Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 0 E Book Topik 1 Pengertian, prinsip dan unsur print design (desain cetak) SMK FASE F (KELAS XI)
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 1 Capaian Pembelajaran (CP) Pada akhir fase F, peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam merancang visual suatu proyek desain komunikasi visual melalui metode perancangan secara sistematis serta mengoperasikan aplikasi komputer desain yang sesuai kebutuhan, meliputi: desain cetak (print design) ELEMEN DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN Karya Desain Lingkup pembelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam proses perancangan visual secara sistematis mulai dari pemahaman terhadap permasalahan, diskusi pencarian ide (brainstorming), pengembangan alternatif, hingga menjadi karya akhir. Proses tersebut dapat menggunakan metode design thinking maupun metode lainnya. Karya desain yang dihasilkan disesuaikan dengan sub konsentrasi keahlian (peminatan) dalam lingkup Desain Komunikasi Visual: Print Design/Videografi/Fotografi/Tip ografi/ Typeface Design/Story Boarding/Ilustrasi/ Sequential Art/Motion Graphic Pada fase F, peserta didik mampu dalam merancang visual secara sistematis mulai dari pemahaman terhadap permasalahan, diskusi pencarian ide (brainstorming), pengembangan alternatif, hingga menjadi karya akhir. Proses tersebut dapat menggunakan metode design thinking maupun metode lainnya. Peserta didik mampu melakukan pembiasaan sesuai POS, mampu berkolaborasi dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait. Karya desain yang dihasilkan disesuaikan dengan sub konsentrasi keahlian (peminatan) dalam lingkup Desain Komunikasi Visual: Desain Cetak (Print Design) Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu memahami pengertian, prinsip dan unsur desain cetak (print design) 2. Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian, prinsip dan unsur desain cetak (print design)
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 2 Pengertian Print Design (Desain Cetak) Secara umum, print design merujuk pada proses merancang elemen-elemen grafis atau visual yang akan dicetak pada media fisik, seperti brosur, poster, majalah, kemasan produk, dan lain sebagainya. Print design melibatkan penggunaan prinsipprinsip desain, tipografi, ilustrasi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya untuk menciptakan komunikasi visual yang efektif. Menurut Wikipedia : Desain cetak, bagian dari desain grafis, adalah bentuk komunikasi visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada audiens melalui desain estetika yang disengaja yang dicetak pada permukaan yang nyata, dirancang untuk dicetak di atas kertas, sebagai lawan untuk disajikan pada platform digital. Menurut para ahli : 1. Albert Smith, desainer grafis, “Print design adalah penggunaan elemen-elemen visual, seperti gambar, grafis, tipografi, dan warna, untuk merancang komunikasi yang akan dicetak pada media fisik. Tujuan dari print design adalah untuk menciptakan pesan yang jelas, menarik, dan efektif." 2. Karen Johnson, desainer grafis, "Print design merupakan proses merancang dan menyusun elemen-elemen visual dalam suatu format cetak, dengan menggunakan prinsip-prinsip desain, tipografi, dan penggunaan warna yang tepat. Print design bertujuan untuk mengkomunikasikan pesan dengan jelas dan menarik, serta menciptakan pengalaman visual yang mempengaruhi audiens." 3. David Miller, desainer komunikasi visual, "Desain cetak (print design) melibatkan proses merancang elemen-elemen visual dan komposisi dalam konteks media cetak. Desainer menggunakan tipografi, ilustrasi, warna, dan tata letak untuk menciptakan komunikasi visual yang efektif dan menarik." Penerapan Print Design Hasil printing biasanya dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satu adalah meningkatkan kesadaran merek dan pemasaran. Berikut adalah lima penerapan yang sering dilakukan pengiklan ketika melakukan pemesanan jasa digital printing: 1. Desain Iklan Cetak Materi cetak ini termasuk hal yang menarik, biasanya desainer merancang desain menggunakan komputer kemudian hasil dicetak menjadi berbagai macam hasil cetakan yaitu selebaran, brosur, tas belanja, label, poster, kartu nama, kaos, dan sampul buku. Melihat penerapannya tersebut membuktikan bila peran print adalah bagian media cetak yang sangat banyak fungsi.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 3 2. Desain Kemasan Produk Tentunya Anda tidak asing dengan kemasan yang desain unik dan menarik perhatian mulai dari huruf, warna, dan bentuk. Umumnya kemasan tersebut dikerjakan demi kebutuhan praktik pemasaran, seorang desainer print selalu memanfaatkan stok gambar yang ada, setelah itu mereka menggunakan komposisi layout yang menarik agar desain enak dilihat sehingga inovasi menarik perhatian calon konsumen. 