MODUL 6
Peranan Guru Dalam Ketatausahaan Sekolah
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah etika dan profesi keguruan
Oleh:
Asri Janaris (20800119073)
Ira Riswana (20800119056)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2021-2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat dan hidayah-nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas e module dengan judul peran guru dalam
ketatausahaan sekolah tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari pembuatan e module ini adalah
untuk memenuhi tugas pada bidang studi etika dan profesi keguruan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampuh yang telah memberikan tugas
ini sehingga dapat menambah wawasan sesuai dengan bidang studi yang ditekuni. kami
menyadari, e module yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan selalu dinantikan demi kesempurnaan e module ini.
Samata,28Oktober 2021
Asri Janaris
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………... ii
PENDAHULUAN
A. Latar belakang………………………………………………………………………… 1
B. Ruang lingkup…………………………………………………………………………. 1
C. Sasaran pembelajaran …………………………………………………………………1
D. Langkah perkuliahan ………………………………………………………………… 2
KULIAH
A. Materi pembelajaran ………………………………………………………………… 4
1. Pengertian Administrasi Pendidikan …………………………………………… 4
2. Pengertian Administrasi Sekolah ………………………………………………… 6
3. Tujuan Administrasi Sekolah …………………………………………………….. 6
4. Peranan Fungsi Administrasi Pendidikan ………………………………………..7
5. Optimalisasi Peran Guru dalam Tata Usaha Sekolah ……………………………9
6. Peran Guru Dalam Administrasi Sekolah………………………………………. 10
B. Indicator penilaian …………………………………………………………………….21
ii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah adalah sebuah instansi kelembagaan pendidikan yang memiliki peranan
penting dalam memajukan generasi bangsa Indonesia ini.Salah satu komponne penting dari
sebuah instansi pendidikan (sekolah) adalah tenaga administrasi.Dibutuhkan keahlian dan
kemampuan yang memadai dalam bidang tersebut.
Guru merupakan komponen sistem pendidikan yang memiliki peran besar dalam
tujuan pendidikan. Jika di lihat secara luas,tugas guru bukan hanya mendidik, mengajar,
membimbing. Namun, kenyataan yang ada dilapangan,sebagian besar guru memiliki
pengetahuan dan pengalaman dalam ketatausahaan sekolah.
B. Ruang Lingkup
Isi dari modul-6 ini secara garis besar meliputi pembahasan tentang
1. Administrasi pendidikan
2. Administrasi sekolah
3. Tujuan administrasi pendidikan
4. Peran guru dalam administrasi sekolah
C. Sasaran Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu menjelaskan administrasi pendidikan dengan baik dan benar
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami administrasi sekolah dengan baik dan
benar
3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tujuan administrasi pendidikan dengan
sistematis, baik dan benar.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami peran guru dalam administrasi sekolah
dengan sistematis, baik dan benar.
1
D. Langkah Perkuliahan Metode Bahan
Langkah Perkuliahan
Kegiatan Awal
1. Dosen mengilustrasikan gambar profesi Ceramah dan tanya Lembar
guru. Dosen menanyakan kepada jawab power point
mahasiswa-mahasiswi, “mengapa guru
juga berperan dalam ketatausahaan
sekolh?”
2. Dosen menyampaikan kompetensi dasar
yang akan dicapai dalam perkuliahan Ceramah Lembar
power point
3. Dosen dibagi kelas menjadi 5 kelompok.
Kelompok sebaliknya terdiri dari laki-
laki dan perempuan
Kegiatan Inti Lembar
1. Setiap kelompok berdiskusi dan bekerja Diskusi kelompok power point
sesuai dengan metode brainstorming Presentasi Hasil diskusi
2. Secara bergantian setiap wakil kelompok ceramah
mempresentasikan hasil diskusi
3. Dosen mereviu hasil diskusi Kerja individu
4. Secara individu mahasiswa-mahasiswi Hasil diskusi
menyimpulkan materi Peranan guru Penilaian individu
dalam ketatausahaan sekolah dilakukan terhadap Power point
5. Dosen mengevaluasi pencapaian ppt, materi, cara dan video
kompetensi mahasiswa-mahasiswi penyajian dan
secara individu kerjasama
2
kelompok Slide Power
point
Kegiatan Penutup
Dosen dan mahasiswa-mahasiswi
melakukan refleksi tentang Peranan guru Presentasi
dalam ketatausahaan sekolah
Kegiatan Tindak lanjut Ceramah/penjelasan Slide power
Dosen menugaskan mahasiswa- point
mahasiswi untuk membuat tugas slide
power point, video dikirim ke blog
rosdianarasyid48.blogspot.com atau ke
email [email protected]
3
KULIAH
A. Materi Pembelajaran
Pengertian Administrasi Pendidikan
Secara bahasa, kata administrasi menurut William Moris berasal dari bahasa latin yang
terdiri dari kata “ad” dan “ministrare”.Kata “ad” artinya sama dengan “to” dalam bahasa
inggris yang artinya kea tau kepada,sedangkan kata “ministrasi ” yang dalam bahasa bahasa
inggris adalah “serve” yang berarti melayani,membantu,dan mengarahkan.Dengan demikian
kata administrasi yang dalam bahasa inggrisnya “administration” dapat diartikan dengan
usaha membantu,menolong,atau menggerakkan semua kegiatan dalam mncapai suatu tujuan.
