HIDROLOGI GEOGRAFI
DI SUSUN OLEH
SUTRI
PUAN MAHARANI
Pengertian Hidrologi
hiderologi yaitu cabang ilmu geografi yang mempelajari seputar pergerakan yang
meneliti terjadinya dan distribusi air di permukaan bumi, serta sifat kimia dan fisik air
dengan respons terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan serta siklus
hiderologi dan sumber daya air. dalam kajian hiderologinini meliputi potamalong (
aliran permukaan), geohidroligi (air tanah), hidrometeorologi (air yang ada di udara
dan berwujud gas), limnologi (air permukaan yang relatif tenang seperti danau, dan
waduk), kriologi (air berwujud padat seperti es dan salju).
siklius hidrologi
Siklus hidrologi adalah sirkulasi menerus air di bumi yang tidak pernah berhenti dalam
jumlah besar dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi melalui proses-proses
evaporasi dan transpirasi, kondensasi, presipitasi. Dalam perjalanan di tiap proses tersebut
air dapat berubah phase dari cair (air) menjadi gas (uap air), menjadi cair lagi atau bahkan
menjadi padat (es)
Siklus hidrologi dimulai oleh pemanasan air laut oleh sinar matahari, yang menimbulkan
pergerakan uap air dalam jumlah besar karena penguapan menuju atmosfer. Setelah
melalui proses kondensasi uap air berubah menjadi cair dan turun ke bumi lagi menjadi
hujan (presipitasi). Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat terevaporasi
kembali ke atmosfer atau jatuh ke tetumbuhan diintersepsi oleh tanaman sebelum
mencapai tanah
macam - macam siklus hidrologi
Proses terjadinya sebuah siklus hidrologi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sebagai
berikut ini
Siklus Pendek
Yaitu menguapnya air laut menjadi uap gas karna adanya panas dari matahari lalu terjadi
suatu kondensasi untuk membentuk awan yang pada akhirnya jatuh ke permukaan laut.
Siklus Sedang
Yaitu menguapnya air laut menjadi uap gas karna adanya panas dari matahari lalu terjadi
suatu evaporasi yang terbawa angin dan membentuk awan yang pada akhirnya jatuh ke
permukaan daratan lalu kembali ke lautan.
Siklus Panjang
Yaitu menguapnya air laut menjadi uap gas karna adanya panas dari matahari lalu uap air
untuk mengalami sublimasi dan membentuk awan yang mengandung kristal es dan pada
akhirnya jatuh dalam bentuk salju yang kemudian akan membentuk gletser yang mencair
membentuk aliran sungai dan kembali kelaut
gambar siklus hiderologi
siklus hiderologi
proses terbentuknya air dan proses terbentuknya air tanah
proses terbentuknya air proses terbentuknya air tanah
pembentukan batuan / mineral dari proses Air tanah terbentuk berasal dari air
pendinginan magma menghasilkan air. Air hujan dan air permukan , yang
meresap (infiltrate) mula-mula ke
terbentuk di bumi pertama kali pada saat zona tak jenuh (zone of aeration) dan
temperatur atmosfer bumi berada pada kemudian meresap makin dalam
suhu di bawah 100°C sehingga uap air (percolate) hingga mencapai zona
yang sudah terbentuk dapat terkondensasi jenuh air dan menjadi air tanah.
menjadi air. setengah lebih air alami di
dunia dihasilkan dari es di kutub
proses siklus hidrologi
Air melewati beberapa proses dan tahapan yang kemudian kembali lagi ke bentuk semula terdapat
beberapa tahap diantaranya.
1. Evaporasi
Proses penguapan air dari tubuh-tubuh air, seperti laut, danau, dan sungai yang diakibatkan oleh
pemanasan sinar matahari. Air yang menguap akan naik ke langit dan nantinya menjadi awan.
