The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

UP 10 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN_REV bookmark

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by novililis, 2021-10-03 06:11:14

UP 10 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN_REV bookmark

UP 10 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN_REV bookmark

Tabel 10 Contoh Desain Pembelajaran Topik 2

No. Aktivitas Peserta Didik Aktivitas Guru Waktu
15 menit
1 Menyimak dan merespon Melakukan aktivitas
5 menit
guru. pendahuluan: 10 menit
5 menit
- Menginformasikan tujuan
pembelajaran.

- Menginformasikan garis
besar aktivitas
pembelajaran yang akan
dilakukan.

- Menginformasikan
cakupan materi secara
umum.

- Menyampaikan apersepsi
dan motivasi, dengan
menanyakan, “Sifat
koligatif larutan hanya
bergantung dari
konsentrasi partikel zat
terlarut. Jika demikian
mana lebih tinggi harga
Sifat Koligatif Larutan
elektrolit atau
nonelektrolit?”

2 Membentuk kelompok Membagi peserta didik

masing-masing 4-5 orang. menjadi beberapa kelompok

heterogen terdiri dari 4-5

orang.

3 Berdiskusi untuk Memandu peserta didik

menentukan masalah yang dengan memberi pertanyaan

akan dikaji mengenai: untuk membantu peserta

Membandingkan Sifat didik menentukan masalah.

Koligatif Larutan elektrolit

dengan Sifat Koligatif

Larutan nonelektrolit

melalui perhitungan.

(Problem Statement)

4 Membaca LKPD secara Membagikan LKPD tentang
cermat. Membandingkan Sifat
Koligatif Larutan elektrolit
dengan Sifat Koligatif Larutan
nonelektrolit melalui
perhitungan.

43 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

No. Aktivitas Peserta Didik Aktivitas Guru Waktu
5 Mencari informasi dari - Memfasilitasi peserta didik 20 menit

mengenai Sifat Koligatif untuk berdiskusi didalam 20 menit
Larutan elektrolit dengan kelompok. 15 menit
larutan nonelektrolit. (Data - Mendorong peserta didik
collection) untuk saling
6 Berdiskusi didalam mengungkapkan
kelompok tentang soal pendapat.
pemahaman - Melakukan penilaian
Membandingkan Sifat proses pembejaran
Koligatif Larutan elektrolit terhadap peserta didik.
dengan nonelektrolit.
Memperbaiki/menyempurn Memfasilitasi presentasi dan
akannya sesuai kondisi di terjadinya diskusi kelas.
madrasah masing-masing
Melakukan aktivitas penutup:
7 Menyusun simpulan - Melakukan verifikasi
mengenai Sifat Koligatif - Melakukan umpan baik
Larutan elektrolit dengan - Menyampaikan
nonelektrolit berdasarkan
hasil perhitungan yang penugasan untuk
terdapat dalam LKPD. pertemuan berikutnya.
(Generalization)

8 Perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil
diskusinya.

9 Menyimak dan merespon
guru.

Membaca doa penutup
bersama

b. Kegiatan On the Job Learning (2 JP)
Pada kegiatan ini, setiap guru mempraktikkan pembelajaran terhadap

peserta didik di madrasah masing-masing sesuai dengan perangkat
pembelajaran yang telah dibuat atau disempurnakan pada kegiatan In-1.
1) Mendalami kembali materi ajar secara mandiri.
2) Mendesain pembelajaran/RPP sesuai dengan KD yang dipelajari dalam

Unit Pembelajaran ini dan merupakan hasil karya sendiri. Namun jika

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 44

ditemui kendala, Anda dapat menyesuaikan dengan model pembelajaran

yang dicontohkan pada in-1.

3) Menyusun LKPD sesuai dengan tujuan dan rancangan pembelajaran yang

terdapat dalam RPP yang telah dibuat.

4) Menyusun perangkat penilaian yang dibutuhkan sesuai dengan KD dan

indikator dalam RPP yang telah didesain.

Agar pelaksanaan pembelajaran terekam dengan baik, lakukan

pencatatan pelaksanaan pembelajaran pada tabel berikut ini:

Tabel 11 Catatan Refleksi Kegiatan Pembelajaran Topik 2

No. Refleksi Aktivitas Refleksi Aktivitas Hambatan Lain
Peserta Didik Guru
1
2
3
Dst

Selain lembar catatan refleksi pembelajaran, hasil-hasil aktivitas peserta didik
selama pembelajaran perlu Anda dokumentasikan sebagai bukti pelaksanaan
kegiatan on.
c. Kegiatan In Service Learning-2 (1 JP)

Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka bersama fasilitator dan teman
sejawat untuk melaporkan, mendiskusikan, dan merefleksi hasil kegiatan on.
Kegiatan yang dilakukan:
1) Melaporkan hasil penyusunan RPP, LKPD dan perangkat penilaian yang

digunakan dalam kegiatan On the Job Learning.
2) Mempresentasikan pelaksanaan pembelajaran sesuai desain

pembelajaran yang disusun.
3) Mendiskusikan hambatan pelaksanaan pembelajaran untuk mendapatkan

pemecahan masalah guna perbaikan pembelajaran yang akan datang.

45 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

D. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Bagian ini menampilkan contoh LKPD yang dapat digunakan untuk memandu

peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Anda dapat mengembangkan
LKPD yang lain sesuai dengan rancangan pembelajaran yang akan Anda lakukan,
atau Anda dapat menyempurnakan LKPD dalam Unit Pembelajaran ini sehingga
sesuai dengan rancangan pembelajaran Anda.

1. LKPD Topik 1. Sifat Koligatif Larutan
LKPD Topik 1 yang disajikan pada Unit Pembelajaran ini terdiri dari

empat alternatif pilihan LKPD, yaitu: LKPD 1: Menganalisis ∆Tb Melalui Diagram

P-T, dan LKPD 2: Menganalisis ∆Tf Melalui Diagram P-T. LKPD 3: Praktik ∆Tb

dan LKPD 4: Praktik ∆Tf. LKPD 1 dan LKPD 2 dapat diberikan sekaligus dalam

satu kali tatap muka, demikian pula LKPD 3 dan LKPD 4. Sebagaimana telah

disajikan pada contoh desain pembelajaran Topik 1 di atas.

a. Contoh LKPD 1

Pada Kegiatan ini, Anda akan mendiskusikan mengenai menganalisis

kenaikan titik didih (∆Tb) melalui diagram P-T.

