NO.36 - DESEMBER 2021
MEDIA KREATIVITAS SMPK MATER DEI
Edisi
SPESIAL
COVID 19
HIDUP
BERDAMPINGAN
DENGAN COVID-19
DAFTAR ISI
LIPUTAN REFLEKSI
16 Masa Pengenalan lingkungan Sekolah PENGALAMAN MENJADI GURU
(MPLS)
Kisah inspiratif dari ibu Emerentiana Ardiati ketika menjadi guru/ hal 11
18 Yubelium Agung: 200th Kongregasi SPM
dari Amersfoort APA KATA MEREKA
20 Peringatan HUT RI Ke 76 ENAM KISAH PENYINTAS
22 Peringatan hari pramuka COVID-19
24 Alumni Berbagi
25 Webinar Sumpah Pemuda Covid-19 tidak hanya merusak
29 Peringatan Hari Sumpah tatanan kehidupan tetapi juga
31 World Cleanup Day meninggalkan luka dan duka bagi
33 LUSTRUM VII SMP Mater Dei mereka / hal 34
WAJAH BARU
13 Profile Ibu Dini
13 Profile Bapak Erda
14 Profile Ibu Agata
14 Profile Ibu Naomi
15 Profile Ibu Septi
LAIN-LAIN MODE RESENSI BUKU
08 Opini BUSANA NATAL ANCIKA: DIA YANG
36 Cerpen BERSAMAKU TAHUN 1995
38 Puisi Tampil menarik dan kreatif saat
40 Pojok Kritik natal/ hal 45 Inspirasi hidup sehat dan gembira
41 Cergam di tengah pandemi / hal 39
42 Terampil
44 Kiat
46 English Corner
47 Prestasi
11 | BENTANG | EDISI 36- DESEMBER 2021
1
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021
EDITORIAL
Media Kreativitas SMP Mater Dei
Hidup Berdampingan
PELINDUNG dengan Covid -19
Sr. M. Vincentine, SPM Sudah setahun lamanya virus covid19 masuk ke
Indonesia, begitu banyak yang berubah selama covid19 ini
PEMBIMBING ada. Tak luput juga SMP Mater Dei mengalami banyak
Y. Titik Lestariyati, S.Pd perubahan. Pada awalnya semua murid bersekolah dengan
Rini Hartawati, S.Pd
Henrikus Erda Putra, S.Pd tenang dan da[pat bercanda tawa bersama, harus berubah
Nanang Aris Kurniyawan, S.S
PEMIMPIN REDAKSI belajar dari rumah dan senyumpun sudah tak telihat ketika
Anna Gratia Puella bertemu karena tertutup oleh masker.
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Banyak pengalaman guru-guru atau pun anak-anak
Ranjes Gunawan M dalam menghadapi keadaan saat ini. Ada yang berjuang
untuk tetap sehat denga berbagai cara salah satunya
STAF REDAKSI adalah budayakan hidup bersih dan sehat dengan mencuci
Zweta Leona Talakua tangan dan mandi setelah berpergian dari luar. Pada
Abigail Vivlyani Simamora lingkungan sekolah juga disiapkan tempat cuci tangan di
Nasya Aurelia Christabel setiap sudut gedung sekolah untuk memudahkan warga
Neisha Aurelia Christabel sekolah bila ingin mencuci tangan.
EDITOR Banyak kegiatan yang dilakukan secara virtual dan
Leticia Dini Pratiwi dibuat menarik oleh panitia maupun OSIS Mater Dei.
Regina Renata Rondonuwu Seiring berjalannya waktu acara-acara secara virtual juga
Davin Junior terasa menyenangkan. Dengan itu anak-anak banyak
Anastasia Jasmine Silvano menghasilkan karya terkait pengalaman mereka mengikuti
acara virtual SMP Mater Dei.
LAYOUT
Nadine Annabel Manalu Edisi ini akan memuat laporan lengakap karya anak-
Maria Alodia Nathaniela Dewanto anak terkait dengan covid19 dan kegiatan sekolah secara
Natalia Dian Alfa Rianti virtual, edisi ini juga selain memuat terkait tulisan tetang
Stefan John covid berisikan pengalaman 25 tahun guru SMP Mater Dei
mengajar.
ILUSTRATOR
Claralisa Gunawan
Christina Olivia Febriana Selamat Membaca
DISTRIBUTOR
Valensia Phan Salam,
Stephanie Nadine Wiriano
ALAMAT REDAKSI
Redaktur
Jl. Raya Siliwangi, Pamulang Permai
- Tangerang Selatan
Redaksi menerima sumbangan tulisan
atau artikel dengan mengirimkan
melalui email [email protected]
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 2
APA KATA APA KATA
MEREKA? MEREKA
COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 yang lalu
menyisakan banyak pengalaman kesedihan. Beberapa
sahabat dan keluarga besar sekolah Mater Dei tak luput dari
wabah ini. Dalam rubrik ini kita akan membaca kisah-kisah
para penyintas COVID-19, harapannya kita semua bisa
belajar lebih waspada dan taat pada protokol kesehatan agar
peristiwa yang sama tidak menimpa kita.
F. Ayundhita Putri 8D "Menurut saya covid itu virus berbahaya yang menular dan bisa menyebabkan
kematian. Pengalaman saya terkena covid membuat saya merasa sangat bosan
karena tidak bisa keluar rumah, pusing dan mual-mual, penciuman saya hilang
tapi perasa masih bisa. Kebetulan pada saat saya terkena covid kegiatan
sekolah libur. Saya tidak melakukan kegiatan apa-apa. Perasaan saya bosan
dan sedih banget karena aku demam, muntah-muntah, pusing dan rasanya
tidak enak banget. Saya kena karena waktu itu saya datang ke acara ulang
tahun sepupu saya di rooftop bar hotel, dan ternyata sepupu saya yang lain ada
yang sakit tapi tetap ikut ke acara itu dan akhirnya pulang-pulang satu
keluarga besar positif covid semua kecuali nenek saya. Pesan saya buat teman-
teman selalu jaga kesehatan, istirahat yang cukup, selalu pakai masker, dan
kalau sakit jangan keluar rumah dulu takutnya nanti nularin ke orang lain."
Nadine 8F Pada akhir tahun pelajaran 2020-2021, keluarga saya terkena gejala Covid-
19, padahal kami melakukan hidup sehat, mengonsumsi makanan dan minuman
yang sehat, selalu mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer agar
semuanya higienis. Saya beruntung karena saya terkena Covid selama libur
sekolah, sehingga aktivitas sekolah saya tidak terganggu.
Orang yang pertama kali terkena Covid-19 di keluarga saya adalah papa saya.
Papa saya tidak mengalami gejala apa pun, namun ketika di swab, papa positip
covid (carier covid). Setelah papa positif covid, mama saya mengalami batuk
berdahak yang agak parah. Saya dan kakak juga mengalami demam dan badan
terasa tidak sehat. Ternyata mama, kakak, dan saya terjangkit covid 19.
Namun, adik dan asisten rumah tangga saya tidak terkena gejala Covid-19,
kondisi mereka baik-baik saja.
Kami mengalami gangguan pernapasan, tidak bisa mencium bau apa pun, saat
bernapas hidung saya merasa sakit, rasanya seperti ada yang menusuk ke
dalam hidung. Kami juga tidak bisa merasakan rasa makanan yang kami makan.
Kami tidak merasakan rasa pedas, manis, asin, dan itu membuat selera makan
kami berkurang.
Selama terkena Covid-19, saya dan keluarga melakukan isolasi mandiri dan
rajin berjemur pada pagi hari sekitar 2 jam dan diselingi bermain sepeda. Kami
juga rutin meminum minuman racikan jahe, sereh, kunyit, cengkeh, dan madu 2
sendok. Minuman tersebut dapat menyehatkan kami. Selain itu kami meminum
berbagai macam jus, dan makan buah-buahan, dan meminum vitamin yang
dibeli di apotek sehingga kami lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 3
Vania 8 A APA KATA
MEREKA
Saya dan keluarga terjangkit virus Covid. Entah apa yang membuat kami
tertular, tetapi hal ini terjadi asal mulanya dari ibu saya dan kemudian saya,
ayah, dan adik saya terjangkit pula.
Pada tanggal 20 Juli 2021, semua anggota keluarga termasuk saya memiliki
gejala seperti badan panas, pusing, dan kehilangan nafsu makan. Kami
sekeluarga tes PCR di rumah sakit Siloam MRCCC, Jalan Semanggi, Jakarta
Selatan dan hasil tes semua positif terkena covid-19.
Perasaan saya saat mengetahui saya terkena covid-19, saya merasa kaget
dan khawatir karena takut kalau tidak sembuh. Namun, ibu saya waktu itu
berkata “Walau kena covid harus tetap semangat, kalau semangat itu nanti
akan cepat sembuh dari covid-19”. Saya percaya dengan perkataan itu.
Kami sekeluarga menjalankan hidup dengan keadaan seperti kehilangan
indra penciuman, tidak nafsu makan, pusing, dan tidak enak badan. Namun
saya ingat apa perkataan ibu saya dan saya waktu itu hanya makan
secukupnya dan minum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.
10 Hari kemudian, akhirnya kita semua sudah sembuh dari covid-19 dan
tentunya, saya sangat lega dan senang karena akhirnya indra penciuman saya
kembali. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah, walau kita terkena suatu
penyakit, berusahalah untuk semangat dan yakin. Seperti mau makan
secukupnya agar tubuh bisa lebih sehat dan positif thinking agar diri kita bisa
merasa lebih tenang dan yakin bahwa penyakit itu akan hilang. Jangan lupa
juga untuk selalu mengikuti protokol kesehatan agar kita semua bisa saling
melindungi agar tidak terjangkit virus Covid.
Carissa Aurelia Wibowo Tanggal 15 Juli 2021 adalah hari yang sangat menyedihkan. Saya kehilangan
seorang papa yang sangat baik karena kena covid-19. Kami sekeluarga kena
covid. Mungkin, kami kena covid saat mengikuti vaksin I di GBK. Situasi saat
vaksin memang sangat ramai.
Pada saat dinyatakan positif covid-19, kami sekeluarga diminta untuk
karantina mandiri selama 14 hari. Selama 14 hari itulah, kami sekeluarga
harus mengikuti anjuran dokter agar bisa cepat sembuh. Setiap hari saya
makan kentang sebagai pengganti nasi, sayur mayur, dan juga protein.
Selama itu juga, saya dilarang memakan makanan instan, jajan di luar, dll.
Selain itu, saya minum 3 jenis obat yang terdiri dari obat flu, anti-virus, dan
vitamin. Saya juga dianjurkan untuk berolahraga. Walaupun kami merasakan
flu, hilangnya indra perasa, dan demam, kami tetap berusaha mengikuti
anjuran dokter agar lekas sembuh.
Setelah 14 hari, saya dan sekeluarga melakukan test PCRdi klinik. Hasil
dari PCR, kami dinyatakan negatif covid-19. Saya merasa penderitaan selama
14 hari telah usai. Saya merasa bebas, dan merasa bersyukur masih dikasih
sembuh dan keluarga yang supportif. Selama 14 hari itu saya belajar
kehidupan yaitu bagaimana cara bangkit dari keterpurukan, bagaimana
caranya ikhlas, dan bagaimana caranya bersyukur.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 4
Bapak Oscar Adi APA KATA
MEREKA
Awalnya saya yakin dan percaya diri kalau saya tidak akan terpapar covid
-19 karena saya masih merasa muda sehingga imunnya kuat dan saya sudah
menjalani dua kali vaksinasi. Saya memberanikan diri untuk bepergian,
membeli makan lalu makan di tempat dan juga berbelanja di pasar.
Pada bulan Juli 2021 saya mulai merasakan lemas, sakit kepala, badan
terasa dingin. Saat itu saya belum percaya jika saya akan terpapar covid
varian baru. Karena saya masih bisa mencium dan merasa. Tetapi selang
beberapa hari saya mencoba memberanikan diri untuk tes antigen.
Ternyata hasilnya yang tidak saya harapkan, bahwa dalam keterangan saya
dinyatakan positif covid. Saat itu juga saya masih belum percaya, karena
saya sepertinya masih bisa mencium dan merasa, tetapi lama-kelamaan
yang saya rasakan berubah. Saya menjadi tidak bisa mencium dan merasa.
Saya melakukan isolasi mandiri. Puji Tuhan, setelah dua minggu isolasi
mandiri tanpa dirawat di rumah sakit, saya dapat sembuh lagi dan mendapat
julukan sarjana Covid. Dari kejadian tersebut, saya mendapatkan banyak
pelajaran bahwa bagaimana kita jangan egois terhadap diri sendiri dan
selalu bersyukur, banyak orang yang peduli dengan kita. Saya yakin ini
adalah berkat Tuhan walaupun saya terpapar covid, tetapi ada pelajaran
yang bisa saya dapatkan setelahnya.