Secara istilah, Herbart Simon mengatakan: “ Administration can be defined as the
activities of groups cooperating to accomplisch common goals”.Dia mendefinisikan
administrasi itu sebagai kegitan sekelompok orang yang secara bersama-sama berusaha untuk
mencapai tujuan bersama.
(Gambar 1.JPG)
Sondang P.Siagian menyatakan bahwa “administrasi adalah keseluruhan proses
pelaksanaan dari keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu biasanya dilaksanakan
oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
dilihat dalam arti sempit,maka kata administrasi sama dengan tata usaha(office work)
yakni kegiatan tulis menulis di kantor (clearical work) yang dilakukan secara sistematis,dan
4
meliputi kegiatan menerima, mencatat, mengagendakan, mengolah, menggandakan,
mengirim, menghipun, menyelenggarakan kearsipan dan dokumentasi menetapkan sistem
kerja,mengadakan standarisasi bentuk-bentuk formulir dan ukuran kertas dan menjaga
keharmonisan kerjasama diantara personil yang ada pada suatu organisasi.Dengan
demikian,pekerjaan ketatausahaan atau ketatalaksanaan itu berfungsi sebagai
pengumpulan,pencatatan,dan pengolaahn surat-surat atau data yang diperlukan secara
sistematis untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh serta tata hubungan satu sma lain
dan berbagai data dan informasi yang diterima.
Selanjutnya jika dilihat dalam arti luas,maka pengertian administrasi adalah segala
kegiatan sekelompok manusia,melalui tahapan-tahapan yang teratur dan dipimpin secara
efektif dan efisien dengan menggunakan segala sarana dan fasilitas yang tersedia baik
personal,material dan spiritual agar tercapainya tujuan yang diinginkan.
Dengan demikian,kegiatan administrasi tidak terbatas pada ketatausahan saja,akan tetapi
meliputi keseluruhan kegiatan atau rangkaian pengendalian usaha kerja sama sekelompok
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Engkoswara, Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan
sumberdaya untuk mencapai tujuan pendidikan.Penataan yang dimaksud disini yakni
mengatur,me-manage,memimpin,mengelola sumber daya yang ada,meliputi
merencanakan,melaksanakan,mengawasi,dan membina kegiatan pendidikan dan
pengajaran.Sumber daya tersebut berupa manusia,kurikulum sarana dan prasarana,keuangan
waktu dan fasilitas lainnya.
Dengan demikian , Administrasi pendidikan merupakan aplikasi ilmu administrasi dalam
kegiatan pembinaan,pengembangan dan pengendalian usaha-usaha pendidikan yang
diselenggarakan dalam bentuk kerjasama sejumlah orang dengan menggunakan segala sarana
dan prasarana yang tersedia baik moral maupun material dan spiritual agar tercapainya tujuan
pendidikan secara efektif dan efisien.
5
Pengertian Administrasi Sekolah
Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu
administrasi pendidikan yang dilakukan disekolah.Salah satu alat administrasi sekolah adalah
tata usaha.Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa administrasi sekolah adalah semua
kegiatan yang dijalankan disekolah untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
Tujuan Admnisitrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan atau admnistrasi sekolah pada umumnya bertujuan untuk
mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau tujuan sekolah itu sendiri,atau dengan kata
lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan agar dapat mencapai
tujuan pendidikan.
Tujuan ini dapat dikelompokkan kepada 3 macam tujuan yakni:
1. Tujuan jangka pendek dalam admnisitrasi pendidikan adalah agar tersusun dan
terlaksana suatu sistem pengelolaan komponen instrumental dan proses pendidikan
yang meliputi komponen siswa, pegawai, guru, sarana/prasarana,
organisasi,pembiayaan, tata usaha dan hubungan sekolah dengan masyarakat,agar
terlaksananya proses pendidikan di sekolah
2. Tujuan jangka menengah,administrasi pendidikan mengarah kepada pencapaian tujuan
institutional setiap jenis dan jenjang serta program pendidikan.Disuatu sekolah,tujuan
institutional in telah digariskan dalam kurikulum bagi sekolah yanh bersangkutan.