2. Transpirasi
Transpirasi merupakan penguapan air dari permukaan tumbuhan. Seperti pada gambar siklus hidrologi di
atas, tumbuhan mengeluarkan uap H2O dan CO2 pada siang yang panas dan transpirasi berlangsung
melalui pori-pori daun yang berhubungan dengan udara
3. Sublimasi
Pada tahapan ini, sinar matahari akan membantu penguapan pada es tanpa melalui proses pencairan. Hal
ini mengakibatkan es yang merupakan bentuk padat dari air, menguap dan berubah menjadi awan
4. Intersepsi
Pada proses ini, air hujan tertahan pada tanaman untuk kemudian terevaporasi kembali ke atmosfer. Siklus
hidrologi ini memungkinkan air untuk kembali ke atas tergantung dengan kemampuan setiap pohon dari
jenis daun, kerapatan daun, lebar tajuk, dan batang.
5. Kondensasi
Siklus hidrologi satu ini menampakkan perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air di
atmosfer, sehingga membentuk awan. Proses ini terjadi karena pengaruh rendahnya suhu udara
pada ketinggian atmosfer tertentu
6. Adveksi
Pada siklus hidrologi ini, butiran air yang berbentuk awan bergerak secara horizontal dan
berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal tersebut juga dibantu karena pengaruh angin
yang berhembus
7. Presipitasi
Presipitasi adalah proses turunnya air ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Bukan hanya
hujan, pada daerah yang bersuhu rendah, presipitasi juga bisa menurunkan air padat berupa
salju.
8. Run Off
Air yang sudah jatuh ke permukaan bumi yang tinggi, akan mengalir ke tempat yang lebih
rendah melalui sungai dan anak sungai
9. Infiltrasi
Tahapan ini merupakan proses peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Dalam
siklus hidrologi ini, air dapat tersimpan menjadi air tanah yang secara lambat akan mengalir
kembali ke laut
di dalam siklus hiderologi terjadinya proses kondesasi dan sublemensi
kondesasi adalah proses berubahnya uap air menjadi butir-butir air.
sedangkan sublemensi adalah proses berubaya air menjadi butir- butir es
atau salju . air yssng ada di permukaan bumi dan di udara berada dalam
bentuk cair, gas dan padat perubahan air dalam tiga bentuk ini memang
sangat menakjubkan. jika terjadi perubahan temperatur, air dapat berubah
menjadi es yang disebut membeku atau sebaliknya es akan berubah
menjadi air yang di sebut mencair dan ai yang mencair tersebut pula
berubah menjadi gas melalui proses penguapan
macam macam air permukaan
A. Sungai
sungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratan menuju dan bermuara di
laut, danau, atau sungai yang lebih besar aliran sungai merupakan aliran yang bersumber dari
3 jenis limpasan : yaitu berasal dari hujan, limpasan dari anak anak sungai dan limpasan dari
tanah. pada umumnya sungai sungai bermuara sampai ke laut atau danau danau tetapi ada pula
sungai sungai yang muaranya tidak dapat mencapai laut banyak yang terdapat di daerah gurun
yang amat kering.
besarnya volume air yang mengalir pada suatu sugai dalam satuan waktu pada titik tertentu di
sungai itu, disebut debit air. Debit air sungai terkecil terdapat di bagian hulu, sedangkan yang
terbesar terdapat di bagian muara. sungai yang besar berarti debit airnya besar, sebaliknya,
sungai yang kecil berarti debit airnya kecil.besar kecilnya volume air yang mengalir debit air
sungai dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain.
iklim iklim sangat berpengaruh terhadap debit air sungai. anyaknya &urahhujan *-resipitas
dan besarnya penguapan sangat menentukan /olumeair yang ada dalam sungai.-ada saat
musim penghujan presipitasi lebih besar dibandingkan besarnyae/aporasi yang mengakibatkan
debit air menjadi besar bahkan terjadi luapan air atau banjir. Tetapi sebaliknya, pada musim
kemarau jumlah presipitasi menuruntetapi tingkat penguapan meningkat sehingga debit air
semakin kecil.