Ibu Clara Diana S. Perkenalkan Clara Diana Setyawati, biasa dipanggil Dina (orang tua murid
kelas 7 bernama Anna Gratia Puella Mea Setyaputri). Saya menjadi salah
satu penyintas covid-19. Penyintas covid-19 adalah orang yang mampu
bertahan hidup melawan covid-19. Awalnya sakit covid yang dirasakan
adalah demam yang ia kira hanya kurang istirahat karena kurang tidur,
tenggorokan sakit, agak pilek, dan batuk.
Saya melakukan PCR dan hasilnya positif sehingga saya harus isolasi
mandiri. Selama isolasi mandiri saya selalu berjemur, melakukan olahraga
yoga, makan makanan yang sehat, dan untuk mengisi waktu luang saya rajin
membaca buku. Saya juga diberi semangat oleh orang-orang di sekitarnya.
Waktu pemulihan 7 hari. Pemulihan cukup cepat karena sebelumnya saya
sudah punya kekebalan tubuh ( sudah vaksin ke-2). Selain itu, didukung oleh
hal-hal yang sudah saya sampaikan di atas. Saya juga berpesan agar kita
harus hati-hati, hidup sehat (makan makanan bergizi dan cukup istirahat),
berolahraga, serta selalu menjaga prokes.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 5
CAKRAWALA
TAHUN BARU, VIRUS Omicron_Varian.jpg (500×281) (idxchannel.com)
VARIAN BARU?
"Omicron
oleh Henrikus Erda Putra, S.Pd dapat
Tahun 2022 Dinas Pendidikan Lebih dari 30 mutasi diantaranya bertahan
merencanakan untuk PTM 100%. lebih lama
Namun, akhir-akhir ini kita terjadi pada protein spike (bagian
mendengar berita bahwa ada pada
varian terbaru dari virus Corona. dari virus yang menentukan orang-
Varian tersebut diberi nama orang
Omicron. Jadi, apa yang harus kita bagaimana virus tersebut dengan
lakukan untuk menghadapi dan sistem
mencegah varian Omicron agar berinteraksi dengan pertahanan kekebalan
tidak tertular ke dalam tubuh kita?
Sebelumnya kita pahami virus tubuh). Sebagai perbandingan, yang
Omicron terlebih dahulu kemudian lemah"
gejala serta cara pencegahannya. varian Delta hanya memiliki 7
Varian baru Omicron pertama kali mutasi. Selain itu apa yang
dilaporkan ke Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) dari membedakan Omicron dengan
Afrika Selatan pada 24 November
2021 lalu. WHO memutuskan varian sebelumnya? Jika varian
bahwa virus ini merupakan mutasi
COVID-19 yang dapat memiliki sebelumya mampu hilang dari
tingkat penyebaran dan penyakit
yang berbeda dari varian tubuh dalam waktu singkat, varian
sebelumnya. Berdasarkan analisis
dari para peneliti, Omicron Omicron dapat bertahan lebih lama
memiliki 50 mutasi.
pada orang-orang dengan sistem
kekebalan yang lemah antara lain
individu yang terkena penyakit
HIV, penderita kanker, dan
penerima transplantasi organ.
Institut Nasional untuk Penyakit
Menular (NICD) Afrika Selatan juga
mengonfirmasi bahwa Omicron
dapat menyebar dengan cepat
bahkan 2 kali lebih cepat dari
varian sebelumnya. Hingga saat ini,
kasus varian Omicron telah
tersebar di 107 negara, salah
satunya dari negara kita Indonesia.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 6
CAKRAWALA
"Kita semua Kasus pertama Indonesia Meskipun demikian, kita semua
harus jangan lengah. Beberapa gejala
waspada diumumkan oleh Pemerintah pada varian Omicron yang harus kita
karena waspadai yaitu tengorokan gatal,
Omicron Kamis, 16 Desember 2021. batuk, pilek, demam, sakit kepala,
sudah hadir kelelahan, nyeri tubuh, kehilangan
di tengah- Disamping itu, sudah ada laporan indra penciuman, dan kehilangan
tengah nafsu makan.
kita." kasus kematian akibat dari Omicron
ini. Menyeramkan bukan? Kita
semua harus waspada karena
Omicron sudah hadir di tengah-
tengah kita.
Untuk mencegah dan mengurangi
Kemudian, gejala-gejala apa saja penyebaran varian Omicron,
yang muncul jika individu terpapar langkah efektif yang dapat kita
Omicron? Para peneliti lakukan yaitu menaati protokol
mengungkapkan bahwa varian kesehatan yang sudah ditetapkan
Omicron hanya menyebabkan oleh pemerintah seperti menjaga
penyakit ringan dan tidak lebih jarak, memakai makser, mencuci
parah dari varian sebelumnya. tangan, menghindari kerumunan,
mengurangi mobiltas, dan
melakukan vaksinasi. Lantas,
dengan munculnya varian Omicron
ini apakah kita semua
akanmelaksanakan PTM 100% atau
tetap melaksanakan PTMT? Kita
tunggu kabar dari pemerintah saja
ya. Semoga pandemi ini segera
mereda dan kita bisa melaksanakan
aktivitas secara normal kembali.
Jangan lupa taat pada protokol
kesehatan. Salam sehat!
Sumber: https://lifepack.id/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19/
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 11 | BENTANG | EDISI 36- DESEMBER 2021
7
OPINI
PANDEMI pembasmian dari kasus Corona ini. Dengan cara:
COVID-19 1.Menggunakan masker dan pelindung wajah saat
keluar rumah.
oleh: Alfon Aoki /9 C 2.Menghindari berpergian jauh
3.Sering dan rajin mencuci tangan
Pandemi Virus Corona ini sudah melanda di 4.Hindari kerumunan dan juga berjaga jarak
seluruh penjuru Dunia. Virus Corona ini adalah 5.Menjaga pola makan dan konsumsi makanan
virus yang bisa menular dan menyerang manusia. yang sehat, serta tidak lupa juga untuk
Virus ini diduga atau berasal dari kota Wuhan, berolahraga secara rutin.
RRC (China) di akhir Desember 2019. Virus ini
dapat menyebabkan infeksi pada sistem Menurut saya, Virus ini dapat mematikan tetapi kita
pernapasan manusia. Gejala yang ditimbulkan juga dapat mengurangi dan diantisipasi serta
apabila seseorang terkena Virus Corona adalah: disembuhan. Jadi mulai sekarang pemberian sanksi
demam, batuk dan sesak nafas. Virus Corona ini sosial perlu diterapkan agar dapat memberikan efek
semakin lama membuat masyarakat di seluruh jera kepada masyarakat yang tidak mematuhi
dunia ketakutan atau khawatir karena jumlah protokol kesehatan. Dengan adanya hubungan kerja
korban atau orang yang terpapar Virus Corona ini sama yang erat dari semua pihak, Virus Corona ini
semakin bertambah banyak, dan juga dapat dekendalikan secara perlahan serta
menyebabkan kematian dengan jumlah yang besar perekonomian masyarakat di seluruh dunia mungkin
pada saat awal kemunculan virus ini. Menurut data akan naik dibandingkan saat awal mula adanya Virus
yang saya dapatkan pada tanggal 26/12/2019 Corona. Kita tetap dipantau dan diajak supaya bisa
kasus Covid di dunia ini mencapai 80.185.379 mengikuti serta menaati peraturan Kesehatan. Pada
kasus. Dengan jumlah kematian pada Bulan awalnya Virus Corona ini sangat sedikit dan setelah
Desember 1.756.813 Jiwa. perkembangan hari demi hari kasus Covid-19 ini
meningkat dengan pesat dan tinggi, seiring
Penyebab dari Pandemi ini mempengaruhi sektor berjalannya waktu dan seluruh masyarakat sudah
atau bagian dari kehidupan manusia, dengan menaati Protokol Kesehatan pada tanggal
contoh penurunan ekonomi, pembelajaran, 10/12/2021 sudah menurun dan berkurang. Semua
bekerja melalui virtual, dan juga beberapa sektor ini berkat dari Tuhan dan Masyarakat yang sudah
atau bagian dari kehidupan manusia dalam hal menaati protokol kesehatan.
bekerja atau mencari nafkah. Oleh karena itu, kita
harus bisa mengantisipasi dari Virus Corona ini.
Sebab Kasus ini akan bertambah jika prilaku
masyarakat yang kurang disiplin dalam
menjalankan dan melakukan protokol kesehatan
dengan baik. Saat ini kita sedang dianjurkan untuk
melakukan pencegahan dan
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 8
REFLEKSI
“ BERTAMBAH USIA DAN
MASA PURNABAKTI ADALAH
SUATU KEPASTIAN”
oleh Dra. Anastasia Yuliani
Para siswa yang sangat ibu kasihi ,
pada kesempatan yang indah ini
saya Anastasia Yulianimohon pamit
sebagai staff pengajar di SMP
Mater Dei karena saya sudah
memasuki masa Purnabakti /
Pensiun.
Pada tahun 1996 saya tidak mudah / sulitwalaupun ada mendampingi kalian dalam
bergabungmenjadi guru di SMP juga sebagian siswa yang lain pembelajaran . Pasti banyak
Mater Dei yang sebelumnya beranggapan pelajaran matematika sekali kenangan yang ibu ingat
mengajar di Semarang. Jika adalah pelajaran yang mudah dan dalam kebersamaan ini. Ada
dihitung kurang lebih sudah 25 menyenangkan. Dari buah siswa yang rajin, aktif dan penuh
tahun saya mengajar di SMP Mater kesabaran itu, saya pernah inisiatif, ada juga siswa yang
Dei. Tentu banyak sekali mendapatkan penghargaan sebagai senang melucu dan bercanda.
pengalaman yang indah dan guru yang paling sabar “ Most Namun, ada juga siswa yang agak
mengesankan selama mengajar di Patient Teacher “ pada tahun 2018. malas dan senang menunda tugas
SMP Mater Dei. Selain itu, saya juga pernah ataupun pekerjaan. Semuanya ibu
Pertama kali bergabung di SMP mendapatkan penghargaan sebagai sayangi dan cintai secara tulus
MD, saya mengajar matematika guru paling Care dan juga guru walaupun pastinya ada di antara
dan biologi serta menjadi wali paling rajin. Semuanya itu kalian yang pernah kena marah
Kelas 7B. Waktu itu sekolah menjadikan saya lebih dari saya karena sikap kalian
kekurangan guru biologi sehingga bersemangat dalam mendidik dan yang ibu nilai kurang tepat. Kalau
saya diminta untuk ikut membantu mendampingi siswa. saya mengingat siswa – siswi
mengajar Biologi. Tahun yang pernah ibu didik, banyak
berikutnya saya mengajar Anak – anak yang terkasih, bagi sekali para alumni yang telah
kalian siswa kelas 9, saya pernah
matematika untuk siswa kelas 7, 8 mendidik/ mengajar sewaktu berhasil dan sukses dalam
kalian kelas 8, sedangkan bagi
dan 9. siswa kelas 8 kalian berjumpa bidangnya masing – masing. Di
dengan saya dalam kelas sebagai
guru pendamping / co host antara mereka ada yang berhasil
sedangkan bagi kalian siswa kelas 7
Sebagai guru matematika, saya selama 1 semester saya menjadi sarjana , dokter,
harus mempersiapkan diri dengan pengusaha, seniman maupun
penuh kesabaran karena bagi profesi yang lainnya dan saya
sebagian siswa pelajaran bangga terhadap mereka.
matematika adalah pelajaran yang Keberhasilan kakak – kakak
alumni kalian bukanlah
keberhasilan yang didapat secara
tiba – tiba, pastilah
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 9
dibutuhkan persiapan dan kerja Anak – anak yang terkasih pada REFLEKSI
keras untuk mencapai hasil yang kesempatan ini ibu juga meminta
maksimal . Maka pada kesempatan maaf apabila selama ibu mendidik "Raih untuk
kali ini, Ibu berpesan kepada kalian kalian ada hal – hal yang menyakiti masa depan
agar mempersiapkan diri kalian hati kalian, mungkin ibu terlalu kalian dan
dari sekarang untuk meraih cita- galak, terlalu jutek maupun terlalu berjuanglah
cita. Belajarlah dengan sungguh – cerewet dalam menegur kalian, untuk bisa
sungguh, tekun, berkemauan keras. namun percayalah semua teguran
Bertanyalah pada diri kalian yang ibu sampaikan bermaksud tercapai
masing – masing apa yang ingin untuk kebaikan dalam mendidik keinginanmu
kalian raih untuk masa depan kalian semua.
kalian dan berjuanglah untuk bisa itu"
tercapai keinginanmu itu. Akhir kata saya bangga bergabung
sebagai pendidik di SMP Mater Dei Ibu Yuli
Ingatlah akan pendidikan karakter – Pamulang, semoga SMP Mater
yang ditanamakan oleh bapak / ibu Dei tetap menjadi sekolah
guru dan suster pada kalian untuk unggulan yang membanggakan
selalu jujur, disiplin , penuh karena menghasilkan alumni –
tanggung jawab, kasih, sopan - alumni yang hebat dan berkarakter
santun dan berbelarasa pada yang unggul – penuh kasih dan
mereka yang lemah dan tentu saja bermartabat dan menerapkan Care
kalian harus menjadi pribadi yang – Inovatif – dan Respect dalam
takut akan Tuhan. kehidupan sehari – hari.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 10
DON’T DELAY TILL REFLEKSI
TOMORROW, WHAT Lulus dari SMA Mater Dei, mereka bertiga
diterima di IPB Bogor, mendapat
YOU CAN DO TODAY beasiswa, menjadi asisten dosen, dan
lulus tepat waktu dengan nilai sangat
Pesan Kesan Selama Berkarya di SMP Mater Dei memuaskan. Demikian pula saat
melamar pekerjaan, mereka dimudahkan
Oleh: Ibu Etty Sulistyowati karena bekal pendidikan yang mereka
dapatkan sangat baik. Keberhasilan
itulah yang dapat saya tularkan kepada
Tak bisa dipungkiri bahwa bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa peserta didik sesuai bidang studi yang
internasional sangatlah penting untuk dikuasai sebagai sarana to saya ampu, bahasa Inggris.
get brighter future. Empat ketrampilan dalam bahasa Inggris yang
harus dikuasai secara bersama-sama, yaitu reading, writing, Pesan Ibu Etty pada anak-anak
listening, and speaking. semua,”Don’t delay till tomorrow, what
you can do today”. Jangan menunda
Kehadiran saya di SMP Mater Dei lebih untuk memotivasi para sampai esok, kerjakan sekarang. “Do your
peserta didik untuk berani tampil dengan percaya diri best and God will do the rest.” Apa pun
mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari dalam kelas bahasa itu kerjakan yang terbaik, sisanya itu
Inggris. bagian Tuhan.