3. Desain Banner Jenis ini biasanya digunakan untuk kepentingan outdoor, bahannya sendiri menggunakan terpal, vinyl, lembaran kain, dan kertas mengkilap, sebagai contoh adalah poster produk pada spot banner di pinggir jalan. Jenis hasil print ini tidak sekedar dimanfaatkan untuk promosi produk saja namun bisa juga untuk kebutuhan iklan layanan masyarakat dan juga menyampaikan informasi seputar momen tertentu. 4. Brosur Dan Flier Beberapa perusahaan secara umum butuh brosur yang sudah dicetak untuk menyampaikan informasi seputar produk serta jasa yang ditawarkan kepada calon konsumen. Desainnya berupa kertas lipat dan sering digunakan untuk promosi usaha. Brosur serta juga selebaran print konvensional ini masih efektif digunakan untuk proses pemasaran. Unsur Print Design Dalam dunia desain grafis, ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keseluruhan desain yang dihasilkan. Salah satunya adalah unsur-unsur yang membentuk sebuah desain grafis. Unsur-unsur tersebut sangat mempengaruhi hasil desain grafis yang dibuat. Adapun unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut: 1. Garis (Line) Garis merupakan unsur dasar dalam sebuah bentuk desain. Unsur garis adalah unsur yang merupakan titik/poin yang saling terhubung dengan titik/poin lainnya yang akan membentuk sebuah bentukan gambar garis seperti garis lurus, lengkung, zigzag, tidak beraturan, horizontal, vertikal, diagonal. 2. Bentuk/Bidang (Shape) Shape adalah sebuah bentukan yang memiliki bentuk seperti lingkaran (circle), kotak (rectangle), segitiga (triangle) ataupun bentukan lain yang memiliki diameter tinggi dan lebar. 3. Tekstur (Texture) Pada desain grafis, tekstur merupakan tampilan dari sebuah gambar (desain) yang pada visualisasi permukaannya memiliki suatu bentuk, corak dan pola yang bisa dilihat dan dicermati oleh mata bahwa permukaan gambar tersebut terlihat halus, kasar, lembut. Contohnya terlihat seperti permukaan kulit kayu, kain, dinding, canvas.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 4 4. Ruang/Jarak (Space) Space adalah ruang atau jarak antara elemen-elemen yang terdapat pada desain grafis. Elemen-elemen tersebut berupa object, background, dan text. Perpaduan antar elemen tersebut harus disesuaikan space-nya sehingga desain yang diperoleh akan membuahkan hasil yang maksimal karena memberikan kesan menarik dan profesional bagi mata yang melihat. 5. Ukuran (Size) Ukuran adalah unsur yang sangat penting dalam desain grafis. Ukuran dalam hal ini adalah panjang dan pendek, tinggi dan rendah, serta besar dan kecilnya sebuah objek. Objek yang mau diperlihatkan lebih dulu (ditonjolkan) akan memiliki ukuran lebih besar dari objek lainnya yang tidak ditonjolkan. Sangat dianjurkan untuk melakukan pencocokan ukuran pada masing-masing objek atau teks yang ada pada setiap desain supaya tidak terlihat aneh tetapi terlihat lebih sedap dan mantap untuk dilihat. Contohnya deskripsi gambar tidak lebih besar dari gambar itu sendiri. 6. Warna (Color) Warna juga adalah unsur yang sangat kompleks untuk diperhatikan. Pemilihan warna menentukan arah dan tujuan sebuah desain grafis, karena warna mewakili visual yang bisa dinilai oleh mata. Ketika mata melihat ke warna yang kurang cocok atau tidak sesuai maka otomatis desain yang dibuat akan ternilai tidak bagus atau tidak sesuai. Untuk itu perpaduan warna untuk sebuah desain sebaiknya hanya di padukan pada warna yang bisa menyatu dengan warna latar atau objek ataupun teks. Contohnya warna latar yang hitam bisa dipadukan dengan objek atau teks yang berwarna putih. Terlalu banyak warna juga akan menimbulkan kesan norak (memiliki warna yang terlalu banyak). Maka berhati-hatilah dalam memilih warna. 7. Gelap-terang (Value) Value merupakan unsur yang menentukan sebuah desain menjadi lebih indah dipandang mata atau tidak. Value tersebut adalah gelap terangnya warna sebuah objek, background (latar), atau teks. Sebuah warna yang akan diterangkan dapat menghasilkan warna yang lebih muda, sebaliknya sebuah warna yang akan digelapkan dapat menghasilkan warna tua. Contohnya warna biru diterangkan akan menghasilkan warna biru muda, dan sebaliknya jika digelapkan akan menghasilkan warna biru tua. Begitu halnya dalam mendesain, harus ,memiliki keahlian dalam melakukan value pada desain yang dibuat dengan skala yang tepat dan sesuai dengan tujuan desain sehingga akan terlihat lebih profesional. Prinsip-Prinsip Desain: 1) Komposisi visual dan pengaturan elemen-elemen desain (misalnya, titik, garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang negatif).
