Buku Panduan
MANIK TANI
Macam - Macam Teknik Pertanian
KKN-T Majalengka
IPB University
2021
KKN-T IPB Majalengka 2021
BUDIKDAMBER
Apa itu Budikdamber ?
Budikdamber singkatan dari budidaya ikan dalam ember.
Budikdamber termasuk ke dalam teknik aquaponik. Model
aquaponik mini ini mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran
sekaligus pada lahan yang sempit (Rokhmah et al. 2014). Budidaya
sistem ini pada prinsipnya menghemat penggunaan lahan dan
meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan dan
metabolism ikan yang ramah lingkungan (Setijaningsih 2015).
Apa yang perlu diketahui sebelum memulainya ?
Jenis Ikan
Tidak semua ikan dapat dibudidayakan dengan teknik Budikdamber
ini. Hanya ikan yang tahan oksigen rendah yang cocok
dibudidayakan, seperti ikan lele, patin, betok, gabus, dan gurame.
Jenis Tanaman
Jenis tanaman yang dapat ditanam tergantung dari jenis media yang
digunakan. Untuk sayuran seperti kangkung, genjer, dan bayam
Brazil dapat dibudidayakan menggunakan media arang. Sedangkan
media berupa AKT (arang, kain, dan rockwoll) dapat digunakan
untuk semua jenis sayuran.
Kualitas Air dalam Media Budikdamber
Tabel 1. Kualitas Air dalam Media Budikdamber (Susetya 2018).
KKN-T IPB Majalengka 2021
Metode Pelaksanaan
Alat dan Bahan
1.Ember 80 liter
2.Media tanam (arang batok kelapa, kain, atau rickwoll)
3.Gelas plastik
4.Benih lele ukuran 7-9 cm sejumlah 20-60 ekor
5.Tang
6.Kawat
7.Alat pelubang
8.Bibit kangkung atau benih kangkung
9.Keran galon
10.Solder
11.Cutter atau gunting
Gelas Potongan Kangkung
1.Lubangi gelas plastik 10-15 buah dengan solder atau
penggantinya
2.Potong kangkung sisakan bagian bawah atau bisa dari semai
benih kangkung
3.Masukkan bagian bawah kangkung kedalam gelas plastik
4.Masukkan arang batok kelapa atau penggantinya 50-80 %
kedalam gelas
5.Bagi yang tidak memakai penutup ember maka harus
memotong kawat (12 cm) dan buat kait untuk pegangan
gelas di ember
KKN-T IPB Majalengka 2021
Persiapan Media
1.Lubangi bagian bawah ember lalu dipasangi keran air agar
memudahkan saat proses pengurasan air.
2.Melubangi bagian tutup ember untuk tempat gelas
kangkung
3.Isi air 60 liter, ditambahkan probiotik, dan diamkan selama
1-2 hari
4.Masukkan ikan lele dan diamkan selama 1-2 hari
5.Memasukkan gelas kangkung kedalam lubang ditutup
ember atau rangkai gelas kangkung dipinggiran ember (bagi
yang tidak memakai penutup ember)
Pemeliharaan
1.Ember diletakkan di tempat terkena cahaya matahari
maksimal
2.Kangkung akan terlihat tumbuh di hari ke-3
3.Apabila ada kutu di daun kangkung, segera buang daun atau
batang karena kangkung akan keriting dan mati
4.Berikan pakan lele sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali
dengan waktu tetap. (5-7 cm pakan pf800, 10 cm pf1000, >12
cm 781-2,781-1, 781).
5.Air berubah menjadi hijau dan amati nafsu makan ikan
6.Pemberian probiotik secara rutin seminggu sekali
7.Jika ditemukan lele yang berjamur, maka segera dipisahkan
supaya tidak menular ke ikan yang lain serta segera
mengganti airnya supaya tidak ada sisa-sisa jamur.
8.Sebaiknya dilakukan penyortiran seminggu sekali agar lele
yang ukuran besar tidak memakan lele yang ukuran kecil.
KKN-T IPB Majalengka 2021
Pergantian Air/Sipon
Apabila
1. Nafsu makan ikan menurun
2. Air berbau busuk (NH3, H2S)
3.Ikan menggantung (kepala diatas, ekor ke bawah). Maka:
Ganti air atau sipon (penyedotan kotoran di dasar ember
dengan selang atau keran air dibagian bawah ember).
Biasanya 7-10 hari
Penyedotan air sampai habis lalu diganti dengan air bersih
yang baru. Kangkung yang tumbuh membesar butuh air
lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember.
Panen
1.Panen kangkung pertama 14-21 hari sejak tanam
2.Sisakan bagian bawah (tunas kangkung) untuk pertumbuhan
kembali
3.Panen ke-2 dan selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali
4.Bisa bertahan selama 4 bulan
5.Panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, bila benih
bagus dan pakan yang baik
6.Tingkat bertahan hidup (survival) 40-100%
7.Dilakukan dengan diserok atau kuras
8.Ikan dapat berkurang karena loncat, saat hujan, kanibal,
dimakan kucing, atau bisa karena lingkungan airnya yang
kurang sesuai ikan bisa mati.