Nama Peserta didik : 1..................................................

2..................................................

3..................................................

Kelas :......................................................

Hari/tanggal :......................................................

Tujuan Pembelajaran:
Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat:

1. Menganalisis diagram P-T untuk menentukan titik didih larutan dan menafsirkan
kenaikan titik didih larutan.

2. Menjelaskan pengertian kenaikan titik didih larutan (ΔTb).
Pengantar:
Pernahkah Anda memasak mie instan? Sebelum kita memasak mie kita akan
mendidihkan airnya terlebih dahulu. Sebagaimana diketahui bahwa air murni

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 46

akan mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm. Namun ketika bumbu di
masukkan ke dalam air murni yang sedang mendidih, air tersebut berhenti
mendidih dan dibutuhkan suhu yang lebih tinggi di atas 100oC agar air yang
telah ditambahkan bumbu tersebut mendidih kembali.

(https://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/02/01/
sebaiknya-anda-tahu-ternyata-begini-cara-memasak-yang-benar-mie-instan)
Lembar Kerja Peserta Didik:
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan fenomena di atas, diskusikan dengan teman kelompok Anda
permasalahan yang Anda temukan. Nyatakan permasalahan tersebut dalam bentuk

pertanyaan!
Hipotesis

Perkirakan jawaban sementara berdasarkan permasalahan di atas!

47 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

B. Analisis Data
Perhatikan secara seksama diagram hubungan tekanan (P) dan suhu (T)
untuk pelarut air dan larutannya berikut ini:

Anda dapat menganalisis Diagram P-T di atas untuk menjawab pertanyaan berikut:
1. Perubahan wujud apa yang terjadi jika suatu zat cair mendidih?

2. Tentukanlah garis didih untuk pelarut air!

3. Tentukanlah garis didih untuk larutan!

4. Jika pelarut air mendidih pada tekanan 1 atm dan suhu 100oC, dimanakah
letak titik didih larutannya?

5. Jika pelarut murni mendidih pada tekanan 0,8 atm dimanakah letak titik
didih larutannya?

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 48

6. Bagaimanakah titik didih larutan dibandingkan dengan titik didih pelarut?
Jelaskan berdasarkan diagram P-T!

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kenaikan titik didih (ΔTb)!
C. Kesimpulan

Setelah menganalisis kenaikan titik didih dengan diagram P-T. Catatlah
simpulan kelompok Anda:
D. Presentasi
Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda dalam forum kelas.

49 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

b. Contoh LKPD 2

Pada Kegiatan ini, Anda akan mendiskusikan mengenai menganalisis

penurunan titik beku (∆Tf) melalui diagram P-T.

Nama Peserta didik : 1..................................................
2..................................................

3..................................................

Kelas :......................................................

Hari/tanggal :......................................................

Tujuan Pembelajaran:
Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat:

1. Menganalisis diagram P-T untuk menentukan titik beku larutan dan
menafsirkan penurunan titik beku larutan.

2. Menjelaskan pengertian penurunan titik beku larutan (ΔTf).
Pengantar:
Di daerah beriklim dingin, ke dalam air radiator biasanya ditambahkan etilen
glikol. Di daerah beriklim dingin, air radiator mudah membeku. Jika keadaan ini
dibiarkan, maka radiator kendaraan akan cepat rusak. Dengan penambahan
etilen glikol ke dalam air radiator diharapkan titik beku air dalam radiator
menurun, dengan kata lain air tidak mudah membeku.

(https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokumen/)

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 50

Lembar Kerja Peserta Didik:
A. Rumusan Masalah

Berdasarkan fenomena di atas, diskusikan dengan teman kelompok Anda
permasalahan yang Anda temukan. Nyatakan permasalahan tersebut dalam bentuk
pertanyaan!

B. Hipotesis
Perkirakan jawaban sementara berdasarkan permasalahan di atas!

C. Analisis Data
Perhatikan secara seksama diagram hubungan tekanan (P) dan suhu (T)
untuk pelarut air dan larutannya berikut ini:

Gambar 2: Diagram P-T
Anda dapat menganalisis Diagram P-T di atas untuk menjawab pertanyaan berikut:
1. Perubahan wujud apa yang terjadi jika suatu zat cair membeku?

51 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

2. Tentukanlah garis beku untuk pelarut air!

3. Tentukanlah garis beku untuk larutan!

4. Jika pelarut air membeku pada tekanan 1 atm dan suhu 0oC, dimanakah
letak titik beku larutannya?

5. Bagaimanakah titik beku larutan dibandingkan dengan titik beku pelarut?
Jelaskan berdasarkan diagram P-T!

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penurunan titik beku (ΔTf)!

D. Kesimpulan
Setelah menganalisis kenaikan titik beku dengan diagram P-T. Catatlah simpulan
kelompok Anda:

E. Presentasi
Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda dalam forum kelas.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 52

c. Contoh LKPD 3

Pada kegiatan ini, Anda akan melakukan percobaan dalam mengamati

kenaikan titik didih (∆Tb) larutan akibat penambahan zat terlarut.

Nama Peserta didik : 1..................................................

2..................................................

3..................................................

Kelas :......................................................

Hari/tanggal :......................................................

Tujuan Pembelajaran:
Mengamati kenaikan titik didih (∆Tb) suatu zat cair akibat penambahan zat
terlarut.
Pengantar:

Titik didih adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan
tekanan lingkungan/atmosfer. Tekanan lingkungan sangat berpengaruh
pada titik didih. Suatu zat baru mendidih apabila tekanan zat tersebut sama
dengan tekanan lingkungannya.

Penambahan zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam suatu
pelarut menyebabkan penurunan tekanan uap. Adanya penurunan tekanan
uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut
murni. Hal ini dikarenakan larutan yang terbentuk harus dipanaskan hingga
suhu yang lebih tinggi, sehingga tekanan uapnya menjadi sama dengan
tekanan lingkungan/atmosfer.

Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan
titik didih (ΔTb).
ΔTb = titik didih larutan (Tbl) – titik didih pelarut (Tbp)
∆ = −

53 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding
dengan hasil kali dari molalitas larutan (cm) dengan tetapan kenaikan titik
didih molal (Kb). Oleh karena itu, kenaikan titik didih dapat dirumuskan seperti
berikut:

∆ = .


