E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Di susun oleh
E-Modul 2021
[AUTHOR NAME] 1
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
MODUL SISWA
CAHAYA DAN ALAT OPTIK
MATA PELAJARAN IPA
SMPN 11 MALANG
CERMIN DATAR DAN LENGKUNG
Penyusun:
Tri Maryati, S.Pd
Jl Ikan Piranha Atas No 185
[AUTHOR NAME] 2
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
A. PENDAHULUAN
Upaya pengembangan keprofesionalan berkelanjutan
(PKB) pendidik IPA telah dan sedang dilakukan secara
terus-menerus, baik terhadap guru yang telah
memenuhi persyaratan perundang-undangan maupun
kepada guru yang belum. Keseluruhan upaya ini
dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan-
perubahan yang kini sedang terjadi dan
perkembangan IPTEK yang sesuai dengan norma dan
nilai yang ada di dalam masyarakat.
Guru sebagai seorang profesional, dituntut selalu belajar
sepanjang hidup untuk meningkatkan atau
mengembangkan diri terus menerus dalam upaya
memenuhi tuntutan dalam tugasnya dan mengikuti
perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Kemampuan guru untuk meneliti akan meningkatkan
kinerja dalam profesinya sebagai pendidik. Secara
operasional, hal yang terkait pada kinerja profesional
guru adalah melakukan perbaikan pembelajaran secara
terus menerus berdasarkan hasil penelitian tindakan
kelas atau catatan pengalaman kelas dan/atau catatan
[AUTHOR NAME] 3
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
perbaikan terhadap pembelajaran yang telah
dilakukannya dengan menyusun modul pembelajaran
bagi siswa
Di dalam modul, sajian materi diawali dengan uraian
pendahuluan, kegiatan pembelajaran dan diakhri
dengan evaluasi agar peserta didik melakukan self
assesment sebagai tolak ukur untuk mengetahui
keberhasilan diri sendiri.
B.TUJUAN
Setelah mempelajari kelompok kompetensi dasar 3.12
dan 4.12 diharapkan peserta didik memahami materi
kompetensi tersebut dalam kajian materi pembelajaran
IPA topik Cahaya dan Alat Optik
C.PETA KOMPETENSI
Kompetensi inti yang diharapkan setelah peserta didik belajar
dengan modul ini adalah menguasai materi, struktur, konsep,
dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
dipelajari. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian
[AUTHOR NAME] 4
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
kompetensi yang diharapkan tercapai melalui belajar dengan
modul ini adalah:
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
3.12 Menganalisis sifat-sifat 3.12.1 Mengidentifikasi
cahaya, pembentukan sifat-sifat bayangan
bayangan pada bidang pada cermin (datar,
datar dan lengkung serta cekung dan
penerapannya untuk cembung).
menjelaskan proses 3.12.2 Mengimplemen
penglihatan manusia, tasikan konsep
mata serangga, dan dari cermin (datar,
prinsip kerja alat optik. cekung dan
cembung).
4.12 Menyajikan hasil 3.12.3 Menganalisis
percobaan tentang permasalahan terkait
pembentukan bayangan konsep dari cermin
pada cermin dan lensa. (datar, cekung dan
cembung).
4.12.2. Memaparkan hasil
percobaan
pembentukan
bayangan pada
cermin dan lensa
serta mengidentifikasi
bagian-bagian mata
[AUTHOR NAME] 5
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
dan jenis-jenis alat
optik dalam bentuk
laporan tertulis dan
mendiskusikannya
dengan teman
D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup materi pada Modul ini disusun dalam empat
bagian, yaitu bagian Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran,
Evaluasi dan Penutup. Bagian pendahuluan berisi paparan
tentang latar belakang modul kelompok kompetensi 3.12 dan
4.12 , tujuan belajar, kompetensi dasar yang diharapkan
dicapai setelah pembelajaran, ruang lingkup dan saran
penggunaan modul. Bagian kegiatan pembelajaran berisi
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi
cahaya pemantulan cahaya, Aktivitas Pembelajaran,
Latihan/Kasus/Tugas, Rangkuman, Umpan Balik dan Tindak
Lanjut Bagian akhir terdiri dari Kunci Jawaban
Latihan/Kasus/Tugas, Evaluasi dan Penutup.
E. Cara Penggunaan Modul
Secara umum, cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan
Pembelajaran sesuai dengan skenario setiap penyajian materi.
Langkah-langkah belajar secara umum adalah sebagai berikut.
