The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jumiati2833, 2021-09-19 23:44:59

Manusia dan Keindahan kel.1

Manusia dan Keindahan kel.1

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar
Dosen Pengampu :

Sitti Rahmasari, S.Pd, M. Pd

Kelompok 1 : 210101050084
Jumiati : 210101050085
Wihda Muhdisah : 210101050087
Rafiah : 210101050088
Muhammad Fajar Maulana : 210101050089
Putri Maulida Hasanah

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
BANJARMASIN
2021

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah ...................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ..............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................................2
A. PENGERTIAN MANUSIA DAN KEINDAHAN ..........................................................2

1. Pengertian Manusia ..............................................................................................2
2. Pengertian Keindahan ..........................................................................................3
B. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEINDAHAN ....................................................5
C. ALASAN MANUSIA MENCIPTAAN KEINDAHAN ..................................................6
D. NILAI EKSTRINSIK DAN NILAI INTRINSIK ............................................................8
1. Nilai Ekstrinsik ....................................................................................................9
2. Nilai Intrinsik .......................................................................................................9
E. FUNGSI KEINDAHAN ..................................................................................................10
BAB III PENUTUP .....................................................................................................................12
A. Kesimpulan ......................................................................................................................12
B. Saran .................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................13

i

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia mempunyai sifat keindahan yang berbeda-beda dengan sesamanya.

Karena itu merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap umatnya untuk
merasakan apa aja yang ada di alam ini.

Ditinjau dari segi bahasa, keindahan berasal dari kata Indah, diartikan sebagai keadaan
yang enak dipandang, cantik, nyaman, bagus benar atau elok. Keindahan identik dengan
kebenaran. Keindahan dalam arti estetika murni menyangkut pengalaman estetik seseorang
dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Keindahan dalam arti terbatas
mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat
diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

Nilai Estetik menurut Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan
dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai Pendidikan,
dan sebagainya. Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.

Renungan adalah hasil merenung. Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata
dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar . Kata cocok, sesuai atau kena benar
mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Kehalusan berasal dari kata
Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan
berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.

B. Rumusan Masalah
1. Apa hubungan manusia dengan keindahan ?
2. Bagaimana cara manusia menilai sebuah keindahan ?
3. Apa saja fungsi dari keindahan ?

A. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui kaitan keindahan dengan manusia.
2. Sebagai sarana pengetahuan untuk lebih menghargai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
3. Sebagai sarana untuk lebih bisa menilai keindahan yang Tuhan ciptakan.

1

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MANUSIA DAN KEINDAHAN
1. Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebagai sebuah
konsep atau fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau
seorang individu.
Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang
biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Manusia
merupakan makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya
yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan,
perkembangan, mati, dan seterusnya, serta berinteraksi dengan alam dan
lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Adapun pendapat para ahli mengenai definisi atau pengertian manusia adalah
sebagai berikut :
1) Nicolaus D. & A.Sudiarja, Manusia adalah bhineka,tetapi tunggal.
Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena
jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2) Abineno J.I, Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi
yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”
3) Upanisads, Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa,
pikiran, dan prana atau badan.
4) Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, Manusia adalah mahluk yang
paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah
mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam
pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
5) Sokrates, Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu
dengan kuku datar dan lebar.

2

6) Kees Bertens, Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang
kesatuannya tidak dinyatakan.

7) I Wayan Watra, Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias
dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.

8) Erbe Sentanu, Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya.
Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan mahluk yang lain.

9) Paula J. C & Janet W. K, Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih
makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang
hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul
multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

10) Al-Ghazzali, Keindahan adalah suatu benda yang berada dalam wujud
dan hal kesempurnaan, dan hal yang bisa dikenali lagi dan hal itu sesuai
pada sifat benda tersebut. Bagi tiap benda pastinya ada perfeksi atau
kesempurnaan yang berkarakteristik. Adapun hal-hal yang berlawanan
dari itu dapat dilihat dalam kondisi tertentu, menggantikan suatu
karakteristik kesempurnaan dari benda lain.1

2. Pengertian Keindahan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Keindahan yaitu keadaan yang

enak dipandang, cantik, Bagus benar atau elok. Keindahan ialah sifat-sifat yang
merujuk pada sesuatu yang dinilai indah dan juga manusia mengekspresikan
perasaan Indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang
dinilai secara umum oleh masyarakat.

Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan “ adalah κάλλος, kallos, dan
kata sifat untuk “indah” itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah
itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti
“jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan
“berada di jam (waktu) yang sepatutnya.

1 Makplus.om.Pengertian Manusia Serta Definisi Manusia Menurut Para Ahli/12/31/2015

3

Pengalaman “keindahan” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas
yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya
tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif,
sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu
berada pada mata yang melihatnya.” 2

Pengertian Keindahan Menurut Para Ahli

1) Leo Tolstoy, Dalam bahasa Rusia terdapat istilah yang serupa dengan
keindahan yaitu “krasota”, artinya suatu yang mendatangkan rasa yang
menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia tidak punya
pengertian keindahan untuk musik. Bagi bangsa Rusia yang indah hanya
yang dapat dilihat mata. Jadi keindahan itu adalah sesuatu yang
mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.

2) Alexander Baurngarten, Keindahan itu dipandang sebagai keseluruhan
yang merupakan susunan yang teratur daripada bagian-bagian, yang
bagian-bagian itu erat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan
keseluruhan.

3) Sulzer, Indah itu hanyalah yang baik. Jika belum baik, ciptaan itu belum
indah. Keindahan dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan amoral
adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.

4) Winchelman, Keindahan itu dapat terlepas sama sekali daripada kebaikan.
5) Shaftesbury, yang indah itu adalah yang memiliki proporsi yang harmonis.

Karena yang proporsinya harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat
disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang
nyata adalah yang baik.
6) Humo, Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.
7) Hemsterhuis, yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa
senang dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling
banyak memberikan pengamatan-pengamatan yang menyenangkan itu.

2 Rabbani, Aletheia.Pengertian Keindahan, Perasaan Indah, Pengelompokan, dan Teori Keindahan/09/19/2020

4

8) Emmanuel Kant, Meninjau keindahan dan 2 segi yaitu subyektif dan
obyektif.
a) Subyektif, Keindahan adalah sesuatu yang tanpa dircnungkan dan
tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan
rasa senang pada si penghayat.
b) Obyektif, Keserasian dan suatu obyek terhadap tujuan yang
dikandungnya, scjauh obyek ini tidak ditinjau dan segi gunanya.3

Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi
sosial, dan budaya. Keindahan memiliki banyak arti dalam tiap benda atau
sesuatu yang dapat dikatakan indah atau memiliki keindahan. Untuk
manusia contohnya: keindahan pada manusia sering kali diartikan pada
kecantikan paras atau wajah manusia itu, atau keindahan sifat dan perilaku
yang ada pada dirinya, keindahan pakaian dan penampilan di mata
manusia lainnya. Keindahan berarti daya tarik atau sesuatu yang membuat
manusia yang melihatnya tertarik atau merasa terpukau.4

B. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEINDAHAN
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu

melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk
kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat
menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan
terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban
teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa
keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan.

3 Daniel.Penjelasan Pengertian Keindahan Menurut Para Ahli. https://bejanakehidupan.com/pengertian-keindahan/.
Diakses 14/09/2021.
4 Rabbani, Aletheia.Pengertian Keindahan, Perasaan Indah, Pengelompokan, dan Teori Keindahan/09/19/2020

5

Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung
kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak
indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran
ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha
memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.

Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman
keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.

Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan.
Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu
sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan berhenti
pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur
keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan
adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan
benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses
menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian
pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi,
orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –
orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.5

C. ALASAN MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti

bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula
kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak
indah. Bila ada pemain drama yang berlebih-lebihan; misalnya marah dengan meluap-

5 M.P., Suyadi, Drs., Buku Materi Pokok IBD, (Jakarta : Depdikbud, 1984)

6

luap padahal masalahnya kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tidak berharga
kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak indah.

Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan
dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan
mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai
perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi
lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat
manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. Berikut ini akan dicoba menguraikan
alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1. Tata nilai yang telah usang

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi
dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan
mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajat
wanita lebih rendah dari derajat laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai
mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah. Yang
indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia, misalnya
wanita.

