KUMPULAN
PERMAINAN
TRADISIONAL
Dosen Pengampu
Moh. Farizqo Irvan S.Pd., M.Pd.
Penyusun
1. Vinardita Meganesia
2. Anisha Anggi Nuryadi
3. Amalia Nurmala
4. Devita Ummul Musyarofah
5. Putri Maharani
6. Siti Lilik Ulya Arifah
7. Novia Fitrianti
8. Nadia Nayla Jinan
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………..….....………………………………..iii
Bakiak…………………………………………………………...…….1
Kelereng…………………………………………………………..….2
Lompat Tali Karet…..………….......…………………………3
Egrang Batok………...…………………………………………..4
Petak Umpet……………………...……………………………...5
Cublak-Cublak Suweng…..…………....…………………6
Donal Bebek………………………..……………………………...7
Cak Ingkling………......….……………………………………...8
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr wb
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Buku tentang "Permainan
tradisional"
Buku ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Buku ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan buku ini.
Buku ini berisi tentang "Permainan tradisional" beserta dengan
pengertian/sejarah, alat yang diperlukan untuk bermain, cara bermain,
dan manfaat nya Penyusunan Buku ini salah satunya bertujuan memberi
informasi kepada pembaca bagaimana teknik teknik dalam melakukan
permainan tradisional tersebut dengan baik dan benar
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki Buku ini.
Akhir kata kami berharap semoga Buku tentang permainan tradisional
ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Semarang, 23 September 2022
Kelompok 9
Bakiak
Aturan Main
Cara Bermain Berikut dibawah ini beberapa peraturan dalam bermain
bakiak diantaranya:
1) Apabila bakiak yang dimainkan cukup 6 orang, boleh
terdiri dari 3 pemain perempuan dan 3 pemain laki-laki.
2) Susunan barisan boleh bebas, bisa berselang-seling
antara laki dan perempuan. Posisi susunan orang di atas
bakiak harus seimbang dalam hali ini ada yang
menghadap ke depan dan ada yang menghadap ke
belakang.
3) Jarak tempuh 1 kali bolak balik biasanya setengah
lapangan tergantung panitia yang menentukan berapa,
dan tanpa harus berputar.
4) Pemenang ditentukan dari kelompok yang melewati
garis finish terlebih dahulu.
5) Permainan dimulai bersama-sama setelah ada aba-
aba seperti bunyi peluit atau apapun itu dari wasit.
6) Apabila terdapat kelompok yang terjatuh selama
permainan harus mengulang kembali dari garis start. Dan
apabila bakiak rusak selama permainan maka harus
mengulang kembali dari start juga.
Adapun langkah-langkah bermain bakiak atau terompah panjang sebagai berikut diantaranya:
1) Bentuklah beberapa kelompok, yang masing-masing kelompoknya terdiri sesuai dengan jumlah selop
yang ada dibakiaknya. Contoh 3-4 orang atau 5-6 orang.
2) Pilihlah satu orang anggota untuk dijadikan ketua dalam kelompok.
3) Berbaris ke belakang menggunakan selop masing-masing pada bakiak, yang mana ketua kelompoknya
berada paling depan.
4) Ketua kelompok harus memberikan komando kepada anggota lainnya dengan berteriak “kanan/kiri”, dan
anggotanya wajib mengikuti arahan komando tersebut supaya bisa bergerak dengan kompak serta selaras.
5) Kelompok yang paling cepat tiba di garis finish akan menjadi pemenang
Nilai Moral
1) Pertama, seorang anak bisa melatih rasa solidaritas, apabila tidak ada rasa solidaritas antara anggota
kelompok, maka permainan ini tidak akan berjalan lancar dan baik.
2) Untuk meraih kemenangan dengan mencapai garis finish, tentunya setiap anggota harus memiliki
kekompakkan. Semakin kompak, pastinya semakin cepat juga mencapai target.
3) Kemudian, permainan bakiak juga bisa meningkatkan kesabaran. Karena, kebanyakan orang yang tidak
sabaran dalam bermain bakiak, yang terjadi jika tidak sabaran bisa terjatuh. Bahkan, yang lebih parahnya
satu kelompok bisa terjatuh semuanya. Yang pada awalnya ingin cepat sampai garis finish, karena tidak
sabar kemudian malah jadi yang terakhir. Oleh sebab itu, apabila bermain bakiak harus sabar dan kompak.