3. Tujuan jangka panjang,administrasi pendidikan diarahkan kepada tujuan nasional
pendidikan di Indonesia,seperti yang tercantum dalam UU NO.20 Tahun 2003 tentang
SISDIKNAS,bab II pasal 3 sebagai berikut:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu
cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.1
1 Prof.Dr.H.Ramayulis,profesi dan etika keguruan(Jakarta:KALAM MULIA),hal 396-423
6
Peranan Fungsi Administrasi Pendidikan
Pastinya ketika mempelajari pengertian administrasi pendidikan dan unsur-unsurnya
akan mempelajari pula peranan fungsi administrasi pendidikan bukan. Misalnya administrasi ini
memiliki delapat peranan, sebagai berikut.
a. Planning
Memang dalam mencapai tujuan pendidikan butuh perencanaan yang matang. Tentu saja
perencanaan tersebut pun dibuat sebaik mungkin agar hasil yang dicapai pun bisa berjalan
secara maksimal. Perencanaan pendidikan ini pun tidak dibuat semena-mena, harus
kesepakatan bersama.
b. Pengorganisasian
Pengorganisian juga sangat diperlukan. Terutama membangun hubungan dan interaksi,
baik itu interaksi dengan staff, antara pendidikan dan peserta didik. Ketiga hal ini harus
saling bersinergi, jika tidak ya sulit mencapai hasil pendidikan yang diharapkan.
c. Koordinasi
Penting sekali melakukan koordinasi. Koordinasi yang baik tentunya dilandasi dengan
komunikasi yang baik. Komunikasi yang tidak dikoordinasi dengan baik pun juga tidak
akan berdampak. Tim yang ditempatkan di bagian koordinasi inilah yang bertanggung
jawab untuk membentuk teknik, trobosan, melahirkan ide, dan bagaiman cara
menciptakan pembelajaran yang interaktif. Nah, jika di koordinasi ini mandul, maka
system pendidikan di lembaga tersebut juga akan tersendat.
Ketika tersendat, sudah dapat dipastikan secara manajemen lembaga pendidikan tersebut
juga akan tumbang. Hasil dari peserta didiknya pun juga berantakan karena kurangnya
kurang maksimalnya ilmu yang telah diberikan.
d. Komunikasi
Membangun komunikasi syarat penting agar terjalin konektivitas antara pendidik dan
peserta didik, termasuk pula dengan hubungan di luar administrasi pendidikan.
7
Komunikasi ini pulalah yang dijadikan sebagai sarana transformasi ilmu pengetahuan
antara guru/pendidik ke peserta didik. tidak tanggung-tanggung, komunikasi juga sebagai
melaporkan hasil capaian pendidikan dari unit daerah ke unit pusat.
e. Pengawasan
Tidak dapat dipungkiri selama menjalankan dan mencapai tujuan. Perlu yang namannya
pengawasan. Karena tanpa pengawasan, apabila terjadi penyelewengan bisa langsung di
tegur. Apalagi setiap unit lembaga pendidikan terbentuk struktur kepengurusan, jika tidak
di awasi, potensi terjadi penyelewengan pun sangat mungkin terjadi.
f. Kepegawaian
Kepegawaian atau yang disebut dengan staffing memiliki tanggung jawab untuk
membuat perencanaan dan mengorganisasian. Jadi perlu dibuat struktur kerja demi
memudahkan mencapai tujuan pendidikan.
g. Penganggaran
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalankan dan mencapai tujuan pendidikan, ada
yang namannya biaya keluar. Maka juga harus ada biaya masuk. Itu sebabnya butuh yang
namannnya budgeting. Nah, di bagian ini pun juga perlu pengawasan. Karena dibagian
keuangan itu sangat riskan terjadinya korupsi oleh beberapa orang atau oknum yang tidak
bertanggung jawab.
h. Penilaian
Namannya juga organisasi atau lembaga pendidikan, maka tetap butuh transparansi dalam
proses pengelolaannya. Salah satunya melakukan evaluasi. Evaluasi ini bisa untuk
melihat apakah sudah dikerjakan secara efektif secara keseluruhan dan pencapaiannya
atau belum sama sekali. Di sini semua dapat dikoreksi.
8
Optimalisasi Peran Guru dalam Tata Usaha Sekolah
Berdasarkan fakta yang ada, ternyata tidak semua guru memahami tugas dan peranannya
dalam tata usaha di sekolahnya. Karena mereka menganggap untuk urusan tata usaha sudah ada
pegawai yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas tata usaha, sehingga para
guru tersebut hanya fokus untuk mengajar di kelas dan menganggap kewajiban mereka sebagai
komponen sekolah sampai di situ saja. Tata usaha adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan
keberadaannya. Dikatakan di atas, bahwa tata usaha memberi kontribusi dalam prestasi sekolah
(akademik dan non akademik).
