The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Budaya literasi sangat penting bagi generasi Z (Gen Z). Dengan memiliki kemampuan literasi yang baik, Gen Z dapat memperoleh pengetahuan dan informasi yang lebih luas serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, budaya literasi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan menumbuhkan minat baca pada Gen Z. Dengan memperkuat budaya literasi, kita dapat membangun sebuah masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing tinggi di era digital yang semakin maju. Komitmen untuk menjadi generasi yang tetap peduli pada literasi maka majalah Bentang edisi 39 kali ini mengusung tema “ Literasi Digital Generasi Z”. Melalui tema ini Bentang mengajak kita semua sadar bahwa dunia digitalpun memerlukan literasi kritis agar kita semua peka akan situasi jaman dan bijak dalam mengunakan teknologi. Selain topik tentang literasi digital Bentang juga menyajikan berita menarik dan menambah khasanah literasi mandiri. Ada liputan peringatan HUT RI, Pramuka, Study Tour kelas VII, Open House Mater Dei, MD CUP X-Sparta 6 dan liputan lain. Namun demikian di tengah situasi yang penuh antusiasme mengerjakan liputan, Tim Bentang berduka karena pendiri Bentang Ibu Titik berpulang kepangkuan Bapa. Semoga Ibu Titik damai bersama Bapa di Surga.
Selamat menikmati sajian Bentang edisi 39, semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap mampu berliterasi di tengah gelombang digitalisasi.
Selamat Membaca
Salam,
Redaktur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SMP Mater Dei, 2024-01-28 18:30:05

BENTANG EDISI 39

Budaya literasi sangat penting bagi generasi Z (Gen Z). Dengan memiliki kemampuan literasi yang baik, Gen Z dapat memperoleh pengetahuan dan informasi yang lebih luas serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, budaya literasi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan menumbuhkan minat baca pada Gen Z. Dengan memperkuat budaya literasi, kita dapat membangun sebuah masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing tinggi di era digital yang semakin maju. Komitmen untuk menjadi generasi yang tetap peduli pada literasi maka majalah Bentang edisi 39 kali ini mengusung tema “ Literasi Digital Generasi Z”. Melalui tema ini Bentang mengajak kita semua sadar bahwa dunia digitalpun memerlukan literasi kritis agar kita semua peka akan situasi jaman dan bijak dalam mengunakan teknologi. Selain topik tentang literasi digital Bentang juga menyajikan berita menarik dan menambah khasanah literasi mandiri. Ada liputan peringatan HUT RI, Pramuka, Study Tour kelas VII, Open House Mater Dei, MD CUP X-Sparta 6 dan liputan lain. Namun demikian di tengah situasi yang penuh antusiasme mengerjakan liputan, Tim Bentang berduka karena pendiri Bentang Ibu Titik berpulang kepangkuan Bapa. Semoga Ibu Titik damai bersama Bapa di Surga.
Selamat menikmati sajian Bentang edisi 39, semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap mampu berliterasi di tengah gelombang digitalisasi.
Selamat Membaca
Salam,
Redaktur

Keywords: Majalah sekolah,majalah bentang,bentang 39,smp mater dei,majalah smp mater dei

NO.39 DESEMBER 2023 MEDIA KREATIVITAS SMP MATER DEI Generasi Z menonjol dalam penguasaan teknologi, tetapi literasi digital mereka tidak hanya sebatas penggunaan gadget; mereka memiliki pemahaman mendalam tentang keamanan daring, kritis terhadap informasi, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang cepat. LITERASI DIGITAL GENERASI Z


DAFTAR ISI Editorial 01 Sapaan Kepala Sekolah 02 Apa Kata Mereka 05 Obituari 06 MD CUP X-Sparta 6 23 Acara peringatan HUT RI 25 LIPUTAN Hari Pangan Sedunia 2023 14 Belajar Mengenal Budaya Indonesia 16 Paduan Suara HUT RI di Kecamatan 17 Open House Unit Mater Dei Pamulang Refleksi Setia Melayani 11 Refleksi Mendampingi Dengan Hati 12 Refleksi Retret Guru 13 Puisi 27 Cerpen 28 Wajah Baru 31 Resensi Buku 38 Pojok Kritik 39 Tips & Kiat 40 Komik 41 English Corner 43 18 Bersama Pramuka Membangun Bangsa 21 Mode 45 Prestasi 46


Budaya literasi sangat penting bagi generasi Z (Gen Z). Dengan memiliki kemampuan literasi yang baik, Gen Z dapat memperoleh pengetahuan dan informasi yang lebih luas serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, budaya literasi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan menumbuhkan minat baca pada Gen Z. Dengan memperkuat budaya literasi, kita dapat membangun sebuah masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing tinggi di era digital yang semakin maju. Komitmen untuk menjadi generasi yang tetap peduli pada literasi maka majalah Bentang edisi 39 kali ini mengusung tema “ Literasi Digital Generasi Z”. Melalui tema ini Bentang mengajak kita semua sadar bahwa dunia digitalpun memerlukan literasi kritis agar kita semua peka akan situasi jaman dan bijak dalam mengunakan teknologi. Selain topik tentang literasi digital Bentang juga menyajikan berita menarik dan menambah khasanah literasi mandiri. Ada liputan peringatan HUT RI, Pramuka, Study Tour kelas VII, Open House Mater Dei, MD CUP X-Sparta 6 dan liputan lain. Namun demikian di tengah situasi yang penuh antusiasme mengerjakan liputan, Tim Bentang berduka karena pendiri Bentang Ibu Titik berpulang kepangkuan Bapa. Semoga Ibu Titik damai bersama Bapa di Surga. Selamat menikmati sajian Bentang edisi 39, semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap mampu berliterasi di tengah gelombang digitalisasi. Selamat Membaca Salam, Redaktur Literasi Digital Generasi Z E D I T O R I A L WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Renata Lovelyn Margaretha Karundeng Galuh Arihti Siwi Edelweis Maharanu Sukowati Nanang Aris Kurniyawan, S.S Vanesa Alexandra PELINDUNG STAF REDAKSI Sr. Elis Marie Suryani, SPM. M.Pd ILUSTRATOR Vanessa Alexandra Angelin Tan Prily Alicia Putri Nugroho PEMBIMBING Y. Titik Lestariyati, S.Pd Rini Hartawati, S.Pd Nanang Aris Kurniyawan, S.S PEMIMPIN REDAKSI Anna Gratia Puella Mea Setyaputri Adrianus Radithya Naraya Widi EDITOR Evangelyn Wijaya Mikaela Cecil Keira Saralea Simorangkir Devina Sekar Ly Prysclia N. T LAYOUT DISTRIBUTOR Daniel Kristian Media Kreativitas SMP Mater Dei ALAMAT REDAKSI Jl. Raya Siliwangi, Pamulang Permai1 - Tangerang Selatan Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel dengan mengirimkan melalui email [email protected] 1 Edisi 39 - Desember 2023 Tim Bentang tahun pelajaran 2023-2024


Sapaan Kepala Sekolah SAPAAN KEPALA SEKOLAH Terima kasih untuk para pembaca Bentang yang setia dan selalu menunggu kehadiran Bentang. Saya juga berterima kasih kepada Tim redaksi Bentang yang bekerja keras dan giat untuk mencari berita-berita aktual sehingga Bentang dapat hadir di tangan pembaca dengan berita yang menyegarkan dan penuh kreativitas. Tim redaksi Bentang berupaya agar Bentang hadir menyuguhkan berita-berita terkini/aktual. Pembaca Bentang yang Budiman, jumpa lagi pada edisi Bentang ke39. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji Syukur kepada Tuhan yang Mahabaik karena kebaikan-Nya kita dapat bersua pada majalah Bentang edisi kali ini. Dengan rasa duka yang mendalam Bentang hadir untuk menyapa pembaca. Kali ini Bentang hadir tanpa ditemani oleh pembimbing majalah Bentang yaitu Ibu Yustina Titik Lestariyati, S.Pd., karena beliau telah dipanggil Tuhan pada tanggal 17 November 2023 yang lalu. Kita panjatkan doa untuk kebahagiaan Ibu Titik semoga karena kerahiman Tuhan Ibu Titik tercinta mendapatkan tempat di surga bersama para kudusNya. Bentang kali ini mengambil tema Literasi Digital Generasi Z. Literasi digital atau digital literacy menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu terutama remaja atau generasi Z. Generasi Z merupakan generasi yang sangat dekat dengan dunia digital karena menjadikan digital sebagai ruang pribadi untuk memperoleh dan berbagi segala bentuk informasi yang ditemui. Melalui internet di era digital sekarang ini, dunia mudah dipengaruhi oleh apapun itu dan internet menjadi pintu gerbang utama ilmu pengetahuan bagi anak muda atau mereka yang sedang tren disebut dengan generasi milenial. Lalu, apakah manfaat literasi digital? Menurut Brian Wright dalam karya infografisnya yang berjudul Top 10 Benefits of Digital Literacy: Why You Should Care About Technology (2015, dalam Maulana) manfaat dari adanya literasi digital diantaranya menghemat waktu, belajar lebih cepat, menghemat uang, membuat lebih aman, pemerolehan informasi terkini, selalu terhubung, membuat keputusan yang lebih baik, menjadi lebih bahagia, dan dapat memengaruhi dunia. Oleh karena itu dengan adanya pemahaman dan penerapan literasi digital akan membuat generasi muda dapat berpartisipasi di era dunia modern sekarang ini. Literasi digital akan menciptakan sebuah tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif sehingga mereka tidak akan mudah tertipu yang berbasis digital seperti menjadi korban informasi hoaks. Selain itu pentingnya peningkatan inovasi agar masyarakat memiliki keinginan membaca pada era teknologi seperti saat ini. Semoga kita khususnya generasi muda dapat mengambil hal yang bermanfaat atau hal yang positif dengan adanya literasi digital di generasi Z ini. Sebagai Kepala Sekolah saya sangat bangga dengan adanya majalah Bentang ini, karena perjuangan kalian untuk mencari dan menuliskan berita-berita yang akan disampaikan. Kalian berupaya menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran sehingga keterampilan untuk menulis terasah dengan baik. Semoga meskipun saat ini sudah ditinggalkan oleh Ibu Yustina Titik sebagai salah satu pembimbing majalah ini, majalah Bentang tetap eksis terbit menyapa warga SMP Mater Dei secara rutin. Apa yang sudah dirintis oleh Ibu Titik dapat kita teruskan dan semangat yang ada dalam diri Ibu Titik menyemangati kita semua. 2 Edisi 39 - Desember 2023


Mr Erda 3 Edisi 39 - Desember 2023 Mater Dei Pamulang, sekolah ini sudah menerapkan literasi pada setiap hari Jumat. Saya juga selalu menerapkan kegiatan literasi dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris. Harapannya, peserta didik bisa menambah kosa kata baru dalam Bahasa Inggris. In a nutshell, let’s do literacy. Don’t be lazy! Menurut saya literasi adalah kemampuan seseorang dalam menulis, membaca, mendengarkan, serta menghitung yang berkaitan dengan mengolah dan memahami sebuah informasi. Literasi sangat bermanfaat bagi saya. Salah satu manfaatnya yaitu menambah wawasan dan pengetahuan dengan melakukan kegiatan membaca buku maupun membaca sebuah artikel di situs internet. Selama saya mengajar di SMP Menurut saya pembelajaran di SMP Mater Dei sebagian besar sudah menerapkan pembelajaran literasi, karena saya sendiri sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia banyak menerapkan literasi baik membaca buku ataupun menonton video. Peserta didik juga sudah tidak asing dengan literasi karena sebagian dari pembelajran berbasis literasi Literasi menurut saya adalah membaca atau mendengarkan sebuah infomasi baru dan menambah wawasan kita. Materi yang didapat juga dari berbagai bidang bukan hanya satu bidang saja. Manfaat literasi bagi saya sendiri adalah sebagai sarana menambah informasi dan wawasan saya, semakin banyak saya literasi semakin luas wawasan saya. Menjadi pedoman juga untuk mengajar dan memberikan informasi kepada peserta didik. Dengan kita cakap berliterasi, kita juga dapat memilih bacaan atau informasi yang benar atau berkualitas untuk dibaca, dapat mengubah cara berpikir, dan membuat orang lebih kritis terhadap sesuatu. Di sekolah tercinta kami, SMP Mater Dei sudah menerapkan kebiasaan berliterasi. Kebiasaan berliterasi dilaksanakan setiap jumat meski tidak setiap minggunya bergantian dengan numerasi ataupun senam. Namun hal ini sudah membuat kebiasaan berliterasi siswa-siswi SMP Mater Dei semakin meningkat. Selain ada waktu khusus tersebut, pada saat pembelajaran juga menerapkan berliterasi. Biasanya saat mengerjakan tugas dan mencari informasi baik melalui buku maupun digital. Saat ini berliterasi mudah untuk dilakukan oleh setiap orang, namun kembali ke diri kita, apakah kita mau atau tidak. Bagi generasi-generasi muda, marilah kita tingkatkan literasi kita agar kita semakin cakap dan dapat menambah wawasan untuk hari kelak. Perkenalkan nama saya Bagus dari kelas 9B. Menurut saya literasi itu adalah suatu hal yang berkaitan dengan membaca, menulis atau bisa juga mendengar. Mungkin banyak orang menganggap literasi adalah suatu hal yang tidak penting, namun bagi saya literasi adalah suatu hal yang baik, penting, dan banyak memiliki manfaat di dalamnya. Manfaat berliterasi yaitu, menambah wawasan agar kita mengetahui banyak hal yang ada disekitar kita. APA KATA MEREKA Bpk. Erda Ibu Rini Bagus 9B


