e. Sebutkan hal apa saja yang perlu diperhatikan pada saat menentukan
struktur molekul menggunakan teori Lewis?
f. Gambarkan struktur 3 buah molekul dengan struktur Lewis
2. Setelah melakukan penelusuran literatur, lakukanlah penarikan
kesimpulan bersama dengan kelompok Anda.
Simpulan
3. Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda dalam forum kelas.
43 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
2. Contoh LKPD 2 : 1..................................................
Nama Peserta didik
2..................................................
3..................................................
Kelas :......................................................
Hari/tanggal :......................................................
Tujuan Pembelajaran:
Melalui diskusi dan praktikum kelompok, peserta didik dapat:
1. Melakukan percobaan sifat fisik molekul
2. Melakukan uji wujud suatu bahan.
3. Melakukan uji bau suatu bahan.
4. Melakukan uji kelarutan suatu bahan.
5. Melakukan uji mudah terbakar suatu bahan..
6. Melakukan uji titik leleh suatu bahan..
Pengantar:
Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh
rendah, pada suhu kamar terbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut
nonpolar dan sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak
yang berbau. Ikatan ion yang umum antara logam dan non-logam. Oleh
sebab itu, tidak seperti ikatan kovalen yang hanya bisa terbentuk antara
non-logam, ikatan ion bisa terbentuk antara logam dan non-logam. Senyawa
yang mengandung ikatan ion mudah larut dalam air serta beberapa pelarut
polar ,larutan cenderung untuk menghantarkan listrik,senyawa ion
cenderung mempunyai titik leleh yang lebih tinggi, yang berarti bahwa
ikatan ion tetap stabil untuk rentang suhu yang lebih besar.
Percobaan sederhana dapat dilakukan untuk membedakan antara
senyawa kovalen dengan senyawa ion berdasarkan sifat fisika nya adalah
uji titik leleh, perbandingan kelarutan, uji wujud ,uji bau dan kemudahan
terbakar
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 44
1. Uji Titik Leleh
Percobaan ini dilakukan dengan melelehkan senyawa kovalen dan
senyawa ion dengan cara dipanaskan. Kemudian mencatat suhunya
saat zat mulai meleleh. Hipotesisnya titik leleh senyawa ion jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan senyawa kovalen karena adanya ikatan
ion-ion dengan gaya elektrostatis sangat kuat dengan susunan
kristal yang tertentu dan teratur.
2. Uji Kelarutan
Percobaan untuk menunjukkan karakteristik ikatan ion dan kovalen
selanjutnya adalah dengan perbandingan kelarutan yaitu dengan
melarutkan senyawa ke dalam pelarut polar ataupun non polar.
Hipotesisnya senyawa ion akan larut dalam pelarut polar, sedangkan
senyawa kovalen akan larut dalam pelarut non polar.
3. Uji Wujud Zat
Kemudian untuk menunjukkan karakteristik ikatan ion dan kovalen
dapat dilihat wujud dari senyawa tersebut. Hipotesisnya adalah pada
senyawa ion memiliki wujud zat padat, sedangkan senyawa kovalen
dapat memiliki wujud zat cair atau gas pada suhu kamar.
4. Uji Bau
Percobaan ini dilakukan dengan menguji bau dari suatu senyawa
menggunakan indra penciuman kita. Hipotesisnya adalah jika
senyawa berbau menyengat maka senyawa tersebut adalah
termasuk senyawa kovalen, sedangkan apabila berbau tidak
menyengat maka senyawa tersebut adalah termasuk senyawa ion.
5. Uji Kemudahan Terbakar
Percobaan ini dilakukan dengan menguji apakah suatu zat mudah
terbakar atau tidak mudah terbakar. Hipotesisnya adalah zat yang
mengandung senyawa ion tidak mudah terbakar, sedangkan zat
yang mengandung senyawa kovalen mudah terbakar.