4) Setelah itu, dengan permainan bakiak anak-anak juga bisa belajar bermusyawarah. Dalam menentukan
strategi, pastinya banyak sekali yang berpendapat dari anggota lain.
5) Mereka juga harus saling menghargai satu sama lain tanpa harus merendahkan pada saat berdiskusi.
Sampai akhirnya ditemukan strategi yang paling cocok. Hal tersebut menjadi acuan yang baik untuk
kehidupan bermasyarakat.
1
Kelereng
Aturan Main
● Pemain harus menyerahkan
kelerengnya apabila kalah dalam
●permainan.
Ketika akan menembak kelereng
tidak boleh berubah tempat dari
kelereng yang sebelumnya berada.
Cara Bermain
● Pemain harus membuat lubang di tanah minimal sebesar kelereng, yang telah disepakati oleh para
pemain lainnya.
● Bila lebih dari 2 orang, pemain harus dibagi menjadi 2 kelompok.
● Permainan telah dimulai dengan melemparkan kelereng masing-masing ke arah mendekati lubang yang
●sebelumnya dibuat.
Pemain yang kelerengnya paling mendekati lubang berhak bermain pertama, kemudian urutan
●selanjutnya disesuaikan dengan jarak dekat antara kelereng yang dilempar dengan lubang yang dibuat.
Pemain yang berhasil memasukkan kelerengnya ke dalam lubang mempunyai kesempatan untuk
menyerang lawannya. Ketika lawan terkena serangan tersebut, kelereng lawan tidak dapat dimainkan lagi
●atau dikatakan “mati”.
Pemain yang belum memasukkan kelerengnya pada lubang yang telah dibuat, tidak bisa menyerang dan
●mematikan kelereng yang lain.
Setiap pemain boleh menembak kelereng mana saja, sehingga memungkinkan untuk dapat mematikan
●kelereng temannya sendiri.
Untuk menghindari serangan lawan, pemain bisa meletakkan kelerengnya di tempat tersembunyi, misal di
●bawah bebatuan atau di sela-sela bebatuan.
Pemain yang dikatakan selesai apabila semua kelereng telah mati dan hanya ada satu kelereng yang
hidup, atau kelereng salah satu regu yang masih hidup.
Nilai Moral
● Mengatur Emosi (Rileks)
● Melatih Kemampuan Motorik.
● Melatih Kemampuan Berpikir (Kognitif)
● Kemampuan Berkompetensi.
● Kemampuan Sosial.
● Bersikap Jujur.
● Melatih Kecermatan dan Ketelitian.
2
Lompat Tali
Karet
Aturan Main
1. Aturan main
1) Permainan dimainkan oleh 3 orang atau lebih.
2) Harus ada dua orang untuk memegang kedua
ujung tali.
3) Satu orang bertugas untuk melompati karet.
4) Ketinggian hingga bagian dada, mengharuskan
pemain tidak boleh mengenai karet saat
melompat.
5) Jika pemain saat melompat mengenai karet dia
akan dinyatakan gugur.
Cara Bermain
1) Para pemain melakukan homimpah untuk menentukan dua orang yang
memegang tali serta satu orang untuk main terlebih dahulu.
2) Setiap pemain yang bertugas melompati tali harus melompati tahapan
ketinggian karet.
3) Ketinggian karet dimulai dari mata kaki hingga mencapai kepala, bahkan
tangan yang diacungkan keatas.
4) Pelompat yang tidak berhasil melompati tali karet dinyatakan gugur dan
dilanjutkan pemain berikutnya (pemegang tali karet).
5) Jika semua pelompat bisa melewati ketinggian tali hingga tahap terakhir,
maka permainan akan dimulai dari tahp awal lagi.
6) Permainan akan berlangsung seperti itu sampai para pemain
memutuskan untuk mengakhiri permainan itu.
Nilai Moral
Nilai yang terkandung dalam permainan lompat tali yaitu mengajarkan kita
untuk bekerja keras melawati segala rintangan yang ada di depan kita
sebesar apapun rintangan itu, dan mengajarkan kita untuk bekerja sama
dengan tim, serta kecermatan kita untuk membangun strategi agar bisa
melewati rintangan tersebut. Oleh karena itu, pembentukan karakter anak
dapat dilakukan melalui permainan tradisional.