Mr Erda 4 Edisi 39 - Desember 2023 Perkenalkan, saya Andra dari kelas 7B. Menurut saya, literasi adalah kemampuan untuk membaca, memahami, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Bagi saya, manfaat literasi sangat besar karena tidak hanya membuka pintu wawasan, tetapi juga meningkatkan pemahaman serta memperkaya keterampilan komunikasi. Di sekolah SMP Mater Dei ini, literasi sudah diterapkan di saat pembelajaran berlangsung. Perkenalkan nama saya Jessica 8C. Menurut saya, literasi adalah kegiatan membaca dan memahami isi dari suatu bacaan. Dengan adanya literasi saya dapat mengetahui lebih banyak informasi dan pengetahuan baru, saya menjadi lebih suka membaca buku dan mulai mencari buku-buku bacaan yang menarik, gadget time saya juga menjadi lebih berkurang dari biasanya, kegiatan literasi juga memberi pembelajaran baru bagi saya tentang bagaimana menyikapi beberapa permasalahan yang ada di lingkungan APA KATA MEREKA sekitar saya. Literasi memberikan banyak manfaat untuk saya, maka marilah kita mulai mengembangkan kebiasaan berliterasi.guru-guru sering menugaskan murid untuk membaca materi terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran agar murid memiliki gambaran mengenai materi yang akan dipelajari, para guru juga sering menugaskan murid untuk membaca artikel atau buku bacaan lainnya sebagai sarana informasi dalam pembelajaran. Untuk melatih kemampuan membaca siswa, para guru juga sering meminta perwakilan siswa untuk membacakan materi yang akan dipelajari untuk teman-teman di kelas. Jessica 8C Perkenalkan, saya Jessica dari kelas 8C. Menurut saya literasi itu adalah suatu keterampilan manusia dalam membaca, menulis, menghitung, berbicara, dan memecahkan masalah. Literasi ini sangat diperlukan dalam kehidupan saya. Dengan adanya keterampilan literasi, dapat membantu kegiatan sehari-hari saya. Literasi adalah cara saya untuk bertahan hidup. Manfaat literasi bagi saya adalah saya semakin terbuka pikirannya dan berwawasan luas. Sehingga, dalam mengambil keputusan terhadap suatu masalah saya melihat dari berbagai sudut pandang. Serta dapat bijak dalam berbagai masalah di kehidupan sehari-hari. Menurut saya pembelajaran di SMP Mater Dei menerapkan literasi. Misalnya pada saat presentasi, saya diajarkan keterampilan literasi dalam berbicara. Dengan begitu, saya semakin terlatih untuk berbicara dan lebih mudah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Lalu, membaca suatu teks dan menyimpulkan isi dari teks tersebut. Tidak hanya itu, pelajaran matematika juga merupakan bagian dari literasi menghitung. Aluna 9A Andra 7B


5 Edisi 39 - Desember 2023 Perkenalkan nama saya Arya dari kelas 8D. Menurut saya, literasi adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Yang terlintas di benak saya saat pertama kali mendengar kata "literasi" adalah membaca. Jika kita cari tahu lebih luas lagi, literasi secara umum adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Saya sudah merasakan sendiri dampak dari Arya 8D Perkenalkan saya Renata dari kelas 7 F. Menurut saya literasi adalah kemampuan atau keterampilan seseorang dalam menulis ataupun membaca. Dalam berliterasi kita tentunya bisa meningkatkan keterampilan kita dalam menulis sebuah cerita. Menurutku dengan literasi juga kita bisa menuangkan semua ide yang ada di pikiran kita dalam sebuah tulisan. APA KATA MEREKA banyak berliterasi. Salah satunya saya memiliki banyak sekali wawasan yang luas, dan tentu saja dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Di SMP Mater Dei, literasi sudah berjalan dengan sangat baik mulai dari dalam pembelajaran sampai fasilitas perpustakaan yang sangat memadai. Literasi sangatlah penting karena selain untuk meningkatkan bakat dan keterampilan. Literasi memiliki banyak sekali manfaat nya, karena seiring berkembangnya zaman literasi semakin banyak jenis dan manfaatnya. Manfaat dari literasi membaca, kita bisa memperluas ilmu pengetahuan kita dengan membaca buku, dengan banyak membaca buku kita juga bisa memperkaya kosakata kita dan dapat mengasah kemampuan otak kita untuk memahami informasi yang kita dapat dari bacaan. Pembelajaran di SMPK Mater Dei Pamulang selalu menerapkan kegiatan berliterasi untuk semua muridnya. Setiap hari jumat SMPK Mater Dei mengadakan kegiatan literasi ataupun numerasi yang mewajibkan seluruh murid untuk membaca buku dan memahami isi dari buku tersebut. Dalam pembelajaran juga ada kegiatan berliterasi seperti membaca buku, memahami informasi dari buku, ataupun menulis sebuah cerita. Renata 7F


Saya dan Bu Titik "Kalau nanti saya jadi Sekretaris Jenderal PBB, saya masih dipanggil lurah, enggak, Bu?" "Ya, masih, dong, Pak Lurah, ha...ha...ha..." Inti percakapan di telepon hari itu adalah permintaan agar saya bersedia bergabung dalam sebuah proyek membangkitkan kembali majalah Gereja yang mati suri. Gayung bersambut. Saat itu, energi saya untuk menggeluti kerja‐kerja jurnalisme komunitas sedang meluap, sementara majalah di SMA sangat mengecewakan. Selain itu, memenuhi permintaan Bu Titik hampir-hampir menjadi respons instingtif, sebab selama tiga tahun bergabung dalam ekstrakurikuler yang ia bimbing, saya tidak ingat kalau saya pernah menolak tugas yang ia berikan. 6 Edisi 39 - Desember 2023 Oleh: Chris Wibisana R e s t I n P e a c e Ibu Yustina Titik Lestariyati S.Pd. Pengantar Redaksi: SMP Mater Dei dan secara khusus Tim Bentang berduka karena pada tanggal 17 November 2023 pendiri majalah Bentang dan pengasuh utama majalah sekolah yang kita cintai berpulang ke rumah Bapa di Surga. Berikut ini adalah tulisan Obituari salah satu alumni Tim Majalah Bentang Kak Cris OBITUARI Enam tahun berlalu sejak terakhir kali saya menulis untuk BENTANG, dan hari ini saya kembali. Bukan untuk reuni, melainkan sebuah obituari, yang masih terlalu sesak untuk ditulis, karena rasa tidak percaya masih memberatkan jari‐ jari saat mengetik. Barangkali, saya akan memulai artikel ini dengan sebuah telepon di penghujung tahun 2019. Saat itu, saya sudah menyelesaikan semester gasal di Kelas XI sebuah SMA Negeri. Telepon pukul 11 pagi itu segera disusul suara yang akrab di seberang, dan dialog yang tidak berubah, "Eh, halo, Pak Lurah! Ha...ha...ha...ha..." Itulah suara Yustina Titik Lestariyati, Bu Titik, yang semenjak saya masih merupakan anak bimbingannya di ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Mater Dei, tidak pernah mengganti panggilan saya dengan yang lain. Mungkin karena karakter old-soul yang sulit saya hilangkan, perempuan kelahiran Sawangan (Magelang), 7 Januari 1968 ini mempertahankan “atribut kehormatan” itu, yang pernah juga saya jadikan ledekan sekali waktu, Ilustrasi foto tim bentang tempo dulu


OBITUARI Ke dalam ekstrakurikuler ini, saya bergabung sebagai murid kelas satu SMP yang tidak memiliki pengalaman menulis, tetapi berpura‐pura agar diterima. Bacaan saya waktu itu sangat sedikit, dan referensi kosakata saya tidak terlalu banyak. Assignment pertama yang diberikan pada saya saat itu adalah menulis tentang masa orientasi peserta didik (MOPD) yang baru beberapa pekan saya lewati. Dengan semangat maju ke medan perang, saya mengerjakan tulisan itu sungguh-sungguh, sampai-sampai mencari referensi soal sejarah program orientasi siswa di internet. Sebagai awak redaksi BENTANG sejak Kelas 7 sampai Kelas 9, kontak personal saya dan Bu Titik lebih banyak terjadi di ruang Laboratorium Komputer, tempat ekstrakurikuler Jurnalistik bermarkas, alih‐alih di ruang kelas. Ekstrakurikuler ini menerbitkan majalah sekolah sejak 2004, dan Bu Titik terlibat penuh dalam setiap edisinya, mulai dari perencanaan, penyusunan tulisan, hingga assignment setiap reporter. Semula, Bu Titik adalah satu dari tiga guru bahasa Indonesia yang ikut membina majalah ini. Belakangan, saat Ibu V.K. Wismaningrum dan Ibu Wiwiek Estiningsih berfokus pada tugas‐tugas pengajaran, Bu Titik menjadi pembina ekstrakurikuler ini bersama guru Komputer, Bapak Susanto. Secara default, pembagian kerja Bu Titik berurusan dengan keredaksian, dimulai dari perencanaan tema, pilihan peristiwa yang akan diliput, hingga assignment untuk setiap reporter, sementara Pak Santo berkecimpung dalam desain grafis, layout, hingga pencetakan BENTANG. Tidak Setengah-Setengah Draft yang saya serahkan panjangnya sekitar 500 kata, dan saya mengirimnya langsung ke kanal surel Bu Titik yang sulit dilupakan setiap awak redaksi: <dombaputih4(at)gmail(dot)com>. Hari Jumat berikutnya, saat ekstrakurikuler dimulai, Bu Titik memanggil saya ke salah satu meja di Lab. Komputer. Ia meminta saya membuka file naskah itu di salah satu komputer, dan segera duduk di sebelah kanan saya. Dengan tangan memegang mouse, Bu Titik mulai memblok setiap kata yang harus saya ganti sesuai arahannya. “Paragraf ini ditaruh di bawah, jangan kronologis, jelaskan kejadiannya secara urut, jangan bertele-tele, ini buang saja, ini bikin boros...” Dari 500 kata tulisan, Bu Titik mempertahankan 13 kata, dan mengubah 487 kata lain. Tiga belas kata itu pun hanya “ini”, “yang”, “karena”, “dengan”, dan beberapa konjungsi. Bertahun-tahun kemudian, saya tahu bahwa apa yang dikerjakan Bu Titik bukan editing atau penyuntingan, melainkan rewriting, penulisan kembali. Tentu, dengan ego yang congkak sebagai remaja puber, dada saya sesak melihat tulisan yang saya buat sepenuh hati “digunting-gunting” di depan mata kepala sendiri; rasa sesak yang sama, ketika saya mendengar berita kematian Bu Titik dari salah seorang guru SMP, di linimasa media sosial saya. Harus diakui, melihat “anak rohani” saya dirombak dan ditulis ulang sama sekali membuat saya sempat frustasi dan merasa tidak punya bakat sama sekali. Nyatanya, alih-alih membuat putus asa, peristiwa di hari Jumat sore itu memecut saya menulis lebih baik. 7 Edisi 39 - Desember 2023


