REFLEKSI KRITIS
FILOSOFIS PEMIKIRAN
KI HAJAR DEWANTARA
OLEH RINA DEWIASTUTI,
S.Pd. Gr.
SMK GANESHA TAMA
CGP KABUPATEN BOYOLALI
INTISARI PEMIKIRAN
KI HAJAR DEWANTARA TENTANG
PENDIDIKAN
TUJUAN PENDIDIKAN:
Menuntun segala kodrat yang ada pada anak untuk
mencapai ketrampilan dan kebahagiaan yang setinggi-
tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota
masyarakat
Oleh sebab itu seorang pendidik :
Harus dapat menuntun tumbuh atau hidupnya
kodrat yang ada pada anak,agar dapat
memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan
tumbuhnya kekuatan kodrat pada anak
Dalam proses “menuntun” anak diberi kebebasan, tetapi tetap
diberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan
dirinya, serta agar anak dapat menemukan kemerdekaannya
dalam belajar.
Lebih lanjut Ki Hajar Dewantara:
Keluarga menjadi tempat utama dalam melatih
pendidikan sosial dan karakter seorang anak.
Di sinilah peran orang tua sebagai guru, penuntun,
pemberi teladan pertumbuhan karakter baik anak
Proses Pembelajaran yang Mencerminkan Pemikiran Ki Hajar
Dewantara:
Proses pembelajaran yang merdeka adalah belajar yang
memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar senyaman
mungkin dalam susaana bahagia tanpa adanya rasa tertekan
dan tetap dalam tuntunan dan arahan dari guru sebagai
pendidik, agar proses pembelajaran yang mencerminkan
pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat terwujud.
Implementasi Pembelajaran yang Berpusat kepada Siswa dengan
Melaksanakan dan Menerapkan:
Ing Ngarso Sung Tulodho
Seorang guru yang baik menguasai pengetahuan, juga harus memiliki
pribadi yang baikyang dapat dicontoh oleh siswanya.
Ing Madya Mangun Karsa
Dalam proses pembelajaran di sekolah, seorang guru harus bisa
menciptakan prakarsa dan ide para siswanya pada saat proses
pembelajaran.
Tut Wuri Handayani
Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus memberikan dorongan
kepada siswanya untuk terus maju dan berkelanjutan.
Kodrat Alam dan Kodrat Jaman:
Ki Hajar Dewantara menjelaskan, dasar pendidikan
anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat
jaman.
Kodrat alam berkaitan dengan sifat, minat dan
bakat yang dimiliki anak sejak lahir.
Kodrat jaman berkaitan dengan jaman atau era saat
anak tumbuh di lingkungannya.
PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
“Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang
anak, bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk
berhamba pada sang anak.”
"menghamba pada anak" bisa dihaluskan
dengan bahasa berpihak/melayani anak
. DASAR PENDIDIKAN KHD –
BUKAN TABULA RASA
“Anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai
keinginan orang dewasa”
Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samarsamar.
Tujuan Pendidikan adalah menuntun
(memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis
samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi
manusia seutuhnya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan)
DASAR PENDIDIKAN KHD –
BUDI PEKERTI