KKN-T IPB Majalengka 2021
VERTIKULTUR
Apa itu Vertikultur ?
Vertikal garden adalah perluasan dari vertikultur yang sudah
banyak diaplikasikan di Indonesia dengan menanam sayuran
dengan menggunakan media tanam tanah atau media lainnya
pada sebuah pot atau wadah yang ditata secara vertikal. Khusus
untuk vertikal garden ini dibuat dengan tanaman hias disertai
dengan desain tata letak yang cantik dan indah menyesuaikan
bentuk ruang (Baskara 2013).
Kelebihan sistem pertanian vertikultur diantaranya yaitu efisiensi
penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak
dibandingkan sistem konvensional, penghematan pemakaian
pupuk dan pestisida karena pengendalian gulma relatif kecil,
mudah dipindahkan, dan juga monitoring/pemeliharaan tanaman
relatif mudah. Banyak manfaat yang didapat dengan
mengembangkan budidaya secara vertikultur. Vertikultur memang
efektif untuk dibudidayakan tanaman hortikultura, karena relatif
tanaman hortiultura memiliki waktu panen singkat dan juga
berprospek baik untuk dikonsumsi atau dipasarkan dan dapat
menjadi tujuan desa wisata (Romadhona et al. 2019).
Alat dan Bahan
1.Pipa dengan diameter 5 inc
2.Benih sayuran
3.Gergaji
4.Cutter
5.Meteran
6.Lilin
7.Kayu berdiameter 6 cm dengan ujung diruncingkan
8.Kain basah
KKN-T IPB Majalengka 2021
Apa yang perlu diketahui sebelum memulainya ?
Media Tanam
Bercocok tanam vertikultur membutuhkan media tanam
yang remah tidak bersudut-sudut, tanah lapisan atas yang
bersifat gembur baik digunakan sebagai media vertikultur,
karena penetrasi perakaran lebih mudah dan kuat dalam
pencengkeraman. Selain kuat untuk mencengkeram, media
juga harus mudah dalam mendistribusi nutrisi dalam suatu
konstruksi. Media tanam yang baik untuk digunakan
diantaranya berupa campuran tanah, sekam padi dan pupuk
organik dengan perbandingan 1:1:1, campurkan hingga
merata, kemudian masukkan kedalam konstruksi/paralon
hingga penuh.
Jumlah Tanaman
Jumlah tanaman satu konstruksi sangat tergantung pada
jenis tanaman, namun pada dasarnya tanaman tidak saling
tumpang tindih. Penanaman dapat dilakukan secara
langsung menggunakan benih/biji atau pemindahan
tanaman menggunakan bibit cabutan hasil dari persemaian
biji.
Pembibitan
Cara pembibitan pada vertikultur sama dengan cara
menyemai pada sistem penanaman konvensional. Pada
umumnya setelah bibit berumur 18 hari atau memiliki 2
pasang daun maka bibit tersebut siap ditanam. Penyiangan
tanaman dilakukan sebelum gulma berbunga atau
pembentukan biji, karena biji gulma mudah tersebar.
Selanjutnya gulma yang telah terkumpul, dikeluarkan dari
area tanaman untuk dibenamkan pada lokasi atau sekitar
lokasi.
KKN-T IPB Majalengka 2021
Langkah-langkah
Potong paralon dengan menggunakan gergaji sepanjang 1
meter
Buat lubang tanam yang diawali dengan ukuran jarak sekitar
60 cm, setelah tempat yang akan dijadikan lubang tanam
siap, selanjutnya gergaji paralon dengan lebar kurang lebih 5
cm.
Bagian bawah bekas gergaji tadi dipanaskan hingga paralon
menjadi lebih lentur
Langkah selanjutnya setelah paralon lentur yakni
memasukkan kayu yang ujungnya telah diruncingkan,
kemudian mendinginkan paralon menggunakan kain basah
Masukkan konstruksi/paralon kedalam lubang yang terbuat
dari semen
Masukkan media tanam kedalam paralon hingga penuh
Benih ditanam pada lubang tanam dengan kedalaman 0,5-1
cm, sedankan jika menggunakan bibit cukup satu batang per
lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 cm.
Benih yang ditanam tidak boleh tumpang tindih
Pemeliharaan tanaman yang perlu dilakukan adalah
membersihkan lingkungan dan gulma, kebersihan
lingkungan juga perlu dilakukan dengan melakukan
penyiangan tanaman.
Pemupukan dilakukan mulai dari pupuk dasar, sementara
pupuk susulan pertama dilakukan pada fase pertumbuhan
vegetatif awal, pupuk susulan kedua diberikan pada fase
pertumbuhan vegetatif akhir. Pupuk susulan ketiga
diberikan pada fase pengisian buah atau pembentukan
buah dan pemupukan susulan selanjutnya diberikan untuk
mempertahankan pertumbuhan tanaman.