I love teaching very much, lebih dari 40 tahun. Saya mengajar Anak-anak, kalian sudah di tempat yang
bahasa Inggris sebagai guru dan dosen di berbagai institusi tepat, you are at the right place already,
pendidikan. Namun, yang paling berkesan adalah mengajar di praise the Lord, bersyukurlah Nak,
Mater Dei. belajarlah dengan rajin dan raih yang
terbaik. Make your parents proud of you,
jadilah kebanggaan orang tuamu, kapan
pun dan di mana pun.
Berawal dari antar jemput tiga anak saya di SD Mater Dei, saya Kepada para Suster SPM, saya
bergabung di keluarga besar Mater Dei Pamulang. Karena
kompetensi berbahasa Inggris yang saya miliki, saya diminta oleh menghaturkan terima kasih untuk
Suster SPM untuk mengajar di SD, SMP, dan SMA Mater Dei.
kesempatan mengajar dan berkembang
Pendidikan di Mater Dei memang hebat. Hal ini dapat saya amati
dari tiga anak saya yang bersekolah di SD, SMP, dan SMA Mater Dei. dalam keluarga besar Mater Dei.
Mereka menjadi pribadi yang mumpuni, percaya diri, sopan, cepat
tanggap, tangguh, dan bertanggung jawab. Semua itu hasil Kepada rekan-rekan guru dan para
pendidikan karakter para guru Mater Dei dan para Suster SPM
karyawan, terima kasih untuk
kebersamaan dan kekeluargaannya, that
will never be forgotten.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 11
REFLEKSI
PENGALAMANKU
MENJADI GURU
OLEH IBU EMERENTIANA ARDIATI Ketika menjadi guru pertama kali, saya begitu
idealis untuk dapat membuat anak-anak
Setiap pekerjaan tentu ada tatangannya tak menjadi pandai terutama dalam mata pelajaran
terkecuali menjadi guru. Tantangan yang paling yang saya ampu, yaitu Bahasa Inggris. Saya
mengasyikan adalah ketika saya harus dapat selalu menanamkan sikap disiplin dan patuh
memahami banyak karakter peserta didik yang kita pada aturan kepada setiap peserta didik. Serta
hadapi, karena mereka mempunyai latar belakang saya berusaha menjelaskan setiap materi
yang beragam. Bersama anak-anak didik ini saya dengan baik. Jika ada peserta didik yang tidak
berproses setiap harinya. Kendala menjadi seorang mengerti, mereka boleh bertanya dan saya
guru baru adalah ketika menemukan anak yang akan menjelaskan hingga mereka benar-benar
memiliki motivasi belajar rendah dan pendiam paham. Sikap jujur juga senantiasa saya
mereka nampak mengikuti Kegiatan Belajar kuatkan. Ketika ada ulangan saya sama sekali
Mengajar (KBM) tetapi yang dipikirkan bukan materi tidak memberikan kesempatan bagi mereka
yang sedang di ajarkan, belum lagi ketika ada siswa untuk mencontek, jika kedapatan ada peserta
yang suka bermain-main disaat jam pelajaran, didik yang melakukan hal itu, maka kertas
becanda ketika tidak di perhatikan guru. Peserta ulangannya saya ambil dan dia diberi nilai nol.
didik adalah aset bangsa yang harus kita bimbing Saya ingin setiap peserta didik mendapatkan
agar dapat menjadi generasi yang mempunyai harkat nilai sesuai kemampuannya.
dan martabat untuk mengemban tugas sebagai
generasi penerus bangsa, itulah yang membuat saya
selalu ingin membuat mereka lebih baik dan lebih
baik lagi
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 12
"SAYA SELALU MEMBERI REFLEKSI
SEMANGAT KEPADA MEREKA
UNTUK MERAIH APA YANG MEREKA Disela jam mengajar di kelas, saya juga sering
membahas dan berdiskusi dengan para peserta
CITA-CITAKAN" didik tentang hal-hal yang perlu mereka
ketahui dalam kehidupan sehari-hari terutama
tentang kelanjutan pendidikan mereka bahkan
saya menceritakan pengalaman hidup saya
sendiri. Setiap saat saya selalu memberi
semangat kepada mereka untuk meraih apa
yang mereka cita-citakan. Mungkin hal inilah
yang membuat beberapa peserta didik begitu
dekat dengan saya. Pada saat adanya pandemi
virus corona-19 selama lebih kurang 2 tahun
terakhir ini, seluruh peserta didik di Indonesia
tidak terkecuali di SMP Mater Dei harus
mengalami Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Peserta didik maupun guru tidak melakukan
kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di
sekolah melainkan secara virtual menggunakan
media elektronik (Laptop, computer atau HP).
Untuk dapat melaksanakan proses KBM,
kemampuan saya sebagai pendidik untuk
dapat mengoperasikan laptop sebagai sarana
belajar mengajar terus ditingkatkan, dan dalam
perjalanannya dapat berjalan dengan baik,
karena berkat bantuan dari beberapa peserta
didik kendala-kendala teknis selama KBM
berlangsung dapat teratasi dengan baik. Dari
pengalaman ini, saya sadar bahwa kitapun
dapat belajar dari peserta didik. Pengalaman
selama mengajar meninggalkan kenangan
indah (saya pernah mendapat award sebagi
guru tergaul, guru favorit, guru terbaik dan
pada saat pembelajaran online masuk nomisasi
guru inovatif). Ada peserta didik mengatakan
saya guru “galak” di sekolah, namun peserta
didik tetap menaruh rasa hormat bahkan
ketika mereka sudah lulus sekolah, karena
mereka tahu apa yang saya lakukan adalah
untuk mendidik mereka.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 13
REFLEKSI
MENJADI GURU YANG
MENDENGARKAN
SEBUAH CATATAN PERJALANAN
Oleh: Yustina Titik
Lestariyati, S.Pd.
Tahun ini saya bersyukur boleh merayakan pesta Pilihan
perak, 25 tahun menjadi guru di SMP Mater Dei.
Selain bersyukur secara pribadi karena boleh Menjadi guru bukanlah sekadar pengajar,
berdedikasi sebagai guru, rupanya sekolah juga melainkan juga pendidik. Bukan hanya
memiliki tradisi yang luar biasa, yaitu memberikan menyampaikan materi pengetahuan dan
penghargaan bagi guru yang telah 25 tahun keterampilan yang diukur dalam angka-angka
mengajar. Penghargaan itu dilaksanakan dalam nilai, melainkan juga mengasah budi pekerti.
bentuk pesta syukur yang didahului dengan Misa Untuk menjalani profesi ini, ada banyak pilihan
Kudus dan dilanjutkan dengan penerimaan pendekatan. Sesuai dengan karakter, kemampuan,
piagam penghargaan dan cincin emas. Saya telah dan latar belakang masing-masing, seorang guru
mendapatkan penghargaan itu. dapat memilih menjadi guru yang dominan dan
tegas, sangat disiplin, atau yang lainnya. Semua
Menengok ke belakang dalam rangka refleksi pendekatan memiliki kelebihan dan kekuarangan
perjalanan profesi, saya menemukan beberapa masing-masing. Semua pilihan saling mengisi dan
catatan perjalanan saya yang menarik. melengkapi.
Jalan Berkat Dalam hal ini, saya memilih untuk menjadi guru
yang lebih banyak mendengarkan. Selain karena
Selain sebagai penghidupan, menjadi guru mata pelajaran yang saya ampu menuntut untuk
merupakan jalan berkat Tuhan yang membuat juga banyak mendengarkan, saya sengaja
saya dapat berperan serta dalam mendampingi membiasakan diri untuk membiarkan anak-anak
generasi muda, khususnya mereka yang belajar di berbicara baik di dalam kelas atau pun di luar
SMP Mater Dei. Pilihan profesi ini membuat saya kelas. Pilihan untuk menjadi guru yang lebih
selalu bertemu dengan para remaja yang sedang banyak mendengarkan ini seringkali menjadi
mengembangkan diri sekaligus mencari jati diri. berkat baik bagi anak didik maupun bagi saya
Pendampingan yang baik terhadap mereka akan sendiri.
membuat kita bangga bahwa setelah sekian tahun
kemudian, anak-anak didik saya menjadi orang-
orang hebat pada pilihan profesi mereka.
Acap kali saya berjumpa dengan anak-anak yang
tidak percaya diri dalam berbicara. Namun, dengan
berbagai latihan berbicara di depan umum dan
dengan kesabaran dalam pendampingan sambil
memberikan motivasi, mereka akhirnya tumbuh
menjadi orang-orang hebat. Bahkan, seringkali
lebih hebat dari yang sebelumnya lebih percaya
diri. Saya seringkali merasa terberkati, boleh
manjalani profesi yang sangat berguna ini.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 14
Mendengarkan Impian-impian Mendengarkan Itu Menguatkan
Sesuai dengan usia mereka, anak-anak didik Perkembangan zaman membuat hidup menjadi
seringkali memiliki impian-impian yang jauh lebih mudah. Namun, pada beberapa kasus,
membutuhkan orang yang mendengarkan. Ada banyak anak didik yang mengalami kesulitan
yang bermimpi menjadi orang-orang yang hebat, karena lingkungan ataupun karena keluarga. Juga
ada yang bermimpi menjadi orang kaya, ada yang seringkali karena kebiasaan buruk pada diri
bermimpi menjadi orang biasa tetapi berguna bagi mereka atau keluarga mereka.
orang lain, dan sebagainya. Saya seringkali benar-
benar hanya menjadi pendengar. Atau kalau Karena kesulitan-kesulitan itu, mereka
kadang-kadang memberikan response, hanyalah membutuhkan orang-orang di sekitar mereka yang
response-response sangat standar, seperti: tetap mereka percaya untuk menjadi pendengar. Saya
semangat, harus berani bekerja keras, atau Ibu seringkali tidak harus memberikan tanggapan.
dukung dengan doa. Kadang-kadang hanya memberikan “tos”
penyemangat dan pemotivasi. Namun, setelah 25
Setelah tahun-tahun berlalu, sebagaian besar tahun manjadi guru, saya tahu bahwa
mimpi-mimpi mereka yang pernah saya mendengarkan itu memberikan kekuatan kepada
dengarkan itu benar-benar terwujud. Saya selalu anak didik.
yakin, apa yang mereka ceritakan dalam mimpi-
mimpi itu menjadi mercusuar, sumber semangat, Kelemahan yang Menjadi Berkat
sekaligus inspirasi bagi perjalanan pengembangan
diri dan perjuangan mereka. Saya yakin mereka Kebiasaan saya untuk mendengarkan anak didik
perlu didengarkan rasanya bukanlah karena saya memiliki kehebatan
dalam mendengarkan. Namun, sebaliknya rasanya
Mendengarkan Suka-Duka itu adalah karena saya tidak memiliki banyak
kemampuan yang dapat saya banggakan. Saya
Selalu ada suka-duka pada kehidupan anak-anak tidak pandai pula untuk berkata-kata ataupun
didik. Entah suka-duka akademik, pergaulan, membuat rencana-rencana strategis dalam
keluarga atau yang lainnya. Seringkali kisah-kisah berbagai hal untuk kemajuan sekolah dan
mereka benar-benar membuat saya larut dalam pelayanan terhebat terhadap anak didik.
kegembiraan. Namun, pada kisah duka dari
mereka, seringkali saya pun merasa tidak cukup Namun, bagi saya pribadi, itu menjadi berkat
mampu untuk menjalani apa yang terjadi pada tersendiri karena saya selalu sehat dalam
mereka. menjalani pekerjaan sebagai guru. Di sisi lain, anak-
Namun, dengan mendengarkan, saya merasa anak didik memang memerlukan orang untuk
dapat menemani dan menyemangati mereka. mendengarkan impian-impian, suka-duka, dan
Sangat sering terjadi bahwa dengan sedikit kata- berbagai gejolak masa remaja mereka. Semoga
kata penyemangat, mereka benar-benar dapat ada teman-teman dan guru-guru muda yang juga
bangkit dan mampu menghadapi kesulitan mau banyak mendengarkan mereka! Tuhan
dengan gagah berani. Saya seringkali terharu. memberkati.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 15
WAJAH BARU
Halo, sahabat Bentang! Perkenalkan nama lengkap saya Fabiana Dini Prawingga Nesri dan sahabat bisa
memanggil saya Dini. Saya lahir di Magelang, Jawa tengah pada tanggal 20 Januari 1998. Setelah tamat
SMA, saya melanjutkan studi S1 Pendidikan Matematika di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Saat ini saya merupakan seorang guru baru di SMP Mater Dei Pamulang untuk Tahun Pelajaran
2021/2022 dengan mengampu mata pelajaran matematika. Saya mempunyai beberapa hobi yang
menarik yaitu bermain musik, fotografi, dan olahraga bulu tangkis. Mengutip kalimat dari seorang filsuf
ternama Aristoteles motto hidup saya yaitu “Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah,
membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang
ketakutan”. Jadi, letakanlah segala kekawatiranmu pada kekuatan doa karena doa dapat mengubah
segalanya. Pesan saya untuk siswa-siswi SMP Mater Dei Pamulang tetap tanamkan sikap disiplin, jujur,
bekerja keras, tekun berdoa dan giat belajar.
