BERKREASI
SENI RUPA
2D
MOH. HURI, S.Pd
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Informasi Perangkat Ajar
Nama Penyusun : Moh. Huri, S.Pd
Nama Institusi : SMA Sunan Giri
Menganti
Tahun Penyusunan : 2022
Jenjang Sekolah : SMA
Kelas/ semester : X/genap
Alokasi Waktu : 4 TM = 8 x45
menit
Tujuan Pembelajaran
Fase Capaian Pembelajaran (CP) : Fase E
Domain CP : Seni budaya
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu berkreasi karya
senirupa 2 dimensi
Pengetahuan dan/atau Keterampilan atau Kompetensi Prasyarat
:
1. Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan mengidentifikasi bahan
media dan alat serta teknik yang digunakan dalam berkarya seni rupa 2
dimensi. (kognitif)
2. Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam berkarya seni rupa
2 dimensi. ( psikomotor)
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Profil Pelajar Pancasila
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
dengan cara melatih peserta didik berdoa sebelum dan sesudah
belajar.
2. Berkebhinekaan global dengan cara melatih peserta didik tidak
membeda-medakan teman ketika pembentukan kelompok diskusi
3. Mandiri dengan cara melatih peserta didik agar bertanggungjawab
dalam menggerjakan tugasnya tanpa memberi beban kepada teman
maupun orangtua
4. Bergotong royong dengan cara melatih peserta didik untuk saling
membantu dalam kerjasama kelompok saat diskusi
5. Bernalar kritis dengan cara melatih peserta didik dengan pertanyaan –
pertanyaan dalam peristiwa kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan topik materi
6. Kreatif dengan cara melatih siswa menunjukkan ide-ide serta inovasi
dalam berkarya
Sarana dan Prasarana
Fasilitas :
1. LCD Projector
2. Komputer/laptop
3. Buku paket
Lingkungan Belajar :
Kelas, dan luar kelas (lapangan atau halaman sekolah)
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Target Peserta Didik
Kategori Peserta Didik : Siswa reguler
Model Pembelajaran
Model Pembelajaran : Tatap muka
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis, teknik,
alat\bahan, dan prosedur dalam berkarya seni 2 dimensi
Pemahaman Bermakna
Pemahaman Bermakna : Aktifitas berkarya seni 2 dimensi
Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan Pemantik :
Dalam berkarya seni rupa 2 D, anda harus melakukan proses berkarya
untuk menghasilkan karya yang maksimal. Alat, bahan, dan teknik apa saja
yang harus kamu kuasai?
Kegiatan Pembelajaran Profil Pelajar Waktu
Pancasila
Kegiatan
/Sintaks Deskripsi
Pendahu Mandiri 10 menit
luan Gotong Royong
• Guru mengucapkan salam dan memberi motivasi Kebhinekaan
Kegiatan
Inti : peserta didik Global
Mengas • Berdoa sebelum mulai pelajaran dipimpin oleh ketua Kreatif
Berfikir kritis
kelasdan mengabsen kehadiran peserta didik Beriman, bertakwa
Bernyanyi Lagu Indonesia Raya (jika saat jam kepada Tuhan
YME, dan
pertama) berakhlak mulia
Literasi Baca AlQuran dilanjutkan literasi membaca
buku pilihan (jika saat jam pertama)
• Gurumemberikan apersepsi materi yang akan
diajarkan
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang
perbedaan bahan dan teknik dalam proses berkarya
seni rupa
• Guru menyampaikan penilaian yang akan dilakukan
selama pembelajaran
• Guru Menyampaikan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai
Guru dan Peserta didik melakukan analisa dengan Mandiri 75 menit
menggunakan tabel-tabel untuk membedakan bahan, Gotong Royong
unsur,prinsip dan teknik karya seni rupa 2 dimensi.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
osiasi Guru memfasilitasi peserta didik Kebhinekaan
Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar Global
Mengom
unikasik kelompok untuk mengkonfirmasikan kebenaran Kreatif
an informasiyang telah di dapat Berfikir kritis
Penutup Beriman, bertakwa
Peserta didik menyimpulkan permasalahan bahan,
unsur, prinsip dan teknik karya seni rupa 2 dimensi, kepada Tuhan
YME, dan
Guru membantu memberi penguatan kesimpulan berakhlak mulia
• Guru merefleksi dan memberikan kesimpulan dari 5 menit
hasil diskusi kelompok
• Guru memberikan penilaian pembelajaran secara lisan
atau tertulis
• Guru mengumpulkan hasil kerja siswa
• Guru memberikan tindak lanjut hasil penilaian
(pengayaan/remedial)
• Guru memberikan penguatan materi yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik
• Guru membeikan salam penutup
Kegiatan Profil Pelajar Waktu
/Sintaks Deskripsi Pancasila
Pendahu • Guru mengucapkan salam dan memberi motivasi Mandiri 10 menit
luan
peserta didik Gotong Royong
Kegiatan
Inti : • Berdoa sebelum mulai pelajaran dipimpin oleh ketua Kebhinekaan
Mengam
ati kelasdan mengabsen kehadiran peserta didik Global
Mengaju
kan Bernyanyi Lagu Indonesia Raya (jika saat jam Kreatif
pertama) Berfikir kritis
Literasi Baca AlQuran dilanjutkan literasi membaca Beriman,
buku pilihan (jika saat jam pertama)
• Gurumemberikan apersepsi materi yang akan bertakwa kepada
Tuhan YME,
diajarkan
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang dan berakhlak
mulia
bahan dan teknik dalam membuat karya seni rupa dua
dimensi
• Guru menyampaikan penilaian yang akan dilakukan
selama pembelajaran
• Guru Menyampaikan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai
75 menit
• Guru menunjukkan sebuah model /contoh gambar, Mandiri
• Peserta didik mengamati modeltersebut dan model Gotong Royong
Kebhinekaan
lain sebagai referensi baru
• Guru menanyakan tentang bahan dan teknik karya Global
Kreatif
seni rupa 2 dimensi, Berfikir kritis
• Peserta didik mengeksplorasi apa yang telah diamati
tentang bahan dan teknik karya seni rupa 2 dimensi
berdasarkan model
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
pertanya Beriman,
an
bertakwa kepada
Penutup
Tuhan YME,
dan berakhlak
mulia
• Guru merefleksi dan memberikan kesimpulan dari
hasil diskusi kelompok 5 menit
• Guru memberikan penilaian pembelajaran secara lisan
atau tertulis
• Guru mengumpulkan hasil kerja siswa
• Guru memberikan tindak lanjut hasil penilaian
