The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pandemi telah berlalu, kini kita semua boleh sedikit lega karena pemerintah sudah mengubah status pandemi menjadi endemi. Kita semua tentu senang karena bisa beraktivitas secara normal kembali. Begitu halnya dengan semua aktivitas yang biasa terjadi di sekolah sudah kembali normal seperti sebelumnya. Bentang edisi 38 kali ini mengangkat tema Kreativitas Pasca Pandemi. Pemilihan tema ini terinspirasi oleh semangat para peserta didik yang kembali merasakan kegiatan belajar secara tatap muka. Aktivitas belajar mengajar menjadi serasa hidup kembali. Begitu halnya kegiatan-kegiatan rutin sekolah sudah kembali terlaksana. Kini saatnya kita semua menunjukkan kreativitas dan potensi sebagai putra-putri Mater Dei. Semangat itu ditunjukkan oleh para peserta didik dalam ragam kegiatan yang penuh semarak, diantaranya ada pergelaran musik oleh kelas IX, pentas seni, retret kelas VIII, pergantian pengurus OSIS dan juga kegiatan lain yang menunjukkan bahwa kita semua telah pulih dari pandemi. Kita semua juga bangga, setelah pandemi usai guru dan beberapa teman kita juga mendapatkan prestasi luar biasa dalam hal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dan juga salah satu guru kita lolos menjadi guru pengajar praktik guru penggerak. Ini semua patut kita syukuri karena kita semua mendapatkan buah-buah dari setiap kreativitas yang kita persembahkan untuk sekolah kita tercinta. Selamat menikmati sajian Bentang edisi 38 semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap kreatif setelah pandami berlalu. Redaktur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SMP Mater Dei, 2023-07-25 06:04:33

BENTANG EDISI 38

Pandemi telah berlalu, kini kita semua boleh sedikit lega karena pemerintah sudah mengubah status pandemi menjadi endemi. Kita semua tentu senang karena bisa beraktivitas secara normal kembali. Begitu halnya dengan semua aktivitas yang biasa terjadi di sekolah sudah kembali normal seperti sebelumnya. Bentang edisi 38 kali ini mengangkat tema Kreativitas Pasca Pandemi. Pemilihan tema ini terinspirasi oleh semangat para peserta didik yang kembali merasakan kegiatan belajar secara tatap muka. Aktivitas belajar mengajar menjadi serasa hidup kembali. Begitu halnya kegiatan-kegiatan rutin sekolah sudah kembali terlaksana. Kini saatnya kita semua menunjukkan kreativitas dan potensi sebagai putra-putri Mater Dei. Semangat itu ditunjukkan oleh para peserta didik dalam ragam kegiatan yang penuh semarak, diantaranya ada pergelaran musik oleh kelas IX, pentas seni, retret kelas VIII, pergantian pengurus OSIS dan juga kegiatan lain yang menunjukkan bahwa kita semua telah pulih dari pandemi. Kita semua juga bangga, setelah pandemi usai guru dan beberapa teman kita juga mendapatkan prestasi luar biasa dalam hal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dan juga salah satu guru kita lolos menjadi guru pengajar praktik guru penggerak. Ini semua patut kita syukuri karena kita semua mendapatkan buah-buah dari setiap kreativitas yang kita persembahkan untuk sekolah kita tercinta. Selamat menikmati sajian Bentang edisi 38 semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap kreatif setelah pandami berlalu. Redaktur

Keywords: MAJALAH BENTANG,MAJALAH SEKOLAH,SMP MATER DEI,MAJALAH SMP MATER DEI,SMP MATER DEI PAMULANG

MEDIA KREATIVITAS SMP MATER DEI Kreativitas manusia itu tanpa batas, tidak terpengaruh dengan situasi sulit yang dialami di dalam hidupnya. Kreativitas itu akan menghasilkan buah baik jika dilakukan dengan tekun dan setia. KREATIVITAS PASCA PANDEMI NO.38 JUNI 2023


DAFTAR ISI Editorial 01 Apa Kata Mereka 02 Cakrawala 05 Refleksi 09 Liputan Pemilihan Ketua OSIS 19 Generasi Milenial Cinta Budaya Global 21 LIPUTAN Berapa Hemoglobinmu? 13 Stop Press 14 Hore...Juara Satu Eco Green School 15 SMP Mater Dei Juara UKBI Kota Tangerang Selatan 17 Pergelaran Musik Pesona Negeriku 23 Retret Kelas VIII 24 Struktur OSIS Periode 2023/2024 26 Puisi 29 Cerpen 30 Resensi Buku 32 Kesehatan 33 Pojok Kritik 34 Komik 35 English Corner 37 Mode 38 Prestasi 39


Kreativitas Pasca Pandemi Pandemi telah berlalu. Kini, kita semua boleh sedikit lega karena pemerintah sudah mengubah status pandemi menjadi endemi. Kita semua tentu senang karena bisa beraktivitas secara normal kembali. Begitu halnya dengan semua aktivitas yang biasa terjadi di sekolah, semua sudah kembali normal seperti sebelumnya. Bentang edisi 38 kali ini mengangkat tema Kreativitas Pasca Pandemi. Pemilihan tema ini terinspirasi oleh semangat para peserta didik yang kembali merasakan kegiatan belajar secara tatap muka. Aktivitas belajar mengajar menjadi serasa hidup kembali. Kegiatankegiatan rutin sekolah pun sudah kembali terlaksana. Kini, saatnya kita semua menunjukkan kreativitas dan potensi sebagai putra-putri Mater Dei. Semangat itu ditunjukkan oleh para peserta didik dalam ragam kegiatan yang penuh semarak, di antaranya ada pergelaran musik oleh kelas IX, pentas seni, retret kelas VIII, pergantian pengurus OSIS dan juga kegiatan lain yang menunjukkan bahwa kita semua telah pulih dari pandemi. Kita semua juga bangga, setelah pandemi usai guru dan beberapa teman kita juga mendapatkan prestasi luar biasa dalam hal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dan salah satu guru kita juga terpilih menjadi guru pengajar praktik guru pengerak. Ini semua patut kita syukuri karena kita semua mendapatkan buah-buah dari setiap kreativitas yang kita persembahkan untuk sekolah kita tercinta. Selamat menikmati sajian Bentang edisi 38, semoga kita semua menemukan inspirasi untuk tetap kreatif setelah pandami berlalu. Selamat Membaca Salam, Redaktur E D I T O R I A L WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Diandra Sabitha Sachiko Widodo Anastasia Nindya Ayuati Christianto Jessica Penelope Kurniawan Evangelyn Wijaya Caecilia Vanya Putri Prasetyo Fabiana Dini, S.Pd Nanang Aris Kurniyawan, S.S PELINDUNG STAF REDAKSI Sr. M. Vincentine, SPM ILUSTRATOR Novidwifina Lay PEMBIMBING Y. Titik Lestariyati, S.Pd Rini Hartawati, S.Pd Fabiana Dini, S.Pd Nanang Aris Kurniyawan, S.S PEMIMPIN REDAKSI Anna Gratia Puella Mea Setyaputri Keyza Darmawan EDITOR Maria Claudia Dwi Ardesti Floramaria Angela Bimoputri LAYOUT DISTRIBUTOR Anastasia Nindya Ayuati Christianto Jessica Penelope Kurniawan Media Kreativitas SMP Mater Dei ALAMAT REDAKSI Jl. Raya Siliwangi, Pamulang Permai - Tangerang Selatan Redaksi menerima sumbangan tulisan atau artikel dengan mengirimkan melalui email [email protected] 1 No.38 Juni 2023


Apa Kata Mereka? dan mengembangkannya menjadi karakter yang baru. Berkreativitas saat liburan sangat seru dan menarik. Angelin Tan 7D Selama libur kenaikan kelas, saya memiliki banyak waktu luang dan saya memanfaatkannya untuk berkreativitas. Saya membuat miniatur gereja dengan bahan utama kardus bekas.Selain itu, saya juga berlatih menggambar karakter fiksi di buku dan juga karya digital. Saya mencari berbagai inspirasi karakter fiksi di media sosial APA KATA MEREKA Meskipun kegiatan itu dilaksanakan secara online, aku juga ikut terlibat dalam mencari cara kreatif agar peserta acara dapat merasa senang dan terhibur dengan pilihan-pilihan games yang telah disiapkan. Pandemi telah menjadi ruang untuk kesempatan-kesempatan belajar baru yang sangat bermanfaat pada masa-masa sekarang. Maurene Arela Cheryl 8D Pasca pandemi, saya menemukan hobi baru yaitu menggambar secara digital atau digital drawing. Aku mulai mengisi hari-hariku dengan hobi baru ini dan saya juga ikut magang di bidang content creator. Aku juga sempat ikut menjadi MC untuk acara yang diadakan oleh suatu komunitas. Kebiasaan ini membuat rasa bosan kami berkurang, karena posisi-posisi barang yang baru membuat sugesti seperti berada di rumah baru. Keyza Darmawan 9E Pada akhir masa pandemi, saya mengajak keluarga saya untuk mendekor kamar tidur dan ruang tamu. Hal kecil ini ternyata dapat menciptakan suasana kebersamaan. Dari hal sekecil ini juga, hampir setiap bulan, keluarga saya rutin mengganti sprei kasur, memindahkan posisi lemari, memindahkan posisi sofa, dan lain-lain. 2 No.38 Juni 2023