Hi, everyone! Perkenalkan nama lengkap saya Henrikus Erda Putra, S.Pd. Saya akrab dipanggil Mr.
Erda. Saya lahir pada tanggal 14 April 1998 di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Saya seorang guru baru
di SMP Mater Dei Pamulang tahun pelajaran 2021/2022 yang mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris
dan lulusan dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Hobi saya
membaca buku, mendengarkan musik, menonton, bernyanyi, dan traveling. Saya memiliki motto hidup
yaitu “Remember, you were born to die” artinya “Ingatlah, kamu dilahirkan untuk mati”. Jadi, lakukan
hidupmu dengan hal-hal positif dan berguna. Jangan membiarkannya kosong dan membuatnya tidak
berarti.
Kesan saya untuk SMP Mater Dei Pamulang yaitu sekolah memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang
lengkap, tentunya juga berkualitas. Lingkungan sekolahnya juga bersih dan asri sehingga membuat saya
nyaman untuk mengajar di sekolah. Selain itu, Suster, bapak/ibu guru, dan karyawan juga ramah dan
sangat terbuka. Terakhir, saya berpesan untuk siswa-siswi SMP Mater Dei Pamulang agar jangan lelah
untuk belajar. Karena belajar adalah salah satu kunci menuju kesuksesan. Salam sehat!
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 16
Halo gaes, perkenalkan nama saya Agatha Sita Rasihanuri, S.S. Kalian bisa memanggil saya Bu Sita. Saya
dilahirkan di Jakarta, 8 Maret 1997. Tahun pelajaran 2020/2021, saya memulai mengajar di SMP Mater
Dei dan mengampu Bahasa Indonesia kelas 7. Saya lulusan dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta
program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Sejauh ini hobi saya mendengarkan musik dan menonton
netflix. Hobi jalan-jalannya dihentikan dahulu karena lagi pandemi covid. Belajarlah dari masa lalu,
hiduplah di masa sekarang, dan rencanakanlah untuk masa depan, itulah motto hidup saya. Jadi Jangan
buat masa lalu membuat kacau hidupmu di masa kini dan di masa depan. Belajarlah dari kesalahan di
masa lalu, jadikan bekal perencanaan yang baik untuk masa depanmu.
Kebetulan saya alumni SMP Mater Dei. Mater Dei seperti sudah mendarah daging karena di Mater Dei
sejak dari TK sampai SMA. Bagi saya sebagai alumni, SMP Mater Dei merupakan sekolah terbaik dengan
pendidikan karakter yang baik. Selama sekolah saya belajar dan diajarkan untuk menjadi pribadi yang
memiliki karakter dan integritas. Oleh karenanya saya ingin berkarya untuk almamater. Setelah bekerja
di SMP Mater Dei saya merasakan lingkungan yang menyenangkan dari semua warga sekolahnya, siswa-
siswanya santun dan menyenangkan. Bagi siswa SMP Mater Dei, kalian berada di era teknologi yang
berkembang pesat. Pergunakanlah teknologi yang ada untuk hal positif. Belajar mengelola waktu
dengan baik. Tahu kapan waktunya bermain dan kapan harus belajar. Bermain game boleh, asal tidak
jadi kecanduan. Semangat belajar dan raih cita-cita!
Horas, perkenalan nama saya Naomi Juniarti Gultom biasa dipanggil Ibu Naomi. Di SMP Mater Dei saya
mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas VII. Saya berasal dari salah satu provinsi
yang terletak di ujung Pulau Sumatera yaitu Lampung, Tempat tanggal lahir saya Tulang Bawang, 22
Juni 1998. Hobi saya adalah travelling, berenang, dan memasak. Pendidikan terakhir saya adalah S1
Pendidikan Ekonomi di STKIP PGRI Bandar Lampung. Semasa saya kuliah dulu saya memiliki
pengalaman organisasi yang cukup ternama di Indonesia yaitu sebagai Sekretaris Fungsi Keesaan
Gereja GMKI Cabang Bandar Lampung. Motto hidup saya adalah “ Machi nega naeil juggo yeong-wonhi
saneun geoscheoleom gongbuhamyeondoenda. Ulineun jug-eum-i ol ttaekkajineun alji moshajiman
insaeng-eul wihae choeseon-eul dahabnida” yang memiliki arti Hiduplah seolah kamu mati besok dan
belajarlah seolah engkai hidup selamanya. Kita tidak tahu sampai kapan ajal tiba, namun lakukan yang
terbaik untuk hidup.
Kesan selama beberapa bulan di SMP Mater Dei Pamulang saya sungguh merasa senang memiliki rekan-
rekan yang baik dimana saya selalu diarahkan dan dibantu. Lalu, di saat banyak tugas yang kami miliki
pasti selalu diselipkan dengan canda tawa bersama Suster, bapak/ibu guru maupun karyawan yang
memberikan energi positif sehingga membuat saya semangat dalam bekerja. Pesan saya untuk SMP
Mater Dei Pamulang yaitu tetaplah mencetak anak-anak yang berprestasi, unggul, kasih dan
bermartabat. Terakhir untuk anak didik, saya berpesan teruslah belajar dan berkarya dimanapun kalian
berada, Jangan patah semangat dan raihlah mimpimu setinggi Gunung Everest hehe
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 17
Halo, salam sehat dan bahagia! Ada pepatah yang berbunyi, “tak kenal maka tak sayang”. Pada
kesempatan ini, perkenalkan nama saya Septiana Sijabat, S.Pd. Saya biasa dipanggil Ms. Septi. Saya
lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada tanggal 19 September 1998. Saya berkarya di SMP Mater Dei
Pamulang sebagai guru baru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya mengambil
jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta lulus pada tahun 2020.
Berbicara tentang hobi, saya memiliki beberapa hobi yang saya jadikan sebagai kegiatan untuk
menghibur diri di kala lelah maupun mengembangkan diri dan menambah wawasan; bernyanyi,
mendengarkan musik (Westlife songs), membaca buku (psychology books), dan menonton film.
Selain itu, saya juga memiliki moto hidup yang saya jadikan sebagai alarm pengingat ketika saya
mulai merasa jenuh; “Live for today, dream for tomorrow” yang artinya, “Hidup hari ini, bermimpi
untuk esok hari”. Setiap manusia berharap esok hari akan datang, tetapi tidak ada satupun di dunia
ini yang bisa menjamin akankah hari esok “pasti” datang, untuk itu nafas kehidupan yang saat ini
Tuhan anugerahi tidak boleh disia-siakan begitu saja, dan tidak lupa untuk terus menghidupi mimpi-
mimpi yang menjadi bagian dari proses bertumbuh.
Kesan saya untuk SMP Mater Dei Pamulang yaitu sekolah yang cepat tanggap terhadap perubahan
dan melahirkan inovasi-inovasi baru. Situasi pandemi seperti ini membuat perubahan yang cukup
signifikan dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sumber daya manusia yang beradaptasi dalam
perubahan ini, ada juga fasilitas sarana dan prasarana berkualitas yang mendukung dalam situasi
pandemi ini. Lingkungan yang hijau dan bersih juga membantu menciptakan proses kegiatan
pembelajaran yang sehat dan menyenangkan. Selain itu Suster, bapak/ibu guru, staf , dan karyawan
juga ramah dan sangat terbuka.
Pesan saya untuk siswa-siswi terkasih SMP Mater Dei Pamulang; Yang pertama, tetap jaga
semangatnya dalam setiap proses pembelajaran ya. Saya yakin tidak ada siswa-siswi yang tidak
pintar, adanya malas. Rasa malas bukanlah sebuah kesalahan. Malas itu seperti sinyal dari tubuh kita
bahwa kita belum menemukan apa yang benar-benar memberi kita energi. Ketika rasa malas mulai
menghampiri, inilah saatnya untuk berdialog dengan diri sendiri dan menemukan energi semangat
kembali. Yang kedua, istirahat atau bahasa kekiniannya “rebahan” secukupnya. Ingatlah dunia tidak
pernah ramah bagi orang yang hobinya rebahan. Jadi, mari produktif lagi ya. Banyak hal yang harus
dikejar. Ada mimpi-mimpi yang belum dituntaskan, juga masa depan yang berusaha diubah
nasibnya. Beri waktu istirahat kalau lelah, tapi jangan sekalipun menyerah. Yang ketiga, pesan yang
saya buat dengan spesial, “Roses are red, Violets are blue. Let’s spread love, get peace within you.”
Akan selalu ada kedamaian untuk kasih yang kita sebarkan.
Nama Rini Hartawati saya lahir di Kemangai, 29 Agustus 1998, saya berasal dari Kalimantan Barat.
Saya mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Saya juga memiliki hobi traveling ke tempat-tempat yang
baru terutama ke alam. Selain itu saya juga suka masak, masakan andalan saya adalah cumi saus tomat.
Pendidikan terakhir saya di Universita Sanata Dharma, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia. Moto hidup saya adalah “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap
hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23). Pesan saya untuk anak-anak
adalah semangat untuk belajar dan selalu budayakan sopan santun.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 18
LIPUTANDESEMBER 2021
"Masa
Pengenalan
lingkungan
Sekolah (MPLS)"
oleh Anna Gratia Puella
Awal tahun ajaran 2021/2022 SMPK
Mater Dei Pamulang mengadakan
kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah (MPLS). MPLS ini diadakan
selama 5 hari dari tanggal 12 Juli 2021-
15 Juli 2021. Tujuan dari kegiatan MPLS
ini untuk pengenalan lingkungan sekolah
SMP Mater Dei Pamulang. MPLS yang Materi hari kedua MPLS adalah KESISWAAN
dan KURIKULUM. Materi kesiswaan berisi CIR
diselenggarkan oleh para guru dan OSIS yaitu care, inovatif, dan respect. Di mana peserta
MPLS diajak untuk care kepada teman, memiliki
diikuti oleh anak-anak baru terutama sikap inovatif, dan selalu respect kepada sesama.
Mengenai materi kulikurum, peserta MPLS
kelas 7. diberitahu tentang mata pelajaran, pembagian
SMPK Mater Dei Pamulang berinofasi waktunya, dan cara belajar dimasa PJJ
(Pembelajaran Jarak Jauh). Selain pembahasan
pada masa pandemi dengan materi MPLS, peserta MPLS juga mulai
memikirkan kerajinan kelas dan yel-yel yang akan
menyelenggarakan kegiatan MPLS mereka tampilkan saat pelantikkan nanti.
secara online. Hari pertama MPLS Materi hari ke tiga adalah wiyata mandala, go
green, dan tata tertib. Wiyata mandala adalah
disambut oleh St. M Vincentine SPM, materi dimana peserta MPLS diajak untuk
menanam sikap tanggung jawab dan menghargai
“Saya mengucapkan terimakasih karena kepada sesama. Sama halnya dengan wiyata
mandala, materi go green juga mengajak kita
sudah mempercayakan SMP Mater Dei untuk bertanggung jawab dan menghargai. Yang
membuat beda adalah tujuan materi go green
Pamulang dan tetap semangat buat lebih ditekankan di lingkungan sekitar, seperti
membuang sampah pada tempatnya, memilah
kalian ” kata Suster Vincentine. Setelah sampah, dan lain sebagainya. Yang teraakhir
adalah tata tertib, yang membicarakan tentang
sambutan dari St. M. Vincentine SPM seragamsekolah dari hari senin-jumat, jam mulai
pelajaran, dan cara pengumpulan tugas.
juga ada sambutan dari bapak/ibu guru
pendamping. MPLS tahun ini mengambil
tema gunung maka nama kelasnya juga
nama gunung, yaitu 7Asgard, 7Berlin,
7Cartenz, 7Dawson, dan 7Everest.