45 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Lakukan praktikum berikut ini:
a. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi dan rak
2. Corong kaca
3. Labu erlenmeyer 100 mL
4. Botol drop
5. Pipet tetes
6. H2O (Air)
7. Larutan Aseton
8. Paku Besi
9. Garam Dapur
b. Cara Kerja
1. Masukkan masing-masing zat kedalam tabung reaksi.
2. Lakukan uji Wujud, uji kelarutan, uji bau, uji mudah terbakar, dan
uji titik leleh
3. Lakukan untuk masing-masing zat sebanyak 2 kali.
4. Catat hasilnya dalam tabel berikut:
Hasil Pengamatan:
Hasil Hasil Hasil Hasil Hasil
Zat pengamatan pengamatan pengamatan pengamatan pengamatan
wujud zat bau kelarutan kelarutan titik leleh
Air
Garam
Dapur
Aseton
Paku
Besi
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 46
2. Buat analisis masing-masing hasil pengamatan!
3. Buatlah laporan praktikum percobaan identifikasi sifat fisik molekul
I. Judul Percobaan
II. Tujuan Percobaan
III. Alat dan Bahan yang digunakan
IV. Data Hasil Percobaan
V. Jawaban pertanyaan
VI. Pembahasan
VII. Simpulan
Kumpulkan laporan praktikum pada pertemuan berikutnya!
E. Pengembangan Soal
Bagian ini menyajikan contoh kisi-kisi pengembangan soal sesuai dengan
kompetensi, lingkup materi, dan indikator soal. Selanjutnya Anda perlu membuat
kisi-kisi yang lain dan mengembangkannya menjadi instrumen penilaian dari kisi
tersebut dalam aktivitas In Service Learning-1.
Tabel 8 Kisi-Kisi Pengembangan Soal
Kompetensi Lingkup Indikator KD Indikator Soal No. Level Bentuk
Dasar Materi Soal Kognitif soal
3.5 Ikatan ion Menentukan jenis Membedakan 1 Mudah
Membandingkan dan ikatan ikatan ikatan ion dan
ikatan ion, ikatan kovalen kimia berdasarkan kovalen
kovalen, ikatan unsur
kovalen penyusun serta
koordinasi, dan menghubungkan
ikatan logam serta dengan sifat
kaitannya dengan kimia dan fisika
sifat zat molekul
47 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
Struktur Menentukan strutur Membuat 2 Sedang
Lewis Lewis yang sesuai system 3 sulit
dengan kaidah resonansi pada
Identifikasi muatan formal senyawa ikatan
materi padas senyawa kovalen
senyawa ion ikatan kovalen yang
atau kovalen memeliki beberapa Membedakan
berdasarkan kemungkinan materi
sifat fisik struktur lewis berdasarkan
Mengidentifikasi ikatan ion, ikatan
suatu senyawa kovalen, atau
termasuk ikatan ion, ikatan logam
ikatan kovalen, atau
ikatan logam
berdasarkan data-
data sifat fisik
setiap senyawa
Berikut ini contoh soal-soal Ujian Nasional tiga tahun terakhir yang dapat
dijadikan sebagai sarana mengembangkan soal yang setipe pada topik Ikatan
Kimia.
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 48
Soal Ujian Nasional tahun 2019
Butir Soal
Perhatikan dua notasi atom berikut!
162 dan 11
Bila unsur X dan Y berikatan, struktur Lewis molekul senyawa yang terbentuk
adalah …
Identifikasi soal: Penerapan (C3)
Level kognitif Menerapkan elektron valensi untuk membentuk ikatan
kimia
Indikator yang sesuai
Struktur Lewis
Materi yang
diperlukan
49 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
Pembahasan
6X: 1s2 2s2 2p2 → elektron valensi = 4 → X memerlukan 4 elektron agar stabil
1Y: 1s1→ elektron valensi = 1 → Y memerlukan 1 elektron agar stabil
Rumus: XY4
Kunci jawaban A
Soal Ujian Nasional Tahun 2018
Butir Soal
Jika unsur A (nomor atom = 7) dan B (nomor atom = 17) berikatan, struktur Lewis
yang benar adalah ….