3
Egrang Batok
Aturan Main
Pemain berjalan dari ujung ke ujung start ke
ujung finish dengan Egrang batok. Pemain
yang paling cepat berjalan menggunakan
Egrang batok dari ujung start ke ujung finish
dengan waktu paling cepat merekalah yang
menang.
Dan jika pemain yang jatuh dari egrang
batok maka harus mengulang dari start lagi.
Cara Bermain
Permainan Egrang batok kelapa ini adalah salah satu permainan tradisional yang memiliki banyak nilai-nilai
karakter yang cocok untuk dimainkan oleh anak-anak. Memainkan permainan dari egrang batok kelapa
juga cukup mudah, kaki kita tinggal diletakkan ke atas masing-masing tempurung (kaki kanan-kiri),
kemudian kaki satu diangkat, sementara kaki lainnya tetap bertumpu pada batok lain di tanah, setelah kaki
sudah berada diatas tempurung maka kita seperti layaknya berjalan saja.
Sangat mudah untuk dimainkan dan juga dipraktekan untuk anak-anak muai dari usia 3 tahun hingga umur
dewasa. Permainan egrang batok kelapa ini juga memberi kebebasan pada si anak untuk dapat bermain
secara bersama dengan teman-temannya, atau keluarga dan dapat memberikan nilai positif.
Nilai Moral
a. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang batok kelapa ini antara lain kerja keras,
keuletan, nilai kemandirian, nilai saling menghargai, nilai tanggung jawab, nilai kejujuran atau sportivitas.
b. Nilai kerja keras tercermin dari semangat anak-anak yang berusaha agar dapat mengalahkan teman-
temannya.
c. Nilai keuletan tercermin dari keterampilan dalam menggunakan alat egrang untuk berjalan yang
memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan dapat berjalan.
d. Nilai kemandirian tercermin dari semangatnya anak-anak untuk mandiri berjalan dengan ketekunan yang
sudah dijelaskan di nilai keuletan.
e. Nilai saling menghargai tercermin dari perlombaan yang dilakukan untuk menghargai teman-temannya.
f. Nilai tanggung jawab tercermin dari kegiatan si anak yang sudah melakukan permainan untuk tetap
bertanggung jawab dengan permainannya tersebut.
g. Nilai kejujuran tercermin dari si anak yang sudah melakukan perminan menang atau kalah dengan sikap si
anak yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan
dengan lapang dada.
4
Petak
Umpet
Aturan Main
Aturan permainan petak umpet yakni
seseorang yang kalah dalam
hompimpah atau undian berperan
menjadi pencari teman-temannya yang
bersembunyi sambil menutup mata dan
menghitung.
Cara Bermain
1. Kumpulkan teman sebanyak-banyaknya
2. Semua anak Gambreng atau melakukan undian, sampai tinggal 2 anak, kemudian 2 anak yg
tersisa harus suit sampai 3x, yg kalah jaga gawang.
3. Yang jaga, tutup matanya, sambil menghitung sampai 10, atau berapa pun angka yang
ditetapkan.
4. Teman-teman yang tidak berjaga, mencari tempat untuk bersembunyi.
5. Kalau sudah sampai hitungan ke-10, yang jaga langsung mencari teman-temannya yg
bersembunyi, kalau ketemu satu, langsung lari cepat cepat balapan dengan temannya itu
sampai ke gawang kemudian pegang gawang sambil teriak 'KENA' tandanya satu orang sudah
ketemu, tinggal cari yg lainnya.
6. Kalau ternyata yg duluan sampai gawang adalah temannya yg bersembunyi permainan ronde
satu langsung selesai, tapi yg jaga gawang dihukum harus jaga lagi pada permainan ronde
berikutnya.
