The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TBM BRILICOM, 2023-07-03 08:19:38

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI WINDOWS NARRATOR PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNANETRA) KELAS VII-7 SMP NEGERI 226 JAKARTA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

BEST PRACTICE WINDOW NARRATOR

1


2 PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 226 JAKARTA Jl. Kayu Kapur, Komp. TNI AL Pangkalan Jati Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450 PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH BEST PRACTICE Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Fitra Hayati, M.Pd NIP : 197012061997032002 Jabatan : Guru Mata Pelajaran : Bahasa Inggris Pangkat : Pembina TK1 Gol : IVb Instansi : SMPN 226 Jakarta Judul Laporan : “Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Windows Narrator Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunaetra) Kelas VII-7 SMP Negeri 226 Jakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020”. Mengetahui/Mengesahkan: Jakarta, 10 Mei 2021 Kepala SMP Negeri 226 Jakarta Peneliti Agus Sutarto, S.Pd Fitra Hayati, M.Pd NIP. 197103101998021003 NIP.197012061997032002


3 PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 226 JAKARTA Jl. Kayu Kapur No 2 Komp. TNI AL Pangkalan Jati, Pondok Labu Telp (021) 7501270 Jakarta 12450 LEMBAR PERSETUJUAN Bismillahirrahmanirrahim, Karya tulis yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Windows Narrator Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Kelas VII-7 SMP Negeri 226 Jakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020” di susun oleh: Nama : Fitra Hayati, M.Pd NIP : 197012061997032002 Pangkat/Golongan : Pembina TK 1/ IVb Jabatan : Guru Status : Guru Bahasa Inggris Unit Kerja : SMP Negeri 226 Jakarta Jl. Kayu Kapur No 2 Komp. TNI AL Pangkalan Jati, Pondok Labu Telp (021) 7501270 Jakarta 12450 Telah disetujui oleh kepala sekolah untuk diajukan pada Lomba Guru Berprestasi Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan Tahun 2021. Jakarta, 10 Mei 2021 Kepala SMP Negeri 226 Jakarta Agus Sutarto, S.Pd NIP. 197103101998021003


4 ABSTRAK Fitra “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI WINDOWS NARRATOR PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNANETRA) KELAS VII-7 SMP NEGERI 226 JAKARTA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020” Best Practice ini berdasarkan pada latar belakang rendahnya hasil belajar pada pembelajaran pelajaran Bahasa Inggris 2 anak berkebutuhan khusu (tunanetra) di kelas VII. 7. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris 2 anak berkebutuhan khusus (tunanetra) kelas VII.7 SMPN 226 Jakarta melalui Windows Narrator. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analisis yakni mendeskripsikan penggunakan Windows Narrator pada 2 anak berkebutuhan khusus (tunanetra). Implikasinya meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris kedua siswa tersebut. Penggunaan Windows narrator yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris sehingga siswa tersebut dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75 Keywords: hasil belajar, ABK (tunanetra), dan windows narrator


5 KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmad, Hidayah dan Inayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Best Practice dengan judul " Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Windows Narrator Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Kelas VII-7 SMP Negeri 226 Jakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020”. Penulisan laporan Best Practice ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat mengikuti lomba Guru Berprestasi Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan. Pada kesempatan ini tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Agus Sutarto, S.Pd, Kepala SMP Negeri 226 Jakarta 2. Kepala Tata Usaha dan tenaga kependidikan SMP Negeri 226 Jakarta 3. Rekan-rekan guru SMPN 226 4. Para siswa khususnya Immanuel dan Zaidan, anak berkebutuhan khusus (Tunanetra) 5. Para peserta didik kelas VII-7 SMP Negeri 226 Jakarta Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya penulisan laporan Best Praktice, dan rekan-rekan seprofesi yang telah memberi kesempatan dan masukan kepada penulis hingga penulisan laporan Best Practice ini selesai. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan laporan Best Practice ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Best Practice ini. Akhirnya penulis mengharapkan semoga Best Practice ini memenuhi sesuai dengan tujuannya, dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Aamiin. Jakarta, 12 Mei 2021


6 Fitra Hayati, M.Pd NIP.197012061997032002 DAFTAR ISI PERNYATAAN..................................................................................................... 2 KEASLIAN NASKAH BEST PRACTICE.......................................................... 2 LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................. 3 ABSTRAK ............................................................................................................. 4 KATA PENGANTAR........................................................................................... 5 BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 7 A. Latar Belakang ......................................................................................... 7 B. Permasalahan............................................................................................ 9 C. Tujuan....................................................................................................... 9 D. Manfaat................................................................................................... 10 BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................... 12 A. Anak berkebutuhan Khusus (ABK) ....................................................... 12 B. Tunanetra................................................................................................ 14 C. Windows Narrator .................................................................................. 15 BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH .................................. 18 A. Procedur.................................................................................................. 18 B. Pemecahan Masalah ............................................................................... 19 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 21 A. Kondisi Awal.......................................................................................... 21 B. Proses yang Dilakukan ........................................................................... 22 C. Proses yang Dilakukan ........................................................................... 24 D. Hasil Akhir ............................................................................................. 25 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI................................................... 28 A. Simpulan................................................................................................. 28 B. Refleksi................................................................................................... 28 C. Rekomendasi .......................................................................................... 28 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 29 LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................. 30 Lampiran 1 ........................................................................................................ 30 Lampiran 2 ........................................................................................................ 41