= ( ) .
dimana,
∆Tb = kenaikan titik didih
cm = konsentrasi dalam molalitas (m)
Kb = konstanta titik didih (oC/m)
nt = jumlah zat terlarut (mol)
p = massa pelarut (Kg)

Lembar Kerja Peserta Didik:
Alat dan Bahan

No Alat Jumlah
1. Batang pengaduk 1 buah
2. Gelas kimia 500 ml Pyrex 1 buah
3. Gelas ukur 50 ml Pyrex 1 buah
4. Klem Statif 2 buah
5. Lampu spritus dengan tripod dan kawat kasa 1 buah
6. Statif 1 set
7. Tabung reaksi Pyrex 1 buah
8. Termometer 10-100oC skala 0,01 1 buah

No Bahan Jumlah
1. Air (aquadest) 1 liter
2. Batu didih (pecahan porselen) 6 butir
3. Garam dapur (NaCl) 2gram

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 54

Langkah Kerja
1. Pasang statif dan klem seperti pada Gambar 1 berikut in

2. Masukkan ke dalam tabung 2 ml air dan 0,5gram garam.

3. Ikat termometer pada klem dan masukkan ke dalam tabung reaksi.

Termometer jangan sampai menyentuh larutan dan dinding tabung reaksi.

4. Kemudian masukkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang telah diisi 400

ml air. Panaskan air di dalam gelas kimia tersebut menggunakan lampu spiritus.

5. Amati kenaikan suhu setiap 1 menit. Percobaan dihentikan setelah suhu konstan

dan larutan mendidih.

6. Ulangi Langkah 1-5 menggunakan molalitas garam yang berbeda.

Hasil Pengamatan

No Konsentrasi Garam Suhu Saat Mendidih Keterangan
(m)
…..
1 ….. …..
…..
2 ….. …..

3 …..

4 …..

55 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

Pertanyaan
1. Berapa titik didih dan kenaikan titik didih larutan-larutan pada percobaan di atas
jika diasumsikan air murni mendidih pada 100oC?

2. Hitunglah Kb dari larutan di atas jika kenaikan titik didihnya 0,1oC dan molalitas
zat terlarut atau garam adalah 0,3 mol/kg.

3. Mana yang lebih besar kenaikan titik didihnya, 10 ml air murni yang ditambahkan
2 gram garam atau 10 ml air murni yang ditambahkan 2 gram gula? Mengapa?

4. Buatlah simpulan dari percobaan dan pertanyaan di atas.

d. Contoh LKPD 4

Pada Kegiatan ini, Anda akan melakukan percobaan dalam mengamati

penurunan titik beku (∆Tf) larutan akibat penambahan zat terlarut.

Nama Peserta didik : 1..................................................

2..................................................

3..................................................

Kelas :......................................................

Hari/tanggal :......................................................

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 56

Tujuan Pembelajaran:

Mengamati penurunan titik beku (∆Tf) suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut.

Pengantar:

Titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan (larutan) sama

dengan tekanan uap pelarut padat murninya. Ketika larutan membeku, yang

membeku adalah pelarutnya, sedang zat terlarutnya tidak. Sehingga semakin

pekat larutan, maka titik bekunya semakin rendah. Selisih titik beku pelarut

dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (ΔTf).

ΔTf = titik beku pelarut (Tfp) – titik beku larutan (Tfl)

∆ = −

Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik beku larutan sebanding dengan

hasil kali dari molalitas larutan (cm) dengan tetapan penurunan titik beku molal

(Kf). Oleh karena itu, kenaikan titik beku dapat dirumuskan seperti berikut:

∆ = .


= ( ) .

dimana,
∆Tf = penurunan titik beku
cm = konsentrasi dalam molalitas (m)
Kf = konstanta titik beku (oC/m)
nt = jumlah zat terlarut (mol)
p = massa pelarut (Kg)
Lembar Kerja Peserta Didik:

Alat dan Bahan

No Alat Jumlah

1. Batang pengaduk 1 buah
2. Gabus 1 buah
3. Gelas kimia 500 ml Pyrex 1 buah
4. Gelas ukur 50 ml Pyrex 1 buah
5. Klem Statif 2 buah
6. Lampu spritus dengan tripod dan kawat kasa 1 buah
7. Statif 1 set
8. Stopwatch 1 buah
9. Tabung reaksi Pyrex 1 buah
10. Termometer 10-100oC skala 0,01 1 buah

57 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

No Bahan Jumlah
1. Air (aquadest)
2. Es batu 100 ml
3. Garam dapur (NaCl) secukupnya
4. Urea 100 gram
2 gram
Langkah Kerja
1. Pasang alat seperti pada Gambar 1 berikut ini.

2. Masukkan larutan urea dengan molalitas tertentu ke dalam tabung reaksi.
3. Tutup tabung reaksi dengan gabus yang telah dilengkapi dengan thermometer

dan kawat pengaduk.
4. Isi ¾ gelas kimia dengan potongan-potongan es yang telah dicampur dengan

kira-kira 8 sendok makan garam.
5. Aduk larutan urea dengan kawat pengaduk dan amati suhu tiap setengah menit

sampai terjadi kristal-kristal es di dalam tabung reaksi.
6. Jika es di dalam gelas kimia sudah banyak yang mencair, buang air tersebut

dan tambahkan lagi es dan garam.
7. Lanjutkan pengamatan sehingga semua larutan dalam tabung reaksi membeku

(selama terjadi proses pembekuan suhu tidak berubah) dan catat suhunya.
Teruskan pengamatan terhadap suhu ini selama satu menit lagi.
8. Ulangi Langkah 1-7 menggunakan molalitas urea yang berbeda-beda.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 58

Hasil Pengamatan:

No Konsentrasi Garam Suhu Saat Mendidih Keterangan
(m)
…..
1 ….. …..
…..
2 ….. …..

3 …..

4 …..

Pertanyaan
1. Berapa titik beku dan penurunan titik beku larutan-larutan urea pada percobaan
di atas jika diasumsikan air murni membeku pada suhu 0oC?

2. Hitunglah massa urea yang dipakai pada percobaan di atas jika konstanta
penurunan titik beku molal air adalah 1,86oC, BJ air = 1g/ml dan titik beku air
murni 0oC!

3. Mana yang lebih besar penurunan titik bekunya, 10 ml air murni yang
ditambahkan 2 gram urea atau 10 ml air murni yang ditambahkan 2 gram garam
dapur? Mengapa?

