas
diunggah dan/atau diisikan sesuai dengan jadwal
yang berlaku.

UKin dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a) pada bagian awal video peserta memperkenalkan diri

dan menunjukkan kartu peserta (kartu ujian),
b) dalam praktik pembelajaran peserta memakai pakaian

yang rapi dan sopan,
c) video dibuat dalam satu rangkaian waktu

pembelajaran,
d) video pembelajaran UKin dibuat sesuai dengan

jadwal yang ditentukan dengan menampilkan waktu
riil perekaman (tanggal, bulan dan jam) atau
disampaikan secara lisan
e) panduan Uji Kinerja Portofolio terdapat dalam
Panduan Teknis III.

Penilaian UKin Praktik Pembelajaran dilakukan melalui
pengamatan video praktik pembelajaran (nilai RPP dan
PP) dengan skala penilaian 0—10.

5. Jadwal
Jadwal pelaksanaan UKin ditetapkan oleh PNUKMPPG.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 63

6. Koordinasi Panitia Lokal
Setelah ada kepastian jadwal UKin, panitia lokal di
LPTK berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk
melakukan pembagian tugas serta menyiapkan seluruh
sarana pendukung. Koordinator UKin bertanggung
jawab atas kelancaran proses ujian.
Selama masa pandemi koordinasi dilaksanakan secara
daring dengan tautan yang disediakan oleh panitia lokal.

7. Pelaksanaan UKin di Sekolah/Madrasah Asal
Selama masa kedaruratan Covid-19 mahasiswa peserta
PPG dalam jabatan melaksanakan UKin di sekolah asal.
UKin dilaksanakan melalui perekaman video
pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan.

8. Pemberitahuan kepada Para Penguji
Penguji UKin terdiri atas dua orang, yaitu: (1) satu dosen
penguji (BUKAN dosen pembimbing PPL dari peserta
yang diuji) dan (2) satu guru (BUKAN guru pamong dari
peserta yang diuji). Sebelum ujian dilaksanakan, para
penguji diberi penjelasan teknis terkait proses ujian dan
mekanisme penilaiannya. Setiap penguji melakukan
penilaian secara independen, sesuai dengan rambu-
rambu dan rubrik penilaian UKin yang telah
distandarisasikan.

9. Pengondisian
Selama masa kedaruratan Covid-19, rangkaian UKin
diatur sebagai berikut:
1) Peserta mengunggah RPP ke dalam sistem UKin
2) Peserta mengisi portofolio UKin dan melampirkan
dokumen pendukung di dalam sistem.

64 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

3) Peserta mengunggah video pembelajaran ke drive
atau bentuk lainnya dan tautannya diisikan ke dalam
sistem UKin.

4) Peserta mengunggah Pakta Integritas bermeterai
dengan form yang disediakan oleh PNUKMPPG ke
dalam sistem UKin.

10. Tata Tertib UKin
Tata tertib pelaksanaan UKin selama masa Pandemi
Covid-19:
1) pada bagian awal video peserta menunjukkan kartu
peserta ujian,
2) dalam praktik pembelajaran peserta memakai
pakaian yang rapi dan sopan,
3) video dibuat dalam satu rangkaian waktu
pembelajaran,
4) video pembelajaran UKin dibuat sesuai dengan
jadwal dengan menampilkan waktu riil perekaman
(tanggal, bulan dan jam),
5) Panduan Uji Kinerja Portofolio terdapat dalam
Panduan Teknis III.

11. Penilaian UKin oleh Penguji
a. Para penguji melaksanakan tugas pengujian di
lokasi yang telah ditetapkan berdasarkan surat
tugas/ keputusan rektor LPTK penyelenggara.
b. Para penguji mengikuti pertemuan teknis (briefing)
di hari H-1 sebelum UKin dimulai.
1) Selama masa pandemi Covid-19 penilaian UKin
berupa penilaian terhadap RPP, video
pembelajaran dan portofolio yang diisi dan/atau
diunggah oleh peserta PPG.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 65

2) Penilaian RPP, video pembelajaran dan
portofolio dilaksanakan secara serentak oleh
seluruh penguji sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.

