The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lusi 'uci' Febrianti, 2023-12-06 13:19:49

LAPORAN P5 SUARA DEMOKRASI

LAPORAN P5 SUARA DEMOKRASI

Keywords: Laporan projek

Laporan Projek Profil Suara Demokrasi TIM PROJEK SMA NEGERI 1 TIMPEH TAHUN 2023 SUARAKU, EKSPRESIKU Koordinator : Lusi Febrianti, S.Pd


Pendahuluan Peserta didik SMA adalah generasi penerus bangsa yang dalam era mereka bersekolah di SMA ini akan masuk ke dalam masa penentuan kelanjutan sistem pemerintahan. Ketika mereka sadar penuh bahwa suara mereka memiliki arti meskipun mereka menjadi pemilih pemula, mereka akan merasa dengan memberikan suara mereka, mereka telah mengambil bagian dalam proses demokrasi. Sistem pengambilan suara juga dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan/mufakat. Bentuk musyawarah untuk mendapatkan mufakat sebagai bagian dari proses dasar berdemokrasi harus dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk berlatih sebelum terjun ke praktik demokrasi yang lebih luas. Tahap Aksi nyata projek ini adalah murid melaksanakan pemungutan suara pemilihan Ketua OSIS. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pemicu dari terealisasinya ekspresi diri mereka dalam mengikuti proses pemungutan suara dalam Pilkada dan Pemilu. Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dimensi Profil Pelajar Pancasilam yakni Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis.


Suaraku, Ekspresiku Tema Suara Demokrasi SubTema Kesetaraan dalam berpendapat dan berekspresi 1. 2.Peran media sosial dalam Demokrasi 3.Peran anak muda dalam Demokrasi TUJUAN : Setiap peserta didik dapat berpendapat dan berekspresi dalam mengambil keputusan yang tepat tanpa memandang latar belakang dan kepercayaan. Peserta didik dapat mengkampanyekan penggunaan media sosial yang sehat, berorientasi pada membangun semangat demokrasi yang bermartabat, bijak dan berkualitas dengan mengindahkan norma sosial dan norma hukum yang berlaku. Peserta didik menggunakan suara mereka dalam melakukan praktik demokrasi di sekolah yaitu Pemilihan Ketua OSIS.


S U S U N A N K E G I A T A N P R O J E C T - 2 0 2 5 Membuat Mandala Wacana Setara Bermain Peran “Jalan Privilese” Diskusi kritis peran anak muda sebagai kelompok rentan dalam Demokrasi Penggunaan Medsos dalam mengekspresikan pendapat Galery Walk Pengumpulan Portofolio Projek Seminar Peran Teknologi dalam Demokrasi Seminar Pemilu sebagai sarana Demokrasi Kampanye Visi dan Misi dan Debat Terbuka Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Perencanaan dan Persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS Evaluasi Pemilihan Ketua OSIS Merancang Pameran dan tes Formatif Pameran Ikrar Pelajar menyuarakan Demokrasi Refleksi dan Tes Sumatif


Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Hasil karya dalam kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajarann, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk peran individu dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan kelompok bersama. Peserta didik diperkenalkan bahwa semua suara individu memiliki nilai dan arti bagi kelompok kecilnya dan juga bagi kelompok besarnya. Setelah selesai oeserta didik merefleksi kegiatan. 1. Membuat Mandala


2. Wacana Setara Setiap peserta didik diajak untuk mengalami ketidaksetaraan, dalam hal ini adalah ketidaksetaraan fasilitas alat lukis. Dengan menciptakan keadaan tidak setara pada peserta didik, peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi ketidaksetaraan yang terjadi dalam kegiatan seni tersebut, dan peserta didik memahami ketidaksetaraan yang masih terjadi di kehidupan nyata. Hasil karya dalam kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajaran, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan dalam kehidupan nyata, sebagai bentuk ketidaksetaraan terhadap fasilitas umum, akses pelayanan publik, kesejahteraan yang tidak merata, sistem Pendidikan dan lainnya.


