JOURNALISTIC
dan 12 surat kabar dalam bahasa Melayu seperti Bintang Barat, Hindia-
Nederland, Dinihari, Bintang Djohar (terbit di Bogor), Selompret
Melajoe, Tjahaja Moelia, Pemberitaan Bahroe (Surabaya) dan surat kabar
berbahasa Jawa, Bromatani yang terbit di Solo.
Dengan adanya surat kabar, beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia
mulai memanfaatkan pers sebagai alat perjuangan. Namun, hal ini
dihambat oleh pemerintah Belanda dengan membuat UU untuk
membendung pengaruh pers di Indonesia. Pemerintah Belanda
mengeluarkan peraturan yang berisi pasal-pasal ancaman hukuman
terhadap siapa pun yang menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian,
serta penghinaan terhadap pemerintah Belanda, sekutu, atau kelompok
penduduk Belanda.
2. ZAMAN JEPANG
Saat Jepang masuk dan menguasai Indonesia, surat kabar yang beredar di
Indonesia pelan-pelan mulai diambil alih. Salah satunya adalah dengan
menyatukan beberapa surat kabar untuk mempermudah dan memperketat
pengawasan pemerintah Jepang terhadap isi surat kabar. Konten surat
kabar pun kemudian dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk memuji-
muji pemerintahan Jepang. Di masa penjajahan Jepang, pers Indonesia
sama sekali tidak memiliki ruang kebebasan.
50
JOURNALISTIC
(sumber : today.line.me.id)
Pada gambar diatas tampak bahwa surat kabar tersebut bertuliskan
tanggal 24 Shichigatsu 2604, yang berarti tanggal 24 Juli 1944 pada
penanggalan Masehi. Salah satu surat kabar yang diizinkan terbit pada
masa itu adalah Tjahaja. Surat kabar ini sudah menggunakan Bahasa
Indonesia dan diterbitkan di Bandung. Kantor berita Tjahaja dipimpin oleh
Oto Iskandar Dinata, R. Bratanata, dan Mohamad Kurdi. Meskipun terbit
dan beredar di Indonesia, surat kabar ini memberitakan segala kondisi yang
terjadi di Jepang.
3. ZAMAN KEMERDEKAAN
Ketika pemerintah Jepang menggunakan surat kabar sebagai alat
propaganda pencitraan pemerintah, Indonesia juga melakukan perlawanan
dalam hal sabotase komunikasi. Edi Soeradi, seorang tokoh pers yang
menerbitkan surat kabar Berita Indonesia, melakukan propaganda agar
rakyat berdatangan pada Rapat Raksasa Ikada tanggal 19 September 1945
51
JOURNALISTIC
untuk mendengarkan pidato Bung Karno. Beberapa surat kabar yang
digunakan sebagai alat perjuangan lainnya adalah Harian Rakyat, Soeara
Indonesia, Pedoman Harianyang kemudian berubah nama
menjadi Soeara Merdeka (Bandung) , Kedaulatan
Rakyat(Bukittinggi), Demokrasi (Padang), dan Oetoesan
Soematra(Padang).
4. ZAMAN ORDE LAMA
Pers pada masa Orde Lama terbagi menjadi dua periode, yakni periode
Demokrasi Liberal dan periode Demokrasi Terpimpin. Pers pada masa
Demokrasi Liberal merupakan suatu masa di mana pers di Indonesia
mengalami kebebasan yang begitu besar. Setiap orang yang memiliki
modal dapat memiliki sebuah surat kabar sehingga bebas untuk
mengeluarkan pendapatnya tanpa harus terlebih dahulu mengurus
perizinan. Pers pada masa ini umumnya mewakili aliran-aliran politik yang
banyak bertentangan bahkan disalahgunakan untuk menebar fitnah,
mencaci maki, menjatuhkan martabat seseorang atau keluarga, tanpa
memikirkan ukuran sopan-santun dan tatakrama.
Kemudian, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden tahun 1959
yang membuat Indonesia memasuki sebuah era baru yaitu era Demokrasi
Terpimpin. Pada era ini, terdapat larangan terhadap kegiatan politik
termasuk pers. Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin
Cetak diperketat hingga kemudian para buruh dan pegawai surat kabar
banyak melakukan slowdown atau mogok secara halus. Selain itu, Partai
Komunis Indonesia (PKI) juga cukup berpengaruh dalam pemerintahan
Indonesia, sehingga berita yang diterbitkan separuhnya bersifat pro-
komunis.
52
JOURNALISTIC
5. ZAMAN ORDE BARU
Pada masa Orde Baru, lahirlah istilah Pers Pancasila, yaitu pers Indonesia
dalam arti pers yang orientasi, sikap dan tingkah lakunya didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hakikat pers Pancasila adalah pers
yang sehat, pers yang bebas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan
fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, serta
sebagai penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif.
Namun, masa kebebasan ini hanya berlangsung selama delapan tahun dan
semenjak terjadinya peristiwa malari (Malapetaka Limabelas Januari)
pada 15 Januari 1974, pers harus kembali seperti zaman orde lama. Dengan
peristiwa malari serta beberapa peristiwa lain, beberapa surat kabar
seperti Kompas, Harian Indonesia Raya, dan Majalah Tempo dilarang
terbit karena pers lagi-lagi dibayangi oleh kekuasaan pemerintah yang
cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta
menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja
pemerinta. Pers pasca peristiwa malari cenderung pers yang mewakili
kepentingan penguasa, pemerintah atau negara.
6. ZAMAN REFORMASI
Setelah melewati berbagai periode zaman, Reformasi merupakan masa
pencerahan terhadap kebebasan pers setelah runtuhnya rezim Soeharto
pada tahun 1998. Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie
menggantikan Soeharto sebagai presiden. Banyak media massa yang
muncul dan PWI bukan lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.
Kalangan pers kembali bernafas lega karena pemerintah mengeluarkan
UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU no. 40 tahun
1999 tentang Pers. Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa kemerdekaan
pers dijamin sebagai hak asasi warga negara (pasal 4 ayat 1) dan terhadap
pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan
53
JOURNALISTIC
penyiaran (pasal 4 ayat 2). Hingga kini, kegiatan jurnalisme diatur dengan
Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan
oleh Dewan Pers, walaupun, banyak kegiatan jurnalisme yang melanggar
kode etik pers sehingga masih menimbulkan kontroversi di masyarakat.
FUNGSI PERS
Pers tersebut memiliki fungsi atau peranan di indonesia dan juga dimasyarakat.
Fungsi Pers ialah sebagai berikut :
PERS SECARA UMUM
1. Memberikan suatu informasi pada masyarakat
2. Memberikan suatu kontrol pada masyarakat
3. Menghubungkan atau sebagai sarana suara-suara rakyat
4. Memberikan suatu hiburan pada masyarakat
5. Menambah suatu wawasan pada masyarakat
PERS DI INDONESIA
1. Media atau saluran informasi kepada masyarkat
2. Media atau saluran bagi opini publik dan juga debat publik
3. Media atau saluran Investigasi terhadap suatu masalah-masalah
publik
4. Media atau saluran pembelajaran
5. Media atau saluran kebijakan publik kepada masyarakat dan juga
program pemerintah
6. Memajukan kesejahteraan bangsa
PERS SEBAGAI MEDIA ENTERTAIMENT
Fungsi pers dalam media entertaiment ialah pers sebagai wahana hiburan
dengan melalui menampilkan berbagai macam seputar aktivitas dari artis,
selebritis, dan juga tampilan-tampilan yang menarik lainnya.
54
JOURNALISTIC
PERS SEBAGAI MEDIA KONTROL SOSIAL
Fungsi pers sebagai media kontrol sosial ialah yang memaparkan suatu
peristiwa yang buruk,atau keadaan-keadaan yang melanggar hukum, supaya
peristiwa tersebut tidak terulang lagi dan juga membuat kesadaran masyarakat.
PERS SEBAGAI LEMBAGA EKONOMI
Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi ialah pers merupakan suatu perusahaan
yang bergerak didalam bidang penerbitan yang menyajikan suatu berita dengan
bernilai jual tinggi serta juga melakukan periklanan yang menambah
keuntungan pada pers.
PERS SEBAGAI MEDIA INFORMASI
Fungsi pers didalam media informasi ialah pers memberikan dan juga
menyebarluaskan hal-hal yang perlu kita ketahui yakni suatu informasi.
PERS SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN
Fungsi pers dalam media pendidikan ialah pers didalam melakukan
penyebarluasan informasi yang mendidik dengan bentuk tulisan-tulisan atau
juga pemberitaan yang mengandung suatu pengetahuan.
CIRI-CIRI PERS
Mengacu pada definisi pers di atas, pers dapat dikenali melalui beberapa
karakteristik tertentu. Berikut ini adalah ciri-ciri pers pada umumnya:
55
JOURNALISTIC
1. Periodisitas
Sebuah lembaga dapat disebut pers bila dapat menerbitkan informasi dan
berita secara teratur dan periodik. Periodisitas mengedepankan jadwal
terbit, irama terbit, dan konsistensi.
