The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Program Ngebat dan Mejejahitan-Ruang Kolaborasi Kelompok A1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ipasek56, 2022-06-11 00:16:01

Program Ngebat dan Mejejahitan-Ruang Kolaborasi Kelompok A1

Program Ngebat dan Mejejahitan-Ruang Kolaborasi Kelompok A1

3.3.a.5. Fasilitator
Ruang Kolaborasi Winarti, S.Pd., M.Pd

Pengelolaan oleh : KELOMPOK A.1
Program yang
Berdampak pada 1.Dewa Gede Prananta
2. Erno
Murid 3.I Nyoman Pasek
4.Ni Komang Susilawati
5.Ni Nengah Sukarini

Program

Ngebat
dan

Mejejahitan

Latar Belakang Program
Ngebat & Mejejahitan
Ngebat dan mejejahitan sudah menjadi ciri khas masyarakat bali
yang dilaksanakan secara bergotong royong dalam
mempersiapkan sarana prasarana Upacara keagamaan maupun
acara adat, namun seiring perkembangan IPTEk saat ini,
masyarakat sering berpikir praktis dengan membeli tanpa harus
membuat sendiri. Hal ini juga ditunjang karena sangat jarang ada
lembaga yang mampu memberikan keterampilan tersebut pada
masyarakat. Terlebih dikalangan siswa, hampir 80% siswa hindu
di sekolah tidak memiliki keterampilan ngebat maupun
mejejahitan yang memadai, sehingga tidak mampu menjadi
bagian anggota masyarakat yang kental dengan kegiatan adatnya.
Harapannya dengan adanya program ini akan dapat
menumbuhkan kesadaran murid-murid untuk turut serta
melestarikan adat dan budaya Bali, salah satunya adalah
Budaya Ngebat dan Mejejahitan.

Deskripsi Program

NGEBAT

Mebat atau Ngebat adalah salah satu tradisi masyarakat Bali untuk bergotong
royong menyiapkan hidangan sebelum diadakannya upacara keagamaan maupun
acara adat kemasyarakatan.
Biasanya warga akan membawa golok / pisau besar untuk pelaksanaan Mebat.
Mebat biasanya dilaksanakan pada hari H dini hari, agar hidangan yang disediakan
masih baru, dan tidak mengganggu aktivitas warga pada hari itu. Jenis hidangan
yang disediakan sangat beragam, mulai dari olahan kering sampai olahan basah,
tapi semua itu bergantung pada kondisi ekonomi warga yang mengadakan upacara.
Mebat biasanya dilakukan oleh warga laki – laki, karena para perempuan akan
disibukkan untuk menyiapkan sesaji atau perlengkapan upacara lainnya.

MEJEJAHITAN

Mejejahitan adalah membuat berbagai sarana persembahyangan yang terbuat dari daun
kelapa atau janur, daun ental dengan berbagai pendukungnya seperti bunga dan buah.
Mejejahitan artinya menjahit bahan seperti janur untuk dibuat wadah atau sarana
persembahyangan untuk membuat banten atau sesaji, juga menjahit janur untuk
perlengkapan lain dalam ritual upacara maupun saat hari raya.
Mejejahitan biasanya dilakukan oleh warga perempuan

Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pelaksaan program ini
Program disamping untuk mengembangkan lingkungan yang melatih
keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian
tujuan, namun juga akan mampu mengembangkan keterampilan
berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana.

Melalui kegiatan ini, siswa laki-laki dilatih berbagai
keterampilan mulai dari mempersiapkan bahan,
mengolah dan menyajikan berbagai jenis
adonan/olahan masakan khas bali yang dimanfaatkan
untuk sarana upacara maupun megibung. Sedangkan
untuk siswa perempuan akan dilatih berbagai
keterampilan mejejahitan mulai dari mempersiapkan
bahan, memilah dan merakit bahan untuk dijadikan
sebagai sarana dan prasarana upacara.

Dimana Program Program Ngebat dan Mejejahitan sebenarnya
dapat diterapkan ? bisa diterapkan pada semua jenjang, namun
dalam kesempatan ini akan ditujukan untuk
jenjang SMA, Alasannya adalah karena
murid-murid SMA sudah mulai ikut terlibat
dalam kegiatan kemasyarakatan seperti
sekaa teruna teruni.
Diharapkan dengan keterampilan yang
dilatihkan melalui kegiatan ini akan dapat
mempersiapkan murid-murid untuk dapat
berperan aktif di lingkungan keluarga
maupun dalam berbagai kegiatan adat
kemasyarakatan baik di pura, di banjar, di
masyarakat maupun lingkungan adat sekitar.

