YAM
SOAP
Smells good,
cleans even better.
Pembuatan Sabun Mandi dari
Bahan Alami
Sabun Bengkoang
jalan-jalan keluarga!
Kebersihan merupakan hal yang Berdasarkan bentuknya, sabun
sangat penting karena semakin yang dikenal pada saat ini ada
banyaknya penyakit yang timbul bermacam-macam diantaranya
karena bakteri dan kuman. berupa sabun cair (liquid soap),
Sabun merupakan sarana untuk sabun padat opaque soap (sabun
membersihkan diri dari kotoran, padat biasa), dan sabun padat
kuman, dan hal-hal lain yang transparan. Sabun adalah bahan
membuat tubuh menjadi kotor. yang digunakan untuk mencuci
Bahkan di zaman sekarang, dan mengemulsi yang terdiri dari
sabun bukan hanya digunakann dua komponen utama yaitu asam
untuk membersihkan diri, tetapi lemak dengan rantai karbon C16
juga ada sabun yang sekaligus dan sodium atau potassium.
berfungsi untuk melembutkan Proses pembuatan sabun dikenal
kulit, memutihkan kulit, maupun dengan istilah proses sponifikasi
menjaga kesehatan kulit yang merupakan reaksi
(Maripa dkk., 2014). pemutusan rantai trigliserida
pada minyak melalui reaksi
dengan basa dan akan
menghasilkan produk samping
yaitu gliserin.
Istilah sabun berasal dari Bahasa latin “sapo” yang
artinya soap atau sabun. Sabun mandi sendiri adalah sebuah
surfaktan yang digunakan untuk membersihakan tubuh dari
debu, kotoran, keringat, bakteri,dan lain-lain. Manfaat utama
sabun mandi adalah untuk perlindungan kulit tubuh kita.
Kuman, bakteri dan virus yang ada di sekitar kita dapat
mengancam kesehatan tubuh setiap waktu. Untuk itu
dibutuhkan perlindungan ekstra agar kita terlindung dari
berbagaip penyakit kulit yang ditimbulkan oleh kuman dan
bakteri.
Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal dengan
sabun keras (hard soap), sedangkan sabun yang dibuat
dengan KOH dikenal dengan sabun lunak (soft soap). Dua
komponen penyusun sabun adalah asam lemak dan alkali.
Pemilihan jenis asam lemak menentukan karakteristik sabun
yang dihasilkan, karena setiap jenis asam lemak memberikan
sifat yang berbeda pada sabun. Asam lemak merupakan
komponen utama penyusun lemak dan minyak, sehingga
pemilihan jenis minyak yang akan digunakan sebagai bahan
baku pembuatan sabun merupakan hal yang sangat penting
(Widyasanti dkk., 2018).Bahan baku yang digunakan dalam
pembuatan sabun ini adalah minyak kelapa, minyak zaitun,
dan ekstark bengkoang.
Minyak kelapa murni dipilih karena harganya yang
murah dan mudah untuk didapat. Minyak kelapa murni
termasuk kategori superlatting oil. Minyak yang termasuk
golongan ini memiliki nilai lebih dalam melembabkan dan
melembutkan kulit (Nugraha, 2017). Minyak zaitun memiliki
manfaat sangat baik bagi kesehatan tubuh, kecantikan
wajah, rambut, kulit, dan untuk mengatasi berbagai masalah
gangguan penyakit. Minyak zaitun yang sudah diolah menjadi
sabun dianggap sebagai obat terbaik untuk kulit kering
karena membantu mengangkat kulit mati dan melembabkan
kulit bersisik (Widyasanti, 2017).
Produk sabun khususnya sabun mandi berbahan baku
alam masih jarang ditemukan. Kebanyakan dari sabun tersebut
masih menggunakan bahan sintetik sebagai bahan aktifnya.
Penggunaan bahan sintetik sebagai bahan aktif pada pembuatan
sabun memiliki efek negatif terhadapa kulit seperti menimbulkan
iritasi (Ulia dkk., 2014). Potensi bahaya tersebut dapat diatasi
dengan pembuatan sabun menggunakan bahan alami sebagai
bahan aktifnya seperti bengkoang.