[AUTHOR NAME] 6
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Pendahuluan Mengkaji Materi
Melakukan aktivitas
pembelajaran (diskusi/
eksperimen/latihan)
RMeevniegwkaKjieMgiaattearni Presentasi dan
Konfirmasi
Gambar 1 bagan skenario penggunaan modul
Deskripsi Kegiatan
1. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan guru memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk mempelajari :
latar belakang yang memuat gambaran materi
tujuan penyusunan modul mencakup tujuan
semua kegiatan pembelajaran setiap materi
kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui
modul.
ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran
langkah-langkah penggunaan modul
2. Mengkaji materi
[AUTHOR NAME] 7
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Pada kegiatan ini fasilitator memberi kesempatan kepada
guru pembelajar untuk mempelajari materi yang
diuraikan secara singkat sesuai dengan indikator
pencapaian hasil belajar. Peserta dapat mempelajari
materi secara individual atau kelompok.
3. Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu/instruksi yang
tertera pada modul baik berupa diskusi materi, melakukan
eksperimen, latihan, dsb. Pada kegiatan ini peserta secara
aktif menggali informasi, mengumpulkan data dan
mengolah data sampai membuat kesimpulan kegiatan.
4. Presentasi dan Konfirmasi pada kegiatan ini peserta
melakukan presentasi hasil kegiatan sedangkan fasilitator
melakukan konfirmasi terhadap materi dibahas bersama.
5. Review Kegiatan
Pada kegiatan ini peserta dan penyaji mereview materi
yang telah dipelajari.
[AUTHOR NAME] 8
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
CERMIN DATAR DAN LENGKUNG
Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa merupakan
materi IPA yang menarik. Banyak alternatif kegiatan
penyelidikan dan projek yang dapat dilakukan siswa pada materi
ini. Kendala yang sering timbul dalam memahami materi ini
adalah adanya “aturan tanda positif atau negatif” yang
kadang-kadang membingungkan. Modul ini berupaya
mendiskusikan hal-hal di atas.
A. TUJUAN
Setelah mempelajari modul ini, seharusnya:
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi sifat-sifat bayangan
pada cermin (datar, cekung dan cembung).
2. Peserta didik dapat mengimplementasikan konsep dari
cermin (datar, cekung dan cembung).
3. Peserta didik dapat menganalisis permasalahan terkait
konsep dari cermin (datar, cekung dan cembung)
[AUTHOR NAME] 9
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
B. Indikator Indikator
Ketercapaian Kompetensi
3.12.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bayangan pada cermin
(datar, cekung dan cembung).
3.12.2 Mengimplementasikan konsep dari cermin (datar,
cekung dan cembung).
3.12.3 Menganalisis permasalahan terkait konsep dari cermin
(datar, cekung dan cembung).
C. URAIAN MATERI
Anda seharusnya bisa membedakan bayang-bayang (shadow)
dengan bayangan (image). Bayang-bayang terjadi jika cahaya
dari depan terhalang oleh benda, sehingga di belakang benda
terdapat bagian yang tidak terkena cahaya, merupakan bayang-
bayang benda itu. Perhatikan Gambar 2a dan Gambar 2b.
www.thunderboltkids.co.za www.seti.org
Gambar 1. (a). Bayang-bayang anak tersebut timbul saat cahaya dari senter terhalang oleh
anak. (b) Pada gerhana bulan, bayang-bayang bumi menutupi permukaan bulan
[AUTHOR NAME] 10
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Jika Anda lihat wajah Anda melalui cermin datar, yang Anda
lihat bukan bayang-bayang, melainkan bayangan. Bayangan
dihasilkan dari perpotongan sinar-sinar cahaya; bayangan nyata
jika berasal dari perpotongan sinar-sinar cahaya; bayangan maya
jika berasal dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar cahaya.
Kita akan diskusikan pembentukan bayangan ini lebih detil.
a.Pembentukan Bayangan Pada Cermin Datar
Cermin datar dibentuk dari permukaan datar atau dapat juga
dikatakan sebagai bagian luar (atau dalam) dari suatu
permukaan silinder (atau bola) dengan jari-jari tak hingga.
Cermin datar akan memantulkan berkas-berkas sejajar cahaya
datang menjadi berkas-berkas cahaya pantul yang sejajar satu
sama lain. Sifat bayangan yang terbentu yaitu bila benda nyata di
depan cermin datar, maka cermin akan membentuk bayangan
maya dari benda nyata, yang sama besar. Bayangan akan bersifat
maya apabila titik potongnya merupakan hasil perpanjangan
sinar yang menyebar. Bayangan dan benda terletak sama jauh
dari permukaan cermin. Kedudukan bayangan dibalik dan
bayangan dan benda sama besar. Salah satu penerapan dari
cermin datar adalah pada cermin rias yang terdapat dirumah.