(pengayaan/remedial)
• Guru memberikan penguatan materi yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik
• Guru membeikan salam penutup
•
Kegiatan Profil Pelajar Waktu
/Sintaks Deskripsi Pancasila
Pendahu Pendahuluan : 10 menit
luan • Guru mengucapkan salam dan memberi motivasi
Mandiri
peserta didik Gotong Royong
• Berdoa sebelum mulai pelajaran dipimpin oleh ketua Kebhinekaan
Global
kelasdan mengabsen kehadiran peserta didik Kreatif
Berfikir kritis
Bernyanyi Lagu Indonesia Raya (jika saat jam pertama) Beriman,
bertakwa kepada
Literasi Baca AlQuran dilanjutkan literasi membaca Tuhan YME,
dan berakhlak
buku pilihan (jika saat jam pertama) mulia
• Gurumemberikan apersepsi materi yang akan diajarkan
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang bahan
dan teknik dalam membuat karya seni rupa dua dimensi
• Guru menyampaikan penilaian yang akan dilakukan
selama pembelajaran
• Guru Menyampaikan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai
Kegiatan • Guru menyampaikan dugaan atau kemungkinan bahan Mandiri 75 menit
Inti :
Mengaju dan teknik yang digunakan, Gotong Royong
kan
dugaan Peserta didik melakukan penalaran terhadap Mandiri Kebhinekaan
Gotong Royong Global
Kebhinekaan Global Kreatif
Penutup
Kreatif Berfikir kritis
Berfikir kritis Beriman,
• Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak bertakwa kepada
mulia kemungkinan atau dugaan bahan dan teknik yang Tuhan YME,
digunakan dalam berkarya 2 dimensi secara jujur dan berakhlak
mulia
• Guru merefleksi dan memberikan kesimpulan dari
diskusi dan hasil berkarya 5 menit
• Guru memberikan penilaian pembelajaran secara lisan
atau tertulis
• Guru mengumpulkan hasil kerja siswa
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
• Guru memberikan tindak lanjut hasil penilaian
(pengayaan/remedial)
• Guru memberikan penguatan materi yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik
•
Kegiatan Profil Pelajar Waktu
/Sintaks Deskripsi Pancasila
Pendahu • Guru mengucapkan salam dan memberi motivasi Mandiri 10 menit
luan peserta didik Gotong Royong
• Berdoa sebelum mulai pelajaran dipimpin oleh ketua Kebhinekaan
kelasdan mengabsen kehadiran peserta didik Global
Bernyanyi Lagu Indonesia Raya (jika saat jam pertama) Kreatif
Literasi Baca AlQuran dilanjutkan literasi membaca Berfikir kritis
buku pilihan (jika saat jam pertama) Beriman,
• Gurumemberikan apersepsi materi yang akan diajarkan bertakwa
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang kepada Tuhan
membuat karya seni rupa 2 dimensi dengan melihat YME, dan
model karya seni batik berakhlak mulia
• Guru menyampaikan penilaian yang akan dilakukan
selama pembelajaran
• Guru Menyampaikan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai
•
Kegiatan Mandiri 75 menit
Inti :
Mengum • Guru dan Peserta didik mengumpulkan data untuk Gotong Royong
pulkan
data memprediksi dugaan yang paling tepat untuk Kebhinekaan
menyimpulkan bahan dan teknik yang digunakan dalam Global
karya seni rupa 2 dimensi ( seni batik ) Kreatif
Merum • Guru dan Peserta didik melakukan kegiatan membuat Berfikir kritis
uskan karya seni batik khas Gresik secara jujur sebagai hasil Beriman,
kesimp dari kesimpulan yang telah dianalisis dan menyajikan
sebagai hasil karya. bertakwa
kepada Tuhan
YME, dan
berakhlak mulia
ulan-
kesimp
ulan
Penutup : 5 menit
• Guru merefleksi dan memberikan kesimpulan dari hasil
diskusi kelompok
• Guru memberikan penguatan materi yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik
• Guru memberikan salam penutup
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Asesmen
Asesmen : Observasi, Tes Lisan. Tes Tulis, Unjuk Kerja
Pengayaan dan Remidial
Pengayaan : Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang
sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran
pengayaan untuk perluasan dan/atau pendalaman materi (kompetensi)
antara lain dalam bentuk latihan variasi materi dengan kesulitan lebih
tinggi atau meringkas buku-buku
referensi
Remidial : Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar
sesuai hasil analisis penilaian, melakukan latihan lagi / pembelajaran
ulang dengan bimbingan perorangan melalui pengawasan guru dan
pemanfaatan tutor sebaya yang sudah
menguasahi materi.
Lembar Kerja Peserta Didik
Tes Tulis :
1. Apa yang kamu ketahui tentang seni rupa 2 dimensi?
2. Sebutkan macam teknik seni rupa 2 dimensi?
3. Apa saja nama ragam jenis seni rupa 2 dimensi?
4. Sebutkan perbedaan alat serta bahan dalam seni 2 dimensi?
5. Buatlah variasi dan kombinasi teknik untuk berkarya seni 2
dimensi!
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Sekolah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Mata Pelajaran MEMBUAT DESAIN MOTIF BATIK
Tahun Pembelajaran
Waktu : SMA Sunan Giri Menganti
Nama Siswa : SENI BUDAYA (Seni Rupa)
Kelas/ No. Absen : 2021/2022
: 4 x 45 menit
:
:
A. Materi pembelajaran dalam mendesain modifikasi motif batik khas Gresik adalah sebagai berikut:
1. Obyek , adalah segala sesuatu yang menjadi inspirasi munculnya ide/gagasan.
2. Gambar stilasi adalah menggayakan obyek atau merubah bentuk tanpa meninggalkan bentuk aslinya.
3. Stilasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1) Penyederhanaan bentuk
2) Deformasi (merubah bentuk tanpa meninggalkan bentuk aslinya)
4. Desain adalah proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru.
5. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika dan berbagai macam aspek
lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming maupun dari desain
yang sudah ada sebelumnya.
B. Buatlah desain modifikasi motif seni batik khas Gresik secara individu yang sebelumnya sudah melakukan
kegiatan observasi tentang bentuk-bentuk flora atau fauna yang ada di sekitar sekolah atau di daerah
Gresik
Mulailah mengerjakan dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran proses pembuatan desain
modifikasi motif batik khas Gresik.