7 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hal baru yang belum diketahui mengenai SMP Negeri 226 dimulai, ketika dipindah tugaskan mengajar ke sekolah ini tahun 2015. Saat pertama mengajar di suatu kelas ada yang janggal, saat pembelajaran berlangsung para siswa antusias mengikuti pembelajaran, tetapi ada satu siswa yang tidak memperhatikan dan kemudian saat diberi tugas teman sebangkunya sibuk mendiktekan tugas kepadanya. Pertanyaan itu terjawab setelah mengetahui bahwa siswa tersebut low vision. Pengalaman ini berlanjut ada seorang siswa yang selalu dituntun ibunya sampai ke gerbang sekolah. Siswa itu ternyata mengalami cacat cerebral Palsy. Ada siswa yang terlihat sudah cukup tua untuk menjadi siswa SMP ternyata siswa tersebut adalah anak lambat belajar. Pengalaman ini awalnya menjadi beban yang dirasa berat dan merasa tercampak dari sekolah yang lama. Selama 18 tahun mengajar tidak pernah mengajar anak seperti yang ditemui di SMPN 226 ini. Beberapa kali berkomunikasi dan mengamati anak-anak bekebutuhan khusus (ABK) di SMP Negeri 226, suatu hari menemukan pengalaman batin yang mengugah. Ada seorang siswa yang selalu didorong dengan kursi roda, ternyata dia mengalami spina bifida, dari pinggang sampai kaki mati rasa, kakinya lumpuh, matanya sebelah tidak normal. Waktu pembelajaran membuat Greeting Card (kartu


8 ucapan) untuk ibu, harus dibuat dengan kartu yang bagus lalu bacakan kepada ibunya lalu suruh ibunya menanggapi. Ternyata kalimat respon ibunya sangat menggugah bahwa dia sangat bangga walaupun anaknya lumpuh. Akhirnya pengalaman-pengalaman lain menjadi hal yang sangat dinikmati. Pada tahun pelajaran 2019/2021, pada pembagian tugas mengajar, penulis mengajar di kelas VII-7. Ada 1 orang siswa yang satu tunanetra, dan satu lagi low vision. Kedua siswa ini membaca dan menulis dengan huruf braille. Selama proses pembelajaran yaitu pelajaran Bahasa Inggris kedua siswa itu hanya bisa mendengarkan penjelasan guru.. Permasalahan muncul saat disuruh mencatat dan mengerjakan tugas. Mereka tidak bisa mengerjakan tugas. Awalnya guru membantu kedua siswa tersebut, dan hal ini sangat menyita waktu dan kelas menjadi tidak kondusif. Siswa lain diberi pengertian agar mau menjadi tutur teman sebaya. Bagi siswa kelas VII.7memiliki teman berkebutuhan khusus seperti ini mungkin baru bagi mereka. Setelah diberi pengertian mulai ada yang mau membantu membacakan. Adalagi masalah yang lain, siswa yang membacakan pengucapan Bahasa Inggrisnya masih sangat rendah, dia mendiktekan tugas perhuruf. Hal ini membuat kelas menjadi tidak nyaman dan dia harus membantu 2 teman sekaligus. Anak yang membantu mendiktekan itu sering terlambat menyelesaikan tugas. Sehingga 2 siswa ABK (tunanetra) tidak bisa mengerjakan tugas sama sekali. Mereka meminta tugas untuk dibawa pulang dan itu dikerjakan oleh orang tuanya di rumah ditulis biasa dibukunya.


9 Usaha berikutnya yang dilakukan bersama teman-teman sekelas adalah membuat kartu huruf lalu anak tunanetra menulis braille, ternyata usaha ini juga tidak efektif dan sulit terlaksana. Berikut kartu huruf yang dibuat siswa kela VII.7: Gambar 3.1 Kartu Huruf Saat ujian harian, PTS, guru harus membacakan soal untuk siswa tersebut, sehingga hasil belajar Bahasa Inggris kedua siswa ini teramat rendah, B. Permasalahan Bagaimana meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris 2 anak berkebutuhan khusus (tunanetra) menggunakan Windows Narrator pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 226 Jakarta. C. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari karya tulis best practice ini adalah: meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris 2 anak berkebutuhan khusus


10 (tunanetra) menggunakan Windows Narrator pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 226 Jakarta. D. Manfaat Manfaat yang ingin dicapai dari karya tulis best practice ini yaitu: 1. Bagi siswa: a. meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris dapat dioptimalkan b. Meningkatkan kemandirian belajar bagi anak berkebutuhan khusus (tunanetra) c. memberikan pengalaman konkrit dalam meningkatkan kualitas proses dan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris d. mengubah pola siswa bahwa pembelajaran bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit menjadi pelajaran yang mengasyikkan, menyenangkan, dan bermanfaat untuk kehidupan ini dan dengan berbagai media. 2. Bagi guru adalah: a. memberikan pengalaman dalam menentukan solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran pada bagi anak berkebutuhan khusus (tunanetra) b. memperbaiki teknik pembelajaran khusus untuk anak berkebutuhan khusus (tunanetra) media guna meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran Bahasa Inggris. c. meningkatkan mutu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar


11 3. Bagi kepala sekolah, menjadi pemimpin yang menyiapkan dan memfsilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran. 4. Bagi sekolah, sebagai salah satu alat bantu untuk proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (tunanetra) 5. Bagi masyarakat khususnya insan pendidikan sebagai motivasi, inspirasi dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan, untuk semua siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa Inggris untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.


12 BAB II KAJIAN TEORI A. Anak berkebutuhan Khusus (ABK) ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)" - Istilah Kesehatan artinya Anak yang lambat (slow) atau mengalami gangguan (retarded) yang tidak akan pernah berhasil di sekolah sebagaimana anak-anak pada umumnya. Banyak istilah yang dipergunakan sebagai variasi dari kebutuhan khusus, seperti disability, impairment, dan handicaped. (KBBI, 2008). (Pack, n.d.) menjelaskan klasifikasi dan jenis kelainan, anak berkebutuhan dikelompokkan ke dalam kelainan fisik, kelainan mental, dan kelainan karakteristik sosial. Kelainan fisik adalah kelainan yang terjadi pada satu atau lebih organ tubuh tertentu. Tidak berfungsinya anggota fisik terjadi pada: alat fisik indra, misalnya kelainan pada indra pendengaran (tunarungu), kelainan pada indra penglihatan (tunanetra), kelainan pada fungsi organ bicara (tunawicara); alat motorik tubuh, misalnya kelainan otot dan tulang (poliomyelitis), kelainan pada sistem saraf di otak yang berakibat gangguan pada fungsi motorik (cerebral palsy), kelainan anggota badan akibat pertumbuhan yang tidak sempurna, misalnya lahir tanpa tangan/kaki, amputasi dan lain-lain. Untuk kelinan pada alat motorik tubuh ini dikenal dalam kelompol tunadaksa.