2. Publisitas
Pers harus bisa menyebarkan berita atau informasi kepada khalayak
dengan sasaran yang heterogen, baik dari sisi psikografis maupun
geografis.
3. Aktualitas
Semua berita dan informasi yang dipublikasi oleh pers harus mengandung
unsur kebaruan, menunjukkan peristiwa yang baru dan sedang terjadi.
4. Universalitas
Artinya kita melihat pers dari sumber dan keanekaragaman materi yang
ada di dalamnya. Pada umumnya pers menyuguhkan banyak informasi,
namun selalu ada topik yang menjadi tajuk utama.
5. Objektivitas
Ini adalah nilai moral dan etikan yang harus dijunjung tinggi oleh semua
media massa dalam menjalankan profesinya, baik itu media cetak maupun
media online.
JENIS-JENIS PERS/MEDIA MASSA
Secara umum jenis media massa dapat dibagi menjadi dua, yaitu media massa
tradisional dan media massa modern. Berikut penjelasannya:
56
JOURNALISTIC
1. Media Massa Tradisional
Pers atau media massa tradisional adalah semua media massa dengan
otoritas dan punya organisasi yang jelas sebagai media. Beberapa media
massa tradisional adalah: surat kabar, majalah, radio, televisi, film, atau
layar lebar.
Beberapa ciri media massa tradisional:
• Adanya proses seleksi informasi, diterjemahkan dan didistribusikan
• Pers atau media massa hanya sebagai perantara dan mengirim
informasi melalaui saluran khusus
• Penerima informasi merupakan bagian dari masyarakat dan dapat
menyeleksi informasi yang diterima
• Interaksi antara sumber berita dan penerima sangat sedikit.
2. Media Massa Modern
Media massa modern merupakan semua media yang memiliki otoritas
dan merupakan organisasi media, dan juga media yang tidak punya
otoritas. Sekarang ini ada banyak media massa modern, misalnya situs
berita online, blog, media sosial, aplikasi chat, dan lain-lain.
Beberapa ciri media massa modern:
• Sumber informasi dapat mentransmisikan pesannya kepada
penerima, baik melalui internet maupun pesan SMS
• Isi informasi atau pesan disediakan oleh banyak pihak, baik individu
maupun organisasi
• Penyebaran informasi tidak melalui perantara, dan interaksi individu
sering terjadi
• Penerima informasi dapat menentukan waktu interaksi
57
JOURNALISTIC
HUKUM TENTANG PERS
Pers adalah profesi yang dilindungi hukum. Perlindungan hukum terhadap pers
tertuang dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945
Dalam UUD Tahun 1945 ada pasal yang menerangkan tentang hal yang
berhubungan dengan pers yakni pasal 28 F yang menerangkan tentang Hak
Asasi Manusia.
Dalam pasal 28 F dijelaskan kemerdekaan berserikat, berkumpul dan
berinformasi. Kemudian ada di Undang-Undang No. 40 tahun 1999 mengenai
pers (UU Pers). Dalam UU itu diatur bagaimana lembaga pers bisa berjalan dan
sanksi-sanksi jika ada pihak yang berusaha mengkriminalisasi pers. Lalu
apakah karena dilindungi hukum pers bisa menbuat berita sesuka hati dan
mengabaikan aturan? Tentu tidak.
Dalam menulis berita ada pedoman yang harus diikuti yakni Kode Etik
Jurnalistik (KEJ). Dalam KEJ dijelaskan pers harus menulis berita sesuai fakta,
cover both side, tidak menghakimi, menghormati dan merahasiakan identitas
korban, narasumber jika diperlukan dan rambu-rambu lainnya. Bagi mereka
yang menulis berita bablas tanpa memperhatikan KEJ, bisa jadi mereka bukan
pers profesional (mengingat banyak dan mudahnya membuat media saat ini).
CARA KERJA PERS
Berikut ini adalah cara kerja standar pers yang ada di Indonesia. Mungkin di
setiap media ada aturan masing-masing, tapi secara umum kinerja mereka
sama. Adapun tahapan membuat berita hingga berita terbit adalah sebagai
berikut.
1. PROYEKSI BERITA
Penentuan topik, atau pengajuan topik yang akan dibahas, siapa
narasumber dan pengumpulan data. Biasanya ini didiskusikan saat rapat
proyeksi.
58
JOURNALISTIC
2. PENGUMPULAN DATA
Wartawan mengumpulkan data maupun keterangan narasumber, foto dan
sebagainya.
3. PENGEDITAN
Tulisan wartawan akan masuk ke meja redaksi yang mana akan diedit
oleh redaktur atau editor. Redaktur akan menilai berita itu layak terbit atau
tidak.
Sebagian perusahaan akan menerbitkan berita setelah lolos dari redaktur.
Tapi ada juga yang melalui seleksi redaktur senior bahkan pemred terlebih
dahulu.
4. PENERBITAN
Untuk media online, penerbitan berita dilakukan oleh redaktur langsung
ketika sudah selesai diperiksa.
Untuk media cetak, penerbitan menunggu semua berita terkumpul,
kemudian proses lay out, pemeriksaan akhir, lalu dicetak.
59
JOURNALISTIC
BERITA
PENGERTIAN BERITA
Secara sosiologis, berita adalah semua hal yang terjadi di dunia. Dalam
gambaran yang sederhana, seperti dilukiskan dengan baik oleh para pakar
jurnalistik, berita adalah apa yang ditulis surat kabar, apa yang disiarkan radio,
dan apa yang ditayangkan televisi. Berita menampilkan fakta, tetapi tidak setiap
fakta merupakan berita. Berita biasanya menyangkut orang-orang, tetapi tidak
setiap orang bisa dijadikan berita. Berita merupakan sejumlah peristiwa yang
terjadi di dunia, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan. Banyak orang
mendefinisikan berita sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing.
Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa belum ada definisi berita secara
universal.
Untuk memperkuat penyajian atas peristiwa apa yang sedang kita pantau dan
bagaimana menyajikannya, reporter pencari berita harus mempunyai definisi
sendiri mengenai lingkup pekerjaannya. Dalam buku Here’s the News yang
dihimpun oleh Paul De Maeseneer, berita didefinisikan sebagai informasi baru
tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan), yang
berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh
mereka. Definisi berita tersebut mengandung unsur-unsur yang : a. Baru dan
penting, b. Bermakna dan berpengaruh, c. Menyangkut hidup orang banyak, d.
Relevan dan menarik.
60
JOURNALISTIC
Definisi lain dari berita, menurut Doug Newson dan James A. Wollert dalam
Media Writing : News for the Mass Media (1985:11) mengemukakan dalam
definisi sederhana, berita adalah apa saja yang ingin dan perlu diketahui orang
atau lebih luas lagi oleh masyarakat (dalam Sumadiria, 2005:64). Dengan
melaporkan berita, media massa memberikan informasi kepada masyarakat
mengenai apa yang mereka butuhkan.
Batasan-batasan yang diberikan oleh tokoh-tokoh lain mengenai berita, yang
dikutip Assegaff, 1983 (dalam Mondry, 2008:132-133) antara lain sebagai berikut
: a. M. Lyle Spencer, dalam buku News Writing menyebutkan, berita merupakan
kenyataan atau ide yang benar dan dapat menarik perhatian sebagian besar
pembaca. b. Williard C. Bleyer, dalam buku Newspaper Writing and Editing
mengemukakan, berita adalah sesuatu yang termasa yang dipilih oleh wartawan
untuk dimuat dalam surat kabar karena dia dapat menarik minat atau
mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena dia dapat menarik
para pembaca untuk membaca berita tersebut. c. William S. Maulsby dalam
buku Getting in News menulis, berita dapat didefinisikan sebagai suatu
penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta-fakta yang mempunyai
arti penting dan baru terjadi, yang menarik perhatian para pembaca surat kabar
yang memuat berita tersebut. d. Eric C. Hepwood menulis, berita adalah laporan
pertama dari kejadian yang penting dan dapat menarik perhatian umum.
(sumber : freepik.com)
61
JOURNALISTIC
Setelah merujuk kepada beberapa definisi diatas, meskipun berbeda-beda
namun terdapat persamaan yang mengikat pada berita, meliputi : menarik
perhatian, luar biasa dan termasa. Karena itu, bisa disimpulkan bahwa berita
adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik
dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti
surat kabar, radio, televisi, atau media online internet (Sumadiria, 2005:65).
Dengan kata lain, berita bukan hanya menunjuk pada pers atau media massa
dalam arti sempit dan tradisional, melainkan juga pada radio, televisi, film, dan
internet atau media massa dalam arti luas dan modern. Berita pada awalnya,
memang hanya milik surat kabar. Tetapi sekarang, berita juga telah menjadi
‘darah-daging’ radio, televisi dan internet.
Tak ada media tanpa berita, sebagaimana halnya tak ada berita tanpa media.