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 5 Komposisi visual dalam desain cetak merujuk pada cara pengaturan elemenelemen desain untuk menciptakan tata letak yang seimbang, menarik, dan efektif. Pengaturan elemen-elemen desain melibatkan penempatan objek, teks, warna, dan elemen visual lainnya di dalam ruang desain. Berikut adalah beberapa pengertian dan macam-macam komposisi visual dan pengaturan elemen-elemen desain dalam desain cetak: 1. Simetri: Simetri adalah pengaturan elemen-elemen desain secara seragam di sekitar sumbu sentral. Simetri menciptakan kesan keseimbangan dan keharmonisan dalam desain. 2. Asimetri: Asimetri melibatkan pengaturan elemen-elemen desain yang tidak memiliki simetri yang sempurna. Ini menciptakan ketertarikan visual yang dinamis dan dapat menarik perhatian. 3. Keseimbangan: Keseimbangan dalam komposisi visual dapat mencakup keseimbangan simetris atau asimetris. Tujuannya adalah menciptakan distribusi visual yang merata dari elemen-elemen desain di seluruh ruang cetak. 4. Kontras: Kontras melibatkan penggunaan perbedaan yang jelas antara elemen-elemen desain seperti warna, ukuran, bentuk, atau tekstur. Ini membantu menciptakan ketertarikan visual dan membedakan elemen yang berbeda satu sama lain. 5. Hierarki: Hierarki dalam komposisi visual menciptakan urutan pentingnya elemen-elemen desain. Ini dapat dicapai melalui pengaturan ukuran, posisi, warna, atau gaya teks untuk menarik perhatian pengamat. 6. Aliran visual: Aliran visual mengarahkan mata pengamat melalui desain dengan menempatkan elemen-elemen desain secara strategis. Ini dapat dicapai melalui garis, arah, atau posisi elemen desain. 7. Ruang negatif: Ruang negatif, juga dikenal sebagai ruang putih, adalah area kosong atau tidak terisi di sekitar elemen-elemen desain. Ini memberikan pernapasan visual dan membantu mengatur elemen-elemen desain dengan lebih jelas. 8. Penciptaan kelompok: Pengaturan elemen-elemen desain dalam kelompokkelompok yang terkait dapat membantu mengelompokkan informasi yang serupa atau terkait satu sama lain. Ini memudahkan pembaca dalam memahami dan menavigasi desain cetak. Setiap jenis komposisi dan pengaturan elemen desain memiliki dampak yang berbeda dalam menciptakan kesan visual yang diinginkan. Kreativitas dan penyesuaian dengan konteks desain tertentu juga penting dalam memilih dan menggabungkan prinsip-prinsip ini. 2) Keseimbangan visual dan simetri. Keseimbangan visual dan simetri adalah dua prinsip desain yang sering digunakan dalam desain cetak. Keseimbangan visual adalah pengaturan elemen-elemen desain agar terlihat seimbang secara keseluruhan, sedangkan simetri mengacu pada pengaturan elemen-elemen desain dengan pola yang serupa di kedua sisi sumbu sentral. Keduanya berkontribusi pada menciptakan
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 6 tampilan yang harmonis, estetis, dan mudah dipahami dalam desain cetak. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci tentang keseimbangan visual dan simetri dalam desain cetak: Keseimbangan Visual: 1. Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris terjadi ketika elemenelemen desain ditempatkan dengan cara yang sama atau serupa di kedua sisi sumbu sentral. Hal ini menciptakan rasa keseimbangan yang stabil dan proporsional. Misalnya, jika sebuah desain memiliki gambar atau teks di sisi kiri, elemen yang serupa akan ditempatkan di sisi kanan untuk menciptakan keseimbangan visual. 2. Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris terjadi ketika elemenelemen desain ditempatkan secara tidak simetris namun masih menciptakan keseimbangan yang visual secara keseluruhan. Ini dapat dicapai dengan menggunakan elemen yang memiliki bobot visual yang sama di kedua sisi desain, meskipun elemen itu sendiri berbeda. Misalnya, sebuah desain dapat memiliki objek besar di satu sisi dan beberapa objek kecil di sisi lainnya untuk menciptakan keseimbangan visual yang seimbang. 3. Keseimbangan Radial: Keseimbangan radial terjadi ketika elemen-elemen desain ditempatkan mengelilingi titik pusat. Ini menciptakan tampilan yang seimbang dan sering kali memberikan kesan harmoni. Misalnya, dalam desain bulat, elemen-elemen seperti pola, bentuk, atau teks dapat ditempatkan secara radial di sekitar titik pusat untuk menciptakan keseimbangan visual yang menarik. Simetri: 1. Simetri Penuh: Simetri penuh atau simetri bilateral terjadi ketika elemenelemen desain secara identik ditempatkan di kedua sisi sumbu sentral. Ini menciptakan tampilan yang sangat teratur dan sering kali memberikan kesan formal atau konservatif. Misalnya, gambar atau teks yang sama dapat ditempatkan di kedua sisi suatu halaman desain untuk mencapai simetri penuh. 