13 Anak kelainan dalam aspek mental adalah anak yang memiliki penyimpangan kemampuan berpikir secara kritis, logis dalam menanggapi dunia sekitarnya. Kelainan pada aspek mental ini dapat menyebar ke dua arah, yaitu kelainan mental dalam arti lebih (supernormal) dan kelainan mental dalam arti kurang (subnormal). Kelainan mental dalam arti lebih atau anak unggul, menurut tingkatannya dikelompokkan menjadi: (a) anak mampu belajar dengan cepat (rapid learner), (b) anak berbakat (gifted), dan (c) anak genius (extremely gifted). Anak yang berkelainan mental dalam arti kurang atau tunagrahita, yaitu anak yang diidentifikasi memiliki tingkat kecerdasan yang sedemikian rendahnya (di bawah normal ) sehingga untuk meniti tugas perkembangannya memerlukan bantuan atau layanan secara khusus, terutama di dalamnya kebutuhan program pendidikan dan bimbingannya. Berdasarkan kapabilitas kemampuan yang bisa dirujuk sebagai dasar pengembangan potensi, anak tunagrahita dapat diklasifikasikan menjadi (a) anak tunagrahita memiliki kemampuan untuk dididik dengan rentang IQ 50- 75, (b) anak tunagrahita memiliki kemampuan untuk dilatih dengan rentang IQ 25- 50, (c) anak tunagrahita memiliki kemampuan untuk dirawat dengan rentang IQ 25- ke bawah (Hallhan & Kaufman,1991). Kelainan perilaku atau tunalaras sosial adalah mereka yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan, tata tertib, norma sosial, dan lain-lain. Klasifikasi anak yang termasuk dalam kategori mengalami kelainan perilaku sosial di antaranya anak psychotic dan neurotic, anak dengan gangguan emosi dan anak nakal (delinquent)


14 (Pack, n.d.) menjelaskan bentuk kelainan di atas dapat disederhanakan sebagai berikut: a. Bagian A adalah sebutan untuk kelompok anak tunanetra. b. Bagian B adalah sebutan untuk kelompok anak tunarungu. c. Bagian C adalah sebutan untuk kelompok anak tunagrahita. d. Bagian D adalah sebutan untuk kelompok anak tunadaksa. e. Bagian E adalah sebutan untuk kelompok anak tunalaras. f. Bagian F adalah sebutan untuk kelompok anak dengan kemampuan di atas rata-rata/ superior. g. Bagian G adalah sebutan untuk kelompok anak tunaganda. B. Tunanetra Tunanetra adalah individu yang kedua-dua indra penglihatannya tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti orang awas (Atmaja, 2017).Siswa yang tdak mampu maksimal menggunakan indra penglihatan dalam pelajar adalah: 1. Anak berkelainan penglihatan yang kemungkinan dikoreksi dengan penyembuhan pengobatan atau alat optik, tetapi kemampuan untuk mempergunakan fungsi penglihatannya secara efektif sangat minim 2. Anak berkelainan penglihatan yang sama sekali tidak mempunyai kemungkinan dikoreksi dengan penyembuhan pengobatan atau alat optik. Pada kasus ini orang sering menyebutnya dengan tunanetra berat (buta). Terminology tunanetra berat atau buta berdasarkan rekomendasi dari The White House Conference on Child Health and Education di Amerika (1970),


15 dijelaskan bahwa seseorang dikategorikan buta jika ia tidak dapat mempergunakan penglihatannya untuk kepentingan pendidikannya (Kirk,1970; Patton,1991). C. Windows Narrator Windows mempunyai banyak layanan, ada yang sangat sering dipakai dan familiar bagi orang banyak seperti microsoft word, power point dan lainnya. Narator ada yang menyebutnya Microsoft Narrator adalah aplikasi pembaca layar yang disertakan dalam Windowss 10, sehingga tidak perlu mengunduh atau menginstalnya. Narator bisa menggunakan PC tanpa mouse, untuk menyelesaikan tugas-tugas umum bagi yang memiliki penglihatan lemah. Aplikasi ini membaca dan berinteraksi dengan berbagai hal di layar, seperti teks dan tombol. Narator untuk membaca dan menulis email, menelusuri internet, dan bekerja dengan dokumen. Navigasi tersedia menggunakan judul, tautan, penanda, dan lainnya. Narrator dapat membaca teks (termasuk tanda baca) berdasarkan halaman, paragraf, baris, kalimat, kata, dan karakter, serta menentukan karakteristik seperti font dan warna teks. Menjelajahi Windowss 10 hanya dengan menggunakan panah atas dan bawah di keyboard pada PC atau laptop. Penyesuaikan kecepatan percakapan, nada, dan volume suara yang digunakan Narator, serta menginstal suara teks ke ucapan lainnya. Dua cara untuk memulai dan menghentikan Narator


16 ▪ Tekan tombol logo Windowss + Ctrl + Enter bersama untuk memulai narator. Tekan lagi tombol tersebut untuk menghentikan Narator. (Pada versi Windowss yang lebih lama, perintah adalah tombol logo Windowss + Enter.) Pada banyak keyboard, tombol logo Windowss terletak di baris bawah tombol, di sebelah kiri atau kanan tombol Alt. ▪ Tekan tombol logo Windowss + Ctrl + N untuk membuka pengaturan narator, lalu Aktifkan tombol alih di bawah gunakan narator.Sumber: https://support.microsoft.com/id-id/windowss/bab-1-memperkenalkannarator-7fe8fd72-541f-4536-7658-bfc37ddaf9c6) Langkah berikut ini juga bisa digunakan unutk menggunakan windows narrator: 1. Pada halaman desktop (awal) klick ikon windows yang terletak di pojok kiri bawah 2. Pilih menu setting untuk menuju ke halaman setting komputer 3. Untuk masuk ke laman Narrator dari setting yaitu Pada laman pencarian setting, ketik / input “narrator”, kemudian pillih “ Turn Narrator on or off “


17 4. Untuk mengaktivkan windows narrator pada computer slide option menjadi ON 5. 6. Ketika fitur ini diaktifkan, maka Windows akan membaca semua element yang tertampil pada layar, seperti teks, notifikasi yang muncul, tombol keyboard yang ditekan. 7. Penggunaan : Dengan mengarahkan meng-gunakan scroll up dan scroll down (panah atas/bawah) 8. Untuk Pengaturan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan juga preferensi kita dapat mengaturnya dengan menscroll laman tadi maka akan menjumpai banyak pengaturan tambahan 9. Windows Narrator hanya memberi layanan untuk Bahasa Inggris.


