The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hisamalaushaf11, 2021-06-14 10:05:23

M.Hisyam Portofolio Biologi XI

Tugas Akhir Portofolio Biologi XI

yang diuji/warna penguji/warna Sebelum Setelah dipanaskan

dipanaskan Merah Bata
Merah Bata
1. Nasi Benedict/Putih Biru Muda Merah Bata
Merah Bata
2. Roti Benedict/Putih Biru Muda Merah Bata

3. Kentang Benedict/Kuning Biru Muda

4. Jagung Benedict/Kuning Biru Muda

5. Ubi Jalar Benedict/Kuning Biru Muda

B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
yang diuji/warna Iodin/Putih Biru Kehitaman
1. Nasi Iodin/Putih Biru Kehitaman
2. Roti Iodin/ Kuning Biru Kehitaman
3. Kentang Iodin/ Kuning Biru Kehitaman
4. Jagung Iodin/ Kuning Biru Kehitaman
5. Ubi Jalar

C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
yang diuji/warna Biuret/Putih Ungu
1. Tahu Biuret/Putih Ungu
2. Tempe Kecoklatan
Biuret/Putih Ungu
3. Telur Biuret/Putih Ungu
4. Susu Biuret/Coklat Ungu
5. Kacang

D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan Putih Buram ditetesi pada kertas koran
yang diuji/warna Transparan
1. Minyak goreng
Transparan
2. Mentega Putih Buram
Transparan
3. Susu Putih Buram
Tidak Transparan
4. Telur Putih Buram
Tidak Transparan
5. Tempe Putih Buram

Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?

51

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

7. Pembahasan
Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui

kandungan makanan, antara lain: Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung
karbohidrat (amilum). Bila makanan yang ditetesi lugol berubah menjadi biru kehitaman, maka
makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin gelap warnyanya berarti makanan tersebut
banyak kandungan karbohidratnya.

Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan
itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna
lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi
sebagau berikut : Kompleks koordinasi antara Cu2 + dengan gugus - C=O dan NH ikatan peptida dalam
larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung. Hal ini sangat berkorelasi dengan pendapat yang
diutarakan oleh Noor (2018) bahwa Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C),
hidrogen (H), dan oksigen (O).

Sementara itu, Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa
pada bahan makanan. Hasil reaksi menghasilkan warna merah bataketika reagen Benedict dicampur
dan dipanaskan dengan glukosa. Glukosa memiliki sebuah elektron untuk diberikan, tembaga (salah
satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi
sehingga terjadilah perubahan warna. Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak.
Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada
pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di
panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda
transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

8. Jawaban Pertanyaan

52

1. Perubahan warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat jika di
uji dengan larutan Banedict,Larutan Iodin/Lugol adalah :

• Pada larutan Benedict, saat kita menteskan larutan tersebut ke makanan yang mengandung
karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, jagung, dan roti itu akan mengalami perubahan warna
menjadi warna merah bata.

• Pada larutan Iodin/lugol ini biasa digunakan untuk menguji amilum. Jika pada saat diuji,
makanan tersebut berwarna biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung Amilum.

2. Pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan biuret itu akan
terjadi perubahan warna biru muda sampai ungu tua. Tergantung kadar protein yang ada
didalam makanan tersebut.

3. Perbandingan makanan yang mengandung karbohidrat pada saat di uji :
1. Nasi putih. Dalam 180 gram nasi putih, terdapat 50 gram karbohidrat. Meski kadar
karbohidratnya tinggi. Karbohidrat pada nasi kebanyakan gula dan pati, ketimbang
serat.
2. Ubi jalar. Dalam satu ubi jalar yang dikonsumsi beserta kulitnya itu mengandung
23,61 gram karbohidrat.. Amilum pada ubi jalar juga terbilang sangat tinggi.
3. Jagung. Per 100 gramnya mengandung 25 gram karbohidrat dan 3,36 gram protein.
4. Kentang. Dalam satu buah kentang itu hanya mengandung sekitar 90 kalori.
5. Roti. Dalam sepotong roti terkandung 80 kalori, 1 gram lemak, dan 15 gram
karbohidrat.
Dalam perbandingan makanan yang mengandung karbohidrat diatas, pada saat di uji jika
makanan tersebut mengandung kadar karbohidrat yang tinggi, maka perubahan warna yang
terjadi akan semakin berbeda dengan kadar karbohidrat yang rendah.

4. Perbandingan makanan yang mengandung lemak pada saat diuji:
1. Untuk telur dan tempe, tidak mengandung lemak karena pada saat diuji tidak
terjadi perubahan apapun.
2. Minyak goreng ini mengandung banyak lemak jenuh sehingga pada saat diuji akan
lebih memiliki perubahan dibandingan uji makanan lainnya.
3. Mentega mengandung 81 gram lemak jenuh.
4. Susu murni mengandung 149 kalori dengan rincian 7,9 lemak, 7,7 gram protein, 11,7
gram karbohidrat dan bebas serat.
Dari perbandingan diatas kita simpulkan bahwa minyak paling banyak mengandug lemak
jenuh dibandingkan mentega dan susu.

5. Proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak:

a) Proses pencernaan karbohidrat

53

Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagain besar menuju hati. Di dalam hati,
monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan H2O
atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat
mengatur kadar glokosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar
pankreas. Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah yaitu insulin (dihasilkan oleh pankreas dan
berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah) dan hormon adrenalin (dihasilkan oleh korteks
adrenal, berfungsi menaikkan kadar glukosa dalam darah). Proses pemecahan karbohidrat dalam
tubuhmu terjadi pada mulut, lambung, dan usus halus. Hal ini dikarenakan oleh mulut yang memiliki
enzim ptialain untuk mengubah makanan dan usus halus yang memiliki enzim enterokinase, enzim
lipase, enzim sukrase, enzim laktase, enzim peptidase, enzim maltase. ada usus dua belas jari
terdapat saluran getah pankreas dan saluran empedu.

b) Proses pencernaan Protein

Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim-
enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain
pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan amino peptidase. Protein yang telah dipecah
menjadi asam amino, kemudian diabsorbsi melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah.
Setelah diabsorbsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar
langsung digunakan oleh jaringan. Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan
protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang
mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nutrogen
akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram dapat menghasilkan energi 4 kalor.

c) Proses pencernaan lemak

Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini
berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan
garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya senyawa akan diserap jonjot usus dan
akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan
gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju pembuluh
getah bening dada kiri. Selanjutnya ke pembuluh balik bawah selangka kiri. Lemak akan dihidrolisis
menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran
pencernaan.

9. Kesimpulan

Dari percobaan uji zat makanan tersebut, ditemukan bahwa

a. Putih telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak dan mengandung protein.

b. Kuning telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan mengandung sedikit
lemak.

54

c. Tempe mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan sedikit lemak.
d. Tahu mengandung protein.
e. Mentega hanya mengandung lemak.
f. Kentang mengandung amilum, sedikit glukosa. dan juga sedikit lemak.
g. Roti dan Ubi mengandung glukosa dan lemak.
h. Nasi mengandung banyak glukosa dan lemak.
i. Kacang mengandung protein dan karbohidrat.

Sehingga dari temuan di atas ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Putih telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak dan mengandung protein. Kuning

telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan mengandung sedikit lemak.
2. Tempe mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan sedikit lemak. Tahu

mengandung protein.
3. Mentega hanya mengandung lemak.
4. Kentang mengandung amilum, sedikit glukosa. dan juga sedikit lemak.
5. Nasi mengandung glukosa. Bahan makanan yang sudah diuji dan mengandung zat gizi paling

lengkap adalah kuning telur (sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak), tempe (sedikit
glukosa, protein, dan sedikit lemak) dan kentang (amilum dan glukosa).

10. Daftar Pustaka

Sumber: http://rahmadiahyustikasari.blogspot.co.id/2016/02/laporan-hasil-praktikum-uji-zat

makanan.

Sumber: https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200604150830-255-509898/12-makanan-

mengandung-karbohidrat-kompleks-cocok-untuk-diet

Sumber:https://www.academia.edu/31352541/Laporan_Praktikum_Uji_Makanan_Karbohidrat_Prot
ein_Lemak_dan_Glukosa

Sumber: https://m.merdeka.com/jabar/uji-makanan-adalah-cara-mengetahui-kandungan-suatu-

bahan-penting-dilakukan-kln.html?page=2

Sumber: https://www.alodokter.com/ketahui-kandungan-gizi-kentang

Sumber: https://www.alodokter.com/ini-alasan-konsumsi-roti-tawar-putih-sebaiknya-dibatasi\

Sumber: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/minyak-goreng-yang-diserap/?amp

55

Sumber: https://geograpik.blogspot.com/2020/09/jelaskan-proses-metabolisme-
pencernaan.html?m=1

Sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fpengujianlogam.wordpress.com%2F2018%2
F11%2F08%2Fuji-protein-uji-
biuret%2F&psig=AOvVaw2Pd5Cv6SDljTsPUzAA2ABA&ust=1611212966942000&source=images&cd=
vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCMD-jpj6qe4CFQAAAAAdAAAAABAy

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/pengujian-zat-makanan/
Sumber: https://www.slideshare.net/mobile/muhnooradnassaid/laporan-hasil-praktikum-uji-zat-
makanan

Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)

11. Lampiran

56

BAB SISTEM PERNAPASAN

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas IPA 2
yaitu Luqman. Setelah itu kita masuk ke bab baru yaitu sistem pernapasan pada manusia, lalu
Bu Puspa menanyakan apa pengertian dari pernapasan dan saya menjawab proses mengambil
oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Terdapat organ –organ yang berperan didalam
sistem pernapasan salah satunya yang kita bahas hari ini yaitu fungsi secara keseluruhan
organ pernapasan ada 9 antara lain mengambil oksigen dari atmosfer ke sel tubuh,
melepaskan karbon dioksida dari sel tubuh ke atmosfer, jalur pengeluaran air dan panas.,
membantu mempertahankan keseimbangan asam dan basa, memungkinkan bicara, menyanyi,
atau pembentukan vokal lainnya, Merupakan sistem pertahanan terhadap benda asing yang
terhirup, mengeluarkan, memodifikasi, mengaktifkan, atau menginaktifkan berbagai bahan
yang mengalir melewati sirkulasi paru-paru, meningkatkan aliran balik vena akibat sistem
pernapasan, sebagai indera penciuman. Dari ke Sembilan fungsi tersebut suda dijelaskan oleh
Bu Puspa. Setelah itu karena waktu sudah habis Bu Puspa memberi tahu siapa saja yang aktif
pada pembelajaran hari ini dan Bu Puspa mengingatkan untuk siswa yang tidak aktif agar
segera aktif karena penilaian juga berasal dari keaktifan siswa.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan senang karena banyak siwa-
siswi yang aktif termasuk saya pada saat pembelajaran berlangsung dan semoga kedepannya
saya lebih aktif lagi. Pesannya semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan semoga kita
semua lebih rajin lagi mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Amiin.