2. Simetri Sebagian: Simetri sebagian terjadi ketika elemen-elemen desain yang mirip atau sebanding ditempatkan secara simetris di sekitar sumbu tertentu, tetapi tidak identik. Ini menciptakan tampilan yang teratur namun tetap menarik dan dinamis. Misalnya, dalam desain dengan bingkai simetris, elemen-elemen yang mirip atau sebanding dapat ditempatkan secara simetris di sekitar bingkai. Kombinasi keseimbangan visual dan simetri dalam desain cetak dapat memberikan kesan keindahan, ketertiban, dan kemudahan dalam membaca dan memahami pesan yang ingin disampaikan. Desain yang seimbang visual dan simetris dapat menarik perhatian dengan baik dan memberikan kesan profesional serta estetika yang menyenangkan bagi pemirsa. Namun, penting juga untuk mengingat bahwa terkadang ketidaksimetrisan atau keseimbangan
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 7 visual yang disengaja dapat menciptakan ketegangan visual yang menarik dan dinamis dalam desain cetak. 3). Kontras dan harmoni Kontras dan harmoni adalah dua prinsip desain yang sering digunakan dalam desain cetak untuk mencapai efek visual yang menarik dan seimbang. Kontras berfokus pada perbedaan yang signifikan antara elemen-elemen desain, sedangkan harmoni menekankan pada kesatuan dan keseimbangan yang menyenangkan mata. Berikut adalah penjelasan rinci tentang kontras dan harmoni dalam desain cetak: Kontras: 1. Kontras warna: Memilih kombinasi warna yang berlawanan secara visual, seperti hitam dan putih, merah dan hijau, atau biru dan kuning. Ini menciptakan perbedaan yang kuat dan menarik antara elemen-elemen desain. 2. Kontras nilai: Menggunakan perbedaan dalam kecerahan atau kegelapan antara elemen-elemen desain. Misalnya, menggabungkan teks gelap dengan latar belakang terang atau sebaliknya. 3. Kontras bentuk: Menggabungkan bentuk-bentuk yang berbeda, baik yang organik maupun geometris, untuk menciptakan perbedaan yang menonjol. 4. Kontras ukuran: Menggunakan perbedaan ukuran antara elemen-elemen desain, seperti elemen yang sangat besar dengan elemen yang sangat kecil, untuk menarik perhatian. Harmoni: 1. Harmoni warna: Menggunakan skema warna yang serasi dan saling melengkapi, seperti skema monokromatik (berdasarkan satu warna dengan variasi kecerahan), skema analog (berdasarkan warna yang berdekatan di roda warna), atau skema komplementer (menggunakan warna yang berlawanan di roda warna). 2. Harmoni nilai: Menciptakan keseimbangan antara kecerahan dan kegelapan dengan menggunakan variasi nilai yang halus di seluruh desain. 3. Harmoni bentuk: Menggunakan bentuk-bentuk yang serupa atau memiliki kesamaan visual untuk menciptakan kesatuan yang menyenangkan mata. 4. Harmoni tekstur: Menggabungkan elemen-elemen desain dengan tekstur yang serupa atau saling melengkapi untuk mencapai keseimbangan visual. Kombinasi kontras dan harmoni dalam desain cetak penting untuk menciptakan tata letak yang menarik dan mudah dibaca, serta mengarahkan mata pengamat ke elemen yang paling penting. Perhatikan bahwa kontras dan harmoni adalah prinsip-prinsip desain yang saling melengkapi, dan penggunaannya yang tepat dapat meningkatkan kualitas desain cetak secara keseluruhan. 4). Skala dan proporsi
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 8 Dalam desain cetak, skala dan proporsi adalah dua elemen penting yang digunakan untuk menciptakan tata letak yang seimbang dan estetis. Skala mengacu pada ukuran relatif elemen-elemen desain terhadap satu sama lain, sedangkan proporsi mengacu pada hubungan ukuran elemen-elemen desain dengan keseluruhan tata letak. Skala Skala adalah ukuran relatif elemen-elemen desain dalam hubungannya satu sama lain. Ini berkaitan dengan ukuran absolut dan perbandingan yang diterapkan pada elemen-elemen dalam desain. Dalam desain cetak, ada tiga jenis skala yang umum digunakan: a. Skala Besar (Large Scale): Skala besar digunakan ketika elemen desain perlu menonjol atau menarik perhatian. Ini melibatkan penggunaan elemenelemen dengan ukuran yang lebih besar daripada elemen-elemen lainnya dalam desain. Skala besar dapat menciptakan kesan dramatis, kuat, dan menonjol. b. Skala Sedang (Medium Scale): Skala sedang digunakan untuk elemenelemen yang memiliki peran penting dalam desain tetapi tidak memerlukan penonjolan yang kuat seperti dalam skala besar. Elemen-elemen dengan skala sedang lebih kecil dari elemen-elemen dengan skala besar, tetapi lebih besar daripada elemen dengan skala kecil. Ini membantu menciptakan hierarki visual dalam tata letak desain. c. Skala Kecil (Small Scale): Skala kecil digunakan untuk elemen-elemen yang memiliki peran pendukung dalam desain atau elemen-elemen yang tidak membutuhkan penonjolan yang kuat. Elemen-elemen dengan skala kecil umumnya lebih kecil