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 50
Identifikasi soal: C Penerapan (C3)
Level kognitif Menerapkan elektron valensi untuk membentuk ikatan
kimia
Indikator yang sesuai
Struktur Lewis
Materi yang
diperlukan
Pembahasan
7A: 2 5 → elektron valensi = 5 → A memerlukan 3 elektron agar stabil
17B: 2 8 7 → elektron valensi = 7 → B memerlukan 1 elektron agar stabil
Rumus: AB3
Kunci jawaban C
51 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
Soal Ujian Nasional Tahun 2017
Butir Soal
Gambar struktur Lewis senyawa SO2 yang paling tepat adalah … (nomor atom
S = 16; O = 8).
Identifikasi soal: B
Level kognitif Penerapan (C3)
Indikator yang sesuai
Menerapkan elektron valensi untuk membentuk ikatan
kimia
Materi yang Struktur Lewis
diperlukan
Pembahasan
Struktur Lewis SO2 yang memenuhi kaidah oktet (dikelilingi 8 elektron) adalah
gambar B
Kunci jawaban B
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 52
Soal Ujian Nasional Tahun 2017
Butir Soal
Perhatikan data hasil percobaan berikut!
Jenis ikatan yang terdapat pada zat V dan X secara berturut-turut adalah ….
A. ikatan logam dan ikatan ion
B. ikatan logam dan kovalen polar
C. ikatan kovalen polar dan kovalen nonpolar
D. ikatan logam dan ikatan kovalen nonpolar
E. ikatan ion dan kovalen nonpolar
Identifikasi soal: D Analisis (C4)
Level kognitif Menganalisis sifat fisika senyawa
Indikator yang sesuai Menentukan jenis ikatan berdasarkan sifat fisik
Materi yang diperlukan
Pembahasan
Kunci jawaban D
53 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
05 PENILAIAN
A. Tes Formatif
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Berdasarkan diagram orbital molekul berikut ini:
X X2 X
Maka molekul X2 adalah:
A. B2
B. N2
C. O2
D. F2
E. Cℓ2
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 54
2. Gaya antar molekul HCℓ dapat digambarkan kemungkinan dari 2 gambar
dibawah ini:
Berdasarkan gambar di atas maka sifat yang ditimbulkan dari gaya antar
molekulnya adalah dibawah ini, kecuali:
A. Gambar A akan terjadi Tarik menarik antar molekul HCℓ
B. Gambar B akan terjadi tolak menolak antar molekul HCℓ
C. Gaya dwikutub-dwikutub di atas bergantung pada orientasi kedua
molekul
D. Energi potensial diantara dwikutub yang berjarak R akan merosot jika
jaraknya R-3
E. Interaksi dwikutub-dwikutub mempengaruhi kepolaran HCℓ pada
konsentrasi 1,5 M
55 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
3. Suatu senyawa yang terdiri dari 3 atom X, Y, dan Z membentuk senyawa ionic
atau kovalen atau lainnya. jika nomor atom Unsur X = 16, Nomor Atom Y = 8,
dan Nomor Atom Z = 17, maka senyawa yang akan terbentuk adalah senyawa
dengan ikatan:
A. Ionik XYZ2
B. Ionik XYZ3
C. Ionik XYZ4
D. Kovalen nonpolar X2YZ
E. Kovalen XYZ2
4. Molekul dibawah ini hubungan hibridasi, bentuk molekul, dan senyawa yang
tepat adalah:
Hibridasi Bentuk Molekul Senyawa
A sp2 Tetrahedron BF3
B sp3 Trigonal piramida SO42-
C sp2d Persegi datar C2H4
D sp3d Segitiga bipiramida AsCℓ5
E sp3d2 Bujur sangkar [Cr(NH3)6]3+
5. Suatu senyawa yang terdiri dari 3 atom X, Y, dan Z membentuk senyawa ionic
atau kovalen atau lainnya. jika nomor atom Unsur X = 1, Nomor Atom Y = 8,
dan Nomor Atom Z = 17, maka senyawa yang akan terbentuk adalah senyawa
dengan ikatan:
A. Ionik XYZ3
B. Ionik XYZ4
C. Kovalen XYZ
D. Kovalen koordinat XYZ3
E. Kovalen non polar X2YZ