3) Hasil penilaian UKin diunggah ke dalam sistem
yang tersedia di http://ukmppg/kemdikbud.go.id
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

c. Setelah menyelesaikan UKin, peserta dapat
meninggalkan tempat ujian, kecuali beberapa
peserta diminta kesediaan mengikuti wawancara
(secara random) yang dilaksanakan oleh penyelia
dengan menggunakan instrumen yang telah
ditetapkan PNUKMPPG.

d. Seorang penguji maksimal melakukan pengujian
untuk 4 orang peserta dalam satu hari.

12. Pengolahan Hasil Penilaian UKin
Nilai UKin langsung di-entry ke dalam sistem oleh
masing-masing peguji secara daring sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan dan diolah melalui sistem.

13. Hasil dan tindak lanjut

a. Pengolahan Nilai UKin dilakukan melalui sistem

oleh PNUKMPPG.

b. PNUKMPPG mengumumkan hasil UKin (dan UP)

secara daring melalui laman:

http://ukmppg.kemdikbud.go.id

c. selambat-lambatnya dua minggu setelah

pelaksanaan UKin atau sesuai dengan situasi dan

kondisi yang ada.

66 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

d. Berdasarkan hasil penilaian yang diolah
PNUKMPPG, pimpinan LPTK menerbitkan SK
Penetapan Kelulusan.

e. Peserta yang dinyatakan lulus UKMPPG (lulus UP
dan UKin) akan menerima sertifikat pendidik
profesional dari LPTK.

f. Peserta yang belum lulus tidak mendapat sertifikat
pendidik profesional dan harus mengikuti ujian
ulang sesuai jadwal yang ditetapkan.

C. Penundaan Atau Pembatalan UP
1. Kriteria dan Rasional Penundaan atau Pembatalan
UP
Pelaksanaan UP dapat ditunda atau bahkan dapat
dibatalkan apabila kondisi dan situasi tidak
memungkinkan berjalannya UP dengan memadai, antara
lain keadaan sebagai berikut:
a. Fasilitas dan jaringan untuk pelaksanaan UP
mengalami gangguan dan tidak dapat diperbaiki
sampai 50 menit sebelum UP dimulai,
b. Ditemukan kecurangan saat atau sebelum UP
berlangsung,
c. Terjadi gangguan/hambatan dari faktor fisik dan
nonfisik (force majeure) sehingga tidak
memungkinkan berlangsungnya UP dengan baik.

2. Mekanisme Penundaan atau Pembatalan UP
a. Koordinator UP melaporkan kemungkinan
penundaan/pembatalan UP kepada penanggung
jawab UP LPTK.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 67

b. Penanggung jawab UP LPTK berkoordinasi dengan
pimpinan LPTK untuk memutuskan penundaan/
pembatalan UP.

c. Penanggung jawab UP LPTK melaporkan
penundaan/ pembatalan UP kepada PNUKMPPG
(jika UP belum dimulai) atau berkoordinasi dengan
penyelia (jika UP sudah dimulai).

d. PNUKMPPG memberikan tanggapan dan
memutuskan hasil laporan kepada penanggung jawab
UP LPTK (jika UP belum dimulai).

e. Penanggung jawab UP LPTK mengumumkan
penundaan/pembatalan UP kepada peserta,
pengawas, teknisi yang terlibat dalam UP.

f. Batas penundaan atau pembatalan UP ditetapkan
dengan keputusan PNUKMPPG.

g. Pembatalan sebagai peserta UP (per individu)
dilakukan dengan prosedur: peserta membuat usulan
tertulis yang ditujukan kepada penanggung jawab
UKMPPG LPTK asal dan LPTK asal meneruskan
usulan pembatalan ke PNUKMPPG pada hari
tersebut.

D. Penundaan Atau Pembatalan UKin
1. Kriteria dan Rasional Penundaan atau Pembatalan
Pelaksanaan UKin dapat ditunda atau dibatalkan apabila
kondisi dan situasi tidak memungkinkan berjalannya
UKin dengan memadai, antara lain keadaan sebagai
berikut:
a. Jumlah dan unsur penguji tidak memenuhi kriteria
yang telah ditetapkan.
b. Rombongan belajar bukan merupakan kelas yang
sesungguhnya

68 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

c. Rombongan belajar tidak sesuai dengan kompetensi
dasar atau topik yang dipraktikkan atau yang akan
digunakan dalam UKin.

d. Batas penundaan atau pembatalan ditetapkan oleh
PNUKMPPG berdasarkan usulan koordinator UKin
di LPTK dan pimpinan sekolah/madrasah yang
bersangkutan.

e. Menghadapi gangguan kondisi atau keadaan force
majeure, seperti bencana alam.