semua kelas seperti Menfess di Instagram kelas. Bertilla Laksita Indradewi 7C Kreativitas yang sudah saya lakukan di kelas 7C adalah membuat VT sekelas untuk kenang kenangan. Saya juga membuat lagu dan yel yel kreatif untuk kelompok P5. Selain itu, saya juga suka memberikan ide untuk membuat games atau cara penyampaian materi yang lebih mudah dan seru untuk kerja kelompok. Kegiatan lain yang bisa diikuti oleh saya menjadi lebih berani untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru. Claralisa 9E Karena pandemi sudah selesai, sekarang saya bisa lebih mudah dalam melakukan aktivitas. Saya memiliki kegiatan baru yang menyenangkan karena dapat bertemu temanteman lama dan mendapatkan teman baru. Pandemi membuat saya memiliki hobi baru yaitu bermain gitar. Dengan hobi baru itu, saya dapat mengisi waktu luang dan Jadi, jika kalian suka bermain HP, ayo kurangi dan kembangkan diri kita dengan cara membaca buku. Handika Purnawan Lie 7C Daripada nganggur bermain HP, atau sedang tidak ada kegiatan, sebaiknya kita membaca saja. Membaca bukan hanya untuk menimbah ilmu, tetapi juga meningkatkan IQ kita. Apa itu IQ? IQ adalah cara kerja pikiran yang mencakup banyak kemampuan. Membaca juga terbukti lebih baik daripada bermain HP. Kita juga harus tahu bahwa bermain HP membuat mata kita tidak sehat loh. cerita pengalaman saya, semoga dapat menginspirasi teman-teman semua. Jessica Natallia Bijae 8C Potensi yang dapat saya kembangkan pasca pandemi adalah memasak. Saya memasak yang simple-simple saja, tetapi rasanya tetap luar biasa. Berbagai menu dari sosial media sudah saya coba. Ada yang gagal dan ada yang berhasil, tetapi saya tidak lelah untuk mencoba. Tetap semangat untuk mendapatkan makanan yang nikmat. Inilah 3 No.38 Juni 2023


Saya pun mulai belajar mengenai kamera dan fotografi melalui YouTube. Saya belajar mengenai fotografi sedikit demi sedikit. Dimulai dariShutter speed, ISO, aperture, dan blurred background. Saya mencoba mempraktikkan hasil belajar saya melalui kegiatan OSIS. Saya merasa senang ketika ada banyak teman yang mengapresiasi hasil foto saya dan menggunakan foto tersebut sebagai foto profil mereka. Daya juga merasa bangga ketika sekolah menggunakan hasil dokumentasi saya sebagai media visualisasi untuk majalah bentang edisi 37. Fotografi juga mengajarkan saya untuk menjadi lebih percaya diri dan melatih imajinasi saya untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus. B. Dyandra Sampurno 9D Selama pandemi, saya sering merasa malas dalam melakukan banyak aktivitas. Dari mengerjakan tugas, belajar, makan, dll. Ketika mendengar berita bahwa PPKM akan mulai dilonggarkan, saya memutuskan untuk mencari hobi baru yang membuat saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Saya pun akhirnya berkonsultasi dengan teman saya, Kirana Sofianto dan Lionel Max. Mereka pun menyarankan saya untuk memasuki dunia fotografi. berarti, kebersamaan dalam melukis pun menjadi kenangan yang tak terlupakan. Perasaan yang 'terbebas' akan memengaruhi lukisan kita pula. Lukisan akan terlihat lebih hidup. Ini berbeda dengan melukis sendiri di rumah saja, dengan perasaan yang kurang lebih sama setiap hari nya. Jadi, melukis bersama akan membuat hasil lukisan kita memiliki 'feel' di dalamnya. Diandra Sabitha Sachiko Widodo, 8B Kreativitas yang dapat dilakukan setelah pandemi adalah melukis. Melukis adalah salah satu hobby yang menyenangkan bagi saya. Melukis bersama teman merupakan kegiatan menyenangkan karena kita dapat mendiskusikan lebih tentang tema, teknik, hingga makna yang ada di dalamnya. Selain isi dari lukisan yang semakin saya dengan mendekor secara lebih kreatif dan lebih rapi, karena bagi saya ruang belajar yang rapi dapat mendukung saya dalam belajar dan memajukan diri saya. Stephanie 9F Setelah pandemi, tentu saja banyak perubahan yang terjadi dalam diri saya. Saya ingin menjadi lebih kreatif agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Saya ingin mengisi kegiatan saya dengan hal-hal kreatif, seperti mengubah metode belajar saya agar lebih bisa menyesuaikan diri dengan sekolah offline. Saya juga mengubah ruang belajar 4 No.38 Juni 2023


Mendorong eksplorasi minat dan bakat: Setelah pandemi, penting untuk mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Sekolah dapat menyediakan waktu dan ruang untuk Peserta Didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat mereka, seperti seni, musik, teater, olahraga, atau teknologi. Menerapkan pembelajaran berbasis proyek: Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan Peserta Didik menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks nyata. Guru dapat merancang proyek-proyek kreatif yang memungkinkan peserta didik berkolaborasi, berinovasi, dan memecahkan masalah secara kreatif. Memanfaatkan teknologi sebagai alat kreatif: Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Guru dapat mengintegrasikan alat dan aplikasi digital yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi kreativitas mereka, seperti pembuatan video, desain grafis, pemrograman, atau pengembangan aplikasi. 3. Strategi untuk Mengembangkan Kreativitas Pasca Pandemi MENUJU KEUNGGULAN MENDORONG POTENSI PESERTA DIDIK Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada pendidikan, termasuk bagi peserta didik. Namun, di tengah tantangan ter-sebut, terdapat peluang untuk mengembangkan kreativitas peserta didik secara lebih maksimal. Artikel ini akan menjelaskan mengapa kreativitas penting dalam pengembangan peserta didik , tantangan yang dihadapi selama pandemi, serta strategi dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mendorong peserta didik mengembangkan kreativitas mereka pasca pandemi. 1. Mengapa Kreativitas Penting dalam Pengembangan Peserta Didik Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir kritis, menghasilkan ide baru, dan menemukan solusi inovatif. Bagi peserta didik , kreativitas sangat penting untuk pengembangan intelektual, sosial, dan emosional mereka. Dalam dunia yang terus berubah, peserta didik yang kreatif memiliki keunggulan dalam menghadapi tantangan, menemukan solusi yang unik, dan beradaptasi dengan cepat. 2.Tantangan yang Dihadapi Selama Pandemi Pandemi COVID-19 telah mengubah cara peserta didik belajar dan berinteraksi. Pembelajaran jarak jauh, pembatasan sosial, dan kurangnya interaksi fisik dengan teman sebaya telah menjadi tantangan bagi peserta didik dalam mengembangkan kreativitas mereka. Kurangnya akses ke sumber daya, lingkungan belajar yang tidak ideal, dan kelelahan akibat tuntutan pembelajaran online juga dapat menghambat pengembangan kreativitas peserta didik. CAKRAWALA Oleh: Ibu Y. Titik Lestariyati, S.Pd. 65 No.38 Juni 2023


Sekolah dapat mengadakan kompetisi desain, penulisan cerita, pertunjukan seni, atau pameran karya seni Peserta Didik. Meskipun pandemi COVID-19 telah memberikan tantangan yang signifikan bagi peserta didik , terdapat peluang yang dapat mendorong mereka untuk mengembangkan kreativitas secara lebih maksimal. Dengan mendorong eksplorasi minat dan bakat, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, memanfaatkan teknologi sebagai alat kreatif, serta melibatkan peserta didik dalam lokakarya, kolaborasi antarmata pelajaran, dan kompetisi kreatif, peserta didik dapat mengembangkan potensi kreatif mereka pasca pandemi. Hal ini tidak hanya akan memberikan keunggulan dalam perkembangan mereka sebagai individu, tetapi juga akan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan peluang dan tantangan Mengadakan lokakarya dan seminar kreatif: Sekolah dapat mengadakan lokakarya dan seminar yang melibatkan profesional, seniman, atau praktisi dalam berbagai bidang kreatif. Ini memberikan kesempatan Peserta Didik untuk belajar dari para ahli dan menginspirasi mereka untuk meng-eksplorasi bidang kreatif yang berbeda. Kolaborasi antar mata pelajaran: Guru dapat bekerja sama untuk mengintegrasikan aspek kreatif dalam kurikulum lintas mata pelajaran. Misalnya, Peserta Didik dapat menggabungkan seni dan ilmu pengetahuan untuk membuat karya ilmiah yang kreatif atau menggabungkan matematika dan musik untuk mempelajari pola. Mengadakan kompetisi dan pameran kreatif: Kompetisi dan pameran kreatif dapat menjadi motivasi bagi Peserta Didik untuk mengembangkan kreativitas mereka. 4. Langkah-langkah Konkret Pasca Pandemi 6 No.38 Juni 2023