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 56
6. Pernyataan dibawah ini yang tepat, alasan jika suatu zat A dan zat B tidak
dapat bercampur membentuk larutan homogen adalah:
A. Gaya-gaya intermolekul tak sejenis lebih besar dibanding molekul
sejenis
B. Gaya tarik antara molekul tak sejenis lebih kecil dibandingkan molekul
sejenis
C. Zat A dan zat B tidak memiliki gaya intermolekul dan gaya tarik antar
molekul
D. Zat A dan zat B tidak memiliki ikatan ion dan kovalen yang jelas
E. Zat A dan zat B tidak memiliki kepolaran yang sama
7. Jenis hibridisasi sp2 terdapat pada senyawa
A. BF3
B. BeCl2
C. CH4
D. PCl5
E. SF6
8. Suatu senyawa yang terdiri dari 3 atom X, Y, dan Z membentuk senyawa ionic
atau kovalen atau lainnya. jika nomor atom Unsur X = 19, Nomor Atom Y = 25,
dan Nomor Atom Z = 8, maka senyawa yang akan terbentuk adalah senyawa
dengan ikatan:
A. Ionik, XYZ
B. Ionik, XYZ3
C. Ionik, XYZ4
D. Kation XYZ
E. Kation XY4Z
57 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
9. Molekul dibawah ini hubungan hibridasi, bentuk molekul, dan senyawa yang
tepat adalah:
Hibridasi Bentuk Molekul Senyawa
A sp2 Tetrahedron C2H2
B sp3 Trigonal piramida H2S
C sp2d Persegi datar C2H4
D sp3d Segitiga bipiramida H2O
E sp3d2 Oktahedron [Cr(NH3)6]3+
10. Bentuk geometri dan sifat kemagnetan dari senyawa [Ni(CN)]2‾ adalah:
A. Tetrahedral, diagmanetik
B. Oktahedral, paramagnetic
C. Tetrahedral, paramagnetic
D. Oktahedral, diamagnetic
E. Segiempat planar, diamagnetic
11. Taksonomi Anderson dan Krathwol menyempurnakan taksonomi Benjamin S.
Bloom mengembangkan ranah kognitif dengan urutan berikut:
A. ingatan; pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis, dan evaluasi
B. ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, síntesis
C. ingatan, pemahaman, síntesis, aplikasi, analisis, dan evaluasi
D. ingatan, pemahaman, aplikasi,analisis, evaluasi, dan, mencipta
E. ingatan, pemahaman, síntesis, aplikasi, analisis, aplikasi dan evaluasi
12. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain; berpikir dan
bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis,
merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi dengan tepat, adalah….
A. Role Playing
B. Inquiry
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 58
C. Problem Solving
D. Picture and Picture
E. Problem solution
13. Faktor yang penting dipertimbangkan guru dalam melaksanakan diskusi
pemecahan masalah tentang perbedaan ikatan ion dengan ikatan kovalen
melalui proses pembelajaran adalah:
A. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan diskusi
B. Rumusan masalah yang harus didiskusikan
C. Jumlah peserta didik yang mengikti pembelajaran
D. Motivasi belajar siswa
E. LKPD yang digunakan
14. Mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data (informasi) dengan
berbagai teknik, mengasosiasi/menganalisis/mengolah data (informasi) dan
menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari
kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Langkah yang dilakukan Bu Siska itu merupakan bagian dari model
pembelajaran…
A. portofolio
B. saintifik
C. penemuan
D. autentik
E. Kontekstual
59 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
15. Perhatikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran ikatan kovalen yang
masih acak berikut ini!