2. Mekanisme Penundaan/Pembatalan UKin
Penundaan/pembatalan UKin dilakukan dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Sebelum pelaksanaan UKin: Pembatalan sebagai
peserta UKin (per individu) dilakukan dengan
prosedur: peserta membuat usulan tertulis yang
ditujukan kepada penanggung jawab UKMPPG
LPTK asal dan LPTK asal meneruskan usulan
pembatalan ke PNUKMPPG pada hari tersebut.
b. Saat pelaksanaan UKin:
1) Dosen penguji, guru penguji dan peserta UKin
mendiskusikan dan menyepakati penundaan/
pembatalan UKin setelah mencermati
situasi/kondisi yang menjadi alasan
penundaan/pembatalan UKin.
2) Dosen penguji dan guru penguji di lokasi UKin
melaporkan penundaan/pembatalan beserta
alasannya kepada kepala sekolah/madrasah
setempat.
3) Ketua Tim Penguji mengusulkan penundaan/
pembatalan beserta alasannya kepada koordinator
UKin LPTK.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 69

4) Koordinator UKin LPTK dan penyelia
mengusulkan status dan batas
penundaan/pembatalan kepada PNUKMPPG,
dengan tembusan kepada Penanggung Jawab
UKMPPG LPTK.

5) PNUKMPPG memutuskan status dan batas
penundaan/pembatalan serta menyampaikan hasil
keputusan ini kepada Tim Penguji melalui
Penanggung Jawab UKMPPG LPTK.

6) PNUKMPPG menetapkan jadwal pengganti
dengan mempertimbangkan usulan dari
koordinator UKin LPTK.

70 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

BAB V HASIL, UMPAN BALIK, MONEV,
PELANGGARAN, DAN TINDAK LANJUT

A. Hasil
Penghitungan nilai UP dan UKin diproses melalui

sistem aplikasi yang ditetapkan PNUKMPPG. Nilai akhir
UKin akan ditampilkan setelah kedua penguji mengunggah
nilai melalui sistem.

Penetapan status kelulusan akhir dilandasi oleh
keseluruhan hasil rangkaian ujian secara komprehensif.
Pengumuman kelulusan terdiri atas dua daftar, yaitu
capaian hasil kelulusan UP dan UKin. Pengumuman hasil
UKMPPG dapat diakses secara daring oleh peserta, selain
itu PNUKMPPG menyampaikan hasil akhir penilaian
kepada pimpinan LPTK, sebagai dasar untuk menerbitkan
SK Penetapan Kelulusan. Peserta yang sudah dinyatakan
lulus UP dan UKin akan mendapat SK Penetapan Kelulusan
sebagai dasar penerbitan sertifikat pendidik profesional dari
LPTK penyelenggara. Peserta yang tidak lulus akan
mendapatkan rapor. Adapun LPTK juga mendapatkan
rapor untuk kelulusan peserta/mahasiswanya.

B. Umpan Balik Pelaksanaan
Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UP dan

UKin, seluruh peserta diminta memberikan umpan balik
pelaksanaan ujian dengan mengisi kuesioner setelah
pelaksanaan ujian secara daring. Jawaban kuesioner tidak
akan mempengaruhi skor penilaian UP dan UKin peserta.

Umpan balik dikelola oleh Divisi Penjaminan Mutu
PNUKMPPG untuk kemudian dianalisis dan hasilnya
digunakan untuk memperbaiki penyelenggaraan UKMPPG
selanjutnya.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 71

C. Monitoring dan Evaluasi UKMPPG
Monitoring dan evaluasi (monev) merupakan salah

satu bentuk akuntabilitas atas mutu penyelenggaraan
UKMPPG. Monev dilakukan oleh penyelia dengan cara
mengamati, memantau, dan mengawal keterlaksanaan
proses UKMPPG terutama berkaitan kesesuaiannya dengan
ketentuan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Tujuan
utama monev adalah untuk mengukur dan mengetahui
tingkat ketercapaian tujuan UKMPPG, serta memperoleh
masukan untuk perbaikan berkelanjutan. Sasaran monev
sekurang-kurangnya mencakup input, proses, dan output.