C. Langkah – langkah kerja
1. Persiapan. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam mendesain adalah kertas yang akan digambari,
pensil, penghapus, spidol, kuas, dan cat
2. Perhatikan obyek yang akan dijadikan motif batik yang merupakan hasil observasi
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
3. Tentukan ide atau gagasan setelah melihat obyek yang dipilih setelah melakukan observasi.
4. Tuangkanlah ide atau gagasan dalam bentuk gambar stilasi ke media kertas untuk menjadi motif
utama dalam batik
5. Buatlah isen-isen dari motif utama atau dari bentuk lain yang bisa di komposisikan
6. Setelah pemilihan motif utama dan isen-isennya ditentukan, maka aturlah menjadi satu kesatuan
yang utuh di sebuah kertas.
7. Selanjutnya warnailah desain yang telah dibuat dengan warna cat poster, cat air, pensil dan
sebagainya
8. Untuk desain yang akan dijadikan tekstil, maka dibuat sesuai dengan industri tekstil yaitu motif
harus bertemu antara bagian atas dengan bawah dan bagian samping kiri dengan samping kanan
sehingga mempermudahkan dalam produksi tekstil.
D. LEMBAR OBSERVASI/PENGAMATAN OBYEK
Sekolah :
Mata Pelajaran :
Tahun Pelajaran :
Nama Siswa :
Kelas / No. Absen:
NO Obyek yang di Observasi Uraian Hasil Pengamatan
1
2
3
E. LEMBAR ANALISA PROSES MENDESAIN
Sekolah :
Mata Pelajaran :
Tahun Pelajaran :
Nama Siswa :
Kelas / No. Absen:
NO Langkah kegiatan Uraian Kesulitan yang dialami
1 Persiapan.
2 Menentukan obyek yang akan
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
dijadikan motif batik
3 Menentukan ide atau gagasan
4 Menuangkan ide atau gagasan
dalam bentuk gambar stilasi
menjadi motif utama
5 Membuat isen-isen dari motif
utama
6 Mengkomposisikan motif
utama dan isen-isennya
7 Mewarnai desain yang telah
dibuat
8 Membuat desain tekstil
F. Buatlah desain modifikasi motif khas Gresik sesuai dengan hasil Obervasi di bawah ini atau di
lembar lain jika untuk desain tekstil :
Ide / gagasan :
Judul desain :
Mengetahui Gresik, 23 Maret 2022
Kepala SMA Sunan Giri Menganti Guru Mata Pelajaran Seni Budaya
Dra. Hj. SITI MUNIRO MOH. HURI, S.Pd
NIP. 19650121 200801 2 005 Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
MODUL AJAR SENI BUDAYA KELAS X SMA Sunan Giri MENGANTI
INFORMASI UMUM
A IDENTITAS MODUL
Nama penyusun ; Moh. Huri, S.Pd
Institusi : SMA Sunan Giri Menganti
Tahun penyusunan : 2022
Jenjang : Kelas X
Alokasi Waktu :4 TM (8 X 45 )
B KOMPETENSI AWAL :
1. Peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi tehnik dan mencoba untuk mendokumentasi karya seni
rupa
2. Karya peserta didik mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang
sesuai dengan dokumentasi karya seni rupa
C PROFIL PELAJAR PANCASILA :
1. Berkebhinekaan global
2. Mandiri
3. Berpikir kritis
4. Gotong royong
5. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
D SARANA DAN PRASARANA :
• Laptop
• Proyektor
• Alat tulis
• Referensi pendukung yang relevan
E TARGET PESERTA DIDIK : Reguler
F MODEL PEMBELAJARAN : Blended learning
KOMPONEN INTI
A TUJUAN PEMBELAJARAN :
Elemen Mengalami
1. Peserta didik mampu menjelaskan konsep dokumentasi Jurnal Visual
2. Peserta didik dapat menguraikan tujuan dokumentasi berkarya dalam jurnal visua.
3. Peserta didik dapat memilih tehnik dokumentasi yang dibutuhkan dalam mendokumentasikan karya seni rupa
dengan tepat.
4. Peserta didik mampu mendokumentasikan proses produksi berkarya menggunakan kosa kata seni rupa yang
sesuai.
B PEMAHAMAN BERMAKNA :
Jurnal Visual adalah kumpulan Dokumentasi proses berkarya yang lengkap dn berurutan sesuai waktu
berprosesnya.
C PERTANYAAN PEMANTIK :
• Apa pendapatmu tentang pengertian dokumentasi?
• Apa pendapatmu tentang jurnal visual ?
• Sebutkan tehnik yang bias dipakai dalam pembuatan dokumentasi!
• Sebutkan bahan dan alat yang bisa digunakan untuk membuat jurnal visual?
D KEGIATAN PEMBELAJARAN :
Discovery Learning
1. Stimulation
Siswa mencari sumber literasi tentang konsep kreatif pembuatan jurnal visual .
2. Data Collection
Secara kolaborasi, siswa mengumpulkan semua data dari sumber literasi
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
3. Data Processing
Dengan konsep berpikir kritis, siswa mendiskusikan seluruh hasil data temuannya.
4. Verification
Siswa mempresentasikan hasil diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari teman sebaya dan guru sebagai
bahan verifikasi
5.Generalization
Siswa menarik kesimpulan dari hasil diskusi
E ASESMEN : Asesmen sumatif
F PENGAYAAN DAN REMEDIAL :
Pengayaan
Bagi siswa sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan melakukan apresiasi karya seni dengan level teknik
yang lebih tinggi
Remidial
Bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar diberi pendampingan untuk mengulangi materi yang tidak
dikuasai.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
MATERI AJAR BACAAN GURU DAN SISWA
MATERI AJAR BACAAN GURU DAN SISWA
Pengertian Seni adalah segala bentuk karya, karsa dan cipta yang mempunyai nilai estetika.
Banyak batasan seni yang dikemukakan oleh pakar seni dan budayawan namun intinya sama.
Pakar seni itu antara lain Plato, Lessing, JJ Reusseau, Aristoteles, Poul Klee, Herbert Read, Ki Hajar Dewantara,
Achdiat Karta Mihardja, Drs. Sudarmaji dll.
Seni Rupa adalah seni yang berwujud atau berbentuk.
Seni Rupa menurut dimensi/matranya ada 2 yaitu:
a. 2 dimensi (dwimatra) yaitu seni yang hanya mempunyai ukuran p x l, datar dan hanya dapat dilihat dari satu
sisi/depan saja.
b. 3 dimensi (trimatra) yaitu seni yang mempunyai ukuran p x l x t, bervolume dan dapat dilihat dari segala sisi atau
arah.