Berita telah tampil sebagai kebutuhan dasar (basic need) masyarakat modern di
seluruh dunia. Berita dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu berita
berat (Hard News) dan berita ringan (Soft News). Selain itu, berita juga dapat
dibedakan menurut lokasi peristiwanya, di tempat terbuka atau di tempat
tertutup. Sedangkan berdasarkan sifatnya, berita bisa dipilah menjadi berita
diduga dan berita tak diduga. Selebihnya, berita juga bisa dilihat menurut materi
isinya yang beraneka macam. Berita berat, sesuai dengan namanya, menunjuk
pada peristiwa yang mengguncangkan dan menyita perhatian seperti
kebakaran, genpa bumi, kerusuhan. Sedangkan berita ringan, menunjukkan
pada peristiwa yang lebih bertumpu pada unsur-unsur ketertarikan manusiawi,
seperti pesta pernikahan bintang film atau seminar sehari tentang perilaku seks
bebas di kalangan remaja. Berdasarkan sifatnya, berita terbagi atas berita
diduga dan berita tak terduga. Berita diduga adalah peristiwa yang
direncanakan atau sudah diketahui sebelumnya, seperti lokakarya, pemilihan
umum, peringatan hari-hari bersejarah.
Proses penanganan berita yang sifatnya diduga disebut Making News. Artinya
kita berupaya untuk menciptakan dan merekayasa berita. Proses penciptaan
atau perekayasaan berita itu dilakukan melalui tahapan perencanaan di ruang
62
JOURNALISTIC
rapat redaksi, diusulkan dalam rapat proyeksi, dikonsultasikan dengan
pemimpin redaksi, dilanjutkan dengan observasi, serta ditegaskan dalam
interaksi dan konfirmasi dilapangan. Semuanya melalui prosedur manajemen
peliputan yang baku, jelas, terstruktur dan terukur. Orang yang meliputnya
disebut sebagai reporter (pelapor). Berita tak terduga adalah peristiwa yang
sifatnya tiba-tiba tidak direncanakan, tidak diketahui sebelumnya, seperti kereta
api terguling, gedung perkantoran terbakar, bus tabrakan, kapal tenggelam,
pesawat dibajak, anak-anak sekolah disandera atau terjadi ledakan bom di
pusat keramaian.
Proses penanganan berita yang sifatnya tidak diketahui dan tidak direncanakan
sebelumnya, atau yang sifatnya tiba-tiba itu disebut Hunting News. Orangnya
disebut sebagai hunter (pemburu). Pengetahuan dan pemahaman tentang
klasifikasi berita sangat penting bagi setiap reporter, editor, dan bahkan para
perencana dan konsultan media (media planer) sebagai salah satu pijakan
dasar dalam proses perencanaan (planning), peliputan (getting), penulisan
(writing), dan pelaporan serta pemuatan, penyiaran, atau penayangan berita
(reporting and publishing).
Pada akhirnya, tahapan-tahapan pekerjaan jurnalistik itu sangat diperlukan
dalam kerangka pembentukan, penetapan dan pengembangan manajemen
media massa secara profesional dan visioner.
JENIS-JENIS BERITA
1. Straight News
Straight News atau berita langsung adalah berita yang ditulis secara ringkas,
lugas, apa adanya, dan biasanya berisi informasi tentang peristiwa yang
sedang hangat dibicarakan, atau informasi terkini mengenai suatu hal /
peristiwa. Berita jenis ini seringkali ditempatkan di halaman depan surat
kabar, atau menjadi berita utama di televisi dan media online Contoh berita
63
JOURNALISTIC
straight news misalnya berita tentang hasil quick count jumlah suara pada
pemilihan presiden.
2. Hard News
Hard news padadasarnya merupakan bagian dari straight news. Hard news
merupakan berita paling update, berkualitas, serta memiliki nilai. Biasanya
hard news berisi berita yang bersifat khusus atau mengenai peristiwa yang
tidak disangka akan terjadi. Contoh berita hard news misalnya berita tentang
meledaknya bom panci di sebuah halte di Jakarta, atau kebakaran di sebuah
pasar tradisional.
3. Soft News
Soft news juga merupakan bagian dari straight news yang merupakan berita
langsung, terbaru. Bedanya dengan hard news adalah bahwa soft news
menyajikan berita yang sifatnya ringan dan nilai beritanya berada dibawah
nilai berita yang dimiliki hard news. Soft news biasanya berupa berita
pendukung dari berita utama, atau berita-berita yang tidak bersifat serius
dan menegangkan. Berita soft news misalnya berita tentang keramaian
ditempat-tempat wisata pada masa liburan yang sedang berlangsung, dll.
4. Interpretative News
Interpretative news merpakan pengembangan dari straight news.
Interpretative news meruapakan berita langsung yang dilengkapi dengan
tambahan informasi seperti pendapat atau penelitian yang dilakukan oleh
penulisnya. Informasi tambahan tersebut bisa berupa data-data yang terkait,
latar belakang peristiwa, atau hasil wawancara dengan pengamat, atau ahli.
Namun pengembangan berita jenis ini lebih menekankan kepada fakta
daripada opini. Contoh berita jenis ini misalnya, mengenai dampak
pengeboman yang dilakukan teroris terhadap jumlah wisatawan
mancanegara yang datang ke Indonesia.
64
JOURNALISTIC
5. Depth News
Depth news atau berita mendalam menyajikan berita yang berisi ulasan
mendalam mengenai suatu peristiwa. Biasanya berita jenis ini akan lebih
menonjolkan informasi mengenai ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ peristiwa ini
terjadi. Mengapa terjadi, apa penyebabnya, bagaimana prosesnya,
bagaimana dampaknya, apa yang harus dilakukan untuk kedepannya.
Tidak seperti straight news yang ringkas, berita jenis ini seringkali lebih
panjang sebab mengungkapkan informasi secara tuntas. Depth News
biasanya disajikan dalam rupa liputan khusus. Contoh berita depth news
misalnya tentang hilangnya seorang anak yang ternyata di bunuh dan di
sembunyikan oleh ibu angkatnya sendiri.
6. Investigation News
Investigation news atau berita investigasi merupakan berita yang ditulis
berdasarkan hasil penyelidikan yang secara khusus dilakukan pada suatu
peristiwa. Biasanya jurnalis melakukan hal ini dengan tujuan tertentu,
misalnya untuk membongkar tindakan penyelewengan yang merugikan
kepentingan publik, membongkar suatu jaringan illegal logging,
pembakaran hutan, dll.
Investigation news berupaya untuk mengungkapkan hal-hal tersembunyi
dibalik suatu kejadian, sehingga seringkali dalam melakukan penelusuran
informasi dan penylidikan untuk berita ini, jurnalis harus bertindak seperti
intel dan bisa jadi mempertaruhkan nyawanya. Contoh berita investigation
news misalnya berita mengenai pembakaran hutan yang ternyata di dalangi
perusahaan – perusahaan besar dengan tujuan tertentu
65
JOURNALISTIC
7. Opinion News
Opinion News merupakan berita yang berisi opini tentang suatu peristiwa
hangat yang sedang terjadi. Berita ini biasanya bersumber dari pendapat
pengamat atau ahli mengenai isu, masalah, atau peristiwa yang diangka
tersebut. Selain pengamat, sumbet opini juga dapat diambil dari pendapat
yang diutarakan oleh mahasiswa ataupun masyarakat umum. Contoh berita
opini misalnya berita mengenai komentar pengamat mengenai dampak
kebijakan pemerintah mengenai para buruh terhadap kesejahteraan para
buruh di Indonesia.
8. Comprehensive News
Comprehensive news merupakan berita yang berisi laporan mengenai fakta
dari suatu peristiwa yang ditinjau secara menyeluruh. Tidak seperti berita
langsung yang biasanya merupakan serpihan fakta perhari dan tidak
memperhatikan keterkaitan berita tersebut dengan berita lain; berita
komprehensif meninjau fakta dari berbagai aspek.
Berita komprehensif berusaha menggabungkan berbagai serpihan fakta
tersebut menjadi suatu bangunan cerita peristiwa dengan benang merah
yang terlihat jelas. Sehingga berita jenis ini bersifat utuh dan menyeluruh.
Contoh comprehensive berita misalnya berita mengenai terorisme di
Indonesia, penyebarannya, tujuannya, dan segala aspek yang menyangkut
didalamnya.
9. Feature Story
Berbeda dengan straight news, depth news, atau interpretative news yang
menyajikan informasi mengenai peristiwa terbaru yang penting, Feature
story tidak menyajikan informasi yang penting bagi pembaca. Dalam Feature
story, penulis mencari fakta yang akan menarik pembaca. Penulis
memberikan reading experiences pada pembaca dengan menyajikan berita
66
JOURNALISTIC
yang ditulis dengan gaya penulisan humor sehingga membuat pembaca
tertarik. Contoh feature story misalnya berita tentang buah pisang yang jika
dikomsumsi secara rutin akan dapat menyembuhkan penyakit lambung.
