The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gemina rahmawati, 2023-11-15 21:40:03

Modul Ajar kelas XI

Teks Cerpen

INFORMASI UMUM Nama Penyusun : Gemina Rahmawati, S.Pd. Satuan Pendidikan : SMA Negeri 9 Semarang Kelas / Fase : XI (Sebelas)/F Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pembalajaran : Menulis Cerpen Prediksi Alokasi Waktu : 2 JP (45 x2) Tahun Penyusunan : 2023 A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, akademis, dan dunia kerja. Peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi berbagai tipe teks tentang topik yang beragam. Peserta didik mampu mengkreasi gagasan dan pendapat untuk berbagai tujuan. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbahasa yang melibatkan banyak orang. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi dan mengaktualisasi diri untuk selalu berkarya dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai media untuk memajukan peradaban bangsa. B. PROFIL PELAJAR PANCASILA Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, inovatif, mandiri, berkebhinekaan global. C. SARANA DAN PRASARANA 1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi 2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer 3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung D. TUJUAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menulis teks cerpen berkaitan dengan kehidupan sehari-hari 1. Peserta didik mampu menjelaskan secara umum tentang cerita pendek 2. Peserta didik mampu menafsirkan unsur pembangun cerpen 3. Peserta didik mampu menerapkan kerangka teks cerpen dengan mind mapping 4. Peserta didik mampu menyusun teks cerpen dari kerangka yang telah dibuat berkaitan dengan pengalaman pribadi


E. MODEL PEMEBELAJARAN Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPCK (Technological Knowledge, Pedagogical Knowledge) F. PEMAHAMAN YANG BERMAKNA Mempersiapkan peserta didik untuk merancang dan menuliskan cerpen berdasarkan pengalaman sehari-hari, baik yang dialami sendiri maupun oleh orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun cerpen. G. PERTANYAAN PEMANTIK 1. Kalian sudah mempelajari puisi pada bab sebelumnya. Apa kira-kira perbedaan puisi dan cerpen? 2. Pernahkah kalian membaca cerpen? kalau pernah apa judulnya dan kira-kira bagaimana isi ceritanya? 3. Pernahkah kalian membaca sebuah cerpen atau novel dan tidak mengerti apa jalan cerita dari cerpen atau novel tersebut? Jika pernah apa judul cerpen atau novel tersebut? 4. kira apa alasan sehingga kalian tidak mengerti isi dari cerpen atau novel tersebut? H. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 TAHAP LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN WAKTU Orientasi PENDAHULUAN 15 Menit 1. Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam 2. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik 3. Guru menyiapkan kesiapan peserta didik secara psikis dan fisik 4. Guru menyampaikan kesepakatan kelas yang harus disepakati selamapembelajaran 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 6. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai denganProfil Pelajar Pancasila; yaitu a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, b. mandiri, c. bernalar kritis, d. kreatif, e. bergotong royong, dan f. berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. KEGIATAN INTI


Memberikan orientasi tentang permasalaha n kepada peserta didik 1. Guru memberikan pertanyaan pemantik, sebagai berikut: a. Apakah kalian pernah membaca teks cerita pendek atau novel b. Tema apa yang kalian paling suka saat membaca teks cerpen c. Apakah ada perbedaan antara cerpen dan novel? 2. Guru memberikan ice breaking untuk membuka semangat belajar peserta didik 3. Peserta didik diajak untuk mengamati sebuah video https://youtu.be/4u9n4jWZwIM?si=bTtyuhJ_N9 8UKfLZyang ditayangkan di LCD 4. Peserta didik mengamati video yang diberikan oleh Guru untuk memperhatikan video untuk menghasilkan temuan-temuan mengenai video https://youtu.be/4u9n4jWZwIM?si=bTtyuhJ_N9 8UKfLZ yang ditampilkan. 5. Guru mengajukan pertanyaan terkait video https://youtu.be/4u9n4jWZwIM?si=bTtyuhJ_N9 8UKfLZyang ditayangkan 6. Untuk membantu peserta didik, Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari tahu tentang struktur, kebahasaan teks cerpen 7. Guru memberikan materi teks cerita pendek secara umum Mengorgani sasi peserta didik dalam belajar 1. Guru membagi peserta didik beberapa kelompok, Setiap kelompok terdiri dari 2 peserta didik untuk menemukan informasi tentang teks cerpen 2. Peserta didik menyusun pertanyaan sesuai dengan tema yang telah disepakati disetiap kelompok Memberikan bimbingan pada individu maupun kelompok 1. Pada setiap kelompok terdapat peserta didik yang bertanya, kemudian peserta didik lainya menjawab pertanyaan tersebut dijadikan sebuah kerangka teks cerpen 2. Guru memberikan LKPD kemudian peserta didik berdiskusi dengan kelompok mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan struktur teks cerpen dan kebahasan teks cerpen 3. Guru meberikan arahan lebih intensif pada kelompok yang pelru pendampingan Mengemban gkan dan menyajikan hasil karya peserta didik 1. Peserta didik secara berkelompok menulis kerangka teks cerpen (bergotong-royong) 2. Setelah selesai peserta didik diharapkan memberikan kreativitasnya dengan cara membuat


kerangka teks cerpen menggunakan mind mapping Melakukan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. 1. Peserta didik menyampaikan kerangka teks berita disusun di depan kelas 2. Peserta didik lain memberikan tanggapan penyampaian kerangka teks cerpen yang disampaikan oleh peserta didik yang presentasi 3. Guru memberikan apreasias kepada peserta didik yang sudah yang sudah menyampaikan hasil belajarnya 4. Pendidik mengarahkan peserta didik untuk mengumpulkan tugas yang sudah dikerjakan dan memberikan penilaian 5. Guru melakukan evaluasi terhadap pembelajaran peserta didik PENUTUP 15 Menit 1. Peserta didik membuat simpulan dari apa yang sudah dipelajari dari kegiatan memahami 2. Peserta didik memberikan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Pendidik memberikan apresiasi proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Pertemuan 2 TAHAP LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN WAKTU Orientasi PENDAHULUAN 15 Menit 1. Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam 2. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik 3. Guru menyampaikan kesepakatan kelas yang harus disepakati selama pembelajaran 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 5. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai denganProfil Pelajar Pancasila; yaitu a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, b. mandiri, c. bernalar kritis, d. kreatif, e. bergotong royong, dan f. berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.