(Gambar 2.JPG)
Pada umumnya guru diangkat berdasarkan syarat-syarat seperti : umur, ijazah,
kelompok kesehatan, kelakukan baik, tidak cacat dan sebagainya. Kedudukannya ialah sebagai
pembantu kepala sekolah. Tugasnya dalam tata usaha sekolah ialah sebagai pembantu, yakni ikut
melaksanakan tata usaha sekolah agar tercapai tujuan pendidikan yang sebenarnya. Pada masa
yang lampau pada umumnya tugas dan kewajiban guru hanyalah mengajar melulu, artinya hanya
menyampaikan pengajaran, member tugas dam memeriksanya. Hal ini di sekolah-sekolah kita
sekaran sudah usang. Dalam banyak hal, pekerjaannya berhubungan sekali dengan seorang
pengawas, kepala sekolah, pegawai tata usaha, dan sebagainya. Berbagai langkah dapat
ditempuh untuk pengoptimalisasi peran guru dalam tata usaha di sekolah:
9
1. Guru harus patuh melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Bukannya
kepatuhan lahir saja, melainkan juga kepatuhan akan kesadaran. Tidak baik seorang
guru kurang patuh dan mengingkari tugas. Ia harus menyadari bahwa jika tidak
menjalankan tugas berarti menghalangi kelancaran tata usaha secara keseluruhan.
2. Guru bersikap terus terang bila menerima pembangian tugas tanggung jawab yang
terlalu berat baginya atau bukan bidangnya atau di luar kemampuannya. Sikap
menggerutu dan pura-pura di depan merusak suasana kekeluargaan dan mengurangi
kepercayaan pimpinan kepadanya.
3. Guru harus siap sedia memberikan bantuan apabila bantuan itu diperlukan
4. Guru harus mempunyai semangat yang besar untuk menyukseskan program kerja
dalam melaksanakan tata usaha sekolah bukannya acuh tak acuh sebagai penonton
belaka
5. Guru harus mampu mengajak teman-teman sepekerjaan untuk ikut bersama-sama
melaksanakan tata usaha di sekolah
6. Guru harus menyadari kedudukannya sebagai pembantu, bukan penanggung jawab
dalam keseluruhan dalam tata usaha sekolah. Penanggung jawab tertingginya adalah
kepala sekolah
Peran Guru Dalam Administrasi Sekolah
Telah disebutkan dalam Bab I bahwa tugas utama guru adalah mengelola proses belajar-
mengajar dalam suatu lingkungan tertentu yaitu sekolah.Sekolah merupakan subsistem
pendidikan Nasional dan di samping sekolah,sistem pendidikan nasional itu juga mempunyai
komponen-komponen lainnya.Guru haus memahami apa yang terjadi di lingkungan kerjanya.
Di sekolah guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah.Sekolah melaksanakan kegiatannya
untuk menghasilkan lulusan yang jumlah serta mutunya telah ditetapkan.Dalam lingkup
administrasi sekolah itu peranan guru amat penting.
10
Dalam menetapkan kebijaksanaan dan melaksanakan proses
perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian,pembiayaan,dan penilaian kegiatan
kurikulum,kesiswaan,sarana dan prasarana,personalia sekolah,keuanan dan hubungan sekolah-
masyarakat, guru harus aktif memberikan sumbangan,baik pikiran maupun tenaganya.
Administrasi sekolah merupakan pekerjaan yang sifatnya kolaboratif,artinya pekerjaan yang
didasarkan atas kerja sama,dan bukan bersifat individual.Oleh karena itu,semua personel sekolah
termasuk guru harus terlibat.
(Gambar 3. JPG)
Didalam peraturan pemerintah Nomor 38 tahun 1992,Pasal 20 disebutkan
bahwa:”Tenaga kependidikan yang akan ditugaskan untuk bekerja sebagai pengelola satuan
pendidikan dan pengawas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dipilih dari kalangan
guru”.Ini berarti,bahwa selain peranannya untuk menyukseskan kegiatan administrasi di
sekolah,guru perlu secara sungguh-sungguh menimba pengalaman pengalaman dalam
administrasi sekolah,jika karier yang ditempuhnya nanti adalah menjadi pengawas,kepala
sekolah atau pengelola satuan pendidikan yang lain.2
1. Administrasi Kurikulum
Kurikulum merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu sistem pendidikan
yang berperan sebagai penuntun dalam kegiatan belajar-mengajar disekolah.Kurikulum dapat di
artikan secara sempit sebagai mata pelajaran yang diberikan sekolah kepada siswa.Sedangkan
menurut UUD NO 2 tahun 1989 menyatakan bahwa kurikulum yakni seperangkat rencana dan
2 Prof.Soetjipto dan Drs.Raflis,profesi keguruan(Jakarta:RINEKA CIPTA),hal 142-143
11
pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
Tugas guru dalam administrasi kurikulum yakni menyusun sebuah kurikulum sebagai
pedoman proses kegiatan beljar-mengajar dalam sebuah instansi pendidikan.Dalam
melaksanakan kurikulum,tugas guru adalah mengkaji kurikulum tersebut melalui kegiatan
perseorangan atau kelompok ( dengan sesama guru satu sekolah,dengan guru disekolah lain,dan
personel pendidikan lainnya seperti pengawas pendidikan).Dengan demikian guru dapat
memahami kurikulum yang akan dilaksanakan dan akan diajarkan kepada murid-muridnya.