1) Mengorganisasi siswa dalam belajar tentang ikatan kovalen
2) Orientasi siswa pada masalah
3) Membimbing penyelidikan siswa secara mandiri atau kelompok
4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Jika langkah-langkah tersebut disusun mengikuti urutan model pembelajaran
Problem Based Learning, urutan langkah yang tepat adalah ....
A. 1-2-3-4
B. 2-3-1-4
C. 3-2-1-4
D. 2-3-1-4
E. 3-1-2-4
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 60
B. Penilaian
1. Penilaian untuk Guru
a. Penilaian Mandiri Guru
Setelah menyelesaikan seluruh aktivitas dalam Unit Pembelajaran dan
mencoba soal tes formatif, Anda dapat memperkirakan tingkat keberhasilan Anda
dengan mengisi instrumen penilaian diri berikut ini. Isilah lembar persepsi diri ini
dengan objektif dan jujur dengan memberikan tanda ceklis (√) pada kolom
penilaian diri sesuai target kompetensi yang ditetapkan.
Tabel 9 Instrumen Penilaian Diri Bagi Guru
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Diri Ket
Guru Tercapai Belum
1.3 Mengidentifikasi bekal-ajar awal
peserta didik dalam mata
pelajaran yang diampu.
2.1 Menerapkan berbagai teori
belajar dan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendidik
terkait dengan mata pelajaran
yang diampu.
3.3 Menentukan pengalaman belajar
yang sesuai untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang
diampu.
3.4 Memilih materi pembelajaran
yang diampu yang terkait
dengan pengalaman belajar dan
tujuan pembelajaran.
4.3 Menyusun rancangan
pembelajaran yang lengkap, baik
untuk kegiatan di dalam kelas,
laboratorium, maupun lapangan.
5.1 Memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran yang diampu.
8.1 Menerapkan prinsip-prinsip
penilaian dan evaluasi proses
dan hasil belajar sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran yang
diampu.
8.4 Mengembangkan instrumen
penilaian dan evaluasi proses
dan hasil belajar.
61 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
20.1 Menjelaskan kecenderungan
suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya.
20.2 Menjelaskan proses
pembentukan ikatan ion.
20.3 Menjelaskan proses
pembentukan ikatan kovalen
tunggal, rangkap dua, dan
rangkap tiga.
20.4 Menjelaskan proses
pembentukan ikatan kovalen
koordinasi.
20.5 Menjelaskan perbedaan antara
ikatan kovalen polar dan ikatan
kovalen nonpolar.
20.6 Menjelaskan pembentukan
ikatan logam.
20.7 Menjelaskan karakteristik
senyawa ion atau senyawa
kovalen berdasarkan beberapa
sifat fisika.
21.2 Menganalisis kompetensi dasar
mata pelajaran yang diampu.
21.3 Menganalisi tujuan pembelajaran
yang diampu.
Catatan:
b. Penilaian oleh Atasan/Teman Sejawat/Asesor/Fasilitator
Tabel 10 Instrumen Penilaian Guru oleh Asesor/Fasilitator
Penilaian oleh
Indikator Pencapaian Kompetensi Guru Fasilitator Ket
Tercapai Belum
1.3 Mengidentifikasi bekal-ajar
awal peserta didik dalam mata
pelajaran yang diampu.
2.1 Menerapkan berbagai teori
belajar dan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendidik
terkait dengan mata pelajaran
yang diampu.
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 62
3.3 Menentukan pengalaman
3.4 belajar yang sesuai untuk
4.3 mencapai tujuan pembelajaran
yang diampu.