Seni Rupa menurut teknik pembuatannya ada 3 yaitu :
a. Teknik handmade (tangan)
b. Teknik masinal (mesin)
c. Teknik komputer
Seni Rupa menurut tujuannya adalah:
a. Seni Murni yaitu seni yang hanya mengutamakan nilai estetika saja.
b. Seni Terapan yaitu seni yang selain mengutamakan nilai estetika juga nilai guna.
UNSUR-UNSUR SENI RUPA
a. Titik
b. Garis
c. Bidang
d. Bentuk
e. Tekstur
f. Warna
g. Gelap terang
PRINSIP SENI RUPA
a. Proporsi
b. Balance
c. Ritme
d. Unity
e. Empasis
f. Kontras
g. Harmony
1. MATERI FAKTA
Karya seni rupa dua dimensi
1. Foto atau komposisi tentang buah-buahan
2. Foto atau komposisi tentang benda-benda rumah tangga
3. Foto atau komposisi tentang benda-benda berkebun
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Jenis bahan/alat, media,karya seni rupa dua dimensi.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
2. MATERI PRINSIP
Menggambar adalah membuat goresan sebagai usaha menyajikan persepsi visual (gambar) yang secara grafis memiliki
kemiripan dengan suatu bentuk. Sedang yang dimaksud dengan menggambar alam benda adalah menggambar dengan
cara melihat secara langsung bentuk-bentuk benda yang dijadikan obyek gambar. Dalam menggambar juga tidak lepas
dari penggunaan unsur-unsur seni rupa, yaitu: garis, bidang, bentuk, komposisi, dan arsir. Berbagai macam obyek dapat
digunakan sebagai bahan atau materi menggambar bentuk, diantaranya adalah: alam benda, flora fauna, dan dan manusia.
Obyek dalam menggambar bentuk umumnya dapat dilihat oleh indera mata dan sebagian besar dapat diraba. Obyek
dalam menggambar alam benda sangat luas, secara sederhana obyek tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar yaitu: benda dalam rumah dan luar rumah.
1. Alat dan Media Menggambar Bentuk
Alat dan media merupakan faktor utama dan sangat penting dalam menggambar bentuk. Hal itu tanpa mengesampingkan
faktor bakat serta dukungan latihan yang intensif dan terus menerus. Sebelum menggambar bentuk sebaiknya kamu
mempersiapkan dahulu alat dan media yang diperlukan. Tanpa persiapan alat dan media akan mengurangi ketepatan
menggambar sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun jangan khawatir, alat dan media menggambar bentuk sudah
banyak tersedia di toko-toko seni rupa atau toko buku. Kamu tinggal memilih sesuai dengan karakter objek gambar.
Selain alat dan media yang telah tersedia, kamu dapat pula memakai alat yang ada di sekitarmu, contohnya arang kayu,
jelaga, biji-bijian, atau daun-daunan yang memiliki pigmen warna. Adapun alat dan media yang biasanya dipergunakan
dalam menggambar bentuk antara lain sebagai berikut.
a. Bidang Gambar
Kertas gambar merupakan bahan utama untuk menggambar bentuk. Kertas ini terdiri atas beragam jenis sesuai dengan
keperluan dan kepentingan masing-masing. Namun, orang lazimnya menggunakan kertas gambar putih seperti karton
putih atau kertas tipis seperti kertas HVS. Kertas gambar untuk keperluan menggambar bentuk sebaiknya bertekstur kasar
dan tidak licin. Selain kertas, bidang gambar yang lainnya adalah papan tulis dan plastik transparan. Kedua benda tersebut
bisa menjadi alternatif dari kertas gambar.
b. Pensil
Pensil yang dapat digunakan menggambar bentuk adalah pensil yang memiliki isi berupa grafit berwarna hitam. Pensil ini
terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, jenis pensil yang bertanda H (Hard) atau pensil keras yang biasanya digunakan untuk
menggambar teknik bagi para perancang bangunan (arsitek), mulai dari H, 2H, 3H, …HHHH. Ukuran tersebut berarti
semakin banyak H-nya pensil akan semakin keras. Kedua, jenis pensil sedang, yaitu pensil yang bertanda HB dan F.
Ketiga, yaitu jenis pensil yang bertanda B, 2B, 3B, 4B, …BB. Huruf B berasal dari kata ”Bold” atau warnanya
hitam/pekat. Semakin banyak angka pengikutnya maka semakin lunak. Pensil jenis inilah cocok untuk menggambar
bentuk.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
2. Prinsip-prinsip menggambar bentuk:
1. Perspektif, merupakan prinsip menggambar sesuai dengan penglihatan. Objek gambar yang dekat digambar lebih
besar, tinggi, dan jelas.
2. Proporsi, merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain secara menyeluruh
3. Komposisi, diartikan dengan susunan atau letak objek gambar yang menyatu
4. Gelap-terang (Half-Tone). Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang
5. (putih atau warna muda). Sedangkan yang tidak terkena cahaya berkesan gelap (hitam atau warna tua).
6. Bayang-bayang (Shadow) untuk menunjukkan kesan tiga dimensi (realis).
Pendekatan yang digunakan dalam menggambar bentuk:
1. Pendekatan dengan model, berarti dalam menggambar tersedia benda yang menjadi objek gambar. Keuntungan
pendekatan dengan model:
a. Objek gambar lebih jelas
b. Ketepatan sudut gambar lebih terjamin
2. Pendekatan tanpa-model, mempunyai arti bahwa kegiatan menggambar tidak disertai adanya contoh atau benda
sebagai objek gambar
3. MATERI KONSEP
Menggambar Alam Benda
Istilah dalarn bahasa Inggris untuk alam benda adalah ‘still life’. Kata ini mengandung makna tentang menggambar secara
langsung suatu benda diam yang sengaja disusun untuk keperluan itu. Kegiatan menggambar alam benda sebagai subyek
utama diketahui mulai sejak abad XIV. Sebelum itu gambar alam benda hanya sebagai pendukung dari sebuah tema
utama lukisan.
Ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai dalam menggambar alam benda yaitu :
a. Memilih dan menyusun benda yang akan digambar serta menentukan sudut pandang yang baik.
b. Mentransformasikan bentuk tiga dimensi ke atas bidang dua dimensi dengan garis dan unsur lainnya.
c. Menjadikan ilusi tiga dimensi terhadap benda yang digambar dengan menerapkan prinsip perspektif, memberikan
warna dan gelap terang.
d. Mentransformasikan karakter benda yang digambar misalnya karakter benda keras, lunak, liat, dan pejal.