18 BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH A. Procedur Procedur merupakan tahap kegiatan atau langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan masalah. Procedur dalam pemecahan masalah dapat dilihat pada table berikut ini Gambar 3.2 Model Procedur 10. Indentifikasi dan Analisis Potensi. Hal ini dilakukan untuk melihat potensi guru dan siswa sehingga dapat memberi gambaran untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris. Selanjutnya dilakukan analisis agar memudahkan dalam memetakan potensi yang ada. 11. Rencana Aksi. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan potensi yang ada, untuk selanjutnya dibuat rencana aksi dalam bentuk program yang di dalamnya memuat target-target yang akan dicapai. 12. Implementasi. Pada tahap ini 2 siswa tunanetra menjalankan program sehingga hasilnya berdampak pada hasil belajar Bahasa Inggris. IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI RENCANA AKSI IMPLEMENTASI EVALUASI


19 13. Evaluasi. Pada tahap ini guru menilai hasil belajar Bahasa Inggris yang diraih dari implementasi program dan kegiatan. Catatan-catatan evaluasi kemudian menjadi bahan rekomendasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti dalam penyusunan rencana aksi berikutnya. B. Pemecahan Masalah Permasalahan yang akan diselesaikan adalah meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris, maka pemecahan masalah dapat tergambar melalui bagan berikut: Gambar 3.3 Model Pemecahan Masalah IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI RENCANA AKSI IMPLEMENTASI EVALUASI Window Narrator Hasil Belajar Bahasa Inggris


20 Berdasarkan gambar, dapat dilihat bahwa penggunaan Windows Narrator terdapat tahapan implementasi, sehingga siswa dapat menggunakannya dalam pelajaran Bahasa Inggris sehingga hasil belajar Bahasa Inggris yang diharapkan dapat meningkat.


21 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Awal Pada pembagian tugas mengajar tahun pelajaran 2029/2020, adalah awal bagi penulis mendapatkan kelas mengajar anak berkebutuhan khusus (tunanetra dan low vision) kedua anak tersebut menulis dan membaca huruf braile, siswa yang low vision tidak bisa membaca huruf biasa. Temuan sebelumnya anak low vision bisa membaca dan menulis huruf abjat biasa. Mereka hanya memerlukan kaca pembesar (Lup). Mereka bisa belajar mandiri. Sehingga terjadi kesulitan dalam pembelajaran permasalahan sama antara siswa tunanetra dan siswa low vision.. 1. Capaian Prestasi Siswa Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dimana tulisan dan cara membacanya berbeda sehingga sangat sulit untuk menyampaikan materi, atau siswa ini disuruh mencatat dan mengerjakan latihan.` Mereka sering meminta diejakan huruf dari kata dan kalimat yang akan mereka tulis. Mereka sangat tergantung dengan kesiapan temannya untuk mendiktekan soal-soal yang menjadi tugas. Sehingga hasil belajarnya sangat rendah sekali. 2. Guru dan Teman Satu Kelas Proses pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus ABK di sekolah regular, terjadi ketidak siapan guru dan warga sekolah ataupun warga kelas dalam proses belajar mengajar. Guru tidak bisa membaca dan menulis huruf braille, tidak memiliki program khusus untuk anak berkebutuhan khusus (tunanetra). Siswa satu kelas belum siap dan terbiasa dijadikan tutor teman sebaya khusus untuk


22 anak tunanetra khusus untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Buku paket pelajaran Bahasa Inggris dengan huruf braille saat itu juga belum ada. 3. Program dan Kegiatan Program yang disiapkan oleh guru dan sekolah secara umum adalah untuk regular. Di SMP N 226 anak berkebutuhan khususnya tidak hanya satu jenis. Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini penulis menemukan anak lambat belajar, autis, tunanetra, dan lambat belajar. Untuk anak lambat belajar yang di analisis ada materi pelajaran dan penugasan. 4. Daya Dukung Orang Tua Untuk anak yang berkebutuhan khusus ini orang tua sangat mendukung segala upaaya sekolah untuk ketercapaian hasil belajar anaknya dengan komunikasi dan menyiapkan fasilitas belajar. 5. Sarana dan Prasarana Untuk menggunakan windows narrator ini siswa hanya memerlukan laptop, mereka tidak dipisahkan dari kelasnya. Mereka tetap belajar di kelas. Mereka dapat mendengarkan penjelasan guru, perintah, mereka juga dapat bertanya. Sarana disiapkan oleh siswa sendiri. B. Proses yang Dilakukan 1. Penyusunan Program Penyusunan program dilakukan setelah PTS semester 1. Hal ini mengindentifikasi permasalahan dan memetakan potensi yang dimilikisekolah, maka Langkah selanjutnya penyusunan program dan kegiatan sekolah, di antranya yang akan berdampak pada peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris.