4. Buatlah simpulan dari percobaan dan pertanyaan di atas.

59 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

e. Contoh LKPD 5

Pada Topik 2, disajikan LKPD 5, yaitu LKPD Membandingkan Sifat

Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Melalui Perhitungan. Dimana

pada kegiatan ini, Anda akan mendiskusikan mengenai perhitungan Sifat

Koligatif Larutan elektrolit dan Sifat Koligatif Larutan nonelektrolit dan menarik

kesimpulan dari perhitungan tersebut.

Nama Peserta didik : 1..................................................

2..................................................

3..................................................

Kelas :......................................................

Hari/tanggal :......................................................

Tujuan Pembelajaran:
Membandingkan Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Melalui
Perhitungan
Pengantar:

Sifat koligatif larutan elektrolit berbeda dengan sifat koligatif larutan
nonelektrolit, hal ini disebabkan larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai
kemampuan untuk mengion. Sehingga larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel
yang lebih banyak daripada larutan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama.
Yang menjadi ukuran langsung dari keadaan (kemampuannya) untuk mengion
adalah derajat ionisasi. Besarnya derajat ionisasi ( ) ini dinyatakan sebagai:

( )
= − ( )
Untuk larutan elektrolit kuat, harga derajat ionisasinya mendekati 1, sedangkan
untuk elektrolit lemah berada di antara 0 dan 1 (0 < α < 1).
Atas dasar kemampuan ini, Jacobus Hendricus van’t Hoff (1852-1911) dari
Belanda, menerangkan bahwa untuk larutan elektrolit keempat rumus sifat
koligatif yang dirumuskan Raoult harus dikalikan dengan suatu faktor yang
menjelaskan pengaruh ionisasi. Faktor ini dinamakan faktor van’t Hoff, dengan
lambang .

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 60

Harga i dapat ditentukan dengan rumus berikut:

= + ( − )

dimana,

i = faktor van’t Hoff

n =j umlah partikel terion

Jika Anda ingin membandingkan sifat koligatif larutan, hendaklah selalu

diingat bahwa makin banyak partikel zat terlarut, maka semakin besar sifat

koligatif (∆P, ∆Tb, ∆Tf, dan ) yang ditimbulkan. Dalam hal ini ada beberapa hal

yang harus Anda pedomani:

a. Jika larutan-larutan tersebut berkonsentrasi sama,

1) Larutan elektrolit memiliki harga ∆P, ∆Tb, ∆Tf, dan yang lebih besar daripada

larutan nonelektrolit;

2) Makin banyak ion (harga n) suatu elektrolit, maka harga ∆P, ∆Tf, ∆Tb, dan juga
makin besar.

a. Jika larutan-larutan tersebut berkonsentrasi tidak sama, larutan yang memiliki harga

(n x konsentrasi) paling besar akan memiliki harga ∆P, ∆Tf, ∆Tb, dan yang juga
paling besar.

Lembar Kerja Peserta Didik:

Pertanyaan

1. Lengkapi tabel 1 berikut: Jika diketahui empat larutan dengan konsentrasi yang
sama, dianggap memiliki = 1 g , hitunglah berapa harga ∆P, ∆Tb, ∆Tf, dan .

ml

Jika R=0,082 L.atm/mol.K; t= 25oC; Kb= 0,52 m/oC; Kf = 1,86 m/oC (Mm Ba(NO3)2
= 261g/mol ; Mm C2H5OH = 46g/mol ; Mm MgSO4 = 120g/mol ; Mm CO(NH2)2 =
60g/mol

No Larutan Konsentrasi (m) ∆P ∆Tb ∆Tf
0,2 m
1. Ba(NO3)2 0,2 m
2. C2H5OH 0,2 m
3. MgSO4 0,2 m
4. CO(NH2)2

61 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

2. Dari hasil perhitungan pada tabel di atas, tuliskanlah simpulan kelompok Anda.

3. Lengkapi tabel 2 berikut: Jika diketahui empat larutan dengan konsentrasi yang
sama, dianggap memiliki = 1 g , hitunglah berapa harga ∆P, ∆Tb, ∆Tf, dan .

ml

Jika R=0,082 L.atm/mol.K; t= 25oC; Kb= 0,52 m/oC; Kf = 1,86 m/oC (Mm Ba(NO3)2
= 261g/mol ; Mm C2H5OH = 46g/mol ; Mm MgSO4 = 120g/mol ; Mm CO(NH2)2 =
60g/mol

No Larutan Konsentrasi (m) ∆P ∆Tb ∆Tf

1. Ba(NO3)2 0,1 m
2. C2H5OH 0,3 m
3. MgSO4 0,5 m
4. CO(NH2)2 0,7 m

4. Dari hasil perhitungan pada tabel di atas, tuliskanlah simpulan kelompok Anda.

E. Pengembangan Soal HOTS

Bagian ini menyajikan contoh kisi-kisi soal yang sesuai dengan kompetensi,

lingkup materi, dan indikator soal. Selanjutnya buatlah kisi-kisi yang lain dan

kembangkan menjadi instrumen soal HOTS dari kisi tersebut dalam aktivitas In

Service Learning-1

KISI-KISI SOAL HOTS

Nama Madrasah : Madrasah Aliyah

Mata Pelajaran : Kimia

Alokasi Waktu : ..............................

Jumlah Soal : ……………………………

Tahun Pelajaran : …...........................

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 62

Tabel 12 Kisi-Kisi Pengembangan Soal HOTS

Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal No. Level Bentuk
Soal Kognitif soal

3.1 Menganalisis Sifat koligatif Diberikan ilustrasi 1 C4 Pilihan
ganda/
fenomena sifat larutan: memasak air di Uraian

koligatif larutan kenaikan titik gunung dengan di

(penurunan didih; dataran rendah,

tekanan uap konsentrasi peserta didik

jenuh, molal. dapat

kenaikan titik menganalisis

didih, hubungan titik

penurunan titik didih dengan

beku, dan ketinggian tempat

tekanan

osmosis).

