The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arinalhidayati30, 2023-11-21 19:14:42

LKPD Hidrolisis Garam_Kelompok 3

LKPD Hidrolisis Garam_Kelompok 3

1. 2. 3. 4. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Kelompok : Kelas : Nama Kelompok XI Semester 2 HIDROLISI GARAM


Petunjuk Penggunaan LKPD Isi kolom identitas terlebih dahulu Bacalah buku, bahan ajar, dan literatur lainnya yang berkaitan dengan materi sebelum mengerjakan LKPD Bekerjalah dengan teliti dan tanggung jawab Jawablah pertanyaan dengan benar 1. 2. 3. 4. Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengamati, menyelidiki dan menjelaskan fenomena sehari-hari sesuai kaidah kerja ilmiah dalam menjelaskan konsep kimia dalam keseharian; menerapkan operasi matematika dalam perhitungan kimia; mempelajari sifat, struktur dan interaksi partikel dalam membentuk berbagai senyawa termasuk pengolahan dan penerapannya dalam keseharian; memahami dan menjelaskan aspek energi, laju dan kesetimbangan reaksi kimia; menggunakan konsep asam-basa dalam keseharian; menggunakan transformasi energi kimia dalam keseharian termasuk termokimia dan elektrokimia; memahami kimia organik termasuk penerapannya dalam keseharian.


Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan konsep hidrolisis garam Menjelaskan macam-macam hidrolisis garam Menganalisis sifat garam Menuliskan persamaan reaksi hidrolisis garam Menentukan tetapan hidrolisis dan pH larutan Melakukan percobaan terkait pemanfaatan larutan garam dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kepercayaan dan kebiasaan masyarakat setempat Mendeskripsikan contoh pemanfaatan garam dalam kehidupan sehari-hari Menyajikan hasil percobaan dalam bentuk laporan tertulis untuk menentukan sifat dan jenis garam yang mengalami hidrolisis Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat:


Orientasi Masalah Gambar. 1 Pembuatan Garam Dengan kalian tahu materi yang diajarkan dan tahu proses pembuatan garam, maka kalian akan mendapatkan manfaat yang berlimpah yaitu belajar kimia sekaligus melestarikan potensi lokal daerah dan budaya di daerah setempat. Sebagai contoh, petani garam dalam menyebutkan nama “sie geles dan sie botoq” yang dihasilkan dengan bahasa asli masyarakat atau yang dikenal dengan sains asli. Untuk menambah wawasan, tugas kalian adalah menerjemahkan sains asli kedalam sains ilmiah seperti sains asli yang disebutkan petani garam untuk hasil panennya adalah sie geles/sie botoq dalam ilmu kimia adalah NaCl (Natrium Klorida). Selain itu, masih banyak pengetahuan lain yang dapat digali melalui pembuatan garam yang dilakukan oleh petani garam tradisional. Ayo cari tahu ke tempat pembuatan garam lokal atau bisa melihat cara pembuatannya melalui youtube. Kalian tahu tidak? Berdasarkan gambar diatas, apa yang sedang mereka lakukan??? Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah terutama di daerah pesisir, maka kalian harus tahu apa saja sumber daya alam yang ada di daerah pesisir khususnya garam. Tidak hanya tahu bentuk garam saja tetapi juga harus tahu proses pembuatan garam, dan yang paling penting karena kalian sedang belajar kimia, maka harus tahu sisi kimia yang ada dalam garam.


Garam telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas.di dalam kehidupansehari-hari, garam dikenal sebagai bumbu masak yang memberi rasa asin pada masakan.Sementara itu, dalam konsep kimia, garam merupakan senyawa ion yang terbentuk daripenggabungan ion negatif sisa asam dengan ion positif sisa basa. Hidrolisis adalah suatu reaksi peruraian di udara. Hidrolisis adalah penguraian garamoleh air yang menghasilkan asam dan basanya. Reaksi hidrolisis terjadi ketika beberapasenyawa-senyawa ionik, seperti asam, dan basa tertentu larut dalam udara.Hidrolisis garam adalah reaksi kation atau anion dari suatu garam dengan air.Kationdan anion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah kation dan anion garam yangtermasuk elektrolit lemah. Hidrolisis Garam Gambar. 2 Garam


Hidrolisis parsial Hidrolisis parsial ialah ketika garam direaksikan dengan udara hanya salah satu/sebagian ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, sedangkan yang lainnya tidak. Komponen penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisis parsial ini ialah asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya. Hidrolisis totalHidrolisis total merupakan reaksi penguraian seluruh garam oleh udara, yang manakomponen garam terdiri dari asam lemah dan basa lemah. 1. 2. Macam-Macam Hidrolisis Garam


