The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iswanda.syamali, 2021-05-01 00:01:37

MODUL Nun Sukun dan Tanwin

MODUL Nun Sukun dan Tanwin

Nun Sukun dan Tanwin

A. Pengertian Nun Mati dan Tanwin
Nun mati disebut juga nun sakinah. Sedang yang dimaksud dengan nun mati adalah nun yang
tidak berbaris, ia menggunakan harakat sukun sehingga nun itu tidak dapat dibunyikan
kecuali diawali huruf lain. Contoh : ‫ِع ْندَ يَ ْن ُم ْوا‬

Sedangkan yang dimaksud dengan tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir isim (kata
benda) yang terlihat apabila dibaca washal (sambung dengan kata lain) dan hilang ketika
ditulis (diwakafkan).

Jadi pada dasarnya tanwin itu bermula dari nun mati yang kelihatan dalam bahasa lisan dan
hilang dalam bahasa tulisan. Contoh :

‫ َس ِم ْي ٌع َع ِل ْي ٌم‬Dibaca ‫َس ِم ْيعُ ْن َع ِل ْي ُم ْن‬
ً‫ َسََل ًما تَا ّما‬Dibaca ‫َسََل َم ْن تَا َّم ْن‬

Dari pengertian di atas, tampak bahwa antara nun mati dan tanwin mempunyai persamaa dan
perbedaan. Persamaannya yaitu terletak pada huruf nun-nya yang mati. Sedangkan
perbedaaanya yaitu: nun mati tampak jika diucapkan maupun ditulis, dan tanwin hanya
tampak nun-nya ketika diucapkan bukan ditulis.

Baca juga: Pengenalan dasar-dasar huruf hijaiyah

B. Hukum Nun Mati dan Tanwin
Nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu huruf hijaiyah, mempunyai dampak hukum
tersendiri dalam bacaaanya. Ada yang dibaca terang (izhar), memasukkan (idgham), menukar
atau berubah (iqlab ) dan menyembunyikan (ikhfa’). Dari dampak tersebut, maka bila ada
nun mati atau tanwin bertemu huruf hijaiyah mempunyai 4 hukum, yaitu:

1. Izhar (‫) اِ ْظ َها ْر‬
2. Idgham ( ‫) اِدْ َغا ْم‬
3. Iqlab ( ‫) ِا ْقََل ْب‬
4. Ikhfa’ ( ‫) اِ ْخ َفا ْء‬

Kelima cara bacaan itu akan diterangkan satu persatu secara rinci sebagai berikut:

1. Bacaan Izhar
a. Pengertian Izhar
Muhammad Mahmud menyatakan bahwa dalam arti bahasa, izhar berarti : ‫اَ ْل َب َيا ْن‬yakni
terang, jelas, tampak. Sedangkan menurut istilah adalah:

2. ‫ال ِإ ْظ َها ُر ُه َو إِ ْخ َرا ُج ُك ِّل َح ْرف ِم ْن َم ْخ َر ِج ِه ِم ْن َغ ْي ِر ُغنَّة‬

“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya tanpa disertai berdengung”

3. Pengertian itu menjelaskan agar cara membaca nun mati atau tanwin jelas dan terang,
tanpa disertai dengung jika bertemu dengan huruf izhar.

4. b. Huruf-huruf izhar

Huruf izhar ada 6 macam, keenam huruf itu disebut huruf halqi ( ‫)ال َح ْل ِقي‬, karena makhraj

huruf izhar pada halqi (tenggorokan). Adapun huruf-huruf halqi adalah : ‫ ء هـ ح خ ع غ‬.
‫ِا ْظ َها ْر‬
Dengan keenam huruf itu pula, maka bacaan ini bisa disebut dengan izhar halqi. (

‫َح ْل ِقي‬

2. Bacaan Idgham

a. Pengertian Idgham

Menurut Muhammad Mahmud, idgham dalam arti bahasa berarti: ‫إِ ْد َخا ُل ال َّش ْي ِئ فِى‬
‫( ال َّش ْي ِئ‬Memasukkan sesuatu pada sesuatu). Arti ini jika dikembangkan berarti memasukkan
huruf nun mati pada idgham.