D. Pelanggaran dan Sanksi Dalam Ujian
Pelanggaran ujian berupa pelanggaran ringan,

sedang, dan berat. Pelanggaran peserta dapat berakibat
pembatalan hasil ujian sampai dengan pemberhentian status
kemahasiswaan dari mahasiswa yang bersangkutan.
Pelanggaran yang dilakukan penguji dapat berakibat pada
dicabutnya NRP. Bentuk pelanggaran dan sanksinya diatur
dan ditetapkan dalam tabel berikut.

1. Pelanggaran oleh Peserta

NO JENIS SANKSI DAN PEMBERI
PELANGGARAN TINDAKAN SANKSI
Penyelia-
1 Pelanggaran a. Teguran kepada PNUKMPG

ringan: peserta melalui

Komponen uji Koordinator uji

melanggar b. Peserta

peraturan teknis menandatangani

ujian. Contoh: surat pernyataan

a. Peserta tidak akan

terlambat hadir mengulangi;

tidak melebihi c. Peserta

72 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

NO JENIS SANKSI DAN PEMBERI
PELANGGARAN TINDAKAN SANKSI

waktu yang melengkapi Penyelia
PNUKMPG
ditetapkan dokumen/syarat.

b. Dokumen d. Peserta

peserta tidak menandatangani

sesuai Berita Acara

ketentuan. Pelanggaran

Contoh:

Peserta tidak

membawa

kartu identitas

diri.

2 Pelanggaran a. Peserta membuat

sedang: pernyataan,

Melanggar tata b. Peserta

tertib ujian menandatangani

(dicantumkan Berita Acara

jenis Pelanggaran, dan

pelanggarannya c. Peserta

terkait tata tertib dinyatakan tidak

pelanggaran lulus dan bisa

sedang) mengikuti uji

kompetensi

berikutnya

3 Pelanggaran a. Peserta membuat Panitia
berat: pernyataan, Penanggung
Peserta Jawab
melakukan b. Peserta PNUKMPG
kecurangan menandatangani di LPTK.
Berita Acara
Pelanggaran

c. Peserta
dinyatakan tidak
lulus dan tidak
bisa mengikuti

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 73

NO JENIS SANKSI DAN PEMBERI
PELANGGARAN TINDAKAN SANKSI

uji kompetensi

pada satu periode

uji berikutnya.

d. Jika pelanggaran

dilakukan oleh

institusi, maka

institusi tidak

boleh

menyelenggaraka

n UKMPPG

untuk periode

selanjutnya atau

sanksi lain yang

ditetapkan oleh

Panitia Pengarah

4 Pelanggaran a. Peserta mengisi Panitia

sangat berat: form pernyataan Penanggung

Peserta yang disediakan Jawab

melakukan oleh PNUKMPG

kecurangan PNUKMPPG di LPTK.

dengan pihak lain b. Peserta

terkait materi uji menandatangani

dan/atau Berita Acara

memalsukan data Pelanggaran

c. Peserta

dinyatakan tidak

lulus dan tidak

bisa mengikuti

Uji kompetensi

pada uji-uji

kompetensi

berikutnya

74 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

2. Pelanggaran oleh Instansi

JENIS SANKSI DAN PEMBERI
PELANGGAR TINDAKAN SANKSI

AN Pelanggaran pertama: Panitia
Tidak memenuhi Teguran dari PN Pelaksana PN
standar UKMPPG UKMPG
pelaksanaan Pelanggaran kedua: Panitia
ujian Teguran dari Panitia Pengarah PN
Pengarah UKMPG

Pelanggaran ketiga dan Panitia
selanjutnya: Pengarah PN
Sanksi untuk institusi UKMPG
yang ditentukan oleh
Panitia Pengarah PN
UKMPPG

Tindakan:
a. Pembuatan Berita

Acara Pelanggaran
yang ditandatangani
oleh komponen uji
yang melanggar
b. Pimpinan institusi
menandatangani surat
pernyataan untuk
memenuhi standar uji
untuk UKMPPG
selanjutnya