Apabila keempat syarat minimal ini dikuasai, niscaya menggambar alam benda dapat berhasil. Sebelum praktek, ada
baiknya memperhatikan gambar di bawah ini. Lihatlah bagaimana teknik dan bahan yang digunakan, bentuk-bentuk
benda yang digambar, gelap terang dan karakter bendanya. Masalah pertama yang menjadi pertimbangan untuk
menggambar alam benda adalah tentang jenis benda apa yang ingin digambar, karena pemilihan terhadap obyek yang
digambar itu menentukan keberhasilannya. Ada dua macam obyek dalam menggambar alam benda, yakni obyek buatan
manusia dan obyek alami. Obyek tidak perlu yang muluk-muluk, benda sederhanapun dapat menjadi obyek dan
menghasilkan gambar yang baik. Hal ini tergantung dari bagaimana kita dapat mengenali keindahan dari benda itu untuk
diungkapkan secara visual. Selain itu penyusunan terhadap obyek perlu mendapat perhatian pula, tidak perlu. susunan
yang penuh dengan kerumitan.
Empat (4) Teknik Menggambar Bentuk
1. Teknik linier
2. Teknik dussel
3. Teknik blok
4. Teknik transparan
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Menggambar bentuk adalah proses membuat gambar dengan mengacu pada model yang ada di lingkungan kita, yang
telah dilakukan penataan atau penyusunan yang artistik. Baik model dari benda mati atau still life, maupun model
tumbuhan, hewan dan manusia.
4. MATERI PROSEDUR
1. Teknik Menggambar Bentuk
Sebelumnya membahas teknik menggambar perlu saya ingatkan bahwa menggambar tidak lepas dari hukum persepektif
dan anatomis, sehingga perlu dipahami dahulu dua hal tersebut agar supaya dalam menggambar sesuai dengan apa yang
kita lihat. Teknik menggambar hanyalah upaya kita untuk merealisasikan image kita yang dipengaruhi oleh media kita.
Teknik menggambar terdiri dari beberapa macam, antara lain :
Gambar1:Teknik arsir, media pensil diatas kertas
a. Teknik Arsir
Teknik mengambar arsir lebih menekankan pada kekauatan garis (stroke). Dilakukan berulang-ulang secara sejajar
maupun tumpang berpotongan, hal ini dilakukan untuk memberikan kesan gelap. Atau dapat dilakukan secara sejajar
dengan memperhatikan kerapatannya saja, apabila dilakukan dengan rapat menyebabkan kesan gelap dan sebaliknya.
Atau menggunakan tekanan yang ringan dan kuat dilakukan secara diulang-ulang. Alat yang digunakan biasanya pensil,
spidol, crayon, konte, kapur, arang, dll.
Mengarsir merupakan bagian terpenting dalam menggambar realistis. Arsiran yang bagus dapat memberikan berbagai
texture dalam gambar. Di artikel ini saya akan menjelaskan teknik dasar mengarsir.
Selain pensil alat yang dibutuhkan pada saat mengarsir yaitu alat blendingnya (alat untuk meratakan/ mencampurkan
arsiran) seperti torrtilon, blending stump, atau yang mudah di dapat seperti tissue, kapas, dan cotton bud.
Gambar 2:Sebelum diblendingGambar 3:Sesudah diblending
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pensilnya harus selalu runcing agar hasil arsirannya lembut dan merata.
Karena kertas memiliki texture yang bergigi, jika mengarsir dengan pensil yang tumpul ujung pensil tidak akan
menyentuh bagian terdalam dari kertas, hanya bisa menyentuh permukaan luarnya saja.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Agar gambar terlihat realistis. Arah arsiran harus sesuai bentuk objek. Agar gambar yang dihasilkan tidak terlihat begitu
flat. Seperti gambar dibawah ini.
Lalu ada beberapa teknik mengarsir yang biasa digunakan artis professional.
Dari gambar di samping kita bisa melihat ada tiga macam cara mengarsir. Yang
pertama itu arsiran biasa (hatching), lalu yang kedua yaitu arsiran dengan membentuk
bulatan-bulatan kecil (scribbling), biasanya cara mengarsir seperti scribling dilakukan
untuk menghasilkan texture kulit, dan yang ketiga yaitu teknik crosshatching.
Scribling
Gambar di atas merupakan contoh lebih jelas teknik mengarsir dengan cara membuat bulatan bulatan kecil yang tidak
beratusan.
Gambar di atas merupakan contoh jelas bagaimana membuat arsiran crosshatching.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Masih ada satu lagi cara mengarsir yaitu Stippling. Ini adalah cara mengarsir dengan memberikan titik titik, dan untuk
memberikan value warna yang berbeda yaitu bisa dengan merapatkan atau merenggangkan (jarang) pengisian titiknya.
b. Teknik Dussel (Gosok)
Teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip
pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat digunakan untuk teknik menggambar yang satu ini. Pada teknik ini stroke/garis
akan dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosok (dussel). Yang paling cocok untuk teknik menggambar ini
adalah menggunakan jenis pensil yang lunak (2B ke atas) atau konte dan krayon.
c. Teknik Blok (Silhouette)
Teknik menggambar ini memang jarang kita jumpai sehingga tampak seperti sesuatu yang baru. Teknik ini lebih
menekankan pada perwujudan karakter objek. Dengan hanya melihat silhuetnya saja kita bisa menebak bentuk dari objek
tersebut.
d. Teknik Titik (Pointilisme )
Teknik menggambar ini menitikberatkan pada penggunaan titik (dot) untuk membentuk gambar. barangkali ada yang
bertanya berapa banyak titik harus dibuat? Ya jawabnya tergantubg dari besar kecilnya gambar serta ditailnya.
Penyusunan titik-titik yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan titik. Kerapatan penyusunan titik-titik adalah untuk
menentukan gelap terang dari suatu objek agar tampak pejal (kesan tiga dimensional).
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Teknik Pointilis (Dot), pena diatas kertas
2. Langkah-langkah menggambar bentuk:
a. Pengamatan : kegiatan mengenali objek yang akan digambar
b. Sketsa : gambar dasar (gambar yang belum jadi)
c. Menentukan gelap-terang dengan memperhatikan arah cahaya.
d. Menentukan teknik dengan menyesuaikan alat dan bahan yang digunakan. Bila menggunakan pensil gambar
(warna), teknik arsir atau dusel lebih cepat. Dahulukan warna muda dan warna gelap tidak harus hitam.
e. Sentuhan akhir dengan memberikan penekanan pada karya gambar bentuk.