Jurnal Belajar 2

57

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh saya sendiri.

Selanjutnya, kita melanjutkan materi yang sudah dibahas pertemuan sebelumnya yaitu sistem

pernapasan. Pada pertemuan sebelumnya kita membahas tentang fungsi pernapasan lalu

dilanjutkan dengan organ-organ pada sistem pernapasan. Organ-organ yang berperan dalam

sistem pernapasan antara lain rongga hidung laring trakea bronkus

bronkiolus alveolus sel-sel tubuh. Setelah itu lanjut ke mekanisme pernapasan dibagi

menjadi dua yaitu inspirasi dan ekspirasi. Dan yang terakir kita membahas tentang faktor-

faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan. Ada 7 faktor yang memperngaruhi

frekuensi pernapasan antara lain jenis kelamin, umur, suhu tubuh, aktivitas tubuh, emosi,

status kesehatan, dan ketinggian tempat. Setelah itu ibu Puspa mengecek kehadiran.

2. Pesan dan kesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan menyenangkan karena
teman-teman dari IPA 1 maupun IPA 2 sangat aktif pada saat pembelajaran berlangsung.
Pesannya semoga kedepannya kita lebih baik lagi dalam belajar dan semoga kita semua selalu
sehat dan kita dapat berkumpul kembali di sekolah nanti. Amiin

Jurnal Belajar 3
1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh M.Raihan dari kelas

IPA 2. Setelah itu kita melanjutkan materi kemarin yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi
sistem pernapasan. Pada hari ini kita membahas tentang transport dan pertukaran gas dibagi
menjadi 2 yaitu transpor oksigen dan transpor karbondioksida. Setelah itu lanjut ke volume
dan kapasitas paru-paru dibagi menjadi 11 macam antara lain volume tidal, volume cadangan
inspirasi, volume cadangan ekspirasi, volume residu, kapasitas residu fungsional, kapasitas
inspirasi, kapasitas vital, kapasitas total paru-paru, volume respirasi per menit, dan volume

58

ekspirasi kuat dalam satu detik. Selanjutnya membahas tentang bahaya merokok. Rokok
sangat berbahaya bagi kesehatan kita karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit
dan juga bisa menyebabkan orang yang berada disekitar perokok aktif akan kena dampaknya.
Ada 3 zat dalam rokok yang sangat berbahaya antara lain nikotin, tar, dan karbon monoksida.
Adapula 22 zat lain yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu merokok diharamkan.
Karena waktu sudah habis bu Puspa mengingatkan untuk pertemuan selanjutnya silahkan kita
membaca tentang pengaruh pencemaran udara terhadap pernapasan.

2. Pesan dan kesan selama pembelajaran berlangsung itu, berkesan seru karena siswa-siswi dari
IPA1 dan IPA 2 sangat aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Pesannya semoga saya
kedepannya bisa lebih rajin dan baik dalam mengerjakan sesuatu dan semoga kita semua
selalu diberi kesehatan. Amiin

Jurnal Belajar 4
1. Pada pembelajaran hari ini, kita diperintahkan untuk membuat analasis pengaruh pencemaran

udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan
studi literature. Setelah itu kita meet pada pukul 08.11 dan membahas tentang hasil analisis
yang kita buat. Kita disuruh menanyakan apakah ada yang tidak paham tentang format yang
sudah diberikan. Terdapat siswa yang bertanya pada saat pembelajaran berlangsung antara
lain Jovan, Irva, Ilhan, Cleo, dan Jeremy. Setelah itu bu puspa menjawab pertanyaan
tersebut sampai pembelajaran berakir.
2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan senang karena banyak siswa-
siswi yang aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Pesannya semoga kita semua selalu

59

diberi kesehatan dan semoga pandemic virus corona ini cepat berakhir supaya kita dapat
melakukan pembelajaran secara tatap muka. Amiin,

Jurnal Belajar 5
1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Luqman. Karena

jaringannya bu Puspa kurang baik, jadi pembelajaran hari ini kurang maksimal. Bu Puspa
menyuruh satu anak untuk mempresentasikan hasil analisisnya. Setelah itu karena waktu
sudah habis dan jaringan ibu Puspa masih kurang baik. Ditutup dengan meniggalkan meet
masing-masing.
2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan sedikit kecewa karena pada
pembelajaran hari ini kurang maksimal. Pesannya semoga saya kedepannya bisa lebih baik lagi
dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan. Amiin

60

B. Tugas-Tugas

BAHAYA ASAP KENDARAAN BERMOTOR
TERHADAP ORGAN PERNAPASAN

OLEH:
MUHAMMAD HISYAM AL-AUSHAF

XI IPA 1

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
2021/2022

61

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Bahaya asap kendaraan bermotor terhadap organ pernapasan.
Nama : Muhammad Hisyam Al-Aushaf
Kelas : XI IPA 1
Absen: 22
NIS : 19790
NISN : 0049394177

LAPORAN INI DISUSUN UNTUK MENYELESAIKAN TUGAS BAB 2 YAITU TENTANG
SISTEM PERNAPASAN
ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA TERHADAP STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN
PERNAPASAN MANUSIA.

Disetujuin oleh, Disusun oleh,
Guru Mata Pelajaran Biologi

Puspani Bandrang, M.Pd Muhammad Hisyam Al-Aushaf
NIP. 19731010 200012 2 003 0049394177

62

1. Judul : Bahaya asap kendaraan bermotor terhadap organ pernapasan.
2. Tujuan:

 Menganalisis dampak apa yang bisa ditimbulkan akibat dari pencemaran udara bagi
kesehatan.

 Mengetahui kandungan bahan kimia yang terdapat dalam polusi udara.
3. Hasil Analisis:

a) Peristiwa Pencemaran Udara
Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan pada saat ini. Kendaraan yang berfungsi
sebagai sarana transportasi masyarakat adalah salah satu faktor penting yang mendukung
mobilisasi/pergerakan kehidupan manusia. Pencemaran udara merupakan suatu masalah yang
berdampak buruk bagi kehidupan makhluk hidup. Udara yang tercemar akan menimbulkan
berbagai macam penyakit, sehingga perlu dilakukan pengamatan tingkat pencemaran udara.
Partikel berukuran kecil dapat masuk sampai ke paru-paru dan kemudian menyebar melalui
sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. Gas Karbon Dioksida (CO2), jika bercampur dengan
hemoglobin, akan mengganggu transportasi oksigen. Partikel timbal akan mengganggu
pembentukan sel darah merah. (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, 1998).

b) Penyebab Pencemaran Udara
Sehubungan dengan peristiwa pencemaran diatas, penyebab dari pencemaran udara salah
satunya yaitu asap dari kendaraan bermotor. Di dalam era modernisasi ini kendaraan bermotor
merupakan salah satu kebutuhan umum yang bisa dibilang paling penting untuk menunjang kegiatan
sehari-hari. Banyak research membuktikan bahwa intensitas dari kendaraan bermotor sendiri
semakin lama semakin meningkat, bahkan hingga menimbulkan kemacetan di jalan raya. Itu
menjadikan keadaan penggunaan bahan bakar yang terlalu berlebihan. Dampak dari terjadinya
kelebihan pemakaian bahan bakar tersebut adalah banyaknya kandungan gas karbon monoksida yang
dinilai sangat berbahaya.

c) Akibat Pencemaran Udara
Seperti yang kita tahu, kandungan yang terdapat pada pencemaran udara salah satunya
karbon monoksida. Kandungan karbon monoksida ini dinilai berbahaya bukan hanya pada keadaan
udara tetapi juga berbahaya untuk mahluk hidup. Akibat perubahan kualitas udara akan menyebabkan
timbulnya beberapa dampak lanjutan, baik terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Dampak terhadap kesehatan manusia yang banyak terjadi adalah iritasi mata dan gangguan infeksi
saluran pernafasan atas (ISPA) yang salah satunya disebabkan oleh gas CO2. Akibatnya, akan muncul
beberapa gejala seperti hidung berair, radang batang tenggorokan, dan bronkitis. Oleh karena itu,
kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) di udara sangat berbahaya bagi lingkungan masyarakat.
(Lestari:2002)

d) Refleksi
Setelah saya menganalisis, bahaya asap kendaraan bermotor terhadap organ pernapasan.
Berdasarkan hal tersebut saya telah mempelajari hal-hal sebagai berikut:
1. Pencemaran udara sangat berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap organ pernapasan
kita.

63

2. Pencemaran udara memiliki kandungan yang sangat berbahaya bagi kesehatan seperti sulfur
dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan materi
partikulat (PM).

3. Kita harus menjaga kesehatan kita dengan cara tidak berada di lingkungan yang menjadi
penyebab pencemaran udara.
e) Tindak Lanjut

Setelah mempelajari bahaya asap kendaraan bermotor bagi kesehatan, saya memiliki rencana
tindak lanjut sebagai berikut:

1. Menginformasikan ilmu yang saya pelajari kepada teman-teman disekolah maupun diluar
sekolah.

2. Menghindari tempat-tempat yang dapat menyebabkan pencemaran udara seperti angkringan
(asap rokok) dan jalanan yang memiliki intensitas tinggi dalam pencemaran udara.