3.2 Membedakan Sifat koligatif Disajikan tabel 2 C4 Pilihan
ganda/
sifat koligatif larutan data percobaan Uraian

larutan elektrolit dan titik beku 4

elektrolit dan nonelektrolit; larutan elektrolit

larutan Titik beku dan non elektrolit,

nonelektrolit. larutan. peserta didik

dapat

membandingkan

Sifat koligatif

larutan elektrolit

dan non elektrolit

yang konsentrasi

sama

Sifat Diberikan 3 C3 Pilihan
ganda/
koligatif pernyataan Uraian

larutan tentang injeksi

elektrolit: cairan infus

Tekanan yang isotonik

Osmotik dengan cairan

darah, lengkap

beserta data

pendukungnya,

peserta didik

dapat

memprediksi

masa NaCl yang

dibutuhkan

dengan tepat

Berikut contoh soal HOTS Sifat Koligatif Larutan sebagai gambaran dalam

pengembangan soal yang setipe pada topik Sifat Koligatif Larutan.

63 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

Butir Soal
Soal 1.
Nisa adalah seorang mahasiswi jurusan Kimia menyenangi hobi mendaki
gunung. Saat mendaki gunung yang berketinggian 3000 mdpl, dia memasak air
dan ternyata didapati bahwa air lebih cepat mendidih dari biasanya. Kemudian
dia mengetahui ternyata titik didih air mengalami penurunan setelah diukur
dengan termometer. Nisa menyimpulkan penyebab turunnya titik didih air. Jika
suhu air mendidih yang diukur oleh Nisa saat itu adalah 900C, dan tekanan uap
air jenuh pada saat itu adalah 657.6 mmHg, maka garam dapur (NaCl) yang
harus dimasukkan Nisa ke dalam 1 kg air sehingga mendidih pada suhu 1000C
adalah… (Kb air = 0.52 oC/m, Ar Na= 23, Ar Cl= 35.5)
A. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan lebih tinggi dibandingkan di

daerah dataran rendah, 281,4gram.
B. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan lebih rendah dibandingkan di daerah

dataran rendah, 562,8gram.
C. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan lebih tinggi dibandingkan di

daerah dataran rendah, 562,8gram.
D. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan lebih rendah dibandingkan di

daerah dataran rendah, 1.125gram.
E. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan lebih tinggi dibandingkan di

daerah dataran rendah, 1.125gram.

Identifikasi Soal: Analisis (C4)
Level koqnitif Diberikan ilustrasi memasak air di gunung
Indikator yang sesuai dengan di dataran rendah, peserta didik
dapat menganalisis hubungan titik didih
Materi yang diperlukan dengan ketinggian tempat
Sifat koligatif larutan elektrolit: kenaikan titik
didih; konsentrasi molal.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 64

Pembahasan:

Dari pilihan jawaban, B dan D benar untuk pernyataan “tekanan udara luar untuk daerah

pegunungan lebih rendah dibandingkan di daerah dataran rendah”. Sedangkan untuk

massa dari NaCl yang ditambahkan harus dihitung dengan menggunakan rumus:

∆ = . .

Tbl − Tbp = cm. Kb. i

nt
Tbl − Tbp = p (kg) . Kb. i

nt
100 − 90 = 1 × 0,52 × 2

nt = 9,62 mol NaCl

massa NaCl = n NaCl × massa molar NaCl

massa NaCl = 9,62 mol × 58,5 g/mol

massa NaCl = 562,8gram

Jadi jawaban yang benar B. tekanan udara luar untuk daerah pegunungan

lebih rendah dibandingkan di daerah dataran rendah, 562,8gram.

Kunci Jawaban B

Butir Soal

Soal 2.

Data percobaan tentang titik beku empat larutan pada suhu 27oC dan tekanan 1

atm tercantum pada tabel berikut:

No Zat Terlarut Larutan

Konsentrasi (m) Titik Beku (oC)

1 CO(NH2)2 1 -2

2 CO(NH2)2 2 -4

3 NaCl 1 -4

4 NaCl 2 -8

Pada konsentrasi yang sama, larutan CO(NH2)2 dan NaCl memiliki titik beku yang

berbeda. Hal ini disebabkan kedua larutan…

A. Memiliki molekul yang tidak sama besarnya

B. Mempunyai derajat ionisasi yang sama

65 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

C. Menghasilkan partikel yang tidak sama banyak

D. Sama-sama larutan elektrolit

E. Sama-sama larutan nonelektrolit

(Soal UN 2018)

Identifikasi Soal:

Level koqnitif Analisis (C4)

Indikator yang sesuai Disajikan tabel data percobaan titik beku 4

larutan elektrolit dan non elektrolit, peserta

didik dapat membandingkan Sifat koligatif

larutan elektrolit dan non elektrolit yang

konsentrasi sama

Materi yang diperlukan Sifat koligatif larutan elektrolit dan

nonelektrolit; Titik beku larutan.

Pembahasan:

Pada konsentrasi yang sama, larutan CO(NH2)2 dan NaCl memiliki titik beku yang

berbeda. Hal ini dikarenakan kedua larutan tersebut memiliki jumlah partikel

yang tidak sama banyak. CO(NH2)2 merupakan larutan nonelektrolit, jumlah

partikelnya satu karena tidak dapat terionisasi sedangkan NaCl merupakan

larutan elektrolit yang jika terion menghasilkan dua partikel Na+ dan Cl-, maka

jawaban yang benar adalah C. Menghasilkan partikel yang tidak sama banyak.

Kunci Jawaban C

Butir Soal
Soal 3.
Tekanan osmosis darah manusia pada suhu 27oC adalah 7,4 atm. Seorang
perawat akan membuat cairan infus yang isotonik dengan darah, caranya adalah
dengan melarutkan sejumlah NaCl (Mr = 58,5) ke dalam air. Massa NaCl yang
diperlukan untuk membuat 1 liter cairan infus adalah ... (tetapan R = 0,082 atm.M–
1.K–1)

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 66

A. 8,80 g

B. 12,4 g

C. 17,6 g

D. 35,2 g

E. 71,4 g

(Soal UN 2019)

Identifikasi Soal:

Level koqnitif Aplikasi (C3)

Indikator yang sesuai Diberikan pernyataan tentang injeksi

cairan infus yang isotonik dengan

cairan darah, lengkap beserta data

pendukungnya, peserta didik dapat

memprediksi masa NaCl yang

dibutuhkan dengan tepat.

Materi yang diperlukan Sifat koligatif larutan elektrolit:

Tekanan Osmotik

Pembahasan:

Isotonik artinya tekanannya sama dengan tekanan osmotik darah.