[AUTHOR NAME] 11
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Gambar 2. Pembentukan bayangan pada cermin datar
Bayangan yang dilihat mata pada Gambar 2 terbentuk dari
perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul di belakang
cermin. Maka, bayangan yang terbentuk dari gamabr 2 berada
di belakang cermin. Bayangan ini dapat dilihat, namun tidak
dapat ditangkap layar. Artinya, jika Anda menempatkan layar di
belakang cermin, tidak ada bayangan yang muncul pada layar
itu. Maka, bayangan yang terbentuk pada cermin datar
memiliki sifat:
1) Tegak
2) Maya
3) Berukuran sama dengan benda
b. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung
Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya. Cahaya
terpantul pada cermin cekung mengikuti hukum pemantulan.
Untuk memudahkan penggambaran pembentukan
bayangannya dipilih sinar-sinar istimewa. Perhatikan Gambar 3.
[AUTHOR NAME] 12
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Gambar 3. Sinar- sinar istimewa pada cermin cekung
[AUTHOR NAME] 13
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Dengan menggunakan tiga sinar istimewa itu, Anda
baisa menggambarkan pembentukan bayangannya, seperti
ditunjukkan Gambar 3.
Gambar 4. Memanfaatkan tiga sinar untuk menggambar pembentukan bayangan pada
cermin cekung. Bagaimanakah sifat bayangan yang terbentuk pada berbagai posisi?
[AUTHOR NAME] 14
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Untuk memudahkan pembicaraan, Anda dapat memilah lokasi
benda pada ruang- ruang (lihat Gambar 4).
Ruang I : antara titik fokus sampai cemin.
Ruang II : antara f sampai dengan 2f.
Ruang III : lebih dari 2f.
Ruang IV : di belakang cermin.
Berdasarkan Gambar 4, Anda bisa dapatkan sifat bayangan yang
terbentuk:
1. Benda di Ruang I, bayangan yang terbentuk: maya, tegak,
diperbesar.
2. Benda di Ruang II, bayangan yang terbentuk: nyata,
terbalik, diperbesar.
3. Benda di Ruang III, bayangan yang terbentuk: nyata,
terbalik, diperkecil
4. Benda di titik fokus: tidak terbentuk bayangan.
5. Benda di jarak 2f, bayangan yang terbentuk: nyata,
terbalik, sama dengan benda. Apa itu bayangan nyata?
Bayangan nyata berasal dari perpotongan sinar-sinar
sesungguhnya (jika pemantulan, berarti di depan cermin).
Selain bisa dilihat, bayangan nyata juga bisa ditangkap
layar.
Keterkaitan jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus pada
cermin cekung adalah:
[AUTHOR NAME] 15
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
dengan:
s = jarak benda
s’ = jarak bayangan (jika s’ negatif: bayangannya maya dan
tegak; jika s’ positif: nyata, terbalik). Bayangan oleh
pemantulan cermian bersifat nyata bila posisinya di
depan cermin. Bayangan maya bila posisinya di belakang
cermin.
f = jarak fokus, untuk cermin cekung bertanda positif.
Jarak fokus adalah setengah jari-jari kelengkungan cermin, atau
Perbesaran bayangan yang terjadi:
Dengan :
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan
Contoh soal
Sebuah benda terletak 15 cm di depan cermin cekung. Bayangan
yang terbentuk berada di depan cermin dengan jarak 60 cm.
Berapa panjang fokus cermin tersebut?
Jawaban :
Diketahui : S = 15 cm
S’ = 60 cm
[AUTHOR NAME] 16
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Ditanya : f.......?
Jawab :
c. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cembung
Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar. Contoh cermin
cembung yang sering dijumpai: kaca spion, cermin bulat pada
swalayan, cermin bulat di tepi jalan yang menikung tajam.
Perhatikan pemantulan sinar istimewa pada cermin cembung.
[AUTHOR NAME] 17
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Gambar 4. Pemantulan 3 sinar istimewa oleh cermin cembung
Dengan menggunakan sinar-sinar istimewa tersebut Anda
dapat menggambarkan pembentukan bayangan oleh cermin
cembung.
Gambar 5. Pembentukan bayangan pada cermin cembung. Bagaimanakah sifat
bayangannya?