OBITUARI Sejak itu, saya berambisi menulis, bukan untuk memenuhi nilai ekstrakurikuler, melainkan untuk membuktikan kepada Bu Titik bahwa saya bisa menghasilkan tulisan yang tidak perlu ia “gunting-gunting”. Motivasi ini pula yang menjadikan saya terlalu ambisius. Pada BENTANG edisi 24, Bu Titik mengajari saya mengedit naskah-naskah yang ia terima. Dasardasar penyuntingan naskah yang ia ajarkan ini terbukti bermanfaat, karena sejak itu dan sampai saat ini, saya memasang standar swasensor ketat untuk setiap tulisan yang saya selesaikan. Sampai pada suatu ketika, beberapa pekan jelang finalisasi konten, Bu Titik meminta “izin” pada saya, “Chris, aku boleh cantumkan nama orang lain di tulisan yang kamu edit, ya. Ini ‘kan masih majalah BENTANG, bukan majalah Christian ha...ha...ha... Kamu ini, semua tulisan dikerjain, lha teman-temanmu yang enggak nulis, piye?” Saya tidak mungkin menolak permintaan itu. Dengan cara ini, selain memastikan agar saya tidak besar kepala sebagai “editor”, Bu Titik menjaga keadilan sebagai pembina ekstrakurikuler Jurnalistik. Keadilan yang sama, tampak pula saat beberapa hari sesudah semua naskah dan sebagian besar layout selesai, Bu Titik menghubungi saya pagi-pagi, jika tidak salah, hari Sabtu. “Chris, bisa ke sekolah? Ini naskahnaskah BENTANG dan layout hilang semua!” Itu baru berita buruk. Pangkal soalnya, karena kami menyimpan naskahnaskah dan juga layout di sebuah harddisk berukuran sebesar dompet pria. Waktu itu, teknologi bernama Cloud Storage maupun penggunaan Google Documents belum kami pergunakan. Setiap naskah ditulis dengan program Word, dikirim melalui email, direvisi, dan dikirim kembali untuk didesain. Saat hard-disk itu rusak, tamatlah cerita. Saya bersama tiga orang layouter Destin Angela, Irent Berliana, dan Maria Jingga, pagi itu mengerjakan kembali naskah-naskah yang hilang karena kerusakan hard-disk itu. Tugas saya tak terlalu berat, karena sebagian naskah final masih tersimpan di flashdisk pribadi. Tugas layouter jauh lebih berat dari saya. Dari yang saya dengar belakangan, Bu Titik sampai memboncengkan Destin pulang karena ia mendesain sampai larut malam. Beruntung, semua tugas terselesaikan dengan sempurna, dan BENTANG dapat diterimakan saat hari penerimaan rapor seperti biasa. Yang Tidak Lekang Bu Titik adalah sosok yang percaya pada proses, dan ia membuktikannya. Sebagai seorang guru, ketelatenan Bu Titik tidak tergantikan. Sebagai seorang editor yang tajam dan tidak ragu menulis ulang artikel yang kurang memuaskan, kesabaran Bu Titik berulang kali teruji. Hal ini, saya kira, dimanfaatkan oleh beberapa anggota redaksi yang tidak disiplin untuk mengabaikan tugas-tugas yang dipercayakan, dan beberapa kali membuat Bu Titik harus mengerjakan tugas ekstra supaya 48 halaman BENTANG tetap terisi penuh, apapun yang terjadi. 8 Edisi 39 - Desember 2023


9 Edisi 39 - Desember 2023 OBITUARI Secara jujur, ulah mengabaikan tugas itu juga pernah saya lakukan, meski ujung-ujungnya juga menjadi lucu. Saya kewalahan mengerjakan tugas, dan menelantarkan artikel penting yang sudah ditunggu-tunggu. Saat Bu Titik menagih, saya membuat-buat alasan, sampai suatu ketika, saya terperangkap alasan sendiri, ketika saya mengirim email dan mengatakan internet rumah saya mati. “Lha, ini kamu ngirim email pakai apa?” Tanpa saya duga, kisah ini diingat Bu Titik, dan saat BENTANG edisi 25 kekurangan naskah untuk rubrik Humor, Bu Titik menuliskan cerita ini dengan menyamarkan nama saya (Christian), menjadi “Tian”. Dengan caranya sendiri, Bu Titik mengabadikan cerita ngibul saya untuk mengisi rubrik Humor, menasihati awak redaksi yang sering membolos ekskul, dan di saat bersamaan, mengajari pembaca mengenai kejujuran. Sekali merengkuh pena, dua kabupaten terlampaui. Sesudah saya lulus dari SMP Mater Dei pada Mei 2018, praktis hubungan saya dan Bu Titik sebagai wartawan dan editor berakhir, dan yang tertinggal adalah kenangan guru dan murid yang tidak lekang. Suatu hari, saat hendak mengambil ijazah, saya mampir ke ruang guru dan Bu Titik yang tengah mengoreksi ulangan di mejanya mengajak saya keluar, lalu memotret saya dengan ponselnya. “Buat apa, Bu?” “Nanti tak masukkan majalah TRUBUS!” Saya tak paham maksud lelucon itu. Baru ketika saya tahu bahwa TRUBUS adalah majalah pertanian dan tanaman, saya tersenyum sekecutkecutnya. Humor-humor spontan Bu Titik yang terpanggil dalam ingatan saya itulah yang sangat mungkin menahan air mata saya ketika seorang guru SMP yang berteman dengan saya di Facebook menyampaikan berita meninggalnya Bu Titik, Jumat, 17 November 2023, pukul 17.50. Tawa Bu Titik yang khas dan terekam jelas di ingatan pula yang membuat saya hampir tidak bisa tidur malam, beberapa jam sesudah itu. Saya berusaha kuat untuk menahan air mata, yang pada akhirnya tumpah saat saya berdoa di samping peti jenazahnya, Sabtu malam, 18 November 2023. Dari cerita seorang ahli keluarga, Bu Titik mengalami pusing di sesi terakhir rekoleksi murid. Sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat pertolongan medis di ICU, Sang Pemilik Hidup yang mencintai Bu Titik lebih dari semua cinta yang ia terima di dunia, memanggilnya pulang dalam usia 55 tahun, 10 bulan, dan 10 hari. Dok. P.Andri SDK Mater Dei Dok. P.Andri SDK Mater Dei


10 Edisi 39 - Desember 2023 OBITUARI Sampai kapanpun, saya tidak akan menyebut Bu Titik sebagai mantan guru. Sampai kelak saya bertemu kembali dengan dia, saya tidak ragu untuk tetap menyebut Bu Titik sebagai guru yang membukakan jalan hidup saya, dari wartawan majalah sekolah hingga menjadi kontributor berbagai media nasional, penulis termuda jurnal Prisma, dan saat ini Redaktur Pelaksana Suara Mahasiswa Universitas Indonesia. Untuk semua murid Bu Titik, berbuatlah lebih dari yang bisa saya lakukan. Yang lebih saya sesali dari kehilangan adalah kenyataan bahwa untuk seorang yang telah membuka jalan hidup dan menuntun saya melewatinya, saya hanya mampu membalas Bu Titik dengan membukakan pintu mobil jenazah, meletakkan karangan bunga di makamnya, dan mendaraskan doa— dengan bibir yang asin karena air mata, dan dada yang sesak karena penyesalan yang tidak terhingga Mengikuti rangkaian prosesi tutup peti di hari Minggu yang terik, saya masih merasa semua ini pengalaman yang surealis, dan berkali-kali saya mencubit lengan memastikan ini bukanlah mimpi. Sesudah ibadat pemakaman berakhir dan saya berjalan ke halaman depan pemakaman, saya merasakan suatu lubang kekosongan, seperti mendapati mata air kebijaksanaan yang terus mengalir itu, tiba-tiba surut dan mengering. Dok. P.Andri SDK Mater Dei


11 Edisi 39 - Desember 2023 REFLEKSI Pertama – tama, saya ucapkan limpah syukur kepada Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Baik yang telah mendampingi dan menyertai saya selama berkarya di SMP Mater Dei sehingga saya tetap setia mengabdi dan melayani sampai saat ini. Pada tahun ini saya bersyukur boleh merayakan pesta perak, 25 tahun menjadi staf Tenaga Administrasi di SMP Mater Dei. Sudah menjadi tradisi yang luar biasa untuk Suster – suster SPM merayakan hari ulang tahun kongregasi di Indonesia setiap tanggal 11 Oktober. Seluruh guru dan karyawan yang berkarya dalam Perkumpulan Dharma Putri turut merayakannya. Selain mengadakan perayaan syukur ulang tahun kongregasi SPM di Indonesia, sekolah Mater Dei juga memberikan penghargaan terhadap para guru dan karyawan yang telah berkarya selama 25 tahun. Perayaan dan penghargaan selalu dilaksanakan dalam bentuk pesta syukur yang didahului dengan Misa Kudus dan dilanjutkan dengan penerimaan piagam penghargaan serta tanda kasih yang berupa cincin emas yang akan selalu saya kenang sepanjang perjalanan hidup dan pengabdian saya di SMP Mater Dei. Pengalaman dan kesan yang telah saya dapatkan selama 25 tahun berkarya di SMP Mater Dei : 1. Saya merasa bangga telah menjadi bagian dari hidup saya bersama SMP Mater Dei, dimana saya sudah diberikan kesempatan untuk dapat melayani siswa dan orang tua dengan berbagai macam sifat dan karakter dengan baik. Ini semua dapat menjadikan saya semakin kuat dalam melayani mereka dengan penuh kasih dan bertanggung jawab. 2. Sebagai seorang Tenaga Administrasi, meskipun saya tidak secara langsung mengajar siswa di kelas tetapi saya turut merasa bangga mengetahui anak – anak yang pernah mengenyam Pendidikan di SMP Mater Dei menjadi orang – orang yang sukses. Dan saya juga bersyukur SMP Mater Dei hingga saat ini masih dipercaya oleh masyarakat di sekitarnya. 3. Rasa persahabatan dan kekeluargaan yang boleh saya rasakan dari rekan – rekan guru dan karyawan, serta suster kepala sekolah yang selalu saling memerhatikan dan menguatkan saya apabila ada persoalan – persoalan yang saya hadapi. Harapan saya untuk kedepannya, semoga sekolah Mater Dei tetap unggul dalam berbagai hal, selalu mengikuti perkembangan zaman, anak – anak semakin termotivasi untuk selalu melakukan hal – hal baik terutama dalam hal mengikuti kegiatan belajar mengajar, tidak terpengaruh oleh teknologi yang negatif sehingga memengaruhi pikiran, perkataan, tindakan dan perbuatan – perbuatan yang akan merugikan dan menghambat kesuksesan mereka. Semoga semua warga SMP Mater Dei tetap teguh dalam menjalankan Visi dan Misi SMP Mater Dei yaitu care, innovative, dan respect. Tuhan memberkati. Oleh: Ibu Elisabeth Muryanti


12 Edisi 39 - Desember 2023 REFLEKSI Pertama tama saya ucapkan limpah Syukur kepada Tuhan dan Bunda Maria atas berkat kebahagian selama 25 tahun mengabdi di SMP Mater Dei, dengan rahmat yang saya dapatkan sehingga saya tetap setia. Hari Rabu 11 Oktober 2023 merupakan momentum yang tidak terlupakan bagi para guru dan karyawan Mater Dei Pamulang, merupakan hari yang begitu Istimewa? Merayakan Ulang Tahun kongregasi para suster SPM berkarya di Indonesia ke 97 dan pesta perak 25 tahun para guru berkarya di Perkumpulan Dharmaputri, acara diawali dengan misa syukur pukul 08.30 yang dipimpin oleh Romo Indra, SCJ. Setelah misa Syukur selesai acara dilanjutkan dengan pemberian Penghargaan dan penyematan cincin kepada para Yubilaris. Serta dilanjut dengan tampilan dari masing-masing unit TK, SD, SPM,SMA ,dan para Suster suster SPM. Pengalaman dan kesan Selama 25 tahun saya melayani Peserta didik sebagai guru Bimbingan konseling pasti ada kisah, perjalanan bahkan mengalami banyak tantangan, contohnya banyak murid yang berani berbuat jahil , tetapi hal tersebut bisa dikendalikannya. Awalnya merasa sedikit kesal terhadap anak anak tersebut, tetapi saya mulai berpikir bahwa sebenarnya wajar jika anak SMP melakukan hal-hal seperti itu asal masih dalam batas wajar. Saya mulai mencari cara agar mereka dapat mengubah perilaku mereka secara perlahan, dengan cara berkomunikasi atau menegur sapa dengan anak-anak dan saya belajar melatih kesabaran. Memberikan kasih sayang dan juga pendekatan, tetapi tetap tegas. Kesan selama 25 tahun mengajar dan melayani di SMP Mater Dei, saya merasa bangga karena SMP Mater Dei telah menjadi bagian dari hidup saya. Banyak pengalaman yang telah saya dapatkan baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan . Hal hal yang menyenangkan : Bila mengetahui anak anak yang pernah saya didik menjadi orang sukses.Hal ini menunjukan bahwa pendidikan karakter di SMP Mater dei yang ditanamkan pada masing masing siswa dapat berhasil sehingga membuat para alumni menjadi sukses dan berhasil. SMP Mater Dei siswanya semakin lama semakin banyak yang berarti SMP Mater Dei mendapat kepercayaan dari masyarakat. Rasa persahabatan dan kekeluargaan dan rekan-rekan guru dan karyawan, serta kepala sekolah yang selalu saling memperhatikan dan menguatkan saya bila ada persoalan persoalan yang saya hadapi. Hal yang sangat menyedihkan adalah : Melihat Keprihatinan ketika siswa kehilangan semangat/daya juang belajar karena banyak siswa yang lebih mementingkan gadget atau bermain game sehingga mengabaikan pelajaran yang mengakibatkan nilai pelajaran jelek. Adanya pengaruh teknologi yang negatif dapat merusak pikiran, perkataan, dan perbuatan khusus nilai etika yang kurang pada anak- anak. Saya berharap SMP Mater Dei terus maju dan selalu mengikuti perkembangan zaman, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas , berkarakter ( Care, Innovative, Respect.) SEMOGA SMP MATER DEI TETAP JAYA, TUHAN MEMBERKATI Oleh: Ibu Lusia Kriswarini Mendampingi Dengan Hati