π= 7,4 atm

R = 0,082 atm.M–1. K–1

V=1L

T = 27+273 = 300K

i NaCl = 2 ion (Na+ & Cl–)

= . . . i
π = n . R. T. irip.info

V

7,4 atm = n × 0,082L. atm. mol−1. K−1 × 300 K × 2rip

1L

7,4
n = 49,2

n = 0,15 mol

67 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

massa NaCl = n NaCl × massa molar NaCl

massa NaCl = 0,15 mol × 58,5 g/mol

massa NaCl = 8,775 g ~ 8,80gram

Kunci Jawaban A

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 68

05 PENILAIAN

A. Tes Formatif
1. Dalam kolam apung, orang tidak akan tenggelam, akan mengambang seperti

batu apung. Kolam apung dibuat dengan melarutkan garam ke dalam air
kolam dengan jumlah besar sehingga menghasilkan konsentrasi yang tinggi.
Fenomena kolam apung tersebut ini dapat dijelaskan dengan pendekatan
diagran P-T.

Jika dalam pembuatan kolam apung itu dilakukan dengan penambahan garam
dapur maka yang menjadi penyebab orang bisa terapung pada diagram P-T
ditunjukkan pada daerah…
A. E-F
B. D-G
C. D-H
D. I-J
E. K-L

69 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

2. Dua gelas kimia, A dan B diisi dengan air suling sebanyak 200 mL, kemudian
ke dalam gelas kimia A dilarutkan 6 gram urea, CO(NH2)2, dan ke dalam gelas
B dilarutkan 5,85 gram serbuk garam dapur, NaCl. Untuk kedua larutan yang
dihasilkan, perhatikan pernyataan-pernyataan berikut:
a. Pelarut pada gelas A lebih mudah menguap daripada gelas B
b. Jumlah partikel terlarut pada gelas A sama dengan pada gelas B
c. Titik beku larutan pada gelas A lebih tinggi daripada gelas B
d. Tekanan osmotik larutan pada gelas A sama dengan pada gelas B
Pernyataan yang benar adalah ... (Ar H = 1, C = 12, N= 14, O = 16, Na = 23, Cl =
35,5)
A. a dan b
B. a dan c
C. b dan c
D. b dan d
E. c dan d

3. Dalam 4 gelas kimia I, II, III, dan IV masing-masing berisi 4 jenis larutan berbeda.
Gelas kimia I berisi larutan KCl 0,1 M
Gelas kimia II berisi larutan CO(NH2)2 0,1 M
Gelas kimia III berisi larutan AlCl3 0,1 M
Gelas kimia IV berisi larutan CH3COOH 0,1 M
Jika keempat gelas kimia tersebut dididihkan dengan kalor yang diberikan
sama besar, maka urutan kecepatan larutan mendidih sejak awal dipanaskan
dari yang paling cepat hingga paling lambat mendidih adalah gelas …
A. I – II – III – IV
B. I – III – II – IV
C. II – IV – I – III
D. III – I – IV – II
E. III – IV – I – II

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 70

4. Larutan mengandung 5,25 gram asam hipoklorit (HCIO) dalam 100 gram air
membeku pada suhu 271,047 K. Jika Kf = 1,86oC/m, maka % HCIO yang
terionisasi dalam air adalah … (Ar H=1; Cl=35,5; R=16)
A. 1%
B. 2%
C. 3%
D. 4%
E. 5%

5. Larutan manakah di bawah ini akan isotonik larutan C6H12O6 0,6 M adalah …

A. NaNO3 0,6 M

B. K2SO4 0,3 M

C. Al2(SO4)3 0,1 M

D. AlCl3 0,15 M

E. CO(NH2)2 0,2 M

6. Ibu Eli adalah guru kimia kelas XII yang selalu merencanakan pembelajarannya
dengan matang. Saat ini Ibu Eli sedang menyusun RPP sifat koligatif larutan,
dengan KD 3.1 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan
tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan
osmosis). Rumusan IPK Inti yang tepat untuk KD tersebut adalah:
A. Menjelaskan fenomena sifat koligatif larutan penurunan tekanan uap jenuh
B. Menyebutkan fenomena sifat koligatif larutan Kenaikan titik didih
C. Memberikan contoh fenomena sifat koligatif larutan penurunan titik beku.
D. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan penurunan tekanan uap jenuh
E. Mendata fenomena sifat koligatif larutan tekanan osmotik.

7. KD pelajaran Kimia kelas XII pada topik sifat koligatif larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit adalah 3.2 Membedakan sifat koligatif larutan

71 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

elektrolit dan larutan nonelektrolit dan 4.2 Menganalisis data percobaan untuk
menentukan derajat pengionan.
Perumusan indikator pencapaian kompetensi yang paling tepat bagi kedua KD
tersebut adalah....
A. menganalisis perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit yang

konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
B. menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit
C. menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit

berdasarkan data percobaan.
D. menghitung penurunan tekanan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

berdasarkan data percobaan.
E. menghitung kenaikan titik didih larutan nonelektrolit berdasarkan data

percobaan.

8. Agar peserta didik dapat memahami materi sifat koligatif larutan dengan baik,
dibutuhkan pengetahuan prasyarat atau pengetahuan awal berikut, kecuali:
A. diagram P-T
B. konsentrasi larutan
C. reaksi ionisasi
D. larutan elektrolit
E. larutan nonelektrolit

9. Bu Eli melengkapi RPP sifat koligatif larutan yang disusunnya dengan
instrumen penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan. Setiap
melaksanakan penilaian harian, Bu Eli selalu memeriksa jawaban peserta didik
dan menganalisisnya. Seminggu kemudian Bu Eli membagikan hasilnya dan
mengumumkan siswa yang belum mencapai KKM untuk belajar kembali dan
mengikuti tes kembali. Tindakan Bu Eli tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip
penilaian ....
A. objektif, yang berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi
faktor subjektivitas penilai.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 72

B. terpadu, yang berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,
menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.

C. ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pelaporannya.

D. transparan, yang berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

E. edukatif, berarti penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan
peserta didik dalam belajar.

10. Bu Eli sedang mengolah penilaian kompetensi keterampilan. Data nilai praktik,
produk dan proyek seorang peserta didiknya adalah sebagai berikut:

KD Praktik Produk Proyek Nilai Akhir (Pembulatan)

4.1 80 …

4.2 75 90 …

4.3 75 83 …

4.4 84 …

4.5 88 …

Nilai akhir untuk kompetensi keterampilan peserta didik tersebut adalah...