dari elemen-elemen dengan skala besar dan sedang. Penggunaan skala kecil dapat membantu menciptakan kontras dan membantu elemen-elemen lain dalam tata letak desain. Proporsi Proporsi adalah hubungan ukuran elemen-elemen desain dengan keseluruhan tata letak. Ini berkaitan dengan sejauh mana elemen-elemen desain diposisikan dan diatur sesuai dengan prinsip-prinsip estetika. Beberapa prinsip proporsi yang umum digunakan dalam desain cetak adalah: a. Proporsi Emas (Golden Ratio): Proporsi emas adalah prinsip proporsi yang didasarkan pada perbandingan matematis 1:1.618. Prinsip ini sering digunakan dalam seni dan desain untuk menciptakan tata letak yang harmonis dan estetis. Proporsi emas dapat diterapkan pada elemen-elemen individu dan keseluruhan tata letak untuk menciptakan proporsi yang estetis dan seimbang. b. Proporsi Simetris: Proporsi simetris melibatkan pengaturan elemen-elemen desain secara simetris di sekitar sumbu sentral. Ini menciptakan tampilan yang rapi dan seimbang, dengan elemen-elemen yang mirip atau identik di kedua sisi sumbu sentral. Proporsi simetris sering digunakan dalam desain cetak yang memiliki kesan formal dan konservatif.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 9 c. Proporsi Asimetris: Proporsi asimetris melibatkan pengaturan elemenelemen desain yang tidak identik di sekitar tata letak. Ini menciptakan tampilan yang lebih dinamis, dengan penekanan pada perbedaan ukuran, bentuk, dan penempatan elemen. Proporsi asimetris sering digunakan dalam desain cetak yang memiliki kesan kreatif, modern, dan eksperimental. Pemilihan dan penerapan skala dan proporsi yang tepat dalam desain cetak sangat penting untuk menciptakan tata letak yang seimbang, estetis, dan efektif. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, desainer dapat menciptakan komposisi visual yang menarik dan mempengaruhi cara pesan disampaikan kepada khalayak. 5). Hirarki visual Hirarki visual adalah konsep penting dalam desain cetak yang membantu pengguna untuk memahami dan menavigasi melalui informasi dengan mudah. Ini melibatkan pengaturan elemen-elemen desain secara hierarkis, menyoroti elemen yang paling penting dan memandu mata pengamat melalui tata letak secara logis. Dalam desain cetak, ada beberapa cara untuk menciptakan hirarki visual yang efektif, termasuk penggunaan ukuran, posisi, warna, bentuk, dan kontras. Berikut adalah penjelasan rinci tentang elemen-elemen hirarki visual dalam desain cetak: 1. Ukuran: Menggunakan perbedaan ukuran dalam elemen desain, seperti judul, subjudul, dan teks tubuh, dapat membantu menyoroti hierarki informasi. Komponen yang lebih besar biasanya menarik perhatian lebih banyak dan dianggap lebih penting. 2. Posisi: Menempatkan elemen-elemen desain pada posisi yang berbeda dapat membantu dalam menciptakan hirarki visual. Misalnya, meletakkan elemen penting di bagian atas atau tengah tata letak akan membuatnya lebih menonjol dan mudah ditemukan. 3. Warna: Perbedaan warna dapat mempengaruhi hirarki visual dalam desain cetak. Warna yang lebih terang, kontras, atau tidak biasa cenderung menarik perhatian lebih banyak daripada warna yang lebih netral atau serasi. Gunakan warna yang berbeda untuk membedakan elemen penting dari yang kurang penting. 4. Bentuk: Elemen-elemen desain dengan bentuk yang berbeda dapat membantu menciptakan hirarki visual. Misalnya, menggunakan bentuk geometris tajam atau kompleks dapat menarik perhatian lebih banyak daripada bentuk yang lebih sederhana atau organik. 5. Kontras: Kontras dalam desain menciptakan perbedaan yang tajam antara elemen-elemen, seperti perbedaan antara warna terang dan gelap, tebal dan tipis, atau kasar dan halus. Menggunakan kontras secara efektif dapat membantu menyoroti elemen utama dan meningkatkan hirarki visual secara keseluruhan.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 10 6. Warna dan nilai keabuan: Menggunakan skala keabuan dan warna yang terkait dengan tingkat kepentingan berbeda dapat membantu menciptakan hirarki visual. Misalnya, menggunakan warna cerah untuk elemen penting, warna yang lebih lembut untuk elemen sekunder, dan skala keabuan untuk elemen yang kurang penting. 