Bahan Ajar PITCH DECK V 1.0
Analisis Titik Impas
(Break Event Point)
Disusun Oleh :
Devina Nurfitriana Sari, S.Pd:
19941201 201903 2 024
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT
CABANG DINAS WILAYAH VI
SMA NEGERI 1 BATUJAJAR
2020
PITCH DECK V 1.0Daftar Isi
1. Definisi Titik Impas
(Break Event Point)
2. Manfaat Analisis Titik
Impas (Break Event
Point)
3. Komponen dalam
Analisis Titik Impas
(Break Event Point)
4. Prosedur perhitungan
Titik Impas (Break Event
Point)
1.Definisi Analisis Titik
Impas (Break Event
Point)
Break Even Point (BEP) adalah posisi
suatu perusahaan atau bisnis baik dalam
bisnis belum memperoleh keuntungan namun
tidak juga merugi. BEP dapat diartikan juga
sebuah kondisi jumlah pengeluaran yang
PITCH DECK V 1.0
PITCH DECK 00-00-00diperlukan untuk biaya produksi sama dengan
jumlah pendapatan yang diterima dari hasil
penjualan sehinggaperusahaan tidak
mengalamilaba ataupun rugi. Istilah BEP
disebut juga dengan istilahtitik impas.
Break even point (BEP) berguna bagi
perusahaan untuk menentukan besaran jumlah
produksi yang akan dihasilkan dan nilai harga
jual barang.Dengan menerapkan analisaBEP,
perusahaan dapat melihat laba, kerugian,
harga jual, produksi, dan sebagainya yang
telah dapat diprediksi sebelumnya, sehingga
memudahkan pelaku bisnis untuk menentukan
kebijakan perusahaan.
PITCH DECK V 1.02. Manfaat Analisis Titik
Impas (Break Event Point)
a. Dapat mengetahui berapa jumlah
penjualanminimum yang harus dipertahankan
agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
Jumlah penjualan minimum artinya adalah
jumlah produksi paling rendah yang harus
dibuat oleh dunia usaha atau industri.
b. Dapat menentukan berapa
jumlah penjualan yang
sebaiknya diperoleh agar
mendapatkan keuntungan
yang direncanakan.
c. Dapat menaksir
seberapatingkat produksi yang
harusnya ditetapkan agar
mendapat keuntungan.
d. Dapat menjaga dan
mengukur penjualan serta
tingkatproduksi yang tidak
lebih rendah dari BEP.
e. Dapat menganalisis
perubahan harga pokok, harga
jual, dan besarnya tingkat
produksi hasil penjualan.
3. Komponen dalam
Analisis Titik Impas
Agar dapat menghitung berapa besar titik impas
BEP dibutuhkan beberapakomponen. Terdapat 3
komponen BEP , yaitu:
a. Biaya Tetap (Fix Cost)
Biaya yang bersifat statis (tetap) pada kapasitas
tertentu.Artinya, biaya ini tidak berubahjika barang yang
diproduksi mengalamiperubahan dalam kapasitastertentu.
Contoh : Biaya penyusutan, biaya sewa gedung, dan
gaji
karyawan.
b. Biaya Variabel (Variabel c. Biaya Variabel (Variabel
Cost)
Cost)
Biaya yang bersifat Satuan harga jual per unit
dinamismengikuti jumlah barang atau jasa yang telah
diproduksi dan siap dijual oleh
barangdiproduksi.
perusahaan dengan sudah
Semakin banyak memperhitungkan berapa harga
kapasitasproduksi maka biaya yang bisa ditentukan dengan
variabel juga akan meningkat.
target mendapatkan
Seperti Biaya bahan baku.
keuntungan.
4.Perhitungan Titik Impas
(Break Event Point)
Beberapa ketentuan yang harus dipenuhidalam
menghitung BEP antara lain sebagai berikut:
1.Harga jual produk harus
tetap
2. Hanya amenggunakan satu jenis
produk, jika lebih dari satu jenis
maka dapat menggunakan analisis
BEP tersendiri untuk produknya.
3. Ketentuan selanjutnya yang
harus di penuhi dalam
menghitung BEP yaitu kegiatan
Produksi harus stabil
4. Semua biaya besaran
produksidapat diukur secara
nyata / fakta dan data yang
realistik.
Perhitungan BEP dalam
Unit
BEP dalam unit adalah perhitungan
data jumlah unit produk yang harus dicapai
pada titik impas. Jika jumlah produksi
berada dibawah angka BEP, maka
perusahaan akan merugi, sebaliknya jika
berada di atas angka BEP, maka
perusahaanuntung. Adapun rumusnya
sebagai berikiut :
Keterangan:
BEP : Break Even Point (Titik Impas)
FC : Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC : Variable Cost (Biaya Variable)
P : Price per unit (harga per unit)
PITCH DECK V 1.0
PITCH DECK 00-00-00
Perhitungan BEP dalam PITCH DECK V 1.0
Rupiah PITCH DECK 00-00-00
BEP dalam Rupiah adalah perhitungan
Data jumlah penjualan yang harus dicapai
pada titik impas. Cara mendapat titipk
impas melalui hitungan terhadap berapa
rupiah nilai penjualan yang harus diterima.
Jika jumlah penjualan berada di bawah
angka BEP, maka perusahaan merugi,
begitu pusa sebaliknya.
Rumus:
Adapun rumusnya sebagai berikiut :
Keterangan:
BEP : Break Even Point (Titik Impas)
FC : Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC : Variable Cost (Biaya Variable)
P : Price per unit (harga per unit)
Contoh Soal Perhitungan
BEP
Seseorang pengusaha memproduksi
pizza dengan biaya tetap sebesar
Rp.30.000.000 dan biaya variabel per unit
sebesar Rp.15.000,00. Jika harga jual pizza
tersebut sebesar Rp.20.000 per unit maka
hitunglah jumlah pizza yang harus
diproduksi untuk mencapai BEP penjualan
untuk mencapai BEP rupiah ?
BEP dalam Unit = FC : (P-VC)
= Rp.30.000.000 : (Rp.20.000-Rp.15.000)
= Rp.30.000.000 : Rp.5.000
= 6.000 unit
BEP dalam Rupiah = FC : (1-VC)
P
= Rp.30.000.000 : 1 - Rp.15.000
Rp.20.000
= Rp.30.000.000 : ΒΌ
= Rp.120.000.000
PITCH DECK V 1.0
PITCH DECK 00-00-00
Dari perhitungan tersebut,untuk
mendapatkan kondisiBEP, perusahaan
tersebutharus memproduksi
sebanyak6.000 unit dan menghasilkan
penjualansebesar Rp.120.000.000.
Grafik BEP
Untuk mempermudah pemahaman
analisa Break Event Point, berikut
gambaran grafik posisi break event
point :
Pada grafik tersebut, irisan pada
sebelah kiri garis BEP merupakan sisi
kerugian (loss) dan sebelah kanan
merupakan sisi laba (profit).
Daftar Pustaka
Enggar Dwipeni, Hindraswari.
2018. Prakarya dan Kewirausahaan
Untuk SMA- MA/SMK-MAK Kelas
XI. Jakarta:Srikandi Empat Widya
Utama
Laelasari, Rina, dkk. 2019.
Prakarya dan Kewirausahaan SMA
Kelas XI. Jakarta: Yudistira
rta:Srikandi Empat Widya Utama
Sugiyanto, dkk. 2019. Prakarya dan
Kewirausahaan Untuk SMA/MA
Kelas XI. Jakarta:Erlangga