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 75

3. Pelanggaran oleh Penguji UKin

JENIS SANKSI DAN PEMBERI
PELANGGARAN TINDAKAN SANKSI
Pelanggaran Penguji mengisi Berita Panitia
ringan Acara Pelanggaran. Pelaksana
Contoh: PN UKMPG
1. Penguji terlambat Keterlambatan ybs
mengunggah nilai; terekam dalam sistem.
2. Penguji
mengunggah nilai Penguji mengisi Berita Panitia
terlalu awal, ketika Acara Pelanggaran. Pelaksana
ujian masih dalam PN UKMPG
JP pertama dari dua Ytb. tidak
JP yang seharusnya. diperkenankan
Pelanggaran menguji selama dua
sedang tahun berturut-turut.
Contoh:
1. Penguji
menggabungkan dua
kelas atau lebih
dalam waktu yang
sama.
2. Penguji
melakukan
pelanggaran ringan
lebih dari 3x

Pelanggaran berat Penguji mengisi Berita Panitia
Contoh: Acara Pelanggaran. Pelaksana
1. Penguji tidak ada PN UKMPG
di ruang ujian Ytb. tidak
selama ujian diperkenankan
berlangsung lebih menguji selama empat
dari 30 menit; tahun berturut-turut.
2. Penguji pengganti

76 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

menggunakan akun NRP dicabut Panitia
penguji yang Pengarah PN
digantikan. UKMPG
Pelanggaran sangat
berat
Penguji melakukan
kecurangan
bersama dengan
pihak lain terkait
pelaksanaan ujian
dan/atau
memalsukan data

E. Tindak Lanjut
1. Peserta yang belum lulus UKMPPG (UP atau UKin),
diberi kesempatan mengikuti ujian ulang pada periode
berikutnya untuk mata uji yang belum lulus, selama
belum melampaui batas masa studi (tiga tahun sejak
yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa PPG).
2. Apabila peserta berhalangan mengikuti ujian sesuai
jadwal yang telah ditetapkan, dengan alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan, maka yang bersangkutan dapat
mengajukan permohonan pengunduran/pembatalan
waktu ujian kepada panitia.
3. Peserta yang tidak lulus UKMPPG setelah mengikuti
ujian ulang dalam masa studi (tiga tahun sejak terdaftar
sebagai peserta PPG), maka yang bersangkutan tidak
dapat memperoleh sertifikat pendidik.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 77

BAB VI PENGUMUMAN HASIL UKMPPG
DAN SERTIFIKAT

A. Pengumuman
1. Kelulusan UKMMPPG ditentukan oleh: kelulusan UKin
dan UP.
2. UKMPPG menggunakan penilaian acuan patokan (PAP/
Criterion Referenced Evaluation) dengan batas
kelulusan nilai minimal 70 pada skala 0–100m, baik
untuk UP maupun UKin.
3. Kelulusan UKMPPG ditetapkan pada rapat pleno
PNUKMPPG.
4. Mahasiswa yang belum mencapai batas kelulusan
UKMPPG (UP atau UKin) diberi kesempatan untuk
menempuh ujian ulang asalkan masih dalam batas masa
studi PPG (tiga tahun).

B. Sertifikat
Peserta yang dinyatakan lulus UP dan UKin dinyatakan
lulus UKMPPG. Kelulusan itu menjadi dasar bagi rektor
LPTK menetapkan kelulusan PPG. Peserta akan menerima
sertifikat pendidik profesional dari LPTK tempat yang
bersangkutan menempuh PPG.

C. Mekanisme Pemberian Masukan
Mahasiswa dapat memberikan masukan terkait pelaksanaan
UKMPPG disertai dengan: nama lengkap, asal institusi,
alamat rumah, dan kontak yang bisa dihubungi melalui: (1)
pernyataan tertulis yang dikirim melalui email, (2)
mengisikan langsung pada form yang disediakan di sistem
UKMPPG.

78 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

DAFTAR RUJUKAN

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
tentang Pendidikan Tinggi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun
2008 tentang Guru.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan;

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang
Guru.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan
Guru.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan Nomor 007/B1/SK/2017 tentang
Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Rintisan
Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan,
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 79

Panduan Umum UKMPPG Edisi II. Uji Kompetensi
Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru, Tahun 2019.