7. Jarak dan ruang kosong: Memberikan jarak atau ruang kosong antara elemen-elemen desain dapat membantu menciptakan hirarki visual. Misalnya, meninggalkan lebih banyak ruang di sekitar elemen yang penting atau memadatkan elemen-elemen yang kurang penting untuk menarik perhatian lebih sedikit. Kombinasi elemen-elemen ini dalam desain cetak yang baik membantu menciptakan hirarki visual yang kuat, mengarahkan mata pengamat melalui tata letak, dan membantu pembaca memahami dan menavigasi melalui informasi dengan lebih mudah. Penting untuk mempertimbangkan konteks, audiens, dan tujuan desain saat menciptakan hirarki visual yang efektif. Jenis media desain cetak Pencetakan desain grafis adalah proses mengubah karya seni digital menjadi bentuk fisik menggunakan berbagai jenis media. Berikut adalah beberapa jenis media yang umum digunakan untuk mencetak desain grafis: 1. Kertas Kertas adalah media cetak yang paling umum digunakan. Ada berbagai jenis kertas yang tersedia dengan berbagai tingkat ketebalan, tekstur, dan kualitas cetakan. Jenis kertas yang umum digunakan antara lain kertas bond, kertas fotografi, kertas seni, kertas poster, dan karton. 1. HVS Ini kertas yang paling sering di temukan di setiap tempat print, fotocopy, dan scan. Kertas HVS adalah kertas yang memiliki tekstur yang agak kasar, sehingga cocok banget digunakan untuk menulis, mencetak, atau dijadikan isi buku.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 11 Kertas HVS (sumber: news.ralali.com) HVS tersedia dalam berbagai jenis ukuran kertas, mulai dari ukuran A4 sampai A0 dan ukuran F4 sampai Q4. Mau bikin desain dalam skala ukuran yang besar pun gak masalah.Beratnya juga beragam, Ada yang 60gsm, 70gsm, 80gsm, dan 100gsm. 2. Art Paper Art paper adalah kertas berwarna putih yang memiliki tekstur halus, licin, dan mengkilap jika terkena pantulan cahaya. Jenis kertas yang satu ini memiliki ketebalan yang beragam, seperti 85gsm, 100gsm, 115gsm, 120gsm, dan 150gsm. Kertas Art Paper (sumber: blog.porinto.com)
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 12 Kertas ini sering digunakan untuk membuat poster, brosur, photocard, artbook, company profile, dll. Keistimewaan teksturnya membuat kertas ini cocok digunakan untuk mencetak gambar berwarna secara detail. Akan tetapi, itu pula yang menjadi kelemahannya, karena teksturnya yang licin tidak bisa digunakan untuk menulis. 3. Concorde Concorde termasuk ke dalam jenis kertas untuk sertifikat dan desain proposal, karena memiliki tekstur yang tebal, lembut, dan agak kasar di saat bersamaan. Ini terjadi akibat permukaannya yang timbul, permukaan ini membentuk garis-garis tipis. Kertas concorde (sumber: bukalapak.com) 4. Linen Sekilas, kertas linen mirip dengan kertas buffalo, padahal keduanya memiliki campuran bahan yang berbeda. Linen adalah kertas yang terbuat dari campuran serat kayu rami yang awalnya berbentuk kain halus.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 13 Kertas linen (sumber: Icipaper.com) Hampir mirip dengan kertas concorde, linen juga memiliki tekstur garis. Hal yang membedakannya adalah linen memiliki tekstur yang lebih tebal daripada concorde. Kemudian garis-garis pada kertas membentuk pola vertikal dan horizontal. Inilah yang menyebabkan linen memiliki hasil cetakan yang rata dan tidak mudah merembes. Untuk ketebalannya, linen hanya memiliki dua jenis, yaitu 220gsm dan 250gsm. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup terasa jika kamu memegang langsung tekstur kertasnya. Selain ketebalannya yang terbatas, warna linen juga tidak banyak. Umumnya hanya warna putih, putih gading, dan hitam. Meskipun begitu, kertas ini sering digunakan untuk membuat desain, lho. Salah satunya untuk membuat mood board. 5. Kertas Duplex Kertas duplex (sumber: mello.id) Duplex merupakan kertas yang paling mudah dikenali, karena sering digunakan sebagai kemasan produk. Contoh penggunaan duplex yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah kotak nasi, kotak susu, dan kotak lainnya. Jenis kertas duplex memiliki dua sisi warna yang berbeda, yaitu satu sisi berwarna putih dan sisi lainnya berwarna abu-abu. Sisi putih memiliki sifat yang mengkilap, sedang abu-abu lebih keras dan agak berserat. Namun ada juga kedua sisinya berwarna putih mengkilap. Sisi putih inilah yang kerap dipakai sebagai media cetak. Variasi ukuran kertas ini juga beragam lho, yaitu 210gsm, 230gsm, 250gsm, 270gsm, 300gsm, 360gsm, 350gsm, dan 400gsm. 6. Corrugated Paper
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 14 Corrugated Paper (sumber: kobax.com) Corrugated paper atau yang dikenal juga sebagai kertas gelombang. Kegunaan kertas ini adalah sebagai bahan dasar kemasan kotak dan pembungkus kemasan,. Karena memiliki bantalan yang lembut sehingga mampu melindungi isinya ketika terjadi benturan yang berasal dari luar. Karena ukurannya yang cenderung tipis, kertas ini mudah untuk dibentuk. Mau bikin nirmana kardus dalam bentuk apapun pasti bisa. Tinggal buat kunciannya saja. Contoh media cetak kertas 7. Transfer paper Transfer paper merupakan jenis kertas yang digunakan untuk mentransfer gambar hitam putih maupun berwarna ke media kain katun dengan memakai meda mesin press atau juga setrika. Proses sablon kaos bisa menjadi lebih mudah dan juga lebih cepat.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 15 Jenis kertas ini banyak sekali digunakan untuk cetak sablon sublim. Kertas sublim adalah kertas yang mana biasanya ini banyak digunakan sebagai media untuk transfer dari gambar ke barang-barang misalnya souvenir seperti Mug, Piring, T-shirt, kaos jersey bola, hijab, dll. Contoh transfer paper diaplikasikan di kaos Contoh transfer paper diaplikasikan di mug keramik 2. Vinyl Vinyl adalah media cetak yang umum digunakan untuk mencetak stiker, poster, dan dekorasi dinding. Vinil memiliki permukaan yang tahan air dan tahan lama, sehingga cocok untuk aplikasi dalam ruangan dan luar ruangan. Jenis vinyl untuk media cetak grafis