3. Membantu usaha pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan yang hijau dan sehat seperti
menanam pohon dan menyiraminya setiap hari.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber :
https://www.99.co/id/panduan/contoh-pencemaran

udara#:~:text=Pencemaran%20udara%20adalah%20sebuah%20kondisi,udara%20bersih%20
dengan%20polutan%20udara.
Sumber :
https://www.idntimes.com/science/discovery/nurul-aulia/polutan-udara-berbahaya-c1c2
Sumber :
http://repository.maranatha.edu/12406/3/0764244_Chapter1.pdf
Sumber :
http://eprints.umk.ac.id/10850/2/BAB%20I.pdf

 Video Presentasi Bahaya Asap Kendaraan Bermotor Bagi Organ Pernapasan Manusia
https://drive.google.com/file/d/1QNxgLZloWv3coTtdFou9IUT71JTxgOZM/view?usp=drivesdk

64

BAB SISTEM ESKRESI

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1
1. Pada pembelajaran hari ini, kita masuk ke bab selanjutnya yaitu sistem ekskresi. Pada pagi ini

kita ada tugas individu, untuk menjelaskan kembali tentang ginjal, hati, kulit, dan paru-paru.
Setelah itu bu puspa mengadakam meet di jam 08.00, yang digunakan untuk menjelaskan hasil
tugas individu sesuai judul masing-masing. Karena habis hujan bu Puspa memiliki koneksi yang
kurang bagus, sehingga meet diadakan di jam 08.25 dimana pasa saat meet membahas
tentang hasil ulangan sistem respirasi. Bu Puspa mengingatkan untuk yang nilainya sudah
bagus, tolong di pertahankan dan dipertanggung jawabkan sendiri karena ulangan dilakukan
secara daring sehingga bu Puspa tidak bisa memantau satu satu dan untuk yang nilainya masih
kurang, sebaiknya terus semangat belajar agar nanti mendapatkan nilai yang memuaskan.
Selanjutnya kita tidak jadi menjelaskan tentang organ eksresi dikarenakan waktu sudah
habis.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan bangga karena mendapatkan
nilai yang memuaskan, disamping itu saya merasa kecewa karena pada saat ulangan saya masih
melihat dari buku dan internet. Pesannya semoga kedepannya saya lebih giat lagi dalam
belajar dan rajin mengerjakan tugas dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan. Amiin

Jurnal Belajar 2
1. Pada pembelajaran hari ini, dikarenakan Bu Puspa memiliki koneksi yang tidak bagus sehingga

kita mulai meet di jam 08.04. Pada hari ini kita memulai dengan melanjutkan tugas materi
kemarin yaitu sistem eskresi yang sesuai judul masing-masing. Setelah itu dimulai dari Ginjal
yang dijelaskan oleh irva yaitu tentang fungsi ginjal dan saya menambahkan jawaban dari irva
karena kebetulan saya juga dapat judul ginjal, jadi saya menambahkan tentang strukrur

65

bagian luar dan proses pembentukan urine pada ginjal. Selanjutnya Bu Puspa memilih Faradila
untuk menjelaskan ginjal, faradila hanya menjelaskan tentang fungsi ginjal dan ditambahkan
oleh Luqman tentang fungsi ginjal secara umum. Bu Puspa sedikit kecewa karena untuk yang
mendapat judul ginjal kurang maksimal saat menjelaskan. Setelah itu bu Puspa bertanya ada
8 fungsi ginjal yang telah disepakati, sebutkan dengan lantang dan tidak membaca! Dan Jovan
menjawab pertanyaan tersebut dengan baik dan ditambahkan satu oleh Mutiara. Mutiara juga
menjelaskan secara lengkap struktur pada ginjal. Setelah itu bu Puspa menyuruh Onov untuk
mengulang penjelasan tentang fungsi ginjal dan Onov mendapat apresiasi dari bu Puspa
walaupun ada sedikit kesalahan. Dan yang terakir Bu Puspa berpesan untuk yang mendapat
judul ginjal, tolong dimatangkan lagi pemahamannya tentang judul tersebut.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung, itu berkesan menyenangkan dan asik
karena pada hari ini yang menjelaskan materi bukan hanya bu guru tetapi juga murid-murid
dari kelas IPA1 dan IPA2. Pesannya semoga pancemik virus corona ini cepat selesai dan
semoga kita semua selalu diberi kesehatan agar kita dapat berkumpul lagi disekolah seperti
dulu sebelum pandemik Covid-19. Amiin

Jurnal Belajar 3
1. Pada pembelajaran hari ini, dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Jovan. Setelah itu kita

melanjutkan materi tentang ginjal yang sudah dijleaskan sebelumnya, sebelum saya
menjelaskan kegiatan pada pagi hari tadi, saya dan teman teman memohon maaf kepada bu
Puspa karena terlalu menganggap enteng tugas yang di berikan. Karena materi ginjal kemarin
belum dibahas sampai tuntas kita melanjutkan pada pagi hari ini, bu Puspa mempersilahkan
bagi anak yang mau menjelaskan tentang materi tersebut. Setelah itu bu Puspa kecewa
karena sudah dibilang pada pertemuan sebelumnya untuk yang mendapatkan judul ginjal
silahkan memahami materi tersebut dengan baik agar saat menjeaskan tidak membaca,
disinilah bu Puspa marah kepada IPA1 dan IPA2 karena telah menganggap remeh tugas yang
diberikan. Setelah itu bu Puspa mengingatkan untuk yang mendaptkan judul selain ginjal
tolong dipersiapkan sebaik mungkin. Dikarenkan waktu sudah habis bu Puspa menutup meet
tersebut.

66

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu pesannya semoga kita kedepannya
tidak lagi menganggap remeh tugas yang diberikan dan semoga kita selalu diberi kesehatan
agar kita dapat melakukan pembelajaran offline lagi. Amiin.

Jurnal Belajar 4
1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh saya sendiri, setelah

itu kita melanjutkan materi tentang ginjal yaitu faktor-faktor yang memengaruhi proses
pembentukan urine, dan karakteristik urine. Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan
urine itu ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal dijelaskan
oleh Khaerunisa, Dayang, dan Stephanie. Sedangkan faktor eksternal dijelaskan oleh Hisyam,
Cyndi, dan Gizela. Setelah itu kita masuk ke karakteristik urine, pada karakterisitik urine
dijelaskan oleh Irva, dan Jeremy. Selanjutnya masuk ke sesi tanya jawab, dimana siswa dan
siswi yang aktif pada saat tanya jawab berlangsung itu ada Mutiara daan Cleonny. Setelah
itu, karena waktu sudah habis bu Puspa menutup pembelajaran hari ini.
2. Kesan dan pesan selama pembelajaran itu berkesan seru karena banyak siswa-siswi yang aktif
pada saat pembelajaran berlangsung. Pesannya semoga kita selalu diberi kesehatan dan
semoga pandemic virus corona ini cepat berakhir agar kita dapat melaksanakan pembelajaran
tatap muka seperti dulu lagi. Amiin

67

Jurnal Belajar 5

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Ilhan, setelah itu kita
masuk ke pembahasan tentang kulit. Pertama ada fungsi kulit yang dijelaskan oleh Cleonny
dan di perjelas oleh Bagas. Kedua ada struktur kulit yang dijelaskan oleh Jeremy. Terdapat 3
struktur kulit antara lain Epidermis, Dermis, Hipodermis, yang masing-masing dijelaskan oleh
Ilhan, Nafiadara, Jovan, Oniel dan Azizah. Selanjutnya masuk ke kelenjar pada kulit yang
dijelaskan oleh Valentino dan Tan Rendy. Setekah itu, karena pembahan tentang kulit sudah
habis dan waktu juga sudah habis, Bu Puspa menutup meet tersebut.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesean menyenangkan karena
siswa-siswa dari dari IPA 1 dan IPA 2 sangat aktif pada saat pembelajaran berlangsung.
Pesannya semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan semoga nilai ulangan saya pada Bab
ini mendapatkan hasil yang memuaskan. Amiin

Jurnal Belajar 6
1. Pada pembelajaran hari ini , kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Decky. Selanjutnya

bu Puspa memberitahu kalo pada pembelajaran hari kamis tidak ada pertemuan tetapi kita
disuruh belajar mandiri untuk persiapan ulangan tentang sistem ekskresi dan melanjutkan
tugas yang sudah diberikan. Setelah itu bu Puspa membuka kesempatan esklusif bagi anak
yang belum menjelaskan bagian-bagian organ ekskresi sesuai judul masing-masing. Anak yang
menjelaskan materi pada hari ini antara lain Azizah, Aurell, Anggita, Diva, Fadhil, Ilham,
Firja, Zaky, Decky, Nabila, Jacky, Novi, Rifdha, Shofi, Tan Rendy, Callista, Halimatuzahra,
Dhea, Fania, Fitasya, Onov, Nur Annisa, Adinda Chika, Eka Puji. Setelah itu karena waktu
pembelajaran sudah berakhir bu Puspa menutup meet dan mengingatkan untuk ulangan, pada
hari Senin pukul 14.00.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan seru dan menyenangkan
karena teman-teman dari IPA1 dan IPA2 sangat antusias pada saat pembelajaran
berlangsung walaupun ada beberapa anak yang belum menjelaskan materinya masing-masing.

68

Pesannya semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan semoga kita lebih rajin lagi dalam
mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru. Amiin

B. Tugas-Tugas

Analisis Organ Ginjal, Kulit
Dan Hati Sebagai Organ Ekskresi Pada Manusia

Oleh:
Muhammad Hisyam Al-Aushaf

XI IPA 1
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN

2021
Guru Pembimbing: Puspani Bandrang, M.Pd

69

Sistem Ekskresi

Organ sistem ekskresi pada manusia antara lain ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Pada analisis
ini kita membahas tentang ginjal, hati, dan kulit.

Fungsi sistem ekskresi pada manusia yaitu:

 Mengekskresikam zat-zat sisa metabolism.
 Menurunkan kadar zat produk metabolisme (metabolit) dalam tubuh agar tidak menyebabkan

akumulasi.
 Melindungi sel-sel tubuh dari zat-zat yang bersifat racun.
 Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh (homeostasis).
 Membantu mempertahankan suhu tubuh.

1. Ginjal.
Ginjal manusia berwarna merah gelap dan berbentuk mirip kacang merah. Panjangnya 10-13

cm dan lebarnya 5-7,5 cm. Ginjal terletak disebelah kiri dan kanan ruas tulang pinggang di dalam
rongga perut. Ginjal berada di bawah diagfragma, tepatnya dibawah sisi kanan dan di bawah limfa
pada sisi kiri.

1.1.Fungsi Ginjal:
 Mengeluarkan zat sisa organik dan racun.
 Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
 Mengatur keseimbangan asam-basa.
 Menjaga tekanan darah.
 Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
 Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
 Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.

1.2.Struktur Ginjal:
 Ginjal tersusun atas tiga bagian, yaitu korteks (bagian luar), medula (bagian dalam), dan
pelvis (bagian dalam).
 Pada bagian korteks terdapat nefron. Nefron merupakan unit fungsional dan structural
terkecil pada ginjal terdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdapat dua unsur
yaitu unsur pembuluh dan unsur epitel. Bagian nefron yang mengandung unsur pembuluh
yaitu arterial, aferen, eferen, glomerulus (kumpulan kapiler), kapiler peritubular, serta
kapiler tubuler,. Sementara itu, bagian nefron yang mengandung jaringan epitel yaitu
kapsula Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal,
dan tubulus kolektivus.
 Medula terdiri atas massa triangular yang disebut piramida ginjal, yang akan berhubungan
dengan saluran pengumpul urine.

70

 Pelvis merupakan bagian dalam ginjal yang berupa ruang kosong sehingga disebut juga
rongga ginjal.

1.3. Mikturasi dan Penyimpanan Sementara Urine dan Berkemih
 Mikturasi adalah proses pengeluaran urine dari dalam tubuh. Jika dalam kantong kemih
tersimpan urine sekitar 200-300 ml, akan timbul reflex rasa ingin buang air kecil. Proses
mikturasi dimulai dari ginjal-ureter-kantong kemih-uretra. Zat yang terkandung dalam
urine di antaranya air, garam, urea, dan sisa substansi lain seperti pigmen empedu.
 Urine dari duktus kolektivus ke pelvis renalis, ke ureter, kemudian ke vesika urinaria
(kandung kemih).
 Dinding kandung kemih berlipat-lipat sengan struktur otot yang dapat meregang untuk
meningkatkan kapasitas penyimpanan urine.
 Keinginan buang air kecil disebabkan isi urine dalam kandung kemih sudah mencapai 200 –
300 mL.
 Urine dari kandung kemih mengalir ke uretra kemudian melalui lubang luar dibuang keluar
tubuh.