Nilai Moral
a) Melatih kejujuran saat dilakukan hompimpah/gambreng
b) Bersikap waspada atau hati-hati karena jika kurang waspada maka akan mudah dikalahkan lawan
c) Jangan mudah putus asa seperti menjadi penjaga harus semangat menemukan lawan yang
mengumpat
d) Melatih belajar hitungan dan Melatih. Dengan permainan anak menjadi mudah terbantu untuk
memahami
e) Sportivitas dan Fair Play. Anak akan belajar menerima kekalahan untuk dapat terus melanjutkan
permainan.
f) Melatih kreativitas. Dengan bersembunyi tanpa diketahui penjaga harus kreatif mencari ide
persembunyian yang tidak sama dengan pemain lainnya
g) Belajar taat aturan. Setiap anak akan berusaha untuk mematuhi aturan yang disepakati bersama agar
permainan dapat berlangsung dengan menyenangkan.
5
Cublak Cublak
Suweng
Aturan Main
Sebelum bermain melakukan hom pim pa
dan yang menang melakukan permainan
terlebih dahulu , dan yang kalah menjadi
orang tengkurap.
Cara Bermain
Di lakukan banyak anak , dan salah satu anak tengkurap menghadap lantai,
para pemain lain memutar benda kecil seperti batu, kelereng, atau
lainya.Benda kecil itu di putar diatas tangan para pemain yang di letakkan
di punggung pemain yang tengkurap dengan menyanyikan lagu cublak -
cublak suweng.Seperti lagu ini :
Cublak-cublak suweng
Suwengé ting gelèntèr
Mambu ketundhung gudèl
Pak Empong léra-léré
Sapa ngguyu ndhelikaké
Sir, sir pong dhelé kopong
Sir, sir pong dhelé kopong.
Nilai Moral
Dilihat dari penjelasan di atas dapat dijabarkan bahwa nilai moral yang
terkandung dalam lirik lagu dolanan Cublak-cublak suweng yaitu: ajaran
moral hubungan manusia dengan Tuhan, ajaran moral hubungan manusia
dengan manusia, ajaran moral hubungan manusia dengan
dirinya sendiri, dan ajaran moral hubungan manusia dengan alam
6
Donal Bebek
Aturan Main
1) Pemain minimal 2 pemain
2) Pemain melakukan hompipa yang menang akan
mendapatkan satu kali kesempatan untuk menginjak
kaki pemain yang ada disebelahnya tanpa aba-aba
dengan menginjak ke samping kanan atau kiri.
3) Jika terinjak, maka kalah dan tidak bisa
melanjutkan permainan. Jika tidak, pemain dapat
melanjutkan permainan. Pemain yang tidak menjadi
sasaran harus tetap diam.
4) Satu pemain yang bertahan hingga akhir itulah
yang menjadi pemenang.
5) Pemain yang kalah mendapat hukuman.
Cara Bermain
1) Pemain lingkaran kecil dan bergandengan tangan dengan pemain sebelahnya.
2) Lalu, nyanyian dimulai dengan “Donal Bebek Mundur 3 langkah. 1 2 3…”. Dengan langkah kaki
mengikuti lirik tersebut.
3) Setelah itu, para pemain bermain hompimpa dengan nyanyiannya. “ hompilahom pingsut “
4) Pemain yang menang akan mendapatkan satu kali kesempatan untuk menginjak kaki pemain
yang ada disebelahnya tanpa aba-aba dengan menginjak ke samping kanan atau kiri.
5) Kemudian pemain sasaran harus bersiap untuk tetap bertahan dengan sigap, menghindar
ketika pemain yang akan menginjak tersebut akan bergerak dapat menghindar dengan
melompat, membuka kedua kaki, bahkan dengan diam selama gerakan-gerakan tersebut tetap
dalam posisi seimbang (tidak jatuh, tangan menempel tanah, dan bergerak sebelum pemain
yang menginjak bergerak). Jika terinjak, maka kalah dan tidak bisa melanjutkan permainan. Jika
tidak, pemain dapat melanjutkan permainan. Pemain yang tidak menjadi sasaran harus tetap
diam.
6) Selanjutnya, dimulai dengan menyanyikan lagu hompimpa lagi dengan posisi dan cara yang
masih sama meskipun kaki sudah hampir mendekati sasaran.
7) Satu pemain yang bertahan hingga akhir itulah yang menjadi pemenang. Biasanya, pemain
yang kalah mendapat hukuman.
Nilai Moral
1) Melatih kefokusan anak
2) Melatih kelincahan anak
3) Melatih kereflekan anak
4) Terdapat nilai kebersamaan
7
Cak
Ingkling
Aturan Main
• Jumlah pemain paling sedikit adalah 2
orang dan paling banyak 6 orang.