10. Editorial Writing
Editorial writing merupakan berita yang ditulis secara khusus sebagai
representasi dari pikiran suatu institusi. Pikiran tersebut diuji didepan sidang
pendapat umum. Sehingga penulis editorial bukan menulis atas nama
dirinya sendiri, melainkan atas nama sebuah surat kabar, majalah atau
stasiun radio dan televisi. Oleh sebab itu penulis editorial kemungkinan akan
diberi instruksi sebelum menulis. Editorial menyajikan fakta dan opini,
menafsirkan berita penting dan mempengaruhi pendapat umum mengenai
berita tersebut.
Dalam menulis sebuah berita perlu memperhatikan unsur 5W + 1H untuk
membuat berita yang lengkap, dan utuh. Unsur tersebut yaitu What (apa),
Who (siapa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana), dan How
(bagaimana). Selain itu, dalam penulisan berita juga ada beberapa syarat
yang harus dipenuhi agar berita tersebut layak untuk di publikasikan. Syarat
tersebut antara lain: merupakan fakta (nyata), terkini (actual), seimbang
(tidak memihak), lengkap (memenuhi unsure 5W+1H), menarik miat
pembaca, dan disusun secara sistematis.
NILAI BERITA (NEWS VALUE)
Merupakan acuan yang dapat digunakan oleh para jurnalis, yakni para reporter
dan editor, untuk memutuskan fakta yang pantas dijadikan berita dan memilih
mana yang lebih baik. Kriteria mengenai nilai berita merupakan patokan berarti
bagi reporter. Dengan kriteria tersebut, seorang reporter dapat dengan mudah
mendeteksi mana peristiwa yang harus diliput dan dilaporkan, dan mana
peristiwa yang tak perlu diliput dan harus dilupakan. Kriteria nilai berita juga
67
JOURNALISTIC
sangat penting bagi para editor dalam mempertimbangkan dan memutuskan,
mana berita terpenting dan terbaik untuk dimuat, disiarkan, atau ditayangkan
melalui medianya kepada masyarakat luas. Kriteria umum nilai berita, menurut
Brian S. Brooks, George Kennedy, Darly R. Moen, dan Don Ranly dalam News
Reporting and Editing (1980:6-17), menunjukkan kepada sembilan hal mengenai
nilai berita. Beberapa pakar lain menyebutkan, ketertarikan manusiawi (human
interest) dan seks (sex) dalam segala dimensi dan manifestasinya, juga
termasuk ke dalam kriteria umum nilai berita yang harus diperhatikan dengan
seksama oleh para reporter dan editor media massa. (Sumadiria, 2005:80)
Sejumlah faktor yang membuat sebuah kejadian memiliki nilai berita, adalah :
1. Keluarbiasaan (unusualness) Dalam pandangan jurnalistik, berita
bukanlah suatu peristiwa biasa. Berita adalah suatu peristiwa luar biasa
(news is unusual). Untuk menunjukkan berita bukanlah suatu peristiwa
biasa, Lord Northchliffe, pujangga dan editor di Inggeris abad 18,
menyatakan dalam sebuah ungkapan yang kemudian sangat populer dan
kerap dikutip oleh para teoritis dan praktisi jurnalistik. Lord menegaskan
(Mot, 1958 dalam Sumadiria, 2005:81), apabila ada orang digigit anjing
maka itu bukanlah berita, tetapi sebaliknya apabila orang menggigit
anjing maka itulah berita. Prinsip seperti itu hingga kini masih berlaku dan
dijadikan acuan para reporter dan editor dimana pun.
2. Kebaruan (newness) Suatu berita akan menarik perhatian bila informasi
yang dijadikan berita itu merupakan sesuatu yang baru. Semua media
akan berusaha memberitakan informasi tersebut secepatnya, sesuai
dengan periodesasinya. Namun demikian, satu hal yang perlu diketahui
tentang barunya suatu informasi, yaitu selain peristiwanya yang baru,
suatu berita yang sudah lama terjadi, tetapi kemudian ditemukan sesuatu
yang baru dari peristiwa itu, dapat juga dikatakan berita tersebut menjadi
baru lagi.
68
JOURNALISTIC
3. Akibat (impact) Berita Adalah segala sesuatu yang berdampak luas.
Suatu peristiwa tidak jarang menimbulkan dampak besar dalam
kehidupan masyarakat. Kenaikan harga bahan minyak (BBM), tarif
angkutan umum, tarif telepon, bunga kredit pemilikan rumah (KPR),
bagaimanapun sangat berpengaruh terhadap anggaran keuangan semua
lapisan masyarakat dan keluarga. Apa saja yang menimbulkan akibat
sangat berarti bagi masyarakat, itulah berita. Semakin besar dampak
sosial, budaya, ekonomi atau politik yang ditimbulkannya, maka semakin
besar nilai berita yang dikandungnya.
Dampak suatu pemberitaan bergantung pada beberapa hal, yakni
seberapa banyak khalayak yang terpengaruh, pmberitaan itu langsung
mengena kepada khalayak atau tidak, dan segera tidaknya efek berita itu
menyentuh khalayak media surat kabar, radio, atau televisi yang
melaporkannya.
4. Aktual (timeliness) Berita adalah peristiwa yang sedang atau baru terjadi.
Secara sederhana aktual berarti menunjuk pada peristiwa yang baru atau
yang sedang terjadi. Sesuai dengan definisi jurnalistik, media massa
haruslah memuat atau menyiarkan berita-berita aktual yang sangat
dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam memperoleh dan menyajikan berita-
berita atau laporan peristiwa yang aktual ini, media massa mengerahkan
semua sumber daya yang dimilikinya mulai dari wartawan sampai kepada
daya dukung peralatan paling modern dan canggih untuk menjangkau
nara sumber dan melaporkannya pada masyarakat seluas dan secepat
mungkin. Aktualitas adalah salah satu ciri utama media massa. Kebaruan
atau aktualitas itu terbagi dalam tiga kategori, yaitu : aktualitas kalender,
aktualitas waktu dan aktualitas masalah.
5. Kedekatan (proximity) Berita adalah kedekatan, yang mengandung dua
arti yaitu kedekatan geogarfis dan kedekatan psikologis. Kedekatan
69
JOURNALISTIC
geografis menunjuk pada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di
sekitar tempat tinggal kita. Semakin dekat suatu peristiwa yang terjadi
dengan domisili kita, maka semakin terusik dan semakin tertarik kita
untuk menyimak dan mengikutinya. Sedangkan kedekatan psikologis
lebih banyak ditentukan oleh tingkat keterikatan pikiran, perasaan, atau
kejiwaan seseorang dengan suatu objek peristiwa atau berita.
6. Informasi (information) Menurut Wilbur Schramm, informasi adalah
segala yang bisa menghilangkan ketidakpastian. Tidak setiap informasi
mengandung dan memiliki nilai berita. Setiap informasi yang tidak
memiliki nilai berita, menurut pandangan jurnalistik tidak layak untuk
dimuat, disiarkan atau ditayangkan media massa. Hanya informasi yang
memiliki nilai berita atau memberi banyak manfaat kepada publik yang
patut mendapat perhatian media.
7. Konflik (conflict) Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang
mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan. Konflik atau
pertentangan merupakan sumber berita yang tak pernah kering dan tak
akan pernah habis. Selama orang menyukai dan menganggap penting
olah raga, perbedaan pendapat dihalalkan, demokrasi dijadikan acuan,
kebenaran masih diperdebatkan, peperangan masih terus berkecambuk
di berbagai belahan bumi, dan perdamaian masih sebatas angan-angan,
selama itu pula konflik masih akan tetap menghiasi halaman surat kabar,
mengganggu pendengaran karena disiarkan radio dan menusuk mata
karena selalu ditayangkan di televisi. Ketika terjadi perselisihan antara
dua individu yang makin menajam dan tersebar luas, serta banyak orang
yang menganggap perselisihan tersebut dianggap penting untuk
diketahui, maka perselisihan yang semula urusan individual, berubah
menjadi masalah sosial. Disanalah letak nilai berita konflik. Tiap orang
secara naluriah, menyukai konflik sejauh konflik itu tak menyangkut
dirinya dan tidak mengganggu kepentingannya. Berita konflik, berita
70
JOURNALISTIC
tentang pertentangan dua belah pihak atau lebih, menimbulkan dua sisi
reaksi dan akibat yang berlawanan. Ada pihak yang setuju (pro) dan ada
juga pihak yang kontra.
8. Orang Penting (news maker, prominence) Berita adalah tentang orang-
orang penting, orang-orang ternama, pesohor, selebriti, publik figur.
Orang-orang penting, orang-orang terkemuka, dimana pun selalu
membuat berita. Jangakan ucapan dan tingkah lakunya, namanya saja
sudah membuat berita. Teori jurnalistik menegaskan, nama menciptakan
berita (names makes news). Di Indonesia, apa saja yang dikatakan dan
dilakukan bintang film, bintang sinetron, penyanyi, penari, pembawa
acara, pejabat, dan bahkan para koruptor sekalipun, selalu dikutip pers.