Dusun Madaq Beleq, Desa Cendi Manik memiliki budaya Masyarakat dalam membuat garam secara tradisional. Dimana langkah pertama dalam pembuatan garam tradisional disana adalah proses pembukaan pintu tambak agar air laut masuk. Setelah air laut masuk ke area tambak lalu mengendap di permukaan tanah maka air laut akan mengering dan terjadi proses kristalisasi. Bagian permukaan tanah tambak yang sudah terbentuk butiran garam dikeruk untuk kemudian tanahnya akan di saring bersamaan dengan air laut. Kemudian hasil penyaringan berupa air akan dimasak diatas tong dan kemudian akan berubah wujud menjadi garam kasar tradisional. Bagek Kembar Sekotong Gambar. 3 Pembuatan Garam Bagek Kembar, Sekotong


No Nama Garam Kegunaan Sumber Pertanyaan Mengapa ada garam yang dapat dikonsumsi dan ada garam yang tidak dapat dikonsumsi? Diskusikan bersama teman-teman kelompokmu terkait permasalahan ini. Kalian dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, internet, interview dengan orang tua, atau kalian juga bisa melakukan penyelidikkan untuk mencari tahu manfaat garam yang ada di sekitar rumahmu yang sering digunakan orang tua terdahulu. 1. Tahukah kalian, salah satu contoh garam yang populer yakni natrium klorida, yakni garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat. Garam ini dimanfaatkan oleh orang tua terdahulu sampai sekarang sebagai bahan pengawet makanan, pembersih ketombe, dan juga untuk mencegah kentang atau bahan makanan lainnya yang mudah berubah warna. Garam (NaCl) merupakan salah satu mineral yang paling melimpah di muka bumi. Seperti yang kita ketahui bahwa 70 persen permukaan bumi ditutupi oleh laut, sedangkan laut adalah air garam. Jelaskan mengapa masyarakat memilih untuk menggunakan garam natrium klorida ? 2.


Asam Kuat Basa Kuat Asam Lemah Basa Lemah H₃PO₄ NaHCO₃ KOH HNO₃ HCl NaOH NH₄OH CH₃COOH elektrolit kuat dan elektrolit lemah ! 3. Diantara asam dan basa yang ditemukan, tuliskan yang tergolong 4. Terdapat beberapa jenis garam sebagai berikut ! NaCl CH₃COONH₄ CH₃COONa Berdasarkan gambar garam-garam diatas, garam manakah yang dapat mengalami hidrolisis sempurna, hidrolisis sebagian dan garam yang tidak terhidrolisis! Tuliskan teori yang berkaitan dengan macam-macam garam dan gejala-gejala yang menunjukkan suatu larutan garam mengalami hidrolisi pada kolom di bawah ini !


5. Proses pembuatan garam tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya suatu komunitas. Biasanya, garam dihasilkan melalui penguapan air laut atau air garam dari mata air. Namun, dalam praktik ini, terdapat fenomena kimia yang perlu dipahami lebih dalam, yaitu hidrolisis garam. Hidrolisis garam adalah reaksi kimia di mana garam terurai menjadi ion-ion yang bersifat asam atau basa saat larutan air terlarut. Dalam konteks pembuatan garam tradisional, air garam dari sumber alami mengandung berbagai garam, termasuk natrium klorida (NaCl). Ketika air garam ini menguap, tingkat konsentrasi garam meningkat dan inilah saat hidrolisis garam terjadi. Selama proses penguapan, ion hidrogen (H+) dan ion hidroksida (OH-) dihasilkan dari ion-ion garam. Konsentrasi ion hidrogen dalam larutan garam dapat meningkat, yang mengakibatkan larutan menjadi asam, sementara konsentrasi ion hidroksida dapat meningkat, yang mengakibatkan larutan menjadi basa. Hal ini memiliki implikasi pada rasa dan kualitas garam yang dihasilkan. Namun, selain aspek rasa, kita juga perlu mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan. Bagaimana air sisa dari proses ini dikelola? Apakah air garam yang dihasilkan telah mengalami proses yang memadai untuk menghilangkan senyawa-senyawa berbahaya? Bagaimana penggunaan limbah dalam lingkungan dan budaya masyarakat setempat dapat berdampak pada ekosistem dan kesehatan?


Azizah, N., & Premono, S. (2021). Identifikasi potensi budaya lokal berbasis etnokimia di Kabupaten Bantul. Jurnal Penelitian dan Pendidikan Kimia Tropis , 3(1), 53-60. Hadi, W. P., & Ahied, M. (2017). Kajian Ilmiah Proses Produksi Garam Di Madura Sebagai Sumber Belajar Kimia. J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia), 2(2), 1-8. Sapitri, R, D., Hadisaputra, S., dan Junaidi, E. 2020. Pengaruh Penerapan Praktikum Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Keterampilan Literasi Sains dan Hasil Belajar. Jurnal Pijar MIPA, 15(2): 122-129. Shidiq, A, S. 2016. Pembelajaran Sains Kimia Berbasis Etnosains Untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Siswa. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VIII, ISBN :978-602-73159-1-4. Wahyudiati, D., dan Fitriani. 2021. Etnokimia: Eksplorasi Potensi Kearifan Lokal Sasak Sebagai Sumber Belajar Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(2): 102-111 DAFTAR PUSTAKA


Click to View FlipBook Version