Memberikan orientasi tentang permasalahan kepada peserta didik KEGIATAN INTI 60 Menit 1. Guru memberikan pertanyaan pemantik, sebagai berikut a. Apa tujuan Menulis Cerpen? 2. Guru memberikan ice breaking untuk membangkitkan semangat peserta didik 3. Peserta didik diajak untuk mengamati contoh teks cerpen berdasarkan unsur pembangun cerpen yang ditayangkan dalam Power Point 4. Guru memberikan materi menulis teks cerpen unsur pembangun cerpen Mengorganisasi peserta didik dalam belajar 1. Guru membagi pada kelompok yang sama dengan pertemuan sebelumnya 2. Guru membagi LKPD 2 mengenai susunan kerangka teks cerpen yang telah dibuat masingmasing kelompok dan menulis teks cerpen secara utuh dari kerangka teks cerpen yang telah dikembangkan oleh peserta didik 3. Peserta didik secara berkelompok mengembangkan teks cerpen yang dari pengalaman peserta didik lain secara berkelompok Memberikan bimbingan pada individu maupun kelompok 1. Guru mengarahkan peserta didik untuk menulis teks cerpen dari kerangka yang dibuat sesuai dengan peristiwa yang sudah dialami oleh peserta didik lain 2. Peserta didik berdiskusi dengan kelompok untuk mengembangkan kerangka cerita pendek menjadi cerpen yang utuh sesuai dengan sturuktur, kebahasaan dan unsur pembangun cerpen Mengembangka n dan menyajikan hasil karya peserta didik 1. Peserta didik menulis teks cerpen yang telah dikembangkan 2. Peserta didik menyampaikan teks cerpen yang telah ditulis untuk disampaikan di depan kelas Melakukan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. 1. Peserta didik lain memberikan tanggapan terhadap penyampaain hasil yang disampaikan oleh peserat didik yang presentasi 2. Guru memberikan aprepsesi kepada peserta didik yang sudah menyampaikan hasil belajarnya 3. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengumpulkan tugas yang sudah dikerjakan dan memberikan penilaian 4. Guru melakukan evaluasi terhadap pembelajaran peserta didik. PENUTUP 15 menit


1. Peserta didik membuat simpulan dari apa yang sudah dipelajari dari kegiatan memahami 2. Peserta didik memberikan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Pendidik memberikan apresiasi proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Pertemuan 3 TAHAP LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN WAKTU Orientasi PENDAHULUAN 15 Menit 1. Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam 2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa Bersama 3. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik 4. Guru mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu nasional 5. Guru menyiapkan kesiapan peserta didik secara psikis dan fisik 6. Guru menyampaikan kesepakatan kelas yang harus disepakati selamapembelajaran 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 8. Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai denganProfil Pelajar Pancasila; yaitu a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, b. mandiri, c. bernalar kritis, d. kreatif, e. bergotong royong, dan f. berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan. Memberikan orientasi tentang permasalahan kepada peserta didik KEGIATAN INTI 60 menit 1. Guru memberikan pertanyaan pemantik, seperti berikut: a. Apakah kamu tahu menyunting? b. Apa fungsi dari menunting? c. Apa saja yang harus kita perhatikan dalam menyunting? 2. Guru melakukan ice breaking untuk membuka semangat belajar peserta didik 3. Peserta didik diajak untuk mengikuti Quizizz yang telah dibuat oleh Guru dengan menggunakan Gawai


4. Guru memberikan pemaparan materi mengenai menyunting teks cerpen dan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menyunting teks cerpen Mengorganisasi peserta didik dalam belajar • Masih dalam kelompok yang sama dengan kelompok pertemuan sebelumnya peserta didik melakukan proses penyuntingan (pengkoreksian) atas teks cerpen atas teks cerpen yang dibuat kelompok lain (saling bertukar) • Guru membagikan lembar penyuntingan kepada masing-masing kelompok • Peserta didik secara berkelompok mulai melakukan Langkah-langkah penyuntingan Memberikan bimbingan pada individu maupun kelompok 1. Guru memberikan arahan lebih insentif pada kelompok perlu pendampingan dibandingkan dengan kelompok cukup mahir dalam melakukan proses penyuntingan teks cerpen dengan memperhatikan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menyunting teks cerpen Mengembangka n dan menyajikan hasil karya peserta didik 1. Peserta didik berdiskusi dengan kelompok dalam menyunting teks cerpen kelompok lain baik dari struktur, kebahasaan, unsur pembangun cerpen 2. Berdasarkan penyuntingan dari kelompok lain pada saat saling bertukar, peserta melakukan perbaikan dan melakukan penulisan teks cerpen sampai final terhadap teks cerpen kelompok sendiri Melakukan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. 1. Peserta didik menyampaikan hasil teks cerpen yang telah disunting di depan kelas 2. Peserta didik lain memberikan tanggapan terhadap penyampaian hasil yang disampaikan oleh peserta didik yang presentasi 3. Guru memberikan aprepsesi kepada peserta didik yang sudah menyampaikan hasil belajarnya 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengumpulkan kemajuan dari penyuntingan yang sudah dikerjakan dan memberikan penilaian . PENUTUP 15 menit 1. Peserta didik membuat simpulan dari apa yang sudah dipelajari dari kegiatan memahami 2. Peserta didik memberikan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Pendidik memberikan apresiasi proses pembelajaran yang sudah dilakukan.


I. ASSESMEN ASSESMEN Asesmen Diagnostik Asesmenawalpembelajarandilakukanuntuk mengukur kemampuan peserta didik berupa gaya belajar. (terlampir) Asesmen Formatif Asesmen formatif dilakukan pada proses kegiatan pembelajaran.(terlampir) Asesmen Sumatif Asesmen sumatif berupa hasil akhir menulis teks berita. (terlampir) J. PENGAYAAN DAN REMEDIAL 1. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang menguasai materi ini dengan sangat baik, yaitu dengan cara memberikan ragam soal yang tingkatannya lebih tinggi. 2. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai materi dengan baik, yaitu dengan cara memberikan pengulangan materi dasar serta materi spesifik yang kurang dikuasai oleh peserta didik . (Materi pengayaan dan remedial terlampir) K. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU Refleksi Pendidik 1. Apakah model pembelajan yang saya gunakan sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik? 2. Apakah semua peserta didik nyaman belajar dengan metode yangditerapkan? 3. Pada bagian mana dari materi ini peserta didik mudah memahami? 4. Bagaimana kesesuaian durasi waktu dan tujuan belajar yang ingin dicapai pada pembelajaran ini? L. Refleksi peserta didik 1. Apakah kalian menyukai pembelajaran hari ini? 2. Apakah peserta didik memahami materi yang diajarkan? 3. Materi apa yang masih sulit kalian pahami? M. LAMPIRAN 1. Media pembelajaran 2. Bahan Ajar 3. Lembar Kerja Peserta Didik N. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD yang disusun oleh pendidik meliputi LKPD menyusun kerangka teks cerpen melalui mind mapping dan menulis teks cerpen secara utuh sesuai dengan struktur, kebahasaan dan unsur pembangun teks cerpen. O. GLOSARIUM Argumentasi, digunakan untuk menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan dari penulis Berita, cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar Cerita pendek (cerpen), cerita pendek.; kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika)


Denotasi, (linguistik) makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif Drama, cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater Ekstrinsik, berasal dari luar (tentang nilai mata uang, sifat manusia, atau nilai suatu peristiwa); bukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sesuatu; tidak termasuk intinya Literasi, kemampuan menulis dan membaca Musikalisasi, hal menjadikan sesuatu dalam bentuk musik Prosa, karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi) Puisi, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait Sinopsis, ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi Vlog, (komputer) blog yang isinya berupa video Youtuber, seseorang yang membuat konten dalam bentuk video yang diunggah ke kanal youtube. P. DAFTAR PUSTAKA Andriyani, Eka Ayu. 2012. Upaya Peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa kelas X.2 SMA N 1 Kretek, Bantuk, Yogyakarta dengan menggunakan Teknik Mind Mapping. Skripsi. Yogyakarta: UNY. Depdiknas.2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. Kemendikbud. 2021. Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Jakarta:Pusat Perbukuan Kemendikbud. Kompas.2020.Cerpen Pilihan Kompas 2016 Tanah Air. Jakarta:Kompas Media Nusantara. Sumardjo, J. dan Saini, K.M., 1986. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia. Mengetahui, Semarang, Oktober 2023 Kepala SMA Negeri 9 Semarang Guru Mapel Noor Taufiq Saleh, S.Pd., M.Pd Gemina Rahmawati, S.Pd NIP 19691223 200212 1 003 NIP. -