3. Teknik Menggambar Bentuk
a. Teknik linear merupakan teknik menggambar dengan menjadikan garis sebagai unsur utama;
b. Teknik blok merupakan cara menggambar dengan menggunakan satu warna;
c. Teknik arsir merupakan cara menggambar dengan garis-garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap-
terang objek gambar sehingga tampak seperti tiga dimensi;
d. Teknik dusel merupakan cara menentukan gelap-terang pada gambar dengan menggoreskan pinsil dalam posisi
miring/rebah;
e. Teknik Pointilis merupakan cara menentukan gelap-terang dengan memberi titik-titik padat untuk bagian gelap
dan titik-titik yang jarang untuk bagian yang agak terang;
1. Teknik Aquarel merupakan cara menggambar dengan menggunakan sapuan tipis pewarna cat air, sehingga
hasilnya tampak transparan atau tembus pandang;
2. Teknik Plakat merupakan cara menggambar menggunakan bahan cat air atau cat poster dengan sapuan warna
tebal, sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam praktek menggambar alam benda adalah:
1. Proporsi, yaitu ukuran perbandingan antara bagian-bagian benda yang digambar
2. Komposisi, yaitu susunan keseluruhan dari obyek atau benda yang digambar dengan bidang gambar
3. Perspektif, yaitu pandangan kedalaman yang serasi dari obyek atau benda yang digambar
4. Terjemahan bahan atau tekstur, yaitu wujud permukaan dari obyek atau benda yang digambar sesuai sifat
bahannya.
Langkah-langkah menggambar bentuk (alam benda) :
1. Ambilah dua buah benda susunlah benda tersebut dalam komposisi yang paling enak dipandang. Bualah sketsa
kedua benda tersebut diatas kertas gambar.
2. Berilah arsiran tipis pada bagian-bagian benda yang gelap, kemudian secara perlahan tebalkan bagian yang gelap
tersebut.
3. Gunakan bagian yang paling gelap untuk membandingkan tonasi gelap terang pada bagian yang lain.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Materi Batik
Karya seni rupa dua dimensi berupa batik tulis
Batik Madura
Siapa Yang Tidak Mengetahui Kata Madura.Madura Adalah Salah Satu Pulau Yang Terletak Di Sebelah Timur
Laut Jawa Timur, Dan Juga Madura Adalah Salah Satu Provinsi Di Negara Indonesia. Di Provinsi Ini Banyak Tempat –
Tempat Indah Yang Dapat Kita Kunjungi Di Sini. Dan Di Daerah Ini Juga Terdapat Banyak Makanan Daerah Madura
Yang Sangat Enak .Dan Juga Daerah Ini Juga Memiliki Karya Seni Yang Merupakan Salah Satu Harta Bangsa
Indonesia, Yaitu Batik.
Kali Ini Kita Akan Membahas Tentang Karya Seni Batik Di Provinsi Madura. Di Sini Kita Akan Membahas:
Sejarah Batik Madura
Ciri Khas Batik Madura
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Jenis – Jenis Batik Madura
DLL
Sejarah Batik Madura :
Kain Batik Madura mulai dikenal masyarakat luas pada abad ke 16 dan 17 sejak zaman kerajaan.Alkisah bermula ketika
sedang terjadi peperangan di daerah Pamekasan Madura.Peperangan tersebut antara Ke’ Lesap melawan Raden Azhar
(Kiai Penghulu Bagandan). Raden Azhar adalah ulama penasihat spriritual Adipati Pamekasan yang memiliki nama
Raden Ismail atauAdipati Arya Adikara IV. Sedangkan Ke’ Lesap merupakan putera Madura asli keturunan Cakraningrat
I dengan istri selir.
Raden Azhar memakai pakaian kebesaran batik motif parang atau dalam bahasa Madura lazim disebut motif leres yaitu
kain batik dengan motif garis melintang simetris dalam peperangan tersebut.Saat memakai kain batik motif parang,
terlihat Raden Azhar memiliki kharisma dan tampak gagah.Sejak saat itulah, jenis batik menjadi perbincangan di
kalangan masyarakat Madura terutama pembesar-pembesar di Pamekasan.
Di Jogjakarta dan Solo, Jenis kain batik parang adalah pakaian kebesaran para raja.Konon katanya, mereka yang rakyat
biasa pantang memakainya.tetapi itu dulu, jika sekarang bolehlah asal tidak dipakai saat bertemu dengan raja. Misalnya
dipakai untuk kondangan atau menghadiri rapat. Tokoh masyarakat penting yang mengenalkan kain batik ke Madura
adalah seorang Adipati Sumenep, Arya Wiraraja yang tidak lain merupakan sekutu dekat Raden Wijaya, sebagai pendiri
kerajaan Majapahit.
Batik Keraton Sumenep :
Sumenep terletak di timur pulau Madura yang masih memiliki karaton yang masih terpelihara hingga
sekarang.Berbeda dengan batik Madura batik sumeneb berwarna kecokelatan soga, hampir menyerupau batik
dari karaton Mataram.Meski demikian juga terdapat batik biru tua, atau hitam dan putih namun dengan
tambahan sedikit rona hijau dan merah. Ragam hias sawat dan lar diperkirakan merupakan pengaruh Mataram
ketika Mataram menguasai Sumenep. Beberapa contoh batiknya adalah : lar, sekar jagad, lereng, limar buket,
carcena lobang.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Ciri Khas Batik Madura :
Keindahan corak dan motif dengan warna yang tegas dan berani. Meski tampak kasar, bukan
berarti batik madura terkesan murahan. Keindahan batik ini adalah warnanya yang semakin lama
semakin cerah setelah anda mencucinya beberapa kali.
Warna yang digunakan memberi kesan cerah serta menonjol dan beragam seperti merah, kuning,
hijau dan biru. Seiring dengan perkembangan jaman, para pengrajin dari madura mulai
menambahkan beberapa warna yang lebih modern antara lain pink, orange dan ungu. Warna-
warna ini dihasilkan dari pewarna alam yaitu soga alam seperti mengkudu dan tingi untuk warna
merah, daun tarum untuk warna biru, kulit mendu ditambah lawas untuk warna hijau.
Seringkali batik Madura ditemukan dalam warna merah, ini melambangkan karakter keras dan
kuat. Sama Seperti karakter penduduknya.
Dalam desainnya terdapat banyak tarikan garis. Ragam motifnya banyak diambil dari motif
tumbuhan dan binatang, serta motif kombinasi kreasi pembatik.
Batik yang memiliki motif bebas dan warna berani biasanya dibuat oleh pengrajin dari daerah
pesisir. Contoh batik pesisiran adalah batik Bangkalan, oleh karena itu coraknya beragam dan
berwarna cerah. Batik Bangkalan yang terkenal adalah batik Gentongan. Batik pesisiran lainnya
adalah Batik pamekasan dengan motif serta warna tajam dan cerah seperti Sekarjagat, Keong
Mas, Matahari, Daun dan Gurik.