5.1
8.1 Memilih materi pembelajaran
yang diampu yang terkait
8.4 dengan pengalaman belajar
20.1 dan tujuan pembelajaran.
20.2
20.3 Menyusun rancangan
20.4 pembelajaran yang lengkap,
20.5 baik untuk kegiatan di dalam
20.6 kelas, laboratorium, maupun
20.7 lapangan.
21.2
Memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi
dalam pembelajaran yang
diampu.
Menerapkan prinsip-prinsip
penilaian dan evaluasi proses
dan hasil belajar sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran
yang diampu.
Mengembangkan instrumen
penilaian dan evaluasi proses
dan hasil belajar.
Menjelaskan kecenderungan
suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya.
Menjelaskan proses
pembentukan ikatan ion.
Menjelaskan proses
pembentukan ikatan kovalen
tunggal, rangkap dua, dan
rangkap tiga.
Menjelaskan proses
pembentukan ikatan kovalen
koordinasi.
Menjelaskan perbedaan antara
ikatan kovalen polar dan ikatan
kovalen nonpolar.
Menjelaskan pembentukan
ikatan logam.
Menjelaskan karakteristik
senyawa ion atau senyawa
kovalen berdasarkan beberapa
sifat fisika.
Menganalisis kompetensi dasar
mata pelajaran yang diampu.
63 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
21.3 Menganalisi tujuan
pembelajaran yang diampu.
Catatan:
2. Penilaian untuk Peserta Didik
a. Penilaian Mandiri oleh Peserta Didik
Mintalah peserta didik untuk mengisi lembar penilaian diri untuk
memperkirakan tingkat keberhasilan peserta didik dalam menguasai kompetensi
dasar yang Anda ajarkan. Berikut contoh instrumen penilaian diri peserta didik.
Anda dapat mengembangkannya sesuai keperluan. Isi secara objektif dan jujur
dengan memberikan tanda ceklis (√) pada kolom penilaian diri sesuai indikator
pencapaian kompetensi dasar yang ditetapkan.
Tabel 11 Instrumen Penilaian Diri bagi Peserta Didik
Indikator Capaian Kompetensi Penilaian Diri Ket.
Tercapai Belum
3.5.1 Menjelaskan pengertian ikatan ion dan
3.5.2
3.5.3 kovalen.
3.5.4
3.5.5 Membandingkan proses pembentukan
3.5.6
ikatan ion dan kovalen koordinasi.
4.5.1
Menjelaskan proses pembentukan
4.5.3
4.5.4 ikatan kovalen koordinasi.
Menjelaskan tentang ikatan logam
Menjelaskan sifat senyawa ion dan
kovalen
Menganalisis senyawa yang memiliki
ikatan ion ikatan kovalen dan ikatan
kovalen koordinasi berdasarkan sifat
fisik
Merancang struktur lewis model bentuk
molekul Membuat model bentuk
molekul menggunakan bahan-bahan di
lingkungan sekitar
Mempresentasikan produk model
bentuk molekul
Membuat model bentuk molekul
menggunakan aplikasi Chemscatch
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 64
4.5.5 Merancang dan melakukan percobaan
untuk membedakan antara senyawa
kovalen dengan senyawa ion
berdasarkan sifat fisika nya (uji titik
leleh, perbandingan kelarutan, uji
wujud, uji bau dan kemudahan
terbakar)
Catatan:
65 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
b. Penilaian oleh Guru
Tabel 12 Instrumen Penilaian Peserta Didik oleh Guru
Indikator Capaian Kompetensi Penilaian oleh Guru Ket.
Tercapai Belum
3.5.1 Menjelaskan pengertian ikatan ion dan
kovalen.
3.5.2 Membandingkan proses pembentukan
ikatan ion dan kovalen koordinasi.
3.5.3 Menjelaskan proses pembentukan
ikatan kovalen koordinasi.