Perencanaan dan pengembangan kurikulum oleh guru antara lain juga meliputi
penyusunan program pengajaran serta penyusunan satuan acara pengajaran atau satuan
pelajaran.Pengembangan kurikulum terdiri dari :
a. Prosedur pembahasan materi kurikulum
b. Penambahan mata pelajaran sesuai dengan lingkungan sekolah
c. Penjabaran dan penambahan bahan kajian mata pelajaran
i. Sedangkan pelaksananaan kurikulum terdiri dari :
d. Penyusunan dan pengembangan satuan pengajaran
e. Prosedur penyusunan satuan pengajaran
f. Pengembangan satuan pengajaran
g. Penggunaan satuan pengajaran bukan buatan guru sendiri
h. Pengaturan ruang belajar/ruang kelas
i. Kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler
j. Evaluasi hasil belajar dan program belajar.
Fungsi Administrasi Kurikulum
Berikut adalah penjelasan tentang fungsi administrasi kurikulum
a. Fungsi Penyesuaian
Fungsi penyesuaian adalah kemampuan pendidik untuk menyesuaikan bahan belajar,
terjadinya perubahan kurikulum karena adanya perubahan zaman yang semakin
berkembang, maka kurikulum penyesuaian pada kebutuhan dan perkembangan zaman.
12
b. Fungsi Integrasi
Kurikulum berfungsi sebagai kesatuan proses dalam mengintegrasikan potensi-potensi
peserta didik agar peserta didik menjadi pribadi yang unggul.
c. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum bekerja sebagai diferensiansi adalah sebagai alat yang memberikan pelayanan
prima dari berbagai jenis perbedaan di setiap siswa yang harus dihargai dan dilayani.
d. Fungsi Persiapan
Kurikulum bekerja sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai
alat pendidikan dapat mempersiapkan siswa ke jenjang pendidikan selanjutnya serta dapat
mempersiapkan diri agar memiliki persiapan hidup di masyarakat.
e. Fungsi Pemilihan
Kurikulum bekerja sebagai pilihan adalah memberikan peluang bagi siswa untuk memilih
program belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
f. Fungsi Diagnostik
Kurikulum sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat
pendidikan yang mampu mengarahkan dan memahami perbaikan-perbaikan potensi siswa
serta kelemahan dalam dirinya. Jika telah memahami potensi dan mengetahui
kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki
kelemahannya.
2. Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan
siswa disuatu sekolah mulai dari perencanaan siswa baru,membimbing siswa baru dalam
masa orientasi,pembinaan selama siswa berada disekolah,mendata hasil belajar siswa di
kelas,sampai siswa menamatkan pendidikannya .Guru harus menyadari bahwa kepuasan
13
peserta didik dan orang tuanya serta masyarakat disekitar merupakan indicator keberhasilan
sekolah.
Menurut sutisna (1991:46), tugas guru dalam admnistrasi kesiswaan adalah:
a. Menyeleksi siswa baru.
b. Menyelenggarakan pembelajaran.
c. Mengontrol kehadiran siswa .
d. Melakukan uji kompetensi akademik atau kejuruan.
e. Melaksanakan bimbingan karier serta penelusuran lulusan.
Tujuan, Fungsi, dan PrinsipAdministrasi Kesiswaan
1. Tujuan umum administrasi kesiswaan adalah mengatur kegiatan-kegiatan siswa agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar disekolah, lebih lanjut,
proses belajar mengajar disekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga
dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan
secara keseluruhan.
Tujuan khusus administrasi kesiswaan adalah sebagai berikut.
a) Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan psikomotor peserta didik.
b) Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat
peserta didik.
c) Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
d) Dengan terpenuhinya hal tersebut diharapkan peserta didik dapat mencapai
kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan
tercapai cita-cita mereka.[6]
2. Fungsi administrasi kesiswaan secara umum adalah sebagai wahana bagi siswa untuk
mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi
individualitasnya, segi social, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi peserta didik
lainya.
Fungsi administrasi kesiswaan secara khusus adalah sebagai berikut:
a. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah
agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak
14
terhambat, potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan),
kemampuan khusus dan kemampuan lainya.
b. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi social peseerta didik ialah
agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan teman sebayanya, dengan
orang tua, keluarga, dengan lingkungan social sekolahnya dan lingkungan social
masyarakat. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat peserta didik sebagai mahluk
social.
c. Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah
agar peserta didik tersalurkan hobinya, kesenangan dan minatnya karena hal itu
dapat menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
d. Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta
didik, hal itu sangat penting karena kemungkinan dia akan memikirkan pula
kesejahteraan teman sebayanya.