Sedangkan dalam arti istilah idgham berarti:

‫ال ِا ْد َغا ُم ُه َو اِ ْل ِت َقا ُء َح ْرف َسا ِكن بِ ُمتَ َح ِّرك ِب َح ْي ُث يَ ِص ْي َرا ِن َح ْرفًا ُم َشدَّدًا‬

“Pertemuan huruf yang mati dengan huruf yang hidup sehingga kedua huruf itu menjadi satu
huruf yang ditasydid”.

Dari pengertian diatas, tampak bahwa cara membaca bacaan idgham adalah memasukkan nun
mati atau tanwin pada huruf-huruf idgham, dan seakan-akan kedua huruf itu menjadi satu.
Seperti huruf-huruf yang ditasydid walaupun asal kedua huruf ini tidak bertasydid.

b. Huruf-huruf Idgham

Huruf idgham ada 6 macam, yang terkumpul pada rumus : ‫َي ْر ِملُ ْو َن‬

sehingga jika ada nun mati dan tanwin bertemu salah satu keenam huruf tersebut, maka nun
mati dan tanwin tersebut harus dimasukkan padanya. Keenam huruf itu ada yang dibaca
mendengung ada yang tidak, karena itu idgham terbagi menjadi dua macam.

c. Pembagian Idgham

1. Idgham Bighunnah ( ‫)ادغام بغنة‬
2. Idgham Bilaghunnah ( ‫) ادغام بَلغنة‬

▪ Idgham bighunnah sebagaimana dalam pengertian di atas, adalah membunyikan
nun mati atau tanwin dengan memasukkan pada huruf idgham bighunnah, yaitu

: ‫(يَ ْن ُم ْو‬ya’, nun, mim, wawu) disertai mendengung. Cara membunyikannya harus

memasukkan nun mati atau tanwin pada keempat huruf tersebut:
Contoh:

No Tertulis Dibaca Sebab

1 ‫ى ن َم ْي َيقُ ْو ُل َم ْن َيقُ ْو ُل‬bertemu

‫بَ ْر ٌق‬ ‫يَ َبْج ْرعَلقُُ ْوْى َن‬ ‫ــٌـ‬bertemu ‫ى‬
2 ‫َي ْجعَلُ ْو َن‬

3 ‫ن ن َع ْن نَ ْفس ْن َع ْن َن ْفس‬bertemu

ٌ‫ِح َّطة‬ ‫ِح َّطتُ ْن‬ ‫ــٌـ‬bertemu ‫ن‬
4 ‫نَ ْغ ِف ْرلَ ُك ْم‬ ‫َن ْغ ِف ْر َل ُك ْم‬

5 ‫م ن ِم ْم َمالــ ْن ِم ْن َمالــ‬bertemu

‫َماء‬ ‫َما ِئ ْم‬ ‫ـــــ‬bertemu ‫م‬
6 ‫ُم َصفًّى‬ ‫ُم َصفّ ْن‬

7 ‫ِم ْو َوالــ ِم ْن َوالــ‬ ‫و ن‬bertemu

‫َي ْو َمئِذ‬ ‫يَ َْووا َم ِهئِ َيذ ْْةو‬ ‫ـــــ‬bertemu ‫و‬
8 ‫َوا ِهيَ ْة‬

Dan hukum bacaan idgham bighunnah mempunyai syarat yaitu: harus terjadi dalam dua kalimat.
Maksudnya antara nun mati dan tanwin harus terpisah dengan huruf idgham bighunnah.

Jika syarat tersebut tidak dipenuhi, yaitu nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf idgham

bighunnah dalam satu kalimat, maka cara membacanya terang (izhar). Ulama tajwid

menyebutkan dengan istilah izhar kilmi ( ‫)اظهار كلمى‬, karena kejadian izhar berdasarkan satu
kalimat. Atau disebut izhar wajib ( ‫ )اظهار واجب‬karena sangat wajib meng-izharkan

(menerangkan) bacaannya.