80 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

Lampiran 1

PROTOKOL KESEHATAN UKMPPG
Tahun 2021

Cf. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun
Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)

A. SEBELUM BERANGKAT
1. sarapan/konsumsi gizi seimbang;
2. memastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak
memiliki gejala: suhu ≥ 37,3oC, atau keluhan batuk,
pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas;
3. memastikan menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis
atau 2 (dua) lapis yang dalamnya diisi tisu dengan
baik dan membawa masker cadangan serta membawa
pembungkus untuk masker kotor;
4. sebaiknya membawa cairan pembersih tangan (hand
sanitizer);
5. membawa makanan beserta alat makan dan air
minum sesuai kebutuhan;
6. wajib membawa perlengkapan pribadi, meliputi: alat
belajar, ibadah, alat olahraga dan alat lain sehingga
tidak perlu pinjam-meminjam;

B. SELAMA PERJALANAN
1. menggunakan masker dan tetap menjaga jarak
minimal 1,5 (satu koma lima) meter;
2. hindari menyentuh permukaan benda- benda, tidak
menyentuh hidung, mata, dan mulut, dan menerapkan
etika ketika batuk dan bersin setiap waktu;

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 81

3. membersihkan tangan sebelum dan sesudah
menggunakan transportasi publik/antar-jemput.

C. SEBELUM MASUK GERBANG
1. Jika diantar, pengantaran dilakukan di lokasi yang
telah ditentukan;
2. mengikuti pemeriksaan kesehatan meliputi:
pengukuran suhu tubuh, gejala batuk, pilek, sakit
tenggorokan, dan/atau sesak nafas;
3. melakukan CTPS (cuci tangan pakai sabun) sebelum
memasuki gerbang satuan pendidikan dan ruang
kelas;
4. antri dengan tertib dengan tetap menjaga jarak
sebelum masuk kelas (dipanggil satu per satu oleh
petugas).

D. SELAMA UJIAN
1. menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak
minimal 1,5 (satu koma lima) meter;
2. menggunakan alat tulis dan alat minum pribadi;
3. dilarang pinjam-meminjam peralatan;
4. memberikan pengumuman di seluruh area satuan
pendidikan secara berulang dan intensif terkait
penggunaaan masker, CTPS dengan air mengalir, dan
jaga jarak;
5. melakukan pengamatan visual kesehatan mahasiswa
yang ikut ujian, jika ada yang memiliki gejala
gangguan kesehatan maka harus mengikuti protokol
kesehatan satuan pendidikan.

E. SELESAI UJIAN
1. tetap menggunakan masker dan melakukan CTPS
dengan air mengalir sebelum meninggalkan ruang
ujian;

82 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

2. keluar ruang ujian dan tempat (satuan pendidikan)
dengan berbaris sambil menerapkan jaga jarak;

3. penjemput (jika ada) menunggu di lokasi yang sudah
disediakan dan melakukan jaga jarak sesuai dengan
tempat duduk dan/atau jarak antre yang sudah
ditandai.

F. PERJALANAN PULANG DARI TEMPAT UJIAN
1. menggunakan masker dan tetap jaga jarak minimal
1,5 (satu koma lima) meter;
2. hindari menyentuh permukaan benda- benda, tidak
menyentuh hidung, mata, dan mulut, serta
menerapkan etika batuk dan bersin;
3. membersihkan tangan sebelum dan sesudah
menggunakan transportasi publik/antar-jemput.

G. SETELAH SAMPAI DI RUMAH
1. melepas alas kaki, meletakan barang- barang yang
dibawa di luar ruangan dan melakukan disinfeksi
terhadap barang- barang tersebut, misalnya sepatu,
tas, jaket, dan lainnya;
2. membersihkan diri (mandi) dan mengganti pakaian
sebelum berinteraksi fisik dengan orang lain di dalam
rumah.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 83

Lampiran 2
PROSES PENDAFTARAN UKMPPG

1. Mahasiswa login ke
https://ukmppg.kemdikbud.go.id, dengan :
Username : NO UKG (DALJAB 2020) / No. Peserta
(Retaker)
Password : Tanggal Lahir

2. Mahasiswa mengisi form yang ada di aplikasi pendaftaran
3. Mahasiswa mencetak Formulir Pendaftaran

Mengunggah dokumen pendukung UKIN
1. Membuka laman http://ukmppg.kemdikbud.go.id/ukin,

login dengan akun :
username : NO UKG (DALJAB 2020) / No. Peserta
(Retaker)
Password : Tanggal Lahir
2. Mahasiswa mengisi portofolio dan mengupload bukti-
bukti portofolio,
3. Mengupload perangkat pembelajaran dan Video
pembelajaran