REFLEKSI Oleh: Aris Kurniyawan Manusia Sebagai Citra Allah Yang Baik, Kudus dan Penuh Kasih Kudus, artinya hidup dalam kebenaran dan menjauhi segala bentuk kejahatan. Kita harus berusaha untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai moral yang diberikan oleh Tuhan. Kita harus menjaga pikiran, perkataan, dan tindakan kita agar selalu sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita akan menjadi salinan hidup yang kudus seperti Allah. Penuh kasih, artinya memiliki sikap welas asih dan pengampunan yang tak terbatas. Kita harus belajar untuk mengasihi orang lain sebagaimana Tuhan mengasihi kita. Kita harus belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain dan memberikan kesempatan kedua. Kita harus belajar untuk memberikan dukungan dan penghiburan kepada mereka yang terluka. Dengan demikian, kita akan menjadi salinan hidup yang penuh kasih seperti Allah Tulisan ini adalah buah-buah retret bapak ibu guru yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Oktober 2023 di Bogor. Manusia, ciptaan Tuhan yang luar biasa. Dalam dirinya terdapat keajaiban yang tak terhingga. Manusia adalah pribadi citra Allah yang baik, kudus, dan penuh kasih. Setiap individu memiliki potensi yang luar biasa untuk mencerminkan sifat-sifat Allah yang agung. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan bertindak. Kita memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidup yang kita inginkan. Namun, dengan kebebasan itu juga datang tanggung jawab besar. Tanggung jawab untuk hidup sesuai dengan citra Allah yang kita bawa. Citra Allah Yang Baik, Kudus dan Penuh Kasih Allah adalah sumber segala kebaikan dan kekudusan. Dia adalah kasih itu sendiri. Sebagai manusia, kita dipanggil untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang baik, kudus, dan penuh kasih. Baik, artinya memiliki hati yang tulus dan melayani sesama dengan sukacita. Kita harus berusaha untuk menjadi orang yang baik dan memberkati orang lain. Kita harus mengasihi sesama manusia tanpa memandang suku, agama, atau ras. Kita harus berbagi kasih dan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, kita akan menjadi salinan hidup yang baik seperti Allah. Martabat Manusia Citra Allah Manusia adalah citra Allah yang bermartabat dan bernilai tak ternilai. Kita harus hidup sesuai dengan panggilan-Nya, menjadi pribadi yang baik, kudus, dan penuh kasih. Identitas kita sebagai citra Allah akan membantu kita mengatasi tantangan hidup dan memberikan dampak positif bagi dunia. Kita harus berkomitmen untuk hidup sesuai dengan citra Allah yang baik, kudus, dan penuh kasih untuk menjadi berkat bagi diri sendiri, orang lain, dan dunia. 13 Edisi 39 - Desember 2023


14 Edisi 39 - Desember 2023 World Food Day atau dikenal dengan "Hari Pangan Sedunia,” yang ditetapkan sejak 16 Oktober 1981, terulang kembali pada tanggal 16 Oktober 2023. Tahun ini Food and Agriculture Organization (FAO) mengusung tema “Air adalah Kehidupan, Air adalah Makanan. Jangan Tinggalkan Seorang pun.” Sementara dalam rangka mendukung perwujudan tema HPS tahun ini Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengangkat tema “Solidaritas Pangan Sehat untuk Generasi Bebas Stunting.” Tema HPS internasional tahun ini mengajak kita menyadari betapa pentingnya mengelola air demi kesejahteraan bersama, seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, perubahan cuaca yang signifikan, pembangunan ekonomi, dan urbanisasi yang mengancam ketersediaan air. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Air bagaikan kasih-Nya yang mengisi kehidupan setiap makhluk hidup yang diciptakan-Nya dengan penuh kasih. Mungkin bagi sebagian orang tidak ada kemiripan antara kasih dengan air yang mengalir, tetapi tanpa kita sadari keberadaan air di hidup kita bagaikan kasih-Nya yang tidak pernah habis. Tanpa air kita tidak dapat melangsungkan hidup dengan baik sampai hari ini. Air tidak hanya sebagai penghilang dahaga atau haus, tetapi air juga berperan dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan. Sebuah kehidupan tidak dapat berlangsung tanpa keberadaan air. Hari Pangan Sedunia 2023: Air adalah Sumber Kehidupan LIPUTAN Oleh: Arya 8D, Mikaela 9E


15 Edisi 39 - Desember 2023 Namun, tanpa kita sadari ketersediaan air saat ini sangat berkurang bukan hanya karena pengaruh keadaan cuaca, tetapi karena keserakahan manusia yang sering kali menghabiskan sumber daya alam untuk kepentingan dirinya sendiri. Krisis pangan dan air sudah mulai terjadi, dan banyak orang yang tidak mendapatkan bahan pangan sehingga kesulitan melanjutkan hidup. Karena itu, ingatlah saudara-saudara kita yang kesulitan hanya untuk sekedar mendapatkan sepiring nasi. Maknailah HPS 2023 ini dengan sepenuh hati diikuti dengan aksi nyata, dimulai dengan tidak membuang makanan yang sudah tersaji di hadapanmu. Makan Bersama Pada 16 Oktober 2023 pula SMP Mater Dei Pamulang ikut merayakan HPS (Hari Pangan Sedunia) dengan gerakan makan bersama dan membawa menu makanan sehat yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Jam istirahat pun dimulai dengan renungan yang disampaikan oleh Bapak Aris Kurniyawan selaku guru PLH SMP Mater Dei Pamulang. Setelah renungan HPS selesai, Pak Aris mulai memandu alur makan bersama pada pagi hari itu dengan membacakan 7 refleksi sebelum makan. Pertama-tama dimulai dengan sikap kesadaran ekologis, yaitu merenungi dengan tenang bagaimana dan siapa saja pihak yang berperan sehingga makanan yang ada dihadapan kita dapat terhidang. Masing-masing mulai merenungi tentang perjalanan yang dilewati oleh bahan-bahan pangan hingga menjadi makanan yang sampai ke tangan kita. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan hening selama 7 menit hingga akhirnya bel selesai makan hening dibunyikan yang artinya seluruh siswa dapat makan sambil mulai berbincang-bincang ringan dengan teman sekelasnya. Pada akhirnya, kegiatan makan bersama tersebut diakhiri dengan penuh rasa syukur. Bazar Hari Pangan Sedunia Tanggal 30 Oktober 2023, diadakan bazar HPS di mana setiap kelas berjualan makanan sehat mulai dari berbagai makanan pokok, kue, puding, es buah, hingga berbagai jus buah. Hari itu, kantin sekolah dipenuhi oleh siswa-siswi, guru-guru, dan orang tua peserta didik yang juga turut membantu. Pada saat istirahat pertama, seluruh kantin sangat padat dan ramai oleh siswa-siswi yang sedang makan, membeli atau bahkan hanya sekedar melihat-lihat saja setiap stan dari masingmasing kelas. Bazar ini diadakan dengan tujuan penggalangan dana HPS sekaligus membiasakan siswa-siswi di SMP Mater Dei untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Tujuan ini berhasil diwujudkan, dengan setiap kelas mendapatkan keuntungan lebih dari modal yang digunakan, dan hampir seluruh siswa memenuhi kantin untuk membeli salah satu dagangan yang tersedia pada setiap stan kelas. Semua ini berhasil diwujudkan berkat kerja sama dan koordinasi dari setiap kelas untuk menyediakan makanan sehat yang dapat dijual saat bazar, sehingga kegiatan bazar HPS dapat berjalan dengan baik dan memenuhi tujuan. HPS 2023 Berakhir, Dengan Aksi Berkelanjutan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2023 telah berakhir, tetapi peringatan terhadap pentingnya hidup sehat dan berkelanjutan harus terus berlanjut. Kita harus melakukan aksi nyata untuk mewujudkan alam yang baik dan terhindar dari bencana alam. Menerapkan pola hidup yang sehat dan tidak membuang-buang makanan merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan air. Selamat memperingati HPS pada tanggal 16 Oktober 2023.


BELAJAR MENGENAL BUDAYA INDONESIA Oleh: Edelweis 7F Pada tanggal 31 Oktober, SMP Mater Dei mengadakan studi ke TMII untuk kelas VII. Studi ini berkaitan dengan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ke-2 yaitu Kebhinnekaan. Peserta didik kelas VII diperkenalkan beberapa budaya dan adatistiadat yang ada di beberapa provinsi yang ada di Indonesia. Mengingat banyaknya anjungan, SMP Mater Dei Pamulang hanya mengunjungi 2 anjungan wajib dan beberapa anjungan pilihan yang dekat dengan anjungan yang wajib dikunjungi. Adapun anjungan yang wajib dikunjungi adalah anjungan DKI Jakarta dan anjungan Papua. Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu mengenal budaya yang ada di Indonesia. Selain kita bisa mengenal melalui media elektronik, kita juga mengenal secara langsung budayabudaya Indonesia yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di TMII terdapat 33 anjungan propinsi yang ada di Indonesia. Selain sebagai cagar budaya, TMII dapat dipakai sebagai tempat belajar dan rekreasi. LIPUTAN Peserta didik diberi kesempatan untuk mengamati dan bertanya kepada tour guide tentang budaya yang ada di anjungan. Saat di anjungan DKI Jakarta kita belajar tentang rumah adat, pakaian adat, keseniannya, makanan tradisionalnya. Peserta didik juga diajak untuk melihat proses pembuatan makanan tradisional DKI yaitu kerak telor. Selain melihat cara pembuatannya, peserta didik juga diberi kesempatan untuk mencoba membuat kerak telor. Ternyata membuat kerak telor itu mengasyikkan.Semua peserta didik diberi kerak telor supaya tahu rasanya. Diperlihatkan berbagai budaya-budaya DKI Jakarta mulai dari baju adatnya: busana encim dan demang, makanan khas: kerak telor, tarian tradisional:tari topeng dan cara pembuatan kerak telor. Begitu juga saat di anjungan Papua, kita diperlihatkan senjata tradisional Papua: pisau belati, makanan daerah: papeda, baju adat: rok rumbai , upacara adat: kematian Suku Asmat, dll tentang budaya Papua. Setelah mengunjungi anjungan tersebut di TMII, kita melanjutkan perjalanan ke DUFAN. Di DUFAN banyak sekali wahana permainan yang dapat kita naiki dan menantang kita. Beberapa dari kami menaiki wahana kora-kora, halilintar, niagara-gara, alap-alap, dan ontanganting. Kita semua sangat merasa senang karena dapat bermain bersama teman-teman. Begitu juga dengan guru yang ikut menaiki wahana di dufan. Mereka semua terlihat kegirangan sekali disaat menaiki wahana dufan, begitu juga dengan saya. Sore pun tiba. Sekitar pukul 17.00 WIB kami kembali ke bus dan melakukan pengecekan murid untuk kembali ke Pamulang. Selama kegiatan studi wisata, semuanya berjalan dengan lancar, dan kami semua kelas VII tiba Pamulang dengan selamat dan gembira. 16 Edisi 39 - Desember 2023


17 Edisi 39 - Desember 2023 Pada Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-78, SMP Mater Dei mendapatkan sebuah kehormatan untuk menjadi salah satu pengisi acara HUT RI di alun-alun Kecamatan Pamulang sebagai tim paduan suara sekaligus peserta upacara. Tim paduan suara menyanyikan beberapa lagu wajib nasional seperti Hari Merdeka, Maju Tak Gentar, dan sebagainya. Mereka menyanyikan lagu tersebut dengan semangat dan merdu. Peserta upacara HUT RI di kecamatan diwakilkan oleh kelas 8D, mereka berjalan kaki dari sekolah ke kecamatan pada pukul 07.00 WIB dan mengikuti upacara dengan baik dan tertib. Peserta didik dari berbagai sekolah di lingkungan setempat pun datang untuk mengikuti upacara di kecamatan. Di tengah upacara, dibunyikan sirene untuk memperingati detik-detik proklamasi. Suasana upacara di Kecamatan Pamulang sangat khidmat dan tenang. Semua petugas upacara di kecamatan melaksanakan tugas dengan baik. Upacara di Kecamatan Pamulang berjalan lancar. Pada akhir acara, terdapat berbagai tampilan seperti drumband, barongsai dan tarian daerah yang indah. Peserta didik beristirahat sebentar dan duduk untuk menyaksikan penampilan yang menakjubkan itu. Paduan Suara HUT RI di Kecamatan Pamulang LIPUTAN Oleh: Angelin Tan 8D/03 Tim paduan suara dan peserta didik SMP Mater Dei juga mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di kecamatan sebelum kembali ke sekolah. Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, tim paduan suara kembali ke kecamatan untuk acara penurunan bendera. Penurunan bendera dilakukan pada pukul 16.45 WIB. Mereka kembali menyanyikan berbagai lagu wajib nasional. Walaupun sudah sore hari, semua tamu undangan di kecamatan masih mengikuti upacara dengan baik dan penuh semangat. Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di kecamatan Pamulang terlaksana dengan khidmat dan lancar. Semoga tahun-tahun berikutnya upacara di Kecamatan Pamulang semakin meriah dan peserta didik SMP Mater Dei semakin banyak berpartisipasi dalam acara-acara HUT RI lainnya.