7 No.37 Desember 2022 Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kita berinteraksi dan menjalin hubungan sosial. Namun, kreativitas dapat menjadi kunci untuk membangun jaringan sosial yang kuat pasca pandemi. Artikel ini akan menjelaskan mengapa memiliki banyak teman penting, tantangan yang dihadapi selama pandemi, serta strategi dan tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk memperluas jaringan sosial dengan kreativitas pasca pandemi. KREATIF MEMILIKI BANYAK TEMAN PASCA PANDEMI TIPS Oleh: Ibu Y. Titik Lestariyati, S.Pd. Mengapa Memiliki Banyak Teman Penting? Tantangan yang Dihadapi Selama Pandemi Mempunyai banyak teman memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita. Teman-teman memberikan dukungan sosial, meningkatkan kesejahteraan mental, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperluas jaringan karier. Selain itu, memiliki teman dari berbagai latar belakang dapat memperkaya pengalaman hidup kita dan memperluas wawasan kita tentang dunia. Selama pandemi, pembatasan sosial dan pembelajaran jarak jauh telah mengurangi kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya secara langsung. Aktivitas sosial terbatas, seperti pertemuan fisik dan acara sosial, telah menjadi tantangan dalam membangun jaringan sosial yang kuat. Banyak siswa merasa terisolasi dan kurangnya interaksi sosial secara langsung dapat memengaruhi kesejahteraan emosional mereka. Menggunakan teknologi untuk menjalin hubungan: Teknologi telah menjadi alat penting selama pandemi. Gunakan platform media sosial, aplikasi obrolan video, atau jejaring sosial online untuk tetap terhubung dengan teman-teman lama dan memperluas jaringan sosial dengan teman baru. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas online: Banyak kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas yang kini ada secara online. Bergabunglah dengan klub atau komunitas yang sesuai dengan minatmu, seperti klub sastra, klub musik, klub olahraga, atau kelompok Strategi untuk Membangun Jaringan Sosial dengan Kreativitas Pasca Pandemi 7 No.38 Juni 2023


Oleh: Ibu Y. Titik Lestariyati, S.Pd. Tindakan Konkret untuk Memperluas Jaringan Sosial Menghadiri acara sosial dan kegiatan lokal: Ikuti acara sosial dan kegiatan lokal yang diadakan di komunitasmu. Ini dapat termasuk pameran seni, pertunjukan musik, atau kegiatan sukarela. Ini akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orangorang baru secara langsung. Membangun koneksi di lingkungan sekolah: Manfaatkan kesempatan di lingkungan sekolah untuk memper-luas jaringan sosial. Ikuti klub, tim olahraga, atau proyek sekolah yang menarik minatmu. Hal ini akan membantu membangun hubungan dengan siswa lain yang memiliki minat yang sama. Terlibat dalam komunitas online: Ikuti forum diskusi online yang relevan dengan minatmu, seperti grup diskusi atau forum kreatif. Berkontribusilah dalam diskusi dan berbagi ide dengan anggota komunitas lainnya. Meskipun pandemi COVID-19 telah memberikan tantangan dalam membangun jaringan sosial yang kuat, kreativitas dapat membantu memperluas jaringan sosial kita pasca pandemi. Dengan menggunakan teknologi, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler online, mengorganisir acara sosial kreatif, dan mengambil inisiatif dalam berkomunikasi, kita dapat memperluas jaringan sosial kita dan membangun hubungan yang bermakna dengan orangorang baru. Dengan mengambil tindakan konkret, seperti menghadiri acara sosial lokal dan terlibat dalam komunitas online, kita dapat memperluas jaringan sosial kita secara offline dan online. Dalam prosesnya, kita akan mendapatkan manfaat yang berharga dalam kehidupan kita, termasuk dukungan sosial, pertumbuhan pribadi, dan peluang karier yang lebih luas. sukarelawan. Ini akan memungkinkanmu bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Mengorganisir acara sosial kreatif: Buatlah acara sosial kreatif secara online, seperti pertemuan temu teman virtual, diskusi kelompok, atau sesi tanya jawab. Berbagi minat dan hobi dengan orang lain dapat membangun ikatan sosial yang lebih kuat. Mengambil inisiatif dalam berkomunikasi: Jangan takut untuk mengambil inisiatif dalam berkomunikasi dengan orang-orang baru. Ajak teman sebaya untuk berbicara melalui panggilan video atau bertukar pesan. Menunjukkan minat dan kepedulian terhadap orang lain adalah kunci dalam membangun hubungan yang bermakna. 8 No.38 Juni 2023


Pengantar Redaksi: Pada akhir tahun pelajaran 2022-2023, Sr. M. Vincentine, SPM menerima tugas baru. Beliau telah menjadi kepala sekolah di SMP Mater Dei selama tujuh tahun dan kini dipanggil untuk mengampu tugastugas baru. Berikut adalah catatan refleksi beliau. REFLEKSI Perjalanan dari kaul kemurnian, kemiskinan dan ketaatan sebagai janji setia seumur hidup inilah yang kami sadari dan hayati dalam menjalankan perutusan Kongregasi SPM, di mana pun kami diutus. Bagi saya, penugasan tujuh tahun memiliki makna tersendiri. “Pitu” (ba-hasa Jawa = tujuh) saya maknai sebagai ”pitulungan” atau pertolongan. Sungguh alangkah baiknya Allah Mahabaik, tujuh tahun menjalani perutusan di unit SMP Mater Dei. Selama tujuh tahun pula, saya merasakan pertolongan Allah yang Mahabaik. Ada banyak tantangan yang harus saya hadapi sebagai seorang kepala sekolah. Tidak mudah, tetapi Allah senantiasa menolong saya. Puji Tuhan, dalam setiap tantangan, campur tangan Allah senantiasa saya rasakan, Sungguh seperti Bunda Maria, saya menyerahkan semua tantangan itu dalam semangat “FIAT VOLUNTAS TUA”. Pada akhirnya, semua tantangan itu membuat perjalanan panggilan saya semakin berbuah dan bermakna. PERJALANAN TUJUH TAHUN Oleh: Sr.M.Vincentine, SPM, S.Sos, M.M 9 No.38 Juni 2023 Perjalanan hidup dan panggilan saya sebagai seorang Suster SPM (Santa Perawan Maria) bagaikan perjalanan menuju samudera luas. Di ujung dermaga, saya melihat hamparan lautan luas yang siap membawa biduk layar saya sampai pada tepian dermaga lainnya. Perjalanan mengarungi berbagai deburan ombak, gelombang pasang dan surut, pengalaman, perasaan dan perjumpaan telah membawa biduk layar saya sampai pada tujuan Seorang biarawati akan selalu menjumpai berbagai penugasan. Tujuh tahun berkarya di SMP Mater Dei bukanlah pilihan saya, tetapi panggilan perutusan Kongregasi melalui pemimpin tertinggi tarekat yang disebut Provinsial. Bagi saya, kesediaan untuk melaksanakannya merupakan perwujudan dari penghayatan kaul ketaatan, sekaligus kaul kemurnian dan kemiskinan yang saya telah ikhrarkan. Suster Santa Perawan Maria menjadi indentitas kami suster-suster SPM, agar kami hidup seperti Bunda Maria, yang total dalam kesetiaan, ketaatan, kepenuhan iman, sekaligus mengembangkan jiwa keibuan dan kepekaan hati terhadap kebutuhan dunia, khususnya kebutuhan dalam dunia Pendidikan. Konsekuensi


ADI WIYATA Dalam perjalanan awal masuk SMP Mater Dei, saya melihat kurang kesadaran ekologis di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Kurangnya pembiasaan perilaku eco-green mengakibatkan kurang indahnya lingkungan belajar di sekolah. Oleh karena itu, saya bersama dengan tim guru tergerak untuk mulai memperbaiki perilaku itu. Selain itu, pada saat itu, di Gereja, Bapa Suci juga mendorong adanya Gerakan “Laudato Si” yang fokus pada perhatian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Saya yakin, gerakan ini perlu mendapat tanggapan dan aksi nyata dari setiap pribadi dan lembaga. Gerakan itu harus menginspirasi dan mendorong setiap pribadi untuk meningkatkan kesadaran cinta lingkungan. Tentu saja, sebagai lembaga pendidikan, SMP Mater Dei juga berkesempatan untuk terlibat dengan edukasi dan aksi nyata kecintaan terhadap lingkungan hidup. Harapannya, dengan edukasi dan pendampingan yang baik, para peserta didik dapat juga berperan dalam meningkatkan kesadaran itu kepada keluarga mereka di rumah. Oleh karena itu, kami mendorong adanya program Adiwiyata di sekolah. Program ini sebenarnya juga telah diserukan oleh Dinas Lingkungan Hidup tetapi belum mendapatkan banyak tanggapan dan langkah nyata dari sekolah. Puji syukur, langkah awal menuju Adiwiyata tingkat kota ini mendapat dukungan dari semua warga sekolah. Dukungan itu antara lain terwujud dalam terbentuknya Forum Komunikasi Orang Tua Siswa dan paguyuban kelas, yang menjadi jejaring utama sekolah dengan stakeholder. Pada tahun 2016, akhirnya SMP Mater Dei mendapatkan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kota. Cita-cita ini tentu harus berkelanjutan. Oleh karena itu, pembiasaan dan aksi nyata dalam Adiwiyata ini terus dipupuk dan dikembangkan sehingga pada tahun 2020, SMP Mater Dei meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi 10 No.38 Juni 2023