Kehidupan para publik figur memang dijadikan ladang emas bagi pers
dan media massa terutama televisi. Mereka menabur perkataan dan
mengukuhkan perbuatan, sedangkan pers melaporkan dan
menyebarluaskannya. Semua dikemas lewat sajian acara paduan
informasi dan hiburan (information dan entertainment), maka jadilah
infotainment. Masyarakat kita sangat menyukai acara-acara ringan
semacam ini.
9. Kejutan (suprising) Kejutan adalah sesuatu yang datangnya tiba-tiba di
luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tidak diketahui
sebelumnya. Kejutan bisa menunjuk pada ucapan dan perbuatan
manusia. Bisa juga menyangkut binatang dan perubahan yang terjadi
pada lingkungan alam, benda-benda mati. Semuanya bisa mengundang
dan menciptakan informasi serta tindakan yang mengejutkan,
mengguncang dunia, seakan langit akan runtuh, bukit akan terbelah dan
laut akan musnah.
10. Ketertarikan Manusiawi (human interest) Kadang-kadang suatu peristiwa
tak menimbulkan efek berarti pada seseorang, sekelompok orang, atau
71
JOURNALISTIC
bahkan lebih jauh lagi pada suatu masyarakat tetapi telah menimbulkan
getaran pada suasana hati, suasana kejiwaan, dan alam perasaannya.
Peristiwa tersebut tidak menguncangkan, tidak mendorong aparat
keamanan siap-siaga atau segera merapatkan barisan dan tak
menimbulkan perubahan pada agenda sosial-ekonomi masyarakat.
Hanya karena naluri, nurani dan suasana hati kita merasa terusik, maka
peristiwa itu tetap mengandung nilai berita. Para praktisi jurnalistik
mengelompokkan kisah-kisah human interest ke dalam berita ringan,
berita lunak (soft news).
11. Seks (sex) Berita adalah seks; seks adalah berita. Sepanjang sejarah
peradaban manusia, segala hal yang berkaitan dengan perempuan pasti
menarik dan menjadi sumber berita. Seks memang identik dengan
perempuan. Perempuan identik dengan seks. Dua sisi mata uang yang
tak terpisahkan, selalu menyatu. Tak ada berita tanpa perempuan, sama
halnya dengan tak ada perempuan tanpa berita. Di berbagai belahan
dunia, perempuan dengan segala aktifitasnya selalu layak muat, layak
siar, layak tayang. Segala macam berita tentang perempuan, tentang seks,
selalu banyak peminatnya. Selalu dinanti dan bahkan dicari. Seks bisa
menunjuk pada keindahan anatomi perempuan, seks bisa menyentuh
masalah poligami. Seks begitu akrab dengan dunia perselingkuhan para
petinggi negara hingga selebriti. Dalam hal-hal khusus, seks juga kerap
disandingkan dengan kekuasaan. Seks juga sumber bencana bagi
kedudukan dan jabatan seseorang.
TEKNIK PELIPUTAN BERITA
Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2001; 667), meliput adalah membuat
berita atau laporan secara terperinci tentang suatu masalah atau peristiwa.
Dalam pencarian berita, seorang wartawan atau reporter memperoleh bahan
72
JOURNALISTIC
berita melalui liputan atau mencari tahu secara langsung ke lapangan. Menurut
AS Haris Sumadiria (2006: 94), berita yang baik adalah hasil perencanaan yang
baik.
Berikut ini ialah bagaimana berita diduga melalui meeting ; Proses pencarian
dan penciptaan berita diduga dimulai dari ruang redaksi melalui forum rapat
proyeksi (rapat perencanaan berita/rapat peliputan/rapat rutin wartawan
dibawah koordinasi koordinator liputan). Rapat biasanya dilaksanakan sore atau
malam hari, dihadiri seorang atau beberapa redaktur. Dalam rapat ini, setiap
reporter atau wartawan mengajukan usulan liputan. Namun, untuk berita yang
sifatnya tak diduga atau tiba-tiba, AS Haris Sumadiria (2006;96) menyatakan.
Untuk berita yang sifatnya tiba-tiba atau tak terduga, reporter atau wartawan
harus pandai-pandai berburu/hunting. Sebagai pemburu, wartawan harus
memiliki beberapa kemampuan dasar, yaitu memiliki kepekaan berita yang
tajam (sense of news), daya pendengaran berita yang baik (hear of news),
mengembangkan daya penciuman berita yang tajam (niose of news),
mempunyai tatapan penglihatan berita yang jauh dan jelas (news seeing),
piawai dalam melatih indra perasa berita (news filling), dan senantiasa
diperkaya dengan berbagai pengalaman berita yang dipetik dan digali langsung
dari lapangan (news experience).
Menurut Jani Yosef, 2009; 81-82 dalam mencari berita diperlukan tehnik- tehnik
tersendiri. Dalam prosesnya, wartawan akan menerapkan ”Kemampuan Human
Relations ” dan kemampuan ”lobying atau negosias”. Hal ini terkait dengan
proses berkomunikasi dengan berbagai pihak dengan bermacam- macam latar
belakang budaya, pendidikan, ekonomi dan lainnya. Menurut Romli (2003 ; 7-
10), Mencari berita ( news hunting, news getting atau news gathering) di sebut
juga meliput bahan berita adalah salah satu proses penyusunan naskah berita (
news processing), selain proses perencanaan berita, proses penulisan naskah
dan proses penyuntingan naskah (news editing) Jadi, meliput berita dilakukan
setelah melewati proses perencanaan dalam rapat proyeksi redaksi, misalnya
dalam rapat redaksi itu diputuskan untuk memuat kasus pembunuhan
73
JOURNALISTIC
melibatkan pejabat negara. Maka wartawan akan melakukan wawancara
dengan pejabat yang bersangkutan. Selama wartawan melakukan kegiatan
wawancara dengan narasumber, maka kegiatan tersebut dinamakan mencari
berita ( News Hunting).
Terdapat teknik peliputan berita, diantaranya :
1. Reportase Kegiatan jurnalistik yang meliput langsung ke lapangan atau
ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Wartawan mendatangi langsung
tempat kejadian, lalu memulai proses meliput, mengumpulkan data dan
fakta seputar peritiwa tersebut. Data dan fakta tersebut harus memenuhi
unsur 5W+ 1H, yaitu ”what”, ”who”, ”when”, ”where”, ”why” dan ”how”.
2. Wawancara Semua jenis peliputan berita memerlukan proses wawancara
(interview) dengan sumber berita/narasumber. Wawancara bertujuan
menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data mengenai suatu
masalah/ kejadian dengan mengajukan beberapa pertanyaan.
3. Riset Kepustakaan Riset kepustakaan (studi literatur) adalah tehnik
peliputan/ pengumpulan data dengan mencari kliping koran, makalah-
makalah, atau artikel koran, menyimak brosur- brosur, membaca buku,
atau menggunakan fasilitas internet.
4. Kantor Berita Wartawan juga menulis berita dari hasil liputan wartawan
kantorkantor berita. Cara mendapatkan berita itu dengan membeli.
Misalnya, berita didapat dari kantor berita Indonesia (Antara), Malaysia
(Bermana), Amerika Serikat (AP). Biasanya, berita yang diterima berupa
faks atau teleks. (Masri Sareb Putra, 2006; 28)
5. Dari penjelasan teori ini, penulis menyimpulkan dalam teknik peliputan
berita itu mencakup 3 Tahapan, yakni :
74
JOURNALISTIC
a) Reportase (pencarian), wartawan mendatangi lokasi peristiwa atau
kejadian. Setiba di lapangan, wartawan segera mengumpulkan
data dan informasi sebanyak- banyaknya. Selanjutnya,
b) Wawancara, sebelum melakukan wawancara dengan narasumber.
Wartawan harus menyediakan alat tulis dan tape recorder,
kemudian merumuskan pertanyaan. Setelah itu , wartawan
melakukan tanya jawab dengan saksi mata dan sumber lainya yang
terkait dalam suatu peristiwa. Namun apabila informasi yang
didapat saat liputan belum cukup, maka wartawan dapat mencari
data dari tempat lain atau pihak – pihak terkait.
c) Riset Kepustakaan dan Kantor Berita. Untuk memperdalam isi
berita, wartawan dapat mencari kelengkapan berita dari riset
kepustakaan dan kantor berita. Seperti menggunakan fasilitas
internet, makalah dan kliping, atau dengan cara membeli berita dari
kantor berita Teknik peliputan ini ditentukan setelah adanya rapat
proyeksi. Dalam rapat ini, para redaktur akan memberi penugasan
kepada wartawan untuk mencari, menggali, dan mendapatkan
informasi dari narasumber. Selain itu, tidak ada penugasan (lepas),
ini merupakan teknik peliputan dari inisiatif wartawan sendiri dalam
mencari, memburu dan mengolah berita. Salah satu bekal
wartawan saat meliput berita di lapangan, wartawan harus memiliki
kemampuan lobby pendekatan kepada narasumber pada saat
meliput berita. Hal ini penentu kelengkapan data nantinya.