A. 80,4

B. 81,6

C. 82,8

D. 83,6

E. 84,2

73 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

B. Penilaian

1. Penilaian untuk Guru
a. Penilaian Mandiri Guru

Tabel 13 Instrumen Penilaian Diri Bagi Guru

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Penilaian Diri Ket.
Tercapai Belum

1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata
2.2
pelajaran yang diampu.
3.2
3.6 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode,
4.4
dan teknik pembelajaran yang mendidik secara
5.1
8.3 kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
20.1
Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
20.2
20.3 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

21.1 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas,
21.3
di laboratorium, dan di lapangan dengan

memperhatikan standar keamanan yang

dipersyaratkan.

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

dalam pembelajaran yang diampu.

Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses

dan hasil belajar.

Mendeskripsikan konsep sifat koligatif larutan

penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,

penurunan titik beku dan tekanan osmosis

Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan

larutan nonelektrolit.

Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik

didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis

berdasarkan data percobaan.

Menganalisis standar kompetensi mata pelajaran

yang diampu.

Menganalisis tujuan pembelajaran yang diampu.

Catatan:

b. Penilaian oleh Asesor/Fasilitator

Tabel 14 Instrumen penilaian guru oleh asesor/fasilitator

Penilaian

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Asesor/Fasilitator Ket.

Tercapai Belum

1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata

pelajaran yang diampu.

2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi,

metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik

secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 74

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Penilaian Ket.
Asesor/Fasilitator
Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. Tercapai Belum
Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di
3.2 kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan
3.6 memperhatikan standar keamanan yang
4.4 dipersyaratkan.
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
5.1 dalam pembelajaran yang diampu.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses
20.1 dan hasil belajar.
Mendeskripsikan konsep sifat koligatif larutan
20.2 penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,
20.3 penurunan titik beku dan tekanan osmosis
Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan
21.1 larutan nonelektrolit.
21.3 Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik
didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis
berdasarkan data percobaan.
Menganalisis standar kompetensi mata pelajaran
yang diampu.
Menganalisis tujuan pembelajaran yang diampu.

Catatan:

2. Penilaian untuk Peserta Didik
a. Penilaian Mandiri oleh Peserta Didik

Tabel 15 Instrumen penilaian diri bagi peserta didik

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Penilaian Diri Ket.
Tercapai Belum

3.1.1 Memahami konsep sifat koligatif larutan.
3.1.2
3.1.3 Menentukan konsentrasi zat terlarut dalam fraksi
3.1.4
3.1.5 mol, molalitas dan molaritas.
3.1.6
3.1.7 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan

penurunan tekanan uap jenuh

Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan

kenaikan titik didih.

Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan

penurunan titik beku.

Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan

tekanan osmosis

Menghitung sifat koligatif penurunan tekanan uap

larutan nonelektrolit.

75 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Penilaian Diri Ket.
Tercapai Belum

3.1.8 Menghitung sifat koligatif kenaikan titik didih larutan
nonelektrolit.

3.1.9 Menghitung sifat koligatif penurunan titik beku
larutan nonelektrolit

3.1.10 Menghitung sifat koligatif tekanan osmotik larutan
nonelektrolit

4.1.1 Mengumpulkan informasi tentang kegunaan prinsip

sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

4.1.2 Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang

kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam

kehidupan sehari-hari.

4.1.3 Memaparkan hasil penelusuran informasi tentang

kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam

kehidupan sehari-hari dengan menggunakan poster.

3.2.1 Membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit.

3.2.2 Memahami reaksi ionisasi larutan elektrolit.

3.2.3 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat

koligatif larutan nonelektrolit.

3.2.4 Menghitung sifat koligatif penurunan tekanan uap

larutan elektrolit.

3.2.5 Menghitung sifat koligatif kenaikan titik didih larutan

elektrolit.

3.2.6 Menghitung sifat koligatif penurunan titik beku

larutan elektrolit

3.2.7 Menghitung sifat koligatif tekanan osmotik larutan

elektrolit

4.2.1 Memahami konsep derajat pengionan (ionisasi).

4.2.2 Menganalisis data percobaan untuk menentukan

derajat pengionan.

4.2.3 Menghitung sifat koligatif larutan elektrolit yang

mengalami lebih satu kali ionisasi.

Catatan:

b. Penilaian oleh Guru

Tabel 16 Instrumen penilaian oleh guru

Penilaian oleh

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Guru Ket.

Tercapai Belum

3.1.1 Memahami konsep sifat koligatif larutan.
3.1.2
Menentukan konsentrasi zat terlarut dalam fraksi
3.1.3
mol, molalitas dan molaritas.

Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan

penurunan tekanan uap jenuh

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 76

Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Penilaian oleh Ket.
Guru

Tercapai Belum

3.1.4 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan
kenaikan titik didih.

3.1.5 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan
penurunan titik beku.

3.1.6 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan
tekanan osmosis

3.1.7 Menghitung sifat koligatif penurunan tekanan uap
larutan nonelektrolit.

3.1.8 Menghitung sifat koligatif kenaikan titik didih larutan
nonelektrolit.

3.1.9 Menghitung sifat koligatif penurunan titik beku
larutan nonelektrolit

3.1.10 Menghitung sifat koligatif tekanan osmotik larutan
nonelektrolit

4.1.1 Mengumpulkan informasi tentang kegunaan prinsip

sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

4.1.2 Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang

kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam

kehidupan sehari-hari.

4.1.3 Memaparkan hasil penelusuran informasi tentang

kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam

kehidupan sehari-hari dengan menggunakan poster.

3.2.1 Membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit.

3.2.2 Memahami reaksi ionisasi larutan elektrolit.

3.2.3 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat

koligatif larutan nonelektrolit.

3.2.4 Menghitung sifat koligatif penurunan tekanan uap

larutan elektrolit.

3.2.5 Menghitung sifat koligatif kenaikan titik didih larutan

elektrolit.

3.2.6 Menghitung sifat koligatif penurunan titik beku

larutan elektrolit

3.2.7 Menghitung sifat koligatif tekanan osmotik larutan

elektrolit

4.2.1 Memahami konsep derajat pengionan (ionisasi).

4.2.2 Menganalisis data percobaan untuk menentukan

derajat pengionan.

4.2.3 Menghitung sifat koligatif larutan elektrolit yang

mengalami lebih satu kali ionisasi.