1.4.Proses Pembentukan Urine
 Filtrasi
Filtrasi terjadi di glomerulus. Filtrasi adalah proses penyaringan plasma bebas protein melalui

kapiler glomerulus ke dalam kapsul Bowman. Di glomerulus terdapat sel-sel endothelium kapiler yang
berpori (podosit), membrane basiler, dan epitel kapsula Bowman yang dapat mempermudah proses
filtrasi. Pada proses filtrasi, sel-sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring
dan diikat agar tidak turut dikeluarkan. Sementara natrium, kalium, klorida bikarbonat, garam lain,
serta urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil saringan tersebut merupakan
urine primer (filtrat glomerulus).

 Reabsorpsi
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal,
dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh
tubuh, zat-zat tertentu dapat terjadi secara transport aktif dan difusi. Zat-zat yang mengalami
reabsorpsi pada tubulus proksimal ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik. Zat-
zat penting yang secara aktif direabsorpsi yaitu asam amino, asam asetoasetat, dan vitamin. Zat
yang diserap masuk ke kapiler peritubuler dan dikembalikan ke sistem peredaran darah. Hasil
reabsorpsi disebut urine sekunder.

 Augmentasi
Augmentasi terjadi di kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
Augmentasi atau sekresi adalah proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke
dalam tubulus kontortus distal. Pada tahap augmentasi juga berlangsung proses pembersihan zat-zat
sisa dari dalam tubuh. Dari proses augmentasi ini akan dihasilkan urine sesungguhnya. Urine yang

71

terbentuk akan disimpan sementara di kantong kemih. Setelah itu, dikeluarkan dari tubuh melalui
uretra. Komposisi urine yang dikeluarkan yaitu 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi
lain seperti pigmen empedu. Pigmen empedu berfungsi memberi warna pada urine.

1.5.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine
a. Faktor Internal:

 Hormon ADH: mengontrol pengeluaran urine.
Hormon ADH berfungsi sebagai hormon yang mempermudah dalam menyerap air dari tubulus
distal ke duktud collecting. Hormon Adh ini saling dipengaruhi oleh kadar konsentrasi air pada tubuh.
Pada saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi air dalam darah akan menurun. Akibatnya, sekresi
ADH meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ginjal. ADH meningkatkan permeabilitas sel
terhadap air dan permeabilitas saluran pengumpul. Akibatnya, urine yang dihasilkan lebih sedikit dan
pekat, begitu juga sebaliknya.

 Hormon insulin: menurunkan kadar glukosa darah.
Kurangnya kandungan insulin dalam tubuh akan meningkatkan kadar glukosa. misalnya pada
pasien dengan terjangkit diabetes mellitus. Kadar gula yang tinggi ini akan mengganggu proses
Reabsobsi pada tubulus distal sehingga pada penderita Penyakit diabetes ditandai gejala poliuri atau
sering berkemih. Kandungan Glukosa yang tinggi mengakibatkan aliran darah atau vikositas darah
menjadi lebih kental dan menyebabkan lebih sulit diserap.

 Kondisi psikologis (stress)
Orang cemas, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat sehingga akan lebih sering
mengeluarkan urine. Gangguan psikologis stress dapat berpengaruh terhadap kontraksi dan tekanan
pada katup kantung kemih. Ini akan mendorong orang untuk buang air kecil lebih sering.

b. Faktor Eksternal:
 Suhu lingkungan

Ketika suhu sekitar dingin, maka tubuh akan berusaha untuk menjaga suhunya dengan
mengurangi jumlah darah yang mengalir ke kulit sehingga darah akan lebih banyak yang menuju organ
tubuh, di antaranya ginjal. Apabila darah yang menuju ginjal jumlahnya samakin banyak, maka
pengeluaran air kencing pun banyak.

 Jumlah air yang diminum.
Jumlah air yang diminum tentu akan mempengaruhi konsentrasi air dalam darah. Jika kita
meminum banyak air, konsentrasi air dalam darah akan tinggi, dan kosentrasi protein dalam darah
menurun, sehingga filtrasi menjadi berkurang. Selain itu, keadaan seperti ini menyebabka darah lebih
encer, sehingga sekresi ADH akan berkurang. Menurunnya filtrasi dan berkurangnya ADH akan
,emyebabkan menurunnya penyerapan air, sehingga urin yang dihasilkan akan meningkat dan encer.

 Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH

72

Salah satu kebiasaan yang salah dan dapat memperbanyak urine yang dikeluarkan tubuh
adalah mengkonsumsi alkohol dan kafein karena ini dapat menghambat pembentukan hormone ADH
dalam tubuh.

2. Hati.
Hati merupakan organ visceral (dalam rongga abdomen) terbesar yang terletak di bawah

kerangka iga. Pada kondisi hidup, hati berwarna ,erah tua karena kaya persediaan darah dan kaya
nutriea dari vena portal dan vena hepatica (Syaifuddin 2011). Organ hati mempunyai berat sekitar
1,5 kg atau 3,5% dari berat badan.

2.1.Fungsi Hati:
 Tempat menyimpan energy dan menyimpan vitamin-vitamin (A, D, E, K).
 Sebagai Pembersih atau Detoksifikasi. Hati membantu membersihkan zat-zat racun,
seperti obat dan alcohol dari aliran darah
 Sekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah tua dan
disimpan dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum. Berfungsi membantu
pencernaan lemak, mengaktikan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah
zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut.
 Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen, enzim arginase,
enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat
dehidrogenase.
 Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, dan zat tembaga.

2.2.Struktur Hati:
Hati terdiri atas dua lobus utama, yaitu lobus kiri dan kanan, dengan posisi sedikit saling

menindih. Lobus kanan memiliki dua lobus yang salah satunya berukuran lebih kecil. Setiap lobus
terdiri atas banyak lobulus. Lobulus merupakan unsur terkecil yang menyususn hati. Sementara itu,
jaringan hati tersusun atas sel-sel hepatosit. Antar lapisan hepatosit dipisahkan oleh lakuna,
sedangkan antara hepatosit satu dengan hepatosit yang lain dipisahkan oleh kanalikuli.

Bagian luar hati dilindungi oleh kapsula hepatika. Dalam jaringan hati terdapat beberapa
pembuluh darah, yaitu arteri hepatika dan vena porta hepatika. Pertemuan antara pembuluh arteri
hepatika dan vena porta hepatika membentuk sinusoid. Pada sinusoid terjadi spesialisasi sel yang
membentuk sel kupffer. Sel ini bertugas memfagositosis organisme asing atau zat-zat berbahaya.
Dari fagositosis ini akan menghasilkan wujud bilirubin. Blirubin kemudian diekskresikan oleh kanilikuli
dalam wujud empedu.

73

2.3. Gambar Hati

3. Kulit.
Kulit merupakan lapisan terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia. Sebagian

besar kulit ditumbuhi rambut.
3.1.Fungsi Kulit:
 Perlindungan (Proteksi)
Kulit berfungsi melindungi organ tubuh dari kontak mekanis yang dapat
mengakibatkan cedera dan melindungi tubuh dari kontak langsung dengan sinar
matahari. Sementara itu, produksi keringat dan minyak pada kulit membuat lapisan
kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jamur dan
bakteri.
 Ekskresi
Sebagai alat ekskresi, kulit berfungsi mengeluarkan keringat. Kelenjar keringat
menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler. Keringat yang dikeluarkan
melalui pori-pori kulit akan menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh tetap stabil.
 Pengaturan Suhu Badan
Kulit melakukan fungsi ini dengan cara memproduksi keringat dan
mengkonstriksikan pembuluh darah dalam kulit.
 Pembentukan Vitamin D
Vitamin D dibentuk provitamin D yang terdapat di bawah kulit dengan bantuan
sinar matahari (Ultraviolet).

3.2.Struktur Kulit:
Ketebalan kulit pada setiap bagian tubuh berbeda-beda (0,5-5 mm) dan rata-rata

ketebalannya 1-2 mm. Berdasarkan strukturnya, kulit terdiri atas dua lapisan, yaitu epidermis
(kulit ari) dan dermis (kulit jangat).

 Epidermis terdiri atas beberapa lapisan berikut.

74

a) Stratum korneum (lapisan tanduk), merupakan lapisan kulit yang paling luar,
tersusun atas sel-sel mati yang bersifat keras, tahan terhadap air, dan selalu
mengelupas (deskuamasi)

b) Stratum lusidum (sel-sel pipih), tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan
berfungsi mengganti stratum korneum.

c) Stratum granulosum (prekursor pembentukan keratin), tersusun atas sel-sel yang
berinti dan mengandung pigmen melanin.

d) Stratum germinativum, tersusun atas sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru
kea rah luar.

 Dermis, lapisan yang terletak dibawah epidermis dan terdiri atas lapisan papilar
(jaringan ikat areolar renggang) dan lapisan retikuler (jaringan ikat ireguler). Terdapat
jaringan lemak atau lapisan Hipodermis di bawah lapisan dermis yang berfungsi sebagai
makanan cadangan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.

3.3.Gambar Kulit

3.4.Kontrol Pengeluaran Keringat:
 Saat suhu tubuh tinggi atau berada pada lingkungan yang panas, kulit akan menerima
impuls dan mengakibatkan pembuluh darah melebar. Aktivitas pembuluh darah akan
memberi respon hioptalamus bahwa suhu tubuh sedang panas.
 Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
 Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan
tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
 Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi panas, dan
panas terbuang.
 Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi
psikis.

75

BAB SISTEM KOORDINASI

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Ilham. Setelah itu bu
Puspa bangga karena karena banyak siswa-siswi yang mendapat nilai 100 dan bu Puspa
memotivasi bagi yang nilainya masih dibawah mungkin bukan berarti kamu tidak bisa tetapi
kamu harus lebih rajin dan harus serius dalam mengerjakan sesuatu. Bu Puspa memberitahu
ada 3 murid bimbingan ibunya keterima di undangan (SNMPTN) ketiga murid tersebut
memiliki sertifikat dari tekhnologi tepat guna. Selanjutnya kita masuk pada bab baru yaitu
Sistem Koordinasi, dimana yang dibahas pada sistem ini antara lain Sistem Saraf, Sistem
Endokrin (hormone), dan Sistem Indera. Pada pembahasan hari ini kita masuk ke sistem
saraf. Setelah itu bu Puspa meminta murid untuk menjelaskan tentang gambar yang sudah
ditayangkan. Murid menjelaskan antara lain Bagas, Cleonny, Jeremy, Jovanka, Khaerunisa,
Irva, dan Stepani. Mereka menjelaskan sesuai slide yang sudah ditayangkan. Setelah itu
karena waktu sudah berakhir bu Puspa menutup meet tersebut.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan menyenangkan dan bangga
karena Alhamdulillah sudah mendapatkan nilai yang memuaskan pada ulangan tentang sistem
ekskresi walaupun pada saat ulangan saya masih melihat dari buku dan internet. Pesannya
semoga kedepannya saya dan teman-teman lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dan
mengerjakan tugas yang sudah diberikan oleh guru. Amiin

Jurnal Belajar 2
1. Pada pembelajaran hari ini kita disuruh belajar mandiri karena Bu Puspa lagi workshop di

sekolah. Kita diberi tugas untuk membuat analisis terhadap struktur, fungsi dan
pengelompokan Sel Saraf (Neuron), Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SSP)
dan kalau sudah selesai mengerjakan silahkan mengumpulkannya di Google Clasroom yang
sudah disediakan.