Terus Melaju untuk Indonesia Maju Acara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 78 tahun telah berlalu sejak Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tanggal tersebut merupakan titik balik perjuangan Indonesia dalam mencapai kemerdekaan, setelah bertahun-tahun penduduk Indonesia dijajah. Sebelum proklamasi, terdapat banyak sekali peristiwa penting yang melatarbelakanginya. Tentunya, kemerdekaan Republik Indonesia tidak didapatkan dengan sendirinya. Kemerdekaan yang didapatkan ini juga tak luput dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam melawan para penjajah. Maka dari itu, SMPK Mater Dei berpartisipasi dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 dengan tema "Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Tepat pada tanggal 17 Agustus 2023 dilaksanakan upacara bendera yang dihadiri oleh peserta didik SMPK Mater Dei, SMAK Mater Dei, dan siswa-siswi kelas 6 SDK Mater Dei, serta para guru dan karyawan. Pada upacara kali ini, SD bertugas sebagai koor, SMP sebagai petugas upacara, dan SMA sebagai Paskibra. Oleh: Puella 9E, Lovelyn 8A, dan Arya 8D LIPUTAN 18 Edisi 39 - Desember 2023


Ada pula beberapa tampilan setelah upacara dari TKK, SDK, SMPK, dan SMAK Mater Dei. Dimulai dari tampilan tarian dari TKK Mater Dei dengan lagu "Wonderland Indonesia" membuat peserta upacara terpukau melihatnya. Mereka menggunakan pakaian daerah dari Bali, Sumatera, Jawa, dan berbagai daerah lainnya. Dilanjut penampilan dari SDK Mater Dei yang menampilkan fashion show dengan busana bernuansa merah dan putih yang sangat mengagumkan. Selanjutnya penampilan SMPK Mater Dei yang juga tak kalah keren, para penari menampilkan tarian Bajidor Kahot. Tarian ini adalah sebuah tarian yang berasal dari suku Sunda, Jawa Barat. Para penari membawakan tarian ini dengan baik, sehingga semua mata tertuju pada mereka. Selanjutnya SMAK Mater Dei turut berpartisipasi dalam penampilan dance dengan konsep traditional to modern dance. Pada akhir tampilan, terdapat persembahan tarian senam P5 yang ditampilkan oleh anggota OSIS SMPK Mater Dei dan para penari lainnya. Pada tanggal 18 Agustus 2023, dilaksanakan lomba dalam rangka Hari Kemerdekaan. Terdapat 6 lomba antara lain lomba makan kerupuk, estafet, SoR (Style of Recycle), tarik tambang, balap karung, dan fotografi. Siswa-siswi sangat antusias untuk mengikuti rangkaian lomba yang ada Lomba makan kerupuk dilaksanakan pada pukul 08.30 - 09.30 di gazebo. Para peserta terlihat sangat antusias untuk memakan kerupuk dan memenangkan perlombaan. Ada beberapa peserta yang merasa kesulitan untuk menggapai kerupuk yang digantung. Tetapi pada akhirnya berhasil memperoleh 3 orang pemenang yaitu: Yosafat 9E sebagai juara 1, Felly 7E sebagai juara 2, dan Beatrix 8B sebagai juara 3. Lomba yang kedua adalah lomba estafet air dan kelereng yang dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga selesai. Untuk estafet air dilaksanakan di lapangan belakang TK, sedangkan estafet kelereng dilaksanakan di selasar mading dan lobby sekolah. Setiap kelas mengirimkan 5 perwakilan untuk memperebutkan juara lomba estafet. Pada akhirnya diperoleh 9B sebagai juara 1, 8B sebagai juara 2, dan 7B sebagai juara 3. Selain lomba makan kerupuk dan estafet, terdapat juga lomba SoR yang membuat tiga angkatan heboh karena fashion show dan desain baju yang luar biasa keren. Lomba SoR merupakan lomba yang memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan pakaian. Para model menampilkan pakaian dari hasil rancangan teman-teman sekelasnya. Banyak sekali tampilantampilan yang menarik dan memukau, hingga ditentukanlah tiga kelas pemenang lomba SoR yaitu adalah 7F sebagai juara 1, 9E sebagai juara 2, dan 9A sebagai juara 3. 19 Edisi 39 - Desember 2023


Lomba berikutnya adalah lomba balap karung yang dilaksanakan pada pukul 08.30 hingga 09.00 di aula. Para peserta lomba sangat lincah melompat-lompat dengan karungnya, mereka masing-masing sangat bersemangat untuk meraih juara. Pemenang lomba balap karung adalah Rachamel 9D sebagai juara 1, Arthur 7E sebagai juara 2, dan Rafael 7A sebagai juara 3. Setelah itu, terdapat lomba tarik tambang yang dilaksanakan pukul 09.30-11.45 di gazebo dan lapangan voli sekolah. Lomba ini diikuti oleh peserta didik laki-laki dan perempuan. Para peserta lomba berusaha sangat keras untuk mendapat juara bagi kelas mereka. Setelah berusaha keras hingga meneteskan keringat, dipertolehlah pemenang dari setiap angkatan. Kelas yang menjadi juara pada lomba tarik tambang dalam setiap tingkatan adalah kelas 7A sebagai juara di kelas 7, kelas 8C sebagai juara di kelas 8, dan kelas 9E sebagai juara di kelas 9. Terakhir adalah lomba fotografi yang dilaksanakan di area sekolah. Setiap kelas mengirimkan maksimal 2 siswa/i untuk berpartisipasi dalam lomba fotografi. Hasil foto-foto dari lomba fotografi sangat bagus dan memiliki makna yang berkesan terutama para pemenang yaitu Krezens Naka Juno 9E sebagai juara 1, Vincentius Narendra 7D sebagai juara 2, dan Mako 7E sebagai juara 3. Selain lomba-lomba yang asik, terdapat MD cinema yang dilaksanakan di aula. Siswa-siswi yang tidak berpartisipasi dalam lomba, dapat menonton film di aula. Film yang ditayangkan adalah Kadet. Film ini menceritakan terkait perjalanan para pahlawan yang berjuang untuk Negara Indonesia. Di balik kemeriahan acara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, tentunya ada beberapa pihak yang bekerja keras menyiapkan acara ini. Seperti pengurus OSIS, petugas upacara, koor, paskibra, dan masih banyak lagi. Walaupun mereka harus bekerja keras dan kelelahan untuk menyiapkan acara ini, mereka merasa bangga dan senang karena sudah sukses dalam menyiapkan rangkaian acara ini. Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-78 SMPK mater Dei tahun ini terbilang sangat meriah. Seluruh warga sekolah sangat antusias dalam memeriahkan serangkaian acara. Mulai dari siswasiswi, guru-guru, suster, dan karyawan. Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-78! 20 Edisi 39 - Desember 2023


BERSAMA PRAMUKA MEMBANGUN BANGSA Praja Muda Karana atau yang biasa disebut Pramuka memiliki arti yaitu Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka sendiri adalah sebuah organisasi pendidikan non formal yang biasanya dilakukan di alam terbuka. Di Mater Dei juga ada loh kegiatan Pramuka! Yang di mana diberlakukan pada SD, SMP, dan SMA Mater Dei. Kegiatan Pramuka ini biasanya dilaksanakan pada setiap hari rabu. Pada tanggal 14 Agustus kemarin SMP dan SMA Mater Dei merayakan Hari Jadi Pramuka. Tidak hanya pada jenjang SMP dan SMA loh! Hari Jadi Pramuka juga dilaksanakan pada jenjang SD. Hari Jadi Pramuka dilaksanakan di lapangan basket SMP. Cuaca sangat mendukung jalannya apel pagi itu LIPUTAN Oleh: Tim Liputan Bentang Upacara pagi itu dimulai oleh Pratama yang masuk ke tengah lapangan upacara. Pratama yang memimpin jalannya apel adalah peserta didik SMA. Selain peserta didik SMA ada juga beberapa peserta didik SMP yang ikut ambil bagian dalam apel pagi itu. Beberapa kegiatan awal seperti penaikan bendera dan menyanyikan lagu Pramuka juga di lakukan oleh peserta didik SMA, yaitu Kak Theresa Clara, Kak Benedikta Keysa Amanat untuk kegiatan Hari Jadi Pramuka di sampaikan oleh Kak Lucia Tuty Hartiningsih. Para peserta didik baik dari SMP maupun SMA mengikuti apel dengan khidmat. Dalam amanat Kak Tuty memberikan penyemangat dan juga halhal positif terkait kegiatan kepramukaan yang sangat berdampak untuk kehidupan di masa depan. Lewat pramuka kita dapat belajar menjadi seorang yang tangguh dalam menghadapi banyaknya tantangan yang ada di depan kita. Hal ini membuat para adik-adik penggalang serta penegak mempunyai rasa kesadaran di dalam dirinya untuk tidak menyianyiakan waktu dengan halhal negatif melainkan mengisi waktu dengan hal-hal positif yang dapat membuat diri semakin berkembang, sehingga nantinya kita siap menghadapi dunia global dan menjadi seorang yang memiliki daya juang, hal ini juga sangat berkaitan dengan nilai core values dari sekolah kita yaitu Care, Innovative, dan Respect. Dimana seseorang tidak bisa menjalani kehidupannya dengan baik tanpa ketiga nilai dasar ini. 21 Edisi 39 - Desember 2023


22 Edisi 39 - Desember 2023 Seseorang yang memiliki nilai Care, Innovative, dan Respect adalah seseorang yang memiliki daya juang di masa depan, nilai Care sangat dibutuhkan karena sebagai manusia kita tidak dapat hidup sendiri, dan dengan nilai ini kita belajar untuk peduli hal-hal kecil sehingga kita memiliki rasa empati dan peduli dengan sesama, oleh nilai Care kita juga menjadi orang yang dapat berkolaborasi dengan sesama di kehidupan sebagai masyarakat. Seseorang yang memiliki nilai Innovative adalah seseorang yang mempunyai kreativitas untuk membuat suatu karya baru yang membangun dan juga memajukan bangsa ini, karena kedepannya bangsa ini membutuhkan generasi yang innovative agar bisa berkolaborasi dan membuat sebuah terobosan baru yang dapat berdampak positif bagi sesama, lingkungan, negara, serta dunia. Seseorang yang memiliki nilai Respect adalah seseorang yang mampu menghargai setiap hal-hal di dalam hidupnya, mulai dari hal kecil sampai ke hal yang besar, orang yang mampu menghargai hidup dan apapun yang terjadi dalam hidupnya adalah orang yang mensyukuri berkat Tuhan dan mampu menghargai kesamaan martabat sesama nya sebagai citra Allah, tanpa nilai respect kita tidak dapat berkolaborasi dan memajukan negara ini. Oleh karena itu nilai respect sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan kita. Melalui amanat kita dapat belajar banyak hal dan lebih menghayati setiap kegiatan demi kegiatan kepramukaan yang ada di sekolah kita dengan baik. Apel pun ditutup dengan doa dan pengumuman peserta didik SMAK Mater Dei yang berprestasi dalam bidang akademik pada tahun pelajaran 2022-2023, hal ini tentunya merupakan hal yang sangat membanggakan dan patut di contoh karena memberikan semangat dan dampak positif. Setelah apel di tutup peserta didik SMPK dan SMAK Mater Dei Pamulang pun melanjutkan pembelajaran seperti biasa dengan penuh sukacita, akhir kata saya ucapkan “Salam Pramuka!”