STRUKTUR BERITA
Secara umum struktur berita disusun seperti piramida terbalik, bagian atasnya
(alinea pertama) terdiri bagian yang paling penting. Bagian terpenting dimuat
sebagai alinea pertama untuk menarik perhatian pembaca.
Alinea pertama banyak disebut sebagai teras berita. Dalam bahasa Inggris
disebut lead. Namun kiranya lebih tepat disebut inti berita. Alinea kedua,
75
JOURNALISTIC
mengandung penjelasan dari elinena pertama. Kalau persoalan yang dikandung
oleh inti berita itu banyak yang penting, penjelasananya diberikan di alinea
berikutnya. Sesudah memahami lead/inti berita, barulah disusun judul berita.
Jadi, bukan judul yang lebih dahulu disusun. Judul diperas dari inti berita.
KOMPOSISI BERITA
Susunan berita umumnya terdiri dari empat berita :
1. HEAD LINE
Headline Adalah salah satu cara penulis untuk bisa menghipnotis para
audience atau pembaca mereka, agar mereka tertarik untuk membaca
atau membeli produk yang terdapat di artikel tersebut hanya dengan
sekilas membacanya. Headline adalah salah satu bagian yang paling
terpenting dari sebuah iklan. Headline adalah salah satu bagian yang
paling penting dari iklan atau sebuah berita, yang memiliki fungsi sebagai
daya tarik pembaca. Headline adalah yang terpenting dalam
mengkampanyekan suatu iklan atau berita. Dengan menggunakan
headline yang baik, unik, dan dapat menarik perhatian banyak orang,
dapat mengubah perspektif seseorang yang setelah itu akan menjadi
sebuah strategi penjualan.
Fungsi Headline
Headline mempunyai manfaat yang bisa dijadikan salah satu pengantar
dalam berita. Bagian tersebut bisa menjadi salah satu penentu saat
seseorang ingin melanjutkan atau ingin membaca suatu isi berita,
headline juga memiliki bentuk fungsi dari komunikasi massa yang ada di
dalam sebuah berita. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui
fungsi dengan keberadaan headline tersebut, fungsi dari headline tersebut
di antaranya adalah :
76
JOURNALISTIC
1. Pengantar Berita
Headline akan menjadi salah satu bagian yang paling pertama
dilihat, dan dibaca oleh para pembaca. Headline juga memiliki fungsi
mengenai pengenalan apa yang akan dibahas di dalam berita
tersebut.
2. Penggambaran Dari Ringkasan Berita
Ringkasan tersebut pada dasarnya hanya mengenai sebuah
gambaran umum saja tidak sampai ke dalam tahap penyimpulan
suatu berita.
Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membuat para pembaca
semakin tertarik untuk mengetahui apa yang akan dibicarakan di
dalam berita tersebut. Dan teknik ini juga masuk ke dalam salah satu
fungsi berita.
3. Menarik Perhatian Para Pembaca
Tujuan dari headline salah satunya adalah untuk menarik perhatian
para pembaca, dengan membagikan tema headline yang unik.
Kalimat tersebut bisa berupa kata-kata yang terlihat bombastis, atau
sedikit membangun ketertarikan minat pembaca.
Hal tersebut dilakukan dengan tujuan membuat perhatian para
pembaca akan fokus dengan berita yang nantinya akan dibawakan.
Dengan menggunakan headline yang memiliki huruf besar sebagai
pengantar berita utama suatu rubrik.
4. Membuat Para Pembaca Penasaran
Fungsi dari headline suatu berita salah satunya adalah
menggambarkan ringkasan dari berita tersebut, agar berita tersebut
77
JOURNALISTIC
tetap dibaca hingga habis, penulis biasanya menggunakan sebuah
headline yang mengungkapkan beberapa pernyataan yang akan
memancing para pembaca tersebut untuk melanjutkan ke beberapa
paragraf selanjutnya.
Dan di bagian akhir nantinya akan memakai kalimat yang
sebelumnya sudah disebutkan di dalam headline, dan oleh sebab itu
pembaca akan tetap membaca isi berita tersebut secara berurutan.
5. Memudahkan Penulis Untuk Mengelompokkan Berita
Dengan menggunakan headline maka akan memudahkan pembaca
serta para penulis untuk mengelompokkan berita. Dengan sifat
headline yang tergolong singkat, maka akan menarik perhatian para
pembaca untuk menggolongkan berita tersebut dengan mudah.
Selain itu juga hal tersebut merupakan salah satu fungsi yang dapat
digunakan untuk bisa menjadi salah satu teknis menulis sebuah
berita yang baik.
Membuat Headline yang Menarik
Terdapat beberapa cara agar membuat headline kalian menarik di mata
pembaca, namun kalian juga harus mengetahui di dalam konten tersebut
akan mewakili 50% isi dari konten, maka untuk mengedepankan teknik
pemilihan kata juga tidak boleh asal-asalan. Berikut cara membuat
headline yang unik, dan menarik:
1. Menggunakan Penomoran, dan Data
Menurut penelitian dari salah satu ilmuwan dibidang digital yaitu
Neil Patel, di dalam headline juga menggunakan data nyata yang
spesifik, dengan teknik tersebut maka tak jarang akan menghasilkan
73% reaksi dari para pembaca.
78
JOURNALISTIC
Karena hanya dengan menyisipkan angka di dalam headline maka
akan memberikan suatu efek di dalam otak untuk bisa membaca
lebih cepat, dan juga membuat penasaran. Penggunaan angka ganjil
kerap kali memiliki salah satu teknik yang paling ampuh untuk
membuat pembaca semakin penasaran dengan isi berita yang dibuat
Selain menggunakan angka, kalian juga bisa menggunakan data
persentase agar data isi berita tersebut semakin dipercaya oleh para
pembaca bahwa berita tersebut, nyata, dan memiliki bobot isi berita
yang lebih bagus.
2. Memberikan Alasan
Saat kalian membuat suatu headline maka biasakan untuk
menggunakan kata-kata yang didalamnya mengandung alasan
mengenai poin penting dari konten yang akan kalian buat. Contoh
kata-kata tersebut adaah tips, cara, rahasia, dan strategi.
3. Memainkan Kata-Kata
Didalam suatu headline maka memainkan kata menjadi salah satu
hal yang paling penting agar berita kalian menarik untuk dibaca oleh
orang lain. Penggunaan kata-kata tersebut juga harus di perhatikan
dengan benar.
Seperti contohnya adalah “Rahasia Menjadi Programmer Sukses
Dalam Seminggu!” nah hal tersebut tentu saja akan menarik rasa
penasaran orang lain mengenai isi berita yang disajikan. Selain itu
juga penggunaan kata yang merujuk kepada “who” juga akan
menarik minat pembaca.
79
JOURNALISTIC
4. Menampilkan Keunggulan Isi Berita
Headline memang tidak perlu terlalu panjang untuk dijabarkan,
namun kalian juga bisa menampilkan keunggulan agar dapat
menarik pembaca.
Kalian bisa membaca secara ulang isi konten yang akan kalian
sajikan dengan menyimpulkan apa yang menjadi keunggulan utama
dari berita tersebut yang selanjutnya akan dijadikan sebuah
headline.
5. Memberikan Pertanyaan yang Provokatif
Salah satu cara membuat suatu headline yang menarik adalah
dengan menambahkan sebuah pertanyaan yang provokatif. Teknik
tersebut dapat membuat para pembaca merasa terlibat di dalam
berita tersebut.
2. DATE LINE
Secara bahasa dateline terdiri dari dua kata yaitu ‘date’ yang berarti
tanggal dan ‘line’ yang berarti garis atau baris, batas waktu serta garis
batas. Jadi dateline secara istilah memiliki arti “baris tanggal”.
Secara umum dateline adalah teks yang berisi keterangan-keterangan
singkat dalam artikel suatu berita. Isi yang mencantumkan dalam dateline
ini seperti kapan dan dimana berita/cerita yang ada di artikel itu terjadi,
dilaporkan, atau ditulis, walaupun untuk tanggalnya sendiri sering tidak
dituliskan.
Menurut encarta kamus, Dateline berarti baris yang mencantumkan
tanggal serta lokasi dalam sebuah artikel. Baris tersebut ada di kepala
artikel/surat kabar yang mencantumkan tanggal dan tempat penulisan
suatu berita. Kata dateline ini bukanlah kata yang tepat dipergunakan jika
80
JOURNALISTIC
menggambarkan tentang batas waktu atau tenggat waktu suatu
pekerjaan. Namun kata yang sangat tepat digunakan untuk hal itu adalah
kata deadline.
Contoh Kalimat Dateline
Berita ini terjadi di Kalimantan pada Sabtu, 12 maret 2002.
3. LEAD ATAU TERAS BERITA
H. Rosihan Anwar, salah satu tokoh dalam sejarah jurnalistik Indonesia,
menyatakan bahwa teras berita adalah istilah yang ditetapkan oleh kantor
berita “Antara” sebagai terjemahan dari kata lead dalam Bahasa Inggris.