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 16 Contoh desain grafis dicetak pada media vinyl 3. Plastik Plastik adalah media cetak yang digunakan untuk mencetak baliho, spanduk, dan papan iklan besar. Plastik yang digunakan untuk pencetakan ini biasanya berbahan PVC atau polikarbonat. Contoh desain banner dengan media cetak plastic
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 17 Contoh desain grafis diaplikasikan pada gelas plastik 4. Kaca Kaca adalah media cetak yang digunakan untuk mencetak desain pada permukaan kaca, seperti pada kaca etalase, cermin, atau botol kaca. Biasanya digunakan untuk keperluan branding dan dekorasi. Contoh aplikasi desain grafis di media botol kaca 5. Kain Kain atau tekstil adalah media cetak yang digunakan untuk mencetak desain pada kain. Metode pencetakan kain termasuk sablon, sublimasi, atau pencetakan digital. Digunakan untuk mencetak pakaian, banner kain, spanduk, dan produk tekstil lainnya.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 18 Contoh aplikasi desain grafis di media kain (kaos) 6. Kayu Kayu adalah media cetak tradisional yang masih digunakan dalam seni grafis dan cetakan unik. Cetak kayu dapat memberikan sentuhan artistik yang khas dan memiliki tekstur yang menarik. Contoh aplikasi desain grafis di media kayu 7. Keramik Keramik adalah bahan yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk mencetak desain grafis pada berbagai produk seperti piring, mug, vas, dan berbagai karya seni keramik lainnya. Proses mencetak desain grafis pada keramik biasanya melibatkan teknik-teknik berikut: • Cetak Serigrafi: Metode ini menggunakan layar khusus yang berlubanglubang untuk menerapkan tinta pada permukaan keramik. Gambar atau desain dicetak pada layar, dan tinta kemudian ditekan melalui lubang-lubang
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 19 ke permukaan keramik. Proses ini dapat diulang untuk menciptakan pola yang berulang atau desain yang lebih kompleks. Cetak serigrafi digunakan untuk mencetak desain pada berbagai produk keramik dengan tingkat reproduksi yang tinggi. • Cetak Transfer: Metode ini melibatkan transfer gambar atau desain dari media lain ke permukaan keramik. Gambar atau desain tercetak pada kertas atau film transfer khusus yang kemudian ditempatkan pada keramik. Saat dipanaskan, tinta pada media transfer menempel pada keramik, menghasilkan desain yang diinginkan. • Decoupage: Decoupage adalah teknik menghias permukaan keramik dengan memotong dan menempelkan gambar atau pola dari kertas khusus. Kertas tersebut dilapisi dengan lem khusus untuk mengamankan gambar pada permukaan keramik. Setelah kering, permukaan dipoles dan dicat dengan lapisan pelindung untuk mengamankan gambar dan memberikan kilau yang halus. • Decals Keramik: Decals keramik adalah gambar atau desain yang dicetak pada kertas khusus menggunakan tinta keramik yang tahan panas. Setelah direndam dalam air, decal dilepaskan dari kertas dan diterapkan pada permukaan keramik yang telah dibersihkan. Setelah itu, keramik akan dipanaskan pada suhu tinggi untuk melekatkan decal secara permanen. • Ukiran: Teknik ukiran melibatkan penggunaan alat khusus untuk mengukir atau memahat desain pada permukaan keramik. Biasanya, lapisan atas glasur akan diukir untuk mengungkapkan lapisan bawah keramik yang berbeda, menciptakan desain yang berkontras. • Transfer Hidrografik: Juga dikenal sebagai "hydro dipping," metode ini melibatkan mentransfer gambar atau desain dari film khusus yang mengapung di air ke permukaan keramik. Ketika keramik dicelupkan ke dalam air, gambar yang menempel pada film akan menempel pada permukaan keramik. Setiap teknik mencetak desain grafis pada keramik memiliki karakteristik dan hasil yang berbeda. Pilihan teknik tergantung pada desain yang diinginkan, jumlah produk yang akan dicetak, dan anggaran yang tersedia. Penting untuk mencatat bahwa proses mencetak desain pada keramik seringkali memerlukan ketelitian dan keterampilan, dan hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh keahlian seniman atau pengrajin yang terlibat.