Selama kurang lebih 2 tahun, MD Cup akhirnya digelar kembali. MD Cup tahun ini berjudul X-Sparta 6 yang mengusung tema “Sporty and Strive to Achieve” yang berarti sportif dalam berjuang untuk meraih prestasi yang gemilang. X-Sparta 6 digelar dari tanggal 24 Oktober 2023 - 4 November 2023. X-Sparta merupakan ajang pertandingan seni, bahasa, olahraga dan akademik, yang diikuti oleh sekolahsekolah yang berada di daerah sekitar Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, dan Depok. Kegiatan ini menyelenggarakan lomba-lomba seperti futsal, solo vocal, olimpiade matematika, membaca puisi, serta modern dance. Kepanitiaan dalam XSparta tidak hanya ditunjuk dari anggota OSIS, tetapi juga dari anak-anak yang mampu ikut dalam berorganisasi. Sebelum dimulainya perlombaan X-Sparta, terdapat technical meeting yang bertujuan untuk memperjelas peraturan dari setiap lomba yang akan diikuti peserta. Setelah itu pada tanggal 24 Oktober 2023, digelarnya opening X-Sparta 6 dengan Sambutan oleh Kepala Sekolah SMP Mater Dei, yaitu Sr. Elis Marie Suryani, SPM., M.Pd. Selanjutnya ada penampilan-penampilan yang seru dari marching band, acapella boys, dan tari tradisional. Acara Opening diakhiri dengan ceremony pelepasan burung merpati oleh kepala sekolah, guru, panitia, Forsis, serta perwakilan dari kelas 7, 8, dan 9. MD CUP X-SPARTA 6 LIPUTAN Hari pertama dilaksanakan lomba futsal. Lomba futsal SD dan SMP diadakan selama 6 hari dengan sistem babak gugur. Sebelum pertandingan, diawali dengan kedua tim foto bersama. Pertandingan sangat seru, suasana penonton yang heboh juga dukungan suporter dari masing-masing sekolah membuat pemain menjadi lebih semangat dalam bertanding. Bazar juga digelar di dekat lapangan agar suporter dari setiap tim dapat langsung mengisi perut dengan tidak ketinggalan pertandingan. Akhirnya, pemenang utama dalam pertandingan futsal yaitu SDN Jelupang 01 (Jenjang SD) dan MTs Al Ihsan (Jenjang SMP). Hari selanjutnya disambung dengan lomba olimpiade matematika SD. Oleh: Audi & Angelina Lomba olimpiade matematika dibagi menjadi 2 babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Dalam babak penyisihan, peserta mengikuti olimpiade dari tempat masing-masing menggunakan aplikasi zoom. Setelah itu, diambil 10 peserta dari babak sebelumnya untuk maju ke babak final yang dilaksanakan di sekolah. Pemenang utama dari olimpiade matematika ini adalah peserta dari SDN Pamulang Indah. Lomba selanjutnya adalah solo vokal. Para peserta solo vokal pastinya menjaga suaranya agar dapat memenangkan lomba ini. SDK Mater Dei Pamulang berhasil memenangkan lomba ini. 23 Edisi 39 - Desember 2023


Kemudian ada lomba modern dance. Kekompakan dan variasi gerakan sangat diperlukan dalam lomba ini. Grup modern dance Lil Brothers dari MTs Al Ihsan berhasil menjadi pemenang utama dalam lomba ini. Lomba terakhir adalah membaca puisi. Diperlukan kreatifitas dalam membuat puisi dan keberanian dalam membacakannya. SDK Mater Dei Pamulang berhasil memenangkan lomba baca puisi ini. LIPUTAN Acara demi acara mengalir dan penuh makna berlangsung lebih kurang 4 jam. Meskipun waktunya cukup lama, para tamu undangan dan orang tua tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan acara. Mereka sungguhsungguh menikmati. Semoga ke depannya, SMP Mater Dei tetap eksis menyelenggarakan pentas seni sebagai ajang kreativitas dan unjuk bakat di bidang seni Karena acara lomba sudah selesai, akhirnya digelarlah Closing MD Cup pada 4 November 2023. Acara tersebut diawali dengan penampilan band bukan hanya dari Mater Dei, tetapi juga dari sekolah lain yang tidak kalah menarik. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan, penampilan marching band dan pembagian hadiah untuk para pemenang. Para pemenang ditunjuk juga untuk dapat mengisi acara closing ini yaitu dengan dance, menyanyi, dan berpuisi. Closing MD Cup diakhiri dengan persembahan dance Sayonara Crawl dari para panitia. Kegiatan MD Cup berhasil mendekatkan Sekolah SD & SMP Mater Dei Pamulang dengan sekolah-sekolah lainnya. Semoga acara ini memberikan pengalaman yang berharga untuk untuk para peserta maupun penonton. See you in the next MD Cup event… 24 Edisi 39 - Desember 2023


A M E L I H A T L E B I H D E K A T S M P K M A T E R D E I Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMPK Mater Dei Pamulang tahun ajaran 2024/2025 mulai dibuka pada tanggal 3 Oktober 2023. Pada tanggal 3 Oktober 2023 juga diadakan acara open house untuk memperkenalkan dan menarik para calon murid termasuk orang tua. Acara open house SMPK Mater Dei Pamulang tahun ini bersamaan dengan acara open house TKK, SDK, dan SMAK Mater Dei Pamulang. Maka dari itu acara tampak sangat memukau dan meriah. LIPUTAN Acara open house ini melibatkan suster, para guru, para karyawan, pengurus OSIS periode 2023/2024, pengisi acara, dan tentunya peserta didik kelas 6 khususnya peserta didik yang bersekolah di SDK Mater Dei. Dapat terlihat antusiasme dan semangat mereka dalam mengikuti acara open house. Terlebih lagi, adikadik kelas 6 berjalan dari SD menuju SMP. Walaupun mereka lelah, namun sesampainya di SMPK Mater Dei semangat mereka kembali berkobar. Acara open house dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Bagus. Sesudah berdoa, acara akan dimulai di aula dengan panduan Christopher dan Ella sebagai MC. Di aula terdapat beberapa penampilan dari ekskul-ekskul yang ada SMPK Mater Dei. Diawali dengan ekskul MD Choir yang menyanyikan lagu Sampah Lagi dengan pembagian suara sopran dan alto. Dilanjut dengan ekskul cinematografi yang memutarkan video dengan tema persahabatan. Di dalam video tersebut, terdapat selipan lagu Jiwa yang Bersedih karya Ghea Indrawari dan Kepompong karya Sindencosta sehingga membuat semua orang di aula bernyanyi bersama. Penampilan terakhir di aula juga tak kalah menyenangkan karena penampilan ini berhasil membuat badan bergerak. Yaitu penampilan dance dari Negara Jepang yang dipersembahkan oleh ekskul manga. Oleh: Anna Gratia Puella M. S. 9E/03 Acara Open House TKK hingga SMAK Mater Dei Pamulang 25 Edisi 39 - Desember 2023


ASetelah melaksanakan school tour, terdapat sambutan dari kepala sekolah dan penampilan-penampilan dari TKK, SDK, SMPK, dan SMAK Mater Dei di panggung lapangan basket. Dari SMPK Mater Dei memberikan penampilan marching band, band, dan modern dance. Diawali dengan marching band yang membawakan lagu daerah Yamko Rambe Yamko dan Indonesia Jaya. Selanjutnya band SMPK Mater Dei yang membawakan lagu Separuh Nafas karya Dewa 19. Terakhir, penampilan modern dance dari SMPK Mater Dei yang menarikan lagu mashup dari berbagai lagu. Acara ini tambah meriah karena para penonton yang sangat antusias dan bersemangat Setelah acara di aula, adik-adik kelas 6 kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok dan melaksanakan school tour. Ada beberapa stand ekskul yang dapat didatangi. Mulai dari ekskul fotografi di ruang Ibu Rini yang menyuguhkan berbagai hasil foto teman-teman ekskul fotografi. Kemudian, ekskul jurnalistik di selasar mading bentang yang menyuguhkan majalah bentang karya siswa-siswi SMPK Mater Dei. Selanjutnya, terdapat stand KIR di Lab IPA yang memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan seputar karya ilmiah. Di Ruang Bu Paulina terdapat display manga yang menyuguhkan berbagai gambar mulai dari gambar manual di kertas hingga gambar digital karya teman-teman ekskul manga. Terakhir yaitu stand tata boga di dapur kantin yang menyuguhkan brownies dan nugget. Citarasa dari makanan yang dihidangkan sangat lezat. LIPUTAN Di sisi lain panggung terdapat deretan stand bazar makanan dan minuman yang dapat dibeli. Ada beragam jenis mulai dari cemilan seperti kentang goreng, crepes, baby crab, dan lain-lain. Ada pula makanan berat seperti mie goreng, spaghetti, dan lain-lain. Untuk minumannya terdapat thai tea, es jeruk, es teh manis, dan lain-lain. Acara open house kali ini berjalan dengan sukses tentunya dengan dukungan semua orang yang terlibat. Cuaca yang bersahabat juga menjadi salah satu hal yang perlu kita syukuri. Penampilan-penampilan yang spektakuler kali ini dapat menarik banyak minat para calon peserta didik termasuk orang tua untuk bergabung menjadi keluarga besar SMPK Mater Dei. Open house ini juga dapat menjadi ajang untuk menunjukkan bakat yang dimiliki. Terima kasih untuk semua orang yang telah berpartisipasi memeriahkan acara open house kali ini. Tetap semangat untuk mengembangkan dan menunjukkan bakat! 26 Edisi 39 - Desember 2023


Literasi Di dunia kata-kata menggantung Literasi, ia tak pernah pudar Seperti sungai yang mengalir tanpa henti Menerangi jalan, memberi makna Buku-buku terbuka, hingga berdebu Di rak-rak perpustakaan, pemilik cerita Kisah-kisah hidup, hikayat zaman berlalu Literasi mengajak kita berpetualang Aksara-aksara indah, melambung tinggi Dalam puisi, cerpen, novel yang hati terpauti Membawa kita masuk ke dunia lain Merangkai mimpi, menari di imajinasi Sederasnya pengetahuan, mengalir deras Dalam lembaran-lembaran, isi pikiran Menggoncang paradigma lama, membuka wawasan Literasi, pilar kemajuan manusia Bacalah, tulislah, tenggelam dalam abjad Jadilah penuntun, pembuka pintu dunia Literasi, terangi gelapnya pikiran Demi cahaya yang takkan pernah pudar Mari bersatu, menggelorakan gerakan Membaca, menulis, gelorakan literasi Mari, kita menjadi pemimpin masa depan Dengan literasi, senantiasa menginspirasi Oleh: Keira-8C-19 PUISI 27 Edisi 39 - Desember 2023


BUKU YANG MENGUBAH HIDUP 28 Edisi 39 - Desember 2023 Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu olehku, aku sudah libur sekolah, hari ini juga aku dan mama akan berangkat menuju rumah eyang di Yogyakarta. Senang sekali rasanya karena dapat berjumpa eyang setelah sekian lama kami tidak dapat bertemu. “Eva, jangan lupa kunci kamarmu ya sayang.” ucap mama yang berada di ruang keluarga. Aku pun mengambil tas kecil yang berisi HP, Tab, dan keperluan lain yang aku perlukan selama diperjalanan. Kami pun berangkat pukul 6 pagi, rasanya kali ini sedikit berbeda karena kami hanya pergi berdua tanpa papa, kali ini papa tidak dapat ikut bersama kami karena masih bertugas di Jepang. Namun itu tak menghalangi rasa senang yang kami rasakan. Pergi ke rumah eyang kali ini membuatku dapat mundur dan melambat sejenak dari aktivitas dan kegiatan padat yang aku lakukan di Jakarta. Tinggal di kota yang padat penduduknya dan dipenuhi dengan banyak aktivitas membuatku lupa rasanya beristirahat sejenak dari ritme kehidupan yang begitu cepat. Sebenarnya aku juga mengetahui mengapa mama sangat ingin pergi ke Yogyakarta saat ini. Aku merasakan bagaimana padatnya aktivitas pekerjaan mama yang terkadang membuat mama tidak mempunyai waktu untuk bersamaku. Tapi kali ini aku sangat senang karena akhirnya mama bisa meluangkan waktu untukku. Pukul 14.30 sore kami tiba di rumah eyangku. Eyang yang sudah mengetahui kedatangan kami pun menyambut di teras kecil rumahnya. “Eva, cucu kesayangan eyang!” panggil eyang kepada ku. Sungguh, aku sangat merindukan suara itu menyambutku datang ke rumah ini. Eyang memelukku erat sambil mengajakku dan mama masuk ke dalam rumah sederhana tempatnya dan tante Mita tinggal. Aku membantu mama memasukkan barang ke kamar yang akan kami tempati selama seminggu berada disini. Setelah selesai meletakkan barangbarang, aku dan mama bergegas keluar kamar, mama membantu eyang di dapur untuk menyiapkan makan malam sementara aku berbincang dengan tante Mita. Tante Mita adalah adik dari mamaku, eyang mempunyai 3 orang anak yaitu bude Astri, Mamaku yang bernama Sekar, dan tante Mita. Tante Mita adalah adik mama ku yang mempunyai hobi membaca buku dan sangat suka berliterasi, menurutku hobi tante Mita sangat aneh sekali karena sekarang kita hidup di tengah teknologi tapi masih hobi baca buku. Aku semakin penasaran mengapa tanteku masih sangat menyukai hobinya yang terlihat ketinggalan zaman itu. Oleh: Mikaela Adeline 9E-16 CERPEN


29 Edisi 39 - Desember 2023 “Va, gimana sekolahnya?” tanya tante Mita kepadaku. “Baik kok tante, tapi akhir-akhir ini banyak kegiatan.” jawabku. Tante Mita tersenyum mendengar jawabanku. Melihat senyumannya aku makin penasaran tentang hobi yang selalu ia lakukan. “Eyang selalu cerita ke mama kalau tante masih suka baca buku dan berliterasi sambil mempersiapkan skripsi kuliah, padahal sekarang sudah ada teknologi loh tante. Ngapain mempersulit diri kalau ada yang mudah.” tanya ku kepada tante Mita. Tante Mita tersenyum lembut dan mengajakku berjalan keluar. “Va, dulu tante juga mikir kayak kamu. Tapi ada satu peristiwa yang merubah cara pandang tante akan literasi. Ayo makan dulu, nanti di meja makan tante cerita ya Va. Tante yakin mama mu juga mempunyai pengalaman yang sama seperti tante.” ujar tante Mita. Menurutku, tanggapan tante kali ini tidak menjawab pertanyaan yang aku tanyakan. Jam makan malam telah tiba, eyang memanggilku dan tante Mita untuk makan malam. Ayam goreng ungkep dan sup ayam kampung, menjadi makanan yang akan kami santap malam ini. Sudah lama tidak kusantap makanan itu, rasanya menu makanan yang sangat sederhana kali ini membuatku bahagia. Sebelum makan, kami berdoa dan mengucap syukur. Doa makan kali ini dipimpin oleh eyang, doa yang sederhana tetapi penuh makna dan membuatku bersyukur dapat berjumpa dengan eyang dan dapat menyantap masakannya yang sederhana ini. Makan malam pun dimulai, mama mengambilkan sepotong ayam dan menuangkan kuah sup beserta sayuran ke dalam piringku, lalu tante Mita pun mulai berbicara lagi kepadaku. “Va, hidup dimasa sekarang ini sungguh sangat mudah dalam mengakses berbagai hal karena kita punya teknologi canggih. Tapi, satu hal yang tidak dapat diperoleh melalui teknologi adalah sikap atau attitude baik seseorang. Percaya atau tidak, teknologi memang sangat membantu kita dan sangat memudahkan kita, tetapi teknologi membuat banyak nilai-nilai sikap dan daya juang seseorang hilang. Sebelum kamu lahir ke dunia ini, almarhum kakung, eyang putri, budhe, mama mu, dan tante pernah mengalami pandemi Covid-19 yang mengharuskan kami semua untuk tetap dirumah dalam jangka waktu lama karena penyebaran virus yang cepat. Sekolah, kuliah, dan bekerja harus melalui bantuan teknologi karena kita semua berada di rumah masing-masing. Teknologi memang membantu kita semua pada saat itu, namun teknologi juga melunturkan nilai moral dan daya juang seseorang, banyak orang yang memakai teknologi untuk menyebarkan berita hoax, berargumen yang tidak benar, saling berkata kasar atau cyber bullying, dan menyontek pada saat ujian karena ujian dilakukan online. Dampak itu semua membuat banyak orang enggan berliterasi dan terus bergantung pada kenyamanan teknologi.