3.5.4 Menjelaskan tentang ikatan logam
3.5.5 Menjelaskan sifat senyawa ion dan
kovalen
3.5.6 Menganalisis senyawa yang memiliki
ikatan ion ikatan kovalen dan ikatan
kovalen koordinasi berdasarkan sifat
fisik
4.5.1 Merancang struktur lewis model bentuk
molekul Membuat model bentuk
molekul menggunakan bahan-bahan di
lingkungan sekitar
4.5.3 Mempresentasikan produk model bentuk
molekul
4.5.4 Membuat model bentuk molekul
menggunakan aplikasi Chemscatch
4.5.5 Merancang dan melakukan percobaan
untuk membedakan antara senyawa
kovalen dengan senyawa ion
berdasarkan sifat fisika nya (uji titik
leleh, perbandingan kelarutan, uji
wujud, uji bau dan kemudahan terbakar)
Catatan:
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 66
06 PENUTUP
Anda telah memepelajari Unit Pembelajaran ini, selanjutnya Anda dapat
menerapkan desain pembelajaran yang telah disusun kepada peserta didik di
kelas masing- masing. Semoga Unit Pembelajaran ini dapat menjadi referensi
Anda dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian yang berorientasi
Higher Order Thinking Skills/HOTS, terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, dan
literasi dalam rangka mencapai kecakapan Abad ke-21, membentuk generasi
unggul yang moderat, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.
Aktivitas pembelajaran yang disajikan dalam Unit Pembelajaran ini perlu
Anda sesuaikan dengan kondisi nyata kelas Anda masing-masing. Anda perlu
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas
Anda sehingga memudahkan mengimplementasikan secara teknis. Selain itu,
Anda masih perlu mengembangkan instumen penilaian lainnya yang berorientasi
HOTS dengan mengacu pada contoh kisi-kisi soal yang disajikan dalam Unit
Pembelajaran. Anda perlu mengaktifkan diri dalam kegiatan MGMP Kimia untuk
melakukan hal tersebut serta mengembangkan Unit Pembelajaran secara
bersama rekan sejawat guru kimia lainnya.
Penulis menyadari bahwa Unit Pembelajaran ini masih banyak kekurangan.
Untuk itu, penulis mengharap saran dan masukan yang membangun demi lebih
sempurnanya Unit Pembelajaran ini maupun dalam upaya perbaikan dan
pengembangan Unit Pembelajaran lainnya. Semoga Unit Pembelajaran ini
bermanfaat bagi khasanah ilmu pengetahuan dan pembelajaran secara
umum maupun bagi pihak-pihak yang memerlukan.
67 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF
1. C
2. E
3. E
4. D
5. C
6. E
7. A
8. C
9. B
10. E
11. D
12. C
13. B
14. B
15. B
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 68
GLOSARIUM
Anion : atom yang menerima elektron akan bermuatan negatif.
Elektron valensi : jumlah elektron pada kulit terluar dari suatu atom netral.
Elektron dapat berikatan dengan elektron-elektron
valensi dari atom lain untuk membentuk ikatan kimia.
Ikatan Ionik : ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarikan
elektrostatis antar ion-ion yang memiliki muatan yang
berlawanan dalam suatu senyawa kimia. Ikatan ion
terbentuk ketika elektron valensi dari suatu atom
berpindah ke atom lain.
Ikatan kovalen : ikatan kovalen dihasilkan dari ikatan yang terjadi adanya
pemakaian sepasang elektron atau lebih secara
bersama-sama
Ikatan kovalen : Ikatan kovalen koordinasi juga bisa disebut dengan
koordinat ikatan kovalen datif. Ikatan kovalen koordinasi
merupakan suatu ikatan dari sepasang elektron antara 2
atom atau beberapa atom, dimana kedua elektron
tersebut diberikan oleh salah satu atom.
