The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Isi dari tugas ini adalah presentasi tentang early science curiculum

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2021-01-13 08:19:39

Tugas Media Pembelajaran

Isi dari tugas ini adalah presentasi tentang early science curiculum

Keywords: ES

Teaching science to students with
developmental disabilities using the

Early Science curriculum

MAGDALENA M. APANASIONOK, JULIE
NEIL, RICHARD C. WATKINS, CORINNA F.

GRINDLE and RICHARD P. HASTINGS

Analisis
Kurikulum

YUYUN YULIANTI
SINDRI NURAFFI

Kenapa Sains
diajarkan
sejak dini?

Departemen Pendidikan:

Sains adalah salah satu mata pelajaran inti dalam kurikulum nasional di Inggris
yang memberikan pemahaman siswa tentang dunia alam, tubuh manusia dan
konsep dasar yang mengatur dunia fisik dan materi di sekitar mereka.
Pendidikan Sains juga memberikan keterampilan dasar yang penting sebagai
bekal di dunia kerja.

Kebijakan Inggris, termasuk Undang-Undang Kesetaraan 2010,
mengamanatkan sekolah untuk memberikan akses yang sama ke pendidikan
bagi semua anak usia sekolah, termasuk siswa penyandang disabilitas

Departemen Pendidikan:

14,4% anak usia sekolah merupakan anak-anak yang membutuhkan
pendidikan khusus (SEN = Special Needs Education)

SEN Support: siswa yang EHC Student: siswa yang
berkebutuhan khusus yang berkebutuhan khusus yang tidak
bisa dijumpai di sekolah dijumpai di sekolah

Mild-Moderate Intelectual Autism Spectrum disorder
Dissability; Moderate Learning
Dificulties

"systematic instruction, in
particular, is a promising
method to teach science to
students with Development

Disabilities (DD)"
(Apanasionok et al. 2019)

Early Science

Adalah kurikulum dengan
pendekatan pembelajaran yang
sistematik yang sudah digunakan
di beberapa penelitian. (Jimenez et
al, 2012)

Early Science

Kurikulum ES mencakup
konten yang sesuai dengan
standar pendidikan sains di
AS untuk siswa usia sekolah
dasar (5 hingga 11 tahun)
yang serupa dengan
persyaratan di Inggris Raya.



Kenapa harus mengajarkan
sains pada anak dengan DD?

1. Menjelaskan tentang
peristiwa dalam kehidupam
sehari-hari.

2. Kesadaran terhadap
lingkungan sekitar

3. Menumbuhkan
keingintahuan terhadap
alam.

Early Science Curriculum:

Unit 1 Unit 2

Early Science Curriculum:

Unit 3 Unit 4

7 Component of each Lesson

Guided Inquiry Science Safety

Scripts Key concept
and vocabulary
wonder Wally
Storybook Explicit
Instruction

Analisis
Jurnal

Prosedur Penelitian

Peserta terdiri dari 380 siswa
usia 2 - 19 tahun (ASD, ID,
dan PMID)

Satu kelas terdiri dari 9 orang
yang dibagi menjadi dua grup
duduk di meja yang terpisah.

Staf pengajar terdiri dari 1
guru sains, guru kelas dan 2
asisten guru

Prosedur Penelitian

Materi yang diajarkan hanya topik 5 panca indra, dengan media yang
digunakan adalah "pic-word-card; photo cards; KWHL chart; science
safety rules foster; statement card; dan science safety rules card".

Pembelajaran terdiri dari 40 menit dengan masing-masing kelompok
diajar dan didampingi oleh 1 asisten guru atau guru kelas dengan 1 guru
sains.

Persyaratan siswa : Mampu duduk di kursi selama 10-15 menit, mampu
memahami konsep dasar sains; mampu membuat lingkaran, menunjukan
atau menjawab jawaban; tidak memiliki perilaku yang mengganggu; Siswa
tidak memiliki gangguan penglihatan atau pendengaran yang tidak dapat
dikoreksi dengan kacamata atau alat bantu dengar.

Proses Pembelajaran

Pelajaran dimulai dengan siswa menyapa "Hello" kepada wonder wally.
guru IPA memperkenalkan topik pelajaran dan melanjutkan membaca
satu cerita dari buku cerita Wonder Wally dengan memperkenalkan
kosakata kunci.

Siswa melakukan prediksi dan eksperimen sederhana.

Menjelang sesi berakhir siswa memeriksa hasil percobaan termasuk
konsep dan prediksi yang mereka buat sebelumnya.



Asessment

Penilaian digunakan untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep
yang sudah diajarkan.

12 soal pilihan berganda yang dilengkapi dengan gambar untuk
memfasilitasi siswa yang tidak bisa membaca.

Di akhir setiap sesi pembelajaran, siswa diminta menjawab 5/6 soal quiz
singkat.
Hasil quiz digunakan untuk menentukan langkah pada pelajaran
selanjutnya.
Setelah semua sesi kelas berakhir, dilakukan wawancara kepada guru
sains, guru kelas dan asisten guru.

Evaluasi

Terdapat peningkatan nilai hasil pre-test dan post-test siswa.

Semua staf pengajar memberikan respon positif terhadap penerapan
Early Science Kurikulum ini karena mereka merasa ini adalah satu-
satunya kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa.

Banyak siswa yang mendapatkan pengetahuan baru tentang topik yang
diajarkan (five senses).

Berdasarkan umpan balik, staf pengajar mengidentifikasi bahwa
beberapa kurikulum ES dapat bekerja dengan baik termasuk kegiatan
eksperimen sederhana, permainan wonder wally, memasangkan simbol
dengan objek, dll.

Masukan

waktu yang kurang memadai.
Membagi kelas menjadi dua tempat agar sesuai untuk kelompok
siswa yang lebih besar.
Staf pengajar yang harus ditambah untuk masing-masing kelompok
siswa.
Perlu dikembangkan penilaian sains yang tepat dengan standar
tertentu agar dapat diterapkan pada siswa berkebutuhan khusus

Kesimpulan

Kurikulum Early Science dapat diterapkan di
Inggris, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut
untuk menguji efektivitas penggunaan
kurikulum tersebut.

Kesimpulan

ES kurikulum dapat diterapkan kepada siswa berkebutuhan khusus
dengan beberapa penyesuaian.

Penerapan kurikulum ES pada pengetahuan dan keterampilan sains
efektif melalui pembelajaran berbasis inkuiri. Pembelajaran berbasis
inkuiri dapat digunakan untuk pembelajaran sains dimana siswa terlibat
secara aktif dalam proses kegiatan pembelajaran.

Dengan menemukan pengetahuannya sendiri dapat menanamkan rasa
percaya diri pada siswa. Serta dengan adanya hubungan antara materi
pembelajaran dengan kehidupan siswa membuat siswa merasa apa yang
mereka pelajari berguna dan bermanfaat bagi kehidupannya.

Terima Kasih!


Click to View FlipBook Version