11 No.38 Juni 2023 Predikat ini semakin mempertebal dan menguatkan komitmen untuk terbentuknya habituasi/budaya yang kuat dalam menghidupi kesadaran ekologis, kesadaran untuk merawat dan menjaga bumi sebagai rumah kita bersama. Kunci utama terletak pada para pendidik dan seluruh warga sekolah. Jika semua warga sekolah sadar lingkungan, sesungguhnya mereka juga sadar akan martabat pribadinya sebagai citra Allah, yang sudah dikasihi dan diberikan begitu banyak potensi oleh Allah pencipta. Kesadaran bersama ini akan membentuk kebaikan bersama atau “bonum commune”. Komitmen adiwiyata ini sejalan Spiritulitas Kongregasi SPM. Kesamaan martabat manusia sebagai citra Allah, sesungguhnya merupakan sebuah misi dan karisma dari Ibu Rohani St Jullie Billiart dan pendiri Pater Mathias Wollf, SJ, yaitu bagaimana generasi muda yang kita didik menjadi lebih peka, tanggap, berdaya juang, dan menampakkan citra martabatnya sehingga brand sekolah ‘Unggul, Kasih, dan bermartabat” nyata menjadi karakter lulusan SMP Mater Dei. Visi-misi sekolah “Care, Innovative and Respect” menggerakkan setiap pribadi, khususnya anak-anak yang dididik agar semakin menjadi citra Allah yang peduli, toleransi, peka, tanggap, berdaya juang, dan ber-budaya ekologis. Selain itu, tentu saja, setiap pribadi harus menjadi pribadi nasionalis dan Pancasilais atau berkarakter UKB seperti cita-cita pendidikan yang telah diwariskan tokoh dan para pendiri Kongregasi SPM. IKASANDEI Dalam perjalanan selama tujuh ini, saya juga merangkul alumni sebagai kekuatan dan potensi jejaring sekolah. Upaya ini membuahkan hasil dengan terbentuknya sebuah perkumpulan alumni pada tahun 2017. Ikatan Alumni terbentuk dengan nama IKASANDEI (Ikatan Strada Sanjaya dan Mater Dei) karena dari sejarah awalnya Sekolah Mater Dei memang mengalami pergantian pengelolaan yang semula Yayasan Strada milik keuskupan Agung Jakarta yang kemudian diserahkan kepada Yayasan SPM atau yang sekarang disebut Perkumpulan Dharmaputri. Reuni akbar sepuluh angkatan pertama, diadakan pada tahun 2020. Saya yakin, ikatan alumni dapat berperan lebih besar jika dibutuhkan. Selain itu, saya juga terus mendorong dan memperkuat tradisi-tradisi baik di sekolah untuk memperkuat pembentukan karakter. Pentas Seni dan Pergelaran


12 No.38 Juni 2023 Musik terus dikembangkan untuk tetap menjadi keunggulan sekolah. Inovasi dan perbaikan terus-menerus dilakukan untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Dalam bidang kerohanian, adanya pembinaan iman, rohani dan mental (BIRONTAL) dengan segala dinamikanya memberikan reksa rohani bagi semua anak untuk mengalami pembentukkan karakter. Tentu saja, retret dan edukasi ekologis bersama Eco-Camp menjadi pengalaman menarik, karena mengajak berdinamika di tempat yang masih menjaga alam dan memberikan energi baru untuk semakin sadar ekologis. Banyak tradisi baik yang telah ada sejak sebelum saya ditugaskan di SMP Mater Dei. Namun, pada masa COVID-19 dan pasca pandemi juga menjadi pengalaman yang menarik karena memang tidak mudah. Semoga tradisitradisi baik yang telah dapat terus dijaga, dikerjakan, dan ditingkatkan kualitasnya. Terima kasih kalian telah berjuang menjadi pribadi berkarakter CARE, INNOVATIVE dan RESPECT. Sukses, maju terus, dan semangat untuk kalian semua. Lanjutkan perjuanganmu menjadi semakin UNGGUL dalam KASIH dan juga menjadi Generasi yang BERMARTABAT. Suster mohon maaf atas segala kekurangan dalam kebersamaan kita. Suster mengasihi kalian semua. Sampai berjumpa lagi .... Tuhan memberkati. SAMPAI JUMPA LAGI .... Anak-anakku SMP Mater Dei yang terkasih dari kelas VII, VIII, dan IX, perjumpaan kita dua ataupun satu tahun menjadi perjumpaan berahmat. Kalian generasi hebat, terima kasih untuk segala prestasi yang telah kalian ukir untuk kemajuan SMPK MATER DEI Pamulang,


Hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hemoglobin normal pada manusia rata-rata untuk pria berkisar antara 13- 17 g/dL sedangkan untuk wanita berkisar antara 12-15 g/dL. Kadang manusia kurang memerhatikan kadar hemoglobin dalam tubuhnya. Hal ini menjadi keprihatinan para medis, terutama pihak Puskesmas karena kadar hemoglobin berpengaruh pada kesehatan kita. Pada hari Rabu, 18 Januari 2023 Puskesmas Pamulang mengadakan kegiatan edukatif berkaitan dengan hemoglobin dan pembagian tablet penambah darah kepada peserta didik SMP Mater Dei Pamulang. Edukasi ini diberikan khusus kepada peserta didik putri. Hal ini dilakukan karena kurangnya pengetahuan remaja putri tentang hemoglobin yang berpengaruh pada kesehatan. Remaja putri pada umumnya mengalami menstruasi yang menyebabkan kurangnya hemoglobin pada tubuhnya. Kurangnya hemoglobin itu menyebabkan para remaja putri merasa pusing, lemas, mudah capai, pucat, dan sulit untuk berkonsentrasi. Namun, kurangnya hemoglobin B E R A P A H E M O G L O B I N M U ? Oleh : Vanya, Flora, Audi, Angelyn LIPUTAN dapat diatasi dengan mengonsumsi hati sapi, daging merah, kerang, ikan, bayam, kol, brokoli,tahu, cokelat hitam, apel, jeruk, dan beras merah. Selain itu, juga bisa mengonsumsi tablet penambah darah dan vitamin C. Pada kegiatan edukasi ini, pihak Puskesmas juga melakukan pengecekan kadar hemoglobin peserta didik putri. Setelah pengecekan itu, peserta didik dapat langsung mengetahui jumlah hemoglobin mereka. Mereka yang memiliki hemoglobin rendah atau kurang dari 12, mendapatkan pengarahan dan diberi tablet penambah darah. Dengan sosialisasi hemoglobin, peserta didik menjadi tahu pentingnya menjaga hemoglobin dalam tubuhnya. Apabila mengalami penurunan hemoglobin, mereka pun menjadi tahu bagaiman cara mengatasinya. Selain itu, pihak Puskesmas juga memberikan tips untuk menghindari kurangnya hemoglobin, yaitu dengan tidak mengonsumsi minuman seperti: kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman beralkohol. Pihak puskesmas juga berharap agar peserta didik putri rutin melakukan pengecekan kadar hemoglobin agar tahu berapa hemoglobin yang ada dalam tubuhnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. 13 No.38 Juni 2023


Guru dan karyawan yang purna tugas adalah Ibu Dra. Wiwiek Estiningsih dan Ibu Yustina Herawarni. Beliau berdua adalah guru dan karyawan yang luar biasa karena telah mengajar atau berkarya di SMP Mater Dei selama lebih dari 30 tahun. Beliau berdua setia berkarya memajukan anak bangsa di SMP Mater Dei. Selain itu, beliau berdua patut diapresiasi karena keteladanan, kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan mereka. Setiap tanggal 16 Juli, SMP Mater Dei merayakan Dies Natalis. Tahun ini, SMP Mater Dei merayakan Dies Natalis ke-36. Oleh karena itu, ada banyak guru dan karyawan yang telah terlibat dalam karya pendidikan ini. Bahkan, beberapa dari para guru dan karyawan itu telah purna tugas dan pindah tugas. Pada tahun ini, terdapat seorang guru dan seorang karyawan yang purna tugas dan dua guru pindah tugas, sebagai berikut: STOP PRESS Oleh: Tim Liputan Bentang LIPUTAN Guru Purna Tugas . Semoga beliau berdua selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarganya. Kepada Ibu Wiwiek Estiningsih dan Ibu Herawarni kita ptur berterima kasih atas kesetiaan, kasih, dan pengorbanannya untuk kita SMP Mater Dei. Jasa beliau berdua akan selalu hidup di sanubari kami. Guru yang pindah karya adalah Ibu Chia Clarissa Crisentia, S.Pd dan Fabiana Dini Prawingga Nesri, S.Pd. Ibu Chia adalah guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris selama 6 tahun di SMP Mater Dei. Beliau mengajar di SMP Mater Dei sejak tahun 2017. Saat ini, beliau berpindah tugas mengajar di SMA Stella Maris, Surabaya. Sekolah tersebut juga merupakan karya Suster-suster SPM atas satu perkumpulan dengan SMP Mater Dei sehingga memiliki visi misi yang sama. Ibu Fabiola Dini adalah guru pengampu mata pelajaran Matematika. Beliau telah mengajar di SMP Mater Dei selama 2 tahun. Saat ini, beliau pindah tugas mengajar di Sidoarjo. Guru Pindah dan Pergantian Kepala Sekolah Selain itu, pada akhir tahun pelajaran ini, SMP Mater Dei juga memiliki kepala sekolah baru. Sr. M. Vincentine SPM, S.Sos., M.M yang telah menjadi kepala sekolah di SMP Mater Dei selama 7 tahun pindah tugas ke tempat lain. Beliau telah menjadi kepala sekolah di SMP Mater Dei sejak tahun 2016. Pada tahun ajaran baru ini, beliau pindah tugas ke Surabaya. Semoga Suster selalu sehat dan dilancarkan dalam karya dan pelayanannnya. Tuhan senantiasa memberkati. 14 No.38 Juni 2023