76

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlansung itu berkesan menyenangkan dan pesannya
semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan semoga kita semua lebih rajin lagi dalam
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru disekolah.
Jurnal Belajar 3

1. Pada pembelajaran hari ini tidak ada meet karena ibu Puspa sedang persiapan, ibu Puspa dan
bu Dayang MD diberi kepercayaan mewakili oleh Kemendikbud untuk berdialog dengan Bapak
Mendikbud nanti siang, mohon do'a kalian ya utk Ibu Ada tugas mandiri di classroom. Tugas
mandiri yang diberikan oleh Bu Puspa di classroom yaitu sistem koordinasi

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlansung itu berkesan menyenangkan dan pesannya
semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan semoga kita semua lebih rajin lagi dalam
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru disekolah.
Jurnal Belajar 4

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh saya, setelah itu bu
Puspa memberikan pengalaman saat bertemu dengan mas mentri pendidikan. Bu puspa bangga
sebagai perwakilan guru yang ditunjuk untuk bertemu dengan mentri pendidikan. Sebelum bu
Puspa bertemu dengan mas mentri bu Puspa melakukan empat hal yaitu minta doa restu
kepada kedua orang tua, meminta izin kepala sekolah, meminta doa dari murid-murid, dan
bersedekah. Setelah itu bu Puspa memberitahu bagi anak-anak yang belum mengumpulkan
tugas baik itu dari IPA 1 maupun IPA 2 diharapkan segera mengumpulkan tugas tersebut
dengan tepat waktu karena nilainya akan berbeda dengan yang mengumpulkan tugasnya
terlambat. Bu Puspa menyuruh pengurus kelas untuk peduli dengan siswa yang belum
mengumpulkan tugas yaitu dengan cara menanyakan keluhan yang dialami bagi anak yang
belum mengerjakan tugas. Untuk pembelajaran hari ini kita masih belum membahas materi
dan untuk pembelajaran selanjutnya kita membahas materi sistem koordinasi yang sudah kita
kerjakan di google classroom, kita mengulang kembali materi tersebut. Setelah itu karena
waktu sudah habis Bu Puspa menutup meet tersebut.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan bangga memiliki guru yang
kreatif dan inovatif seperti Bu Puspa. Pesannya semoga kita semua selalu diberi kesehatan
dan lebih rajin lagi dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru disekolah. Amiin

77

Jurnal Belajar 5
1. Pada pembelajaran hari ini kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Cleonny, setelah itu

seperti yang Bu Puspa bilang pada pertemuan sebelumnya yaitu terutama bagi murid-murid
yang belum mengerjakan tugas baik dari IPA 1 maupun IPA 2 silahkan kerjakan segera, Bu
Puspa memberi motivasi bagi anak yang belum mengerjakan tugas dengan menjelaskan tugas
yang diberikan pada pertemuan hari ini ini, pertama Bu Puspa menunjuk Adi Wahyu tetapi
belum ada respon, kedua yang ditunjuk yaitu Alvin tetapi belum ada respon juga, lalu Bu
Puspa menunjuk Afriyan dan Afriyanpun siap menjelaskan materi. Materi yang dijelaskan
Afriyan adalah Sistem Saraf Tepi (SSP), Bu Puspa dan murid-murid yang lain meapresiasi
penjelasan dari Afriyan dengan member tepuk tangan. Setelah itu Bu Puspa masih menunjuk
anak dari kelas IPA 2, antara lain M.Anugerah, Gavriel, Shanny, Onov dan Trinitha dan
mereka merespon belum siap untuk menjelaskan materi pada hari ini, lalu Bu Puspa memberi
kesempatan pada pertemuan selanjutnya. Setelah itu Bu Puspa memberikan kesempatan
untuk anak kelas dari IPA 1 yaitu Aurell dan dia menjelaskan tentang sistem endokrin dengan
baik sampai waktu pertemuan berakhir.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan menyenangkan karena
alhamdulillah saya sudah mengerjakan tugas yang diberikan dengan pengumpulan tepat waktu.
Pesannya semoga saya lebih rajin dan giat lagi dalam menuntut ilmu dan mengerjakan tugas
yang diberikan oleh guru disekolah. Amiin

Jurnal Belajar 6
1. Pada pembelajaran hari ini, sebelumnya saya mohon maaf kepada bu Puspa karena saya masuk

meet terlambat 15 menit karena ketiduran. Pada saat saya masuk, materi yang dibahas yaitu
Sistem Indera yang dimulai dari hidung. Pada hidung sudah dijelaskan dengan jelas oleh
Dayang dari IPA 2 walaupun saya tidak mendengar penjelasannya dari awal. Setelah itu, Bu
Puspa memberikan kesempatan bagi anak yang mau menambah nilai untuk menjelaskan sistem
indera yang lainnya dan Irvapun menjelaskan indera pengecap yaitu lidah. Irva menjelaskan

78

bagaimana kepekaan lidah terhadap rasa-rasa makanan/minuman yang masuk ke mulut dan Bu
Puspa menyimpulkan dan menjelaskan lebih rinci lagi tentang indera pengecap (lidah). Setelah
membahas tentang lidah, kita langsung masuk ke mata yang dijelaskan oleh Jovan. Jovan
menjelaskan mekanisme mata dalam melihat. Setelah itu timbul pertanyaan dari Bu Puspa
yaitu bagaimana proses peristiwa mata melihat dari gelap ke terang. Dan Stephani
menjelaskan proses tersebut dan ilhan menbahkannya. Setelah itu dikarenakan waktu sudah
habis dan masih ada 2 indera lagi yaitu telinga dan kulit, jadi untuk 2 indera tersebut
dibahas di pertemuan berikutnya.
2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan agak panik si pas bangun
tidur liat jam 08.15 dan bu Puspa sudah meberikan link meet disitu saya langsung buru-buru
masuk ke dalam meet dan cuci muka. Pesannya semoga saya kedepannya tidak lagi mengulangi
kesalahan yang saya alami tadi yaitu telat bangun dan semoga kita semua selalu diberi
kesehatan agar pada tahun ajaran baru nanti kita bisa bertemu kembali di sekolah. Amiin

Jurnal Belajar 7
1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh ilhan. Setelah itu

sesuai yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya, pada pertemuan hari ini kita
membahas tentang Telinga dan Kulit. Bu Puspa membuka peluang bagi anak yang ingin
mendapatkan nilai untuk segera menjelaskan sistem indera tersebut dan yang aktif pada saat
sesi tersebut yaitu Cleonny dan Khaerunisa. Cleonny menjelaskan bagaimana mekanisme
mendengar dan Khaerunisa menjelaskan Reseptor pada kulit, dimana disetiap penjelasan dari
cleo dan kherunisa di perjelas lagi secara lebih rinci oleh Bu Puspa. Selanjutnya kita masuk
ke pembahasan tentang NAPZA ( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Pada pembahasan
I kali ini Bu Puspa meminta Raghil untuk menjelaskan Apa sih Napza itu! Dan Raghil menjawab
pertanyaan dari Bu Puspa meskipun agak telat. NAPZA adalah zat / bahan yang berbahaya
yang mempengaruh kondisi kejiwaan atau psikologi seseorang, baik itu pikiran, prilaku ataupun
perasaan seseorang. Setelah membahas tentang Napza kita juga harus tau pengertian dari
Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif seperti yang sudah dijelaskan oleh Oniel.

79

Selanjutnya untuk menutup bab ini Bu Puspa memberikan tugas kepada kita yaitu tentang
bagaimana cara kita bersosialisasi dalam bentuk karya apapun untuk kalangan remaja agar
dapat menjauhi narkoba atau napza. Setelah itu Bu Puspa membuka sesi tanya jawab
berkaitan dengan tugas yang diberikan dan seputar napza sampai waktu pembelajaran
berakhir.

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan asik dan seru karena banyak
siswa yang aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Pesannya semoga kedepannya saya bisa
aktif seperti teman-teman saya dan semoga kita semua terhindar dari Napza atau sejenis
obat-obatan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Amiin

B. Tugas-Tugas

Analisis Sistem Koordinasi

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi yang
Dibimbing oleh Ibu Puspani Bandrang, M.Pd.

Oleh:
Muhammad Hisyam Al-Aushaf

XI IPA 1

80

Analisis Sistem Koordinasi

1. Sel Saraf (Neuron).
Sel saraf (Neuron) merupakan sel-sel yang bermuatan listrik dengan serabut-serabut mirip
benang yang menghubungkannya dengaan bagian-bagian tubuh atau dengan sel-sel saraf lain. Sel
saraf (Neuron) Juga bisa diartikan sebagai unit struktural dan fungsional yang menyusun sistem
saraf. Neuron berfungsi sebagai penghantar rangsangan dan juga memiliki kemampuan untuk
merespon rangsangan. Kehadiran neuron selalu diikuti dengan adanya sel neuroglia. Neuroglila adalah
sel yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada neuron agar dapat melaksanakan fungsinya dengan
baik.

1.1.Struktur Sel Saraf.

Sel saraf (Neuron) memiliki struktur dan fungsi tertentu. Struktur sel saraf meliputi
dendrit, badan sel, dan akson. Struktur beserta fungsi sel saraf, yaitu:

 Dendrit. Juluran sitoplasma yang berfungsi untuk menerima impuls dari ujung saraf
lain dan menghantkanya ke badan sel saraf.

 Badan sel. Dalam badan sel terdapat badan Nissl yang berfungsi menerima dan
meneruskan impuls dari dendrit ke neurit dan berfungsi untuk mengendalikan
metabolisme keseluruhan neuron.

 Akson.Akson (neurit) berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel saraf
yang lain. Neurit terbungkus oleh selubung myelin yang disusun oleh sel-sel Schawann.
Selubung myelin berfungsi sebagai pelindung neurit dan pemberi nutrisi bagi neuron.
Juluran sitoplasma yang panjang untuk mengirimkan impuls ke neuron lainnya. Bagian
akson tanpa mielin disebut nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls. Mielin
ditutupi oleh selubung Schwann (neurilema).