Beberapa motif Batik Pamekasan lain yang sudah didaftarkan antara lain Karaben Sapeh,
Sakereh, Kempeng Saladerih, Padih – kepa dan Manik-manik. Batik yang memiliki corak klasik
dan cenderung menggunakan warna redup berasal dari daerah pedalaman.
Terdapat retakan alami yang dibentuk dari proses pewarnaan yang dilakukan sekian lama untuk
memperoleh warna batik yang tahan lama. Retakan – retakan ini justru membuat batik Madura
terlihat lebih indah dan menunjukkan keaslian batik tulis Madura.
Motif Batik Madura :
( Motif Flora Dan Fauna )
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Motif ini paling banyak jenisnya pada batik tulis madura.Motif flora adalah motif bunga dengan berbagai
kombinasinya. Biasanya motif ini digabungkan dengan motif yang lain seperti dengan serat kayu maupun beras
tumpah. Sedangakan motif fauna adalah motif binatang yang biasanya menghiasi bunga bunga tersebut.
( Motif Sekar Jagad )
Motif sekar jagad merupakan salah satu ciri khas batik tulis madura.Motif ini merupakan gabungan dari
beberapa jenis flora, beras tumpah, daun maupun motif abstrak yang terletak pada bagian kotak kotak tertentu
dan digabungkan menjadi satu kain.Motif batik sekar jagad ini banyak sekali jenisnya mulai dari yang
sederhana dua warna sampai dengan pembatikan beberapa kali dan tingkat kerapianya juga bermacam-macam.
Biasanya semakin bagus bahan dasarnya maka tingkat kerapian sekar jagad ini akansemakin kecil-kecil dan
rapi dan tentunya harga juga semakin mahal.
( Motif Selingkuh )
Motif batik selingkuh ini tergolong baru karena inovasi dai pembatik yang menggabungkan motif madura
dengan motif batik dari daerah lain misalnya motif mega mendung dari batik cirebon. seperti contoh di bawah
ini adalah gabungan antara motif Madura dengan Cirebon.
( Motif Kontemporer )
ini merupakan motif baru pada batik tulis madura, pewarnaanya juga beda daripada yang lain. Batik tulis
kontemporer merupakan hasil inovasi terkini dari motif batik madura.biasanya batik kontemporer memiliki
warna cerah dan tidak lazim daripada batik-batik yang lain, sebenarnya istilah kontemporer disini adalah
modern atau batik yang dibuat untuk mengikuti zaman. jadi motif batik dan pewarnaanya mengikuti jaman
tidak terikat pakem tertentu.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
( Motif Gurik)
adalah proses pembatikan lebih dari satu kali. Motif ini memiliki ciri khas pembatikan yang bertumpuk-
tumpuk karena biasanya pembatikanya dilakukan lebih dari satu kali.Maksudnya disini adalah setelah dibatik
dan dibersihkan kain yang sudah dibatik tersebut dibatik kembali atau ditumpuk pembatikanya. Batik gurik
biasanya berharga dua kali lipat dari batik tulis biasa karena sama saja membeli dua batik dalam satu kain dan
hasilnya juga terlihat semakin bagus.
( Motif Klasik Madura )
Motif batik klasik madura biasanya berwarna coklat dan agak gelap, akan tetapi tidak jarangmemiliki warna
coklatmuda. Warna coklat yang mendominasi pada motif batik ini mengingatkan akan batik pekalongan, batik
jogja, batik solo dll.
( Motif Matahari )
Batik ini merupakan salah satu motif asli madura yaitu memiliki tumpal yang berbentuk “V” atau kadang
berbentuk sinar matahari pada bagian tengahnya. Tumpal ini biasanya dapat digunakan pada kemeja bagian
belakang atau bagian depan pada dress. Seorang penjahit akan kesulitan untuk membuat baju dengan motif ini,
akan tetapi jika sudah jadi maka baju yang dipakai akan telihat lebih elegan.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
( Motif Beras Tumpah )
Yang dimaksud dengan motif beras tumpah adalah motif batik dimana hampir seluruh kain terdapat titik titik
putih, kadang juga diselingin dengan flora maupun fauna. Pada motif beras tumpah, jika batik dilihat dari jarak
jauh maka akan terlihat warna putih, akan tetapi jika dilihat dari dekat maka akan terlihat titik titik putihnya.
( Motif Daun )
Selain motif flora, motif daun juga banyak dipakai pada batik tulis madura. Biasanya motif batik daun digabung
dengan motif lain akan tetapi motif yang dominan tetap berupa daun
( Motif Serat Kayu )
Batik dengan motif serat kayu biasanya memiliki warna dasar yang mencolok dan cerah. Batik yang biasa
disebut dengan batik bakaran pada daerah tertentu ini memiliki proses pembatikan yang lain daripada proses
pembatikan biasa. Salah satu ciri dari motif batik serat kayu adalah adanya coretan-coretan hitam membentuk
suatu serat yang tidak teratur di seluruh kain.
( Motif Tanjung Bumi )
Tanjung Bumi merupakan daerah yang menjadi sentra batik yang cukup terkemuka di Pulau
Madura. Kebanyakan motif batik Tanjung Bumi berkisar pada motif batik tulis pesisir yang dipengaruhi oleh
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
lingkungan dan letak geografisnya.Warna-warna khas batik tulis di daerah ini menggunakan warna-warna yang
tajam dan kontras yang disesuaikan dengan karakter masyarakat Madura.Salah satu warna yang menjadi ciri
khas adalah warna merah.Biasanya ada setitik warna merah pada motif daun, bunga, merak, dan sebagainya.
( Motif Kerang )
Terinspirasi dari sebuah kerang ang dijajar maka terbentuklah motif kerang ini. Biasanya motif ini akan terlihat
bertumpuk tumpuk seperti jajaran kerang.
( Motif Amuba )
Salah satu motif batik modern yang terinspirasi dari hewan mikroskopik amuba atau protozoa, biasanya
bentuknya berupa jajaran genjang atau berbentuk amuba. Selain itu juga terdapat motif motif seperti bentuk
hewan kecil lain seperti paramecium (hewan sandal), Amuba, Plasmodium dan hewan bersel satu yang lain.
( Motif Potean )
Batik yang memiliki warna dasar putih ini disebut potean oleh warga madura.Batik ini banyak ditemui di
daerah Sumenep.Motif batik potean biasanya juga dihiasi bermacam macam motif flora fauna.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
( Motif Tali )
Tidak jarang motif tali ini beredar, bentuknya berupa tali panjang yang tidak ada ujungnya, baik yang jelas
maupun yang ruwet.