A. Pengertian Teks Cerpen Apakah kalian pernah mendengar ungkapan “cerita yang dapat dibaca hanya sekali duduk”? Dalam ungkapan ini dapat disimpulkan bahwa cerita yang dimaksud adalah cerita pendek atau cerpen. Pada umumnya, cerpen bersifat fiksi atau rekayasa dan masalah yang terdapat dalam cerpen biasanya memiliki kesan tunggal. Disamping itu, ada berbagai macam karakter tokoh baik antagonis maupun protogonis, dari karakter tersebut maka dapat dipelajari hal-hal yang benar dan salah dari nilai-nilai kehidupan dalam cerpen. Selain definisi di atas, ada beberapa pengertian cerpen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerpen adalah sastra kisahan pendek atau kurang dari 10 ribu kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi atau pada suatu . Menurut Sutardi, cerpen adalah rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang di dalamnya terjadi konflik antartokoh atau dalam diri tokoh itu sendiri dalam latar dan alur. Peristiwa dalam cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat, dan waktu yang membentuk satu kesatuan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah prosa berisi gagasan, pikiran, pengalaman yang diimajinasikan dan membentuk sebuah peristiwa dengan satu peristiwa puncak. B. Ciri-ciri Cerpen Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya tulisanlainnya, diantaranya adalah: a. Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata. b. Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan novel. c. Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. d. Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya, karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah intinya saja. e. Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap penyelesaiannya. f. Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya. g. Bersifat fiktif. h. Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus. i. Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama. j. Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan kesan dari cerita tersebut. C. Struktur dan Kaidah Teks Cerita Pendek Stuktur cerpen merupakan rangkaian cerita yang membentuk cerpen itu sendiri. Dengan demikian, struktur cerpen tidak lain berupa unsur yang berupa alur, yakni berupa jalinan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat ataupun secara kronologis. Secara umum jalan cerita terbagi ke dalam bagian-bagian berikut. 1. Pengenalan situasi cerita (exposition,orientation) Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antartokoh. 2. Pengungkapan peristiwa (complication) Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.


3. Menuju pada adanya konflik (risingaction) Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagi situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh. 4. Puncak konflik (turning point) Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian itu pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal. 5. Penyelesaian (ending ataucoda) Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang sikap ataupun nasibnasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Namun ada pula, cerpen yang penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan kepada imaji pembaca. Jadi, akhir ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa ada penyelesaian. D. Kaidah Kebahasaan Kaidah kebahasaan teks cerpen adalah seperti berikut. 1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh fungsi-fungsi keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika itu, beberapa tahun yang lalu, telah terjadi. 2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis). Contoh: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian. 3. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari, melompat, menghindar. 4. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentang, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan. 5. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh. Contoh: merasakan,menginginkan, mengarapkan, mendambakan, mengalami. 6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (“….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung. Contoh: a. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temui orang itu!” b. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” tanya Ani pada temannya. c. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak Lani. 7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Contoh: Segala sesuatu tampak berada dalam kendali sekarang: Bahkan, kamarnya sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tampak tepat berada di tempatnya sekarang, teratur rapi dan tertata dengan baik. Ia adalah juru masak terbaik yang pernah dilihatnya, ahli dalam membuat ragam makanan Timur dan Barat ‘yang sangat sedap’. Ayahnya telah menjadi pencandu beratnya. E. UNSUR PEMBANGUN CERPEN 1. Unsur Intrinsik a. Tema adalah gagasan utama suatu cerita. Tema dapat ditemukan dengan melihat pikiran-pikiran pokok dari cerpen tersebut.


b. Tokoh utama adalah tokoh yang ditampilkan secara terus-menerus atau paling sering diceritakan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali saja dalam sebuah cerita. c. Penokohan adalah cara penulis menggambarkan tokoh. Penokohan terdiri atas tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh campuran. Tokoh protagonis adalah tokoh yang mewakili sifat-sifat baik sebagai manusia dan sebaliknya adalah tokoh antagonis. Adapun tokoh campuran adalah tokoh yang memiliki perwatakan baik dan buruk. d. Sudut pandang pencerita yaitu kedudukan penulis dalam cerita. Sudut pandang pencerita dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. e. Alur cerita sering pula disebut plot. Alur cerita berisi rangkaian peristiwa yang memperlihatkan sebuah hubungan sebab akibat. Terdapat lima tahap alur, yaitu tahap pengenalan (exposition atau orientasi), tahap kemunculan konflik (rising action), tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks), tahap konflik menurun (antiklimaks), tahap penyelesaian (resolution). f. Latar adalah segala keterangan, petunjuk, dan acuan yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa dalam karya sastra. g. Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menggunakan bahasa yang tepat sehingga bisa menampilkan suasana, seperti sedih, gembira, menyeramkan, romantis, atau suasana penuh sindiran. Penggunaan bahasa yang tepat akan mendukung jalan cerita. h. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Amanat biasanya disampaikan oleh penulis secara tersirat. 2. Unsur Ekstrinsik Nilai adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Dalam karya sastra berwujud makna ditulis melalui unsur instrinsik seperti perilaku, dialog, peristiwa, latar/setting, dan sebagainya. Menurut Suherli, dkk. terdapat enam nilai dalam cerita pendek yaitu: a. Nilai Budaya Nilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turun-menurun di masyarakat (berhubungan dengan budaya Melayu) Ciri khas nilai-nilai budaya dibandingkan nilai lainnya adalah masyarakt takut meninggalkan atau menentang nilai tersebut karena “takut” sesuatu yang buruk akan menimpanya. b. Nilai Moral Nilai yang berhubungan dengan masalah moral. Pada dasarnya nilai moral berkaitan dengan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau dinikmatinya. c. Nilai Agama/Religi Nilai yang berhubungan dengan masalah keagaman. Nilai religi biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, mahluk gaib, dosa-pahala, serta surga-neraka. d. Nilai Pendidikan/ Edukasi Nilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan Latihan. e. Nilai Estetika