Lalu dilanjut dengan pembahasan materi
MPLS.
Pertama, guru-guru menjalaskan
tentang ekstrakulikuler. Mulai dari tata
boga, jurnalistik, KIR, komputer, inggris,
melukis, home indurtry, dan lain-lain.
Tapi karena adanya pandemic covid-19,
maka kegiatan ekskul juga terbatas.
Selain membahas ekstrakulikuler, guru-
guru juga membahas letak ruangan di
sekolah, seperti letak perpustakaan,
ruang kelas, ruang kepala sekolah, dan
kantin.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 19
MPLS hari ke 4-5, waktunya lebih bebas
dan peserta MPLS sibuk membuat kreasi
kelas masing-masing. Yang paling penting
dari kerajinan kelas adalah video
perkenalan. Dari nama panjang, nama
panggilan, asal sekolah, hobi, tempat
kelahiran, dan tanggal lahir. Kreasi kelas
juga dibantu oleh OSIS-OSIS dan wali
kelas masing-masing. Penentuan
kerajinan kelas juga lebih mudah karena
adanya inti kelas seperti ketua kelas,
wakil, dan sekretaris.
Setelah melalui masa MPLS yang
panjang, tibalah saatnya pelantikan.
Dihadiri oleh orang tua peserta didik
untuk memasangkan topi SMP sebagai
tanda terima. Pembukaan acara
pelantikkan dibuka oleh St. M.
Vincentine SPM selaku kepala sekolah
SMPK Mater Dei.
Setelah pembukaan dari St. M.
Vincentine SPM, dimulailah acara
pelantikkan peserta didik, dan
menampilkan video kreasi setiap kelas.
Berikut link videonya
7Asgard:https://youtu.be/WRzCyOYj1V
8 7Berlin
https://youtu.be/BVjeNH7mLuc ,
7Cartenz https://youtu.be/-vutADG3kts
7Dawsonhttps://youtu.be/2HKF8dK602
Y 7Everest
https://youtu.be/sSHm2nuDAAM selain
kreasi kelas masing-masing, juga ada
kreasi dari kelas 7 dan OSIS sebagai
penutupan MPLS. Berikut
linknyahttps://youtu.be/NgIY_0dOJ0M
Walau MPLS tahun 2021 dilaksanakan
secara online, namun semangat peserta
MPLS tidak luntur. Mereka tetap senang
dan selalu menerapkan CIR saat MPLS
berlangsung. Dan semoga kita bisa selalu
semangat disegala situasi.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 20
LIPUTAN
Yubelium Agung: 200th Perarakan para suster yang membawa bendera
Kongregasi SPM dari bersama Romo (bendera negara Belanda,
Amersfoort Indonesia, Afrika Selatan, dan Filipina), Misa
Kudus, sambutan dari pimpinan umum SPM
Oleh: Christina Olivia dan Tim Amersfoort, sambutan dari provinsiat SPM
provinsi Indonesia-Samarinda, menyanyikan lagu
Dalam rangka memperingati Kongregasi SPM ke 200 Burning Spirit of total kristi Per-Mariam, Doa
tahun, kita akan melaksanakan kegiatan Yubelium untuk perayaan 200 tahun kongregasi SPM,
Agung dan SMP Mater Dei akan mengadakan berkat penutup, sambutan ketua panitia, dan
kegiatan yang dilakukan secara serentak yakni pada Rama tamah “Berapa banyak luka-luka yang
tanggal 29 Juli 2021 melalui zoom meeting dan aula ditanggung oleh tubuh mereka yang tidak
sekolah SMP Mater Dei Pamulang.Tema pada memiliki suara karena jeritan mereka teredam
Yubelium Agung adalah mengorbarkan semangat dan tenggelam oleh ketidak pedulian orang
total kristi Maria dengan penuh syukur, kekuatan, kaya Selama Yubileum ini, Gereja bahkan akan
dan harapan. Tahun Yubelium Agung akan dibuka lebih dipanggil untuk menyembuhkan luka-luka
dengan perayaan Ekaristi yang akan tersebut, untuk meredakan mereka dengan
dipersembahkan oleh Romo Lukas.Dalam Perayaan minyak penghiburan, untuk membebat mereka
ini memiliki susunan acara pembukaan Yubelium dengan kerahiman dan menyembuhkan mereka
Agung SPM 200 Tahun Kongregasi Para Suster SPM dengan kesetiakawanan dan kepedulian yang
dari Amersfoort yaitu, pengantar singkat dari suster perawatan yang seksama.” Kata Romo Lukas
Maria Angelita SPM, saat misa kudus.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 21
Tahun ini merupakan pengalaman pertama Yubelium
Agung dilaksanakan secara live Streaming karena
adanya pandemi virus corona, dengan itu adanya
kendala dalam melakukan persiapan Yubelium
Agung yaitu, ruang lingkup untuk proses latihan dari
mulai latihan para petugas liturgis sampai dengan
latihan untuk petugas acara (MC dan hiburan),
proses persiapan yang matang terkait dengan
perlengkapan untuk video shooting hingga
memastikan jaringan internet yang stabil, karena
kegiatan ini tidak hanya dirayakan bagi warga
sekolah Mater Dei Pamulang namun juga sekolah
Prosa, Proling, dan Para Suster SPM
Indonesia.Kendala jaringan internet sempat terjadi
sehingga membuat Live streaming menjadi telat
beberapa menit namun hal tersebut masih bisa
teratasi.
“Gereja dipanggil untuk
menyembuhkan luka-luka”
— Pastor Lukas SCJ
Yang terlibat dalam perayaan pembukaan Yubelium
Agung tahun ini adalah Para Suster SPM dan PDP,
romo, dan sekolah-sekolah yang menjadi petugas
penyelenggara. Petugas penyelenggara perayaan
pembukaan Yubelium Agung yang diadakan di aula
SMP Mater Dei di Pamulang adalah para guru
perwakilan dan para kepala sekolah dari beberapa
Unit Sekolah, yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. Beberapa
menjadi petugas paduan suara, lektris, MC, team IT,
team sound system, pembawa bendera perwakilan
negara-negara, dan lain-lainnya.
Menurut siswa-siswi perayaan Yubelium Agung
sangat mengesankan karena kita semua bisa terlibat
dalam misa Yubelium Agung.Siswa-siswi bisa belajar
banyak soal sejarah SPM terutama yang ada di
Indonesia. Bisa merasa lebih dekat dengan Tuhan
saat mengikuti misa Yubelium Agung tersebut. Kita
diingatkan untuk kembali bersyukur atas segala
pencaipan dalam hidup kita.Perayaan Yubelium
Agung juga bisa membuat kita belajar untuk
bersyukur atas segala karya agung Allah, yang telah
menyertai perjalanan Kongregasi SPM selama 200
tahun berkarya di dunia dalam membina dan
mendidik para generasi muda, terlebih memberikan
perhatian bagi mereka yang miskin dan terlantar.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 22
PERINGATAN LIPUTAN
HUT RI KE 76 cerdas cermat, lomba puisi, game online dan
gartic.io. Lomba MD creator masing-masing kelas
OLEH: ABIGAIL 8A diwakili 2 orang. Lomba batik design diwakili oleh
2 orang. Lomba ecoprint diwakili oleh 2 orang.
Pada 17 Agustus 2021, sekolah Mater Dei Lomba kreasi telur Merdeka diwakili 2 orang.
Pamulang ikut melaksanakan upacara Lomba cover lagu dibuat dalam tim, masing-
untuk memperingati Hari Kemerdekaan masing kelas membuat satu tim. Lomba
Indonesia.Upacara berlangsung di cosplay/make up diwakili oleh 2 orang. Lomba
Lapangan Sekolah tetapi hanya dihadiri cerdas cermat diwakili oleh 2 orang. Lomba puisi
orang beberapa orang yang bertugas diwakili oleh 1 orang saja. Game yang digunakan
untuk upacara. Kegiatan ini tidak hanya dalam lomba game online adalah mobile Legends
dilaksanakan untuk siswa-siswi SMP saja setiap kelas membuat satu tim yang terdiri dari 5
tetapi juga dari TK, SD, SMA, dan warga orang. Lomba Gartic.io diwakili oleh 2 orang.
sekolah. Kegiatan lomba ini tidak diadakan secara
Upacara kali ini berbeda dengan upacara langsung tetapi menunggu sampai semua peserta
tahun-tahun yang lalu, tahun ini siswa lengkap untuk mengisi lomba tersebut
melaksanakan upacara di rumah masing-
masing dengan cara menyaksikan siaran
langsung dari SMPK Mater Dei. Wali kelas
akan membagikan link YouTube dan link
Zoom kepada para murid agar bisa
menyaksikan. Petugas upacara tetap
menaati protokol Kesehatan, hal tersebut
terbukti dan terlihat jelas pada siaran
langsung bahwa mereka semua yang hadir
memakai masker. Upacara berlangsung
selama 1 jam. Setelah semua kegiatan
upacara selesai, semua siswa melanjutkan
kegiatannya kembali sesuai arahan.
Untuk merayakan hari ulang tahun
kemerdekaan Indonesia yang ke-76, OSIS
mengadakan lomba dan meminta para
siswa untuk ikut berpartisipasi dalam
lomba ini. Ada beberapa lomba yang
diadakan OSIS yaitu MD creator, batik
design, ecoprint, kreasi telur merdeka,
cover lagu, lomba cosplay/ make up,
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 23
Setelah semua peserta lengkap
maka peserta diminta untuk
masuk ke dalam grup untuk
mendapatkan informasi lebih
lanjut. Peserta lomba diberi
waktu untuk mempersiapkan
semuanya dan setelah dikirim,
beberapa lomba meminta
pesertanya untuk memosting
hasil lomba itu di Instagram
masing-masing peserta.
Beberapa hari setelah juri
menilai hasil lomba tersebut,
maka diumumkanlah
pemenang-pemenang lomba.
Pengumuman pemenang
sampaikan OSIS melalui
YouTube.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 24
LIPUTAN
Peringatan Hari Pramuka di
SMPK Mater Dei Pamulang
Awan debu tertiup dari lintasan, hanya Tidak hanya upacara peringatan
terlihat hamparan batu di lereng tandus hari Pramuka, lomba yel-yel antar
sekitar kami. regu juga turut memeriahkan hari
Pramuka saat itu. Pendaftaran
Dalam rangka memperingati Hari bagi siswa-siswi SMP Mater Dei dibuka secara daring pada hari
Pramuka pada tanggal 14 Agustus Pamulang. Beliau berharap, kita Senin, 9 Agustus 2021 sampai
2021 yang lalu, SMP Mater Dei sebagai pelajar Pancasila bisa dengan Selasa, 17 Agustus 2021.
Pamulang mengadakan upacara. bersikap tangguh dalam Sementara itu, video dapat
Upacara dilaksanakan di aula menghadapi segala tantangan, dikumpulkan pada hari senin, 9
sekolah dengan Sr. Vincentine disiplin dalam bertindak, dan tidak Agustus 2021 dan paling lambat
sebagai pembina. Seluruh warga gentar dalam menghadapi setiap hari minggu, 31 Agustus 2021
sekolah baik guru maupun siswa, rintangan. Beliau juga berharap, melalui YouTube/IGTV.
diwajibkan mengikuti upacara dengan adanya pandemi corona ini
tersebut. kita bisa semakin menunjukkan Lomba ini tidak dipungut biaya
Pada amanatnya, Sr. Vincentine bentuk kepedulian kita terhadap (gratis). Untuk mengikuti lomba,
menyampaikan tentang harapannya sesama. Misalnya, memberikan tentunya harus mengikuti syarat
. bantuan sosial bagi pasien corona dan ketentuan yang berlaku.
Misalnya, peserta merupakan
anggota pramuka siaga dan
penggalang unit Sekolah Katolik
Mater Dei di Pamulang. Selain
syarat dan ketentuan yang berlaku,
ada pula tata tertib lomba yang
wajib diikuti. Salah satunya, peserta
wajib mengikuti (streaming)
upacara Hari Pramuka Nasional
yang dilaksanakan oleh Gugus
Depan secara mandiri.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 25
Lomba ini dinilai oleh 3 juri untuk masing-masing
pramuka tingkat siaga dan penggalang. Untuk
tingkat siaga, juri yang menilai yaitu; Kak Sr.
Brigitta, Kak Andri, dan Kak Renata. Sementara
untuk Pramuka Penggalang dinilai oleh Kak Tuty,
Kak Moerbadi, dan Kak Aris. Kriteria penilaiannya
adalah sebagai berikut:
1. Kesesuaian tema (Poin 25%) : Lirik/syair dan
gerakan/koreo sesuai dengan maksud dan
tujuan.