Contoh:

No Tertulis Dibaca Sebab

1 ‫و ن ِص ْن َوا ٌن ِص ْن َوا ٌن‬bertemu

2 ‫و ن ِق ْن َوا ٌن ِق ْن َوا ٌن‬bertemu

3 ‫ى ن بُ ْن َيا ٌن بُ ْن َيا ٌن‬bertemu

4 ‫دُ ْنيَا‬ ‫ى ن دُ ْن َيا‬bertemu

▪ Idgham Bilaghunnah cara membaca nun mati atau tanwin dengan
memasukkanya pada huruf lam dan ra’ tanpa mendengung.

Karena itu, huruf idgham bilaghunnah terdapat dua macam, yaitu ‫ (لر‬lam dan ra’ ).

Jika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari kedua huruf itu, maka wajib

dimasukkan padanya tanpa mendengung.

Contoh :

No Tertulis Dibaca Sebab

1 ُ‫ل ن ِم ْل لَدُ ْنهُ ِم ْن َلدُ ْنه‬bertemu

ً‫َر ْح َمة‬ ‫ِلّ ْلَر َع ْاحلَ َمِمتَْي ْلَن‬ ‫ـــًــ‬bertemu ‫ل‬
2 ‫ِلّ ْلعَالَ ِم ْي َن‬

3 ‫ر ن ِم ْر َربِّ ِه ْم ِم ْن َر ِبّ ِه ْم‬bertemu

‫َر ُؤ ٌف‬ ‫َر ُؤفُ ْر‬ ‫ ــٌـ‬bertemu ‫د‬
4 ‫َر ِح ْي ٌم‬ ‫َر ِح ْي ٌم‬

3. Bacaan Iqlab
a. Pengertian Iqlab

Menurut Muhammad Mahmud, iqlab dalam arti bahasa adalah : ‫تَ ْح ِو ْي ُل ال َّش ْي ِئ َع ْن َو ْج ِه ِه‬:

“mengubah bentuk sesuatu dari asalnya“. Dalam arti mengubah huruf nun mati atau tanwin pada
huruf iqlab.

Sedangkan menurut arti istilah adalah:

‫اَ ْل ِا ْق ََل ُب ُه َو َج ْع ُل َح ْرف َم َكا َن َح ْرف اَ َخ َر َم َع ُم َرا َعا ِة اْلغُنَّ ِة‬

“Menjadikan huruf satu pada ketentuan huruf lain disertai mendengung”

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan
huruf iqlab, maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca sebagaimana bacaan iqlab disertai
mendengung.

b. Huruf iqlab

Huruf iqlab hanya satu, yaitu ba’ ( ‫)ب‬. Maka ketika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan
huruf ba’, maka nun mati atau tanwin itu harus dibaca mim ( ‫ )م‬karena bacaan iqlab.

Contoh :

No Tertulis Dibaca Sebab

1 ‫اَ ْنبِئْ ُه ْم‬ ‫اَ ْم ِبئْ ُه ْم‬ ‫ب ن‬bertemu

2 ‫ب ــٌـ َع ِل ْي ُم ْم ِبذَات َع ِل ْي ٌم بِذَات‬bertemu

4. Bacaan Ikhfa
a. Pengertian Ikhfa’

Menurut Muhammad Mahmud, ikhfa dalam arti bahasa adalah: ‫“ ال َّستْ ُر‬menutupi atau

menyembunyikan“.

Sedangkan dalam arti istilah adalah:

‫بَ ْي َن‬ ‫ِصفَة‬ ‫َعلَى‬ ‫َع ْن التَّ ْش ِد ْي ِد‬ ‫ِب َح ْرف َسا ِكن َعاراَ ْى َخالــ‬ ‫َع اِنل ِاالنُّْظ َهْطا ِ ِقر‬ ٌ‫اَ ْل ِا ْخفَا ُء ُه َو ِع َبا َرة‬
‫اْل َح ْر ِف‬ ‫َوا ْل ِا ْد َغا ِم َم َع بَقَا ِء الغُنَّ ِة ِفى‬
“Ikhfa’ adalah mengungkapkan huruf yang mati dan tersembunyi atau sunyi dari tasydid pada

bacaan antara terang dan memasukkan dengan mendengungkan pada huruf pertama”.