1.2.Fungsi dan Pengelompokkan Sel Saraf.
Ada tiga neuron berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik (neuron aferen), neuron
motoric (neuron eferen), neuron asosiasi (neuron penghubung).

 Neuron sensorik (arafen) berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem
saraf pusat. Reseptor adalah penerima rangsang. Organ yang mengandung reseptor
disebut indera.

81

 Neuron motorik (eferen), berfungsi menghantarkan impuls dari sistem pusat saraf
ke organ efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar.

 Neuron konektor (interneuron) berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan
neuron motorik/ menghubungkan neuron yang satu dengan neuron yang lainnya.
Neuron asosiasi terdapat dalam otak dan sumsum tulang belakang.

1.3.Pengelompokkan berdasarkan Juluran Sitoplasma
Berdasarkan strukturnya (jaluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan mejadi tiga macam, yaitu
sebagai berikut :

 Neuron multipolar, memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih. Contohnya,
neuron motor yang terdapat di otak dan medulla spinalis (sumsum tulang belakang).

 Neuron biopolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson. Contohnya, neuron
ada organ indra seperti mata, hidung, dan telinga.

 Neuron unipolar (pseudounipolar), merupakan neuron biopolar yang tampak hanya
memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendritnya berfusi.
Contohnya, neuron pada embrio dan fotoreseptor mata.

2. Sistem Saraf Pusat.

Sistem saraf pusat terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medulla
spinalis). Keduanya Dilapisi dilapisi jaringan ikat meninges, yang terdiri atas :

 Pia Meter, lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah.
 Arakniod, lapisan tengah yang mengandung sedikit pembuluh darah.
 Dura Meter, lapisan terluar, tebal dan kuat. Melekat pada permukaan kranium.
Otak dan Medula Spinalis memiliki subtansi abu – abu dan substansi putih.
 Substansi abu – abu, membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam medulla spinalis.
 Substansi putih, membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medulla spinalis.

2.1.Otak
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks.
Berikut bagian – bagian dari otak ;

82

a) Serebrum (Otak Besar), mengisi bagian deoan dan atas rongga tengkorak. Bagian luarnya
tersusun dari korteks serebral, sedangkan bagian dalamnya tersusun dari nucleus basal.
 Area motor primer, mengendalikan kontraksi volunteer dibawah kesadaran otot rangka.
 Area sensor korteks, meliputi sensor primer, visual primer, auditori primer, area
olfaktori primer, dan pengecap primer (gustatory).
 Area asosiasi, meliputi asosiasi frontal, asosiasi somatic, asosiasi visual dan wicara
Wernicke.

b) Dianasefalon, terletak diantara serebrum dan otak tengah. Berikut bagian – bagian dari
dianasefalon;
 Thalamus, menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar.
 Hipotalamus, kendalikan sistem saraf otonom (tak sadar), pusat pengaturan emosi,
pengaruhi keseluruhan sistem endokrin.
 Epitalamus, berperan dalam mendorong sikap emosi, dna berperan dalam fungsi endokrin.
 Sistem Limbik, berfungsi dalam pengaturan emosi (tertawa, marah, takut, menangis)
 Mesensefalon (otak tengah), berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat reflex.
 Pons Varolli (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernafas.
 Serebelum, berfungsi mempertahankan keseimbangan, control gerakan mata.
 Medulla Oblongata, berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung.
 Formasi Retikuler, memicu dan pertahankan kewaspadaan.

2.2.Medula Spinalis (Sum-Sum Tulang Belakang).
Berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang otak medulla oblongata hingga ke-2
tulang pinggang. Panjang medulla spinalis sekitar 45 cm dan berdiameter 2 cm. Fungsinya
mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh, komunikasi antara otak dengan semua bagian
tubuh serta menghantarkan rangsangan koordinasi antar otot dan sendi ke serebelum.

a) Struktur bagian dalam (substansi abu – abu), struktur berbentuk H (tanduk atau kolumna),
yang banyak mengandung badan sel, dendrit asosiasi, neuron eferen dan akson tidak
bermielin.
 Tanduk abu – abu posterior (dorsal), menerima impuls melalui saraf spinal dari neuron
sensor.
 Tanduk abu – abu anterior (ventral), mengirimkan impuls melalui saraf spinal ke otot dan
kelenjar.
 Tanduk lateral substansi abu – abu, mengandung badan sel neuron sistem saraf otonom
(SSO).
 Komisura abu – abu, hubungkan substansi abu – abu sisi kiri dan kanan medulla spinalis.

b) Struktur bagian luar (substansi putih), tersusun dari akson yang bermielin, terbagi menjadi
funikulus (kolumna), anterior (ventral), posterior, ventrolateral, dan lateral. Dalam funikulus
terdapat traktus (fusikulus) spinal, yaitu:

83

 Traktus sensor (asenden), menyampaikan informasi dari tubuh ke otak.

c) Traktus motor (desenden), berperan membawa impuls motor dari otak ke medulla spinalis dan
dari saraf spinal menuju ke tubuh. Traktus motor berfungsi menghantarkan impuls untuk
koordinasi dan ketepatan gerakan volunteer (sadar).
3. Sistem Saraf Tepi

Saraf tepi menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf (otak dan sumsum tulang
belakang). Berdasarkan tempatnya, sistem saraf tepi terdiri atas saraf kranial dan saraf spinal.
Saraf kranial berasal dari otak dan berjumlah 12 pasang. Saraf spinal berasal dari sumsum tulang
belakang. Cabang-cabang saraf spinal mempersatukan seluruh anggota rangka dan kulit. Saraf spinal
berjumlah 31 pasang.

3.1.Fungsi Sistem Saraf.
Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatik (saraf sadar) dan
sistem saraf otonom (saraf tidak sadar).

 Sistem Saraf Somatik
Sistem somatik berfungsi mengatur gerakan yang disadari, contoh gerakan kaki melangkah

menuju ke suatu tempat. Berdasarkan arah impuls yang dibawahnya, sistem saraf tepi dibedakan
menjadi sistem saraf aferen dan eferen.

 Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom mengendalikan gerak organ-organ yang bekerja secara otomatis,

contohnya otot polos, jantung, lambung, usus, pembuluh darah, dan kelenjar. Sistem saraf
otonom terdiri atas simpatik dan saraf parasimpatik. Kedua macam saraf itu bekerja saling
berlawanan. Fungsi kedua macam saraf tersebut dilihat dari tabel dibawah ini.

No. Parasimpatik Simpatik
1. Mengecilkan pupil. Membesarkan pupil.
2. Memacu sekresi saliva. Menghambat sekresi saliva.
3. Mengetukan bronkus. Mebesarkan bronkus.
4. Memperlambat detak jantung. Mempercepat detak jantung.
5. Meningkatkan sekresi asam lambung. Menghambat sekresi asam lambung.
6. Memacu kerja kantong empedu. Memacu pelepasan glukosa oleh hati.
7. Mengerutkan kandung kemih. Menghambat kontraksi kandung kemih.

84

8. Memacu ekskresi pada alat kelamin. Memacu ejakulasi.
9. Menurunkan skresi adrenalin. Meningkatkan sekresi adrenalin.

 Tugas Kreatif Membuat Sosialisasi Berkaitan dengan Pengaruh NAPZA terhadap
Remaja.

85

A. Portofolio SISTEM HORMON
Analisis Sistem Hormon

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi yang
Dibimbing oleh Ibu Puspani Bandrang, M.Pd.

Oleh:
Muhammad Hisyam Al-Aushaf

XI IPA 1

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGRI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021

86

Sistem Endokrin (Hormone)
1. Sistem Endokrin (Hormone).

Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormone. Hormone
hanya dapat memengaruhi sel-sel target yang memiliki reseptor khusus. Pengaruh hormone terhadap
jaringan tubuh tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun.
Jumlah hormone dalam aliran darah hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah glukosa atau
kolesterol. Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi untuk mengatur aktivitas
tubuh seperti metabolisme, homeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula
darah), pertumbuhan, perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi,

A. Karakteristik Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin memliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
 Kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran (ductus) dan menyekresikan hormone langsung

ke dalam cairan di sekitar sel-sel.
 Pada umumya menyekresi lebih dari satu jenis hormone, kecuali kelenjar paratiroid yang

hanya menyekresi hormone paratiroid.
 Kelenjar endokrin memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan

ditopang oleh jaringan ikat.
 Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormone berbeda-beda, ada yang

seumur hidup (contohnya hormone metabolisme), dimulai pada masa tertentu (contohnya
hormone kelamin), atau bekerja sampai masa tertentu (contohnya hormone pertumbuhan).
 Sekresi hormone dapat distimulasi atau dihambur oleh kadar hormone lainnya dan senyawa
nonhormon (misalnya glukosa dan kalsium) dalam darah, serta impuls saraf.

B. Struktur, Pengelompokkan Hormone Beserta Fungsinya

1. Hipofisis (Pituitari) Letaknya Di Dasar Otak Besar.
a) Lobus anterior, menghasilkan hormon:
 Hormon GH (Growth Hormone) berfungsi untuk Mengendalikan pertumbuhan sel, tulang, dan
kartilago, mengatur laju sintesis protein, serta mengatur pemakaian lemak.

87

 Hormone TSH (Thyroid Stimulating Hormone) berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan
dan perkembangan kelenjar tiroid (gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan
metabolisme sel.

 Hormon ACTH (Adrenocorticotropic Hormone) berfungsi untuk merangsang kelenjar korteks
adrenal untuk menyekresi glukokortikoid (homone yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat).

 FSH (Follicle Stimulating Hormone) berfungsi untuk merangsang spermatogenesis,
merangsang pematangan folikel dalam ovarium, dan menghasilkan hormon esterogen pada
wanita, perkembangan spermatozoa (laki-laki)

 LH (Luteinizing Hormone): bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen,
berperan dalam ovulasi dan menstimulasi pembentukan hormone progesteron (wanita),
menstimulasi produksi testosteron (laki-laki).

b) Lobus intermedia, menghasilkan hormone:
 Endorfin yang berfungsi untuk mengilangkan nyeri alamiah, merespon 88tress, dan aktivitas

seperti olahraga).
 MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) berfungsi untuk memengaruhi pembentukkan zat

warna kulit (melanin) dan merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel penghasilnya
(melanosit) pada epidermis.

c) Lobus inferior, menghasilkan hormone:
 ADH (Antidiuretic Hormone) berfungsi untuk mencegah pembentukkan urine dalam jumlah

banyak.
 Oksitosin berfungsi untuk merangsang kontraksi otot polos pada saat melahirkan dan

pengeluaran ASI pada ibu menyusui.