Catatan:

77 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

06 PENUTUP

Sebagaimana yang telah disampaikan pada pendahuluan Unit
Pembelajaran ini, bahwa tujuan utama PKB ini adalah meningkatkan
kompetensi pedagogis dan profesional guru sehingga mampu meningkatkan
hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, setelah Anda mempelajari Unit
Pembelajaran ini, hal yang paling penting adalah menerapkannya kepada
peserta didik di kelas masing-masing. Semoga Unit Pembelajaran ini dapat
menjadi referensi Anda dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian
yang berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS), terintegrasi dengan
nilai-nilai keislaman, dan literasi dalam rangka membentuk generasi unggul
yang moderat, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.

Aktivitas pembelajaran yang disajikan dalam Unit Pembelajaran ini
tentu perlu Anda sesuaikan dengan kondisi nyata kelas Anda masing-masing.
Untuk itu setelah mempelajari Unit Pembelajaran ini, Anda perlu menyusun
Unit Pembelajaran (modul) sendiri yang memuat materi ajar, rencana
pelaksanaan pembelajaran, LKPD, serta instumen penilaian yang
berorientasi HOTS sesuai pengalaman atau praktik terbaik pembelajaran
yang Anda lakukan. Anda perlu melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan
MGMP Kimia untuk dapat saling berbagi pengalaman praktik baik bersama
rekan sejawat guru kimia lainnya.

Penulis menyadari bahwa Unit Pembelajaran ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan masukan yang
membangun demi kesempurnaan Unit Pembelajaran ini maupun dalam
upaya pengembangan UP lainnya. Semoga Unit Pembelajaran ini dapat
menambah khasanah ilmu pengetahuan dan pembelajaran. Aamiin.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 78

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

No. Soal Jawaban
1. C
2. B
3. C
4. E
5. D
6. D
7. A
8. A
9. B
10. E

79 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

GLOSARIUM

Derajat : Perbandingan antara jumlah molekul zat yang terionisasi
pengionan dengan jumlah molekul zat mula-mula. Lambangnya α

Faktor Van’t Hoff : Faktor yang menerangkan pengaruh ionisasi terhadap
sifat koligatif larutan. Dilambangkan dengan i

Fraksi mol : Perbandingan mol zat terlarut atau mol pelarut terhadap
mol larutan. Dilambangkan dengan X.

Hipertonis : Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi
dari larutan lain.

Hipotonis : Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah
dari larutan lain.

Isotonis : Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama
Kadar zat
: Banyaknya zat dalam suatu campuran, dinyatakan
dengan konsentrasi.

Kenaikan titik : Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut.
didih Dilambangkan dengan ΔTb.

Larutan Elektrolit : Larutan yang dapat terurai menjadi ion-ionnya.

Larutan : Larutan yang tidak dapat terurai menjadi ion-ionnya.
Nonelektrolit

Molalitas : jumlah mol zat terlarut dalam 1kilogram (1000 gram)
pelarut. Dilambangkan dengan cm.

Molaritas : Ukuran jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan
yang biasanya dinyatakan dengan M dengan satuan
mol/L.

Osmosis : Perpindahan molekul pelarut dari larutan yang encer ke
larutan yang pekat.

Penurunan : Selisih antara tekanan uap pelarut dengan tekanan uap
tekanan uap larutan. Dilambangkan dengan ∆P.
Penurunan titik
beku : Selisih titik beku pelarut dengan titik beku larutan.
Dilambangkan dengan ΔTf.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 80

Sifat koligatif : Sifat koligatif larutan adalah sifat fisik larutan yang tidak
larutan bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya
bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.

Tekanan osmotik : Tekanan yang mampu menghentikan osmosis.

Titik beku : suhu di mana pelarut cair dan pelarut padat berada pada
kesetimbangan, sehingga tekanan uap keduanya sama.

Titik didih : suhu (temperatur) ketika tekanan uap suatu zat cair sama
dengan tekanan eksternal yang dialami oleh cairan.

81 Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Haris Watoni.2002. Menyongsong OSN Kimia SMA. Yogyakarta: Intersolusi
Pressindo.

Aji Pangestu. 2020. Pengertian Destilasi, Macam, Prinsip, Cara Kerja, dan Contoh
nya. Diunduh 25 Agustus 2020 dari https://www.pakarkimia.com/
pengertian-destilasi.

Albertus W.C.J.2020. Beruang. https://id.wikipedia.org/wiki/Beruang. (diakses 22
Agustus 2020).

Anonim. 2017. Model-Model Pembelajaran. Direktorat Pembinaan SMA
Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Anonim. Sifat Koligatif Larutan. Diunduh 25 Agustus 2020 dari
https://www.wardayacollege.com/belajar-kimia/larutan/sifat-koligatif/ sifat-
koligatif-larutan/.

Brady, James E. et. all. 2009. Chemistry. 5th edition. New York. USA: John Wiley
and Sons, Inc.

Budi Utami, dkk. 2009. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XII. BSE. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Chang Raymond. 2008. General Chemistry: The Essensial Concepts. Fourth
Edition, New York: Mc Graw- Hill.

Chodijah Febriyani. 2019. Ada Laut Mati Israel di Nias. Diunduh 22 Agustus 2020
dari https://akurat.co/ gaya hidup/id-747959-read-ada-laut-mati-israel-di-
nias.

Hasiolan Eko P.G.2018.Sebaiknya Anda tahu Ternyata Begini Cara Memasak yang
Benar Mie Instan. Diunduh 2 September 2020 dari
https://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/02/01/sebaiknya-anda-ahu-
ternyata-begini-cara-memasak-yang-benar-mie-instan.

M. Sofwan. 2014. Siklus Air Dalam Al-Quran. Diunduh 20 September 2020 dari
http://www.dakwatuna.com/2014/1/13/44698/siklus-air-dalam-al-quran
/#ixzz6aHgjydUc

Moejadi, dkk. 1985. Petunjuk Pengelolaan Laboratorium Kimia Untuk SMA.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 82

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37
Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007
Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Soal Ujian Nasional tahun 1985 – 2019. BSNP Departemen Pendidikan Nasional.
Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3: Untuk Kelas

XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

83 Unit Pembelajaran 10 : Sifat Koligatif Larutan

Unit Pembelajaran 10: Sifat Koligatif Larutan 84


Click to View FlipBook Version