The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan ajar kelas X Jamur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nanirosnitaa, 2020-12-10 09:23:31

E-modul

Bahan ajar kelas X Jamur

Keywords: Kelas X

Jamur ( Fungi )
Kelas X
Biologi

Nur Amanah
180101110247

KATA PENGANTAR

Segala puji hanyalah bagi Allah SWT, atas segala limpahan karunia, nikmat,
dan petunjuk-Nya sehingga pada akhirnya modul ini dapat selesai. Shalawat serta
salam selalu kita haturkan kepada panutan kita, Nabi Besar Muhammad Saw,
keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Alhamduillah atas
izin-Nya dan atas kerja sama yang baik dari teman-teman yang telah memberikan
ide-idenya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas penulisan modul dengan judul
“ Jamur (Fungi)” dengan tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Saya sampaikan terima kasih banyak kepada (Sari Indriyani, M, Pd.), selaku
dosen pengampu mata kuliah (Media Pembelajaran Biologi) yang telah
mempercayakan kepada saya untuk menyelesaikan modul ini dengan sebaik-baiknya.
Juga kepada kedua orang tua serta teman-teman sekalian yang selalu memberikan
dukungan kepada kami.

Harapan saya, semoga modul ini mampu memberikan manfaat dalam
meningkatkann pengetahuan sekaligus wawasan kepada kita semua. Penulis berharap
kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Banjarmasin, 20 November 2020

Nur Amanah

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
KOMPOTENSI INTI:
K3:
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konspetual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
K4:
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara madniri dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR:
1. Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup
2. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan,

percobaan, dan kajian literatur serta peranannya bagia kehidupan.

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa diharapkan mampu menjelaskan gambaran umum jamur secara

lengkap
2. Siswa diharapkan mampu mengetahui reproduksi jamur
3. Siswa diharapkan mampu menyebutkan klasifikasi jamur
4. Siswa diharapkan mampu membedakan peranan jamur yang

menguntungkan dan yang merugikan dalam kehidupan.

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

BAB I : Jamur (Fungi)

A. : Gambaran Umum Jamur

B : Karakteristik Jamur

C : Reproduksi Jamur

D : Klasifikasi Jamur

KINGDOM FUNGI
A. Gambaran umum Jamur

Jamur sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita, meskipun jamur
hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada tempat tertentu yang mendukung dan
lama hidupnya yang terbatas, sebagai contohnya jamur lebih banyak tumbuh
pada musim hujan di kayu-kayu yang lapuk, dan tumpukan jerami, namun
ketika musim kemarau datang jamur-jamur tersebut kebanyakan langsung
pada mati, seiring dengan perkembaangan teknologi, dimana manusia sudaah
mampu membudidayakan jamur seperti jamur merang, jamur tiram dan jamur
kuping.

Salah satu contoh gambar jamur

B. Karakteristik jamur
Jamur merupakan organisme eukariotik karena telah mempunyai

membran inti, organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang
dan daun. Jamur juga tidak tidak bisa menghasilkan makanan sendiri. Bentuk
jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi tidak memiliki daun dan akar yang
sejati, juga tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak dapat melakukan
fotosintesis. Untuk itulah jamur digolongkan atau diklasifikasikan tersendiri
karena tidak dapat digolongkan dalam tumbuhan atau hewan. Dari hasil
kegiatan yang Anda lakukan, Anda dapat mengetahui ternyata jenis jamur ada
yang dapat dilihat secara langsung atau bentuknya makroskopis dan ada yang
harus diamati menggunakan mikroskop karena bentuknya mikroskopis.

Pada umumnya jamur mempunyai sel banyak (multiseluler) misalnya
jamur merang dan jamur tempe, tetapi ada juga yang bersel tunggal
(uniseluler) seperti ragi atau yeast / Saccharomyces. Jamur yang multiseluler
tersusun atas benang-benang yang disebut dengan hifa. Apabila dilihat dengan
mikroskop tampak bentuk hifa ini bersekat-sekat (bersepta) dan tidak
bersekat.