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 20 Contoh desain cetak di media keramik 8. Akrilik atau Plakat Akrilik atau plakat adalah media cetak yang digunakan untuk mencetak desain grafis pada bahan akrilik atau plastik keras lainnya. Digunakan untuk membuat plakat penghargaan, papan nama, atau dekorasi ruangan. Pilihan media yang tepat untuk mencetak desain grafis tergantung pada tujuan cetakan, ukuran, anggaran, dan efek visual yang ingin dicapai. Penting untuk mempertimbangkan kualitas cetak, ketahanan, dan penggunaan akhir dari desain grafis untuk memilih media yang paling sesuai. Contoh desain cetak di media akrilik 9. DTF (Direct Transfer Film) DTF adalah Direct Transfer Film merupakan teknik sablon dengan tinta khusus yang tersalur ke kertas film, lalu pada kaos atau pada bahan lain. Bisa juga
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 21 disebut dengan sablon tepung karena bisa juga menggunakan tepung atau dengan bantuan lem. Contoh desain cetak di media DTF Peralatan print design (desain Cetak) Alat untuk mencetak desain grafis mencakup berbagai perangkat dan teknologi yang digunakan untuk mentransfer desain yang telah dibuat di komputer atau perangkat digital lainnya ke media fisik, seperti kertas, kanvas, kaos, stiker, atau permukaan lainnya. Proses mencetak ini penting dalam industri desain grafis karena memungkinkan karya digital untuk diwujudkan dalam bentuk nyata. Berikut adalah uraian lengkap tentang beberapa alat umum yang digunakan untuk mencetak desain grafis: 1. Printer Inkjet: Printer inkjet adalah salah satu perangkat cetak paling umum untuk desain grafis. Mereka menggunakan teknologi tinta cair yang disemprotkan pada media cetak, seperti kertas atau kanvas. Printer inkjet dapat mencetak gambar dengan resolusi tinggi dan warna yang akurat, membuatnya ideal untuk mencetak foto, poster, brosur, dan sebagainya. 2. Printer Laser: Printer laser menggunakan teknologi toner bubuk untuk mencetak gambar atau teks pada media cetak. Mereka lebih cepat daripada printer inkjet dan biasanya lebih cocok untuk mencetak dokumen bisnis, namun beberapa model printer laser juga mampu mencetak desain grafis dengan kualitas yang baik. 3. Printer DTG (Direct-to-Garment): Printer DTG adalah perangkat khusus yang digunakan untuk mencetak desain grafis langsung ke permukaan pakaian, seperti kaos atau hoodie. Teknologi ini memungkinkan mencetak desain yang kompleks dan berwarna pada kain dengan detail yang tinggi. 4. Plotter: Plotter adalah perangkat cetak yang digunakan untuk mencetak gambar besar dengan presisi tinggi, biasanya untuk desain grafis yang kompleks seperti poster, peta, dan gambar arsitektur. Plotter bekerja dengan menggerakkan pena atau pisau pemotong di sepanjang sumbu X dan Y untuk menciptakan gambar yang akurat.
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 22 5. Mesin Percetakan Offset: Mesin percetakan offset merupakan alat yang umum digunakan dalam industri percetakan komersial. Mereka cocok untuk cetakan massal, seperti buku, majalah, brosur, dan katalog. Mesin ini menggunakan cetakan logam atau polimer yang ditransfer ke rol karet sebelum dicetak pada media. 6. Mesin Sablon (Screen Printing): Mesin sablon adalah metode cetak yang melibatkan penyaringan tinta melalui kain kawat atau layar. Setiap warna dalam desain memerlukan layar terpisah, dan lapisan tinta yang diaplikasikan pada media secara berurutan membentuk gambar akhir. 7. Mesin Heat Press: Mesin heat press adalah perangkat yang digunakan untuk mencetak desain dengan mentransfer gambar atau teks dari kertas transfer menggunakan panas dan tekanan pada permukaan media, seperti kaos atau mug. 8. Printer 3D: Meskipun bukan alat cetak konvensional, printer 3D juga dapat digunakan untuk mencetak desain grafis dalam bentuk objek tiga dimensi. Mesin ini mencetak objek dengan menambahkan material secara lapis demi lapis, sehingga sangat berguna dalam pembuatan prototipe dan karya seni berbasis 3D. Pemilihan alat cetak untuk desain grafis tergantung pada jenis karya yang ingin dicetak, skala produksi, serta tingkat presisi dan kualitas yang dibutuhkan. Dalam banyak kasus, kombinasi berbagai alat cetak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan desain grafis yang beragam. Berikut ini contoh alat untuk mencetak desain grafis Gambar printer ink jet
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 23 Gambar mesin cetak banner (spanduk) (Digital printing) Gambar mesin cetak sablon digital (Printer DTG) Gambar printer DTF
Pengertian, Prinsip Dan Unsur Desain Cetak 24 Gambar Mesin heat press untuk kaos atau tas dari kain Gambar mesin heat press untuk mug Gambar mesin pres moulding