30 Edisi 39 - Desember 2023 Dahulu, memang tante mempunyai pemikiran seperti kamu tetapi tante sadar itu sangat menghambat tante dalam banyak hal dan membuat tante tidak memiliki daya juang tinggi saat menghadapi suatu masalah.” ujar tante Mita sambil tersenyum. Aku yang sedang mengunyah makanan masih sangat bingung akan alasan tante Mita memilih berliterasi dengan buku pada saat ini. “Hidup ini harus melihat dari berbagai aspek sayang, apa yang telah tante Mita alami membuatnya tahu bahwa semua kemudahan tidak berarti baik bagi perkembangan kamu. Lagipula, tidak ada salahnya berbeda loh, Va. Mungkin gak sekarang kamu merasakan manfaatnya, tetapi suatu saat nanti kamu akan merasakan bagaimana dampak literasi bagi perkembangan diri kamu.” ucap eyang sambil tersenyum kearah ku. Aku terdiam sejenak dan berfikir. Selama ini hidupku sudah dipenuhi kemudahan melalui teknologi, tetapi aku terkadang lupa menjaga etika dan suka mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah kecil. Tidak ada salahnya juga aku mencoba selama liburan ini, hitunghitung ini juga pengalaman yang bisa dibagikan saat masuk sekolah nanti. “Akan aku coba, eyang. Sepertinya literasi itu menarik ya!” ucapku dengan penuh semangat. “Nah, itu baru cucu eyang yang cantik.” ucap eyang sambil tersenyum gembira. Mama sangat bahagia melihatku mulai mencoba hal baru dan menjadi berbeda dari yang lain, pasalnya gadis yang sangat ia sayangi ini sangat susah mencoba hal baru dan jadi berbeda dari yang lain. Makan malam pun usai, aku membantu mama dan tante Mita membereskan meja makan. Setelah selesai membereskan meja makan bekas kami pakai tadi, kami pun berbincang dan kemudian tidur. Keesokan harinya, tante Mita memberiku 2 buah buku yang berjudul “Mengubah Mindset dari Berliterasi” dan “Berliterasi itu Menyenangkan”. Sungguh, aku sangat senang dan mulai membaca kedua buku tersebut, tak terasa waktu liburan di rumah eyang sudah selesai. Saatnya aku dan mama kembali ke Jakarta, kami kembali ke Jakarta dan aku mulai mempersiapkan kebutuhan yang aku butuhkan untuk masuk ke sekolah kembali usai liburan ini. Beberapa hari berlalu, papa pun pulang dari Jepang. Aku menceritakan semua pengalaman menarik ini, papa pun kagum dan mengelus kepala ku sambil berkata “Tidak ada salahnya mencoba hal-hal positif, sayang. Papa yakin, Eva bisa lebih menjadi pribadi yang bijaksana dan berwawasan.” Aku tersenyum melihat papa yang sangat kagum denganku. Libur sekolah telah usai, ini saatnya aku kembali menjalankan aktivitasku. Hari ini aku sangat bersemangat untuk menceritakan pengalaman menarik yang aku rasakan pada sahabatku , Shelene dan Alona. Mereka sangat kagum dan senang ketika mendengarkan cerita pengalamanku, dan aku juga menceritakan pengalaman ini di depan kelasku. Tak kusangka, pengalaman ini membuatku mendapatkan nilai paling tinggi dikelas, hal ini membuatku sangat bersemangat untuk terus menambah wawasanku lewat berliterasi. Aku harap teman-teman semua yang membaca cerita ini juga mau menambah wawasan dengan literasi dan menjadikan kegiatan literasi menjadi kebiasaan baik bagi diri kalian.


31 Edisi 39 - Desember 2023 Sr. Elis Marie SPM Tahun ajaran 2023/2024 SMPK Mater Dei mengalami pergantian kepala sekolah baru yang bernama Sr. Elis Marie, SPM., M.Pd. Beliau berasal dari Kulonprogo, Yogyakarta. Sebelum bertugas di SMP Mater Dei Pamulang, Sr. Elis pernah bertugas di SD Mater Dei Probolinggo, SMP Santa Maria Magelang, SD Mater Dei Pamulang, dan sempat bertugas sebagai pengurus Perkumpulan Dharmaputri selama 3 tahun di Surabaya. Banyak pengalaman suka maupun duka yang sudah Sr. Elis lalui selama berkarya di Perkumpulan Dharmaputri. Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Sr. Elis adalah dapat berkeliling Indonesia, mulai dari Probolinggo, Magelang, Pamulang, Surabaya, Papua, hingga Kalimantan. Bahkan, Beliau pernah bertugas di luar negeri. Beliau merasa senang mendapat tugas di SMP Mater Dei Pamulang, namun beliau khawatir dengan masalah kesehatannya karena kondisi udara di Tangerang Selatan yang kurang baik. 9E-03 Anna Gratia Puella, 9E-16 Mikaela Adeline Maylina Pesan dan harapan Sr. Elis untuk SMP Mater Dei Pamulang ke depannya adalah "Terus maju, semakin berkualitas, muridnya tambah banyak, diminati oleh masyarakat, dan menjadi berkat bagi sesama. Selain itu, kehadiran SMP Mater Dei dapat menjadi tanda kehadiran Kristus di dunia." WAJAH BARU


32 Edisi 39 - Desember 2023 Sr. M. Paula, SPM Sr. Paula, SPM adalah bendahara baru di SMP Mater Dei. Beliau berasal dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Bone-Bone, Sulawesi Selatan. Sebelum bertugas di SMP Mater Dei Pamulang, Beliau bertugas di TK dan SD Mangkupalas, Samarinda, Kalimantan Timur. Beliau masih sangat muda, namun sudah memiliki banyak pengalaman. Jatuh bangun Beliau alami untuk mendewasakan dan membuat Beliau belajar menjadi pribadi yang rendah hati dengan segala situasi tantangan yang alaminya. Melalui pengalaman itu, beliau banyak belajar dan merasa dididik oleh Allah untuk menjadi pribadi yang memiliki semangat dan daya juang yang tinggi. Beliau juga merasa Allah berkarya dalam dirinya untuk turut ambil bagian dalam karya kongregasi SPM. Banyak pengalaman yang Beliau alami selama berkarya di Mangkupalas, Samarinda, Kalimantan Barat. Beliau merasa ragu, senang, dan ada sedih ketika harus meninggalkan Kalimantan. Tetapi, Beliau merasa gembira karena yakin bahwa Tuhan menyediakan sesuatu yang indah di balik itu semua. 9E-03 Anna Gratia Puella, 9E-16 Mikaela Adeline Maylina Ketika ditanya tentang harapannya terhadap SMP Mater Dei, Beliau berharap SMP Mater Dei Pamulang semakin berkembang ke depannya jauh lebih baik, banyak generasi bangsa yang cerdas, unggul, kasih, dan bermartabat yang lahir dari pendidikan di SMPK Mater Dei Pamulang.


33 Edisi 39 - Desember 2023 Ms. Sylvia Alfonsa Fono S.Pd Pada tahun 2023 SMP Mater Dei menerima guru baru bernama Ibu Sylvia Alfonsa Fono, biasa dipanggil Ms. Sylvi. Beliau diberi tugas untuk mengajar mata pelajaran bahasa Inggris. Beliau berasal Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kesan pertama Beliau mengajar di SMP Mater Dei, Beliau terkesan karena peserta didiknya sangat seru. Peserta didiknya juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang tenang dan ada yang sulit diatur. Meskipun begitu Beliau tetap senang bisa mengajar di SMP Mater Dei. Motivasi Miss Sylvi menjadi seorang guru, karena Beliau suka berbagi ilmu kepada orang lain terutama anak-anak. Harapan Beliau untuk SMP Mater Dei ke depan adalah tambah maju dan selalu menjaga serta meningkatkan kualitas dalam bidang pendidikan. Prily-8C, Evangeline-8C, Angelin Tan-8D WAJAH BARU


34 Edisi 39 - Desember 2023 Walaupun minat baca anak di zaman sekarang sedikit, tapi saya yakin masih ada banyak anak yang memiliki minat membaca. Akhir kata, saya ingin memberikan motivasi untuk anak-anak di SMP Mater Dei Pamulang terkait literasi. Saya berharap, perbanyaklah membaca buku baik buku pelajaran maupun non pelajaran. Walaupun saat ini kita sudah berada di era digital, jangan sampai meninggalkan budaya lama yaitu membaca, karena dengan membaca akan membuat wawasan kita semakin bertambah. Sukses selalu untuk kita semua warga SMP Mater Dei Pamulang, Tuhan memberkati. Ibu Sopiah Kristin Hai sobat Bentang! Perkenalkan nama saya Sopiah Kristin bisa dipanggil Ibu Sopi, saya lahir di Kota Tangerang Selatan pada tanggal 28 November 1990. Saat ini saya sudah menikah dan dikaruniai satu anak laki-laki yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 4 SD. Saya memiliki hobi yaitu memasak dan travelling ke tempat yang hijau dan jauh dari keramaian. Ketika memiliki waktu senggang, saya mengisinya dengan kegiatan sederhana seperti berjalan-jalan dengan anak saya. Saya bekerja di SMP Mater Dei Pamulang karena mendapatkan panggilan dari Sr. M. Vincentine SPM untuk bertugas di perpustakaan sebagai pustakawati. Hambatan yang saya alami saat ini sebagai pustakawati adalah saya belum pernah bekerja di dunia pendidikan khususnya perpustakaan, sehingga saya harus mempelajari terkait perpustakaan dari nol dengan mencari tahu dari bapak/ibu guru yang pernah bertugas di perpustakaan SMP Mater Dei Pamulang. Sebelum menjadi pustakawati di SMP mater Dei Pamulang, saya pernah bekerja di beberapa perusahaan, dan terakhir saya berjualan di SMP Mater Dei Pamulang. Motivasi yang saya miliki sebagai pustakawati adalah saya ingin membuat perpustakaan menjadi lebih menarik bagi anak-anak di era digital ini. Arya-8D & Ella-9E


35 Edisi 39 - Desember 2023 Paulina Desty Indah Sulistyowati Paulina Desty Indah Sulistyowati atau biasa dipanggil dengan nama panggilan Ibu Paulina. Wanita yang berasal dari Jawa Tengah (Sleman) ini adalah seorang guru di bidang Bahasa Indonesia. Ibu Paulina mengajar di bidang Bahasa Indonesia karena beliau sangat suka dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut Ibu Paulina mengajar di bidang Bahasa Indonesia sangat menarik, terutama karena bisa mempelajari kosakata sekaligus mengasah keterampilan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan efektif. Ibu Paulina juga sangat tertarik dengan teater. Tanggapan Ibu Paulina saat pertama kali mengajar di SMP Mater Dei adalah Ibu Paulina senang senang bertemu dengan peserta didik, Bapak/Ibu guru serta kepala sekolah. Menurut beliau, fasilitas pada SMP Mater Dei Pamulang sudah cukup lengkap. Akan tetapi jika boleh ditambahkan, Ibu Paulina menyarankan adanya lab untuk pelajaran Bahasa Indonesia serta ruang teater. Sebelum menjadi guru di SMP Mater Dei, Ibu Paulina bekerja sebagai juru bicara sekaligus juru ketik mendampingi mahasiswa sastra tuna rungu dan kegiatan Bisnis Fashion. Keira-8C,Daniel-8D &Galuh-7E