Hal ini menjadi tema para sastrawan zaman Balai Pustaka, dengan tujuan untuk
merubah keadaan dan memperbaiki nasib kaum wanita. Sebagai contoh novel yang
menggambarkan keadaan ini ialah “layar terkembang” oleh Sutan Takdir
Alisyahbana, “Siti Nurbaya” oleh Marah Rusli.
2. Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan
kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan
perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan
seksual ini dipenuhinya tanpa menghitaukan ketentuan-ketentuan hukum agama, dan
moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu tidak
indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara lain
diungkapkan dalam karya seni.
3. Penderitaan Manusia

7

Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling
menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang
menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan
sebagainya.

Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan,
karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak
indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4. Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam
semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak
ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.
Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan
ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum
seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan
melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan Monalisa sangat terkenal karena
menarik dan tidak membosankan.6

D. NILAI EKSTRINSIK DAN NILAI INTRINSIK
Di dalam suatu karya seni terdapat nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai

Tersebut dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu nilai ekstrinsik dan intrinsik.Kata
atau istilah ekstrinsik berarti sesuatu yang berada di luar atau di balik Suatu objek
atau benda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ekstra estetik Atau ekstrinsik
berati berasal dari luar atau bagian yang tidak Terpisahkan dari sesuatu (Depdikbud,
1989: 223).

Merujuk pengertian tersebut maka yang dimaksud dengan nilai ekstrinsik ialah
kualitas atau harga yang berada di luar atau di balik suatu perwujudan fisik. Kualitas
atau harga ini merupakan sesuatu yang tidak konkret yakni berupa pengertian, makna,
pesan, dan ajaran atau informasi lainnya yang berharga. Nilai yang demikian ini dapat

6 Hendro, Agungs. “Materi Kuliah Ilmu Budaya Dasar”, 2015

8

pula disebut dengan nilai simbolis, artinya dalam posisi ini karya seni adalah sebagai
simbol yang memiliki makna, pesan, atau harapan-harapan di luar bentuk fisiknya itu.

Sedangkan arti dari kata nilai intrinsik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) adalah nilai atau harga barang yg digunakan untuk membuat uang atau
barang.
1. Nilai Ekstrinsik

Nilai ekstrinsik adalah sifat kebaikan suatu benda sebagai alat yang memiliki
fungsi tertentu. Secara khusus juga acapkali disebut sebagai nilai instrumental atau
mkana kebenaran yang dapat membantu kegiatan manusia (Sachari dan Sunarya, 2001:
159).

Menurut Kartika dan Sunarmi (2007: 14) nilai ekstrinsik Berarti susunan dari arti-
arti di dalam (makna dalam ) dan susunan media Inderawi (makna kulit) yang
menampung proyeksi dari makna dalam, harus Dikawinkan. Nilai-nilai itu (keindahan
mencakup) semuanya, meliputi semua arti Yang diserap dalam seni dari cita yang
mendasarinya.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat di artikan bahwa nilai ekstrinsik merupakan
Suatu arti yang terdapat dalam suatu karya seni. Setiap manusia Berbeda dalam menilai
dan mengartikan suatu karya baik mengatrikan hanya dari Warna saja maupun secara
keseluruhan unsur yang terdapat dalam suatu karya Seni.7 Contohnya puisi, bentuk puisi
yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama
2. Nilai Intrinsik

Kata instrinsik atau intrinsik artinya adalah yang terkadung di dalamnya.
Berdasarkan arti kata ini kata instrinsik menunjuk pada sesuatu yang ada pada atau dalam
suatu objek. Pada karya seni, dengan demikian, yang dimaksud dengan nilai intrinsik
adalah kualitas atau sifat yang memiliki harga tertentu itu terletak Pada bentuk fisiknya.
Dengan kata lain nilai intra estetik karya seni adalah nilai pembentukan fisik dari suatu

7 Aka krisnawan,”Kerajinan Estetik dan Simbolik Batik
Banyumas”,https://123dok.com/document/download/6zk0541y?page=1,14/09/2021,h.37-38

9

karya, yaitu kualitas atau sifat dari pembentukan fisik itu yang menimbulkan rasa atau
kesan indah (Iswidayati dan Triyanto, 30).
Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda).