23 Berikut ini program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris yaitu: a. Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Penyusunan program pengajaran dimulai dari telaah silabus, RPP, menyiapkan materi dalam bentuk soft copy. 1. Komunikasi dengan Pihak Sekolah Perlu dilakukan komunikasi kepada kepala sekolah, wali kelas, guru BK dan guru lain sehingga dapat mendukung pembelajaran. Siswa kelas VII.7 juga harus dikomunikasikan dengan kondisi pembelajaran saat temannya menggunakan windows narrator harus membawa laptop. 2. Komunikasi dengan Orang Tua Murid Perlu dilakukan komunikasi dengan orang tua murid karena siswa akan membawa laptop disaat pembelajaran Bahasa Inggris Setelah diskusi dengan orang tua, mereka sangat mendukung anaknya membawa laptop saat pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil komunikasinya siswa yang akan membawa laptop adalah siswa tunanetra karena siswa yang low vision belum punya dan jika ada masalah dengan laptopnya sekolah akan meminjamkan. 3. Latihan Penggunaan Windows Narrator 2 siswa tunanetra dan low vision tersebut perlu menyediakan waktu diluar jam pelajaran dan tidak mengaggu pelajaran lain. Mereka dilatih menggunakan windows narrator sebelum dipakai di dalam kelas pada saat pembelajaran. b. Implementasi Penggunaan Windows Narrator Program yang telah disusun tidak akan memberi dampak terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris bila tidak didukung oleh semua pihak sekolah, siswa


24 satu kelas, dan orang tua. Oleh karena itu diperlukan kerja sama agar pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan windows narrator bisa dilaksanakan. C. Proses yang Dilakukan Proses belajar mengajar berjalan sebagai mana yang sudah ditetapkan dalan RPP untuk siswa di kelas VII.7, dan untuk siswa ABK langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan windows narrator: a. Mengkondisikan kelas untuk tertib, kondusif dan bersih. b. Mencopi materi dan tugas ke laptop ABK (tunanetra) tersebut c. Pembelajaran untuk siswa lain dilaksanakan sesuai dengan RPP. d. Siswa ABK menggunakan windows narrator untuk mereview e. Siswa mencatat materi yang dijelaskan guru di buku braille. f. Siswa ABK mengerjakan latihan di buku braille. g. Siswa AKB membacakan catatan dan latihan yang ditulis dengan huruf braille h. Guru melakukan penilaian dengan mendengarkan mereka membacakan tulisan braille mereka.


25 Gambar 3.4 Siswa Immanuel membacakan tugas di depan kelas yang ditulis dengan huruf braille Gambar 3.5 Contoh Tugas Zaidan yang ditulis dengan huruf braille D. Hasil Akhir 1. Dampak Positif Penggunaan Widow Narrator


26 Pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan windows narrator untuk 2 anak berkebutuhan khusus (tunanetra) berdampak positif pada pembelajaran Bahasa Inggris dan ulangan harian saja ada beberapa dampak positif dengan pembelajaran menggunakan windows narrator antara lain: a. Kemandiriaan belajar, 2 siswa ini tidak tergantung lagi dengan kesiapan teman-teman satu kelasnya untuk membantu, membacakan tugas. b. Mereka berdua bisa saling membantu. c. 2 siswa ini bisa melatih pengucapak Bahasa Inggris dengan baik dan benar karena teks atau dialog Bahasa Inggris dibacakan oleh native speaker dan mungkin lebih baik dari gurunya. 2. Hasil Belajar Bahasa Inggris Berikut ini adalah hasil belajar : Berdasarkan nilai di atas, maka capaian hasil belajar 2 anak berkebutuhan khusus (tunanetra) dapat tergambar dalam grafik berikut ini: NILAI MATA PELAJARAN: BAHASA INGGRIS No Nama L/P KD 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 4.2 4.3 4.4 17 IMMANUEL DANIEL SETIAWAN*) L 50 70 80 90 70 75 80 90 34 ZAIDAN PUTRA ERLANGGA*) L 55 65 80 85 65 70 80 85


27 Grafik: Hasil Belajar Bahasa Inggris 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 4.2 4.3 4.4 KD KD Hasil Belajar Bahasa Inggris 17 IMMANUEL DANIEL SETIAWAN*) L 34 ZAIDAN PUTRA ERLANGGA*) L


28 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan Dari paparan di atas, maka penulis menyimpulkan: 1. Penggunaan windows narrator untuk anak berkebutuhan khusus (tunanetra) memberi dampak terhadap kemandirian dan hasil belajar Bahasa Inggris. 2. Terdapat konsistensi dan peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris dari sejak digunakannya windows narrator dalam pembelajaran Bahasa Inggris. B. Refleksi Sebagai sebuah reflekis, penulis menyadari bahwa penggunaan windows narrator adalah hal yang baru bagi penulis. Penggunaan Windows narrator menjadi bagian yang penting dipelajari guru bila mengajar siswa tunanetra di kelas regular, karena kebanyakan guru di sekolah regular tidak bisa menulis atau membaca braille terutama guru Bahasa Inggris. C. Rekomendasi 1. Guru Bahasa Inggris khususnya di sekolah regular yang mempunyai anak berkebutuhan khusus (tunanetra) perlu mempelajari penggunaan windows narrator. 2. Mendorong pemerintah untuk menyediakan perangkat laptop untuk sekolah penyelengkara inklusi untuk tunanetra untuk siswa dan guru, untuk menanggulangi bila siswa atau guru tidak memilikinya agar pembelajaran bahasa Inggris bisa lebih baik dan hasil belajarnya juga meningkat.


29 DAFTAR PUSTAKA Depatemen Pendidikan Nasional, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Idris Apandi, Kiat Praktis Menulis Best Praktice Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ciamis: Tsaqiva Publishing Pack, P. D. F. (n.d.). 2013 MENGENAL ANAK. Suhandi, Pintar Menulis Karya Ilmiah untuk Siswa Sekolah Menengah Yogyakarta: Penerbit Deeppublish https://support.microsoft.com/id-id/windowss/bab-1-memperkenalkan-narator7fe8fd72-541f-4536-7658-bfc37ddaf9c6 . Di akses pada 11/05/2021 Pukul 11.00 WIB


30 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 3.2 DAN 4.2) Satuan Pendidikan : SMP NEGER 226 DKI Jakarta Mata Pelajaran : Bahasa Inggris KD : 3.2 dan 4.2 Kelas/semester : VII/Ganjil Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 JP) A. Kompetensi Inti ( KI) 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mengolah, mengkaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dang mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Indikator 3.2. mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya. Perhatikan unsur 3.2.1 Mengidentifikasi fungsi social, struktur teks, unsur kebahasaan dari ungkapan perkenalan diri sesuai dengan konteks penggunaannya. 3.2.2 Membedakan fungsi social, struktur teks, unsur kebahasaan dari ungkapan perkenalan diri sesuai dengan konteks penggunaannya.