3. Bermain Peran “Jalan Privilese” Pada kegiatan ini, Peserta didik dapat mengenal berbagai keragaman individu, dimana terdapat kelompok tertentu yang mengalami tantangan dalam kehidupannya bermasyarakat. Tantangan yang dihadapi dikarenakan adanya hak istimewa (privilese) yang dimiliki oleh satu kelompok tertentu, umumnya kelompok mayoritas, sehingga terjadi pembatasan yang sering merugikan kelompok agama atau etnis minoritas tertentu. Dengan demikian jalan privilese, Peserta didik dapat memahami situasi yang dialami oleh berbagai individu, dan mampu mengidentifikasi ketidaksetaraan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya dan agama. Setelah selesai peserta didik merefleksi kegiatan.


4. Diskusi kritis peran anak muda sebagai kelompok rentan dalam Demokrasi Peserta didik melakukan riset mandiri tentang kelompok marginal dan kelompok rentan di Indonesia, kemudian mempresentasikan di depan kelas. Peserta didik juga melakukan diskusi kritis tentang kelompok marginal dan kelompok rentan di Indonesia. Seminar peran anak muda dalam Demokrasi Topik seminar adalah anak muda sebagai kelompok rentan dalam demokrasi dan pentingnya berkontribusi dalam pemilihan umum. Peserta didik membuat ringkasan materi seminar oleh narasumber berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi. Setelah selesai peserta didik melakukan refleksi.


5. Penggunaan Media Sosial dalam Mengekspresikan Pendapat Kegiatan projek hari ketiga peserta didik mengisi kuesioner tentang penggunaan sosial media. Kemudian peserta didik melakukan riset mandiri tentang hate speech, dan hoax. Aspek yang dapat digali dapat berupa definisi, contoh, cara mengidentifikasi, maupun solusi yang bisa diberikan untuk menghadapi dan mencegahnya. Peserta didik menyajikan hasil temuan mereka ke dalam bentuk infografis, peta pikiran, maupun ilustrasi.


6. Gallery Walk Peserta didik dan guru menyusun tata letak pada dinding untuk menempelkan kertas hasil riset peserta didik. Peserta didikmenyiapkan potongan kertas untuk kelompok lain menuliskan umpan balik berupa pertanyaan, pernyataan atau apresiasi dari hasil riset tersebut.


7. Pengumpulan Portofolio Projek Peserta didik mengumpulkan Portofolio berupa lembar kerja, dan berkas pendukung lainnya (sketsa, draft diskusi kelompok, foto kegiatan, lembar refleksi, dan sebagainya) untuk disusun secara sistematis berdasarkan urutan waktu pembelajaran, ke dalam map secara individual. 8. Seminar Peran Teknologi dalam Demokrasi Narasumber menjelaskan tentang peran teknologi dalam demokrasi, misalnya untuk meningkatkan transparansi dalam mengawasi kerja pemerintahan, memberi akses pada informasi, dan juga memfasilitasi warga untuk mewujudkan good and clean governance. Dan juga tentang mengenal buzzer, mengenal fenomena anonymous, mengenal dan mengidentifikasi hate speech dan hoax, serta mengetahui portal pengaduan jika menemukan konten hoax dan hate speech. Peserta didik membuat ringkasan materi berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi.


9. Seminar Pemilu sebagai Sarana Demokrasi Pada sesi ini narasumber dari KPU mengenalkan nilai - nilai dasar Pemilu dan demokrasi serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya berdemokrasi, melalui film - film kepemiluan dan dokumentasi program kegiatan kepemiluan. Lalu, peserta didik dapat melihat alat peraga pemilu, seperti : brosur, leaflet, poster hingga maket atau diorama tentang Pemilu. Peserta didik mendapatkan gambaran lebih luas tentang pelaksanaan Pemilu dan pentingnya berkontribusi dalam demokrasi. Peserta didik membuat ringkasan materi berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi.


10. Kampanye Visi dan Misi dan Debat Terbuka Paslon Ketua dan Wakil ketua OSIS Sebelum pelaksanaan kampanye visi dan misi paslon dan Debat terbuka, terlebih dahulu mendengarkan Kepala SMA Negeri 1 Timpeh memberikan bimbingan dan arahan untuk pelaksanaan kegiatan. Peserta didik yang menjadi Paslon ketua dan wakil ketua OSIS melakukan kampanye program sehingga bisa menarik buat peserta didik lainnya untuk memilih mereka. Seluruh peserta didik kelas X fase E, kelas XI fase F dankelas XII mengikuti kegiatan.