Teras berita juga diartikan pengantar berita, awal berita, atau intro.
Biasanya, sebuah berita terdiri dari lead dan body atau teras berita dan
tubuh berita. Dalam sebuah berita, teras berita adalah bagian yang paling
penting. Umumnya, teras berita terdiri dari sebuah kalimat atau
merupakan satu paragraf atau alenia yang terdiri dari beberapa kalimat.
Teras berita umumnya memuat informasi atau fakta yang paling penting
dari keselurahan isi berita.
Sebagaimana tata cara penulisan karya ilmiah, penulisan teras berita juga
tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Terdapat beberapa syarat
yang harus dipenuhi, diantaranya adalah mampu membangkitkan
perhatian khalayak; menjadi pengantar pokok berita yang ditulis dengan
tegas, jelas, dan mengandung unsur 5W + 1H; kalimat-kalimat yang
terdapat dalam teras berita haruslah memiliki korelasi dengan paragraf
selanjutnya, dan yang harus dipahami adalah penulisan teras berita yang
baik menunjukkan pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan yang
dimiliki oleh seorang jurnalis.
81
JOURNALISTIC
TEKNIK
PENULISAN
BERITA
FORMULA BERITA
Umumnya, terdapat dua macam formula dalam pendekatan tradisional
penulisan berita yaitu formula berita Enam Pertanyaan Rudyard Kipling dan
formula berita piramida terbalik.
1. ENAM PERTANYAAN RUDYARD KIPLING
Suatu berita terdiri dari dua bagian, yaitu teras berita dan tubuh berita. Teras
berita atau pengantar berita atau intro merupakan bagian terpenting dari
suatu berita. Karenanya harus ditulis dengan singkat, padat, dan
jelas. Biasanya, dalam teras berita menjawab pertanyaan WHO – WHAT –
WHERE – WHEN – WHY – HOW atau dikenal dengan 5W+1H. Contoh
penulisan teras berita adalah sebagai berikut :
“Seorang penjambret (WHO) berhasil melarikan diri (WHAT) dengan
menggunakan sepeda motor (HOW) setelah menggasak dompet Meong
(WHY) saat sedang belanja kue di pasar (WHERE), kemarin (WHEN).”
Masing-masing media berita atau kantor berita memiliki aturan tersendiri
dalam menulis teras berita. Karena masing-masing memiliki alasan
tersendiri mengenai unsur apa yang harus ditonjolkan dalam sebuah teras
82
JOURNALISTIC
berita. Para jurnalis hendaknya mengenali gaya penulisan teras berita dari
berbagai media. Namun pada umumnya, teras berita mengandung dan
menjawab keenam pertanyaan di atas.
• PIRAMIDA TERBALIK
(sumber : kompas.com)
Berita yang ditulis pada umumnya disusun dalam bentuk piramida terbalik.
Tujuan penulisan berita dalam bentuk piramida terbalik adalah untuk
memperlihatkan apa yang menjadi bagian terpenting dalam sebuah berita.
Dalam piramida terbalik, pada teras berita berisi intisari infromasi yang
sangat penting yang mencakup 5W+1H. Selanjutnya, pada bagian tubuh
berita berisi informasi yang berupa fakta-fakta dan penjelasan rinci yang
mendukung. Kemudian, pada bagian penutup, berisi informasi yang kurang
penting.
83
JOURNALISTIC
Dengan demikian, penulisan berita dalam bentuk piramida terbalik memiliki
karakteristik sebagai berikut :
• Menempatkan informasi dalam urutan logis.
• Mengatur informasi dari yang paling penting ke yang kurang penting.
• Alur kisah dimulai dengan sebuah klimaks.
• Informasi berikutnya bersifat menjelaskan dan mendukung teras berita.
Keuntungan menulis berita dalam bentuk piramida terbalik adalah sebagai
berikut :
• Mengiklankan apa yang akan dibaca dalam sebuah berita.
• Mengirimkan informasi yang paling penting di muka.
• Menghemat waktu bagi pembaca dan ruang editor.
• Memungkinkan para editor untuk mempersingkat berita dari bawah.
• Pengiriman berita lebih cepat.
• Pembaca dapat meninggalkan berita kapanpun ketika telah
mendapatkan infromasi yang dibutuhkan.
Adapun kekurangan menulis berita dalam bentuk piramida terbalik adalah
sebagai berikut :
• Pembaca menjadi tidak tertarik untuk membaca keseluruhan berita.
• Berita menjadi seperti tidak ada akhir.
• Tidak ada ketegangan karena pembaca kehilangan minat.
CONTOH PENGGUNAAN PIRAMIDA TERBALIK DALAM BERITA
[1] MADIUN, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMA dilaporkan tewas
setelah sepeda motor yang dikendarainya jatuh lalu terbakar di depan SPBU
Caruban di ruas jalan nasional Surabaya- Madiun KM 147-148, Desa
Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (1/6/2020) siang.
84
JOURNALISTIC
“Korban meninggal atas nama Juni Dana Saputra (17), warga Desa Pajaran,
Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Korban ditemukan langsung
meninggal di tempat kejadian perkara,” kata Kasat Lantas Polres Madiun,
AKP Jimmy H Manurung kepada Kompas.com, Senin (1/6/2020) siang.
[2] Petaka yang menimpa Juni berawal ketika korban melaju dengan sepeda
motor Honda Tiger bernomor polisi AE 4755 HG bersama dengan satu
sepeda motor lain melaju kencang dari arah Madiun menuju Surabaya. Baca
juga: Perbedaan Teks Berita dengan Teks Nonberita Sesampainya di tempat
kejadian perkara, kedua motor itu bersenggolan hingga menyebabkan
sepeda motor yang dikemudikan korban bergeser ke lajur kanan. Saat
bersamaan, kata Jimmy, melaju kendaraan truk bernopol AD 1409 HN dari
arah berlawanan. Korban yang tak mampu mengendalikan kecepatan
sepeda motornya tertabrak truk yang melaju dari arah berlawanan. “Saat
sepeda motor korban bertabrakan dengan truk tersebut korban juga sempat
ikut terseret jatuh. Namun korban tidak ikut terbakar bersama sepeda
motornya,” jelas Jimmy.
[3] Hasil olah tempat kejadian perkara menyebutkan kecelakaan diduga
terjadi lantaran ketidakhati-hatian korban mengemudikan sepeda motornya.
Saat ini jenazah korban sementara berada di RSUD Caruban. Sementara truk
dan sepeda motor yang tinggal kerangka milik korban diamankan Satlantas
Polres Madiun.
Bagian [1] adalah bagian penting yang memuat 5W + 1H. Kemudian bagian
[2] adalah informasi tambahan yang menjelaskan bagian [1]. Terakhir,
bagian [3] adalah informasi lainnya yang kurang penting.
85
JOURNALISTIC
TERAS BERITA
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan teras
berita atau leads adalah pembuka atau pengantar berita yang berisi intisari dari
informasi yang sangat penting. Tujuan penulisan teras berita adalah untuk
menarik perhatian khalayak. Umumnya teras berita ditulis dengan singkat,
padat, dan jelas dalam satu atau dua paragraf.
Umumnya, teras berita terdiri dari sebuah kalimat atau merupakan satu paragraf
atau alenia yang terdiri dari beberapa kalimat. Teras berita umumnya memuat
informasi atau fakta yang paling penting dari keselurahan isi berita.
A. KARAKTERISTIK PENULISAN TERAS BERITA
Penulisan teras berita memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
• Informasi yang disajikan hendaknya relevan, berguna, dan menarik.
• Teras berita hendaknya menjawab pertanyaan “siapa yang peduli”.
• Teras berita berisi intisari informasi yang sangat penting.
B. PEDOMAN PENULISAN TERAS BERITA
Dalam buku Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, Rosihan Anwar (1984 : 131-
133) memaparkan asal mula disepakatinya pedoman penulisan teras berita.
Pada Karya Penulisan Wartawan XIII PWI Pusat yang diselenggarakan
pada tanggal 10 – 15 Oktober 1977, disepakati sepuluh pedoman penulisan
teras berita, yaitu :
1. Teras berita menempati alenia pertama dan harus mencerminkan
pokok terpenting berita. Teras berita umumnya terdiri dari satu kalimat
dan kurang dari tiga kalimat.
86
JOURNALISTIC
2. Teras berita yang mengikuti kaidah Bahasa Indonesia umumnya terdiri
dari 30 – 45 perkataan. Jika teras berita disajikan dengan singkat atau
kurang dari 25 perkataan, maka teras berita akan menjadi lebih baik.
3. Teras berita ditulis dengan singkat agar :
• Mudah ditangkap dan cepat dimengerti, mudah diucapkan depan
radio dan televisi, dan mudah diingat
• Kalimat-kalimat disusun secara singkat dan sederhana, dengan
tetap mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa sehingga
menjauhkan kata-kata mubazir.