31 kebahasaan dan kosa kata terkait hubungan keluarga; pronoun (subjective, objective, possessive) 4.2 menyusunteks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dansesuaikonteks 4.2.1 Menyusun teks lisan sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dansesuaikonteks Focus penguatan karakter: Jujur dan percaya diri C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran peserta didik dapat: 1. Menyebutkan ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam pemaparan jati diri. 2. Menirukan pengucapan ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam pemaparan jati diri. 3. Membedakan ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam pemaparan jati diri 4. Menampilkan monolog seputar jati diri dengan percaya diri. D. Materi Pembelajaran • Fungsi Sosial Berkenalan, memperkenalkan diri sendiri/orang lain • Struktur teks - Memulai - Menanggapi (diharapkan/diluar dugaan) • Unsur kebahasaan - Sebutan anggota keluarga inti dan yang lebih luas dan orang-orang dekat lainnya - Verba: Be, Have, Go, work, Live (dalam simple present tense) - Subyek pronoun : I, You, We, They, he, She, It - Kata ganti possessive: My, your, His, Her, dsb


32 - Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan 1. Materi pembelajaran pengayaan - Verba: Be, Have, Go, work, Live (dalam simple present tense) - Kata ganti possessive: My, your, His, Her, dsb 2. Materi pembelajaran remedial - Verba: Be, Have, Go, work, Live (dalam simple present tense) 3. Materi pembelajaran regular Personal Identity ◼ Question and answer about self identity ◼ Name ◼ Nickname ◼ Address ◼ Profession/Job/ Occupation ◼ School ◼ Date of Birth ◼ Age ◼ Religion ◼ Nationality ◼ Height ◼ Weight ◼ Sibling ◼ Favorite Dialogue of Personal Identity Question ◼ What is your name? ◼ What is your full name? Answer ◼ My name is Zikri ◼ Nickname Question ◼ How do I call you ? ◼ What is your nickname ? Answer ◼ Call me Zik ◼ My nickname is Zik ◼ Address Question Where do you live ? Where is your address? Answer I live at Jln. Margasatwa No. 2 Pondok Labu, South Jakarta ◼ Profession/Job/Occupation Question


33 ◼ What are you ? ◼ What do you do? ◼ What is your job/occupation/profession? Answer ◼ I am a student ◼ My job is a student. ◼ School Question ◼ Where do you study ? ◼ Where is your school ? Answer ◼ I study at Junior High School Number 96 Jakarta ◼ Date of Birth Question ◼ When were you born ? Answer ◼ I was born on November 9 1994 ◼ Age Question ◼ How old are you ? ◼ What is your age? Answer ◼ I am 12 years old ◼ My age is 12 years old. ◼ RELIGION Question ◼ What is your religion? Answer ◼ I am a muslim ◼ NATIONALITY Question ◼ What is your nationality ? Answer ◼ I am an Indonesian ◼ Height and Weight Question ◼ How tall are you ? ◼ What is your weight ? Answer ◼ I am 140 cm tall ◼ I am 35 kg ◼ Sibling Question ◼ How many brother and sister do you have? ◼ What is your hobby? ◼ What is your father’s name ◼ What is your mother’s name? ◼ What is your father’s job?


34 ◼ What is your mother’s job? Answer ◼ I have one brother and no sister ◼ My hobby is watching TV ◼ My father’s …. ◼ My mother’s …. ◼ My father’s …. ◼ My mother’s a housewife E. Metode Metode : 5 M Media/Alat : Video, laptop, LCD Bahan : Realia, gambar berbagai orang, binatang dan benda F. Sumber Belajar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Bahasa Inggris, When English Rings The Bell, SMP/ Mts Kelas VII, hal 146 sd 163 G. Lagkah-langkah pembelajaran 1. PERTEMUAN PERTAMA (2 JP) Langkah Pembelajaran Depkripsi Alokasi Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan 2. Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu tema “Good Morning. How are you?” dengan cara menyanyikan lagu Good morning. 3. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu mampu mendeskripsikan tentang diri sendiri termasuk menyebutkan nama, asal, alamat, hobi dan anggota keluarganya 4. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang dilakukan, yaitu tentang jati diri, kegemaran dan anggota keluarga 5. Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu menempatkan kata preposisi benar dan mampu menyusun kalimat berkaitan dengan jati diri dengan benar 10 Menit Kegiatan Inti a. Mengamati Peserta didik mengamati teks tentang jati diri seseorang. Teks yang diamati oleh peserta didik berupa teks tertulis dan audio visual b. Menanya Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang hal-hal yang belum diketahui terkait dengan jati diri seseorang tersebut c. Mengumpulkan informasi-menalarmengomunikasikan 60 Menit