KKN-T IPB Majalengka 2021
Lanjutan
Pemberian air dilakukan dengan cara menyiramkan air
menggunakan selang atau gembor ke dalam media pada
konstruksi sampai kapasitas lapang, yakni air menetes
keluar konstruksi. Konstruksi diupayakan selalu lembab agar
kebutuhan air tercukupi.
Lakukan penyiraman satu kali sehari atau dengan melihat
kondisi media tanam, jia media tanam berupa pasir
penyiraman dilakukan 2 kali sehari, bisa juga dengan
menambahkan pupuk cair dengan interval 2 minggu sekali.
KKN-T IPB Majalengka 2021
HIDROPONIK
Apa itu Sistem Wick Hidroponik?
Sistem wick adalah sistem yang paling sederhana dari sistem
hidroponik. Ini adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian
yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh
dari wadah nutrisi dengan sumbu, biasanya sumbu
menggunakan kain flanel atau jenis bahan lain yang mudah
menyerap air.
Sumber: Farmee.id
Cara Semai Benih Hidroponik
Siapakan wadah (nampan) yang dialasi tisu yang sudah
dibasahi air, sebar benih sayuran yang ingin disemai, tutup
menggunakan plastik hitam lalu simpan di ruangan yang
gelap dan lembab. (disarankan menyemai pada sore hari).
Setelah 1-2 hari benih akan dimulai menunjukkan
pertumbuhan dengan pecahnya biji dan tumbuhnya bakal
akar.
Siapkan rockwool yang sudah dibasahi air (cukup lembab
saja, jangan terlalu basah) dan lubangi menggunakan pulpen
dengan kedalaman 2 mm sebagai lubang tanam.
Kemudian masukkan benih sayuran yang sudah pecah
kedalam lubang tanam.
Setelah dipindah jemur bibit setiap hari dibawah terik
matahari, tetap perhatikan rockwool agar selalu lembab, jika
kering bisa disemprotkan air.
Saat tanaman telah menghasilkan daun sejati (3-4 daun),
maka saat itu bibit telah siap dipindahkan media tanam
hidroponik.
KKN-T IPB Majalengka 2021
Pindah Tanam
Siapkan baki, isi dengan air baku sesuai kapasitas baki
(jangan terlalu penuh agar ada oksigen dalam baki).
Campur air baku dengan nutrisi AB Mix dengan
perbandingan 5ml A + 5ml B + 1 liter air baku (1baki = 6-7
liter air baku). Agar ppm lebih akurat bisa menggunakan TDS
untuk mengukur kualitas air karna setiap tumbuhan
membutuhkan nilai ppm yang berbeda.
Tutup baki dengan impraboard kemudian pasang netpot
dan sumbu flanel pada lubang impraboard.
Letakkan bibit dan rockwool ke dalam netpot. Pastikan
terkena sinar matahari langsung agar pertumbuhan
maksimal.
Jika air mulai berkurang bisa tambahkan campuran air baku
dan AB Mix dengan perbandingan seperti diatas.
Masa panen: sawi, pakcoy (25-30 hari setelah pindah tanam),
kangkung (mulai umur 27 hari), bayam (mulai umur 25 hari),
selada (23 hari setelah pindah tanam).
Note:
Semua jenis sawi dan selada 1 rockwool diisi dengan 1 bibit,
kangkung 1 rockwool diisi dengan 6-8 bibit, untuk bayam 1
rockwool diisi dengan belasan-puluhan bibit.
KKN-T IPB Majalengka 2021
Daftar Pustaka
- Baskara M. 2013. Membuat sendiri konstruksi vertical garden
dalam http://medha.lecture.ub.ac.id/2013/06/membuat-sendiri-
konstruksi-vertical-garden. [diunduh 21 Jul 10].
- Rokhmah NA, Ammatillah CS, Sastro Y. 2014. Mini Akuaponik
untuk Lahan Sempit di Perkotaan. Buletin Pertanian Perkotaan
Volume 4 nomer 22014. Balai Pengkajian Teknologi.
- Romadhona S, Sudibya J, Sutikto T, Mutmainnah L, Rambi A.
2019. Pemanfaatan limbah gelas dan botol plastic sebagai
media tanam penunjang peningkatan pendapatan masyarakat
melalui pembentukan kampong hidroponok di lahan rawa.
Warta Pengabdian. Vol 13(4): 147-155.
- Setijaningsih L, C. umar. 2015. Pengaruh lama retensi air
terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada
budidaya sistem kangkung. Jurnal Ilmu-ilmu Hayati. 14(35): 1-6.
- Susetya IE, Harahap ZA. 2018. Aplikasi budikdamber (budidaya
ikan dalam ember) untuk keterbatasan lahan budidaya di kota
Medan. Abdimas Talenta. 3(2): 416-420.