kondisi daerah aliran sungai luas dan ketinggian aliran sungai berpengaruh besar terhadap
debit air sungai daerah aliran air sungai adalah bagian permukaan bumi yang berfungsi untuk
menerimanya , menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui sungai.
contoh hujan yang jatuh pada air hujan bagian permukaan bumi mengalirkan air ke sungai
misalnya sungai kapuas bagian permukaan bumi mengalirkan airnya ke sungai kapuas
aliran aliran sungai
1. Sungai Konsekuen Lateral, yaitu sungai yang alirannya mengarah menuruni lereng-lereng
asli di permukaan bumi, seperti dome, block, mountain atau daratan yang baru terangkat.
2. Sungai Konsekuen Longitudinal, yakni sungai yang alirannya sejajar dengan antiklinal atau
bagian puncak gelombang pegunungan.
3. Sungai subsekwen adalah sungai yang terbentuk pada sungao konsekuwen lateral yang
mengalami erosi mundur hingga ke puncak lerengnya. Sungi ini akan mengalami erosi ke
samping dan memperluas lembah sehingga muncul aliran baru mengikuti arah patahan.
4. Sungai Superimposed, yaitu sungai yang mengalir pada lapisan sedimen datar yang
menutupi lapisan batuan batu dibawahnya. Jika terjadi peremajaan, maka sungai tersebut akan
mengikis lapisan penutup dan memotong formasi batuan awal, sehingga alirannya tidak sesuai
dengan struktur batuan.
5. Sungai Anteseden, yaitu sungai yang arah alirannya tetap karena mengimbangi
pengangkatan yang terjadi. Sungai ini hanya terbentuk bila pengangkutan berjalan lambat.
6. Sungai Resekuen adalah sungai yang alirannya menuruni kemiringan patahan atau dip
slope. Alirannya searah dengan sungai resekwen lateral dan bisa umumnya terbentuk dari
aliran sungai subsekwen.
7. Sungai Obsekwen, yakni sungai yang alirannya turun dari permukaan patahan dan
berlawan dengan dip dari formasi-formasi patahan.
8. Sungai Insekwen, yaitu sungai yang alirannay terbentuk tanpa penyebab nyata. Sungai ini
mengalir tanpa mengikuri lapisan batuan. Alirannya tidak menenti dan mengikuti pola aliran
dendritis.
9. Sungai Reserve adalah sungai yang tidak mampu mempertahankan arah alirannya
melawan pengangkatan, sehingga arahnya dapat berubah dan menyesuaikan diri.
10. Sungai Komposit, yaitu sungai yang mengalir dari daerah dengan struktur geologi
berlainan. Contohnya adalah sungai-sungai besar ang ada di Indonesia.
11. Sungai Anaklinal adalah sungai yang mengalir pada permukaan dengan kecepatan
lambat, terangkat dan arahnya pengangkatan berlawanan dengan arus sungai
.
12. Sungai Compound adalah sungai yang membawa air dari daerah yang memiliki
geomorfologi berlawanan
B. Air danau dan telaga
danau Air permukaan yang mengalir dan menemukan sebuah cekungan akan membentuk
danau jika cekungan tanah dalam skala besar atau jika cenkungan berskala kecil maka
akan membentuk telaga. Danau biasanya memiliki sumber air dari sungai ataupun mata
air (pada danau di dataran tinggi) dan memiliki aliran keluar. Sedangkan Telaga dan rawa
umumnya lebih disebabkan oleh air hujan yang tergenang di suatu cekungan tanah dan
tidak memiliki aliran keluar, hal inilah yang menyebabkan kenapa air rawa berwarna.
Kandungan zat zat organik yang tinggi misalnya humus tanah yang sudah terlarut
menjadikan air berwarna kuning coklat.
C. Air rawa
rawa adalah dataran bertanah basah yang selalu digenangi air secara alami.