Nilai yang berhubungan dengan keindahan dan seni. f. Nilai Sosial Nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat. Biasanya berupa nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Indikasi nilai sosial dikaitkan dengan kepatuhan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari cerita pendek kalian akan mengetahui tentang budaya, moral, agama, pendidikan, sasial dan nilai-nilai kehidupan lain. Dari cerita hikayat, kita dapat memetik nilai-nilai kehidupan sebagai cermin bagi kehidupan kita. Teks Cerpen LAKI-LAKI SEJATI Cerpen Putu Wijaya Seorang perempuan muda bertanya kepada ibunya. Ibu, lelaki sejati itu seperti apa? Ibunya terkejut. Ia memandang takjub pada anak yang di luar pengamatannya sudah menjadi gadis jelita itu. Terpesona, karena waktu tak mau menunggu. Rasanya baru kemarin anak itu masih ngompol di sampingnya sehingga kasur berbau pesing. Tibatiba saja kini ia sudah menjadi perempuan yang punya banyak pertanyaan. Sepasang matanya yang dulu sering belekan itu, sekarang bagai sorot lampu mobil pada malam gelap. Sinarnya begitu tajam. Sekelilingnya jadi ikut memantulkan cahaya. Namun jalan yang ada di depan hidungnya sendiri, yang sedang ia tempuh, nampak masih berkabut. Hidup memang sebuah rahasia besar yang tak hanya dialami dalam cerita di dalam pengalaman orang lain, karena harus ditempuh sendiri. Kenapa kamu menanyakan itu, anakku? Sebab aku ingin tahu. Dan sesudah tahu? Aku tak tahu. Wajah gadis itu menjadi merah. Ibunya paham, karena ia pun pernah muda dan ingin menanyakan hal yang sama kepada ibunya, tetapi tidak berani. Waktu itu perasaan tidak pernah dibicarakan, apalagi yang menyangkut cinta. Kalaupun dicoba, jawaban yang muncul sering menyesatkan. Karena orang tua cenderung menyembunyikan rahasia kehidupan dari anak-anaknya yang dianggapnya belum cukup siap untuk mengalami. Kini segalanya sudah berubah. Anak-anak ingin tahu tak hanya yang harus mereka ketahui, tetapi semuanya. Termasuk yang dulu tabu. Mereka senang pada bahaya. Setelah menarik napas, ibu itu mengusap kepala putrinya dan berbisik. Jangan malu, anakku. Sebuah rahasia tak akan menguraikan dirinya, kalau kau sendiri tak penasaran untuk membukanya. Sebuah rahasia dimulai dengan rasa ingin tahu, meskipun sebenarnya kamu sudah tahu. Hanya karena kamu tidak pernah mengalami


sendiri, pengetahuanmu hanya menjadi potret asing yang kamu baca dari buku. Banyak orang tua menyembunyikannya, karena pengetahuan yang tidak perlu akan membuat hidupmu berat dan mungkin sekali patah lalu berbelok sehingga kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan. Tapi ibu tidak seperti itu. Ibu percaya zaman memberikan kamu kemampuan lain untuk menghadapi bahaya-bahaya yang juga sudah berbeda. Jadi ibu akan bercerita. Tetapi apa kamu siap menerima kebenaran walaupun itu tidak menyenangkan? Maksud Ibu? Lelaki sejati anakku, mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan. Kenapa tidak? Sebab di dalam mimpi, kamu sudah dikacaukan oleh bermacam-macam harapan yang meluap dari berbagai kekecewaan terhadap laki-laki yang tak pernah memenuhi harapan perempuan. Di situ yang ada hanya perasaan keki. Apakah itu salah? Ibu tidak akan bicara tentang salah atau benar. Ibu hanya ingin kamu memisahkan antara perasaan dan pikiran. Antara harapan dan kenyataan. Aku selalu memisahkan itu. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu aku mengerti sekali. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan. Ibunya tersenyum. Jadi kamu masih ingat semua yang ibu katakan? Kenapa tidak? Berarti kamu sudah siap untuk melihat kenyataan? Aku siap. Aku tak sabar lagi untuk mendengar. Tunjukkan padaku bagaimana laki-laki sejati itu. Ibu memejamkan matanya. Ia seakan-akan mengumpulkan seluruh unsur yang berserakan di mana-mana, untuk membangun sebuah sosok yang jelas dan nyata. Laki-laki yang sejati, anakku katanya kemudian, adalah… tetapi ia tak melanjutkan. Adalah? Adalah seorang laki-laki yang sejati. Ah, Ibu jangan ngeledek begitu, aku serius, aku tak sabar.


Bagus, Ibu hanya berusaha agar kamu benar-benar mendengar setiap kata yang akan ibu sampaikan. Jadi perhatikan dengan sungguh-sungguh dan jangan memotong, karena laki-laki sejati tak bisa diucapkan hanya dengan satu kalimat. Laki-laki sejati anakku, lanjut ibu sambil memandang ke depan, seakan-akan ia melihat laki-laki sejati itu sedang melangkah di udara menghampiri penjelmaannya dalam kata-kata. Laki-laki sejati adalah… Laki-laki yang perkasa?! Salah! Kan barusan Ibu bilang, jangan menyela! Laki-laki disebut laki-laki sejati, bukan hanya karena dia perkasa! Tembok beton juga perkasa, tetapi bukan laki-laki sejati hanya karena dia tidak tembus oleh peluru tidak goyah oleh gempa tidak tembus oleh garukan tsunami, tetapi dia harus lentur dan berjiwa. Tumbuh, berkembang bahkan berubah, seperti juga kamu. O ya? Bukan karena ampuh, bukan juga karena tampan laki-laki menjadi sejati. Seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola yang kamu kagumi, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati! Kalau begitu apa dong? Seorang laki-laki sejati adalah seorang yang melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan. Perempuan muda itu tercengang. Hanya itu? Seorang laki-laki sejati adalah seorang laki-laki yang satu kata dengan perbuatan! Orang yang konsekuen? Lebih dari itu! Seorang yang bisa dipercaya? Semuanya!


Perempuan muda itu terpesona. Apa yang lebih dari yang satu kata dan perbuatan? Tulus dan semuanya? Ahhhhh! Perempuan muda itu memejamkan matanya, seakan-akan mencoba membayangkan seluruh sifat itu mengkristal menjadi sosok manusia dan kemudian memeluknya. Ia menikmati lamunannya sampai tak sanggup melanjutkan lagi ngomong. Dari mulutnya terdengar erangan kecil, kagum, memuja dan rindu. Ia mengalami orgasme batin. Ahhhhhhh, gumannya terus seperti mendapat tusukan nikmat. Aku jatuh cinta kepadanya dalam penggambaran yang pertama. Aku ingin berjumpa dengan laki-laki seperti itu. Katakan di mana aku bisa menjumpai laki-laki sejati seperti itu, Ibu? Ibu tidak menjawab. Dia hanya memandang anak gadisnya seperti kasihan. Perempuan muda itu jadi bertambah penasaran. Di mana aku bisa berkenalan dengan dia? Untuk apa? Karena aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malumalu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, cucu-cucu Ibu. Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi menantu Ibu, penerus generasi kita, kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya. Dada perempuan muda itu turun naik. Apa salahnya sekarang wanita memilih laki-laki untuk jadi suami, setelah selama berabad-abad kami perempuan hanya menjadi orang yang menunggu giliran dipilih? Perempuan muda itu membuka matanya. Bola mata itu berkilat-kilat. Ia memegang tangan ibunya. Katakan cepat Ibu, di mana aku bisa menjumpai laki-laki itu? Bunda menarik nafas panjang. Gadis itu terkejut. Kenapa Ibu menghela nafas sepanjang itu? Karena kamu menanyakan sesuatu yang sudah tidak mungkin, sayang. Apa? Tidak mungkin? Ya. Kenapa? Karena laki-laki sejati seperti itu sudah tidak ada lagi di atas dunia. Oh, perempuan muda itu terkejut. Sudah tidak ada lagi?