3. Peranan administrasi kesiswaan adalah:
a. Peranan administrasi kesiswaan adalah menjaga norma-norma pendidikan untuk
menjamin kelangsungan proses pendidikan.
b. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik
yang di bebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
4. Prinsip-prinsip administrasi kesiswaan
Prinsip adalah suatu pedoman yang harus diikuti dalam melaksanakan tugasnya. Prinsip
administrasi kesiswaan adalah pedoman yang harus diikuti dalam melakukan
pengelolaan peserta didik, prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Administrasi kesiswaan sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah,
sehingga harus mempunyai kesamaan visi, misi dan tujuan manajemen sekolah
secara keseluruhan.
b. Segala bentuk kegiatan administrasi kesiswaan harus mengemban visi pendidikan
dan dalam rangka mendidik peserta didik.
15
c. Kegiatan administrasi kesiswaan harus diupayakan untuk mempersatukan peserta
didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya bakat perbedaan.
d. Kegiatan administrasi kesiswaan harus dipandang sebagai upaya pengaturan
terhadap pembimbingan peserta didik.
3. Administrasi Kepegawaian ( Personel )
Personel pendidikan dalam arti luas meliputi guru,pegawai,dan siswa.Yang dimaksud
dengan personel pendidikan adalah golongan petugas yang membidangi kegiatan
nonedukatif ( ketatausahaan).Pembahasan administrasi personel ini dibatasi dan difokuskan
kepada pembahasan guru sekolah menengah sebagai pegawai negeri.
Pegawai negeri adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam
perundang-undangan yang berlaku,yang kemudian diangkat oleh pejabat yang berwenang
dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau disertai tugas Negara lainnya yang
ditetapkan erdasarkan perundang-undangan yang berlaku.
Adapun peran guru dalam administrasi personel adalah:
a. Membuat buku induk kepegawaian.
b. Membantu memperlancar kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam kepegawaian seperti
kenaikan pangkat (promosi), kepindahan (mutasi), pemberhentian (pension),
pemberhentian (pemecatan), cuti, dsb.
c. Membuat laporan rutin kepegawaian harian,mingguan,bulanan,dan tahunan.
d. Membuat laporan data sekolah dan pegawai.
e. Mencatat tenaga pendidik yang akan mengikuri penataran.
f. Mempersiapkan surat keputusan Kepala sekolah tentang proses KMB,surat tugas,surat
kuasa,dll.
Tujuan administrasi kepegawaian yaitu:
a. Memperkuat sistem perencanaan dan pengembangan pegawai serta
pemenuhan/rekrutmen sesuai dengan tingkat kebutuhan dan yang tersedia.
16
b. Mengembangkan sistem manajemen informasi kepegawaian.
c. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur untuk meningkatkan kompetensi sesuai
tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan melalui pendidikanf dan latihan,
peningkatan pendidikan formal dan meningkatkan ketrampilan teknik dan fungsional
aparatur pemerintah.
d. Terwujudnya penataan pegawai sesuai kompetensi jabatan dan syarat jabatan serta
memperhatikan pola karir.
e. Peningkatan pembinaan pegawai untuk meningkatkan akuntabilitas dan kesejahteraan
pegawai.
f. Peningkatan kinerja pelayanan kepegawaian dalam rangka meningkatkan kapasitas
pemerintah daerah guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik “Good
Governance”.
4. Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan data,
pelaporan dan pertanggung jawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan ekolah.
Tujuan administrasi ini adalah untuk mewujudkan ketertiban administrasi
keuangan,sehingga pengurusannya dapat dipertanggung jawaban sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
(Gambar 4. JPG)
Tugas guru dalam administrasi keuangan yakni:
a. Membuat file keuangan sesuai dengan dana pembangunan.
b. Membuat laporan data usulan pembayaran gaji atau rapel ke pemerintah kota.
17
c. Membuat pembukuan penerimaan dan penggunaan dana pembangunan.
d. Membuat laporan dana rancangan anggaran pendapatan bantuan sekolah (RAPBS).
e. Membuat laporan dana pembangunan pada akhir tahun anggaran.
f. Membuat laporan tribulan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
g. Menyetorkan pajak PPN dan PPh.
h. Membagikan gaji atau rapel.
i. Menyimpan dan membuat arsip peraturan keuangan sekolah.
5. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan
Prasarana dan sarana pendidikan adalah semua benda baik yang bergerak maupun tidak
bergerak,yang diperlukan sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar baik secra langsung
maupun tidak langsung.Administrasi prasarana dan sarana pendidikan merupakan
keseluruhan perencanaan pengadaan,pendayagunaan,dan pengawasan prasarana peralatan
yang digunakan untuk menunjang pendidikan agar tujuan pendidikan yang telah di tetapkan
dapat dicapai.
Kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tertuang
didalam UU NO 20 tahun 2003 tenatng Sisdiknas pasal 45 ayat 1 yaitu “setiap satuan
pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi
keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi
fisik,kecerdasab intelektual,sosial,emosional,dan kejiwaan peserta didik.