2. Tiroid (Kelenjar Gondok)
Menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi untuk meningkatkan laju metabolisme sel,
menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta mengatur
pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.

3. Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Menghasilkan hormon PTH (parathyroid Hormone) yang berfungsi untuk mengendalikan
keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur
tulang), aktivasi vitamin D, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal.

4. Adrenal (Suprarenalis/Kelenjar Anak Ginjal)
a) Adrenal bagian medula menghasilkan hormone:
 Adrenalin (Epinefrin), berfungsi untuk meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan
konsumsi oksigen.

88

 Noradrenalin (Norepinefrin) berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi
otot jantung.

b) Adrenal bagian korteks menghasilkan hormone:
 Aldosteron berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui
pengendalian kadar natrium dan kalium dalam darah.
 Glukokortikoid (kortisol, kortison, kortikostreron) berfungsi untuk memengaruhi
metabolisme glukosa, protein, lemak, dan menjaga membran lisosom sehingga
mencegah kerusakan jaringan.
 Gonadokortikoid (steroid kelamin) berfungsi sebagai prekursor pengubahan
testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.

5. Pankreas
Organ berbentuk pipih, terletak dibagian belakang bawah lambung. Menghasilkan hormone sebagai
berikut:

 Hormone Glukagon berfungsi untuk meningkatkan penguraian glikogen di hati menjadi glukosa
sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam
hati.

 Hormone Insulin berfungsi untuk menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar
gula darah, serta meningkatkan sintesis protein dan lemak.

 Hormone Somatostatin berfungsi sebagai penghalang hormon pertumbuhan dan penghambat
sekresi glukagon dan insulin.

 Polipeptida Pankreas, hormone pencernaan yang dilepaskan setelah makan, fungsi belum
diketahui.

6. Pineal (Epifisis Serebri)
Terletak dilangit-langit otak, menghasilkan melatonin yang berpengaruh pada pelepasan
gonadotropin dan menghambat produksi melanin. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari
dan tersebar pada malam hari.

7. Timus
Terletak dibagian posterior toraks diatas jantung dan menghasilkan timosin untuk pengendalian
perkembangan sistem imun.

8. Ovarium, Testis Dan Plasenta
Ovarium menghasilkan estrogen dan progesterone. Testis menghasilkan testosterone. Plasenta
menghasilkan gonadotropin korion, estrogen, progesteron, dan somatotropin.

89

A. Portofolio SISTEM INDERA
Analisis Sistem Indra

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Biologi yang
Dibimbing oleh Ibu Puspani Bandrang, M.Pd.

Oleh:
Muhammad Hisyam Al-Aushaf

XI IPA 1
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGRI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021

90

Sistem Indra
1. Mata (Indra Penglihat)

Pada mata terdapat sel-sel saraf penerima rangsang cahaya (fotoreseptor). Oleh karena itu,
Mata merupakan sistem optic yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah
energi cahaya menjadi impuls saraf. Mata tersusun dari alat tambahan mata, bola mata, otot bola
mata, dan saraf optic.

A. Struktur Mata Beserta Fungsinya
1. Lapisan Luar Bola Mata (Tunika Fibrosa), antara lain:

 Sklera, berwarna putih dan tidak tembus cahaya. Bagian dinding mata yang tersusun dari
jaringan ikat fibrosa yang berfungsi untuk memberikan bentuk pada bola mata & tempat
perlekatan otot ekstrinsik.

 Kornea, mengandung banyak serabut saraf, tidak terdapat pembuluh darah, dan tembus
cahaya. Kornea berfungsi untuk meneruskan cahaya ke lensa mata. Kornea dilindung oleh
selaput pelindung konjungtiva.

2. Lapisan tengah bola mata, antara lain:

91

 Koroid, terletak antara epitel pigmen retina dan dinding belakang mata, koroid membawa
nutrisi ke retina dan epitel pigmen retina. Koroid terdiri dari melanin, yang menyerap setiap
cahaya asing yang dapat mengganggu citra mata mengirimkan ke otak.
bagian yang terpigmentasi yang berfungsi untuk mencegah refleksi internal berkas cahaya &
mengandung banyak pembuluh darah untuk memberikan nutrisi.

 Badan siliari, mengandung pembuluh darah & otot bersilia yang berfungsi dalam akomodasi
penglihatan (mengubah focus objek).

 Iris, bagian berwarna pada mata, terdiri atas jaringan ikat & otot yang berfungsi untuk
mengendalikan diameter pupil.

 Pupil, berwarna hitam dan berada di tengah iris yang dapat membuka dan menutup. Berfungsi
untuk mengatur masuknya cahaya pada bola mata. Ruang terbuka yang bulat pada iris
berfungsi untuk dilalui cahaya.

 Lensa mata, memiliki fungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk kebagian belakang mata
tepat pada retina. Struktur bikonveks yang bening dibelakang pupil & bersifat elastis.

 Rongga mata, ruang anterior berisi aqueous humor (cairan bening yang mengandung nutrisi
untuk lensa & kornea), sedangkan ruang posterior berisi vitreous humor (gel transparan yang
berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata & posisi retina terhadap kornea).

 Otot Mata, berfungsi untuk mengatur besar dan kecilnya lensa.
 Retina (selaput jala), merupakan lapisan yang sangat tipis dari jaringan di dalam mata.

Berfungsi untuk menangkap sinar cahaya yang masuk ke mata. Impuls cahaya kemudian
dikirim ke otak untuk diproses melalui saraf optik.lapisan terdalam mata, tipis, & transparan.
Retina tersusun dari:

1. Bagian luar, terpigmentasi & menyimpan vitamin A.
2. Bagian dalam, merupakan lapisan jaringan saraf dari sel-sel batang & sel-sel kerucut.

Sel batang mengandung pigmen rodopsin dan sel kerucut mengandung iodopsin.
3. Lutea makula, area berkas berwarna kekuningan terletak agak lateral dari pusat.
4. Fovea sentralis (bitnik kuning), pelekukan sentral lutea makula, mengandung sel

kerucut & tidak memiliki sel batang. Merupakan pusat visual mata (bayangan objek
yang terfokus dibagian ini akan diinterprestasikan oleh otak).
5. Saraf mata, terbentuk dari akson sel-sel ganglion yang keluar dari mata dan
bergabung disisi superior kelenjar hipofisis membentuk kiasma optic.
6. Bintik buta (diskus optic), bagian yang tidak mengandung fotoreseptor.

B. Fungsi Mata
Berdasarkan analisis struktur beserta fungsinya yang sudah saya paparkan diatas, Mata pada
dasarnya memiliki fungsi yaitu sebagai alat indra pengelihatan bagi mahkluk hidup dan sebagai alat
bantu dalam berkomunikasi.

2. Telinga (Indra Pendengar)

92

Pada telinga terdapat sel-sel saraf penerima rangsang suara (fonoreseptor). Telinga berfungsi
sebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi/suara, serta berperan penting
dalam keseimbangan & menentukan posisi tubuh.

A. Struktur Telinga

1. Telinga Bagian Luar
Pada bagian luar terdapat daun telinga dan saluran telinga luar. Telinga bagian luar berfungsi

menangkap getaran bunyi. Telinga bagian luar tersusun atas:
 Pinna/aurikula, yaitu daun kartilago yang menangkap gelombang bunyi untuk diteruskan

kekanal auditori eksternal (meatus) yang panjangnya sekitar 2,5 cm hingga membran
tympanum.
 Membran tympanum (gendang pendengar), merupakan perbatasan antara bagian luar dengan
bagian tengah telinga yang berbentuk kerucut. Lapisan luar membrane tympanum dilapisi oleh
kulit, sedangkan bagian dalam dilapisi oleh membrane mukosa.
2. Telinga Bagian Tengah
Pada bagian tengah terdapat tulang-tulang pendengaran dan saluran eustachius.
 Osikel auditori, meliputi tiga tulang pendengaran yaitu maleus (martil), inkus (landasan), &
stapes (sanggurdi).
 Saluran Eustachius (auditori), menghubungkan telinga tengah dengan faring yang berfungsi
menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane tympanum.
3. Telinga Bagian Dalam
Telinga bagian dalan terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut.
 Labirin osea (labirin tulang), merupakan ruang berliku berisi cairan perilimfa (seperti cairan
serebrospinalis). Labirin tulang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu vestibula (mengandung

93

reseptor keseimbangan tubuh), kanalis semisirkularis (tiga buah saluran setengah lingkaran),
& koklea (berbentuk rumah siput yang mengandung reseptor pendengaran).
 Labirin membranosa, terletak didalam labirin tulang, merupakan serangkaian tuba berongga
dan berkantong yang berisi cairan endolimfa (seperti cairan interseluler). Terdiri atas 2
kantong yaitu utriculus & sakulus.

B. Fungsi Telinga alat
Berdasarkan analisis struktur pada telinga. Telinga memiliki fungsi yaitu sebagai

pendengaran mahkluk hidup dan digunakan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

3. Kulit (Indra Peraba)
Pada kulit terdapat resptor yang peka terhadap rangsang fisik (mekanoreseptor). Kulit sebagai

indra peraba memiliki beberapa reseptor sensor untuk mentransduksi stimulus dari lingkungan
menjadi impuls saraf.

A. Reseptor Sensor Pada Kulit Beserta Fungsinya
 Korpuskula Pacini, berfungsi mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) & getaran, Reseptor ini

terdapat di jaringan subkutan, berbentuk bulat atau lonjong, memiliki Panjang 2 mm, serta
berdiameter 0,5-1 mm. Korpuskula Pacini terdapat pada jari, telapak tangan & kaki.
 Korpuskula Meissner, berfungsi mendeteksi rangsangan berupa sentuhan. Reseptor ini
terdapat pada papilla dermis, terutama pada ujung jari, bibir, papilla mamae, & genitalia luar.
Berbentuk silindris, dengan Panjang 80 mikron & lebar 40 mikron.
 Cakram Merkel, berfungsi mendeteksi sentuhan & sebagai reseptor raba yang beradaptasi
lambat. Reseptor ini dapat ditemukan pada bagian tubuh yang tidak berambut.
 Korpuskula Ruffini, berperan sebagai reseptor tekanan & tegangan disekitar jaringan ikat.
Terdapat di bagian dermis.
 Ujung Bulbus Krause, berfungsi mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, & gerakan.
Berbentuk bulat dengan diameter 50 mikron. Terdapat di bibir & genitalia luar, serta bagian
dermis yang berhubungan dengan rambut.
 Ujung Saraf Bebas (tidak memiliki lapisan seluler), berfungsi mendeteksi rasa nyeri,
sentuhan ringan, & suhu (panas/dingin). Terdapat menyebar di jaringan tubuh & merupakan
reseptor sensor utama pada kulit.

B. Struktur Kulit

94

Kulit pada manusia memiliki tiga lapisan, yakni kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan
jaringan kulit bawah (hipodermis).