Sudah habis. Ya Tuhan, habis? Kenapa? Laki-laki sejati seperti itu semuanya sudah amblas, sejak ayahmu meninggal dunia. Perempuan muda itu menutup mulutnya yang terpekik karena kecewa. Sudah amblas? Ya. Sekarang yang ada hanya laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati anakku. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya bakul jamu, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati lagi, anakku. Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu. Gadis itu termenung. Mukanya nampak sangat murung. Jadi tak ada harapan lagi, gumamnya dengan suara tercekik putus asa. Tak ada harapan lagi. Kalau begitu aku patah hati. Patah hati? Ya. Aku putus asa. Kenapa mesti putus asa? Karena apa gunanya lagi aku hidup, kalau tidak ada laki-laki sejati? Ibunya kembali mengusap kepala anak perempuan itu, lalu tersenyum. Kamu terlalu muda, terlalu banyak membaca buku dan duduk di belakang meja. Tutup buku itu sekarang dan berdiri dari kursi yang sudah memenjarakan kamu itu. Keluar, hirup udara segar, pandang lagit biru dan daun-daun hijau. Ada bunga bakung putih sedang mekar beramai-ramai di pagar, dunia tidak seburuk seperti yang kamu bayangkan di dalam kamarmu. Hidup tidak sekotor yang diceritakan oleh buku-buku dalam perpustakaanmu meskipun memang tidak seindah mimpi-mimpimu. Keluarlah anakku, cari seseorang di sana, lalu tegur dan bicara! Jangan ngumpet di sini! Aku tidak ngumpet! Jangan lari! Siapa yang lari? Mengurung diri itu lari atau ngumpet. Ayo keluar! Keluar ke mana? Ke jalan! Ibu menunjuk ke arah pintu yang terbuka. Bergaul dengan masyarakat banyak.


Gadis itu termangu. Untuk apa? Dalam rumah kan lebih nyaman? Kalau begitu kamu mau jadi kodok kuper! Tapi aku kan banyak membaca? Aku hapal di luar kepala sajak-sajak Kahlil Gibran! Tidak cukup! Kamu harus pasang omong dengan mereka, berdialog akan membuat hatimu terbuka, matamu melihat lebih banyak dan mengerti pada kelebihan-kelebihan orang lain. Perempuan muda itu menggeleng. Tidak ada gunanya, karena mereka bukan laki-laki sejati. Makanya keluar. Keluar sekarang juga! Keluar? Ya. Perempuan muda itu tercengang, suara ibunya menjadi keras dan memerintah. Ia terpaksa meletakkan buku, membuka earphone yang sejak tadi menyemprotkan musik R & B ke dalam kedua telinganya, lalu keluar kamar. Matahari sore terhalang oleh awan tipis yang berasal dari polusi udara. Tetapi itu justru menolong matahari tropis yang garang itu untuk menjadi bola api yang indah. Dalam bulatan yang hampir sempurna, merahnya menyala namun lembut menggelincir ke kaki langit. Silhuet seekor burung elang nampak jauh tinggi melayang-layang mengincer sasaran. Wajah perempuan muda itu tetap kosong. Aku tidak memerlukan matahari, aku memerlukan seorang laki-laki sejati, bisiknya. Makanya keluar dari rumah dan lihat ke jalanan! Untuk apa?Banyak laki-laki di jalanan. Tangkap salah satu. Ambil yang mana saja, sembarangan dengan mata terpejam juga tidak apa-apa. Tak peduli siapa namanya, bagaimana tampangnya, apa pendidikannya, bagaimana otaknya dan tak peduli seperti apa perasaannya. Gaet sembarang laki-laki yang mana saja yang tergapai oleh tanganmu dan jadikan ia teman hidupmu! Perempuan muda itu tecengang. Hampir saja ia mau memprotes. Tapi ibunya keburu memotong. Asal, lanjut ibunya dengan suara lirih namun tegas, asal, ini yang terpenting anakku, asal dia benar-benar mencintaimu dan kamu sendiri juga sungguhsungguh mencintainya. Karena cinta, anakku, karena cinta dapat mengubah segalagalanya. Perempuan muda itu tercengang. Dan lebih dari itu, lanjut ibu sebelum anaknya sempat membantah, lebih dari itu anakku, katanya dengan suara yang lebih lembut lagi namun semakin tegas, karena seorang perempuan, anakku, siapa pun dia, dari mana pun dia, bagaimana pun dia, setiap perempuan, setiap perempuan anakku, dapat membuat seorang lelaki, siapa pun dia, bagaimana pun dia, apa pun pekerjaannya bahkan bagaimana pun kalibernya, seorang perempuan dapat membuat setiap lelaki menjadi seorang laki-laki yang sejati! *** Denpasar, akhir 2004


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Dihari ulang tahunku, aku kehilangan Arah Duniaku begitu indah keluarga lengkap apapun tak pernah kekurangan . Bisa disebut sebagai keluarga cemara yang berarti seperti pohon cemara hijau sepanjang tahun layaknya pohon cemara dan tumbuh dalam kasih sayang sesama anggota keluarga, saling mengayomi satu sama lain. Dalam keluargaku ada Ibu, ayah dan adik Menurutku Ibu miliki arti yang tidak bisa diucapkan oleh kata-kata tidak ada yang bisa menggantikan peran dan kasih sayangnya Ibu bagaikan malaikat tak bersayap Ibu bekerja keras demi keluarga untuk kami meski terkena penyakit hipertensi Hari demi hari semakin mengkhawatirkan dan rasa takut kehilangan Ketika ibu di sakit hipertensi menjalur ke sakit gagal ginjal dan diharuskan cuci darah Ibu sempat menolak untuk cuci darah, beberapa kali beliau menolak karena merasa takut melihat orang cuci darah yang harus ditusuk jarum besar dan harus satu minggu dua kali pergi ke rumah sakit. Akhirnya yang dikhawatirkan pun terjadi, beberapa hari setelah ibu berobat ke rumah sakit dengan kondisi yang mengkhawatirkan sesak tak karuan ibu diharuskan untuk cuci darah. Tujuannya agar ibu Sudah tidak merasakan sesak Kembali di karena cairan yang menumpuk diparu-paru tetapi fungsi ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Ibu sempat menolak Kembali tetapi melihat kondisi yang semakin drop, akhirnya ibu memutuskan untuk menjalani cuci darah. Setelah sepulang dari rumah sakit, ibu benar-benar menjaga pola minum dan makan karena tidak boleh terlau banyak ada cairan di dalam tubuh yang nanti akibatnya ibu akan mengalami sesak Kembali. Dulu ibu tidak bisa menjaga pola makan, dan sering tidak dispilin minum obat hipertensi mengakibatkan hipertensinya mengkena ke ginjal. Hari demi hari kami lewati mencoba berdamai, dan saling mengkuatkan Satu minggu dua kali kami ke Rumah sakit tempat ibu cuci darah, jaraknya 2jam perjalanan. Semakin hari semakin baik kondisi ibu yang dulunya tidak bisa minum lebih dari 2 gelas sekarang sudah bisa. Makananan apapun juga sudah tidak terlalu dihindari. Disisi lain aku merasa semakin takut, Cahaya itu hilang Cahaya harapan untuk ibu sembuh melihat pasien cuci darah di Rumah Sakit satu ruangan dengan kami ada beberapa meninggal.