Hore....Juara Satu Eco Green School Pada bulan Januari MPK KAJ menyelenggarakan Natalan Bersama di SMP Marsudirini Bekasi. Natalan ini diikuti oleh perwakilan guru dan siswa dari berbagai sekolah di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Pada acara ini, para peserta tidak hanya merayakan natal bersama, tetapi juga mengikuti lomba Eco Green School tingkat SD dan SMP. SMP Mater Dei menjadi salah satu peserta lomba dalam kegiatan tersebut. LIPUTAN Oleh: Sachiko & Nindya Sebulan sebelum diadakan lomba, para peserta lomba mengikuti technical meeting secara online. Berbagai penjelasan teknis lomba diberikan dalam pertemuan itu sehingga semua peserta menjadi jelas tetang langkah-langkah dan semua detailnya. SMP Mater Dei diwakili oleh Sachiko, Nindya, dan Kenzo dengan dua pembimbing, yaitu Ibu Conny Hendrayani dan Ibu Lusia Kriswarini. Setelah mengikuti technical meeting, para peserta yang akan mewakili SMP Mater Dei segera mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba itu. Waktu persiapannya sangat singkat karena peserta didik baru saja menikmati libur Natal dan tahun baru. Namun, mereka tetap bersemangat untuk mempersiapkan diri. Bahkan, mereka rela untuk pulang sampai sore hari. Dengan tekun, mereka membuat pohon dari kertas koran yang dipilox hijau sehingga berbentuk seperti pohon yang rindang dan segar. 15 No.38 Juni 2023


Pohon tersebut diberi buah-buah 7 kesadaran ekologis yaitu kualitas, sederhana, hemat, peduli, berbagi, harapan, dan bermakna. Tujuh kesadaran tersebut merupakan spirit ekologis bagi warga SMP Mater Dei. Selain membuat pohon dari kertas bekas, mereka juga membuat minuman sehat yang terbuat dari jeruk nipis dan sereh. Minuman tersebut dikemas dengan apik lalu didisplay untuk dijual. Mereka juga mengemas eco enzim yang telah mereka buat saat kegiatan pramuka beberapa bulan yang lalu. Kerajinan daur ulang yang telah dibuat oleh peserta didik SMP Mater Dei saat pelajaran prakarya juga dipajang untuk menambah indahnya stand. Semua pernak-pernik yang dibuat peserta didik dipamerkan sehingga membuat pengunjung terpukau untuk melihatnya. Memang peserta didik Mater Dei kreatif. Karyanya bagus-bagus walaupun terbuat dari barang bekas. Walaupun terbuat dari barang bekas, karya peserta didik SMP Mater Dei tidak kalah mearik dari karya yang masih baru. Barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis. . Berdasarkan penilaian juri dari Eco Camp dan Tim MPK KAJ, SMP Mater Dei mendapatkan nilai tertinggi untuk tingkat SMP sehingga dinyatakan sebagai pemenang dalamlomba tersebut. SMP Mater Dei mendapat sertifikat, piala, dan tanaman buah dari lomba tersebut. Luar biasa membanggakan! Hasil tidak mengkhianati usaha dan jerih payah. Bravo SMP Mater Dei. 16 No.38 Juni 2023


SMP MATER DEI PERINGKAT I UKBI KOTA TANGERANG SELATAN Kemampuan literasi merupakan kemampuan sangat penting yang harus dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu, pada bulan Februari-Mei 2023 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) untuk sekolah tingkat SMP. UKBI tersebut diikuti oleh 5.211 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP di wilayah Kota Tangerang Selatan. UKBI ini diselenggarakan untuk mengetahui kemahiran peserta didik dalam berbahasa Indonesia, dalam lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarkan), Seksi II (Merespons Kaidah), dan Seksi III (Membaca) dalam bentuk soal pilihan ganda serta Seksi IV (Menulis) dalam bentuk presentasi tulis. Oleh: Flora & Nindya LIPUTAN Hasil dari uji kemahiran ini dikelompokkan dalam tujuh peringkat, predikat, dan rentang skor. Ketujuh predikat dapat diserangkaikan dalam satu ungkapan Isu Unggul Managitas (Istimewa, Sangat Unggul, Unggul, Madya, Semenjana, Marginal, dan Terbatas). 17 No.38 Juni 2023


Pada uji kemahiran ini, SMP Mater Dei Pamulang mengirimkan 76 peserta yang terbagi dalam 3 gelombang. Gelombang 1 diikuti oleh peserta perwakilan dari kelas 7- 9. Gelombang 2 diikuti oleh perwakilan dari kelas 7 dan Gelombang 3 diikuti oleh perwakilan dari kelas 8. Tentu saja, para guru bahasa Indonesia telah mempersiapkan peserta UKBI dengan sungguhsungguh. Begitu juga para siswa yang terpilih untuk mengikuti uji ini. Selain itu, mereka juga bersemangat dalam mengikuti latihan-latihan yang sudah diberikan oleh guru bahasa Indonesia. Adrianus Radithya Nararya Widi, Peringkat 1 dengan skor 734, Predikat Istimewa Brigitta Luvena Dewani, Peringkat 3 dengan skor 721, Predikat Sangat Unggul) Jemima Zerrafine R., Peringkat 7 dengan skor 699, Predikat Sangat Unggul. Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Tiga 3 peserta dari SMP Mater Dei berhasil memperoleh pencapaian yang sangat membanggakan. Mereka menjadi peraih skor paling tinggi dan masuk dalam peringkat 10 nilai tertinggi. Peraih skor tertinggi tersebut adalah: 1. 2. 3. Kita patut bangga dengan prestasi yang diraih oleh ketiga teman kita yang masuk 10 besar. Semoga pada UKBI selanjutnya, SMP Mater Dei tetap dapat meraih prestasi yang baik, atau bahkan lebih baik lagi. Jika kemampuan berliterasi diasah terus, kita pasti sukses. Selamat untuk para peraih predikat tertinggi! 18 No.38 Juni 2023


LIPUTAN PEMILIHAN KETUA OSIS PASLON 1 PASLON 2 PASLON 3 Pada tanggal 30 Maret 2023 yang lalu, SMP Mater Dei menyelengarakan pemilihan Ketua dan Wakil ketua OSIS. Acara ini menunjukkan diterapkannya sistem demokrasi sampai ke tingkat sekolah. Hal ini dapat melatih siswa saat nanti mereka sudah cukup umur untuk ikut serta dalam Pemilu di masa depan. Cara mereka menyampaikan ide-ide dan program-program kerja mereka juga mirip dengan apa yang dilakukan oleh calon-calon pemimpin di pemerintahan, ‘blusukan’ ke berbagai tempat untuk memaparkan janji-janji dan programprogram kerja mereka jika terpilih nanti. LIPUTAN Oleh: Tim Liputan Bentang Siswa kelas VII, VIII, dan IX berkumpul di aula untuk mengikuti kampanye calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2023-2024. Ada tiga pasangan yang mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil OSIS, yaitu: Anna Gratia Puella Mea Setyaputri & Adrianus Radithya Nararya Widi, Anastasia Nindya Ayuati Christianto & Nonna Githayoana Pramoda, dan Diandra Sabitha Sachiko Widodo & I Gusti Ayu Laksmi Pradyandari. Setiap pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS itu tentunya memiliki visi-misi serta program-program yang tentunya mendukung kegiatan di SMP Mater Dei Pamulang. Ketiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS terlihat begitu antusias, semangat, dan siap untuk menjabat sebagai ketua dan wakil OSIS periode 2023-2024. Cara penyampaian program-program yang begitu luar biasa saat mereka sedang berorasi di depan seluruh siswa SMP Mater Dei. Setelah masing-masing kandidat menyampaikan visi, misi, dan program dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. 19 No.38 Juni 2023


Pada kegiatan ini, siswa-siswi memerhatikan visi, misi, dan tujuan para calon ketua dan wakil ketua OSIS. Programprogram yang mereka buat disesuaikan dengan visi, misi sekolah yaitu Care, Innovative, dan Respect Setelah selesai para kandidat menyampaikan visi misinya, warga sekolah melakukan pemungutan suara. Pemungutan suara dilaksanakan secara online. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kertas dan salah satu pembuktian bahwa SMP Mater Dei merupakan sekolah adiwiyata. Selain itu, sistem daring juga memudahkan dalam pengolahan data dan menghemat waktu. Dengan sistem online ini, data pemilihan suara dapat diketahui hasilnya dengan cepat. Perolehan terbanyak dari hasil perhitungan cepat yaitu pasangan Diandra Sabitha Sachiko Widodo & I Gusti Ayu Laksmi Pradyandari. Oleh karena itu, mereka berdua menjadi ketua dan wakil ketua OSIS untuk periode 2023-2024. Pelantikan ketua dan wakil ketua OSIS dilaksanakan pada tanggal 17 April 2023 bersamaan dengan memperingati hari Kartini. Selamat kepada para pengurus OSIS priode 2023-2024. Semoga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan sekolah. Selamat bertugas. 20 No.38 Juni 2023


Pada bulan tersebut SMP Mater Dei menyelenggarakan Pentas Seni pertama kali setelah pademi. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII. Pentas seni ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2023 di Aula SMP Mater Dei Pamulang. B GENERASI MILENIAL CINTA BUDAYA GLOBAL ulan Februari adalah bulan yang istimewa bagi SMP Mater Dei Pamulang. LIPUTAN Pentas seni ini mengangkat tema Generasi Milenial Cinta Budaya Global. Dengan tema tersebut, peserta didik sebagai generasi muda diajak untuk mencintai budaya Nusantara maupun budaya global. Hal ini dapat kita lihat dari rangkaian tampilan. Tampilan tersebut dikemas dalam sebuah drama musikal yang menceritakan kegiatan dokumenter budaya dari berbagai negara dan budaya Indonesia. Tampilan yang disuguhkan antara lain, paduan suara lagu Tiongkok, Manga dari Jepang, puisi berbahasa Inggris, tarian melayu, dan peragaan busana dari berbagai negara. Unit TK sampai SMA Mater Dei Pamulang juga terlibat dalam acara tersebut. TKK Mater Dei menampilkan tarian kolosal, SDK Mater Dei menampilkan paduan suara dengan bahasa Mandarin, dan SMAK Mater Dei menampilkan dance. Meski sempat diguyur hujan deras, acara tetap berlangsung dengan meriah Oleh: Audi & Angelina 21 No.38 Juni 2023