Bagaimana Program Ngebat dan Mejejahitan ini dapat dirancang sebagai
Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler atau dapat pula dirancang sebagai
Program ini ? kegiatan intrakurikuler maupun ko-kurikuler yang berkaitan
dengan pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama
hindu, maupun mata pelajaran Prakarya dan kewirahusaaan.
Namun dalam program yang dirancang ini kami fokuskan
sebagai kegiatan yang dirancang dalam bentuk sebuah
program ekstrakurikuler mengingat fokusnya adalah
pengembangan minat, bakat, potensi dan keterampilan siswa
yang dilaksanakan diluar jam pelajaran. Dalam proses
pembelajarannya dilaksanakan setiap 2 minggu sekali,
sedangkan untuk implementasinya (unjuk kerja) akan
dilakukan setiap 6 bulan sekali yaitu pada saat perayaan Hari
Raya Saraswati di sekolah.

Mengapa Perlu Memberikan kesempatan murid untuk
Program ini ? menumbuhkan dan mengasah keterampilannya
dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan
ngebat dan mejejahitan.
Memberikan kesempatan murid untuk berinteraksi
secara aktif dalam merencanakan, menyusun dan
menyajikan hasil olahan/gibungan maupun hasil seni
jejahitan.
Memberikan keterampilan pada siswa sebagai bagian
dari anggota masyarakat yang kental dengan
kegiatan adatnya.
Memberikan kesadaran pada siswa akan pentingnya
melestarikan adat dan budaya bali khususnya ngebat
dan mejejahitan.

Program Ngebat dan Mejejahitan Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, nantinya
Mendorong Kepemimpinan Murid Voice/suara murid akan terlihat ketika murid-murid
mendiskusikan bagaimana siswa secara bersama-sama
VOICE/SUARA merencanakan kegiatan ngebat dan mejejaitan,
pembagian peran, penyediaan alat dan bahan, hingga
Terlihat ketika murid-murid menghasilkan sebuah karya gibungan dan sarana
upacara.
mendiskusikan bagaimana siswa secara Choice nantinya akan terlihat saat murid diberikan
kebebasan untuk menggunakan hasil analisa
bersama-sama merencanakan kegiatan ngebat pengalaman dan keterampilannya untuk mewujudkan
seni majejahitan, teknik ngebat serta resep masakan
dan mejejaitan, pembagian peran, penyediaan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-
masing kelompok.
PCIHLIOHICAEN/ alat dsaenbubaahhsaakrnaa,rnhyaianug
gpigbaaucmanrgeaan.nghdaansilkaOnKWENPEEMRSIHLIIKPA/ N Sedangkan Ownership muncul ketika semua murid
berusaha terlibat langsung dalam mengaplikasikan
muncul ketika semua pengetahuan dan keterampilan mereka serta
memberikan kesempatan murid mengomunikasikan
terlihat saat murid murid berusaha terlibat ide perbaikan atas hasil karyanya dan juga muncul
ketika semua murid berusaha untuk menikmati dan
diberikan kebebasan langsung dalam mengaplikasikan berbagi atas hasil karyanya dalam suasana
kekeluargaan.
untuk menggunakan hasil pengetahuan dan keterampilan
mereka serta memberikan
analisa pengalaman dan kesempatan murid
keterampilannya untuk mengomunikasikan ide perbai-
mewujudkan seni majejahitan,, kan atas hasil karyanya dan
teknik ngebat serta resep juga muncul ketika semua

masakan yang sesuai murid berusaha untuk

dengan selera dan menikmati dan berbagi

kebutuhan masing- atas hasil karyanya
masing dalam suasana
kelompok kekeluargaan

SEKIAN Fasilitator
Winarti, S.Pd., M.Pd
TERIMAKASIH
KELOMPOK A.1 :

1.Dewa Gede Prananta
2. Erno
3.I Nyoman Pasek
4.Ni Komang Susilawati
5.Ni Nengah Sukarini


Click to View FlipBook Version