[AUTHOR NAME] 18
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Anda dapat mencoba membuat gambar pembentukan
bayangan untuk berbagai ruang pada cermin cembung. Untuk
benda di depan cermin cembung, bayangan yang dihasilkan
selalu memiliki sifat: maya (di belakang cermin), tegak, dan
diperkecil. Anda dapat menggunakan persamaan matematis
pembentukan bayangan pada cermin cekung di atas. Yang
membedakan hanya satu, yakni: fokus cermin cembung
bertanda negatif
Contoh soal
Sebuah cermin cembung mempunyai jari-jari 16 cm. Benda
setinggi 4 cm berada di depan cermin sejauh 10 cm. Tinggi
bayangan benda adalah…..
Jawaban :
Diketahui : R =-16 cm,
h = 4,5 cm,
s = 10 cm
Ditanya : h’.......?
Jawab :
[AUTHOR NAME] 19
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
D. Aktivitas Pembelajaran
Setelah Anda membaca dan mempelajari materi di atas, Anda
dapat menindaklanjutinya dengan melakukan aktivitas
pembelajaran sebagai berikut kemudian mendiskusikannya
dengan teman sejawat Anda.
[AUTHOR NAME] 20
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Lembar Kerja 2
Bagaimana sifat bayangannya?
Gambarkan proses pembentukan bayangan dari benda
yang disimpan di depan cermin cekung berikut.
Tulislah sifat bayangannya di kolom sebelah kanan.
[AUTHOR NAME] 21
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
E. Latihan / Kasus / Tugas
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya.
1. Selain untuk berkaca, cermin datar memiliki fungsi yang
lain. Di dalam dunia desain interior, seringkali apartemen,
mall, atau ruangan-ruangan tertentu dindingnya dilapisi
dengan cermin datar.
a. Menurut Anda, apa tujuan ruangan tersebut diberi
dinding cermin datar?
b. Mengapa Anda mengatakan demikian? Berikanlah
alasan Anda.
2. Sebuah benda tegak tingginya 2,5 cm diletakkan di depan
cermin cekung berjari-jari 24 cm pada jarak 30 cm dari
cermin, tentukan :
a. Jarak bayangan
b. Perbesaran bayangan
c. Lukislah jalannya sinar pada pembentukan bayangan
[AUTHOR NAME] 22
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
3. Tujuh puluh lima sentimeter di depan cermin cembung
ditempatkan sebuah benda. Titik pusat kelengkungan cermin
100 cm, tentukan :
a. Jarak bayangan
b. Perbesaran bayangan
c. Lukislah jalannya sinar pada pembentukan bayangan
F. Rangkuman
Beberapa hal pokok dari materi Cermin Datar dan Cermin
Lengkung adalah sebagai berikut.
1. Pada cermin datar, berlaku hukum pemantulan yaitu:
Sinar datang akan dipantulkan dengan besar sudut
pantul sama dengan sudut datang.
Sinar yang datang tegak lurus cermin akan dipantulkan
tegak lurus cermin.
Bayangan yang terbentuk pada cermin datar sifatnya yaitu
sama besar, tegak, arah bayangan berkebalikan, maya, dan
jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke
cermin.
2. Pada cermin cembung, ada tiga sinar istimewa yang dapat
membantu dalam menentukan sifat bayangan yang
terbentuk, yaitu:
a. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan
seolah-olah berasal dari titik fokus.
[AUTHOR NAME] 23
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
b. Sinar yang datang seolah-olah menuju titik fokus akan
dipantulkan sejajar sumbu utama
c. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan
cermin, akan dipantulkan seolah-olah berasal dari pusat
kelengkungan yang sama.
3. Pada cermin cekung terdapat tiga sinar istimewa, yaitu:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan
melalui titik fokus.
2) Sinar datang melalui titik fokus, akan dipantulkan sejajar
sumbu utama.
3) Sinar datang melalui pusat kelengkungan akan
dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan
cermin.
G. Umpan Balik
Setelah menyelesaikan soal latihan, Peserta didik dapat
memperkirakan tingkat keberhasilannya dengan melihat
kunci/rambu-rambu jawaban yang terdapat pada bagian H.
Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda sudah
melebihi 80%, silakan Anda terus mempelajari Kegiatan
Pembelajaran berikutnya, namun jika Anda menganggap
pencapaian Anda masih kurang dari 80%, sebaiknya Anda ulangi
kembali kegiatan Pembelajaran ini.