Meski kami terus berusaha untuk pengobatan ibu agar ibu sembuh, meski doa tidak pernah terputus demi kesembuhan ibu, kami pasrahkan semuanya kepada Allah mana yang terbaik untuk kami dan ibu. Pernah aku mendengar bercerita dengan teman kantornya bahwa ibu juga takut ketika nanti meninggal karena anak-anaknya masih membutuhkan beliau. Memang kasih sayang ibu sepanjang hayat, yang dipikirkan semuanya adalah anak apapun kondisinya pasti anak adalah paling utama. Cahaya itu redup, kegelapan itu datang dimana semuanya tak ada jalan Jalan itu terasa buntu tak ada arah Ibu ibu yang aku kagumi, sayangi, tujuan dalam menggapai cita-cita tak ada lagi Ibu meninggal pada saat aku ulang tahun bagaimana rasanya, rasanya hari ulang tahun terburuk di Sejarah kehidupanku Ribuan kilat potongan-potongan kenangan menghujaniku dengan deras dan gegas. Aku dan adikku semakin tak berdaya. Aku duduk simpuh di dekat jasad ibu. Aku ambil kitab suci kubacakan lantunan ayat-ayat suci. Belum pernah aku merasakan kehilangan sedalam kehilangan seorang ibu. Belum pernah aku merasakan rasa sakit sedalam ini. Luka yang menyayat hati. Sakit tidak bisa lagi memeluk, menyapa, mengusap wajahnya Aku tidak memiliki arah Kembali untuk menapaki jalan kehidupan Kehidupanku berbeda 180 derajat setelah sepeninggalan ibu Aku tidak tahu arah jalan Orang yang hadir di rumah tumpah ruah. Tak ada yang berani bersuara. Sekedar mencegahlu. Di sampingku adikku. Tangisnya juga pecah. Aku mencoba untuk menenangkannya, jika bukan aku siapa lagi yang bisa menenangkan didepan jaad ibu yang akan dimandikan ku katakana kepada adikku. “Kita hanya manusia yang nantinya akan Kembali kepada Allah, tinggal giliran saja” Perkatain itu yang mengkuatkan adikku, tapi sebenarnya kata itupun membuatku aku tak sekuat itu. Beberapa Perempuan dating. Mereka siap untuk memandikan ibuku. Tempat telah disiapkan. Kain kafan sudah selesai dipotong. Semua bekerja dengan rapi. Kini sudah 3 tahun terlewati rasanya masih sama merindukan beliau, tak akan pernah habisnya entah sampai kapan. Rindunya sangat menyakiti ingin melihat, bercerita, memeluknya seperti masa dulu kita Bersama.


Allah Tuhan Maha kuasa, Allah tahu mana yang terbaik untuk ibuku, ibu sudah tidak merasakan sakit Kembali. Rasa sakit yang ditusuk jarum besar setiap minggunya sudah tidak merasakan lagi Semoga ibu tenang dan Bahagia disana pasti kita akan bertemu Kembali 3 tahun tetapi seperti kemarin ditinggal oleh ibu rasanya adalah rindu, rindu dan rinddu Sakit tapi tetap bersyukur. Hidup Cuma sementara. Nadi darahku tertinggal, jejak ibu terpintal. Aku terus bertahan meski jalan ini sungguh terjal. Tak akan goyah doaku rekah. B. Setelah mempelajari Data dan Infoemasi dalam bentuk Teks cerita pendek Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu: 1. menjelaskan pengetahuan diri secara umum tentang cerita pendek 2. menafsirkan unsur pembangun cerpen 3. menerapkan atau membuat peta konsep tentang alur cerpen yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. a. Tujuan utama Menulis Cerpen Tujuan utama dari pembuatan cerpen itu ada tiga, yaitu: untuk mengembangkan kreativitas dan ide, mengungkapkan perasaan penulis, dan untuk menyampaikan pesan atau amanat. Berikut ini kami terangkan satu per satu maksud dari masing-masing tujuan tersebut. 1. Pengembangan Kreativitas dan Ide Tujuan pertama dari penulisan cerpen adalah sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan ide. Banyak orang yang setuju bahwa menulis termasuk cara ampuh untuk melejitkan kreativitas dan merangkum segala ide yang muncul di kepala, dan cerpen adalah salah satu hasil dari aktivitas menulis itu. Dengan menulis cerpen, kreativitas kita akan semakin terasah, dan ide yang muncul tidak menguap begitu saja. 2. Pengungkapan Perasaan Penulis Tujuan cerpen selanjutnya adalah sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan penulis. Umum diketahui, bahwa menulis termasuk ke dalam aktivitas mental. Apa yang kita tulis akan dipengaruhi oleh kondisi kita saat menulis, apakah sedang bahagia, sedih, marah, dan lain sebagainya. Para penulis cerpen akan mengungkapkan semua yang dirasakan ke dalam cerpen yang mereka buat. 3. Penyampaian Pesan atau Amanat Tujuan cerpen yang terakhir adalah sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau amanat. Tujuan ini juga termasuk ke dalam salah satu unsur intrinsik cerpen. Jadi, setiap cerpen pastilah memiliki pesan atau amanat yang hendak disampaikan kepada pembaca. Namun, biasanya pesan itu tidak disampaikan


secara langsung atau tersurat, kita perlu membaca keseluruhan cerpen untuk memahami seluruh pesan yang terkandung di dalamnya. 4. Cara Menulis Cerpen untuk Pemula Sebagai langkah awal cara membuat cerita pendek untuk pemula, sebaiknya kamu menyisihkan waktu khusus untuk menulis. Hal ini karena, pengerjaan membutuhkan beberapa tahapan proses yang cukup panjang sebagai berikut. 1. Menentukan tema atau ide cerita Pilih topik yang menarik untuk kamu atau ide-ide seperti pengalaman yang ingin dibagikan kepada pembaca. Pikirkan juga pesan atau moral atau nilai-nilai yang ingin kamu sampaikan melalui cerpen. 2. Membuat karakter Ciptakan karakter-karakter yang akan membangun keseluruhan jalannya cerita. Berikan nama, watak atau karakterisasi, dan juga latar belakang tokoh yang membuat mereka menarik dan mudah diingat. 3. Buat kerangka atau plot cerita Atur alur cerita dengan menggambarkan kejadian-kejadian penting yang terjadi. Tuliskan titik poin ketika konflik muncul, permasalahan terjadi, serta resolusi kunci dari permasalahan tersebut. 4. Deskripsikan suasana dalam cerpen Gambarkan latar tempat dan suasana yang ada dalam cerita dengan menggunakan kata-kata dan kalimat yang deskriptif. Kamu juga bisa menghubungan latar dan suasana dengan karakteristik atau kondisi tokoh. 5. Menentukan sudut pandang Sudut pandang adalah cara penulis memposisikan diri dalam penulisan kisahnya. Dalam proses melahirkan suatu karya fiksi cerpen, sudut pandang digunakan dalam menampilkan penokohan dengan gaya yang diinginkan penulis. Sederhananya, sudut pandang berupa cara kamu dalam penyebutan tokoh pada cerita. Kebanyakan penulis menggunakan sudut pandang orang pertama seperti penggunaan subyek “saya” atau “aku” dalam menyampaikan cerita. Ada pula penulis yang menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan menyebut subjek “mereka” atau “dia” untuk menyampaikan cerita. 6. Menulis cerpen dengan ciri khas sendiri Seperti disinggung sebelumnya, cerpen dapat menggambarkan ciri khas seorang penulisnya. Karena itu, tips menulis cerpen bagi pemula selanjutnya adalah menulis dengan gaya bahasa sendiri. Artinya, kamu boleh terinspirasi dari gaya penulis lain. Tetapi, jangan sampai kamu sepenuhnya berusaha untuk meniru cara kepenulisannya. 7. Swasunting dan Revisi Setelah selesai menulis cerpen, baca kembali hasil karya tulis kamu dan perbaiki kesalahan yang ada. Periksa tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat untuk memastikan cerpen kamu mudah dibaca dan dimengerti.