36 Edisi 39 - Desember 2023 Desistella Purba Pada akhir tahun pelajaran 2022-2023 SMP Mater Dei menerima seorang guru matematika baru bernama Ibu Desistella Purba. Beliau biasa dipanggil dengan panggilan Ibu Desi. Ibu Desi berasal dari Medan, Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Dairi, Kecamatan Sumbul, Desa Tanjung Beringin. Ibu Desi lahir di Beringin, 29 Desember 2001. Ibu Desi memiliki hobi mendengarkan lagu dan musik, bernyanyi, serta menonton drama Korea. Kesan beliau saat pertama kali masuk ke SMP Mater Dei adalah “Ini merupakan lingkungan baru dan pasti lebih ke mengadaptasi diri di lingkungan baru. Serta ini juga pengalaman dan hal baru bagi ibu untuk mengajar di SMP.” Jawab Ibu Desi. Motivasi Ibu Desi sebagai guru yaitu untuk berbagi ilmu, dan juga untuk menambah pengalaman bagaimana cara menghadapi para murid. Alasan Ibu Desi untuk mengajar di SMP Mater Dei dikarenakan beliau melihat adanya lamaran dari Perkumpulan Dharmaputri. Kesan Ibu Desi terhadap murid-murid SMP Mater Dei yaitu memiliki spiritualitas yang tinggi, rajin belajar, tepat waktu, dan juga menaati tata tertib yang ada di sekolah. Edelweiss Maharani 7F/7 & Mikaela Adeline 9E/16 Ada juga beberapa murid yang malas belajar, namun dapat diminimalisir dan diatasi secara perlahan. Harapan Ibu Desi terhadap SMP Mater Dei untuk kedepannya adalah “Semoga kita semua sebagai warga sekolah bisa mengharumkan nama sekolah dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama, masyarakat, gereja, dan bagi bangsa serta negara ini.”


37 Edisi 39 - Desember 2023 Bpk. Avendra Video Aditya Tahun ajaran 2023 SMPK Mater Dei mendapat kehadiran guru baru yang mengajar fisika di kelas 7 dan 8. Nama saya Avendra Video Aditya. Saya mengajar pelajaran IPA fisika di SMPK Mater Dei. Pendidikan terakhir saya di Universitas Sanata Dharma, Jogja, lulusan pendidikan biologi tahun 2022. Saya juga memiliki hobi Salah satunya dalam hal penelitian di bidang biologi, maka dari itu saya memiliki cita-cita menjadi peneliti di bidang biologi. Keahlian utama saya ada di manajemen laboratorium, saat pertama kali mengajar di SMPK Mater Dei saya merasa senang dan antusias karena ini adalah pengalaman pertama bekerja dan memulai karir. Tantangan terbesar saya saat menjadi guru dan mengajar di kelas 7 adalah bagaimana pengelolaan kelas atau mengkondisikan kelas agar lebih tenang disaat jam pembelajaran dikarenakan karakter anak murid pasti berbeda-beda dari yang sangat aktif sampai yang pendiam, sedangkan untuk kelas 8 saya harus lebih belajar lagi. Lovelyn-8A & Ayu-8A Saya tetap semangat menjadi guru karena ingin lebih mengembangkan kemampuan saya di dalam bidang tersebut. Pesan atau harapan saya untuk murid-murid semua, tetaplah semangat dalam melanjutkan pendidikan kedepannya dan mencapai cita-cita.


BUKU REVIEW BU, TIDAK ADA TEMAN MENANGIS MALAM INI Novel ini memuat beberapa cerita dari seorang anak yang telah ditinggal oleh ibunya. Dalam buku ini juga akan terdapat beragam kalimat yang diungkapkan oleh anak tersebut dan mungkin kalimat-kalimat itu dapat menyayat hati kalian. Selain itu dalam novel ini juga akan diceritakan mengenai betapa sulitnya dan rumitnya hidup tanpa kehadiran sosok penyayang yang biasa kita sebut sebagai “Ibu”. Tak ada teman menangis, tak ada teman untuk bercerita, dan tak ada teman untuk mengungkapkan keluh kesah yang kita alami. Mungkin sudah banyak sekali orang yang mengalami hal yang sama. Tetapi apa yang dapat mereka lakukan? Salah satu bab dalam buku ini berjudul Buku harian bersampul hitam. Dalam bab ini dimuat segala keluh kesah yang disampaikan kepada ibunya. Baik saat marah, saat merasa stress karena pekerjaan, dan mengungkapkan kehampaan yang dialaminya. Judul buku : Penulis : Penerbit : Harga : ISBN : Tahun terbit : Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini Boy Candra Gramedia Widisarana Indonesia Rp. 87.000 978-602-05-3028-4 2023 RESENSI BUKU Walau ibunya tidak berada di sampingnya dia yakin bahwa ibu pasti mendengar dan menyemangati dia lewat beragam peristiwa yang terjadi setelahnya. Selain itu dalam bab ini juga diungkapkan segala doa yang telah dia ungkapkan untuk ibunya yang telah tenang di surga. Buku ini sangat menarik karena dari buku ini kita dapat mendapatkan pesan yang sangat berharga yaitu Cintailah Ibu dan Ayahmu selagi mereka masih berada di dekatmu. Selain itu cerita yang ada di buku dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik dan membuat buku ini menyenangkan untuk dibaca. Sayangnya cover dari buku kurang menarik mata para pembeli. Meski begitu buku ini sangat layak untuk dibeli. Buku ini dapat dibaca oleh segala kalangan baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Yuk beli sekarang sebelum kehabisan! oleh : Evangelyn Wijaya 8C/09 38 Edisi 39 - Desember 2023


Literasi Indonesia sekarang sedang menggalakkan literasi. Siswasiswi diajak untuk membaca guna memperluas ilmu pengetahuan. Bacaannya dapat berupa novel, cerita pendek, berita, bahkan bacaan digital. Pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, guru memberikan tugas untuk membaca novel. Semua siswa-siswi sudah membawa novel dan sudah siap untuk membaca. Namun pada saat membaca, baru satu halaman saja beberapa anak sudah mengantuk karena tidak terbiasa membaca. Tapi anehnya saat di rumah dapat bermain game selama berjam-jam. Bagaimana nasib Indonesia nantinya kalau generasi hanya bermain game terus? Claudia8C/05 POJOK KRITIK 39 Edisi 39 - Desember 2023


Banyak orang yang malas membaca buku, padahal ini penting untuk menambah pemahaman dan melatih otak. Terdapat waktu terbaik untuk membaca, seperti saat pagi, senja, atau sebelum tidur. Buku dapat dibaca di berbagai tempat, seperti perpustakaan, kafe, rumah, dan transportasi umum. Ada beberapa tips untuk membaca buku secara teratur. Cari tempat yang nyaman 1 2 3 Dengan tempat yang nyaman dan tenang seperti perpustakaan, kamu akan lebih fokus untuk membaca buku. Jika kamu fokus saat membaca buku, kamu akan lebih paham tentang cerita yang disampaikan buku itu. Bawa buku kamu kemana saja Jika kamu membawa bukumu kemana saja, kamu bisa membaca buku itu dimana saja saat memiliki waktu luang. Dengan begitu, kamu akan lebih sering membaca buku. Baca buku yang kamu suka Dengan membaca buku yang kamu sukai, kamu akan merasa penasaran dengan kelanjutan cerita buku tersebut. Kamu akan tertarik dan lebih sering membacanya jika kamu mempunyai rasa penasaran terhadap buku itu. TIPS & KIAT 4 Luangkan waktu khusus untuk membaca buku Kamu bisa meluangkan waktu tersendiri untuk membaca buku. Dengan begitu, kamu akan lebih teratur dalam membaca buku. Membaca buku dapat dilakukan pada pagi hari dan saat fajar. Kamu dapat meluangkan waktu sekitar 4-6 jam perhari untuk membaca buku -Galuh A.S / 7E 40 Edisi 39 - Desember 2023


KOMIK 41 Edisi 39 - Desember 2023


42 Edisi 39 - Desember 2023


WHY DO WE NEED LITERACY? Literacy is very important in our daily life and it will be needed for our daily activities whether it's counting or reading. Literacy is something that we learned for the first foundation of education. Without literacy, there will be no education. People can't learn without literacy. Literacy is the key to learning. Activities like talking, singing, reading, storytelling, drawing and writing help to develop literacy. Some people might think that literacy is boring, even though we could make it fun and interesting. For example, we could reading while listening to music, or watching the news with friends or family. By: Lovelyn, Prysclia, Vanessa ENGLISH CORNER The literacy level in Indonesia is low, that means this generation is lower at learning.One of the surveys shows that literacy level is low in Indonesia the survey is from Program for International Student Assessment (PISA). Indonesia is ranked 62nd of 70 countries that have a low literacy level and Indonesia is the 18th lowest ranked. The low literacy level in Indonesia is caused by many things. Based on Index Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, one of the causes of low literacy level in Indonesia is the minimal amount of libraries in school which is in great condition and insufficient amount of the school librarian. School needs effective learning with a qualified teacher. Besides from school, family involvement is very important to help their child to grow their interest in reading. The effect of gadgets on this generation can lower interest in reading and can make this generation low at learning by cause of addiction to gadgets that can make this generation be more unimproved. Family helps their child to control the use of gadgets more responsible and can make their child realised that gadget isn't their priority. Language literacy can mean being able to show a mature analysis of the relationship between text and context through a combination of four aspects of language skills (listening,speaking,reading and writing) with various activities at each stage of learning these aspects of language skills. Listening practice in language skill helps us to understand familiar words and basic phrases. We can understand and develop our skill in language when people speak slowly and clearly. We can practice our listening skills using YouTube. Youtube has many videos about listening practice. Also we can practice by listening to radio, announcements, presentations, lectures, and others. The problem of Indonesia’s literacy level needs to be improved. This problem can make many negative impacts on the next generation in our country. The negative impacts are the younger generation becoming a lazy generation and narrowminded. Because of that, Indonesia’s next generation can’t compete with foreign countries and can’t develop their potential because of the narrow-minded. Many young generations don't care about many things and just focus on their gadgets. 43 Edisi 39 - Desember 2023


The ability to speak confidently and fluently is needed in our social life. The skills to communicate effectively are called speaking skills. Speaking skills are important for us to communicate with our friends, teacher, parents, and others. We can practice our speaking skills by learning new vocabulary, practicing our pronunciation, and practicing self-talk. ENGLISH CORNER Reading practice will help us to learn something new and expand more knowledge about the world.We need reading practice to improve most of our skills and gonna be needed in the future. Reading practice is part of learning about life in a way we can be more helpful with our knowledge. Reading is suppose to be a fun and peaceful time of the moment but some of us are to lazy to learn how to read, with reading we can be more diligent. We can learn how to read by learning basic letters then to common words. One of the skills we need most to have is writing, that skill is very helpful for our daily activities especially school activities. Probably when we were kids the one of the first things you need to learn is how to write. Writing can help ourselves in the future and it will help us to be more responsible. We can learn how to write with the help of some people and by learning how to talk first.we can learn to get better at writing by daily writing. We hope literacy can be mostly helpful for you and the literacy level in Indonesia can increase more so that our nation can be one of the ten highest literacy levels. But for some people thinks that literacy is useless ,but with literacy we can go on our daily day more easier and learn more about other things. 44 Edisi 39 - Desember 2023


45 Edisi 39 - Desember 2023 Koleksi MODE Mode Prily Alicia Putri Nugroho- 8C - 24 Angelin Tan - 8D - 03 Charming Tuxedo rming Tuxedo Nebula's Gown Cirrus 's Coat Stargaze Hairpin Stardust Way Moonlight Pendant


46 Edisi 39 - Desember 2023 PRESTASI SMP MATER DEI PAMULANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Proficiat kepada Juara 1 Bulutangkis Putri PL CUP XXV Juara 3 Fotografi PL CUP XXV MARIA AUBREY RARASATI KAREN PRISCILLA WIRAWAN Juara 3 TARLIMCUP 2023 BAND SMP MATER DEI


47 Edisi 39 - Desember 2023 PERINGKAT PARALEL KELAS VII TAHUN PELAJARAN 2023/204 Semester 1 Proficiat kepada Peringkat 1 Peringkat 2 MICHELLE ANDJANI KULAKEERTHI. O Kelas VII E LETICIA FIDELIKA SIMANJUNTAK Kelas VII E Peringkat 3 JUSTIN VIGILIO TENIAS Kelas VII C


PERINGKAT PARALEL KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2023/204 Semester 1 Proficiat kepada 48 Edisi 39 - Desember 2023 Peringkat 1 Peringkat 2 Peringkat 3 Peringkat 3 ANGELIN TAN Kelas VIII D FABIANO ADI NUGRAHA Kelas VIII C CHRISTOPHER ERICHO Kelas VIII A HANDIKA PURNAWAN LIE Kelas VIII A


Click to View FlipBook Version