• Jelas melaksanakan ketentuan “satu gagasan dalam satu
kalimat”.
• Tidak sekaligus memuat semua unsur 5W+1H atau 3A dan 3M
yaitu “APA – SIAPA – MENGAPA – BILAMANA – DI MANA –
BAGAIMANA”.
• Dibolehkan memuat lebih dari satu unsur daripada 3A – 3M.
4. Hal-hal yang tidak begitu mendesak, namun berfungsi sebagai
penambah atau pelengkap keterangan, hendaknya dimuat dalam
badan berita.
5. Teras berita sebaiknya mengutamakan unsur APA. Unsur APA
diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat mungkin yang
menyimpulkan atau mengintisarikan kejadian yang diberitakan.
6. Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur SIAPA, karena hal ini
selalu menarik perhatian manusia. Jika unsur SIAPA tidak terlalu
menonjol, maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita.
7. Teras berita jarang menggunakan unsur BILAMANA pada
permulaannya. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang
menonjol dalam suatu kejadian. Unsur waktu hanya dipakai sebagai
87
JOURNALISTIC
permulaan teras berita, jika memang unsur itu bermakna khusus dalam
berita itu.
8. Urutan unsur dalam teras berita sebaiknya unsur TEMPAT dulu,
kemudian disusul oleh unsur WAKTU.
9. Unsur BAGAIMANA dan unsur MENGAPA diuraikan dalam badan
berita, jadi tidak dalam teras berita.
10. Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang
asalkan kutipan itu bukan merupakan suatu kalimat yang panjang.
Dalam alenia berikutnya, hendaknya segera ditulis nama orang itu dan
tempat serta kesempatan dia membuat pernyataan.
(sumber : freepik.com)
88
JOURNALISTIC
C. JENIS-JENIS PENULISAN TERAS BERITA
Melvin Mincher dalam News Reporting and Writing menyebutkan ada
dua jenis teras dasar (two basic types of leads):
1. Langsung (Direct). Langsung memberi tahu pembaca aspek
terpenting dalam berita. Sering digunakan dalam berita (news).
2. Tertunda (Tertunda). Membujuk pembaca kedalam cerita dengan
mengisyaratkan isinya. Ini sering digunakan dalam cerita fitur (news
feature).
Teras berita straight news umumnya menggunakan salah satu unsur
unsur 5W + 1 H di bagian awal. Penggunaan 5W1H dalam teras berita
disebut Teras 5W1H, terdiri dari:
1. TERAS BERITA SIAPA
Teras berita Who yaitu lead yang diawali dengan unsur ‘Siapa’, baik
nama orang maupun lembaga.
Contoh: Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo
mengaku pernah ditawari uang oleh anggota Komisi II DPR
Periode 2009-2014, Mustokoweni Murdi. Penawaran uang
itu terjadi seusai Komisi II rapat dengan Kementerian Dalam
Negeri. (Kompas, 14 Oktober 2017).
89
JOURNALISTIC
2. TERAS BERITA APA
Teras berita Apa (What) yaitu teras berita yang menekankan pada
unsur nama peristiwa atau jenis kejadian, misalnya teror, banjir,
longsor, angin puting beliung, kerusuhan, serangan, pencurian,
kebakaran, korupsi, dll.
Contoh: Teror bom Molotov kembali terjadi di kota Pekanbaru, Riau.
Kali ini rumah ketua Lembaga Adat Melayu Pekanbaru
Nurhasyim, di Kompleks Utama Indah Rejosari, Pekanbaru,
dilempar botol berisi bensin bersumbu api oleh orang tidak
dikenal pada Jumat (13/10) dini hari. (Kompas, 14 Oktober
2017).
3. TERAS BERITA KAPAN
Teras berita kapan (when) atau mengedepankan unsur waktu
kejadian jarang digunakan, kecuali memiliki nilai berita yang tinggi
disbanding yang lainnya.
Contoh : Tiga hari terakhir masa pendaftaran partai politik peserta
Pemilu 2019 akan menjadi salah satu titik krusial karena
jumlah yang mendaftar bakal melonjak. Komisi Pemilihan
Umum diingatkan menyiagakan personel dan layanan 24
jam jelang penutupan, Senin (16/10) pukul 24.00. (Kompas,
14 Oktober 2017).
4. TERAS BERITA DIMANA
Seperti teras berita kapan (when), teras berita dengan
mengedepankan unsur tempat (where) ini juga jarang digunakan,
kecuali lebih menarik dan penting dibandingkan unsur lainnya.
90
JOURNALISTIC
Contoh: Kampung Arus di RW 02 Kelurahan Cawang, Kramat Jati,
Jakarta Timur, kembali dilanda bencana banjir. Minggu
(12/02/2017) sore, ketinggian air dari luapan kali Ciliwung
sudah mencapai 70 sentimeter. (Tribunnews.com, 12
Februari 2017).
5. TERAS BERITA MENGAPA
Teras berita ini diawali dengan latar belakang, motif, alasan, atau
pemicu sebuah peristiwa. Biasanya digunakan dalam berita-berita
kriminal. Teras jenis ini umumnya menggunakan kata “akibat” atau
“karena” pada awal kalimat.
Contoh: Karena kecewa timnya kalah, suporter masuk ke lapangan
dan menyerang pemain dan pelatih.
6. TERAS BERITA BAGAIMANA
Teras berita “bagaimana” (how) yaitu lead yang diawali dengan
kondisi atau proses kejadian.
Contoh: Memakai seragam serba putih dan membawa bunga, juga
warna putih, ribuan perawat berbaris melalui jalan-jalan Ibu
Kota Portugal, Lisbon.
7. TERAS RINGKASAN
Summary Lead. Jenis teras ini sebutan lain bagi keenam jenis teras
sebelumnya. Jenis lead ini paling banyak digunakan dalam berita,
yaitu meringkas isi berita atau mengemukakan intisari berita.
91
JOURNALISTIC
Lead jenis ini biasa dipakai untuk berita singkat, seperti straight
news ataupun flash news. Lead jenis ini menyajikan unsur 5W + 1 H
didalamnya secara singkat.
Summary Lead mengacu pada pola penulisan “piramida terbalik”
(inverted pyramid), yaitu mengedepankan unsur atau fakta
terpenting. Umumnya summary lead berisi tidak lebih dari 35 kata.
Cara termudah menulis lead (teras) berita “summary lead” adalah
mengedepankan salah satu unsur berita (5W+1H). Wartawan
dengan mudah bisa menyusun fakta-fakta peristiwa dengan
memasukkannya pada unsur 5W+1H lalu memutuskan unsur mana
yang dinilai terpenting dan dikedepankan dalam menulis lead.
Contoh: Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor
DPRD Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, Selasa
(25/9/2018) pagi.
CONTOH PERISTIWA: DEMO BURUH
a. Who (Siapa) = Buruh
b. What (Apa) = Demo/Unjuk rasa
c. When (Kapan) = Minggu (10/11/2013)
d. Where (Dimana) = Depan Gedung Sate Bandung
e. Why (Kenapa) = Menuntut Kenaikan Upah
f. How (Bagaimana) = Tertib, Dijaga Ketat Polisi, Jalan Diblokir,
dsb. (Suasana Demo).
92
JOURNALISTIC
DAFTAR PUSTAKA
Kamus Jurnalistik, Asep Syamsul M. Romli (Simbiosa Bandung, 2015)
Jurnalistik Online, Asep Syamsul M. Romli (Nuansa Cendikia Bandung, 2013)
Jurnalistik Terapan, ASM Romli (BATIC Press Bandung, 2000).*
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20229/Chapter%20II.pdf?
sequence=4&isAllowed=y (diakses pada 13 oktober, 12.00)
https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/dasar-dasar-jurnalistik-pengertian-
jenis-teknik-kode-etik-28 (diakses pada 12 oktober 2020, 13.00)
https://pakarkomunikasi.com/jenis-jenis-berita (diakses pada 13 oktober, 13.00)
https://www.komunikasipraktis.com/2017/12/pengertian-jenis-jenis-
jurnalistik.html (diakses pada 12 oktober 2020, 14.00)
https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/18/215140769/struktur-teks-berita-
piramida-terbalik?page=all (Diakses pada 11 Oktober 2020, 14.00)
https://romeltea.com/category/jurnalistik/ (diakses pada 12 oktober 2020, 15.00)
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-pers.html (diakses pada 12
oktober 2020, 16.00)
https://medium.com/@koorniawaty78/dasar-dasar-jurnalistik-b79ca768a4cf
(diakses pada 12 oktober 2020, 17.00)
https://liputan12.id/news/2019/10/19/9-elemen-jurnalisme-plus-elemen-ke-10-
dari-bill-kovach/ (diakses pada 12 oktober 2020, 18.00)
93
PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI UI, GEDUNG
LABORATORIUM DAN UJI KOMPETENSI VC, LANTAI 3,
KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA, DEPOK.
TELP. 021-290 274 83
EMAIL. [email protected]
WWW.VOKASI.UI.AC.ID/LEMKASI