(Gambar 5.JPG)
18
Adapun peranan guru dalam administrasi prasarana dan sarana pendidikan adalah
perencanaan,pemanfaatan,pemeliharaan,serta pengawasan penggunaan prasarana dan
sarana pendidikan yang dimaksud.Prasarana dan sarana pendidikan yang dimaksud yakni
media pembelajaran disekolah guna menunjang aktivitas mengajar.
a. Perencanaan
Perencanaan pengadaan barang menuntut keterlibatan guru karena semua barang yang
dipergunakan dalam proses belajar mengajar harus sesuai dengan rancangan kegiatan
belajar mengajar.Perencanaan pengadaan barang yang menuntut keterlibatan guru
diantaranya adalah pengadaan alat pengajaran dan media pengajaran.
b. Pemanfaatan dan pemeliharaan
Guru harus dapat memanfaatkan segala sarana seoptimal mungkin dan bertanggung
jawab penuh terhadap keselamatan pemakaian sarana dan prasarana pengajaran yang ada.
c. Pengawasan penggunaan
Apabila sarana dan prasarana pendidikan itu digunakan oleh siswa yanga da
disekolah,maka tugas guru adalah melakukan pengawasan atau memberikan arahan
terhadap siswa agar dapat menggunakan atau memaki sarana atau prasarana pendidikan
sebagaimana mestinya.
6. Administrasi Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Sebuah sekolah yang berada di tengah-tengah masyarakat dapat berfungsi sebagai
Lembaga yang menjaga kelestarian nilai-nilai positif yang ada didalam masyarakat,agar
pewarisan nilai-nilai masyarakat itu berlangsung dengan baik serta sebagai lembaga yang
dapat mendorong perubahan nilai dan tradisi itu sesuai dengan kemajuan dan tuntunan
kehidupan serta pembangunan.Kedua fungsi ini memrlukan saling pemahaman antara
sekolah dan masyarakat.Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah
kompetensi sosial.Kompetensi sosial dalam kegiatan belajar ini berkaitan erat dengan
kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar sekolah dan
masyarakat tempat guru hidup,sehingg peranan dan acara guru berkomunikasi di
masyarakat diharapkan memiliki karakteristik tersendiri yang sedikit banyak berbeda
dengan orang lain yang bukan guru
19
Husemas adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk
meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta
mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan
pengembangan sekolah.Terdapat tujuan dan kepentingan yang sama antara sekolah
dengan masyarakat yakni:
a. Masyarakat memerlukan sekolah untuk menjamin anak-anaknya menjadi generasi
penerus yang lebih baik,demikian pula sekolah.
b. Untuk memenuhinya,masyarakat perlu berperan serta dalam pengembangan
sekolah.Maksud dari berperan serta adalah ikut andil dalam kehidupan masyarakat
tentang hal-hal yang terjadi disekolah,serta sebagai yang terjadi disekolah,serta sebagai
pembangun dalam usaha perbaikan sekolah.
c. Untuk meningkatkan peran serta itu diperlukan kerjasama yang baik melalui komunikasi
dua arah yang efisien.
Peran guru dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat yakni:
a. Membuat dirinya lebih baik dalam bermasyarakat.
b. Membantu sekolah dalam melaksanakan teknik-teknik husemas.
c. Dalam melakukan semua itu guru ahrus melaksanakan kode etik guru.
7. Administrasi layanan khusus
Proses belajar mengajar memerlukan dukungan fasilitas yang tidak secara langsung
dipergunakan dikelas.Fasilitas yang dimaksud yakni pusat sumber belajar,unit kesehatan
siswa,dan kafetaria sekolah.
a. Pusat sumber belajar adalah unit kegiatan yang mempunyai fungsi untuk
memproduksi,mengadakan,menyimpan,serta melayani bahan pengajaran sesuai dengan
kebutuhan pelaksanaan pendidikan disekolah. Menurut S.Nasution(1989),`Peran guru
dalam pusat sumber belajar atau yang biasa dikenal dengan perpustakaan sekolah yakni
antara lain:
1. Memperkenalkan buku-buku kepada para siswa dan guru-guru.
2. Memilih buku-buku dan bahan pustaka lainnya yang akan digunakan untuk
menambah koleksi perpustakaan sekolah.
20
3. Mempromosikan untuk perpustakaan.
4. Mengetahui jenis buku yang baik untuk dibaca.
5. Mengusahakan agar siswa aktif dalam membantu perkembangan perpustakaan.
5. Unit kesehatan siswa(UKS) adalah suatu unit yang menangani masalah kesehatan
jasmani siswa-siswi yang ada disekolah.Guru yang memiliki pengalaman dalam
bidang kesehatan jasmani sangatlah dibutuhakn untuk membantu siswa-siswi yang
membutuhkan pertolongan (sakit).Secara spesifik peran guru dalam UKS yakni:
1. Membantu menangani dan mengawasi siswa yang sakit.
2. Mengawasi obat-obatan yang di input(masuk) ke dalam UKS dan output(keluar)
dari UKS.