2. Kekompakan (Poin 25%) : Gerakan/koreo dan
semangat barung/regu.
3. Keseragaman (Poin 25%) : Kelancaran
menyanyikan lirik/syair dan memainkan alat
musik.
4. Kreatifitas (Poin 15%) : Atribut/kekhasan
barung atau regu,description/caption dan
penunjanglainnya.
5. Jumlah like (Poin 10%) : Jumlah like pada
YouTube/IGTV.
Kalah dan
Menang
Dalam sebuah perlombaan, menang atau kalah merupakan hal biasa. Pengumuman pemenang lomba yel-yel sendiri telah
diumumkan pada hari Kamis, 9 September 2021 yang lalu. “Sebagai ketua regu, tentunya saya sangat senang dan bangga
karena bisa mencapai hasil yang sesuai dengan usaha dan kerjasama antar anggota. Tetapi, di sisi lain saya juga tidak
menyangka regu saya bisa mendapatkan juara karena menurut saya sendiri terdapat regu lain yang persiapannya lebih
maksimal.” ujar Jelita, ketua regu Tulip yang merupakan peraih juara 1 lomba yel-yel tingkat pramuka penggalang putri.
Untuk bisa meraih juara 1, tentu saja memerlukan persiapan yang maksimal dan mengusahakan yang terbaik. Jelita
sendiri mengatakan bahwa persiapan regu Tulip cukup lama. Dimulai dari menyusun skrip yel-yel, membuat dan
mengumpulkan rekaman menyanyi dari masing-masing anggota, kemudian proses mengedit yang memerlukan waktu
lama untuk memperoleh hasil yang terbaik.
pemandangan luar
biasa ambarawa Berdasarkan perkataan Jelita, kita bisa menyimpulkan
bahwa regu Tulip dan regu maupun barung yang lain telah
“Ada sedikit kendala juga waktu melaksanakan amanat Sr. Vincentine pada upacara hari
mengedit karena keterbatasan pramuka sebelumnya, yaitu “kita sebagai pelajar Pancasila
memori, terakhir kami upload ke harus bisa bersikap tangguh dalam menghadapi segala
YouTube dan kirim tautan video tantangan, disiplin dalam bertindak, dan tidak gentar dalam
yel-yelnya dihari terakhir menghadapi setiap rintangan”. Walaupun sempat ada
pengumpulan yel-yel” katanya. kendala, regu Tulip tetap mengusahakan yang terbaik dalam
mengatasi kendala tersebut sampai akhirnya regu Tulip bisa
meraih juara 1 lomba yel-yel tingkat Pramuka Penggalang
Putri. Marilah kita sebagai Pelajar Pancasila, menjadikan hal
tersebut sebagai teladan kita. Salam Pramuka!
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 26
‘’Cara Asyik LIPUTAN
Membaca
Kitab Suci’’ #ALUMNI Perayaan
Ekaristi atau
BERBAGI3
Ibadat
mingguan juga
bisa digunakan
sebagai cara
untuk
mendalami
Kitab Suci
SMP Mater Dei Pamulang menyelenggarakan Novel Gunung Kelima merupakan contoh novel
acara Alumni Berbagi. Acara ini diselenggarkan yang disampaikan oleh Fr. Bagas, SJ. Pada novel
bekerja sama dengan alumni. Acara Alumni ini menceritakan seorang Nabi Elia, seorang nabi
berbagi di sekolah SMP Mater Dei Pamulang yang diajarkan oleh orang-tuanya untuk menolak
dilaksanakan pada tanggal 28 September 2021. panggilannya dari Tuhan. Dia terpaksa menuruti
Acara ini diselenggarakan secara online atau panggilannya ketika rajanya, Raja Ahab
secara virtual bersama seluruh warga SMP Mater. memperbolehkan istrinya, Ratu Jezebel untuk
Pada acara ini, alumni yang akan menjadi memaksakan rakyat Israel untuk menyembah salah
narasumber adalah Fr. Bagas, SJ. Beliau adalah satu dewa berhalanya. Setelah penderitaan dan di
salah satu seorang frater alumni SMP Mater Dei bawah ancaman kematian, Elia berhasil kabur dan
Pamulang. Acara alumni berbagi ini dimulai pukul diutus oleh Tuhan untuk mencari seorang janda
11.30-12.30 yang bertemakan Cara Asyik dari Akbar yang akan menerimanya walaupun
Membaca Kitab Suci. wanita janda itu sendiri kesusahan untuk mencari
makanan bagi anaknya.
Fr. Bagas, SJ menjelaskan cara asyik membaca Frater bagas juga menjelaskan bahwa Perayaan
Kitab Suci bisa dimulai dengan menggunakan Film Ekaristi atau Ibadat mingguan juga bisa digunakan
dan novel. The book of Eli adalah contoh film yang sebagai cara untuk mendalami Kitab Suci. Ekaristi
ditayangkan oleh Fr.Bagas, SJ. The book of Eli dalam Gereja Katolik adalah perayaan misa, liturgi
menceritakan sebuah perang dunia yang besar ekaristis. Istilah Ekaristi juga digunakan untuk
yang membuat manusia hampir punah. Dalam menyebut roti dan anggur, berdasarkan ajaran
perang tersebut ada seorang perempuan yaitu Eli Katolik,yaitu menjadi tubuh dan darah Yesus
yang masih selamat. Dalam cerita ini, Eli berusaha Kristus. Sakramen Ekaristi mengarahkan umat
untuk menyelamatkan satu-satunya Alkitab yang Katolik untuk melibatkan Tuhan dalam kehidupan
masih tersisa di Bumi. Eli merasa bahwa Alkitab sehari-hari.
salah satu kunci keselamatan dunia. Eli memulai Dengan adanya acara ini siswa-siswi SMP Mater
petualangannya ke arah Barat yaitu tempat yang Dei Pamulang merasa senang karena dapat
merupakan awal peradaban manusia, kembali menemukan cara baru untuk memahami isi kitab
dimulai dan ia membutuhkan waktu yang lama suci. Harapannya, dengan kegiatan ini anak tidak
untuk sampai ke sana. hanya memahami tetapi juga bisa menerapkan
atau mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 27
LIPUTAN
GENERASI HEBAT
untuk
Indonesia
Bermartabat
Pada masa modern ini, siswa-siswi pembicara, yaitu Kak Bimoseno Pratama Sebelum acara dimulai, Ibu Rini dan
Bapak Aris sebagai pembawa acara
dituntut untuk dapat berpikir produktif, Putra alumnus SMP Mater Dei Pamulang memberi kesempatan Ibu Anna untuk
memimpin doa agar acara webinar
kreatif dan inovatif agar tercapai dan Kak Albertus Gregory Tan Inisiator berjalan dengan lancar. Setelah berdoa,
Ibu Rini mempersilakan Sr. M. Vincentine
generasi yang hebat dan bermartabat. Pembangunan Gereja-Gereja di SPM untuk memberi kata sambutan.
Kemudian, acara webinar pun dimulai
Generasi hebat adalah generasi yang Indonesia. Dalam webinar ini terdapat 2 dari sesi yang pertama oleh Kak Albertus
Gregory Tan. Ia adalah Inisiator
berpendidikan dan berkarakter baik. sesi yang masing-masing pembicara Pembangunan Gereja-Gereja di
Indonesia dan pendiri Jalakasih.com dari
Dalam proses mendidik karakter siswa- akan membahas dan bercerita sesuai Yayasan Vinea Dei.
siswi, SMP Mater Dei mengadakan acara tema webinar ini. Acara webinar
webinar dengan tema "Generasi Hebat dilaksanakan melalui Zoom meeting pada
untuk Indonesia Bermartabat". Acara hari Jumat, 29 Oktober 2021, pukul
webinar ini dilaksanakan dalam rangka 09.00-11.00 WIB.
lustrum dan peringatan sumpah pemuda.
Acara webinar ini mengundang 2
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 28
Sebelum acara dimulai, Ibu Rini dan Bapak Aris 29
sebagai pembawa acara memberi kesempatan
Ibu Anna untuk memimpin doa agar acara webinar
berjalan dengan lancar. Setelah berdoa, Ibu Rini
mempersilakan Sr. M. Vincentine SPM untuk
memberi kata sambutan. Kemudian, acara
webinar pun dimulai dari sesi yang pertama oleh
Kak Albertus Gregory Tan. Ia adalah Inisiator
Pembangunan Gereja-Gereja di Indonesia dan
pendiri Jalakasih.com dari Yayasan Vinea Dei.
Yayasan tersebut merupakan inisiator
pembangunan gereja-gereja di Indonesia yang
sampai saat ini sudah mencapai 154 proyek.
Disamping itu Kak Albert juga seorang banker
yang bekerja di salah satu bank swasta di Jakarta.
Sebelum ia menyampaikan topiknya, Kak Albert
memperkenalkan dirinya. Nama lengkapnya
adalah Albertus Gregory Tan. Ia sekarang berusia
31 tahun. Kak Albert mengenyam pendidikan di SD
Santa Ursula, SMP Santa Theresia dan SMAN 68
Jakarta. Kak Albert menceritakan juga tentang
latar belakang keluarga beliau yang sebenarnya
tidak baik-baik saja karena ayah dan ibu berbeda
agama yang membuat Kak Albert tidak memiliki
banyak pendampingan iman yang kuat.
Kak Albertus Gregory Tan menjadi inisiator
gerakan peduli Gereja Katolik sejak tahun 2011.
Gerakan tersebut melakukan penggalangan dana
di media sosial dengan tujuan membangun
gereja-gereja di wilayah terpencil di Indonesia. Di
usianya yang masih muda saat itu tidak mudah
bagi Kak Albert mengawali gerakannya ini. Bahkan
ia pernah hampir putus asa. Tetapi, rencana Tuhan
tak ada yang mustahil. Di tengah keputusasaan itu
tiba-tiba ada sebuah pesan masuk melalui
Facebook. Pesan itu berasal dari seorang ibu di
Amerika Serikat dan pesannya bertuliskan "Apakah
yang kamu pasang itu benar? Jika memang benar,
saya ingin mengirimkan sedikit donasi saya untuk
kamu". Setelah membaca pesan tersebut Kak
Alber berpikir bahwa ketika orang memberi donasi
sumbangan melalui media sosial yang kita tidak
saling kenal,
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021
Kak Albert menyampaikan pesan bahwa
jangan pernah kecewa dengan rencana
Tuhan
maka kita tidak tahu apakah itu benar Selanjutnya, sesi kedua disampaikan oleh KELANA | HAL 2
atau tidak. Beliau hanya memberikan Kak Bimoseno Pratama Putra dari alumnus
sumbangan sebesar 1 Dollar yang SMP Mater Dei Pamulang. Pembahasan
menurutnya uang 1 dollar setara dengan yang disampaikan Kak Bimo tentang
uang Rp10.000. Lalu, mau buat apa “Menjaga Indonesia Sejak Dalam Pikiran”.
dengan uang Rp10.000? Apalah artinya Pada pembahasan yang pertama, Kak
Rp10.000 pada saat itu? Ternyata Kak Bimo mengutarakan pertanyaan “Mengapa
Albert tersadar bahwa dari sekian banyak Indonesia perlu dijaga?”
orang yang tidak percaya dengan
postingan yang ia unggah ke Facebook, Dari pertanyaan tersebut, Kak Bimo
hanya beliau yang mulai menaruh mengawalinya dengan bahasan pulau
kepercayaan kepada saya walaupun Sulawesi. Karena pulau Sulawesi memiliki
hanya memberikan uang 1 Dollar. 1 Dollar kira-kira 120 lebih bahasa. Setelah itu Kak
tersebut mengubah rencana yang hampir Bimo pun tertarik untuk mencari ada
digagalkan manusia. Tuhan mempunyai berapa bahasa di seluruh Indonesia.
rencana lewat Kak Albert dengan Ternyata ada lebih dari 800 bahasa.
mengirimkan uang 1 Dollar untuk Kedua, Kak Bimo menunjukkan ilustrasi
membangun banyak rumah Tuhan di dunia. tentang suku yang ada di Indonesia.