Acara pentas seni ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Bpk Deden Deni, S.E, M.M, Kepala Sekolah TK, SD, SMA Mater Dei, Para Suster SPM komunitas Pamulang, Kepala Sekolah Gugus 04 kota Tangerang Selatan, Perwakilan MPK Keuskupan Agung Jakarta, Alumni SMP Mater Dei, Forsis, para donatur, dan orang tua siswa kelas VII dan VIII. Aula penuh dengan tamu undangan dan orang tua peserta didik kelas VII dan VIII. Mereka terhipnotis oleh penampilanpenampilan yang sangat memukau. LIPUTAN Acara demi acara mengalir dan penuh makna berlangsung lebih kurang 4 jam. Meskipun waktunya cukup lama, para tamu undangan dan orang tua tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan acara. Mereka sungguh-sungguh menikmati. Semoga ke depannya, SMP Mater Dei tetap eksis menyelenggarakan pentas seni sebagai ajang kreativitas dan unjuk bakat di bidang seni 22 No.38 Juni 2023


PESONA NEGERIKU Pada tanggal 11 Februari 2023 SMP Mater Dei menyelenggarakan kegiatan pergelaran musik untuk peserta didik kelas IX. Pergelaran musik kali ini dilaksanakan secara offline di aula SMP Mater Dei. Selama pandemi kegiatan ini dilaksanakan secara online. Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat, sarana menunjukkan ekspresi, sarana untuk memberi apresiasi, serta menunjukkan hasil karya seni musik. Tema yang diangkat dalam pergelaran musik tahun ini adalah "Pesona Negeriku". Dengan tema tersebut, setiap kelas menampilkan ansamble musik lagu-lagu Nusantara. Peserta didik dari kelas 9A-9F menampilkan masing-masing dua lagu nasional dan lagu daerah yang berbeda, dengan menggunakan pakaian adat yang berbeda. Kelas 9A membawakan lagu "Hymne Guru" dan "Anging Mamiri". Kelas 9B membawakan lagu "Indonesia Jaya" dan "Bolelebo". Kelas 9C membawakan lagu "Halo-Halo Bandung" dan "Ayo Mama". Kelas 9D membawakan lagu "Rayuan Pulau Kelapa" dan "Apuse". Kelas 9E membawakan lagu "Bangun Pemudi-Pemuda" dan "Cublak-Cublak Suweng". Kelas 9F membawakan lagu "Indonesia Pusaka" dan "O ina Ni Keke". Pergelaran musik ini, tidak hanya menyuguhkan tampilan dari kelas 9A-9F, tetapi juga tampilan lain seperti tampilan tari, tampilan kolaborasi kelas delapan. Selain itu, ada tampilan band guru, tampilan khusus dari guru pembimbing dengan rekannya, dan tampilan kolaborasi kelas sembilan. Tamu undangan yang hadir pun tidak sedikit. Selain orang tua peserta didik kelas IX, Bapak kepala dinas pendidikan Tangerang Selatan, Ketua Tim Kerja SMP MPK KAJ, kepalasekolah dari unit TK,SD, dan SMA Mater Dei, dan Ibu Maria Nindita Radyanti P.Hd. Direktur Institute For Sustainbility and Agility turut hadir dalam acara ini. Untuk bisa menyelenggarakan pergelaran musik ini, dibutuhkan kerja keras dari peserta didik kelas IX , perwakilan dari kelas VIIda VIII, dan para guru dalam. Selama lebih kurang 2 bulan, mereka LIPUTAN Pergelaran Musik berlatih. Pada saat latihan pun orang tua peserta didik juga terlibat. Mereka bekerja sama menyiapkan konsumsi demi lancarnya latihan. Alhasil berkat kerja sama, ketekunan, kesabaran, dan semangat yang tinggi, pergelaran musik dapat berlangsung lancar dan sukses. Hadirin yang hadir memberikan apresiasi terhadap tampilan-tampilan yang disuguhkan. Keluarga besar SMP Mater Dei bangga atas terselenggaranya pergelaran musik yang luar biasa. Perjuangan untuk bisa menyelenggaran musik secara offline tidak sia-sia. Memang tidak mudah untuk bisa kembali menyelenggarakn pergelaran musik, mengingat dua tahun peserta didik tidak bertemu secara langsung karena situasi pademi. Oleh karena itu, keluarga besar SMP Mater Dei mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pergelaran musik tersebut. Semoga kegiatan yang sudah menjadi tradisi di SMP Mater Dei ini tetap berlangsung dan menjadi ajang kreativitas, ujuk bakat di bidang seni. Selain itu, semoga acara pergelaran musik ini menjadi kenangan indah, mengesankan, dan berharga bagi peserta didik kelas IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh: Keyza Darmawan IXE 23 No.38 Juni 2023


A M E N J A D I G E N E R A S I P E R C A Y A D I R I , B E R M A R T A B A T , D A N K U A T Pada tanggal 20 sampai 28 Maret 2023, seluruh siswa-siswi kelas 8 SMP Mater Dei mengikuti retret di Wisma Samadi, Klender, Jakarta Timur. Retret ini bertujuan agar siswa-siswi kelas 8 mendapatkan pengalaman serta bekal untuk kehidupan di masa mendatang. "Aku Percaya Diri, Bermartabat, dan Generasi Kuat" merupakan tema pada retret kali ini. Bersama Bapak Stefanus Rizal Rejadi dan tim, siswa-siswi kelas 8 diajak untuk merefleksikan diri dengan kegiatankegiatan yang diberikan. LIPUTAN Pelaksanaan retret dibagi tiga gelombang, gelombang pertama adalah kelas 8A dan 8D, gelombang kedua adalah kelas 8C dan 8E, dan gelombang ketiga adalah kelas 8B. Di setiap gelombang mendapatkan materi yang berbeda, dengan subtema: "Apa pun saya mampu bila saya mau", "Kemampuan dan pengetahuan tidak akan bisa berdiri tegak, dan bertahan lama tanpa adanya sikap yang baik." Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama retret adalah bermain dan mendengarkan materi. Permainannya sangat menarik sehingga siswa-siswi merasa sangat senang dan mendapatkan pelajaran baru. Dalam kegiatan ini, kami bermain kelereng, mencari harta karun, membuat menara dari sedotan-sedotan, dan amazing race. Kegiatan permainan yang dilakukan juga berdasarkan kelompok. Kami dibagi kelompok secara acak. Nama kelompok gelombang 1 bertema hewan, gelombang 2 bertema rempah-rempah, dan gelombang 3 bertema buah-buahan. Selama kami mengikuti kegiatan, kami menggunakan kalung botol air 600 ml Oleh: Nindya, Puela, Sachiko 24 No.38 Juni 2023


A Saat makan malam hari pertama, gelombang satu mendapatkan misi makan malam gila. Di mana kami berkostum dan berdandan layaknya "orang gila". Setiap kelompok diminta untuk memilih satu tema dan berpakaian sesuai tema tersebut. Satu jam sebelum makan malam, kami sudah mandi dan bersiap-siap memakai kostum untuk makan malam gila. Rasa malu hilang dari diri kami. Sebelum makan malam, kami dinilai oleh Kak Jason atas tema dan pakaian kami, baru kami boleh masuk ke ruang makan. Saat makan malam pun, kami diminta untuk makan menggunakan tangan kiri. Sedikit sulit, namun lega rasanya saat makanannya habis. LIPUTAN Pada permainan mencari harta karun yang dicari adalah sepuluh sedotan warnawarni dan satu sedotan warna tertentu. Yang berhasil mendapatkan sebelas sedotan maka kelompok itu dinobatkan menjadi kelompok yang menang. Waktu yang ditentukan untuk mencari sedotan kurang lebih dua jam. Ketika makan siang, kelompok pemenang diperbolehkan makan menggunakan tangan kanan. Setelah mencari sedotan, siswa-siswi diajak untuk membuat menara dari sedotan-sedotan yang sudah dicari. Pemenangnya dapat melepaskan botol yang digunakan. Amazing race adalah final project yang dilakukan pada hari kedua. Ketika bermain mencari harta karun ada kelompok yang kalah dan kelompok yang menang. Kelompok yang menang akan langsung menuju ke tempat rahasia untuk menurunkan banner. Kelompok yang kalah harus mencari lilin, korek, dan tali untuk membantu kelompok yang menang menurunkan banner. Untuk mencari lilin, korek, dan tali terdapat empat pos dan setiap pos memiliki tantangan agar dapat menuju ke pos selanjutnya. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, kelompok yang kalah segera menuju ke tempat kelompok yang menang menunggu. Pada akhirnya banner berhasil diturunkan, tulisan yang terdapat di banner adalah "Apapun saya mampu bila saya mau." Pada hari kedua, setelah istirahat dan mandi sore, siswa-siswi diajak untuk makan malam. Ternyata di meja makan, sudah ada kejutan berupa surat dari orang tua. Suasana haru mulai muncul ketika siswasiswi membaca surat tersebut. Setelah membaca, siswa-siswi diajak untuk menulis surat balasan untuk orang tua. Materi yang diberikan pun tak kalah menarik. Cara Pak Rizal dan tim memberikan materi sangatlah bervariasi sehingga kami tidak merasa bosan. Ada berbagai macam video yang diputar, presentasi yang menarik, dan cerita-cerita pengalaman hidup Pak Rizal. Cerita yang disampaikan Pak Rizal berkesan dan menginspirasi. Pada hari terakhir retret kami diajak untuk berefleksi bersama untuk merenungkan apa saja yang sudah kami dapat dan pelajari selama retret. Hari terakhir acaranya sangat singkat, kami hanya diminta melakukan refleksi kemudian dilanjutkan makan snack. Lalu kami pulang ke sekolah kami tercinta. Kami berharap, dari hasil retret selama tiga hari ini, kami dapat menjadi murid yang lebih aktif saat belajar, lebih dekat dengan teman-teman sekelas kami, dan pastinya menjadi pribadi yang lebih baik. Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru, Pak Rizal dan tim, serta Sr Vincentine yang telah memberikan ilmu dan bimbingan selama retret. 25 No.38 Juni 2023