5. Menganalisis Cerita Pendek Menganalisis cerpen (cerita pendek) melibatkan pemahaman mendalam tentang elemen-elemen cerita dan pesan yang disampaikan oleh penulis. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menganalisis cerpen: 1. Baca Cerpen dengan Teliti: Baca cerita secara keseluruhan untuk memahami alur cerita, karakter, dan tema utama. 2. Identifikasi Elemen-elemen Cerita: • Karakter: Kenali karakter utama dan karakter pendukung, serta coba memahami karakterisasi mereka. • Setting: Tentukan di mana dan kapan cerita ini berlangsung. • Plot: Analisis plot cerita, termasuk masalah, konflik, klimaks, dan resolusi. • Tema: Coba temukan tema atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita ini. 3. Tinjau Gaya Penulisan: • Perhatikan gaya penulisan penulis, seperti penggunaan bahasa, gaya narasi, dan penggunaan imajinatif bahasa. • Identifikasi perangkat retoris, seperti metafora, simile, atau personifikasi. 4. Evaluasi Struktur Naratif: • Identifikasi titik balik (turning point) cerita, di mana konflik mencapai puncaknya. • Tinjau bagaimana penulis membangun ketegangan dan ketertarikan dalam cerita. 5. Analisis Karakter: • Pertimbangkan perkembangan karakter, baik karakter utama maupun karakter pendukung. • Bagaimana karakter-karakter ini berubah sepanjang cerita? 6. Tinjau Pesan dan Tema: • Pertimbangkan pesan atau tema yang ingin disampaikan oleh penulis. Apakah ada pesan moral atau pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini? • Jika ada simbolisme atau alegori, cobalah mengidentifikasinya. 7. Konteks dan Penulis: Pertimbangkan latar belakang penulis dan konteks historis saat cerita ditulis. Apakah ada elemen dalam cerita yang tercermin dari pengalaman atau nilai penulis? 8. Catat Reaksi Pribadi: • Bagaimana Anda merasa saat membaca cerita ini? Bagaimana cerita ini memengaruhi emosi atau pemikiran Anda? • Pertimbangkan bagaimana pengalaman pribadi Anda dapat memengaruhi pemahaman Anda tentang cerita ini. 9. Tulis Analisis Anda:


• Buat catatan tentang elemen-elemen di atas dan tulis analisis Anda tentang cerpen. • Jika mungkin, kaitkan temuan Anda dengan bukti dari teks untuk mendukung argumen Anda. Menganalisis cerpen memungkinkan Anda untuk lebih memahami kisah, penulis, dan pesan yang ingin disampaikan. Ini juga bisa membantu Anda mengembangkan keterampilan pemahaman dan penilaian sastra.


MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN A. Link Video https://youtu.be/U_4kpDo-PSA?si=hCTjxoq1eC9ODuZ1 B. Silandia Visual


ASESMEN DAN LKPD


ASESMEN DIAGNOSTIK AWAL PEMBELAJARAN Identitas : Nama : Kelas : No. Absen : Jenis Kelamin: Petunjuk Pengisian: 1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti 2. Anda akan menjumpai sejumlah pernyataan mengenai tipe gaya belajar Anda 3. Berilah tanda silang pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda 4. jawaban yang diberikan pada instrumen ini tidak akan mempengaruhi hasil belajar Anda 5. Isilah semua pernyataan tanpa ada yang terlewat 6. Kejujuran dan kesediaan anda dalam mengisi instrumen sangat membantu tercapainya tujuan pembelajaran Daftar Pertanyaan: 1. Saya sangat menyukai….. a. Mencatat b. Menceritakan kisah c. Menelusuri 2. Saya suka membaca dengan …. a. Cepat b. Suara nyaring c. Jari sebagai penunjuk 3. Saya paling suka belajar dengan…. a. Membaca b. Mendengarkan c. Bergerak 4. Saya mudah mengingat denga napa yang… a. Saya lihat b. Saya dengar c. Saya tulis 5. Apabila saya mencatat…. a. Saya banyak mencatat disertai gambar b. Sedikit mencatat karena lebih suka mendengarkan c. Banyak catatan namun tidak disertai gambar 6. Saya menjawab pertanyaan dengan jawaban… a. Ya atau tidak b. Panjang lebar atau suka bercerita c. Diikuti dengan dengan gerakan anggota tubuh 7. Saat belajar saya… a. Tidak mudah terganggu dengan keributan b. Mudah terganggu dengan keributan c. Tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama 8. Saya mengingat dengan cara a. Membayangkan b. Mengucapkan c. Sambil berjalan dan melihat


9. Saya berbicara lebih suka a. Melihat wajah b. Lewat Telepon c. Memperhatikan Gerakan tubuh 10. Ketika berbicara saya… a. Cepat b. Intonasi berirama c. Lambat 11. Cara saya belajar biasanya suka a. Mengikuti petunjuk gambar b. Sambal bercerita c. Berbicara sambil menulis 12. Saya sering Mengisi waktu luang dengan …. a. Menonton b. Mendengarkan music c. Bermain game 13. Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan… a. Melihat peraga b. Berdiskusi c. Praktik 14. Saya lebih menyukai…. a. Gambar b. Musik c. Permainan


LEMBAR KERJA 01 MENYUSUN KERANGKA TEKS CERPEN Kelompok : Anggota : 1. 2. Petunjuk: 1. Carilah topik dengan teman sebangku! 2. Tentukanlah topiknya yang menarik dan dianggap khas! 3. Buatlah sebuah kerangka cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup teman yang kamu alami 4. Setiap anggota kelompok ada yang bertanya dan ada yang menjawab 5. Catatlah kata-kata kunci yang berkaitan dengan topik, susunlah menjadi kerangka cerpen secara kronologis contoh pertanyaan: a. Peristiwa berkesan apa yang pernah kamu alami yang tidak pernah kamu lupakan? b. Kenapa kamu tidak pernah melupakan hal tersbut? c. Kapan peristiwa tersebut terjadi? d. Permasalahan apa yang terjadi? e. Dimana peristiwa itu terjadi? Atau menggunakan teknik 5w+1H 6. Pertanyaan-pertanyan disatu-padukan dengan kerangka yang sesuai dengan struktur dan kebahasaan teks cerpen 7. Setelah selesai menentukan kerangka kalian dapat mengubah kerangka tersebut diganti dalam bentuk yang lebih menarik melalui mind mapping


LEMBAR KERJA 02 MENULIS TEKS CERPEN Kelas : Nama Anggota: 1. 2. …. Petunjuk Setelah melakukan kegiatan pengamatan dan menemukan data yang dibutuhkan, masukanlah data tersebut ke dalam teks cerpen kalian. 1. Tentukan topik yang akan kalian jadikan teks cerpen! 2. Tentukan informasi apa saja yang kalian kembangkan dalam menulis teks cerpen! 3. Tentukan struktur, kebahasaan dan unsur pembangun cerpen! 4. Buatlah teks cerpen secara utuh sesuai dengan topik yang kalian tentukan sesuai dengan struktur, kebahasaan unsur pembangun cerpen!


LEMBAR KERJA 03 MENYUNTING TEKS BERITA Kelompok : Anggota : 1. 2. Petunjuk: Bacalah teks cerpen dari kelompok laian. Isi kolom di bawah ini untuk memastikan keakuratan teks cerpen kelompok lain. Berikut beberapa persoalan yang perlu diperhatikan berkenaan dengan penyempurnaan karangan. No Keterangan Belum Sudah 1. Apakah judul cerpen sudah tepat dengan isi cerpen? 2. Apakah struktur penulisannya sudah benar atau belum atau perlu perbaikan? Uraian yang bolak balik dan banyaknya pengulangan tentu akan menjadikan karangan itu tidak menarik. 3. Apakah teks cerpen yang disajikan sesuai dengan kaidah kebahasaan 4. Apakah ada unsur instrinsik dalam teks cerpen tersebut? 5. Apakah ada nilai yang terkandung dalam teks tersebut?