Genangan itu disebabkan oleh sistem drainase (pelepasan air) yang sangat buruk dan
letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya. Rawa biasanya berada di sekitar sungai
atau muara sungai yang cukup besa
Dampak aktivitas pembangunan terhadap ketersediaan air
Pembangunan yang selama ini kita ketahui ternyata memiliki dampak yang sangat tinggi
terhadap ketersediaan air, baik itu air permukaaan maupun air bawah permukaan. Dengan
adanya pembangunanini, ada dampak positif yang hal itu di rasakan dan dinikmati oleh
manusia, sedangkan dampak negatif dari pembangunan ini salah satunya adalah
ketersediaan air. Kita ketahui bahwa air adalah sumber daya alam yang harus di jaga
dengan baik. Karena air adalah sumber dari kehidupan manusia di bumi ini.
Sumberdaya air dapat terkena dampak dari pembangunan itu sendiri. Perubahan kondisi
lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dapat berdampak pada sumberdaya air
baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Peristiwa banjir yang sering terjadi tidak terlepas
dari dampak perubahan penggunaan lahan. Pencemaran pada air sungai dan air tanah yang
sering terjadi juga merupakan dampak dari pembangunan juga, seperti adanya
pembangunan pabrik gula. Limbah dari pabrik gula itu pembuangannya masih di arahkan
ke sungai-sungai’
Hidrologi dan sumber daya air
sumberdaya air yang pada dasarnya membahas hidrologi, akan lebih mudah bila
penjelasannya dikaitkan dengan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang digunakan
sebagai wilayah maupun satuan analisisnya. Dalam sistem DAS biasanya digambarkan
hubungan antara hujan sebagai masukan dan aliran sebagai keluarannya dalam suatu
sistem sebagai berikut. Keluaran yang dihasilkan dalam sistem tersebut tidak terbatas
pada aliran, tetapi dapat juga merupakan zat kimia yang terbawa aliran dan atau sedimen
yang terbawa aliran yang bersangkutan.
Hubungan tersebut umumnya berlangsung dalam penelitian sumberdaya air pada suatu
atau yang dikenal dengan pendekatan kotak hitam . Air di muka bumi mengalami
peredaran (siklus) yang sering disebut dengan siklus hidrologi atau daur hidrologi. Siklus
hidrologi dapat dicerminkan dalam bentuk yang sederhana maupun yang rumit, lengkap
dengan proses-proses berlangsung di dalamnya.Oleh sebab itu parameter hidrologi yang
diperlukan dalam suatu kegiatan harus disesuaikan. Dalam kajian siklus hidrologi dapat
dibedakan antara cara perhitungan dan ruangan atau batas wilayah yang dipelajari dalam
memperkirakan neraca ai
Potensi sumber daya air
potensi sumber daya air (air permukaan dan air tanah) tersebar di berbagai pulau di
Indonesia dengan kuantitas dan kualitas yang berbeda-beda. Demikian pula
pemanfaatannya sangat tergantung pada kebutuhan penduduk dan kegiatan pembangunan
yang ada, seperti pertanian (irigasi), industri, pariwisata, dan sebagainya potensi air
permukaan di Indonesia adalah sebesar 1.789 milyar m3/tahun. Potensi air tersebut
tersebar di berbagai pulau, antara lain Papua sebesar 1401 x 109 m3/tahun; Kalimantan
sebesar 557 x 109 m3/tahun; dan Jawa sebesar 118 x 109 m3/tahun. Air permukaan
tersebut tersebar pada berbagai badan air, yaitu 5.886 sungai, 186 danau/situ, waduk dan
rawa seluas 33 juta hektar. Hal lain juga dikemukakan oleh Rohmat (2010) bahwa debit
air sungai Citarum dan sekitarnya yang masuk ke waduk Djuanda dipandang sebagai
jumlah yang terkendali. Total potensi sumberdaya air selama satu tahun dihitung
berdasarkan jumlah air bulanan.