11. Perencanaan dan Persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS Peserta didik mempersiapkan perlengkapan pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS. Peserta didik membuat desain papan perhitungan suara, mengatur tata letak bilik suara dan kotak suara yang sudah disediakan. Peserta didik menyusun daftar pemilih dan surat undangan pemilih, membuat desain surat suara, membuat denah tempat pemungutan suara.


12. Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS Puncak kegiatan projek suara demokrasi adalah pemilihan Ketua dan Wakil ketua OSIS yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2023. Seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Timpeh dan guru serta tenaga kependidikan turut berpartisipasi dan memberikan hak suara dalam Pemilu ini, Tidak ada peserta didik yang golput. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bahwa peserta didik mampu memberikan hak suara (berekspresi) dalam demokrasi di sekolah. Kedepannya juga peserta didik diharapkan dapat memberikan hak suara dalam pemilu. Pemungutan suara berlangsung dengan tertib. Peserta didik memberikan hak suara secara LUBER dan JURDIL yang merupakan prinsip dari Pemilu. Perhitungan suara dilaksanakan secara terbuka dan pada hari itu juga diumumkan paslon terpilih yang menjadi Ketua dan wakil Ketua OSIS. Kepala sekolah dan guru - guru memberikan ucapan selamat bagi Paslon terpilih dan memberikan apresiasi bagi paslon yang belum terpilih.


13. Evaluasi Pemilihan Ketua OSIS Guru mengajak peserta didik mengevaluasi pemilihan ketua OSIS dengan menanyakan pertanyaan dengan panduan berikut : Apa saja pencapaianmu selama pemilihan ketua OSIS Apa saja tantangan yang kamu hadapi selama pemilihan ketua OSIS Apa yang bisa kamu perbaiki jika kamu akan melaksanakan kegiatan serupa di masa yang akan datang? Hal penting apa yang menjadi catatan dari peserta pemilihan? Solusi apa yang kamu bisa berikan terkait catatan penting dari peserta? Peserta didik mengisi form evaluasi. Kemudian peserta didik mengumpulkan seluruh dokumentasi dan berkas untuk portofolio peserta didik. 14. Merancang Pameran Peserta didik bahwa menyiapkan pameran dari hasil pembelajaran yang berisi kumpulan proyek peserta didik untuk ditampilkan dalam bentuk pameran sederhana di dalam kelas. Pada kegiatan pameran ini Peserta didik dapat menjelaskan tentang pembelajaran yang telah mereka lalui kepada komunitas sekolah. Peserta didik mempersiapkan portofolio dan dokumen lainnya dalam menjelaskan Pameran.


15. PAMERAN Pada saat Pameran, peserta didik menjelaskan proses kegiatan kepada pengunjung pameran. peserta didik meminta pengunjung untuk memberikan umpan balik dari proyek mereka. peserta didik melakukan gallery walk untuk melihat proyek kelompok lain. Guru memberikan penilaian berdasarkan observasi guru tentang pemahaman Peserta didik sejak awal proses belajar hingga pameran. Setelah pameran peserta didik mengisi Formative Asessment.


16. Ikrar Pelajar Menyuarakan Demokrasi Peserta didik merancang sebuah deklarasi bersama yang menyatakan bahwa berkomitmen untuk berkontribusi dalam proses demokrasi secara aktif dengan cara yang baik dan positif khususnya sebagai anak muda yang menjadi pemilih pemula pada masa yang akan datang. Deklarasi ini juga mendorong murid untuk ikut mengawasi pelaksanaan demokrasi di lingkungan terdekat mereka. 17. Refleksi dan Tes Sumatif Peserta didik mengisi Asesmen Suamtif dan mengumpulkan seluruh dokumen dan berkas pembelajaran mereka ke dalam folder berdasarkan tanggal pelaksanaan. Guru mengecek kelengkapan berkas dokumen.


Click to View FlipBook Version