[AUTHOR NAME] 24
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
H. Kunci Jawaban
1. Lapisan dinding dengan cermin datar pada ruang .
a. Di ruang-ruang tertentu sering dilapisi cermin datar
pada dindingnya. Tujuan utamanya adalah membuat
kesan ruangan menjadi lebih luas. Ruang seolah memiliki
luas dua kali lipat daripada aslinya. Jarak pandang yang
awalnya terbentur dinding, menjadi lebih lebar karena
pantulan cermin membentuk dimensi ruang yang lebih
lapang.
b. Bayangan yang terbentuk daricermin datar adalah maya,
tegak, sama besar dengan bendanya, dan jarak antara
benda dengan cermin datar sama dengan jarak bayangan
ke cermin datar. Hal inilah yang menyebabkan ruangan
yang dilapisi dengan cermin datar memberi kesan luas,
karena jarak dari benda ke bayangan menjadi dua kali
jarak aslinya, dan luasnya pun menjadi terkesan dua kali
lipat dari aslinya.
[AUTHOR NAME] 25
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Jarak benda = jarak bayangan,
Maka jarak dari dinding ke dinding bayangan = 2 x jarak benda
2. Diketahui : h = 2,5 cm
R = 24 cm
s = 30 cm
Ditanyakan : a. s’
b. Perbesaran
c. Lukis jalannya sinar
Jawab :
a. f = ½ x R
f = ½ x 24
= 12 cm
[AUTHOR NAME] 26
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
3. Diketahui : R = 100 cm
s = 75 cm
Ditanyakan : a. s’
b. M
c. Lukis jalannya sinar
Jawab :
Titik pusat kelengkungan cermin = 100 cm
Titik fokus = -50 cm
a. Jarak Bayangan
[AUTHOR NAME] 27
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
c. Lukis jalannya sinar
[AUTHOR NAME] 28
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
I. Evaluasi
Silahkan kerjakan soal-soal berikut. Pilihlah Satu Jawaban
yang menurutmu paling tepat !
1. Sifat bayangan pada cermin datar adalah….
A. Nyata, diperkecil, di belakang cermin
B. Nyata, diperbesar, di depan cermin
C. Maya, diperkecil, di belakang cermin
D. Maya, sama tegak, di belakang cermin
Alasan : …………………………………………………………………………
2. Manakah dari gambar berikut yang menunjukkan sifat
bayangan cermin datar yang benar?
Alasan : ………………………………………………………………………
3. Di manakah benda harus diletakkan pada cermin cekung agar
di dapat bayangan maya dan diperbesar? (lihat gambar)
a. Antara F dan R
b. Di titik R
c. Antara F dan O
d. Di titik F
[AUTHOR NAME] 29
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
4. Jalannya sinar pada cermin cembung yang benar adalah….
Alasan : …………………………………………………………………
5. Jika benda kemudian digeser dari posisi semula 1 cm
menjauhi cermin, maka jarak bayangan dari cermin
adalah….
A. 4,0 cm
B. 7,0 cm
C. 8,0 cm
D. 9,0 cm
Alasan : …………………………………………………………………
J. Penutup
Demikian telah kami susun Modul Kompetensi Cermin datar
dan Cermin Lengkung untuk peserta didik SMPN 11 Malang
kelas VIII. Modul ini diharapkan dapat membantu peserta
didik meningkatkan pemahaman terhadap materi Cermin datar
dan Cermin Lengkung.
[AUTHOR NAME] 30
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
Selanjutnya Modul ini dapat meningkatkan motivasi dan
pemahaman konsep peserta didik dalam mempelajari Cermin
datar dan Cermin Lengkung serta tercapainya pembelajaran
yang berkualitas.
Materi dalam modul ini tidak terlalu sulit untuk dipelajari
sehingga mudah dipahami. Peserta didik dapat mempelajari
materi dan berlatih melalui berbagai aktivitas, tugas, latihan, dan
soal-soal yang telah disajikan.
Akhirnya, tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan e-
modul ini yang kami susun masih banyak kurang sempurna.
K. Daftar
Pustaka
Kanginan M. 2006. IPA FISIKA 2 untuk SMP Kelas VIII.
Erlangga: Jakarta. STPN. 2020. Modul V Cahaya dan Optik.
prodi4.stpn.ac.id
http://repository.wima.ac.id/146/7/Lampiran.pdf.diakses.2
april 2021
https://www.fisikabc.com/2017/11/fenomena-pembiasan-
cahaya.html. Diakses 6 Maret 2021
Suharto, dkk. 2016. Modul Guru Pembelajar Mata Pelajaran
IPA Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
Zubaidah, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VIII Semester 2. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
[AUTHOR NAME] 31
E-Modul
Cermin Datar dan Lengkung
[AUTHOR NAME] 32
JL Ikan Piranha Atas No 185