RUBRIK PENILAIAN MENULIS TEKS CERPEN A. Rubrik Penilaian Membuat Kerangka Cerpen Kelompok A Aspek penilaian Kriteria Skor 25 20 15 10 Judul Kerangka judul dibuat sangat sesuai dengan topik yang akan ditulis Kerangka judul dibuat sesuai dengan topik yang akan ditulis. Kerangka judul dibuat cukup sesuai dengan topik yang akan ditulis. Kerangka judul dibuat tidak sesuai dengan topik yang akan ditulis. Struktur Kerangka teks cerpen dibuat sangat sesuai dengan struktur teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat sesuai dengan struktur teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat cukup sesuai dengan struktur teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat tidak sesuai dengan struktur teks cerpen Kebahasaan Kerangka teks cerpen dibuat sangat sesuai dengan kebahasaan teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat sesuai dengan kebahasaan teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat cukup sesuai dengan kebahasaan teks cerpen Kerangka teks cerpen dibuat tidak sesuai dengan kebahasaan teks cerpen Kesusuaian gambar dengan judul Gambar sangat mewakilkan judul cerpen Gambar sesuai mewakilkan judul cerpen Gambar cukup sesuai mewakili dengan judul teks cerpen Gambar tidak sesuai mewakili dengan judul teks cerpen Nilai: Jumlah skor akhir dari setiap aspek B. Rubrik Penilaian Mengembangkan Kerangka Cerpen Aspek penilaian Kriteria Skor 25 20 15 10 Judul Judul yang dibuat sangat sesuai dengan topik cerpen yang ditulis Judul yang dibuat sesuai dengan topik cerpen yang ditulis Judul yang dibuat cukup sesuai dengan topik cerpen yang ditulis Judul yang dibuat tidak sesuai dengan topik cerpen yang ditulis Struktur Teks Cerpen Terdapat Pengenalan situasi cerita, pengungkapan peristiwa, menuju pada adanya Terdapat Pengenalan situasi cerita, pengungkapan peristiwa, menuju pada Terdapat Pengenalan situasi cerita, pengungkapan peristiwa, menuju pada Terdapat Pengenalan situasi cerita, pengungkapan peristiwa, menuju pada


konflik,puncak konflik, penyelesaian yang sangat sesuai adanya konflik, Puncak konflik, penyelesaian sesusai adanya konflik, Puncak konflik, penyelesaian cukup sesusai adanya konflik, Puncak konflik, penyelesaian tidak sesusai Kebahasaan teks cerpen Penulisan tanda baca, kalimat dan Bahasa sangat sesuai Penulisan tanda baca, kalimat dan Bahasa sesuai Penulisan tanda baca, kalimat dan Bahasa cukup sesuai Penulisan tanda baca, kalimat dan Bahasa tidak sesuai Unsur pembangun cerpen (intrinsik dan ekstrinsik) Terdapat unsur 8 intrinsik dan 5 ekstrinsik yang ses Terdapat unsur 6 intrinsik dan 3 ekstrinsik yang ses Terdapat unsur 5 intrinsik dan 2 ekstrinsik yang ses Terdapat unsur 4 intrinsik dan 1 ekstrinsik yang ses Jumlah Paragraph Minimal 3 paragraf Hanya 2 paragraf Hanya 1 paragraf Hanya 1 paragraf namun kurang dari 5 kalimat C. Rubrik Penilaian Menyunting Teks Cerpen No Keterangan Berkembang (5) Menengah (4-3) Pemula (2) 1. Kebenaran isi Peserta didik dapat menemukan kesalahan seluruh isi cerpen dan memperbaikinya dengan tepat secara mandiri Peserta didik dapat menemukan kesalahan beberapa isi cerpen cerpen dan memperbaikinya dengan tepat secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan isi cerpen cerpen dan memperbaikinya dengan bantuan 2. Struktur penyusunan teks cerpen Peserta didik dapat menemukan seluruh kesalahan isi dengan tepat sesuai dengan seluruh kebenaran isi denga tepat sesuai dengan struktur teks cerpen secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan isi dengan tepat sesuai dengan seluruh kebenaran isi denga tepat sesuai dengan struktur teks cerpen secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan isi dengan tepat sesuai dengan seluruh kebenaran isi denga tepat sesuai dengan struktur teks cerpen secara bantuan. 3. Kaidah kebahasaan Peserta didik dapat menemukan seluruh kesalahan Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan


kebahasaan secara mandiri kebahasaan secara mandiri kebahasaan dengan bantuan 4. Unsur instrinsik dalam teks cerpen Peserta didik dapat menemukan seluruh kesalahan unsur intrinsik teks cerpen secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan unsur intrinsik teks cerpen Peserta didik dapat menemukan seluruh kesalahan unsur intrinsik teks cerpen 5. Apakah ada nilai yang terkandung dalam teks tersebut? Peserta didik dapat menemukan seluruh kesalahan nilai yang terkandung dalam cerpen secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan nilai yang terkandung dalam cerpen secara mandiri Peserta didik dapat menemukan beberapa kesalahan nilai yang terkandung dalam cerpen dengan bantuan. Kesimpulan: Nilai = Jumlah skor akhir dari setiap aspek 1. Peserta didik reguler (cukup mahir) diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan ketentuan dapat menyusun kerangka menulis cerpen sesuai dengan kegiatan yang ada disekolah dengan runtutstruktur, kebahasaan dan unsur pembangun cerpen. 2. Peserta didik perlu pembimbingan diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan ketentuan dapat menyusun kerangka menulis cerpen dengan struktur, kebahasaan dan unsur pembangun secara sistematis, terstruktur, dan efektif minimal 3 paragraf. Jika terdapat peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran maka perlu dilakukan intervensi agar pencapaian peserta didik ini bisa diperbaiki. Pengolahan nilai akhir untuk tujuan pembelajaran teks cerpen: Nilai asesmen sumatif tujuan pembelajaran dijumlahkan dari skor pengerjaan LK 1 dan LK 2 kemudian dibagi 2. Anak dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai di atas 70. Rumus: = Skor LK 1 + Skor LK 2 2 KISI-KISI PENILAIAN MENULIS TEKS CERPEN


No Tujuan Pembelajaran Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran Materi pokok Level kognitif Bentuk soal Jenis Tes 1. Peserta didik mampu menulis teks cerpen berkaitan dengan kehidupan sehari-hari • Peserta didik mampu menjelaskan secara umum tentang cerita pendek • Peserta didik mampu menafsirkan unsur pembangun cerpen • Peserta didik mampu menerapkan kerangka teks cerpen dengan mind mapping • Peserta didik mampu menyusun teks cerpen dari kerangka yang telah dibuat berkaitang dengan pengalaman • Pengertian teks cerpen • Struktur teks cerpen • Kebahasaan teks cerpen • Unsur intrinsik cerpen • Unsur ekstrinsik cerpen • Menulis teks cerpen • Menyunting teks cerpen C5 Uraian Tes Tulis


Click to View FlipBook Version