Ikatan logam : ikatan logam adalah gaya elektrostatis yang terjadi
antara ion-ion suatu logam dengan elektron-elektron
bebas yang menyebar di sekitar atom logam tersebut.
Indikator : perilaku, pengetahuan, atau keterampilan yang dapat
pencapaian diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan
kompetensi ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi
acuan penilaian mata pelajaran.
69 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
Kation : atom yang melepaskan elektron menjadi ion bermuatan
positif
Kompetensi Dasar : kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu
mata pelajaran pada Sekolah Menengah Atas/ Madrasah
Aliyah yang mengacu pada Kompetensi Inti.
Konfigurasi : menggambarkan penataan elektron-elektron dalam
elektron suatu atom untuk mengetahui jumlah kulit yang dimiliki
sebuah atom dan elektron valensinya.
Kurikulum : seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
Lambang Lewis sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
Muatan formal pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
: lambang unsur kimia yang sekelilingnya ada titik atau
silang. Titik-titik tunggal pada setiap sisi dari lambang
unsur kimia sampai ke jumlah maksimum empat.
: jumlah elektron valensi dalam atom bebas dikurangi
jumlah elektron yang dimiliki oleh atom tersebut dalam
struktur Lewis.
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 70
DAFTAR PUSTAKA
Barrett, Jack. 2001. Structure and Bonding. London: RS.C London University Press.
Beiser, A. 1990. Konsep Fisika Modern. Edisi Keempat, a.b. The Houw Liong.
Jakarta: Erlangga.
Bitar. 2020. Ikatan Kovalen. https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-kovalen/.
Diakses 7 September 2020
Brady, James E. 1990. General Chemistry Principle and Structure. United States:
Wiley.
Brown, Theodore. L et al. (2012). Chemistry The Central Science (12th Ed). San
Fransisco: Pearson Prentice Hall.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti (Edisi 3. Jilid 1). Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Cotton, F.A. dan Wilkinson, G. 2014. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI Press.
Dosen Pendidikan 2. 2020. Elektronegativitas.
https://www.dosenpendidikan.co.id/elektronegativitas/. Diakses 7
September 2020.
Fessenden, R.J. dan Fessenden, J.S. 1982. Pudjaatmaka, A.H. Kimia Organik (Edisi
2. Jilid 1). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Gallagher, R. & Igram, P. (2011). Complete Chemistry for Cambridge IGCSE. (Edisi
Kedua). New York: Oxford University Press.
Huheey, J. E., Keiter, E. A. dan Keiter, R. L. (1993). Inorganic Chemistry: Principles
of Structure and Reactivity, Fourth Edition. New York:Harper Collins
College Publishers.
https://www.britannica.com/science/chemical-bonding
https://www.britannica.com/science/ionic-bond
https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Organic_Chemistry/Supplemental_Modu
les_(Organic_Chemistry)/Fundamentals/Ionic_and_Covalent_Bonds
#:~:text=Ionic%20bonding%20is%20the%20complete,become%20a
%20negatively%20charged%20anion.
71 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia
https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/ionic-bond
https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-ion/
Manku, G. S. (1980). Theoritical Principles of Inorganic Chemistry. New Delhi: Tata
McGraw-Hill Publishing Company Limited.
Purcell, K. F. dan Kotz, J. C. (1980). Inorganic Chemistry. Philadelphia: Saunders
College Publishing.
Rodgers, G. E. (1994). Introduction to Coordination, Solid State, and Descriptive
Inorganic Chemistry. New York: McGraw-Hill, Inc.
Pettruci, R. 1985. General Chemistry. Erlangga, Jakarta.
Suryana, Hisam. 2020. Elektronegativitas Pengertian Ukuran dan Peranan.
https://hisham.id/elektronegativitas-pengertian-ukuran-dan-
peranan.html
Unit Pembelajaran 2 : Ikatan Kimia 72
73 Unit Pembelajaran 2 : Ikatan
Kimia