Bengkoang atau bengkuang, dengan nama latin
Pachyrrhizus erosus, adalah salah satu jenis umbi-umbian yang
berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dan bahkan
merupakan salah satu jenis tumbuhan yang cukup banyak ditemui
di Indonesia, sehingga seringkali menjadi bahan masakan atau
cemilan, pengobatan, serta perawatan kulit.
Berikut ini merupakan alat dan bahan yang dibutuhkan
dalam pembuatan sabun mandi dari bengkoang, yakni:
A. Alat
1) Pisau
2) Blender
3) Sendok Kayu
4) Wadah
5) Cetakan Sabun
B. Bahan
1) Bengkoang
2) Minyak Zaitun (Olive Oil)
3) Minyak VCO (Virgin Coconut Oil)
C. Langkah-langkah pembuatan sabun mandi dari bengkoang:
1. Potong bengkoang menjadi potongan-potongan kecil
seperti dadu. Setelah itu cuci bersih menggunakan air.
2. Blender bengkoang hingga halus, lalu saring dan tuangkan
ke dalam wadah yang telah disiapkan.
3. Masukkan air sebanyak 250 ml ke dalam wadah,
kemudian campurkan NaOH atau soda api sebanyak 115
gram.
4. Kemudian diamkan campuran tadi hingga suhunya
menjadi normal.
5. Masukan minyak zaitun ssenyak 320 ml, minyak
kelapa murni (VCO) sebanyak 240 ml, dan esktrak
bengkoang ke dalam wadah.
6. Lalu masukan larutan NaOH tadi ke dalam wadah
campuran ketiga bahan tersebut, dan aduk hingga
semuanya tercampur.
7. Setelah itu tuang campuran tersebut ke dalam cetakan
sabun yang telah disiapkan dan tutup dengan plastik
wrap.
8. Diamkan selama 1 x 24 jam hingga campuran tersebut
menjadi padat.
9. Setelah itu, keluarkan adonan dari cetakan dan
kemudian potong-potong menjadi bentuk persegi. Pada
proses ini tekstur sabun masih lembek dan mudah hancur
sehingga belum bisa digunakan.
10. Jadi harus didiamkan dia dalam wadah selama 3 - 4
minggu agar kandungan airnya terevaporasi sehingga
sabun akan menjadi lebih keras dan siap untuk
digunakan.
Manfaat dari penggunaan sabun mandi dari
bengkoang ini adalah:
a. Dapat membersihkan tubuh.
b. Membantu menjaga kelembapan kulit.
c. Dapat memberi sensas isegar dan wangi pada
tubuh.
d. Mengandung aroma terapi untuk membuat kita
nyaman dan merasa segar selepas beraktivitas.
e. Dapat memutihkan dan mencerahkan area kulit
yang gelap.
f. Membantu mengangkat sel kulit mati.
Saat ini produk-produk sabun mandi yang berbahan dasar alam
sangat jarang ditemukan di pasaran karena kebanyakan dari sabun
tersebut masih menggunakan bahan sintetis sebgai bahan aktifnya.
Untuk itu kami mencoba berinovasi dengan menciptakan produk sabun
mandi dari bahan alami seperti bengkoang.
Sabun bengkoang ini tidak memiliki efek
negatif sama sekali terhadap kulit, karena dibuat dan
diolah dengan bahan-bahan alami seperti bengkoang,
minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil), dan minyak
zaitun (Olive oil). Dan tidak terdapat kandungan
berbahaya sama sekali seperti triclosan, Sodium Lauryl
Sulfate (SLS), Sodium Lauret Sulfate (SLES), pewangi
(Phtalates), Propylene Glycol, dan parabens. Jadi bisa
dikatakan bahwa sabun ini aman sekali untuk
digunakan bahkan dalam jangka waktu panjang karena
justru akan memberikan berbagai macam efek positif
seperti kulit lebih cerah, lembab, lembut, sehat, dan
lebih terjaga.
Our Team :
1) Siti Nuryanti
2) Arna Hamsudin
3) Jamiatul Maulidya