3. Membantu menghimbau para siswa agar mau sehat agar terbebas dari penyakit.
6. Kafetaria warung kantin sekolah.Warung kantin tidak harud diadministrasikan sendiri
oleh sekolah,tetapi dapat diadministrasikan oleh pribadi luar sekolah.Namun,kantin
sekolah tidak boleh terlepas dari pengawasan pihak sekolah.Kepala sekolah harus
memikirkan atau mengupayakan agar kehadiran kantin itu dapat membawa dampak
positif dalam proses belajar anak disekolah.Yang harus diperhatikan dalam
administrasi kantin sekolah yakni:
1. Administrasi kantin sekolah harus menjaga kesehatan masakan yang dijajakan
kepada siswa.
2. Kebersihan tempat harus menjadi pertimbangan utama.
3. Makanan yang disajikan hendaknya bergizi tinggi.
4. Harga makanan hendaknya terjangkau /sesuai dengan kondisi ekonomi siswa.
5. Usahakan agar kantin tidak memberikan kesempatan siswa untuk berlama-lama
atau nongkrong karena dapat memunculkan perilaku-perilaku negatif.
B. Indikator Penilaian
Materi modul-6 ini diharapkan dapat dipahami oleh mahasiswa dan mampu memenuhi
indikator kompetensi dalam hal ketepatan dalam menjelaskan peranan guru dalam
ketatausahaan sekolah
21
LATIHAN
1. Buatlah power point. Diskusikan dan presentasikan secara berkelompok (kelas dibagi
menjadi 4 kelompok) tentang peranan guru dalam ketatausahaan sekolah.
2. Power point dibuat sekitar 10 slide
3. Penilaian dilakukan terhadap slide presentasi, materi, cara penyajian dan kerjasam
22
BRAIN STORMING
Perhatikan gambar dibawah ini !
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 3
1. Apakah yang anda fikirkan ketika melihat ketiga gambar diatas ? berikan pendapat anda!
23
TENTANG PENULIS
Dr. Rosdiana, M.Pd.I. Lahir di Ujung Pandang pada tanggal 10 April 1967 dari
bapak bernama Muhammad Rasyidi (Almarhum) dan ibu bernama Hj.
Tungke(Almarhuma) anak ke 2 dari 8 bersaudara. Memulai pendidikan di
sekolah dasar (SD) Negeri 5 Tabaringan tahun 1980 di Ujung Pandang.
Kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Muallimat dan tamat pada tahun
1984, Penulis melanjutkan Madrasah Aliyah Muallimat Aisyiyah cabang Makassar tamat 1987,
kemudian melanjutkan ke IAIN Alauddin Ujung Pandang Jurusan Pendidikan Agama (PA) pada
tahun 1988 selesai S1 pada tahun 1993 dengan gelar Dra. Pada tahun 1994 lulus sebagai Sarjana
Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP-3) dilaksanakan oleh pendidikan dan kebudayaan
Direktur Jenderal Pendidikan luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga Pusat selama 2 Tahun di
Maros.
Kegiatan mengajar di mulai sejak tahun 1995- 2009 di MTsN Maros Baru Belang-Belang
dan menjadi Dosen LB di salah satu perguruan Tinggi swasta STAI DDI Maros . Kemudian
pada tahun 1999 menjadi staf akademik di Fakultas Tarbiyah sampai 2018.Pendidikan di
lanjutkan ke jenjang magister(S2) UIN Alauddin Makassar prodi Dirasah Islamiyah konsentrasi
pendidikan Qur’an Hadis Tahun (2009-2011) mendapat gelar M.Pd.I. Aktif mengajar sebagai
dosen LB Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar Tahun 2011 sampai 2018,.Pada tahun
2019 sudah beralih kefungsional dosen bertepatan dengan promosi doktor yang masa kuliah S3
(1 tahun 10 bulan 21 hari) kategori mahasiswa tercepat periode april 2019 dengan piagam
penghargaan pascasarjana UIN Alauddin Makassar
24
Karya Ilmiah yg pernah dipublikasikan: Prospek Pengembangan Prodi PAI studi kasus
pengembangan konsentrasi Ilmu al- Qur’an hadis di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar,( Buku ISBN, 2017),Nilai Pendidikan Islam Dalam Ibadah Qurban,Kritik
terhadap praktik pendidikan Modern(Buku ISBN,2017)Prinsip Dasar pendidikan Anak menurut
perspektif al Qur’an ( Jurnal Idaarah 2017,diterbitkan), penerapan metode pembelajaran
Brainstorming pada mahasiswa prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin
Makassar(Penelitian,LP2M,2018 ) dan Perkembangan Pembelajaran Pendidikan Islam pada
Madrasah Tsanawiyah Madani alauddin PaoPao sebagai Laboratory School fakultas Tarbiyah
UIN Alauddin Makassar. ( Penelitian, 2019 )
Penulis di karuniai 2 orang anak, Nurul shafira, Muthiah Amaliah dari suami tercinta
Muhammad said.
25