PELATIHAN PENYULUHAN BERBASIS TIK
BALAI DIKLAT KEMENTERIAN AGAMA SEMARANG
18-23 AGUSTUS 2021
Pengalaman selama mengikuti Pelatihan Penyuluhan Berbasis
TIK yang diadakan di Aula MAN Kendal dari tanggal 18-23 Agustus
2021. Saya sangat bangga dan senang dapat mengikuti pelatihan yang
diselenggarakan oleh Balai Diklat Kementerian Agama Semarang yang
bertempat di Aula MAN Kendal. Mengapa ?
Karena Sekarang merupakan zaman dimana semua serba digital
atau online, sehingga dengan adanya pelatihan penyuluhan berbasis
TIK yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Kementerian Agama
Semarang merupakan kebanggaan dan sebuah kesenangan bagi saya
pribadi, apalagi pelatihan ini hanya diikuti beberapa atau d wakilkan
perkecamatan masing-masing satu Penyuluh Agama Non PNS
sehingga ini merupakan kesempatan baik dan berharga buat saya
pribadi dapat di tunjuk mewakili kecamatan Kaliwungu untuk
mengikuti pelatihan ini.
Mengapa Perasaan senang yang saya rasakan? Ada beberapa
alasan yang ingin saya kemukakan melalui tulisan saya ini yang nanti
nya juga akan saya bagikan d blog saya, antara lain :
1. Senang karena merupakan perwakilan dari kecamatan yang
ditunjuk langsung oleh Kementerian Agama Kabupaten Kendal
melalui Bimas Islam Kemenag Kendal.
2. Memperoleh Ilmu yang nantinya dapat bermanfaat buat saya
pribadi maupun untuk kepenyuluhan yang akan saya lakukan di masa
yang akan datang.
3. Bisa bersilaturahim dengan teman-teman atau saudara-saudara
saya penyuluh dari berbagai kecamatan yang ada di Kendal termasuk
dengan penyuluh Agama Non Islam yang ada di lingkungan Kemenag
Kendal.
4. Mendapat uang saku dan transportasi...haha...tapi ini bukan lah
yang utama karena hal ini merupakan bonus semata dari apa yang saya
lakukan karena mengikuti pelatihan berbasis TIK di MAN Kendal
selama hampir kurang 6 hari ini.
Lalu apa yang menjadi kendala selama mengikuti kegiatan Pelatihan
berbasis TIK di MAN Kendal dari tanggal 18-23 Agustus 2021 :
1. Swab / PCR antigen
Kondisi bangsa yang sedang dilanda pandemi Covid-19 ini
mengakibatkan hampir semua elemen yang ada d lembaga kementerian
atau pun lainnya sangat berhati-hati karena siapapun bisa terkena
wabah ini...
Mengapa saya tidak suka atau bingung ketika harus swab? Saya
adalah orang yang takut dengan medis, jadi sebisa mungkin
menghindari atau tidak berurusan dengan medis termasuk SWAB /
PCR antigen.
2. Harus bangun pagi
Mungkin karena saya terbiasa beraktivitas tidak terlalu di pagi
hari yang masih bisa dikatakan ketika setelah sholat shubuh terbiasa
istirahat kembali untuk memulai aktivitas supaya tidak mengantuk
ketika beraktivitas.
Demikian apa yang menjadi kesan-kesan saya selama mengikuti
kegiatan ini...apabila ada kekurangan yang entah itu saya sengaja atau
tidak maka perkenankan saya untuk meminta maaf melalui tulisan ini.
Namun apabila ada hal yang dapat bermanfaat silahkan diambil apa
yang kiranya baik. Dan terakhir semoga Indonesia segera terbebas dari
ancaman apapun dan senantiasa di Lindungi Allah....