Gambar potensi sumber daya air
Masalah pengelolaan sumber daya air
Secara umum masalah pengelolaan sumberdaya air dapat dilihat dari kelemahan
mempertahankan sasaran manfaat pengelolaan sumberdaya air dalam hal pengendalian
banjir dan penyediaan air baku bagi kegiatan domestik, municipal, dan industri.
Masalah pengendalian banjir sebagai bagian dari upaya pengelolaan pengelolaan
sumberdaya air, sering mendapatkan hambatan karena adanya pemukiman padat di
sepanjang sungai yang cenderung mengakibatkan terhambatnya aliran sungai karena
banyaknya sampah domestik yang dibuang ke badan sungai sehingga mengakibatkan
berkurangnya daya tampung sungai untuk mengalirkan air yang datang akibat curah hujan
yang tinggi di daerah hulu.Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai persoalan
yang berhubungan berbagai macam penggunaan dari berbagai macam sektor (pertanian,
perikanan, industri, perkotaan, tenaga listrik, perhubungan, pariwisata, dan lain-lain) baik
yang berada di hulu maupun di hilir cenderung semakin meningkat baik secara kuantitas
maupun kualitas. Hal ini telah banyak menimbulkan dispute antar sektor maupun antar
wilayah, yang pada dasarnya merupakan cerminan dari adanya conflict of interests yang
tajam serta tidak berjalannya fungsi koordinasi yang baik
konservasi masalah sumber daya air
konservasi air adalah jangan membang-buang sumberdaya air. Pada awalnya konservasi
air diartikan sebagai menyimpan air dan menggunakannya untuk keperluan yang
produktif di kemudian hari. Konsep ini disebut konservasi segi suplai. Perkembangan
selanjutnya konservasi lebih mengarah kepada pengurangan dan pengefisienan
penggunaan air dan dikenal sebagai konservasi sisi kebutuhan.
Konservasi air yang baik merupakan gabungan dari kedua konsep tersebut, yaitu
menyimpan air dikala berlebihan dan menggunakannya sesedikit mungkin untuk keprluan
tertentu yang produktif. Sehingga konservasi air domestik berarti menggunakan air
sesedikit mungkin untuk mandi, mencuci, menggelontor toilet, dan penggunaan-
penggunaan rumah tangga lainnya. Konservasi air industri berarti pemakaian air sesedikit
mungkin untuk menghasilkan suatu produk. Konservasi air pertanian pada dasarnya
berarti penggunaan air sesdikit mungkin untuk menghasilkan hasil pertanian yang
sebanyak-banyaknya.
kesimpulan
Kesimpulan yang dapat di tarik dari pembahasan di atas bahwasany hiderologi adalah suatilmu
yang meneliti terjadinya dan distribusi air dan di permukaan bumi dengan maksud untuk
melakukan pengembangan dengan memanfaatkan kondisi geologi secara fisik yang juga
memanfaatkan sumber daya alam, kegiatan tersebut berlangsung di atas permukaan bumi.
Sumberdaya air dapat terkena dampak dari pembangunan itu sendiri. Perubahan kondisi
lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dapat berdampak pada sumberdaya air baik secara
kuantitatif maupun kualitatif.
Secara umum masalah pengelolaan sumberdaya air dapat dilihat dari kelemahan mempertahankan
sasaran manfaat pengelolaan sumberdaya air dalam hal pengendalian banjir dan penyediaan air
baku bagi kegiatan domestik, municipal, dan industri.
Konsep dasar konservasi air adalah jangan membang-buang sumberdaya air. Pada awalnya
konservasi air diartikan sebagai menyimpan air dan menggunakannya untuk keperluan yang
produktif di kemudian hari. Konsep ini disebut konservasi segi suplai. Perkembangan selanjutnya
konservasi lebih mengarah kepada pengurangan dan pengefisienan penggunaan air dan dikenal
sebagai konservasi sisi kebutuhan.