Menurut Anwar suatu pembentukan fisik karya seni yang menimbulkan rasa
Indah dianggap memiliki nilai normal karena memperlihatkan fungsi-fungsi Psikologis
dan sosiologis yang bersangkutan dengan terbentuknya keselarasan (harmoni).
Sebaliknya, karya seni mempunyai nilai negatif, abnormal, jelek, bila Gagal memenuhi
salah satu fungsinya yakni memperlihatkan arah yang Menimbulkan rasa atau kesan tidak
indah atau bertentangan dengan tujuannya (Iswidayati dan Triyanto, 31).

Dengan begitu nilai instrinsik dapat disimpulkan bahwa nilai intrinsik
kumerupakan Kualitas dari sautu karya itu sendiri. Kualitas dapat di ukur dari unsur-
unsur di Dalamnya. Dapat di katakan bahwa nilai intra estetik berupa bentuk atau wujud
Semata yaitu besar, kecil, gelap, terang, tinggi, lebar, halus, kasar dan sebagainya.8

E. FUNGSI KEINDAHAN
Apapun yang ada didunia ini semuanya itu bermanfaat, apalagi dalam keindahan

yang tiada habisnya didunia tentu saja memiliki manfaat yang begitu besar. Dan
keindahan di dunia ini banyak sekali. Dengan adanya keindahan akan membuat perasaan
menjadi tenang dan tentram.

Keindahan yang alami dapat memunculkan suatu inspirasi yang sungguh luar
biasa. Karena dengan sesuatu yang indah akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih,
sehingga lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi.

Misalnya, suatu ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa, kemudian
manusia itu belum mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang akan dibuat. Lalu ia
merenung dengan menyendiri atau bisa juga pergi kesuatu tempat yang indah untuk
mencari sebuah inspirasi.

Contoh lain misalnya, untuk merefresh otak yang mungkin kecapean karena
pekerjaan atau hal lain dan membutuhkan waktu untuk istirahat, hal ini dapat diatasi
dengan traveling, baik itu traveling melihat wisata alam maupun traveling ke tempat-
tempat lain yang menyediakan nuansa keindahan yang bisa membuat diri kita tenang.

8 Ibid...h.39-40

10

Karena biasanya dengan melihat suasana yang indah, dapat membuat otak kita semakin
fresh dan mampu menghilangkan stres akibat pekerjaan dan hal lain yang membuat kita
stres.9

9 Sumber,belajar.seamolec.org/Memahami Konsep Keindahan/16/09/2021

11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman
keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah
itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri
sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan berhenti pada
pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur
keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan
adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan
benda satu dengan yang lainya.
2. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan
tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai
penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-
nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya.
Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia,
kegunaan bagi manusia secara kodrati.
3. Dengan adanya keindahan akan membuat perasaan menjadi tenang dan tentram.
Keindahan yang alami dapat memunculkan suatu inspirasi yang sungguh luar biasa.
Karena dengan sesuatu yang indah akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih,
sehingga lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi.

B. Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini kami berharap makalah ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan pembaca. Kami juga mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.

12

DAFTAR PUSTAKA
Makplus.om.Pengertian Manusia Serta Definisi Manusia Menurut Para Ahli/12/31/2015
Rabbani, Aletheia.Pengertian Keindahan, Perasaan Indah, Pengelompokan, dan Teori

Keindahan/09/19/2020
Daniel.Penjelasan Pengertian Keindahan Menurut Para Ahli.

https://bejanakehidupan.com/pengertian-keindahan/. Diakses 14/09/2021.
Rabbani, Aletheia.Pengertian Keindahan, Perasaan Indah, Pengelompokan, dan Teori

Keindahan/09/19/2020
M.P., Suyadi, Drs., Buku Materi Pokok IBD, (Jakarta : Depdikbud, 1984)
Hendro, Agungs. “Materi Kuliah Ilmu Budaya Dasar”, 2015
Aka krisnawan,”Kerajinan Estetik dan Simbolik Batik

Banyumas”,https://123dok.com/document/download/6zk0541y?page=1,14/09/20
21,h.37-38
Ibid...h.39-40
Sumber,belajar.seamolec.org/Memahami Konsep Keindahan/16/09/2021

13


Click to View FlipBook Version