35 1. Peserta didik dibagi dalam kelompok, khusus 2 siswa tunanetra berada dalam 1 kelompok 2. Peserta didik diberikan sebuah lembar kerja dan melengkapinya (di file) d. Mengasosiasi 3. Peserta didik menyusun teks tentang dirinya sendiri dengan menggunakan pronoun I, My dan me e. Mengkomunikasikan 4. Peserta didik menginformasikan hasil kerja kepada kelompok mereka 5. Peserta didik tersebut saling memperkenalkan diri pada kelompok Kegiatan Penutup 1. Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir butir simpulan mengenai personal identity 2. Guru bersama-sama peserta didik melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran 3. Guru memberikan umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran 4. Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya yaitu penggunaan subyek pronoun dan possessive. 10 Menit H. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Tehnik Penilaian • Sikap : Observasi • Pengetahuan : Tes Tulis dan Penugasan • Keterampilan : Praktik 2. Instrumen penilaian NO. INDIKATOR TEKNIK/BENTUK PENILAIAN 1. Disajikan sebuah teks tentang jati diri, siswa dapat menentukan fungsi sosialnya dengan benar. Tes tulis 2. Disajikan sebuah formulir biodata, siswa dapat melengkapi biodata sesuai dengan identitasnya. Tes tulis 3. Disajikan sebuah kata yang diacak, siswa dapat menyusun menjadi kalimat yang padu Tes tulis 3. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran Rubrik untuk penilaian Keterampilan (Praktik) ASPEK KETERANGAN SKOR


36 Pronunciation • Sangat jelas sehingga mudah dipahami • Mudah dipahami meskipun pengaruh bahasa ibu dapat dideteksi • Ada masalah pengucapan sehingga pendengar perlu konsentrasi penuh • Ada masalah pengucapan yang serius sehingga tidak bisa dipahami (89 – 100) (76-88) (61-75) (0-60) Grammar • Tidak ada atau sedikit kesalahan tatabahasa • Kadang-kadang ada kesalahan tetapi tidak mempengaruhi makna • Sering membuat kesalahan sehingga makna sulit dipahami • Kesalahan tatabahasa sangat parah sehingga tidak bisa dipahami (89 – 100) (76-88) (61-75) (0-60) Vocabulary • Menggunakan kosakata dan ungkapan yang tepat • Kadang-kadang menggunakan kosakata yang kurang tepat sehingga harus menjelaskan lagi • Sering menggunakan kosakata yang tidak tepat • Kosakata sangat terbatas sehingga percakapan tidak mungkin terjadi (89 – 100) (76-88) (61-75) (0-60) Fluency • Sangat lancar. • Kelancaran sedikit terganggu oleh masalah bahasa • Sering ragu-ragu dan terhenti karena keterbatasan bahasa • Bicara terputus-putus dan terhenti sehingga percakapan tidak mungkin terjadi. (89 – 100) (76-88) (61-75) (0-60) Performance Rubric: No Name Aspect Total Score Nilai Pronunciation Fluency Grammar Vocabulary 1. 2. Keterangan Skor: Skor maksimal: 100 x 4 = 400 Nilai siswa = Skor diperoleh 4 3. Pembelajaran remedial Siswa yang belum mencapai KKM diberi kegiatan remedial dengan mendengarkan dan menirukan teks deskriptif lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang, binatang, dan benda fungsi sosial, struktur, unsur kebahasaan 4. Pembelajaran pengayaan


37 Siswa yang memperoleh nilai diatas KKM diberi pengayaan dengan mencari gambar dan mendeskripsikannya untuk mempromosikan, mengenalkan atau mengkritisi Mengetahui Jakarta, 15 Juli 2019 Kepala SMP SMPN 226 Jakarta Guru Mata Pelajaran Agus Sutarto, S.Pd Fitra Hayati, M. Pd. NIP. 197103101998021003 NIP. 197012061997032002 ULANGAN HARIAN KEDUA MATA PELAJARAN: BAHASA INGGRIS KD : 3.2 KELAS : VII Choose a, b, c, or d as your best answer! 1. Nisa : “Hello, I’m Nisa.” Dian: “Hi, I’m Dian” Nisa : “………” Dian: I live at Jl. Veteran 71” a. How do you do ? b. Where do you live? c. Where are you ? d. How are you? 2. A : “…..” B : “Good bye” a. Hi, nice to see you! b. Nice to meet you c. Good morning! d. Well, I’ve got to you, bye 3. Indra : Father, this is my teacher, Mr. Abas. Mr. Amin : How do you do, Mr. Abas? Mr. Abas : ……Mr. Amir? Mr. Amir : Thanks for you coming at my son’s a. How are you? b. How is everything c. How do you do? d. I’m fine thank 4. A. : Who are you? B. : ………….. A. I am Rina. C. That is Rina. B. This is Rina. D. There is Rina.


38 The text for questions 5-7 Dewi : Hello, I’m Dewi. What’s your name? Dani : Hello, Dewi. I’m Dani Perdana. Please call me Dani. Dewi : Where do you live, Dani? Dani : I live at Jl. Achmad Yani 27. Dewi : Oh, do you? Dani : Yes, I do. Dewi : So, we are neighbours. Dani : Are we? Dewi : Yeah. I live at 8. 5. Please call me Dani. The underlined sentence implies that … a. Dani is Nick name b. Dani is Dewis friend c. Dewi is Dani’s friend d. Deni is Dew’s friend 6. Where does Dewi live? a. At jl. Ahmad Yani b. In Jl. Ahmad Yani c. At Jl Ahmad Yani No.8 d. At the samae city with Dani 7. Are we? The underlined word refers to … a. Dewi and Dani b. Dewi and friend c. Dani and friend d. Neighbours Contoh Percakapan Perkenalan 2 Lina is reading a book in the city park. There is someone , Tuti, approaching her. Tuti : Excuse me. Do you mind if I sit beside you? I’m waiting my friend. Lina : No. It’s OK. My name is Lina. Tuti : Hi, I’m Tuti. Contoh Percakapan Perkenalan 1 Two person meet on the way from school. They are Budi and Desi. Budi introduces himself to Desi on the way home from the school. Budi : Good morning. I’m Budi. Haven’t we met before? Desi : I don’t think so.Anyway, Hello, My name’s Desi. Budi. Budi : Hi, Desi. How do you do?. Desi : I am a student. Do you somehow stay around here? Budi : Yeah. I stay in the Uptown Apartment on fifth Avenue. Desi : That’s great. I also stay there on eleventh floor. Budi : Mine’s on tenth floor. Sorry, I have to get going. Desi : See you then. Good bye. Budi : Good bye