1. Konsep :Batik adalah berasal dari kata Amba dan Titik, yang berarti garis dan titik. Batik adalah Gambar
garis dan titik yg dibentuk berbagai macam motif flora dan fauna. Batik merupakan melukis diatas kain yang
menggunakan alat canting dan bahan malam.
2. Prinsip
Mengidentifikasi gambar menggunakan canting berbahan malam diatas kain.
3. Prosedur
- membuat pola/sketsa
- nglowongi/pencantingan
- pewarnaan
- plorodan/perontokan
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Artistik Glossarium
Eksperimen
Artistik Nilai seni yang terdapat pada benda atau tempat yang diamati
Dua Dimensi Percobaan yang direncanakan untuk menemukan nilai seni untuk berkarya
Tiga Dimensi
Teori Warna Karya seni rupa dengan dimensi panjang dan lebar, bersifat datar atau relief
Warna Primer (contoh: lukisan, gambar, sketsa, poster, gambar desain, foto)
Warna Sekunder Karya seni rupa dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi dan bisa dilihat
tampilannya dari berbagai tiga arah: atas, depan, samping.
Warna Tersier (contoh: patung)
Pengetahuan tentang warna, jenis dan kategorinya
Warna Netral Warna dasar atau pokok yang terdiri dari merah, kuning, biru
Unsur Seni Rupa Tingkatan kategori warna kedua yang tercipta dari campuran dua warna dari
warna primer.
Warna-warna sekunder antara lain adalah: jingga, ungu, hijau
1)jingga adalah campuran dari merah dan kuning
2)ungu adalah campuran dari merah dan biru
3)hijau adalah campuran dari kuning dan biru
Tingkatan kategori warna ketiga yang tercipta dari campuran warna dari warna
primer dan tersier
Warna-warna tersier antara lain adalah: coklat kemerahan, coklat kekuningan,
coklat kebiruan
1)coklat kemerahan adalah campuran dari merah dan hijau
2)coklat kekuningan adalah campuran dari kuning dan ungu
3)coklat kebiruan adalah campuran dari biru dan jingga
4)Toska adalah campuran dari hijau dan biru
5)Hijau Lemon adalah campuran dari kuning dan hijau
6)Ambar adalah campuran dari kuning dan jingga
7)Vermilion adalah campuran dari jingga dan merah
8)Magenta adalah campuran dari merah dan ungu
9)Nila adalah campuran dari ungu dan biru
Warna yang dapat diserasikan dengan warna apapun, yakni: hitam dan putih
Semua hal yang terkandung dalam karya seni rupa antara lain: titik, garis, bidang,
warna, bentuk, pola dan tekstur
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Titik Noktah, lingkaran penuh berwarna hitam
Garis Coretan panjang lurus ataupun lengkung
Bidang Permukaan yang rata dan bersifat dua dimensi
Bentuk Gambaran kategori suatu bidang (geometris, biomorfis/ organis)
Geometris: gambaran bidang dengan pengukuran matematis
Biomorfis/organis: gambaran bidang yang tidak memiliki pengukuran
matematis
Warna Kesan yang ditangkap oleh mata
Pola Pengulangan salah satu atau dua dari unsur seni rupa
Tekstur Jenis penampakan permukaan (halus – kasar)
Prinsip Desain Tata cara pengorganisasian unsur rupa untuk membuat karya seni
Kesatuan Perpaduan unsur-unsur rupa
Keseimbangan Nilai keseluruhan unsur seni rupa yang disusun. Dalam seni rupa, nilai
keseimbangan dapat bersifat simetris (seimbang di dua sisi) atau asimetris (tidak
seimbang)
Penekanan Fokus atau pusat dalam sebuah karya seni rupa
Skala/ Proporsi Peletakan dua elemen yang memiliki nilai yang berlawanan pada satu karya rupa
Hirarki Penekanan yang disusun secara berurutan baik dari kecil-besar, gelap-terang dan
sebaliknya
Kontras Penempatan dua unsur desain yang saling bertentangan antara satu dengan yang
lainnya pada satu karya rupa
Alokasi waktu Alokasi waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian satu
Berfikir kritis kompetensi dasar
Eksplorasi Kemampuan untuk berfikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus
dilakukan atau yang harus dipercaya
proses pencarianatau penjelajahan yang bertujuan untuk menemukan sesuatu
Jurnal visual kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan sesuai
Sketsa waktu berprosesnya
gambar yang bersifat cepat yang menampilkan garis garis besarnya saja, yang
tidak dimaksutkan sebagai hasil akhir dari suatu karya
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Refleksi Guru
Untuk mengetahui keberhasian proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi
kegiatan belajar mengajar di kelas. Cobalah untuk menjawab pertanyaan dibawah ini
1. Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil dilakukan?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
5. Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu diperhatikan
sebagai guru ?
Penilaian
Prosedur tes : Penilaian akhir
Jenis Tes : Tes Diri (Self Assesment) Bentuk tes : Objektif (Daftar chek list) Instrumen tes :
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
LEMBAR PENILAIAN DIRI
Nama:
Kelas/ Semester:
Petunjuk :
1. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda chek list(v)pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.
2. Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru.
No. Pertanyaan ya tidak
1 Saya sudah bias menjelaskan konsep dokumentasi jurnal visual.
2 Saya sudah bias menguraikan tujuan dokumentasi berkarya
dalam jurnal visual
3 Saya sudah memahami tehnik dokumentasi yang dibutuhkan
dalam mendokumentasikan karya seni rupa dengan tepat
4 Saya sudah memilih tehnik dokumentasi yang dibutuhkan dalam
mendokumentasikan karya seni rupa dengan tepat
5 Saya dapat menjelaskan proses produksi karya saya melalui
jurnal visual yang saya buat
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti
Daftar Pustaka
Kemendikbud, 2018. Buku Panduan Guru Seni Budaya SMA Kls XI,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia 2018: Jakarta.
http://gurumuda.com/bse/menggambar-alam-benda-2#more-21905
SURYAHADI, A. Agung, 2008, Seni Rupa Menjadi Sensitif, Kreatif, Apresiatif dan Produktif Jilid 2 untuk SMK,
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, hal 302 – 311.
Budiyanto, Wahyu Gatot dkk, 2008, Kriya Keramik untuk SMK Jilid 1, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional, h. 25 – 28.
Moh. Huri, S.Pd – SMA Sunan Giri Menganti