Dari gambar diatas tampak bahwa pada hifa yang bersekat, tiap sekat
terdapat satu sel yang terdiri atas satu atau beberapa inti sel. Adapun pada hifa
yang tidak bersekat, inti selnya tersebar di dalam sitoplasma yang disebut
dengan sinositik. Seperti yang terlihat pada mikroskop, sel-sel jamur ini sudah
memiliki membran inti sel, sehingga dikelompokkan sebagai organisme
eukariotik. Dinding sel jamur ini terbuat dari kitin yang dapat memberikan
bentuk dari sel-sel jamur.

C. Reproduksi Jamur
Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian reproduksi

pada jamur umumnya terjadi dalam dua cara, yaitu secara seksual (generatif)
dan aseksual (vegetatif).
a. Reproduksi seksual

Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa (suatu
proses yang disebut plasmogami), kemudian nukleus berpasangan tetapi
tidak segera bersatu dan berkembanglah miselium dikariotik (2 inti sel).

Akhirnya nukleus bersatu menghasilkan tahapan diploid (2n), penyatuan
inti ini disebut karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis
menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora seksual.
b. Pembiakan aseksual yaitu dengan cara :
1) Pembentukan spora aseksual ( spora yang dihasilkan dari pembelahan

secara mitosis yang terjadi di dalam sporangium, askus atau basidium).
Spora tumbuh membentuk hifa.
2) Pembelahan tubuh atau bertunas

D. Klasifikasi Jamur
a. Zygomycota
1) Karakteristik
Zygomycota umumnya merupkan organisme darat yang hidup di
tanah, tumbuhan dan hewan yang membusuk. Bersifat Saprofit, Hifa
tidak bersekat (sehingga terlihat seperti pipa) dan mempunyai beberapa
inti, dimana mempunyai tiga jenis hifa, yang menjalar pada permukaan
substratnya yang disebut stolon, hifa yang menembus ke dalam substrat
yang menyerupai akar disebut rhizoid, dan hifa yang menjulang keatas
dan membentuk sporangium disebut sporangiosfer. Dengan menyerap
makanan melalui hifa atai Rhiziod, dan mempunyai misellium yang
bercabang banyak.

2) Reproduksi
a. Aseksual
Reproduksi secara aseksual dengan menggunakan spora.
Prosesnya yaitu apabila sporangium telah matang (biasanya berwarna
hitam) maka dindingnya akan robek dan pecah yang kemudian
menghasilkan banyak spora, selanjutnya akan keluar dan menyebar
dengan bantuan angin. Jika jatuh pada tempat yang cocok akan
tumbuh membentuk hifa.
b. Seksual
Reproduksi seksual terjadi dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa
positif dan hifa negatif. Proses reproduksi seksual pada zygomycota
dimulai dengan bertemunya hifa + dan hifa -. Kedua hifa tersebut
akan membentuk gametangia yang didalamnya mengandung banyak
inti. Gametangia akan terpisah dari hifa melalui pembentukan septa.
Sel gametangia akan melebur melalui plasmogami yang
menyebabkan bersatunya plasma kedua gametangia. Peristiwa ini
diikuti dengan peleburan inti-inti haploid yang bersesuaian
(kariogami) sehingga terbentuk zigot berinti dipoid. Zigot akan
membentuk zigospora di dalam suatu kantung yang disebut
zigosporangium. Kantung tersebut dapat berisi zigospora lebih dari
satu. Meiosis terjadi saat zigospora membentuk kecambah.

Contohnya Rhizopus stolonifer

b. Ascomycota
a) Karakteristik
Lebih dari 600.000 spesies Ascomycota telah dideskripsikan.
Ascomycota merupakan kelompok jamur terbesar diantara keempat
divisi, dimana mempunyai karakteristik : sebagian besar hidup sebagai
saprofit, atau patogen terhadap tumbuhan, hifanya bersekat dan setiap
sel mempunyai satu inti, Tubuh jamur ini tersusun atas miselium dengan
hifa bersepta. Pada umumnya jamur dari divisio ini hidup pada habitat
air bersifat sebagai saproba atau patogen pada tumbuhan. Mempunyai
askus, suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat
terbentuknya spora. Beberapa jenis Ascomycota ada yang hidup
bersimbiosis dengan ganggang hijau atau ganggang biru membentuk
lichen atau lumut kerak.