39 Contoh Percakapan Perkenalan 4 Today is the first day at school for Dian. She meets Rian. Then, they introduce each other. Dian : Good morning. Allow me to introduce myself. I’m Dian. Rian : Good morning. My name is Rian. Nice to meet you. Dian : Nice to meet you too. We are in the same class, right? I saw your name in the students’ list of my class. Rian : Yeah, right. By the way, what book is that? Dian : This is a book about cooking Rian : Oh, so you like cooking? I like cooking too. Dian : Really? Good, so I have a friend to share with. Anyway, I must go now. Bye. Rian : Bye. Take care. Contoh Percakapan Perkenalan 5 Today is the commemoration of National Education Day. Every province in Indonesia sends their representatives to attend students gathering in Jakarta. Rony : Hello, let me introduce myself. My name is Ali. I study at SMPN 10 Jakarta. Edi : Hi, I’m Edi, I’m from Papua. Nice to meet you. Rony : Nice to meet you too. Let’s go to the crowd. Edi and Rony go to the crowd and they meet a girl. Ita : Hi, Rony. How are you? Rony : I’m fine. How about you? Ita : I’m fine too. Thank you. Rony : Elvi, this is Edi, my new friend. Edi : Hi. How do you do? Pleased to meet you. Ita : How do you do? Pleased to meet you too. Edi : By the way, what is your hobby? Ita : I like cooking very much. I can spend my whole day for cooking. 5. A. : Where do you live? B. : I live……… a. On Bandung. b. In 4 Jalan Mangga. c. At Sukabumi. d. In Solo. 6. Ahmad : Hi, my name is Ahmad. Hilman : Hi, I’m Hilman. I’m twelve years old…… Ahmad : I’m twelve too. a. Where are you from? b. How old are you c. How do you do? d. Where do you live? 9. Agus: Hi, Destri! How do you do? Destri: Fine, thank you and you? Agus: Very well, thanks, It’s nice to see you Destri Destri: Nice to see you too, Agus


40 Agus: Did you come here with somebody? Agus: Why don’t you join us? The underline words express…… a. Greeting c. Apologizing b. Introducing d. Leave taking 10. Diana : Arni, I don’t think you’ve met, Agus this is Arni Agus : Hello, Arni. Arni : Hi, Agus. The italic utterace above means that….. A. Arni apologized B. Arni was taking a leave C. Diana invited Arni and Agus D. Diana introduced Arni to Agus II. Write a short text at least 10 sentences about: • your name • your age • your school • your address • your hobby • your religion • your nationality • your favorites • your father • your mother


41 Lampiran 2 NILAI MATA PELAJARAN: BAHASA INGGRIS KELAS : VII.7 NO NAMA L/P KD KD 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 4.2 4.3 4.4 1 ADINDA RAHMAKANSYA P 80 87,5 95 95 81 85 85 85 2 ADRIO REZAR ARAQI L 90 87,5 75 75 89 75 75 75 3 ALMAS ZAAFIR ZULFIANDRI L 95 85 95 95 85 85 85 85 4 AULIA ANGGRAENI P 95 85 95 95 79 80 80 80 5 AULIA CLAIRINE P 91 85 95 95 78 80 80 80 6 AZWAN ROMDONI L 83 77,5 75 75 75 75 75 75 7 AZZAHRA NALA MEIDINA P 91 75 75 75 82 75 75 75 8 BRAVOTYO JUSUF WIDJAJA L 89 75 75 75 90 75 75 75 9 DAMAR FIANANTO PUTRA L 91 85 95 95 79 80 80 75 10 DERLY FIRMANSYAH L 90 75 75 75 80 75 75 75 11 DIANDRA SYIFA MAHARANI P 95 87,5 95 95 90 85 85 85 12 FATIHAH BILQIS SIHAR .R P 95 90 75 75 79 75 75 75 13 FEBRINA SOFIYANTI P 89 90 95 95 80 85 85 90 14 GADIS ANGGUN WIENANDHIAYU P 91 85 95 95 80 85 85 75 15 IBRAHIM MAULANA L 89 75 75 75 75 75 75 75 16 IHSAN MAULANA SAPUTRA L 70 82,5 75 75 78 75 75 75 17 IMMANUEL DANIEL SETIAWAN*) L 50 70 80 90 70 75 80 90 18 INTAN APRILYANI SIHOTANG P 91 82,5 75 75 78 75 75 75 19 JASMINE SEKAR HANUM P 75 75 75 75 80 75 75 75 20 MUHAMMAD NAZAKA ALRAZKA 95 75 75 75 83 75 75 75 21 KHAYRA PUTRI PAMUNGKAS P 92 85 95 95 79 89 89 80 22 MAHIRAH KHAIRUNNISA KUSUMA P 83 75 75 75 78 75 75 75 23 MUAMAD ASIF MU'AFA L 75 87,5 95 95 75 80 80 80 24 MUHAMMAD GHASSAN SHEEHAN L 91 75 75 75 75 75 75 75 25 MUSYAFA UL IHSAN L 75 75 75 75 75 74 74 74 26 NANDYA PUTRI CAHYADI P 91 85 95 95 78 80 80 75 27 NURUL LAILI NAZWA P 95 85 95 95 79 80 80 75 28 RAKA ALFAT ALIF SAPUTRA L 75 85 95 95 75 80 80 79 29 RAUDINA RABIATUL ADAWIYAH P 95 85 95 95 80 85 85 75 30 REFA MUSTIKA SARI P 91 75 75 75 80 80 80 75


42 31 SUKMA SEJATI L 90 92,5 95 95 79 80 80 75 32 YULISTIA DWI GRAHITA P 95 85 95 95 79 80 80 80 33 ZAHRA HELMANIA PUTRI P 91 75 75 75 79 75 75 80 34 ZAIDAN PUTRA ERLANGGA*) L 55 65 80 85 65 70 80 85 35 ZALFA KHALISAH AZZAHRA P 95 85 95 95 79 85 85 85 36 ZEHIERRA DELMARCHA ADHYATMAN P 95 82,5 75 75 90 75 75 75


Click to View FlipBook Version