Pengertian tersebut tampak jelas bahwa bacaan yang samar-samar antara izhar (terang) dengan

idgham (memasukkan pada yang lain) disertai mendengung, atau ketika mengucapkan nun mati
atau tanwin seakan-akan bertemu huruf “ng” seperti dalam bahasa Indonesia.

b. Huruf-huruf Ikhfa’
Huruf ikhfa’ sebanyak 15 macam, yang terkumpul pada awal kata berikut ini:

‫ دُ ْم َطيِّبًا ِز ْد ِفى تُقًى َض ْع َظا ِل ًما‬# ‫ِص ْف ذَاثَنَا َك ْم َجادَ َش ْخ ٌص َق ْد َس َما‬

Dari kelima belas huruf ikhfa’ itu terdapat 3 klasifikasi, yaitu:

1. Ikhfa’ A’la ( ‫) ِا ْخ َفاء اَ ْع ٰلى‬, yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih lama dari ghunnahnya,
adapun hurufnya ada tiga, yaitu: ‫ط‬,‫ د‬,‫ ت‬contoh: ‫ ِم ْن َطيِبَا ِت‬, ‫ِم ْن د ْو ِن‬
2. Ikhfa’ Adna ( ‫)اِ ْخفَاء اَ ْد ٰنى‬, yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih pendek dari ghunnah,
adapun hurufnya ada dua : ‫ ك‬, ‫ق‬contoh:‫ ِم ْن قَ ْب ِل‬, ‫َم ْن َكا َن‬

3. Ikhfa’ Ausath ( ‫) ِا ْخفَا ْء اَ ْو َس ْط‬, yaitu antara bacaan ikhfa’ dengan ghunnah sama-
bagian ikhfa A’la dan ikhfa’ Adna.
Csaomntaohsnedyaa:n‫ه‬g‫ا‬,َ‫ن‬a‫ز ْل‬dَ a‫ ْن‬pَ‫ ا‬u,n hurufnya yaitu selain dari

‫اَ ْنف َسك ْم‬

Contoh:

No Tertulis Dibaca Sebab

1 ‫ص ن ا ْنص ْر َن ا ْنص ْر َن‬bertemu

‫ِر َجال‬ ‫ِر َجال ْن‬ ‫ـــ‬bertemu ‫ص‬
2 ‫َص َدق ْوا‬ ‫َص َدق ْوا‬

3 ‫م ْن ِذر‬ ‫م ْن ِذر ْن‬ ‫ذ ن‬bertemu

‫َص َوابًا‬ ‫َص َوابَ ْن‬ ‫ذ ‪bertemu‬ـــًــ‬
‫َذا ِل َك ‪4‬‬ ‫َذا ِل َك‬

‫َم ْنث ْو ًرا ‪5‬‬ ‫‪bertemu‬ث ن َم ْنث ْو َر ْن‬

‫ِش َهاب‬ ‫ِش َهاب ْن‬ ‫ث ‪bertemu‬ـــ‬
‫ثَاقِب ‪6‬‬ ‫ثَاقِب ْن‬

‫‪bertemu‬ك ن ِا ْن ك ْنت ْم اِ ْن ك ْنت ْم ‪7‬‬

‫م ْس ِرف‬ ‫م ْس ِرف ْن‬ ‫ك ‪bertemu‬ـــ‬
‫َكذَّاب ‪8‬‬ ‫َك َذّاب ْن‬

‫‪bertemu‬ج ن َم ْن َٓجا َء َم ْن َٓجا َء ‪9‬‬

‫َع ْين‬ ‫َع ْين ْن‬ ‫ج ‪bertemu‬ـــ‬
‫َجا ِر َية ‪10‬‬ ‫َجا ِر َيت ْن‬

‫ي ْن ِشئ ‪11‬‬ ‫ي ْن ِشئ‬ ‫‪bertemu‬ش ن‬

‫ِلنَ ْفس‬ ‫ِلنَ ْفس ْن‬ ‫ش ‪bertemu‬ـــــ‬
‫َش ْيئًا ‪12‬‬ ‫َش ْيئَ ْن‬

‫ِم ْن قَ ْبل ‪13‬‬ ‫‪bertemu‬ق ن ِم ْن َق ْبل‬

‫َس ََلم‬ ‫َس ََلم ْن‬ ‫ق ‪bertemu‬ـــ‬
‫َق ْو ًل ‪14‬‬ ‫َق ْول ْن‬

‫ِم ْن‬ ‫ِم ْن‬ ‫‪bertemu‬س ن‬
‫سه ْو ِل َها ‪15‬‬ ‫سه ْو ِل َها‬

‫ِب َق ْلب‬ ‫بِقَ ْل ِب ْن‬ ‫س ‪bertemu‬ـــــ‬
‫َس ِل ْيم ‪16‬‬ ‫َس ِل ْي ِم ْن‬

‫اَ ْن َدا ًدا ‪17‬‬ ‫اَ ْن َدا ًد ْن‬ ‫‪bertemu‬د ن‬

‫قِ ْن َوان‬ ‫ِق ْن َوان ْن‬ ‫د ‪bertemu‬ـــ‬
‫َدانِ َية ‪18‬‬ ‫َدانِيَت ْن‬

‫ِا ْن َط ِلق ْوا ‪19‬‬ ‫‪bertemu‬ط ن ِا ْن َط ِلق ْوا‬
‫بَ ْل َدة‬
‫َب ْل َدت ْن‬ ‫ط ‪bertemu‬ـــ‬
‫َطيِبَة ‪20‬‬ ‫َطيِ َبت ْن‬ ‫‪bertemu‬ز ن‬
‫اَ ْن َز ْلنَا ‪21‬‬ ‫اَ ْن َز ْلنَا‬

‫َن ْف ًسا‬ ‫َن ْف ًس ْن‬ ‫ز ‪bertemu‬ـــًــ‬
‫َز ِكيَةً ‪22‬‬ ‫َز ِك َيتَ ْن‬

‫ِلي ْن ِف ْق ‪23‬‬ ‫‪bertemu‬ف ن ِلي ْن ِف ْق‬

‫َخا ِل ًدا‬
24 ‫ـــًــ َخا ِل َد ْن فِ ْي َها ِف ْي َها‬bertemu ‫ف‬

‫ِم ْن‬

25 ‫تَ ْح ِت َها‬ ‫ت ن ِم ْن تَ ْح ِت َها‬bertemu

‫َجنَّات‬ ‫َجنَّا ِت ْن‬ ‫ـــــ‬bertemu ‫ت‬
26 ‫تَ ْج ِر ْى‬ ‫تَ ْج ِر ْى‬

27 ‫ض ن َم ْنض ْو ِد ْن َم ْنض ْود‬bertemu

‫ك ًَل‬ ‫ك ًَل‬ ‫ـــًــ‬bertemu ‫ض‬
28 ‫َض َر ْبنَا‬ ‫َض َر ْب َنا‬

29 ‫ظ ن يَ ْنظر ْو َن َي ْنظر ْو َن‬bertemu

‫ق ًرى‬ ‫ق َر ْن‬ ‫ـــًــ‬bertemu ‫ظ‬
30 ً‫َظا ِه َرة‬ ً‫َظا ِه َرة‬

Sampai disini penjelasan tentang hukum-hukum bacaan Nun mati dan tanwin.
Semoga kita dapat mempelajari dan memahami tentang arti izhar, idgham, ikhfa’, iqlab, beserta

dengan huruf-hurufnya. Lalu kemudian dapat mempraktekkan dalam keseharian kita untuk
membaca ayat suci al Qur’an, amin.


Click to View FlipBook Version