b) Reproduksi
a. Aseksual
Reproduksi aseksualnya dengan pembentukan tunas, konidium,
klamidiospora dan fragmentasi. Pembentukan kuncup atau tunas,
dimana tunas terbentuk pada sel induk yang selnya membentuk rantai
sel.

b. Seksual

Reproduksi seksual dengan pembentukan askospora.
Reproduksi seksual dicirikan melalui pembentukan kantung askus
yang berisi askospora dan terdapat di dalam tubuh buah askokarp. Sel
vegetatif atau hifa janur ini bersifat heterokariot atau homokariot. Sel
atau hifa yang bersesuaian, ascogonia dan anteridia akan bertemu dan
melebur sehingga membentuk kantung askus berisi zigot. Zigot
mengalami meiosis dan diikuti dengan mitosis sehingga terbentuk 8
askospora atau kelipatannya.

Contohnya Aspergillus niger

Aspergilus niger
c. Basidiomycota

1. Karakteristik
Basidiomycota merupakan jamur multiseluler, Basidiomycota

umumnya merupakan jamur yang sebagai saproba, dimana ciri khas
basidiomycota mempunyai basidium, yaitu struktur reproduktif seperti
tongkat sebagai alat reproduksi seksual. Basidiomycota juga merupakan
salah satu jamur yang biasanya nampak diatas permukaan tanah, dimana
tubuh buahnya disebut basidiokarp yang tersusun atas hifa bersekat
bagian ujungnya berupa basidium yang berisi basidiospora.

2. Reproduksi
a) Seksual
Reproduksi seksualnya dengan pembentukan basidiospora.
Reproduksi seksual dimulai dengan bertemunya 2 hifa homokariot
yang bersesuaian melebur membentuk sel dikariotik. Sel dikariotik
tersebut akan berkembang membentuk miselium sekunder yang
memiliki inti heterokariot. Miselium sekunder berkembang
membentuk tubuh buah (basidiokarp) sel berinti dikariot membelah
secara mitosis sehingga membentuk basidium. Pada saatnya nanti,
inti dikariotik akan melebur membentuk zigot berbentuk diploid.
Selanjutnya inti dipoid mengalami proses meosis menjadi haploid
yang terdapat dalam basidiospora.
b) Aseksual
Reproduksi aseksual dilakukan dengan beberapa cara, seperti
membentuk spora vegetatif berupa konidia pertunasan fragmentasi

Contohnya jamur kuping

d. Deteromycota
1. Karakteristik
Deuteromycota dikenal dengan fungi imperfecti atau fungi yang belum
sempurna pada tahap seksualnya. Ciri dari divisi deuteromycota adalah
hifanya bersekat dan dinding sel tersusun atas kitin, bersifat parasit terhadap
ternak dan ada juga yang hidup saprofit pada tanah.
2. Reproduksi
a) Aseksual
Reproduksi aseksualnya dengan konidium. Dimana konidium
sendiri merupakan kumpulan dari spora.
b) Seksual
Belum diketahui tahapan reproduksi seksualnya sehingga
jamur pada devisi deuteromycota ini disebut dengan jamur
Imperfecti

Contohnya Epidermophyton floocosum

Soal:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jamur?
2. Bagaimana reproduksi pada jamur?
3. Jelaskan struktur dari jamur?
4. Sebutkan 3 jenis jamur yang menguntungkan dan yang merugikan!
5. Sebutkan kalisifkasi dari jamur dan jelaskan masing-masing klasifikasi tersebut!
6. Singami terjadi dalam 3 tahap, sebutkan dan jelaskan!
7. Sebutkan dan jelaskan ada berapa tipe spora seksual!
8. apa yang kamu ketahui mengenai Zygomycota!
9. Sebutkan dan jelaskan contoh jamur yang termasuk ke dalam divisi Zygomycota!
10. Jelaskan perkembangbaiakan jamur kelompok Ascomycota!


Click to View FlipBook Version