BENDAHARA Puella STRUKTUR OSIS 2023/2024 PEMBINA Ibu Rini Hartawati KETUA OSIS SACHIKO WAKI L KETUA ANYA SEKERTARIS 1 Nindya SEKERTARIS 2 Nonna KETUA MPK Arya 26 No.38 Juni 2023


ANGGOTA Aurel STRUKTUR OSIS 2023/2024 DIVISI KESENIAN ANGGOTA Rafael ANGGOTA Jesslyn Nick ANGGOTA Denada ANGGOTA Lintang ANGGOTA Iggy DIVISI Go Green ANGGOTA Kaischa ANGGOTA Jesslyn Tesa 27 No.38 Juni 2023


STRUKTUR OSIS 2023/2024 ANGGOTA Kenzo DIVISI PUBDEKDOK ANGGOTA Mahesa ANGGOTA Maurene ANGGOTA Christoper DIVISI Spirmor ANGGOTA Leonardo ANGGOTA Bagus 28 No.38 Juni 2023


Generasi Muda Bangkit Berkarya Bumi pertiwi berduka cukup lama Hampir tiga tahun lamanya ia terluka Kita juga terjerat pada masa yang menderita Menutup semuanya tanpa cela Kini saatnya sudah tiba Kita bangun dari tidur yang gelap gulita Berdiri dan mulai menata dunia Menciptakan karya sebanyak-banyaknya Menghirup ilmu yang ibaratkan udara Yang bisa kita dapatkan di mana saja Kita bisa berkaya setelah terluka Karena bangkit adalah tujuan utama kita Perjuangan adalah pelaksanaan dari kata-kata Keberanian adalah cakrawala Maka dari itu berkaryalah wahai anak bangsa Jangan takut tunjukan isi di dalam kepala Kreativitas itu tanpa ada kata jeda Aku, kamu, dan kita semua pasti bisa Semangat selalu generasi muda Keberanianmu kini akan dikenang sepanjang masa Oleh: Ibu Rini Hartawati PUISI 29 No.38 Juni 2023


KONSER GROUP BAND KOREA Hari ini adalah hari pertamaku duduk di bangku kelas delapan. Senang rasanya karena hari pertama masuk sekolah sudah pembelajaran tatap muka. "Mama aku berangkat dulu ya," ucapku pamit kepada Mama. Pamitanku itu dibalas sahutan kecil dari mama. Hari ini aku diantar papa masuk sekolah. Sesampainya di sekolah, aku pun tak lupa berpamitan dengan papa. Sekarang sudah masuk masa endemi, jadi aku sangat senang dapat melihat wajah teman-temanku dengan jelas. "Leon!!" Aku terkejut mendengar seruan temanku. Aku pun berbalik arah, ternyata Fulgensia sahabatku. "Ada apa Si?"tanyaku. "Kamu udah lihat berita belum? Hot news!" balasnya dengan wajah terperangah. "Berita apa? Hot news apa?" balasku dengan tatapan bingung. "Ada group band asal Korea yang mau konser di Indonesia! Aku senang banget," ucap Fulgensia dengan wajah sangat senang. "Oh ya?" balasku. "Iya!" serunya. Tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara Cruzita. "Fulgensia salah itu," katanya dengan tatapan serius. Aku dan Fulgensia saling menatap satu sama lain, kami agak salah tingkah. "Salah di mana Zit? Orang jelas-jelas itu bener kok," ucap Cruzita membela. Sekarang keadaan semakin memanas dan serius. "Guys kita duduk dulu yuk," ajakku. Setelah kami duduk, Cruzita melanjutkan pembelaannya. "Yang bener itu ya, group band Korea emang konser tapi di Indonesia enggak. Cuman di Malaysia, Thailand, dan Filipina doang," ucap Cruzita. Ucapan Cruzita itu menimbulkan adu argumentasi antara dia dan Fulgensia. Mereka berdua sama-sama tak mau mengalah, segala cara mereka lakukan agar ucapan mereka benar. Sampai akhirnya Fulgensia memberikan bukti perkataannya, "Nih liat!" Ku kira masalah sudah selesai karena salah satu dari mereka sudah memberikan bukti. Tapi, "Nih kau lihat sendiri!" Cruzita juga memiliki bukti. Masalah semakin kacau, sekarang mereka membenar-benarkan bukti yang mereka miliki. Menurutku mereka sedikit menghiperbolakan perkataan. "Stop!" Seruku, aku muak dengan perdebatan yang mereka lakukan. "Kalau mau debat bukan di sini tempatnya, sana pergi ke arena yang tepat!" Seruku. "Sekarang mari kita cari bersama-sama dari berbagai sumber, oke? Kita lihat siapa yang benar," ucapku. Aku pun segera mengetik di situs website milikku terkait topik yang sedang kita bahas. Hasilnya mengejutkan! Tidak ada argumentasi dari Fulgensia dan Cruzita yang benar. Oleh: Anna Gratia Puella M. S. 8D/02 CERPEN 30 No.38 Juni 2023


Semuanya Hoax. Aku bertanya, "Dari mana kalian dapat berita hoax ini?" "Dari iklan," ucap Fulgensia. Kalau aku dari instagram seseorang, bukan dari idolnya sendiri sih," lanjut Cruzita. "Guys, di masa sekarang ini banyak sekali penipuan di internet. Ini salah satu contohnya. Seiring perkembangan zaman, pengguna internet meningkat. Ada orang-orang yang memang selalu menyebarkan kabar baik dan berkualitas, tapi jangan salah, ada juga orang-orang yang suka menyebarkan berita-berita hoax. Kalau untuk permasalahan konser group band Korea ini, harusnya kalau beneran ada pasti akan diposting sama pihak group bandnya. Maka, ayo jadilah generasi yang bijak dalam menggunakan internet!" ucapku. Membaca bukti benar terkait konser group band yang ternyata tidak ada, Fulgensia dan Cruzita saling meminta maaf. Mereka pun sempat sedih menyadari bahwa group band favorit mereka tidak konser di mana pun. "Wah untung kamu cari tahu yang benar Le, kita jadi tahu deh. “Makasih ya," ucap Cruzita yang dilanjut dengan anggukan dari Fulgensia. "Iya sama-sama.” Eh guys ngomong-ngomong mading di sekolah kita ada tempat kosong loh. Mau ga kalau kita isi dengan poster, puisi, cerita nonfiksi, dan lain-lain terkait dengan penyebaran hoax yang harus dihentikan?" ajakku. Ajakanku itu dibalas senyuman dan semangat dari Cruzita dan Fulgensia, yang artinya mereka juga setuju. Mulai dari situ, setiap pulang sekolah kami bertiga menyempatkan diri untuk menghias tempat mading yang kosong. Hasil kerja keras kami ini mendapatkan balasan yang positif dari temanteman sekolah. Mereka membagikan informasi tersebut ke akun media sosial miliknya. Senang rasanya dapat membantu! 31 No.38 Juni 2023


32 No.38 Juni 2023 HIDUP ADALAH KUMPULAN RASA BUKU REVIEW Hidup ini adalah kumpulan rasa. Rasa bahagia, rasa sedih, rasa hampa, rasa kecewa, dan rasarasa lainnya. Terkadang, tanpa kita sadari, kita dikendalikan dan dibebani oleh rasa. Ketika rasa cinta tiba-tiba hadir, ternyata rasa itu tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan gelombang rasa dari orang lain atau bahkan berbenturan dengan rasa orang lain. Namun, gelombang rasa yang hadir bisa jadi gelombang rasa benci, kecewa, iri, dan dengki. Novel ini menceritakan tentang seorang remaja yang duduk di Kelas Sebelasa SMA bernama Linda atau yang kerap disapa dengan sebutan Lin. Sebagai manusia, ia juga memiliki banyak kisah tentang rasa dalam hidupnya. Ia tinggal bersama bunda dan kakaknya yang bernama Adit. Lin memiliki dua orang sahabat yaitu Jo dan Putri. Jo merupakan sahabat Lin yang ia temui di SMA. Ia anak yang pintar, cantik, dan anak dari sutradara terkenal di kotanya. Jo juga termasuk dalam golongan keluarga yang kaya. Sahabat Lin bernama Putri dulu pernah satu sekolah dengan Lin di SD, namun Putri pindah sekolah ke Bali semenjak kelas 5 SD. Lin memiliki cita-cita ingin menjadi photografer terkenal seperti Bang DT idolanya. Ia juga bekerja paruh waktu di Studio Photo Om Bagoes. Menurut Lin, kesan pertama itu sangat penting. Jadi, ketika seseorang bertingkah laku buruk di hadapan Lin, selamanya Lin akan berpikir bahwa orang tersebut buruk. Judul buku : Penulis : Penerbit : Harga : ISBN : Tahun terbit : Rasa Tere Liye PT Sabrak Grip Nusantara Rp 89.000 978-623-97262-3-2 2022 RESENSI BUKU Sejak dulu Lin tidak tertarik dengan lelaki karena perlakuan ayahnya kepada ibunya. Ayahnya meninggalkan mereka tanpa sebab yang jelas. Namun, pada suatu ketika ada seorang lelaki yang menarik perhatian Lin bernama Nando. Tak disangka, ternyata Jo juga menyukai Nando. Apalagi, Nando menjadi actor film yang disutradarai Ayah Jo. Tumbuhlah persaingan antara Lin dan Jo untuk mendapatkan Nando. Mula-mula mereka bersaing secara sehat, namun suatu ketika persaingan itu menjadi memanas. Di sisi lain, Lin heran dengan Putri, seorang temannya, sering keluar-masuk ruangan Bimbingan Konseling (BK). Lin juga tiba-tiba bertemu dengan Agus, teman kelasnya, yang bekerja sebagai ojek online sepulang sekolah. Masalah apa yang sebenarnya menimpa Lin? Dan bagaimana Lin mengatasi masalah dan mencapai cita-citanya? Bagaimana tokoh-tokoh dalam novel tersebut berproses menyelesaikan permasalahan yang dihadapi? Novel ini penuh dengan sesuatu yang tak terduga dan banyak mengandung ilmu psikologi seperti pada halaman 236-237 yang membahas tentang presepsi. Novel ini sangat cocok dibaca oleh anak remaja dari tingkat SMP dan SMA karena latar belakang dalam novel ini sangat menunjukkan keseharian anak sekolah. Bahasa pada novel ini juga sangat ringan dan membuat pembaca mudah memahami alur ceritanya.