Lewat platform jala kasih tesebut, sudah Terdapat bahwa Indonesia memiliki 1.340
banyak pembangunan gereja-gereja. suku. Ketiga, Kak Bimo juga mengamati
Gerakan yang ia inisiasi ini pun semakin bahwa terdapat 272.229.372 jiwa
massif dan telah menjadi sebuah yayasan penduduk di Indonesia. Ia lalu memberikan
yang bernama Yayasan Vinea Dei. Tidak ilustrasi bagaimana jika ada 4 orang
hanya itu, kak Albert dan timnya tidak lagi menimbulkan potensi konflik sebanyak 12
terbatas pada pembangunan gereja, kini arah. Bayangkan saja jika terdapat
mereka berfokus pada pendidikan anak- 272.229.372 jiwa penduduk di Indonesia
anak Katolik yang ada di pelosok yang melakukan konflik. Kaitannya dengan
Indonesia. hal itu, Kak Bimo lalu membahas dampak
dari konflik jika tidak dijaga. Contohnya
perang agama katolik dan protestan, ribut
antara suku satu dengan yang lain,
kelompok teror, dan pembunuhan atas
nama agama-agama. Awal konflik terjadi
karena kita tidak mau hidup rukun dan
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 30
bertoleransi. Melalui sesi kak Bimo ini, kita
diajarkan untuk hidup menghargai dan
menghormati semua perbedaan atau
keberagaman di Indonesia dengan cara hidup
bertoleransi supaya kita bisa hidup rukun.
https://www.independent.co.uk/ Dalam webinar kali ini siswa siswi SMP Mater Dei
https://news.okezone.com/ memperloleh banyak wawasan dan ilmu dari dua
pembicara yang sangat menginspirasi dan
memotivasi kita untuk kedepannya. Setelah 2
pembicara sudah menyampaikan topiknya
masing-masing, berakhirlah sudah acara webinar
ini, Namun, sebelum menutup webinar ini Ibu Rini
memberikan kesempatan untuk Pak Santo untuk
memberikan kesan dan pesan. Pak Santo
menyampaikan pesan bahwa penyertaan Tuhan
tidak ada yang mustahil dan Ia selalu
memberikan yang terbaik bagi masing-masing
dari kita. Selain itu beliau berpesan juga bahwa
sebagai generasi muda kita harus menjaga
negara Indonesia yang memiliki keberagaman
yang bermacam-macam. Selalu berpegang
teguh pada pendirian serta pantang menyerah
untuk masa depan. Sebagai penutupan dari
acara webinar kali ini, ditutup dengan doa
penutup yang dipimpin Ketua OSIS oleh Kak
Andra.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 31
LIPUTAN
Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 SMPK Mater Dei
ditulis oleh Valensia Phan 8A & Anna Gratia Puella Mea Setyaputri 7A
Pada tanggal 28 Oktober 2021 masyarakat Sebelum mengikuti upacara, peserta didik
Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda ke- mengikuti pembelajaran secara online.
93. Hari sumpah pemuda kali ini mengambil
tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”. Tema ini Upacara Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya
bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen diikuti oleh peserta didik dari SMP saja,
yang sudah dibangun oleh para pemuda sejak melainkan peserta didik dari TK, dan SMA
tahun 1928. Saat memperingati hari sumpah mater Dei. Upacara kali ini menarik perhatian
pemuda masyarakat Indonesia mengadakan karena guru-guru menggunakan pakaian
upacara bersama, begitu juga dengan SMPK daerah. Ada yang menggunakan pakaian
Mater Dei, Pamulang. daerah dari Jawa, Bali, Sulawesi, Irian, dan
Petugas upacara dan guru-guru sudah siap di sebagainya. Upacara berlangsung secara
sekolah, dengan tetap memerhatikan protokol hikmat. Upacara dipimpin oleh Dra. Lucia Tuti
kesehatan. Sedangkan peserta didik mengikuti H. M.pd.
upacara melalui zoom karena pandemi covid-19
masih melanda negeri ini. Upacara Tidak lupa saat upacara, petugas
diselenggarakan di lapangan SMPK Mater Dei membacakan teks Sumpah Pemuda dan
pada pkl 08.00. menyanyikan lagu wajib nasional.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 32
Upacara ditutup dengan doa penutup sebelum
akhirnya pemimpin upacara membubarkan
barisan. Upacara selesai kurang lebih pkl 09.00
WIB. Setelah upacara selesai, peserta didik
diberi waktu untuk beristirahat sebelum
akhirnya melanjutkan pembelajaran. Upacara
memperingati hari sumpah pemuda kali ini,
tidak terlalu meriah dikarenakan pandemi
covid-19 yang masih belum selesai, namun
penuh dengan makna.
Walaupun upacara diselenggarakan secara
online, semangat peserta didik untuk
mengikuti upacara ini tidak luntur. Banyak
yang membuka kameranya saat zoom dan ikut
bernyanyi walau tidak membuka mikrofon.
Begitu juga dengan petugas dan guru-guru
yang berada di lapangan tetap semangat
mengikuti upacara. Matahari yang terik tidak
menghambat petugas dan guru-guru untuk
tetap berada di lapangan.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 33
LIPUTAN
WORLD
CLEANUP
DAY
Oleh Neisha Aurelia 8B/21
Lingkungan merupakan hal turut berkontribusi di sekolah.
penting bagi kehidupan. Tidak Aksi bersih-bersih ini menjadi
hanya lingkungan sekolah, tanda bahwa warga sekolah
tetapi lingkungan tempat SMPK Mater Dei juga ikut
tinggal, kantor, dan lain-lain memperingatinya. Tidak
perlu kita jaga kebersihannya. hanya di hari bersih-bersih
Dengan begitu sejak tahun saja kami melakukan aksi
2018, terdapat Hari Bersih- bersih-bersih ini namun kami
Bersih Sedunia atau biasanya seluruh siswa/siswi diajak
disebut juga sebagai World suster, bapak dan ibu guru
Cleanup Day. World Cleanup untuk selalu tetap menjaga
Day diperingati setiap tanggal kebersihan dimanapun dan
19 September. Hari bersih- kapanpun itu. Aksi bersih-
bersih sedunia merupakan bersih dilakukan siswa/siswi
hari membersihkan sampah, di rumah masing-masing,
namun tidak hanya karena saat ini masih dalam
membersihkan tetapi juga masa pandemi. Masa pandemi
mengurangi sampah. Hari memang sangat
bersih-bersih ini memiliki membosankan dan membuat
manfaat dan tujuan tersendiri kami sedih, tetapi kami masih
yaitu untuk meningkatkan bisa merasa senang terlebih
kesadaran akan kebersihan adanya kegiatan bersih-bersih
bumi dari limbah/sampah ini dalam memperingati World
yang tidak dikelola dengan Cleanup Day kami bisa belajar
baik, serta mengajak dan dan mewujudkan sikap peduli
melibatkan seluruh dan bertanggung jawab
masyarakat untuk turut terhadap kebersihan
berkontribusi dalam lingkungan sekitar. Sebelum
permasalahan limbah. kami melaksanakan aksi
Cara untuk berkontribusi bersih-bersih kami masing-
dalam memperingati hari masing, diadakan juga
bersih-bersih sedunia ini pertemuan daring melalui
sekolah SMPK Mater Dei zoom untuk membahas dan
Pamulang memperingati mempelajari arti hari bersih-
dengan melakukan aksi bersih sedunia. Pertemuan
bersih-bersih di rumah zoom ini terdapat pembicara
masing-masing dan para yaitu Ms. Chia dan Ms. Ardiati.
ibu/bapak ibu guru serta
warga sekolah lainnya
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 34
dalam memperingati hari bersih- Kelas 8AB membersihkan kamar sedang melakukan kegiatan bersih-bersih
bersih ini membahas tentang apa tidur masing-masing, Kelas 8CD 20%, dan struktur rekaman & editing narasi
yang dilakukan para pendiri world membersihkan dapur, Kelas 8EF pembuka: perkenalan, tujuan (kampanye
cleanup day dan anggota- membersihkan kamar mandi, Kelas kebersihan), proses bersih-bersih dan narasi
anggotanya yang tersebar di 9ABC membersihkan ruang makan, penutup 25%. Aksi dilaksanakan pada hari
seluruh dunia. Indonesia dan terakhir Kelas 9DE Sabtu-Senin tanggal 25-27 September
merupakan negara anggota world membersihkan ruang 2021. Penilaian video dilaksanakan pada
cleanup dayterbanyak di dunia. Hal- keluarga/ruang tamu. Kegiatan hari Sabtu, 2 Oktober 2021.
hal kecil telah dilakukan orang- bersih-bersih ini divideokan. Tidak
orang yang termasuk dalam hanya divideokan, namun juga Nah, itulah kegiatan aksi bersih-bersih
anggota world cleanup day utk sebagai penilaian dalam ekskul sekolah SMPK Mater Dei dalam
semakin peduli pada alam pramuka untuk kelas 7 dan 8, dan memperingati World Cleanup Day. Dalam
indonesia. Selain itu juga kami untuk kelas 9 sebagai penilaian kegiatan ini mendapat pelajaran untuk
sebagai generasi muda diajak untuk sikap. Ketentuan dalam video yaitu selalu menjaga kebersihan lingkungan agar
ikut serta menjaga kelestarian alam kegiatan bersih-bersih direkam lingkungan menjadi bersih dan sehat selain
yang ada di negeri kita. dengan durasi minimal 5 menit itu agar dapat menggunakan fasilitas
Peserta didik mengenakan seragam kebersihan dengan baik. Saya berharap
Aksi bersih-bersih untuk seluruh Pramuka lengkap dengan dasi. Aksi kampanye aksi bersih-bersih ini tidak hanya
siswa/siswi juga terdapat bagiannya bersih-bersih ini divideokan maka saat memperingati World Cleanup Day saja,
masing-masing. Kegiatan ini dibagi tentu saja ada penilaiannya yaitu tetapi juga setiap saat.
bagiannya oleh bapak ibu guru. kesesuaian lokasi yang dibersihkan
Berikut adalah pembagian tempat 15%, cara kerja yang baik dan benar
untuk melakukan kegiatan bersih- penggunaan dan pemilihan alat
bersih di rumah masing-masing. kebersihan 40%, kesesuaian proses
Kelas 7ABC membersihkan rekaman video menunjukkan
halaman depan/teras rumah, Kelas dengan jelas bahwa peserta didik
7DE membersihkan ruang tamu,
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 35
U N I T E D L I K E LIPUTAN
THE ANTS
LUSTRUM VII SMP MATER DEI PAMULANG
Oleh: Anna Gratia Puella Mea Setyaputri 7A
Tak terasa Lustrum Mater Dei sudah 7 tahun. Tanggal 15 November 2021 adalah puncak
Untuk mengapresiasi hal tersebut, Mater Dei kegiatan lustrum tahun ini. Sebelum memulai
membuat acara lustrum. Lustrum kali ini kegiatan lustrum, suster, guru, dan murid
memiliki tema “United Like The Ants”. Untuk melakukan misa, misa bertempatan di aula SMP
memeriahkan acara lustrum, Mater Dei Mater Dei. Karena masih ada pandemi covid-
mengundang sekolah-sekolah lain untuk 19, maka murid-murid kelas 7-9 yang tidak
berpartisipasi. Ada beberapa lomba yang bertugas mengisi acara, misa di rumah lewat
dikeluarkan oleh Mater Dei seperti lomba aplikasi zoom. Misa berjalan dari pkl 10.30-
membaca puisi, dance, mobile legends, dan 12.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan lustrum.
poster untuk tingkat SMP dan song cover,
storytelling, mobile legends, dan eco print
untuk tingkat SD
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 36
Kegiatan lustrum kali ini dipandu oleh Mr. Erda ADORABLE
dan Bu Siwi. Lalu ada sambutan dari Mrs. Chia
dan Suster. Setelah sambutan berakhir
dilanjutkan dengan persembahan tari
traditional dan band SMP Mater Dei kelas 7-9
dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Lagu yang
dibawakan oleh ekskul band ini sangat indah,
apalagi dengan suara mereka yang merdu
ditambah arasement keyboard, drum, dan gitar
elektrik.Dilanjut dengan penampilan Nadine
dari kelas 8E. Belum selesai sampai disitu, juga
ada penampilan dari ekskul dance, lagu dance
yang dibawa tidak hanya satu melainkan
perpaduan dari beberapa lagu dance.
Setelah kegiatan pembuka, dilanjutkan dengan
pembacaan kategori guru innovatif kreatif,
guru favorite putra/putri, dan the most CIR
(care, innovatif, dan respect) student.
NIMBLE Untuk kategori guru innovatif kreatif
dimenangkan oleh Ibu Rini Hartawati, S. Pd.
Sebagai guru innovatif respect kelas 7, Bpk.
Oscar Adi Kuncoro, S. Pd. Sebagai guru
innovatif kelas 8, dan Ibu Catarina Nur
Retmawati, S. Pd. Sebagai guru innovatif kelas
9. Untuk kategori guru favorite putra/putri
adalah Bpk. Susanto, S. Kom dan Ibu M. S.
Susantiningsih, S. Pd. Untuk the CIR student,
setiap angkatan memiliki 3 pemenang
Untuk penutup ditutup dengan penampilan
Nadine dari kelas 8E dan band SMP Mater Dei.
Walaupun acara lustrum tahun ini hanya
memalui zoom, namun murid-murid yang
berapa di dalam ruang zoom tetap respect
kepada sesame dengan cara mengaktifkan
kamera. Semangat para murid dan guru juga
terlihat dengan jelas apalagi ada penampilan-
penampilan yang keren.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 37
TALENTED
SPIRITED
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 38
CERPEN
HAL BARU DAN lalu berkata "Huufftt, Maa.. Loh mama kok? Mama
PERJUANGAN ngapain? Kita mau ke mana sih ma, kok ngebut-
BERSAMA ngebut".