84 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

Lampiran 3

STANDAR RUANG PELAKSANAN UJI
PENGETAHUAN

1. Memiliki meja untuk menyimpan/menaruh komputer
sebagai media ujian dengan jumlah komputer sesuai
dengan huruf d.

2. Menyediakan/memiliki tempat duduk/ kursi untuk peserta
ujian yang terpasang dengan meja komputernya.

3. Ruangan ujian harus cukup luas sehingga nyaman dan
aman untuk bekerja bagi peserta ujian dan pengawas. Pada
masa pandemi, keluasan ruangan minimal 3m2/peserta.
Sebagai contoh, ruangan dengan luas 100m2 dapat
menampung sekitar 33 orang.

4. Jarak antara satu komputer dengan komputer lainnya
minimal 1,5 m sehingga cukup nyaman bagi peserta untuk
melaksanakan ujian, dapat meminimalkan kemungkinan
saling bekerja sama di antara peserta, serta untuk
memenuhi ketentuan jarak minimal dalam social
distancing (HK.01.07/Menkes/328/2020.

5. Disarankan ada penyekat antara satu komputer dengan
komputer lainnya untuk menjamin objektivitas
pelaksanaan ujian.

6. Posisi komputer dengan komputer lain diutamakan satu
arah, sehingga menutup kemungkinan untuk saling
bertatap muka di antara para peserta.

7. Jumlah ruang ujian disesuaikan dengan jumlah peserta
ujian, dengan tetap memperhatikan persyaratan pada
angka (4).
a. Jumlah peserta dan tempat duduk peserta UP selama
masa pandemi diatur sesuai dengan protokol kesehatan

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 85

yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan

Nomor HK.01.07/Menkes/ 328/2020.

b. Panitia harus memastikan kesiapan listrik, jaringan,

komputer.

c. LPTK harus menyediakan genset dan UPS sebagai

persediaan/antisipasi listrik mati.

d. Sarana/peralatan untuk mendukung kelangsungan UP

yang mencakup ruang ujian, komputer, dan jaringan

harus sudah dicek dan siap pakai di H-2.

e. Ketua panitia lokal menunjuk satu orang petugas yang

bertanggung jawab untuk mengecek dan memastikan

kesiapan komputer dan jaringan, dan satu orang

petugas untuk memastikan kesiapan ruangan dan

peralatan di dalamnya termasuk jam dinding yang

berfungsi.

f. Selama masa pandemi Covid-19 Panitia harus

menyediakan sarana protokol kesehatan di luar

ruangan yaitu: 1) thermogun; 2) tempat cuci tangan; 3)

hand sanitizer; 4) masker cadangan untuk peserta dan

panitia UP.

g. Protokol kesehatan pelaksanaan UP mengacu kepada

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor

HK.01.07/Menkes/328/2020 (lampiran 1)

86 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG

Lampiran 4
STANDAR SPESIFIKASI KOMPUTER UNTUK
UJI PENGETAHUAN

1. prosesor minimal setingkat intel core i3
2. memori minimal (RAM) 4 GB DDR3
3. Hard disk minimal 128 GB 5400RPM
4. VGA display: mendukung resolusi 1024 x 800 pixel dan

monitor true colors (32 bit)
5. Lan GbE NIC
6. Monitor minimal 18 Inc.
7. Ear Headphone
8. UPS 650VA/325 W
9. Sistem operasi microsoft Window 7 64 bit
10. Perangkat pendukung: kabel UTP CAT 5E, Konektor

RJ45, Switches Cisco Catalyst 29xx
11. Ethernet: 10/100/1000Mbps
12. Sistem Operasi yang mendukung aplikasi Browser

Mozilla FirefoxTM, Mozilla Firefox versi 64 ke atas.

Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG | 87

Lampiran 5
STANDAR SPESIFIKASI JARINGAN KOMPUTER
UNTUK UJI PENGETAHUAN

1. Kabel jaringan UTP Kategori 5 (Cat5) 10/100/1000Mbps
2. Tidak diperkenankan mengkoneksikan dengan koneksi

WIFI
3. Jaringan dengan kemampuan menangani concurrent

connections hingga 100 koneksi
4. Router: Mikrotik minimal level 5 (DHCPL dan DNS

server diaktifkan)

88 | Panduan Teknis I: Persiapan dan Pelaksanaan UKMPPG


Click to View FlipBook Version