GANGGUAN KECEMASAN (ANXIETY DISORDER) PADA REMAJA Masa remaja adalah masa transisi menuju dewasa. Banyak aneka perubahan yang akan dialami baik dari perubahan secara fisik maupun perubahan secara psikis. Perubahan psikis pada remaja antara lain adalah perubahan suasana hati dan perasaan, menjadi lebih sensitif, krisis kepercayaan diri serta mulai menyukai lawan jenis. Namun akhir-akhir ini para remaja lebih sering mengalami perasaan cemas. Perasaan cemas sebenarnya perasaan yang normal untuk dirasakan tetapi menjadi tidak wajar apapila seseorang merasakan perasaan cemas yang berlebihan. Apabila perasaan cemas terjadi secara berulang dan berlebihan maka hal ini bisa menandakan bahwa remaja tersebut sedang mengalami gangguan kecemasan. Oleh: Fabiana Dini, S.Pd. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder antara lain 1) trauma atau menyaksikan peristiwa traumatis, berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder di beberapa titik dalam hidupnya 2) Stres karena memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius 3) tipe kepribadian tertentu lebih bisa menjadi penyebab anxiety disorder. Beberapa orang rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain 4) gangguan mental seperti depresi, sering kali juga akan mengalami anxiety disorder 5) penggunaan narkoba dan mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan atau memperburuk rasa cemas, sehingga berpotensi besar menyebabkan anxiety disorder. KESEHATAN Dilansir dari Kompas.com anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah perasaan takut, cemas dan gelisah yang sering kali muncul tanpa sebab. WHO mengkategorikan anxiety disorder sebagai salah satu dari penyakit gangguan mental. Disebutkan selama 2019, ada sekitar 301 juta orang yang hidup dengan anxiety disorder, di mana 58 juta dari mereka adalah anak-anak dan remaja. Jenis gangguan mental ini ditandai dengan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan hingga dapat mempengaruhi perilaku. Bentuk anxiety disorder memiliki karakteristik yang berbeda dan membutuhkan penanganan khusus. Namun jangan kuatir ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan anxiety disorder. Berikut tipsnya antara lain 1) menarik napas dalam-dalam agar tubuh terasa rileks dan aktivitas saraf di otak yang menyebabkan rasa cemas berkurang 2) fokuskan pikiran pada aktivitas yang sedang dijalani 3) sediakan waktu untuk diri sendiri seperti meditasi, mandi air hangat atau terapi pijat 4) menerapkan metode 3-3-3 dengan cara melihat lingkungan sekitar dan sebutkan tiga benda, tiga suara yang terdengar saat itu serta tiga bagian tubuh sambil bergerak santai dan 5) makan dan minum yang cukup. 33 No.38 Juni 2023


Handphone Sekarang ini orang mudah untuk membeli handphone, bahkan anak kecil pun juga sudah dibelikan handphone, Kadang tanpa disadari orang sering merasa tenang dan tidak merasa terganggu karena anaknya sudah asyik bermain handphone. Yang penting tidak rewel. Hal itu akan membuat anak kecanduan bermain handphone, bahkan menjadikan tidak peduli pada lingkungan. Memang, fitur yang ada di handphone bisa dipilih dan bisa menjadi anak yang kreatif dan memiliki wawasan yang luas. Ingat selain bermanfaat, juga ada bahayanya, lho. Bijakkah anak kecil sudah diizinkan bermain handphone? Saat ini, banyak orang sering menggunakan media sosial untuk membicarakan, mengata-ngatai, menyindir, bahkan menghujat orang lain yang tidak disukai oleh mereka. Padahal, orang itu tidak melakukan kesalahan sama sekali. Heran, mengapa netizen suka sekali mengurusi orang lain? Mengurus diri sendiri saja belum bisa, tetapi berlagak seperti orang paling benar. Claudia8C/05 POJOK KRITIK 34 No.38 Juni 2023


KOMIK 35 No.38 Juni 2023


36 No.38 Juni 2023


WELCOME BACK TO SCHOOL As SMP Mater Dei students, we are happy to be back to school after a challenging period due to the COVID-19 pandemic. I am sure this new academic year brings an opportunity for a fresh start —a chance to reconnect, learn, and grow together. In this article, we will discuss the excitement of returning to school, the importance of being prepared, and the hope for a successful year ahead. By: Sachiko ENGLISH CORNER Returning to school means reuniting with friends and teachers whom we may not have seen for a while. This is an exciting time to catch up, share stories, and support one another. Remember that we have to be kind, respectful, and welcoming to everyone, as we are all embarking on this journey together. Preparing for the new school year is essential to start on the right foot. Make sure to gather our school supplies, such as notebooks, pens, and textbooks. We need to check our schedule, familiarize ourselves with the classroom locations, and ensure that we have any necessary uniforms or dress code requirements. Being organized and ready will help us feel confident and prepared for the year ahead. Our safety and well-being remain a top priority. It's important to follow the safety guidelines set by our school, such as wearing masks, washing hands regularly, and practicing social distancing. These measures help protect us and everyone around us, creating a healthy and secure environment for learning. Our safety and well-being remain a top priority. It's important to follow the safety guidelines set by our school, such as wearing masks, washing hands regularly, and practicing social distancing. These measures help protect us and everyone around us, creating a healthy and secure environment for learning. As we begin a new school year, it's helpful to set personal goals and expectations. Reflect on what we hope to achieve academically and socially. Maybe we want to improve your grades, participate in extracurricular activities, or make new friends. Setting goals can motivate us to stay focused and make the most of our school experience. Returning to school offers a chance to explore new opportunities. Whether it's trying out a new hobby, joining a club, or participating in sports, take advantage of the various activities our school offers. These experiences can help us discover new interests, develop skills, and create lasting memories. Welcome back to school! This is an exciting time to reconnect with friends, meet your teachers, and embark on a new academic year. By being prepared, following safety guidelines, setting goals, and embracing new opportunities, we will be more successful and have a fulfilling year ahead. Stay positive, work hard, and remember that we have a supportive community ready to help you navigate any challenges. Together, let's make this school year a memorable and rewarding experience. 37 No.38 Juni 2023


Koleksi MODE 38 No.38 Juni 2023


PRESTASI SMP MATER DEI PAMULANG TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Bapak Susanto, S.Kom Proficiat kepada Menjadi Pengajar Praktik Guru Penggerak Kota Tangeran Selatan 39 No.38 Juni 2023


PERAIH SKOR TERTINGGI DALAM UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA TINGKAT SMP SE-KOTA TANGERANG SELATAN Adrianus Radithya N.Widi Brigitta Luvena Dewani Jemima Zerrafine R. Peraih Skor Tertinggi I Dengan Skor 734 (Predikat Istimewa) Peraih Skor Tertinggi III Dengan Skor 712 (Predikat Sangat Unggul) Peraih Skor Tertinggi VII Dengan Skor 699 (Predikat Sangat Unggul) PERAIH PERINGKAT TERTINGGI PARAREL KELAS VII TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Jericho Bagastya P. Angeline Tan Jessica Natallia Bijae Peraih Peringkat I Pararel Peraih Peringkat II Pararel Peraih Peringkat III Pararel PERAIH PERINGKAT TERTINGGI PARAREL KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Anya Ruth Kristalin S. Kenzo Daniel V. Vincencia Aluna A. Peraih Peringkat I Pararel Peraih Peringkat II Pararel Peraih Peringkat III Pararel 40 No.38 Juni 2023


PERAIH MEDALI PERUNGGU OLIMPIADE BIOLOGI PROVINSI BANTEN 41 No.38 Juni 2023 Kristoforus Sunu Kamarasuningtyas Peraih Medali Perunggu Olimpiade Biologi Provinsi Banten 2023


KASIH UNGGUL BERMARTABATSMP MATER DEI PAMULANG


Click to View FlipBook Version