"Caitlyn, mama gak suka ya kamu ga cerita-cerita
Berita di televisi kini hanya sama mama kalo kamu lagi kena covid," jawab Keyla
menginfokan mengenai pertambahan yang masih sibuk menyetir.
kasus covid-19. Rasanya kehidupan ini
hanya menceritakan covid saja. Dari Sesampainya di rumah sakit, seperti biasa tidak
Wuhan bisa jadi keseluruh dunia, siapa lupa dengan masker, selalu mengecek suhu, dan
sangka hal itu bisa terjadi? Kini sudah mencuci tangan. Cepat-cepat Keyla membawa
seratus ribu jiwa kasus corona yang Caitlyn ke Ruang IGD.
melanda di Indonesia. Semua berubah
mulai dari pendidikan, perekonomian, "Caitlyn ayo cepet , mama ga mau kondisimu
pekerjaan, masalah keluarga yang terus semakin parah ya," kata Keyla.
berputar seperti roda. Rasanya tidak ada "Udah deh ma, jangan panik, Caitlyn akan baik-baik
yang spesial seperti tahun-tahun yang aja kok," jawab Caitlyn sambil mempercepat
lalu. jalannya. Keyla segera menyuruh para perawat
mengecek dan segera isolasikan Caitlyn dan
Malam hari pun tiba dengan ditemani memberikan perawatan yang terbaik.
bintang yang cemerlang menyinari "Mas-mas, segera bawa anak saya ke ruang IGD ya,
kegelapan malam ini. Malam ini menjadi saya tunggu di administrasi", langsung dianggukkan
kebiasaan atau rutinitas seorang gadis perawat yang lengkap menggunakan APD.
untuk selalu membuat diary di setiap
harinya. Gadis itu berumur 15 tahun "Ya Tuhan, berilah yang terbaik untukku, aku ga
yang bernama Caitlyn, sedang duduk di mau sampai orang terdekat terutama mama sampai
meja belajarnya menulis diary lalu ikut kena covid juga.
tertidur di meja belajarnya. “Aku bodoh, aku bodoh, " ucap Caitlyn dalam hati.
Keyla, ibu Caitlyn membuka pintu kamar
buah hatinya dan mulai melangkah Berhari-hari Caitlyn di rumah sakit. Tidak
mendekati Caitlyn. Keyla pun melihat terasa sudah 2 minggu diisolasi dan itu
ada buku diary yang ditulis Caitlyn. membosankan sekali.
Seketika mata sang ibu terbuka lebar
dan air mata mulai terjatuh. Caitlyn "Bosen banget lihat tembok putih terus," kata
terkena virus covid. "Astaga nak… Caitlyn, “tidak ada yang menemani juga.” Keyla
kenapa kamu ga pernah bercerita?
Kenapa Nak.." kata sang ibu dengan singel perent dengan hidup hanya dengan putri
isakan tangis yang terdengar pelan agar tunggalnya.
Caitlyn tidak terbangun. Sesegera
mungkin Keyla membawa Caitlyn ke Keesokan harinya Caitlyn diajak oleh para perawat
dalam mobil dan segera melaju ke rumah lengkap dengan APD dan dengan pasien yang
sakit. Dalam perjalanan Keyla begitu terkena covid untuk berolahraga bersama sekitar
panik hingga ia hampir menabrak motor pukul 09.00. Bersama-sama mereka berolahraga
di depannya, sehingga membuat Caitlyn senam dan olahraga lain. Caitlyn pun bertemu
terbangun. Caitlyn pun mulai membuka sahabatnya yang ternyata juga terkena covid di
mata dan meregangkan badannya, sana.
"Eh Loli? Kok lo disini juga? Aaa kangen banget
kita udah beda sekolah sih.." kata Caitlyn.
"Eh astaga Caitt, kok lu ga cerita-cerita lu kena
juga.” Mereka pun saling berbincang hingga acara
kebersamaan para pasien covid telah selesai.
Malam pun tiba sekitar pukul 20.00, Caitlyn terjaga
dari tidurnya. Pukul 23.00 terbangun lalu mulai
mengechat Loli untuk bertemu dan bermain
bersama.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 39
"Eh bang, sini yuk ke kamar gw. Bosen
banget nih gw" kata Caitlyn di chat room.
"Mang boleh apa? Ntr perawat pada laporin
trs kondisi kita jadi parah loh, udah lah Cait
jangan gitu istirahat aja yaa, biar kita cepet
sembuh.. okaay?" kata Loli.
Caitlyn pun hanya menjawab "Ok" dengan
wajahnya yang terlihat malas. Akhirnya
Caitlyn mencoba keluar kamar dan
berkeliling di sekitaran taman di rumah
sakit. Terlihat seorang perawat yang setelah
membawa pasien covid yang dibawa dari
ambulance pada malam itu. Para perawat
yang menggunakan APD itu terlihat lelah,
apa kabar dengan kerja keras dan usaha
mereka demi negaranya kembali normal.
"Terharu juga lihat mereka deh.. Sumpah
kesel banget gw ngeremehin virus ini, malah
semakin banyak aja yang ngumpul, padahal
para tenaga medis udah berusaha". Ucap
Caitlyn sambil melihat di sekitarnya dan tak
lupa setiap keluar selalu menggunakan
masker.
Selama beberapa hari di rumah sakit, ia
mendapat banyak hal seperti perjuangan
para tenaga medis, perjuangan diri sendiri
agar sembuh dari covid, kejujuran, arti
persahabatan, dan rasa perhatian. Caitlyn
belajar banyak tidak hanya dari diri sendiri
saja melainkan juga dari orang lain yang juga
peduli dengan kesehatan dan kebahagiaan
Caitlyn. Semoga cerita ini dapat
menginspirasi banyak orang dan mengajak
orang-orang bersama-sama mengikuti
protokol untuk menjaga diri sendiri dan
orang terdekat.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 40
PUISI
CORONA, APA MAUMU ?
OLEH : REGINA
Raga melemah
Hati melemah
Dunia berubah karena kehadiranmu
Dimana-mana kabarmu sudah tersohor
Kehadiranmu sungguh meresahkan
Kau membuat orang menderita
Tetapi, kau membawa pelajaran yang sangat
berharga
Kau mengajarkan bahwa hidup ini hanya sementara
Kau mendekatkan kami dengan yang Sang Kuasa
Kau mengajarkan kami pentingnya arti kebersamaan
Kehadiranmu sungguh mengubah cara pandang kami
Kehadiranmu mengajarkan kami untuk selalu
bersyukur
Oh, Corona
Semua orang sedang berusaha untuk melawanmu
Semua orang berharap untuk kau segera pergi
Sudah cukup kehadiranmu di dunia ini
Sudah cukup untuk semua keluh kesah ini
Kembalikanlah canda tawa kami kembali
Kembalikanlah orang-orang yang kami sayangi
Walaupun, kutahu itu tidak akan terjadi
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 41
RESENSI BUKU
Judul Buku : Ancika : Dia Yang Bersamaku Tahun 1995
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tebal : 340 halaman
Ukuran : 14 x 20,5 cm
Tahun Terbit : 2021
Harga Buku : Rp 83.000,00
ISBN : 978-602-6716-89-7
"Eh bang, sini yuk ke kamar gw. Bosen banget nih gw" kata Caitlyn di chat
room. "Mang boleh apa? Ntr perawat pada laporin trs kondisi kita jadi parah
loh, udah lah Cait jangan gitu istirahat aja yaa, biar kita cepet sembuh.. okaay?"
kata Loli.
Caitlyn pun hanya menjawab "Ok" dengan wajahnya yang terlihat malas.
Akhirnya Caitlyn mencoba keluar kamar dan berkeliling di sekitaran taman di
rumah sakit. Terlihat seorang perawat yang setelah membawa pasien covid
yang dibawa dari ambulance pada malam itu. Para perawat yang menggunakan
APD itu terlihat lelah, apa kabar dengan kerja keras dan usaha mereka demi
negaranya kembali normal.
"Terharu juga lihat mereka deh.. Sumpah kesel banget gw ngeremehin virus ini,
malah semakin banyak aja yang ngumpul, padahal para tenaga medis udah
berusaha". Ucap Caitlyn sambil melihat di sekitarnya dan tak lupa setiap keluar
selalu menggunakan masker.
Selama beberapa hari di rumah sakit, ia mendapat banyak hal seperti
perjuangan para tenaga medis, perjuangan diri sendiri agar sembuh dari covid,
kejujuran, arti persahabatan, dan rasa perhatian. Caitlyn belajar banyak tidak
hanya dari diri sendiri saja melainkan juga dari orang lain yang juga peduli
dengan kesehatan dan kebahagiaan Caitlyn. Semoga cerita ini dapat
menginspirasi banyak orang dan mengajak orang-orang bersama-sama
mengikuti protokol untuk menjaga diri sendiri dan orang terdekat.
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 42
POJOK KRITIK
Pandemi COVID-19 mengajarkan kita untuk disiplin.
Sebagai warga Negara Indonesia kita melaksanakan
5M yaitu memakai masker jika pergi ke luar rumah,
menjaga jarak satu sama yang lain, mencuci tangan,
menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Namun, masih banyak warga Indonesia tidak disiplin
terhadap 5M tersebut. Kita sebagai siswa siswi SMP
Mater Dei Pamulang harus disiplin dong. Tetap ikuti
5M dan protokol kesehatan ya! Jangan malah
kumpul-kumpul dan keluar rumah terus tanpa
masker. Stay safe and stay healthy teman-teman.
Neisha Aurelia 8B/21
Kalau ada anime atau drama Korea episode terbaru
bahkan film terbaru di bioskop pun selalu
menontonnya tepat waktu dan tidak pernah
ketinggalan. Ya namanya juga sebuah hiburan, pasti
menarik dan asik untuk disaksikan. Tapi misalnya
ada PR atau tugas-tugas yang diberikan oleh guru
kok tidak pernah mengumpulkannya tepat waktu?
Apakah pantas disebut anak yang care, innovative,
dan respect?
Anna Gratia Puella Mea Setyaputri 7A/02
Di saat situasi pandemi ini, pasti merasakan
namanya bosan dan jenuh karena sepanjang hari
hanya berada di rumah. Jika pergi ke luar rumah
pasti masih merasa takut karena akan bertemu
banyak orang dan belum tahu apakah orang-orang
yang akan dijumpai sedang terjangkit covid atau
tidak. Tapi, kenapa harus pergi ke mal? Katanya sih
takut, kok malah happy-happy di mal? Tahu sih
kalau maskernya dipakai, tapi kok turun sampe
dagu? Apakah hidungnya pindah didagu?
Abigail 8A/01
BENTANG | EDISI 356- DESEMBER 2021 43
CERGAM
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 44
TERAMPIL
TEKA-TEKI DIJAMIN BIKIN EMOSI+NGAKAK
Oleh: Zweta Leona Talakua 7D-28
Artis-artis apa yang enak Negara-negara apa yang
diminum siang-siang? selalu siap sedia?
Ariana Greentea
Swedia payung sebelum
hujan
Pocong-pocong apa yang Apa bahasa mandarinnya
digemari mak-mak? kepleset?
Pocongan harga
Lhichin lhantainya
Apa bedanya sepatu Sabun-sabun apa yang
sama jengkol? bau?
Kalo sepatu disemir kalo Sabuntar-sabuntar kamu
jengkol disemur kentut
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 45
Artis-artis apa yang suka
menyiram?
Ed Sheeram
Belut apa yang paling Hewan-hewan apa yang
berbahaya? paling Panjang?
Belutang banyak tapi Ular ngantri sembako
ngga dibayar
Sayur-sayur apa yang
dingin?
Kembang cold
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 46
KIAT
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 47
MODE
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021 48
Coronavirus Is Not Fun ENGLISH
CORNER
By: 7E-21 Ranjes
49
From 2020 to 2021 the Coronavirus has not
finished yet. When there was a Coronavirus
in 2020, there was still a school activity but a
few months later it was reported that
someone had just returned from China and
that person was exposed to the Coronavirus.
Because of that, the school activity became
online. In 2020, school activity could not
face-to-face but it can still learn by using
"Zoom". Zoom is a video conferencing
service that allows you to virtually connect
with others while conducting live
discussions, and it also allows you to record
those sessions to watch later.
After a few months of online learning, the
students were bored. The reason is most of
the students feel that they cannot socialize
or communicate with others directly. It is not
fun, right? Furthermore, the protocol in 2020
still had not adhered to it. Moreover, news
spread that many Indonesians were affected
by the Coronavirus.
In 2021, there is also still the Coronavirus
but the government starts to carry out
vaccines. The people who get the vaccine are
the elderly, adults, and children aged 12-18
years. When the vaccination is still running,
the school activity is still online. After a few
months later, the government began to allow
school activities to meet face-to-face but not
fully. Some students attend face-to-face and
some are still online. When the government
began holding face-to-face meeting, the
students were happy because they were held
face-to-face. Besides, the number of people
affected by the Coronavirus began to
decrease. Follow the protocol, friends!
BENTANG | EDISI 35- DESEMBER 2021