 Kulit ari (epidermis), Kulit ari adalah lapisan pelindung dan tidak ada pembuluh darah.
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), kulit ari merupakan lapisan terluar kulit yang tipis.
Kulit epidermis memiliki tebal yang berbeda-beda pada berbagai tempat pada tubuh.

 Kulit jangat (dermis), Pada lapisan kulit dermis kamu akan menjumpai kelenjar minyak,
pembuluh darah, maupun akar rambut. Kulit jangat terdiri dari dua lapisan, yakni dermis
papilla dan retikular. Kulit jangat terletak di antara epidermis dan hipodermis. Kulit dermis
adalah suatu lapisan kedua dari kulit.

 Jaringan kulit bawah (hipodermis), Hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling tebal.
Hipodermis sebagian besar terdiri dari sel yang mengumpulkan dan menyimpan lemak. Kulit
memiliki ujung saraf penerima rangsangan (reseptor). Di mana peka terhadap beberapa
rangsangan seperti sentuhan , rasa sakit, panas, dingin, dan tekanan.

C. Fungsi Kulit
Berdasarkan analisis struktur pada kulit, kulit memiliki fungsi yaitu:

 Sebagai indra peraba.
 Proteksi.
 Regulator Suhu
 Pembentukan Vitamin D

4. Hidung (Indra Pembau)
Hidung adalah indra yang kita gunakan untuk mengenali suatu lingkungan sekitar atau sesuatu

dari aroma yang dihasilkan. Serabut-serabut pada saraf penciuman terdapat pada bagian atas
selaput lendir hidung. Serabut-serabut olfaktori ini mempunyai fungsi untuk mendeteksi rangsang
zat kimia dalam bentuk gas di udara (kemoreseptor). Hidung (nasal) sebagai indra pembau
(penciuman) memiliki Kemoreseptor Olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau
zat kimia yang berbentuk gas. Kemoreseptor olfaktori merupakan neuron khusus yang terletak pada
epitelium olfaktori dilangit-langit rongga hidung. Epitilium olfaktori mengandung sel penunjang, sel
basal, & sel olfaktori. Sel olfaktori

A. Struktur Hidung

95

a) Lubang Hidung
Udara masuk ke dalam rongga hidung melalui lubang hidung yang di dalamnya terdapat

rambut-rambut halus. Rambut tersebut biasa disebut dengan bulu hidung yang berfungsi sebagai
penyaring udara. Kotoran yang terdapat di udara tertahan oleh bulu hidung sehingga hanya udara
yang bersih yang masuk ke dalam sistem pernapasan.

b) Rongga Hidung
Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir dan rambut halus atau silia. Selaput lendir yang
ada di rongga hidung berfungsi sebagai pelindung terhadap kotoran dan bakteri. Selaput lendir akan
menghasilkan ingus atau mukus untuk mencegah bakteri dan kotoran yang masih ada di udara. Udara
yang masuk dalam rongga hidung nantinya akan diteruskan menuju tenggorokan. Udara yang ada di
rongga hidung dijaga kelembapan, suhu, serta tekanannya. Hidung memiliki dua rongga yang
dipisahkan oleh septum. Septum adalah dinding dari tulang rawan. Septum memisahkan rongga hidung
hingga bagian awal tenggorokan. Struktur hidung ini terbentuk dari empat dinding yaitu:

 Dinding superior atau bagian atas
 Dinding inferior atau bagian bawah
 Dinding medial atau bagian tengah
 Dinding lateral atau bagian samping

c) Saraf Hidung Atau Saraf Olfaktori
Saraf olfaktori merupakan salah satu dari 12 saraf kranial yang terhubung langsung dengan
saraf pusat atau otak. Saraf hidung berfungsi sebagai reseptor utama di dalam indra penciuman yang
berupa aroma yang terbawa di dalam udara. Aroma yang tercium nantinya akan diberikan pada otak
berupa impuls. Saraf olfaktori berhubungan dengan rasa pada makanan dan minuman yang dikonsumsi.

d) Tulang Rawan
Rongga hidung terlindungi oleh tulang rawan yang membentuk luaran hidung. Tulang rawan
tersebut kuat namun tetap elastis yang bernama hialin.

B. Fungsi Hidung
Berdasarkan analisis struktur pada hidung, hidung memiliki fungsi yaitu:

 Sebagai alat untuk bernapas bagi mahkluk hidup.
 Sebagai alat indra penciuman.
 Sebagai filtrasi debu atau kotorona sebelum masuk ke dalam paru-paru.

5. Lidah (Indra Pengecap)
Lidah merupakan indra pengecap yang dapat merasakan pahit, asam, asin, dan manis. Lidah

sebagai indra pengecap memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste bud). Kuncup
pengecap (taste bud), terdapat pada papilla lidah, palatum (langit-langit) lunak, epiglottis, & faring.

96

A. Berdasarkan bentuknya papilla lidah dibedakan menjadi 4, yaitu:
 papilla filiformis, berbentuk kerucut, kecil, menutupui bagian dorsum lidah (permukaan atas),

& tidak mengandung kuncup pengecap.
 papilla fungiformis, berbentuk bulat, banyak terdapat didekat ujung lidah, mengandung lima

kuncup pengecap pada setiap papilla.
 papilla sirkumvalata, berbentuk menonjol & tersusun seperti huruf V, banyak terdapat

dibagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap.
 papilla foliate, berbentuk seperti daun, terletak dibagian tepi pangkal lidah, & mengandung

sekitar 1.300 kuncup pengecap disetiap lipatannya.

B. Struktur Lidah

Fungsi Lidah

Alat untuk pengecap rasa.

Alat untuk membantuk berkomunikasi seperti dalam pengucapan artikulasi huruf pada sebuah
kalimat.

Alat untuk membantu mencerna makanan pada saat diproses dimulut.

Kuncup pengecap terdiri atas sel-sel penunjang dan sel sensor (sel pengecap) yang berambut.
Substansi yang dirasakan harus berbentuk cairan atau larut dalam air ludah. Area kepekaan rasa
pada lidah, antara lain:

 Pengecap rasa manis, terdapat dibagian ujung lidah.
 Pengecap rasa asin, terdapat pada hamper seluruh area lidah, tetapi reseptor banyak

terkumpul dibagian samping.
 Pengecap rasa asam, terdapat dibagian samping lidah agak ke belakang.
 Pengecap pahit, terdapat dibagian belakang pangkal lidah.

C. Fungsi Lidah
Berdasarkan analisis struktur pada lidah, lidah memiliki fungsi yaitu:

 Sebagai indra pengecap atau perasa segala objek yang masuk kedalam mulut, baik itu
makanan ataupun minuman yang masuk ke dalam mulut tersebut apakah berasa manis, pahit,
asam, asin.

 Sebagai organ yang menunjang dalam proses pencernaan yakni saat mencerna dan menelan
makanan, serta membolak-balikan makanan.

 Sebagai alat berbicara.

97

 Membantu mengatur letak makanan ketika dikunyah.
Lampiran

Sumber:

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/20/160000169/fungsi-kulit-dan-
strukturnya?page=all#:~:text=Struktur%20kulit,Kulit%20ari%20(epidermis)

Sumber:

https://lifestyle.kontan.co.id/news/sistem-panca-indra-manusia-struktur-organ-pada-hidung-serta-
fungsinya?page=all#:~:text=Struktur%20anatomi%20hidung%20manusia&text=Menurut%20Encyclo
pedia%20Britannica%2C%20hidung%20memiliki,hidung%20hingga%20bagian%20awal%20tenggoroka
n.

Sumber:

https://www.pelajaran.co.id/2020/16/fungsi-lidah.html

BAB SISTEM REPRODUKSI

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1

1. Pada pembelajaran hari ini, kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh saya, setelah itu Bu
Puspa mengumumkan bahwa nilai hasil ulangan sistem koordinasi ada beberapa anak yang
belum mendapatkan nilainya karena mengumpulkan lewat dari batas jamnya, jadi Bu Puspa
masih mencari solusi untuk anak yang belum mendapatkan nilainya dan kemungkinan besar
akan diadakan ulangan lagi jika banyak siswa yang tidak mendapatkan nilai. Selanjutnya kita
masuk pada pembahasan bab baru yaitu sistem reproduksi. Pada bab ini sangat menarik untuk
dipelajari karena kita jadi lebih memahami organ-organ reproduksi yang kita miliki masing-
masing. Kita juga membahas fungsi dari organ reproduksi, hormone yang berpengaruh pada
saat reproduksi, spermatogenesis (laki-laki), dan oogenesis (Perempuan). Kita juga membahas
tentang siklus menstruasi. Setelah itu Bu Puspa memberi pertanyaan kepada anak cowo yaitu
bolehkah kita mengeluarkan sperma atau ejakulasi dini. Dan yang menjawab pertanyaan
tersebut adalah Ilhan dan Denis dengan jawaban yang berbeda. Ilhan menjawab tidak boleh
karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan kalau dilakukan secara terus menerus bisa
mengakibatkan kecanduan. Denis menjawab ejakulasi dini itu boleh-boleh saja menurut
dokter selagi tidak dilakukan secara terus-menerus. Setelah itu karena waktu sudah habis Bu
Puspa menutup meet tersebut.

98

2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan seru dan menyenangkan
karena banyak siswa-siswi yang antusias mengikuti pembelajaran daring tersebut dan
pembahasan pada bab ini pun juga membuat pembelajaran pada hari ini itu menjadi serius dan
seru. Pesannya kita harus menjaga dan merawat organ reproduksi kita masing-masing dan
jangan sekali-sekali mencoba untuk melakukan persalinan jika belum menikah karena suda
jelas dilarang oleh Agama manapun.

99

BAB SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1
1. Pada pembelajaran hari ini kita memulai dengan doa yang dipimpin oleh Ilhan. Selanjutnya

karena materi sistem reproduksi sudah dibahas walaupun belum sempurna, kita langsung pada
materi di bab baru yaitu sistem pertahanan tubuh. Pada sistem pertahanan tubuh dibagi
menjadi 2 yaitu Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik dan Sistem Pertahanan Tubuh
Spesifik. Kemudian Bu Puspa menjelaskan hal-hal yang mengenai imunitas yang ada pada
tubuh. Setelah itu Bu Puspa membuka sesi tanya jawab bagi siswa yang ingin bertanya.
Selanjutnya karena waktu pembelajaran telah berakir Bu Puspa menutup pertemuan
tersebut.
2. Kesan dan pesan selama pembelajaran berlangsung itu berkesan menyenangkan karena
alhamdulillah saya sudah mengerjakan tugas yang diberikan dengan pengumpulan tepat waktu.
Pesannya semoga saya lebih rajin dan giat lagi dalam menuntut ilmu dan mengerjakan tugas
yang diberikan oleh guru disekolah. Amiin

100


Click to View FlipBook Version