• Setiap pemain harus memiliki pecahan
keramik ataupun batu yang menjadi
penanda,yang biasa disebut dengan uncak
• Permainan berhenti ataupun selesai
apabila salah satu dari pemain telah
melewati keenam kotak
Cara Bermain
• Membuat gambar kotak pada tanah dengan jumlah kotak adalah 6 kotak sebagai media bermain.
• Empat kotak hanya boleh diinjak satu kaki dan 2 kotak harus dengan dua kaki.
• Para pemain suit untuk menentukan urutan bermain
• Pemain pertama melemparkan uncak pada kotak pertama,dengan artian pemain pertama tidak
boleh menginjak kotak pertama yang berisikan uncak
• Pemain akan terus bermain apabila ia dapat meloncat melewati kotak yang ada uncak
nya,pergantian pemain akan terjadi apabilapemmain melempar uncak melebihi kotak, uncak
jatuh,pemain jatuh,maupun pemain tidak dapat meloncat ke kotak yang kosong atautidak ada uncak
nya
• Pemain yang telah berhasil menyelesaikan satu putaran akan diberikan kekuasaan untuk melempar
uncak membelakangi kotak,apabila uncak tersebut tepat dikotak maka kotak tersebut menjadi
rumah/sawah kekuasaanya,maka pemain lain tidak boleh menginjak kotak tersebut selama
permainan kecuali si pemilik rumah/sawah
Nilai Moral
• Kesabaran,karena butuh kesabaran ketika menunggu giliran bermain
• Mengajarkan kebiasaan mengantri/bergiliran,karena telah ditentukan giliran pemain untuk
bermain
• Supportive,karena dalam permainan ini diajarkan nilai kejujuran meliputi kejujuran apabila
terjatuh maupun kejujuran pemain telah sampai dititk mana uncak mereka
• Mengajarkan kebersamaan,karena mereka bermain bersama sama
• Disiplin,karena para pemain harus menaati peraturan yang ada
• Kreatif,karena alat dan bahan permainan dibuat oleh pemain pada saat akan bermain
• Mengasah kecerdasan logika,karena pemain harus menentuikan langkah apa yang perlu diambil
untuk berikutnya
8
Daftar Pustaka
BudayaIndonesia.org.2018.07 Agustus.Permainan Tradisional Donal
Bebek. Diakses pada 21 September 2022, dari https://budaya-
indonesia.org/Main-dulu-yuk-Permainan-Tradisional-Donal-Bebek
eloknya.com.2022.31 Maret. Cara Bermain Bakiak. Diakses pada 21
September 2022, dari https://elmoyya.com/cara-bermain-bakiak/
kebudayaan.kemdikbud.go.id.2019.11 September.Cak Ingkling. Diakses
pada 21 September 2022, dari
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/cak-ingkling/
kompasiana.com.2017. 7 Desember. Menumbuhkan Nilai-Nilai Karakter
Melalui Permainan Kelereng. Diakses pada 21 September, dari
https://www.kompasiana.com/usfitriyah/5a291d9d3c2c75254d07c7d4/m
enumbuhkan-nilai-nilai-karakter-anak-melalui-permainan-egrang-
batok-kelapa
kumparan.com. 2021. 3 September. Mengenal Permainan Kelereng.
Diakses pada 21 september 2022, dari https://kumparan.com/kabar-
harian/mengenal-permainan-kelereng-cara-bermain-dan-model-
permainannya-1wSJv54W22J
pgsd.binus.ac.id.2020.15 April. Nilai Moral dalam Lirik Dolanan Cublak-
Cublak Suweng. Diakses pada 21 September 2022, dari
https://pgsd.binus.ac.id/2020/04/15/nilai-moral-dalam-lirik-dolanan-
cublak-cublak-suweng
validnews.id. 2022. 11 Februari. Lompat Karet, Permainan Tradisional Yang
Punya Banyak Manfaat. Diakses pada 21 September 2022, dari
https://www.validnews.id/kultura/lompat-karet-permainan-
tradisional-yang-punya-banyak-manfaat
warisanbudaya.kemdikbud.go.id.2019.30 November .Petak Umpet
Betawi.er.Diakses pada 21 September 2022, dari
https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=1161